Responsive image

Penuh Kejanggalan, TASNIM Sebut Kasus Social Kitchen Ditunggangi

Penuh Kejanggalan, TASNIM Sebut Kasus Social Kitchen Ditunggangi

SOLO (Jurnalislam.com) – Nasib para terdakwa kasus social kitchen yang terdiri dari sejumlah tokoh Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) yang sedang kian terpuruk. Pasalnya, penanganan terhadap kasus mereka dinilai lambat dan tidak transparan.

Mereka dibuat bingung dengan kebijakan aparat penegak hukum yang tak menjalankan keputusan PN Surakarta. Pengadilan menetapkan penahanan ditempatkan di rutan Surakarta terhitung sejak hingga 3 Maret lalu. Namjn hingaa saat ini mereka masih menempati rutan Dit Tahti Mapolda Jawa Tengah yang tidak layak huni.

“Hari Selasa kita ke sana dan ditemui pak kajari, kasi pidum dan kasi intel. Dari situ terjadi pembicaran bahwa penempatan pengadilan negeri Surakarta tentang perpanjangan 30 hari tidak dilaksanakan atau dieksekusi oleh pihak kejaksaan, kejaksaan hanya memberikan berita acara tentang penitipan 12 tersangka di rutan polda, berita acara yang ditandatangani pak Bambang dan diterima oleh AKP di sana yang ada di polda,” kata Tim Advokasi Nahi Mungkar (Tasnim), Muhammad Kurniawan kepada Jurniscom di Masjid Baitussalam, Tipes, Surakarta, Selasa (14/3/2017).

“Sehingga apa, dasar 12 orang di Polda itu tidak ada dasar hukumnya karena penetapan pengadilan di rutan Solo,” tambahnya.

Belum adanya penetapan penahanan dari Majelis Hakim (MH) Pengadilan Negeri (PN) Semarang, menambah bingung Kurniawan dan tim. Sebab, saat ini ada dua penetapan yaitu dari PN Semarang dan PN Surakarta.

“Berkas sudah masuk hari Senin, berkas sudah didaftarkan di PN Semarang, dari 12 orang itu menjadi 3 berkas sudah masuk di PN Semarang. Sampai sekarang tentang penetapan penahanan dan tentang siapa yang menjadi MH. Berarti ada 2 penetapan, penetapan pengadilan Surakarta dan penetapan pengadilan Semarang, sampai sekarang kita ndak tau,” ungkapnya.

Sementara keluarga para terdakwa yang mencoba mencari kejelasan malah diancam Kasi Intel akan diperkarakan ke Kejaksaan Agung.

“Kasi Intel Kurniawan justru mengancam kepada keluarga suruh tenang suruh damai dan suruh kondusif agar perkara ini tidak ditarik di Kejagung. Hal itu kita bantah dengan tim bahwa yang mempersulit itu pihak kejaksaan bukan keluarga,” papar dia.

Oleh sebab itu, praktisi hukum ini menyebut ada oknum tertentu yang menunggangi kasus ini. Menurutnya, kasus ini terkesan lambat dan penuh kejanggalan.

“Normalnya (berkas) sudah masuk dulu, tetapi kenyataannya tidak masuk, ada yang bermain dari pihak hukum entah itu siapa, kami lontarkan ke kajari dan pak kajari juga tidak menjawab,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, 11 orang aktivis LUIS dan satu orang wartawan media Islam online ditangkap setelah dituding melakukan pengrusakan di Kafe Social Kitchen Solo beberapa waktu lalu. Namun LUIS membantah tudingan itu, sebab mereka justru mencoba untuk mencegah amukan massa tak dikenal di cafe yang kerap meresahkan itu.

Reporter: Arie Ristyan

Bagikan
Close X