Rezim Mesir Kembali Eksekusi Mati Aktivis Ikhwanul Muslimin

KAIRO(Jurnalislam.com) — Mesir eksekusi mati dua anggota Ikhwanul Muslimin yang terlibat unjuk rasa antikudeta tahun 2013 lalu. Mengutip organisasi hak asasi manusia (HAM) We Record, kantor berita Turki, Anadolu Agency  dua orang itu adalah Yasser Al-Abasiri, 49 tahun dan Yasser Shukur, 45 tahun.

Kementerian Dalam Negeri Mesir mengeksekusi Abasiri dan Shukur yang sudah ditahan sejak 2013 lalu. Mereka berunjuk rasa menentang kudeta militer yang menggulingkan Muhammad Mursi.

Senin (5/10) Middle East Monitor melaporkan keduanya ditahan di salah satu penjara yang paling ketat di Mesir, Penjara Tori yang terletak di selatan Kairo. Persidangan mereka dikenal sebagai kasus ‘Perpustakaan Alexandria’.

Salah satu sumber mengungkapkan pada surat kabar Al-Masry Al-Youm, pihak berwenang penjara Mesir yang melakukan eksekusi terhadap dua orang yang didakwa atas tindak pidana terorisme, pembunuhan terencana dan kerusuhan itu.

Pada 2017 Pengadilan Kasasi Mesir menolak gugatan banding Abasiri dan Shukur atas hukuman mati mereka. Dua orang itu divonis oleh Pengadilan Pidana Alexandria.

Agustus 2013 meletus unjuk rasa menentang pasukan keamanan Mesir di depan Perpustakaan Alexandria. Demonstrasi itu dipicu bentrokan berdarah antara pasukan keamanan dengan pendukung Mohammad Morsi yang melakukan aksi duduk di alun-alun Rabaa al-Adawiya dan al-Nahda.

Bentrokan tersebut menewaskan 15 orang termasuk dua orang personel keamanan. Pemerintah Mesir belum resmi mengumumkan eksekusi Abasiri dan Shukur.

Sumber: republika.co.id

Ribuan Pelajar Antusias Ikuti MTQ Nasional

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pendaftaran peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional ditutup pada 30 September 2020. MTQ Nasional XXVIII ini akan berlangsung di Sumatera Barat, 12 – 21 November 2020.

“Pendaftaran MTQ Nasional ditutup pada Rabu, 30 September 2020. Tercatat ada 1.969 peserta yang telah mendaftar, termasuk yang berstatus cadangan,” terang Direktur Penerangan Agama Islam Juraidi di Jakarta, Minggu (04/10).

“Mereka mendaftar melalui aplikasi e-MTQ,” lanjutnya.

Menurut Juraidi yang juga Sekretaris Umum  Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Nasional, peserta yang sudah mendaftar berasal dari 33 provinsi di Indonesia. Hanya provinsi DI Yogyakarta yang tidak mendaftarkan pesertanya sampai penutupan.

“Kami selanjutnya akan melakukan verifikasi tahap I kurang lebih selama satu minggu. Peserta lolos verifikasi akan diumumkan dan ada masa sanggah selama satu minggu,” tuturnya.

“Habis masa sanggah, dilanjutkan verifikasi tahap II, kemudian dilakukan penetapan peserta MTQ Nasional. Penetapan peserta ini rencananya akan dilakukan secara virtual,” sambungnya.

Gelaran Nasional ke-28 ini mengangkat tema “MTQ Mewujudkan SDM yang Unggul, Profesional, dan Qur’ani menuju Indonesia Maju”. Karena diperkirakan masih dalam suasana pandemi, kata Juraidi, gelaran MTQ Nasional akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, bahkan sejak keberangkatan peserta  dari daerahnya masing-masing.

“Semua kafilah wajib melakukan tes swab. Setiap venue akan dijaga ketat oleh petugas untuk memastikan dipatuhinya protokol covid-19,” tegas Juraidi.

“Kami akan mengantisipasi sejak awal agak tidak ada kerumunan selama penyelenggaraan MTQ Nasional,” tandasnya.

 

Pakar: Kondisi Trump Lebih Para Dibanding Yang Diperlihatkan

WASHINGTON (Jurnalislam.com) — Para dokter yang tak terlibat merawat Donald Trump mempertanyakan kondisi presiden AS itu sebenarnya. Sebab, para dokter yang merawatnya memberikan deksametason untuk merespons paparan Covid-19 Trump.

Deksametason, obat kortikosteroid yang biasanya digunakan untuk kasus Covid-19 berat. Dokter yang merawat Trump mengatakan deksametason untuk merespons turunnya level oksigen dalam darah.

“Apa yang saya dengar dalam uraian yang disampaikan di konferensi pers menunjukkan presiden memiliki penyakit yang lebih parah dibandingkan gambaran optimistis yang diperlihatkan,” kata pakar penyakit menular dari Lahey Hospital & Medical Center, Dr. Daniel McQuillen, Senin (5/10).

Infectious Disease Society of America mengatakan penelitian menunjukkan deksametason meningkatkan daya tahan pasien Covid-19 yang sakit parah atau kritis serta membutuhkan oksigen tambahan. Tapi, tidak boleh diberikan pada pasien dengan gejala ringan karena menurunkan kemampuan tubuh melawan virus.

Dokter yang merawat pasien Covid-19 selama beberapa bulan-bulan terakhir mengatakan, Trump dapat keluar dari rumah sakit. Presiden AS ke-45 itu sempat memberikan kejutan untuk para pendukungnya dengan melambaikan tangan dari dalam mobil yang berjalan sebentar di depan rumah sakit Walter Reed National Military Medical Center tempat ia dirawat.

“Dia tidak pulang ke rumah yang tidak memiliki fasilitas kesehatan, pada dasarnya rumah sakit di dalam Gedung Putih,” kata profesor kedokteran University of Pittsburgh, Dr. Walid Gellad.

Trump yang sudah berusia 74 tahun langsung dibawa ke rumah sakit setelah hasil tes virus Corona-nya positif. Dokter yang merawat presiden mengatakan Trump diberi obat infus dari Regeneron yang sudah diuji.

Pada Sabtu (4/10) Trump juga mulai menerima obat infus antivirus remdesivir. Pakar penyakit menular Johns Hopkins University, Dr. Amesh Adalja mengatakan jika Trump tidak lagi membutuhkan oksigen tambahan dan dapat beraktivitas normal maka ia boleh keluar dari rumah sakit.

“Pertanyaan yang lebih besar apakah ada risiko, kondisinya memburuk atau ia kian membaik,” kata Adalja.

Covid-19 kerap dikarakteristikan ke dalam dua tahap. Tahap pertama infeksi itu sendiri dan di sejumlah kasus muncul tahap kedua saat  sistem kekebalan tubuh merespon virus terlalu berlebihan sehingga merusak organ tubuh.

Kepala penyakit menular California’s UC Davis Health Dr. Stuart Cohen mengatakan pasien biasanya mengalami gejala-gejala ringan lalu satu pekan kemudian ‘segalanya turun dengan cepat’. “Selalu sulit untuk memprediksi siapa yang mengalami hal itu,” kata Cohen.

Para dokter mengatakan pasien Covid-19 yang merespons perawatan dengan baik dapat keluar dari rumah sakit dengan cepat. Tapi mereka tetap harus dipantau.

“Sekitar satu pekan setelah mengalami gejala pertama, beberapa orang mengalami perkembangan gejala Covid-19 yang memburuk, napas pendek dan komplikasi lainnya,” kata dokter penyakit menular  Massachusetts General Hospital, Dr. Rajesh Gandhi.

Kepala New York Northwell Health, Dr. David Battinelli mengatakan ‘sangat memungkinkan’ Trump dapat keluar dari rumah sakit. Tapi ia memperingatkan butuh waktu yang cukup lama hingga akhirnya ia dapat pulih sepenuhnya.
“Sangat tidak mungkin baginya untuk keluar dan bepergian dan menjalani kampanye kurang dari 14 hari,” katanya.

Sumber: republika.co.id

Pasukan Azerbaijan Hantam Pimpinan Milisi Pro Armenia

BAKU(Jurnalislam.com) — Presiden Republik Artsakh, Arayik Harutyunyan dilaporkankan  terluka serius usai pasukan militer Azerbaijani menghantam bunker tempatnya bersembunyi. Azerbaijan mengangggap Republik Artsakh adalah negara tak sah dan dicap sebagai kelompok separatis di Nagorno-Karabakh.

“Pertama-tama Arayik Harutyunyan, Anda tidak berada di garis depan medan pertempuran, Anda bersembunyi di bunker, tapi Angkatan Bersenjata Azerbaijan menghantam bunker tempat Anda bersembunyi,” kata pembantu presiden Azerbaijan, Hikmet Hajiyev dalam konferensi pers, seperti dikutip media Turki, Daily Sabah, Senin (5/10).

Konferensi pers ini digelar setelah Armenia menyerang kota terbesar kedua Azerbaijan Ganja. Hajiyev mengatakan Harutyunyan terluka serius oleh serangan rudal Azerbaijan.

“Anda dihukum atas kejahatan yang Anda lalukan terhadap kota Ganja dan kota sipil lainnya, pelaku kejahatan lain, pejahat perang lain juga akan dihukum segera mungkin,” tambah Hajiyev.

Daily Sabah menyebut Harutyunyan sebagai presiden negara proksi Armenia yang berdiri secara ilegal di wilayah Azerbaijan. Negara itu tidak diakui oleh masyarakat internasional termasuk Armenia sendiri.

Pada Ahad (5/10) Kementerian Azerbaijan mengatakan satu orang warga sipil tewas dan empat lainnya terluka dalam serangan rudal Armenia ke Kota Ganja. Pertempuran antar kedua negara di wilayah perbatasan semakin intensif.

Dalam pernyataan yang dirilis di situs Kementerian Pertahanan Azerbaijan disebutkan Ganja kota dengan populasi lebih dari 330 ribu orang menjadi sasaran tembakan roket dan artileri.

“Armenia melepaskan serangan rudal tanpa pandang ke kota-kota Azerbaijan, Ganja, Füzuli, Tartar dan Jabrayil, Ganja kota terbesar kedua Azerbaijan, dengan populasi kurang lebih 500 ribu orang,” cicit Hajiyev di Twitter.

“Armenia sebagai negara dan pemimpin politik militer yang tidak waras Armenia masih menjadi sumber ancaman terhadap kedamaian, keamanan regional, Azerbaijan akan terus membela warga-warganya,” tambahnya.

Sumber: republika.co.id

Ini Kunci Anak Nyaman di Rumah Saat Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengatakan salah satu kunci untuk membuat anak nyaman selama berada di rumah akibat pandemi COVID-19 adalah orang tua harus memosisikan diri sebagai sahabat mereka.

“Jadi karena situasi berubah, orang tua juga harus berani berubah menjadi lebih tenang, sabar, gembira, kreatif dan lebih penuh rasa syukur. Dengan berubah begitu kita memosisikan menjadi sahabat anak-anak,” kata Seto dalam diskusi Satgas Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Ahad (4/10).

Menurut psikolog anak yang akrab disapa Kak Seto itu, hal tersebut harus dilakukan karena anak mengalami perubahan drastis selama pandemi. Yang tadinya mereka bertemu teman dan bergembira di sekolah, kini harus berdiam di rumah untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Jika di rumah orang tua masih memosisikan diri sebagai bos atau komandan yang senang memerintah, akan membuat anak-anak semakin tidak betah berada di rumah. Karena itu, Kak Seto mendorong agar orang tua mulai menjadi sahabat dan teman bagi anak dengan mulai berdiskusi dan membicarakan berbagai hal.

“Sehingga anak merasa nyaman sekali berada di rumah. Mungkin itu kunci utamanya,” ujarnya.

Selain itu, Kak Seto juga mendorong agar orang tua mendukung mengembangkan bakat anak dengan mengapresiasi potensi yang mereka miliki. Anak harus ditimbulkan perasaan gembira dan percaya diri.

Ia mengatakan apresiasi tidak hanya harus dilakukan dalam ranah akademik tapi juga potensi lain seperti menyanyi atau bakat anak lainnya.

“Paling tidak apresiasi dari orang tua terhadap potensi setiap anak yang berbeda. Anak ditumbuhkan rasa percaya diri, bangga menjadi diri sendiri karena ada apresiasi dari lingkungan keluarga,” tegasnya.

Sumber: republika.co.id

Saudi Batasi Umroh Hanya untuk 3000 Jamaah Sehari

MAKKAH(Jurnalislam.com) — Otoritas arab saudi pada Ahad (4/10) membuka kembali tempat-tempat suci umat Muslim untuk umrah. Warga Saudi dan penduduk asing kerajaan akan diizinkan untuk melakukan umrah di Masjidil Haram dengan kapasitas 30 persen atau 6.000 orang per hari seperti terjadi mulai hari ini.

Dilansir dari laman Anadolu Agency, ibadah umrah kembali dibuka setelah enam bulan absen karena virus corona. Kementerian Haji dan Umrah lewat Twitter pun telah mengumumkan, gelombang pertama jamaah umrah tiba pada Ahad dini hari. Mereka juga mengikuti protokol kesehatan dari virus corona.

Tanpa memberikan detail lebih lanjut, kementerian membagikan foto para pengunjung yang memasuki Masjidil Haram di Makkah.

Sebelumnya, kantor berita resmi SPA melaporkan bahwa barikade yang ditempatkan di sekitar Ka’bah dan Hajar Aswad akan tetap di tempatnya, dan pengunjung dilarang menyentuhnya sebagai bagian dari tindakan pencegahan pada Covid-19.

Masjid al-Haram, tempat Ka’bah berada, akan didesinfeksi 10 kali sehari. Selain itu, ruang karantina sudah disiapkan untuk pengunjung yang menunjukkan gejala Covid-19.

Pada pekan lalu, Arab Saudi mengumumkan secara bertahap akan mencabut larangan perjalanan terkait virus corona untuk umrah.

SPA menyatakan, jamaah lokal dan internasional yang datang untuk Umrah dan beribadah akan diterima mulai 1 November. Sementara Masjid al-Haram dan Al-Masjid al-Nabawi akan dibuka untuk ibadah dalam kapasitas penuh dengan mengambil langkah-langkah perlindungan Covid-19.

Di samping itu, adanya pandemi membuat haji tahun ini terbatas untuk mereka yang tinggal di Arab Saudi. Sementara jamaah haji dari luar negeri tidak diterima.

Sumber: ihram.co.id

 

Pemkab Bekasi Larang Pengunjung Makan di Tempat, Wajib Bungkus

BEKASI (Jurnalislam.com) – Pemerintah Kabupaten Bekasi akhirnya bersikap tegas dengan melarang pelaku usaha kuliner melayani pengunjung untuk makan di tempat (dine in). Larang ini berlaku pada masa perpanjangan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) untuk cegah penyebaran COVID-19.

”Kami mengikuti kebijakan Pemerintah Jawa Barat. Kebijakan ini bertujuan untuk menghindari timbulnya klaster baru penyebaran COVID-19 dari kegiatan usaha kuliner,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, Jumat (2/10/2020).

Menurut dia, larangan ini sesuai kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dituangkan melalui Instruksi Gubernur Jawa Barat Nomor 443/07/Hukham tentang pengendalian penyebaran COVID-19 di restoran, kafe, rumah makan, warung, dan usaha sejenis di wilayah penyangga DKI Jakarta yakni Bogor, Depok, dan Bekasi.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, pihaknya meminta segenap pelaku usaha kuliner tidak lagi melayani pengunjung untuk makan di tempat dan menggantinya dengan layanan take away atau dibawa pulang. ”Kebijakan dimulai Rabu (30/9) hingga batas waktu yang belum ditentukan dan semua pelaku usaha harus mematuhinya,” tegasnya.

Bahkan, kata dia, kebijakan ini berlaku di daerah dengan zona risiko kesehatan tinggi dan secara umum wilayah Kabupaten Bekasi masih zona merah. Untuk itu, Alamsyah meminta satuan tugas sektor pariwisata segera menindaklanjuti kebijakan ini agar dapat diterapkan di seluruh restoran, kafe, rumah makan, warung, dan usaha sejenis lainnya.

Ketua Tim Khusus Mang Jaka (Masyarakat Nyang Jaga Kampung) Bidang Pariwisata Kabupaten Bekasi, Kompol Budi Setiadi mengatakan, mendukung segala kebijakan pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19. Khususnya menghindari potensi timbulnya klaster baru dari kegiatan usaha kuliner.

Sumber: sindonews.com

Bertambah 3992 Kasus Sehari, Kasus Covid Tembus 300 Ribu

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Data kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia pada Minggu (4/10/2020) ini tembus angka 300.000. Hal ini terjadi setelah pada hari ini ada tambahan 3.992 kasus konfirmasi Covid-19.

Berdasarkan data yang dirilis di laman kemkes.go.id, tambahan 3.992 kasus baru tersebut didapatkan dari pemeriksaan 36.743 spesimen. Dengan demikian, hingga hari ini ada 303.498 kasus positif virus corona di Indonesia.

Sementara, kasus sembuh dari Covid-19  bertambah 3.401. Dengan demikian, hingga hari ini sebanyak 228.453 orang sembuh dari Covid-19.

Kasus meninggal dunia akibat Covid-19 pada hari ini dilaporkan bertambah 96. Dengan demikian, sejak kasus Covid-19 melanda Indonesia pada Maret lalu, sebanyak 11.151 orang meninggal lantaran virus corona.

Dilaporkan juga jumlah suspek pada hari sebanyak 139.401 orang.

Sumber: sindonews.com

Jokowi Tidak Terima Pemerintah Disebut Mencla-Mencle

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, adanya sejumlah perubahan dan penyesuaian kebijakan dalam penanganan Covid-19, bukan berarti pemerintah mencla-mencle. Jokowi menegaskan, hal itu dilakukan agar kebijakan yang diambil tepat sasaran, baik dari sisi penanganan kesehatan maupun pemulihan ekonomi.

Salah satu penyesuaian terbaru yang diambil Jokowi adalah opsi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dianggap masih banyak kekurangan. Bila dulu pemerintah pusat mengandalkan PSBB sebagai senjata untuk menekan penularan, kini Jokowi lebih memilih pembatasan sosial berskala mikro atau mini lockdown.

Kebijakan pembatasan sosial berskala mikro ini sebenarnya sudah disebut-sebut Jokowi sejak Juni lalu. Saat mulai aktif melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah dengan kasus Covid-19 tertinggi, Jokowi berkali-kali mengingatkan pentingnya intervensi lokal. Intervensi lokal ini bisa dalam skala kecil seperti desa atau kelurahan yang memiliki kasus positif Covid-19 di areanya.

“Penyesuaian kebijakan itu jangan dianggap pemerintah mencla mencle. Covid-19 ini masalah baru, belum ada negara yang berani mengklaim sudah menemukan solusi yang terbaik. Tiap negara juga beda-beda masalahnya, berbeda cara dalam menanganinya. Jadi kita pun harus terus menyesuaikan diri mencari cara terbaik yang paling cocok dengan situasi kita,” ujar Jokowi dalam pernyataan yang diunggah di media sosial, Sabtu (3/10).

Menurut Jokowi, pencapaian Indonesia dalam penanganan Covid-19 selama tujuh bulan ini tidak buruk. Jokowi mengklaim ada perbaikan dari sisi angka kesembuhan yang terus meningkat setiap bulan. Selain itu, kontraksi ekonomi yang dialami Indonesia tidak sedalam negara-negara ekonomi besar lainnya.

“Sekali lagi pencapaian kita sejauh ini tidak buruk. Angka-angkanya jelas. Tapi jangan membuat kita terlena. Kita harus waspada, kita harus tetap bekerja keras. Wabah ini jangan diremehkan. Ini realita. Tapi jangan membuat kita pesimistis,” kata Jokowi.

Jokowi merujuk pada data angka kesembuhan pasien Covid-19 nasional yang terus meningkat dari bulan ke bulan. Di awal pandemi, tepatnya pada Maret 2020, rata-rata kesembuhan hanya 3,84 persen. Namun seiring dengan meluasnya testing, tracing, dan treatment, angka kesembuhannya terus naik.

Pada April tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia naik menjadi 9,79 persen. Mei naik jadi 21,97 persen, Juni 37,19 persen, Juli 49,40 persen, Agustus 67,04 persen, dan September 72,28 persen. Bahkan per 2 Oktober 2020 tingkat kesembuhan nasional mencapai 74,9 persen. Angka ini sudah melampaui angka kesembuhan dunia, 74,43 persen.

“Maka saya hanya bicara fakta. Dalam jumlah kasus dan jumlah kematian, Indonesia jauh lebih baik ketimbang negara lain dengan jumlah penduduk yang besar,” kata Jokowi.

Sementara kalau dilihat dari jumlah kasusnya, Jokowi menampilkan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-23 di antara negara-negara dunia. Angka kumulatif kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 295.499 orang. Sementara di posisi pertama adalah Amerika Serikat dengan 7,49 juta kasus Covid-19. Kemudian menyusul India dengan 6,39 juta kasus dan Brazil dengan 4,8 juta kasus.

Untuk angka kematian, Indonesia juga berada di peringkat ke-23 dunia dengan 10.972 orang meninggal dunia. Peringkat pertama diduduki AS dengan 212.665 kasus kematian, Brazil dengan 144.767 kasus kematian, dan India denga 99.833 kasus kematian.

“Sebaiknya kalau membandingkan ya seperti itu. Kalau Indonesia dibandingkan dengan negara-negara kecil yang penduduknya sedikit tentu perbandingan seperti itu tidak bisa menggambarkan keadaan yang sebenarnya,” kata Jokowi.

Padahal kalau dilihat langsung pada grafik penambahan kasus harian, Indonesia sama sekali belum menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19, angka penambahan kasus harian terus menanjak. Bahkan Indonesia sudah masuk tren kasus harian di atas 4.000 orang per hari.

Sedangkan Amerika Serikat misalnya, mulai menunjukkan tren penurunan kasus harian sejak Agustus lalu. AS juga sanggup melakukan tes dengan rasio 333.407 tes per 1 juta penduduk. Angka ini jauh di atas kemampuan tes Indonesia yakni 12.584 tes per 1 juta penduduk.

Kalau dibandingkan dengan negara lainnya, kemampuan tes Indonesia memang jauh tertinggal. India misalnya, mampu melakukan 56.271 tes per 1 juta penduduk. Kemudian Brazil, mampu melakukan 84.057 tes per 1 juta penduduk. Perlu diingat, baik AS, India, dan Brazil, sama-sama memiliki populasi penduduk di atas 200 juta orang. Sama halnya dengan Indonesia yang memiliki jumlah penduduk 274 juta orang.

Sumber: republika.co.id

KAMI Kecam Oknum Pemecah Belah Bangsa saat Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia (KAMI) meminta semua pihak bersatu demi kekokohan tanah air di tengah terjangan pandemi Covid-19. Mereka mengutuk keras oknum-oknum yang mencoba memelah belah bangsa di tengah pandemi.

“KAMI juga mengutuk keras bagi oknum-oknum yang berupaya untuk memecah belah bangsa ditengah situasi Covid-19 saat ini,” ujar Koordinator KAMI Pusat, Husnul Jamil, dalam keterangan pers, Sabtu (3/10).

Menurut Husnul, pihaknya hendak mengajak seluruh komponen elite bangsa untuk mengubah pesimisme menjadi optimisme. Dia sangat berharap para elite bangsa untuk bahu-membahu dalam mendukung pemerintah sebagai pelaksana kebijakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke

“Mari kita jadikan masalah sebagai sebuah peluang untuk bergerak bersama menuju Indonesia maju, apalagi di tengah bencana pandemi Covid-19,” kata dia.

Dia juga mengatakan, sebagai generasi muda, terutama komponen aktivis mahasiswa, tidak boleh diam di situasi seperti saat ini. Generasi muda ia sebut wajib bersuara dengan tekad Bhinneka Tunggal Ika agar tidak terjadi perpecahan antarsesama anak bangsa.

“Karena kita khawatir akan terjadinya perpecahan antar anak bangsa nantinya, maka KAMI mengimbau semua pihak untuk tetap menjaga keutuhan NKRI,” kata dia.

Koordinator KAMI wilayah Jawa Tengah, Muhammad Fahmy Asari, menyatakan sejumlah sikap lainnya, yakni pertama KAMI mendukung pemerintah pusat dan daerah untuk fokus pada penanganan Covid-19. Kedua, KAMI mengutuk keras kepada kelompok-kelompok yang mencoba memecah belah persatuan dan kesatuan negara republik Indonesia.

Kemudian, sikap KAMI lainnya ialah mendukung pemerintah dalam upaya peningkatan kemandirian ekonomi yang berbasis kerakyatan. KAMI pun menyatakan, Indonesia saat ini masih dalam keadaan baik-baik saja dan kami mendukung pemerintah untuk memperkuat pancasila sebagai dasar ideologi bangsa.

Sumber: republika.co.id