KARACHI (Jurnalislam.com) – Seluruh 48 penumpang pesawat, yang jatuh di utara ibukota Pakistan, telah tewas, ketua Pakistan International Airlines (PIA) mengkonfirmasi pada hari Rabu (07/12/2016).
Ketua PIA, Ikram Sehgal, dalam sebuah konferensi pers di Islamabad, mengatakan, pesawat aman untuk melakukan penerbangan, dan penyelidikan telah diluncurkan untuk mencari tahu apa yang penyebab kecelakaan itu.
Sebuah pesawat PIA, menuju Islamabad dari distrik barat laut Chitral, jatuh sekitar 80 kilometer dari ibukota, Pervez Geroge, juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil, mengatakan Anadolu Agency.
Maskapai ini juga menegaskan pesawat tersebut jatuh setelah kehilangan kontak dengan menara kontrol selama perjalanan.
Sementara itu, militer mengatakan mereka telah mengevakuasi 40 mayat dari reruntuhan dan operasi pencarian sedang berlangsung.
Penyanyi terkenal yang berpaling menjadi pendeta, Junaid Jamshed, istrinya serta tiga orang asing berada di dalam pesawat tersebut. Keluarga Jamshed menegaskan ia telah menggelar tur di Chitral, yang berbatasan dengan Afghanistan.

Pejabat penerbangan Irfan Elahi kepada wartawan mengatakan bahwa menurut penyelidikan awal, kecelakaan itu tampaknya disebabkan oleh kegagalan mesin.
Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif menyatakan “kesedihan dan duka cita yang mendalam” atas kecelakaan itu dan memerintahkan pihak berwenang untuk mempercepat pencarian.
Kementerian luar negeri Turki mengatakan insiden itu menyebabkan “kesedihan besar” dan menyampaikan belasungkawa kepada “orang-orang Pakistan yang bersaudara” dan kerabat mereka yang meninggal.
Chitral-Islamabad dianggap sebagai salah satu rute udara yang paling berbahaya karena sifatnya yang bergunung-gunung.
Pakistan memiliki sejarah panjang bencana udara dengan 17 kecelakaan sejak tahun 1965. Sekitar 130 orang tewas ketika sebuah pesawat maskapai lokal jatuh di Islamabad pada bulan April 2012.
Mantan penguasa militer Pakistan Jenderal Zia-ul-Haq, bersama dengan 17 perwira militer senior dan duta besar AS untuk Pakistan, tewas dalam kecelakaan pesawat bulan Agustus 1988.