KPK Bongkar Skandal Korupsi Kuota Haji 2024, Ribuan Jamaah Reguler Jadi Korban

JAKARTA (jurnalislam.com)— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan korupsi dalam penyelenggaraan haji 2024 yang berdampak langsung terhadap 8.400 calon jamaah haji reguler. Mereka gagal berangkat ke Tanah Suci karena permainan kotor yang mengutamakan kuota haji khusus.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa seharusnya porsi kuota haji Indonesia adalah 92 persen untuk haji reguler dan 8 persen untuk haji khusus. Namun, kenyataannya ribuan kuota reguler justru dialihkan ke jalur haji khusus.

“Harusnya hanya sekitar 1.600 yang mendapat kuota khusus, tapi 8.400 yang mestinya kuota reguler malah dipindahkan ke kuota khusus,” kata Asep kepada wartawan, Selasa (26/8/2025).

Menurut KPK, para calon jamaah haji yang dirugikan ini banyak di antaranya telah menunggu belasan tahun agar bisa berangkat ke Tanah Suci. Namun harapan mereka dikhianati oleh ulah manusia serakah yang mempermainkan kuota haji.

“Ini menjadi sebuah ironi, dan tentunya kita berharap praktik-praktik seperti ini tidak lagi terjadi,” ujar Asep.

KPK menduga adanya lobi-lobi dari asosiasi perusahaan travel ke Kementerian Agama untuk mendapatkan kuota haji khusus lebih banyak. Lebih dari 100 travel haji dan umrah diduga terlibat dalam kasus ini, meski KPK belum membeberkan secara rinci nama-nama agen tersebut.

Berdasarkan hitungan awal, kerugian negara akibat skandal ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Sejauh ini, KPK telah memeriksa sejumlah pejabat dan pihak terkait, di antaranya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, sejumlah pegawai Kemenag berinisial RFA, MAS, dan AM, pemilik travel Uhud Tour Ustadz Khalid Basalamah, Sekjen AMPHURI Muhammad Farid Aljawi, serta Ketua Umum Kesthuri Asrul Aziz.

KPK menegaskan bahwa perkara ini sudah naik ke tahap penyidikan meski identitas tersangka belum diumumkan. Penetapan tersangka nantinya akan merujuk pada Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sumber: Republika

PBNU Undang Akademisi Pro-Zionis, Gus Yahya Akhirnya Minta Maaf

JAKARTA (jurnalislam.com)— Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada umat Islam atas kehadiran akademisi pro-Zionis, Peter Berkowitz, dalam forum Akademi Kepemimpinan Nasional NU di Jakarta pada Jumat (15/8/2025).

“Saya mohon maaf sekali kepada masyarakat bahwa saya membuat keputusan tanpa pertimbangan yang teliti dan lengkap terkait Peter Berkowitz ini,” kata Gus Yahya kepada Tempo di kediamannya, Jakarta Selatan, Selasa malam (26/8/2025).

Gus Yahya mengaku tidak mengetahui latar belakang Berkowitz sebagai sosok yang dikenal vokal membela Zionisme dan penjajahan Israel atas Palestina. Ia menyebut alasan utama PBNU mengundang peneliti dari The Hoover Institution, Stanford University itu karena tertarik pada tulisan-tulisannya terkait hak asasi manusia.

“Saya mengenal Peter sejak 2020 ketika ia masih menjadi bagian dari Commission on Unalienable Rights di Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat. Waktu itu saya melihat dia punya pemahaman mendalam soal HAM. Itu yang membuat saya tertarik, saya enggak perhatikan betul urusan dia sebagai Zionis itu,” ujarnya.

Menurut Gus Yahya, forum tersebut bukan hanya menghadirkan Berkowitz, melainkan juga sejumlah akademisi internasional lain. Ia memastikan kehadiran Berkowitz sama sekali tidak membahas Israel, dan PBNU tidak mungkin berniat menyebarkan paham Zionisme.

“NU tidak akan pernah berubah. Prinsip kami jelas: menolak segala bentuk penindasan Israel dan mendukung keadilan bagi rakyat Palestina,” tegasnya.

Sebelumnya, kehadiran Berkowitz menuai kecaman luas dari publik. Pasalnya, akademisi tersebut sejak lama dikenal sebagai pembela Zionisme. Dalam wawancara dengan Michael Cromartie untuk Pew Research Center pada 2006, Berkowitz terang-terangan menegaskan pentingnya gerakan Zionis berkelanjutan, membahas tantangan Israel, isu nuklir Iran, serta kegagalan politik di internal rezim Zionis.

Sumber: Tempo

Hamas Rilis Video Penyergapan di Beit Hanoun, Israel Akui 5 Prajurit Tewas dan 14 Luka

GAZA (jurnalislam.com)— Sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Al-Qassam, merilis sebuah video yang memperlihatkan aksi penyergapan terhadap pasukan Israel di Beit Hanoun, Jalur Gaza utara. Rekaman itu dipublikasikan pada Selasa (26/8/2025) melalui kanal resmi Hamas, dan disebut akan ditayangkan pula di Al Jazeera News Channel.

Menurut keterangan resmi Brigade Al-Qassam, operasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian perlawanan bertajuk “Batu Daud” yang digelar pada 7 Juli 2025. Dalam penyergapan itu, militer Israel diklaim kehilangan lima prajuritnya dan puluhan lainnya mengalami luka.

“Kerugian akibat penyergapan, menurut pengakuan musuh: lima tentara tewas dan 20 terluka,” demikian pernyataan Al-Qassam dalam video tersebut.

Kelompok itu juga menyebut Batalyon Netzah Yehuda, salah satu unit militer Israel, “menderita beberapa pukulan fatal” dalam pertempuran di Beit Hanoun pada awal Juli. Video yang dirilis menampilkan sejumlah momen penting, termasuk saat terjadinya ledakan bom kedua yang mengenai tim penyelamat Israel. Al-Qassam menegaskan penyergapan tersebut telah dipersiapkan secara matang dan dilakukan 12 jam sebelum eksekusi lapangan.

Sementara itu, militer Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa lima prajuritnya tewas dan 14 lainnya terluka akibat ledakan bom pinggir jalan di Beit Hanoun. IDF juga merilis identitas kelima tentaranya yang tewas, yaitu:

– Sersan Staf Meir Shimon Amar (20), dari Yerusalem.
– Sersan Moshe Nissim Frech (20), dari Yerusalem.
– Sersan Staf Noam Aharon Musgadian (20), dari Yerusalem.
– Sersan Staf Moshe Shmuel Noll (21), dari Beit Shemesh.
– Sersan Kelas Satu (purnawirawan) Benyamin Asulin (28), dari Haifa.

Insiden ini menjadi salah satu serangan paling mematikan terhadap pasukan Israel di Jalur Gaza utara dalam beberapa bulan terakhir. (Bahry)

Sumber: TOI

Suriah Terbitkan Aturan Resmi Perayaan Maulid Nabi di Masjid

DAMASKUS (jurnalislam.com)– Kementerian Wakaf Republik Arab Suriah mengeluarkan edaran resmi terkait tata cara pelaksanaan kegiatan dakwah dalam rangka menyambut bulan Rabiul Awal dan peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ. Edaran bernomor 1290 tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Wakaf, Dr. Muhammad Abu al-Khair Syukri, pada 2 Rabiul Awal 1447 H bertepatan dengan 25 Agustus 2025.

Dalam edaran itu, pemerintah menekankan agar kegiatan di masjid pada momentum Maulid Nabi difokuskan pada penghidupan kembali sirah Nabi ﷺ, sifat-sifat mulia beliau, serta penanaman kecintaan kepada Rasulullah melalui ceramah ilmiah, kajian hadis, dan pembacaan buku-buku tentang akhlak Nabi.

Kementerian juga memperbolehkan penggunaan nasyid Islami dengan syarat sesuai kaidah syariat, menumbuhkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta memperkuat nilai-nilai keimanan. Namun, penggunaan alat musik dilarang kecuali rebana, dan kegiatan di masjid hanya boleh menggunakan pengeras suara dalam, bukan pengeras suara luar.

Edaran itu juga mengingatkan agar para dai dan pengurus masjid menghindari hadis palsu atau lemah, serta tidak membahas persoalan khilafiyah yang dapat menimbulkan perpecahan. Sebaliknya, wacana dakwah diarahkan pada semangat moderasi dan persatuan umat.

Selain itu, setiap kegiatan wajib terlebih dahulu berkoordinasi dengan direktorat Wakaf di tingkat provinsi untuk memperoleh izin resmi. Kementerian juga membentuk komite khusus di daerah guna mengawasi pelaksanaan aturan serta memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan.

“Kami mengimbau seluruh pengurus masjid untuk mematuhi arahan ini dan bekerja sama dalam menyukseskan program-program yang membawa manfaat dan kebaikan bagi umat Islam,” tulis edaran tersebut. (Rifqi)

Ketum PERSIS Prihatin Dugaan Nampan MBG Gunakan Minyak Babi: “Soal Akhlak dan Kepatuhan Halal”

JAKARTA (jurnalislam.com)– Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS), Dr. KH. Jeje Zaenudin, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait hasil investigasi Indonesia Business Post (IBP) yang mengungkap indikasi penggunaan minyak babi (lard oil) sebagai campuran pelumas industri dalam proses pembuatan nampan stainless steel untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Kiai Jeje, jika temuan ini terbukti benar, maka hal itu merupakan pelanggaran serius terhadap keyakinan umat Islam dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

“Ini bukan hanya soal pelanggaran teknis industri, tetapi juga soal akhlak, etika, dan kepatuhan terhadap prinsip halal yang menjadi bagian penting dari kehidupan umat Islam,” tegasnya kepada wartawan, Selasa (26/8/2025).

Ia menambahkan, program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto sejatinya tidak hanya bertujuan meningkatkan gizi anak-anak sekolah, pelajar, santri, ibu hamil, dan menyusui, tetapi juga membawa misi pendidikan moral dan karakter.

“Makan dalam Islam bukan hanya untuk memenuhi selera atau kesenangan, tetapi sebagai bentuk ibadah dan penghargaan terhadap tubuh. Karenanya, aspek kehalalan dalam makanan maupun peralatannya adalah hal yang tidak bisa dikompromikan,” ujar Kiai Jeje.

Ketum PERSIS itu menilai, penggunaan alat makan yang terkontaminasi unsur haram, apalagi berasal dari bahan seperti minyak babi, sangat melukai kepercayaan umat sekaligus mencederai tujuan mulia dari program MBG.

Kiai Jeje pun mendesak pemerintah, khususnya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), agar segera bertindak cepat dan tegas terhadap produsen yang terbukti menggunakan bahan nonhalal dalam proses produksinya. Ia juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap rantai pasokan peralatan makan MBG.

“PP PERSIS mendesak pemerintah agar menegakkan hukum sesuai aturan yang berlaku dan memastikan semua aspek dalam program MBG memenuhi standar halalan thayyiban,” tutupnya.

Sebelumnya, IBP melaporkan adanya indikasi penggunaan minyak babi sebagai pelumas dalam proses pembuatan nampan stainless steel di sejumlah pabrik kawasan Chaoshan, Tiongkok. Temuan ini menimbulkan persoalan serius terkait kehalalan produk yang dipakai dalam program MBG.

Sumber: persis

Investigasi IBP: Dugaan Minyak Lemak Babi pada Baki Program Makan Bergizi Gratis

TIONGKOK (jurnalislam.com)– Investigasi Indonesia Business Post (IBP) mengungkap temuan mengejutkan terkait pengadaan baki makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah pabrik di Chaoshan, Provinsi Guangdong, Tiongkok, diduga menggunakan minyak lemak babi sebagai pelumas dalam proses pembuatan baki stainless steel yang dipasok untuk program tersebut.

Temuan ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait aspek kehalalan, keamanan pangan, serta dugaan praktik impor ilegal dan pemalsuan label pada produk yang diperuntukkan bagi jutaan siswa sekolah di Indonesia.

𝗗𝘂𝗴𝗮𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝘂𝗺𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗟𝗲𝗺𝗮𝗸 𝗕𝗮𝗯𝗶

Dalam penelusuran di 30–40 pabrik di kawasan industri Chaoshan, tim IBP menemukan indikasi kuat bahwa produksi baki tipe 201 maupun 304 menggunakan campuran minyak mineral dan lemak babi sebagai pelumas industri. Pelumas ini digunakan untuk mengurangi gesekan dan meningkatkan performa mesin dalam proses fabrikasi baja tahan karat.

“Satu Lembar Data Keselamatan (LDK) yang kami peroleh mengisyaratkan adanya penggunaan minyak lemak babi. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius soal kepatuhan halal baki makanan sekolah MBG,” ungkap tim investigasi IBP, yang dirilis pada Senin (25/8/2025).

IBP menambahkan, pihaknya kini tengah memantau uji laboratorium di dua fasilitas di Jakarta dan sekitarnya untuk memastikan komposisi kimia baki makanan tersebut.

“Kami sedang menunggu hasil uji laboratorium untuk memverifikasi apakah ada kandungan zat yang berasal dari hewan, termasuk minyak babi, pada baki MBG,” tegas IBP.

𝗦𝗸𝗲𝗺𝗮 𝗣𝗲𝗺𝗮𝗹𝘀𝘂𝗮𝗻 𝗟𝗮𝗯𝗲𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝗡𝗜

Selain persoalan kehalalan, investigasi juga menemukan praktik pemalsuan label. Beberapa pabrik di Chaoshan memproduksi baki makanan dengan tanda “Buatan Indonesia” dan label SNI (Standar Nasional Indonesia), padahal seluruh proses produksi dilakukan di Tiongkok.

Praktik ini tidak hanya menyalahi aturan World Trade Organization (WTO) dan Aturan Asal Barang, tetapi juga berpotensi digunakan untuk menghindari tarif dan kuota impor.

“Penyalahgunaan label SNI dapat menyesatkan konsumen dan melemahkan pengawasan regulasi nasional. Skema semacam ini merupakan bentuk penipuan perdagangan internasional,” kata IBP.

𝗔𝗻𝗰𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗛𝘂𝗸𝘂𝗺 𝗱𝗮𝗻 𝗗𝗮𝗺𝗽𝗮𝗸 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗣𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗠𝗕𝗚

Berdasarkan hukum Indonesia, praktik tersebut melanggar Undang-Undang No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yang dapat dikenakan sanksi pidana maupun denda.

Temuan ini menjadi sorotan karena program MBG ditargetkan menjangkau 82,9 juta siswa pada akhir 2025. Jika terbukti, penggunaan baki dengan residu minyak babi bukan hanya melanggar aturan halal, tetapi juga bisa mengguncang kepercayaan publik terhadap program unggulan pemerintah.

“Jika hasil uji laboratorium mengonfirmasi adanya minyak babi, maka ini bukan sekadar persoalan teknis produksi, tetapi menyangkut keamanan pangan dan legitimasi program MBG itu sendiri,” ujar IBP. (Bahry)

Sumber: IBP

MUI: Kehadiran Pembicara Pro-Zionis di UI Cederai Kemanusiaan dan Berbahaya bagi Dunia Akademik

JAKARTA (jurnalislam.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, menilai diundangnya akademisi pro-Zionis Israel, Peter Berkowitz, dalam forum orasi ilmiah Universitas Indonesia (UI) sebagai fenomena berbahaya yang mencederai rasa kemanusiaan.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan menipisnya sensitivitas dan kritisisme di kalangan pimpinan perguruan tinggi terhadap penjajahan Israel dan genosida di Gaza yang didukung Amerika Serikat.

“Diundangya pembicara pro zionis ke kampus besar UI menunjukkan menipisnya sensitivitas dan kritisisme yang menjangkiti unsur pimpinan perguruan tinggi terkait dengan penjajahan besar Israel yang didukung Amerika dan genosida yang paling mengerikan. Ada kecenderungan pertimbangan pragmatis dalam membust keputusan penting di kampus,” ujarnya kepada Jurnalislam.com, pada Senin, (25/8/2025).

Sudarnoto menilai, keputusan menghadirkan sosok pro-Zionis dalam forum akademik sangat berbahaya, apalagi kampus seharusnya bukan hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga pendidikan karakter dan penguatan kepedulian terhadap kemanusiaan.

“Ini fenomena yang berbahaya. Seharusnya kampus tidak sekedar tempst transfer of knowkedge tapi harus menjadi tempat pendidikan karakter, memperkuat sensitivitas dan peduli kemanusiaan,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi langkah UI yang telah menyampaikan permintaan maaf atas “ketidaktelitian” tersebut. Namun demikian, Sudarnoto menegaskan insiden ini sudah sangat melukai rasa kemanusiaan dan kontraproduktif terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Ini preseden buruk yang tidak boleh diulangi oleh UI dan semua perguruan tinggi manapun, dan bahkan oleh lembaga apapun di Indonesia,” tegasnya.

Sudarnoto juga mengingatkan bahwa Zionis Israel senantiasa mencari celah untuk menyebarkan pengaruhnya di Indonesia. Karena itu, ia mengimbau dunia akademik agar tidak mudah silau dengan reputasi intelektual tokoh yang ternyata pro-Zionis.

“Jangan silau dengan kehebatan dan reputasi intelektual seseorang yang ternyata pro-Zionis seperti yang diundang oleh UI. Teguhkan Pancasila, bela Palestina, dan hapuskan penjajahan,” tandasnya.

Baitul Maqdis Institute Kecam Kehadiran Pendukung Genosida Gaza dalam Orasi Ilmiah di UI

JAKARTA (jurnalislam.com)– Baitul Maqdis Institute mengecam keras kehadiran Peter Berkowitz, akademisi asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai pendukung kebijakan agresif Israel terhadap Palestina, dalam kegiatan orasi ilmiah di Universitas Indonesia (UI), Ahad (24/8/2025).

Direktur Utama Baitul Maqdis Institute, Fahmi Salim Lc. M.A, menilai langkah UI memberikan panggung kepada Berkowitz mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh dunia akademik.

“Peter Berkowitz, mantan pejabat AS pada era periode pertama Presiden Donald Trump, tercatat sebagai salah satu arsitek narasi pembenaran terhadap tindakan militer Israel yang telah menewaskan ribuan warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan, di Jalur Gaza. Hingga kini, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mencatat hampir 63.000 warga Gaza tewas sejak Oktober 2023, termasuk ratusan warga yang mati kelaparan akibat genosida penjajah Israel,” tegas Fahmi dalam siaran pers yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (24/8/2025).

Baitul Maqdis Institute menyoroti sejumlah tulisan Berkowitz yang terbit di media konservatif Amerika Serikat, realclearpolitics.com, yang dinilai bias dan membela penjajah Israel. Tulisan-tulisan tersebut antara lain Human-Rights Bodies Corrupt Human Rights To Vilify Israel (27 April 2025), Disregarding Military Necessity To Accuse Israel of War Crimes (22 Desember 2024), dan Trump and Congress Gear Up To Fight Campus Antisemitism (24 November 2024).

Direktur Eksekutif Baitul Maqdis Institute, Pizaro Gozali Idrus, menegaskan kehadiran Berkowitz di UI bertolak belakang dengan sikap bangsa Indonesia yang selama ini konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina.

“Kami menyerukan kepada Universitas Indonesia untuk menginvestigasi kejadian ini dan menuntut posisi UI secara nyata dan praktis sebagai institusi yang berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan universal, bukan malah memfasilitasi tokoh-tokoh yang mendukung penjajahan dan pelanggaran hak asasi manusia.,” ujarnya.

Baitul Maqdis Institute juga mengajak kalangan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat luas untuk tetap kritis terhadap upaya normalisasi penjajahan Israel yang dibungkus dengan nama akademik maupun diplomasi.

Sejak agresi Israel ke Gaza pada Oktober 2023, Kementerian Kesehatan Palestina mencatat hampir 63 ribu warga Gaza tewas, termasuk anak-anak dan perempuan, serta ratusan lainnya meninggal akibat kelaparan.

Semarak HUT RI ke-80, DSKS Hadirkan Lomba Panahan dan Horseback Archery Tingkat Nasional

SOLO (jurnalislam.com)- Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-80 Dewan Syariah Kota Surakarta mengadakan acara lomba Archery (Panahan) dan Horseback Archery (Panahan Berkuda) tingkat Nasional, Ahad (24/8/2025).

Kegiatan yang diadakan dengan mengandeng beberapa komunitas tersebut diikuti ratusan peserta seluruh Indonesia diantaranya berasal dari Aceh, Kalimantan Timur, Bali, Lampung, Tangerang, Sidoarjo dan kota lainnya.

Hadir dalam pembukaan acara tersebut Ketua DSKS, Ustadz Abdul Rochim Baasyir, Dandim 0735/Surakarta, Letkol Inf Fictor J. Situmorang, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Surakarta, Rini Kusumandari, Ketua Persatuan Panahan Tradisional Indonesia (Pepatri) Jawa Tengah Jarot Nugroho dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Dandim 0735/Surakarta, Letkol Inf Fictor J. Situmorang memberikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan lomba tersebut, dengan kegiatan ini menambah semarak dalam menyambut HUT kemerdekaan RI.

“Semoga dengan kegiatan ini muncul rasa nasionalisme, persatuan sesama anak bangsa semakin terwujud dan juga akan muncul atlet muda atau bibit generasi muda yang nantinya bisa mengikuti di ajang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DSKS, Ustadz Abdul Rochim Baasyir menyampaikan, bahwa melalui kegiatan ini diharap memunculkan rasa patriotisme dan jiwa nasionalisme.

“Kita ingin dalam rangka menyambut kemerdekaan ini diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan memunculkan jiwa patriotisme,” katanya.

Ust Iim (panggilan akrabnya) juga tidak menyangka kegiatan ini mendapatkan sambutan yang luar biasa. Hal ini terbukti dengan hadirnya peserta dari berbagai kota se Indonesia.

Dalam perlombaan tersebut diselenggarakan di dua tempat. Untuk lomba panahan di Stadion Mini Nusukan, Kecamatan Banjarsari sedangkan untuk lomba panahan berkuda diadakan di lapangan Kwarasan, Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo.

Tampil sebagai juara panahan Putra Dewasa, Irwan asal Sidoarjo, panahan Putri Dewasa, Riyanti asal Lampung serta juara kategori Anak usia 12 tahun Muhammad Yusuf asal Magetan.

Sementara untuk Panahan Berkuda diraih oleh juara I Afit Rafiatna asal Riau, juara II Omar El Faruq asal Malang dan Ahda Syahada asal Klaten.

Lawan Pelaparan Gaza, UBN Pimpin Delegasi Indonesia di Festival Sumud Nusantara Kuala Lumpur

KUALA LUMPUR (jurnalislam.com)– Pelaparan sistemik yang menimpa rakyat Gaza akibat blokade Israel kembali menjadi sorotan dunia. Ulama nasional Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) memimpin sepuluh delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia dalam Festival Sumud Nusantara di Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (24/8/2025). Kehadiran mereka menjadi simbol konsolidasi solidaritas lintas negara sekaligus aksi nyata untuk menembus blokade dan membela kemanusiaan Palestina.

Menurut UBN, Festival Sumud Nusantara bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud perlawanan damai terhadap blokade yang telah memicu krisis kemanusiaan di Gaza.

“Sumud adalah simbol keteguhan rakyat Palestina dalam menghadapi penindasan. Melalui forum ini, kita ingin menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak tinggal diam melihat saudara kita di Gaza dikepung kelaparan akibat blokade. Solidaritas ini harus diwujudkan dalam aksi nyata,” ujarnya ketika ditemui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Sabtu (23/8/2025).

UBN menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara di kawasan untuk menekan dunia internasional agar membuka akses kemanusiaan ke Gaza. “Solidaritas ini harus dipandang sebagai bagian dari diplomasi kemanusiaan Asia Tenggara. Jika negara-negara di kawasan bersatu, kita bisa lebih kuat mendesak dunia agar blokade segera diakhiri dan bantuan kemanusiaan bisa sampai kepada rakyat Gaza,” tegasnya.

Ia juga berharap dukungan Asia Tenggara dapat menjadi kekuatan kolektif dalam diplomasi global. “Kami berharap ASEAN mengambil peran lebih strategis, sekaligus mendorong PBB agar memastikan akses pangan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar bagi rakyat Palestina dapat segera dibuka,” tutur UBN.

Festival Sumud Nusantara dijadwalkan turut dihadiri oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim serta diikuti berbagai organisasi non-pemerintah (NGO) dari Asia Tenggara. Agenda ini dirancang sebagai wadah konsolidasi lintas negara untuk memperkuat dukungan kemanusiaan dan perjuangan kemerdekaan Palestina.

Sementara itu, Global Sumud Flotilla menjadi bagian penting dari rangkaian acara. Aksi gabungan 44 negara tersebut melanjutkan misi pelayaran kapal Madleen dan Handala dengan tekad menyalurkan bantuan langsung sekaligus menantang blokade Israel di Jalur Gaza.

Rangkaian kegiatan sebelum keberangkatan relawan meliputi konvoi darat dan aksi damai di sejumlah negara peserta. Acara puncak ditandai dengan flag off delegation Flotilla yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad (24/8/2025) di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur.