Krisis Pangan, Tantangan Mendag Baru Zulkifli Hasan

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakil Ketua Komisi VI DPR Sarmuji mengatakan, Menteri Perdagangan (Mendag) yang baru Zulkifli Hasan memiliki sejumlah permasalahan yang harus diselesaikan. Salah satu yang utama adalah mengantisipasi ancaman krisis pangan.

“Yang utama tentang stabilitas harga khususnya harga bahan pokok. Apalagi ada ancaman krisis pangan global yang bisa merembet ke negara kita,” ujar Sarmuji saat dihubungi, Rabu (15/6).

Tugas kedua Zulkifli adalah yang berkenaan dengan perdagangan aset digital yang menjadi domain Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Karena hal tersebut menyangkut jumlah korban dan nominal kerugian yang sangat besar.

“Mendag harus bekerja sama erat dengan Menperin agar alur distribusi minyak goreng bisa dipantau sejak dari pabriknya. Tanpa kerja sama yang baik peluang terjadi kebocoran minyak goreng dan penyelundupan minyak goreng yang disubsidi akan terus terjadi,” ujar Sarmuji.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Muhammad Lutfi. Menurut dia, Zulkifli Hasan memiliki rekam jejak dan pengalaman yang mumpuni sehingga cocok untuk mengurusi masalah pangan.

“Kemudian terutama untuk skill manajerial, sekarang bukan hanya makro saja, tapi mikronya juga harus secara detil dikerjakan. Saya lihat Pak Zul dengan pengalaman, trek record rekam jejak yang panjang,” kata Jokowi usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/6/2022).

Jokowi menyebut, untuk menangani masalah pangan saat ini membutuhkan pengalaman di lapangan agar dapat melihat langsung persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan pokok rakyat. “Kalau urusan ekspor saya kira juga jadi urusan Mendag, tapi yang lebih penting urusan kebutuhan pokok di dalam negeri harus bisa kita jaga,” ujarnya.

 

Kongres Halal Internasional MUI Cetuskan 9 Butir Resolusi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kongres Halal Internasional 2022 di Bangka Belitung resmi ditutup pada Rabu (15/6/2022). Kongres yang ditutup Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud itu mencetuskan 9 butir Resolusi Halal Dunia.

Sekretaris Panitia Pengarah KIH 2022, KH Rafiqul Umam Ahmad, mengatakan Resolusi ini secara garis besar berisikan agenda dan dorongan-dorongan kepada pihak pemangku kebijakan terkait industri dan pariwisata halal baik lokal, nasional, dan internasional. “Resolusi ini diharapkan mampu menjadi pendorong dan pengikat para penggerak dan pemangku kebijakan industri dan pariwisata halal,” kata dia Rabu malam.

Berikut sembilan butir Resolusi Halal Dunia hasil Kongres Halal Internasional 2022:

  1. Meningkatkan percepatan pengembangan Industri Halal dan Pariwisata Halal sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional dan global pasca pandemi. Salah satunya melalui gerakan bersama menjadikan Indonesia sebagai Produsen Halal Terkemuka Dunia mulai tahun 2024, menempati rangking pertama sektor Halal Food pada Global Islamic Economy Indhex tahun 2023, dan menempati rangking pertama pada Global Muslim Travel Indhex tahun 2023 dan mencapai ranking 10 besar dalam wisata ramah muslim di Global Islamic Economy Report 2023.
  2. Mewujudkan proses sertifikasi halal yang mudah, murah, professional, berintegritas termasuk menjunjung etika. Kami mendukung sertifikasi halal sesuai standar Syariah Governance, yaitu fatwa MUI, yang mengikuti standar mutu Internasional bagi Lembaga Sertifikasi Halal dan patuh pada standar mutu internasional laboratorium pengujian halal, untuk meningkatkan keberterimaan produk halal dalam perdagangan global.
  3. Bersepakat untuk melakukan Gerakan Bersama antara Pemerintah dan masyarakat dalam peningkatan pembinaan, penilaian dan pengawasan terhadap kompetensi dan profesionalisme tata kelola sertifikasi halal baik di tingkat nasional dan internasional.
  4. Meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia melalui pengembangan kurikulum berorientasi pasar Industri Halal dan Pariwisata Halal, di semua jenjang Pendidikan terutama perguruan tinggi, sebagai konstribusi nyata bidang Pendidikan mendukung Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia.
  5. Mendorong penguatan kolaborasi dan sinergi antar unsur supply dalam ekosistem halal yang terdiri dari partisipasi masyarakat, industri halal, commercial finance dan social finance agar diperoleh konektivitas dan dependency yang kuat untuk peningkatan nilai tambah dan akselerasi tumbuhnya produk halal yang kompetitif berorientasi pasar nasional dan ekspor.
  6. Mendorong inovasi dan tumbuhnya sektor ekonomi kreatif yang adaptif terhadap teknologi digital di setiap tahapan halal value chain untuk mempercepat dan menguatkan integrasi unsur eksositem Industri Halal dan Ekonomi Keuangan Syariah.
  7. Mendorong adanya insentif yang memadai bagi pelaku usaha industri halal termasuk UMKM serta Kawasan Industri Halal untuk merangsang pertumbuhan produk berorientasi ekspor dan
    pelaku industri pariwisata halal.
  8. Mendorong percepatan perkembangan Wisata Halal dengan mempertahankan inklusifitas sebagai arus utama tujuan Wisata untuk berbagai wisatawan melalui aksi strategis dan komprehensif oleh pemangku kepentingan (Akademisi, Bisnis, Komunitas, pemerintahan & Media) menggunakan tolak ukur global dan praktik unggulan dalam industri pariwisata khususnya industri pariwisata halal sehingga tercipta pariwisata halal yang berkelanjutan secara nasional dan global.
  9. Mendorong fatwa MUI sebagai rujukan standar halal global dalam rangka harmonisasi standar sehingga peningkatan pertumbuhan perdagangan produk halal dan pariwisata halal dapat terus meningkat.

 

Menteri BUMN Optimis Industri Halal Bangkitkan Ekonomi Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Erick Tohir, terus optimistis Indonesia bisa mencapai proyeksi keemasannya di tahun 2045 dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-4 di dunia. Dan hal itu tentu tidak terlepas dari kontribusi industri halal Indonesia.

Sebagaimana disampaikan dalam acara Kongres Halal Internasional di Bangka Belitung (15/6/2022), Erick Tohir terus mengawal dan mendukung adanya usaha dan progresivitas yang terus dikembangkan di sektor industri halal.

“Tentu dukungan saya selalu mengiringi setiap proses dan progres dari upaya pengembangan industri halal Indonesia,” kata dia sebagaimana dikutip dari TVMUI (15/06).

Namun, populasi umat Muslim Indonesia yang menyentuh 86% dengan peningkatan kualitas umat yang diproyeksikan tiga tahun ke depan, serta potensi sektoral industri halal yang besar, menurut Erick Tohir, masih belum dioptimalkan dengan baik.

Faktanya, Indonesia masih kalah dengan negara-negara lain, seperti Amerika, Brazil dan Argentina dalam hal produksi dan ekspor produk halal dalam negerim. “Kita tidak ingin Indonesia hanya menjadi market bagi pasar dunia,” lanjut dia.

Kondisi itu harus direfleksikan untuk kepentingan umat, terutama Muslim, sebagai penyumbang populasi umat Islam terbesar di dunia. Populasi umat yang besar, kata dia, harus sejalan dengan peningkatan produksi dan ekspor produk halal.

Pihak BUMN sendiri sudah membangun ekosistem ekonomi syariah dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk menopang layanan keuangan serta program integritas ekonomi umat untuk pemerataan ekonomi.

“Kami sudah arahkan pada sektor riil, wisata, rekreasi, digitalisasi hingga pemberdayaan ekonomi masjid dan pesantren. Hal itu dilakukan untuk menghidupkan potensi ekonomi umat,” ungkap Erick Tohir. (mui)

 

Covid Meningkat, IDI Ingatkan Tetap Jaga Prokes

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Tren kenaikan kasus positif Covid-19 dan kasus aktif di Indonesia harus segera dimitigasi dengan baik agar tidak terus naik. Terlebih lagi, saat ini, di Indonesia telah ditemukan kasus varian baru Covid-19 yakni BA.4 dan BA.5 dengan transmisibilitasnya yang cepat.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Dr Zubairi Djoerban kembali menyuarakan imbauannya terkait penularan virus Covid-19. “Saya tahu beberapa orang jengah dengan Covid-19. Tapi saya harus ingatkan kembali prokes harus digalakkan lagi, agar kita dapat menekan risiko penularan sebelum telat,” tegas Zubairi dalam keterangan, dikutip Rabu (15/6).

Kementerian Kesehatan menganalisa, penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia pada Mei 2022 ini adalah virus corona varian Omicron BA.4 dan BA.5. Infeksi virus corona varian Omicron BA.4 dan BA.5 sudah terdeteksi di sejumlah wilayah sejak awal Mei 2022.

Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia Dicky Budiman mengatakan, BA.4 dan BA.5 merupakan turunan dari Varian of Concern (VoC) Omicron yang kini sudah menyebar di 40 lebih negara di dunia. Sebagaimana turunan VoC lain yakni mutasi L.452 Delta, kedua varian baru BA.4 dan BA.5 ini mudah sekali menginfeksi manusia.

Permasalahannya, subvarian ini tidak hanya menyerang orang yang belum divaksin,tetapi juga individu yang telah menerima dosis lengkap. Bahkan, subvarian ini juga dapat menyerang mereka yang sudah pernah terinfeksi BA.1, BA.2, dan BA.

Dicky mengatakan, kemampuan reinfeksi tersebut disebabkan oleh turunan dari mutasi Delta L.452 yang dengan mudah mengikat reseptor angiotensin converting enzyme (Ace 2) yang ada di banyak sel tubuh organ manusia, khususnya sel paru-paru.

“Dengan adanya kemampuan BA.4 dan BA.5 bisa menyiasati deteksi dari antibodi, baik dari terinfeksi maupun antibodi dari vaksinasi, maka pertumbuhan perkembangan kasusnya di kisaran 12 sampai 13 persen,” kata Dicky, Rabu (15/6).

Penambahan kasus Covid-19 pada Rabu (15/6) menembus angka 1.242. Pada Selasa (14/6) , penambahan kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 930 kasus baru.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Covid-19 pada hari ini bertambah 525 orang sehingga menjadi sebanyak 5.900.574 orang. Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia 8 bertambah 10 orang menjadi sebanyak 156.670 orang.

Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia pada hari ini mencapai 6.007 kasus, bertambah 709 dari sehari sebelumnya.

Sumber: republika.co.id

 

Saudi: Vaksinasi Lengkap Syarat Haji

JEDDAH (Jurnalislam.com) — Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengatakan vaksinasi lengkap dengan salah satu jenis vaksin Covid-19 yang disetujui Kerajaan tetap diperlukan bagi umat Muslim yang berencana menunaikan ibadah haji tahun ini.

Konfirmasi itu datang kurang dari 24 jam setelah otoritas Saudi mengumumkan pencabutan berbagai tindakan pencegahan Covid-19. Salah satu kebijakan yang dicabut adalah persyaratan memakai masker di tempat-tempat tertutup.

Dilansir di Arab News, Rabu (15/6/2022), Kementerian menegaskan kembali semua jamaah yang akan menunaikan haji tahun ini harus sudah menyelesaikan program imunisasi dengan salah satu vaksin Covid-19 yang disetujui oleh Otoritas Kesehatan Masyarakat Saudi.

Persyaratan vaksin ini tercantum dalam portal pendaftaran elektronik haji tahun ini. Haji tahun ini diputuskan menampung satu juta jamaah dari dalam dan luar negeri.

Terkait keputusan pencabutan tindakan pencegahan dan protokol kesehatan Covid-19 baru-baru ini, otoritas mengatakan masyarakat tidak lagi diharuskan memakai masker di dalam ruangan, kecuali di Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah. Selain itu, bukti vaksinasi pada aplikasi Tawakkalna tidak lagi diperlukan bagi masyarakat yang ingin memasuki perusahaan, acara atau kegiatan, pesawat terbang dan transportasi umum.

Namun, pengecualian lain diberikan bagi pengurus fasilitas kesehatan, acara publik dengan kapasitas, pesawat terbang maupun penyedia transportasi umum, yang masih ingin menegakkan langkah-langkah  preventif tersebut. Dalam konferensi pers yang diadakan pada 1 Juni di ibu kota Yordania Amman, Menteri Haji dan Umrah Tawfiq Al-Rabiah mengatakan bukanlah rahasia ada banyak persyaratan yang harus dipatuhi untuk melakukan haji tahun ini.

“Keselamatan jamaah haji dan kepulangan mereka yang aman ke negara mereka tetap menjadi prioritas kami,” ujar dia.

Saat membuka pendaftaran haji tahun ini, kementerian menekankan prioritas akan diberikan kepada mereka yang belum pernah melakukan ibadah sebelumnya. Calon jamaah yang belum sepenuhnya diimunisasi, sesuai status mereka pada aplikasi Tawakkalna, akan ditolak izin hajinya.

Sumber: ihram.co.id

Amnesty International Desak India Hentikan Kekejaman kepada Umat Islam

NEW DELHI(Jurnalislam.com) — Lembaga HAM Amnesty International mendesak India mengakhiri tindakan kejam terhadap pengunjuk rasa Muslim yang turun ke jalan untuk berdemonstrasi. Seperti diketahui, Muslim India memprotes penghinaan pejabat partai yang berkuasa tentang Nabi Muhammad SAW.

“Pihak berwenang secara selektif dan kejam menindak Muslim yang berani berbicara, menentang diskriminasi yang dihadapi kepada mereka,” kata Aakar Patel dari Amnesty dilansir dari Turkish Radio and Television (TRT World), Selasa (14/6/2022).

“Menindak pengunjuk rasa dengan penggunaan kekuatan yang berlebihan, penahanan sewenang-wenang dan penghancuran rumah merupakan pelanggaran total terhadap komitmen India di bawah hukum hak asasi manusia internasional,” katanya.

Amnesti telah menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat dari pengunjuk rasa yang ditahan, dan Patel mengatakan penangkapan dan pembongkaran adalah bagian dari eskalasi yang mengkhawatirkan dari tindakan negara yang menargetkan Muslim.

Dua demonstran tewas dan ratusan lainnya ditangkap pekan lalu dalam protes nasional atas komentar tersebut, yang melibatkan India dalam kehebohan diplomatik dan menyebabkan kemarahan yang meluas di kalangan komunitas Muslim di seluruh dunia.

Rekaman buldoser yang menghancurkan rumah mereka yang ditangkap atau diidentifikasi sebagai pengunjuk rasa telah menyebar di media sosial. Lebih dari 300 orang telah ditangkap di negara bagian Uttar Pradesh Utara karena bergabung dalam demonstrasi pekan lalu.

sumber: republika.co.id

 

Gerindra Akan Deklarasikan Prabowo Sebagai Capres

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan, mayoritas kader partainya mendorong Prabowo Subianto untuk menjadi calon presiden (capres) 2024. Rencananya, deklarasi akan dilakukan pada tahun ini.

“Di bulan-bulan mendatang deklarasi Pak Prabowo sebagai calon presiden dari Partai Gerindra akan segera kita gelar dan kita kumandangkan,” ujar Muzani di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/6).

“Tahun ini (akan deklarasi),” sambungnya.

Muzani tak menjawab terkait adanya wacana koalisi antara Partai Gerindra dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Namun ia mengatakan, hubungan antara partainya dengan elite partai berlambang kepala banteng itu terjalin dengan baik.

“Waktu disertasi Mas Hasto itu juga Pak Prabowo berjumpa dengan Ibu Mega, kebetulan saya selalu ada di situ yang juga diundang. Jadi saya kira hubungan Pak Prabowo dengan Bu Mega sangat baik, mudah-mudahan hubungan-hubungan ini akan terus membaik, membaik dan lebih baik lagi,” ujar Muzani.

Lembaga Survei LSI Denny JA pada Selasa (14/6) memaparkan hasil survei terbaru yang memprediksi hanya ada tiga poros di Pilpres 2024. Ketiga poros utama capres/cawapres tersebut berasal dari tokoh utama di tiga partai besar dan tokoh yang memiliki elektabilitas tinggi.

Ketiga poros capres/cawapres yang berasal dari partai yang telah memiliki syarat tiket presidential threshold 20 persen. PDIP sebagai partai pemenang (19,3 persen) dengan calon Puan Maharani, kemudian Gerindra (12,5 persen) yang akan mencalonkan Prabowo Subianto dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dipimpin Golkar (12,3 persen) yang akan mencalonkan Airlangga Hartarto.

Sedangkan dua nama lain, yang memiliki elektabilitas tinggi di hasil Survei LSI Denny JA dan berbagai survei, namun tidak mempunyai tiket partai yakni Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. “Walaupun Ganjar kader PDIP namun PDIP cenderung memberi tiket kepada Puan sebagai kelanjutan trah Sukarno,” peneliti LSI Ardian Sopa.

 

Pelaku Ekonomi Global Didorong Kembangkan Ekosistem Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia,  Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar produk halal. Untuk itu, dalam upaya meningkatkan daya saing produk halal di pasar global, kerja sama internasional bagi para pelaku ekonomi dan keuangan syariah perlu diperkuat.

“Saya mengundang para pelaku ekonomi dan keuangan syariah Indonesia untuk memperkokoh kerja sama yang saling menguntungkan dengan negara-negara sahabat, dalam pengembangan industri halal, pariwisata halal, serta bisnis halal lainnya,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat menghadiri Pembukaan Kongres Halal Internasional 2022, di Ballroom Novotel Bangka, Novotel Hotel and Convention Centre, Pangkalan Baru, Bangka Belitung, Selasa (14/06/2022).

Lebih jauh Wapres memaparkan Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2021 yang diterbitkan oleh Bank Indonesia yang menyebutkan, pangsa sektor prioritas dalam mata rantai ekonomi halal terhadap PDB Indonesia meningkat menjadi 25,4%, dengan kontribusi tertinggi dari sektor pertanian, diikuti makanan halal, pariwisata ramah muslim, dan fesyen muslim.

“Pada tahun 2022 ini, dengan penanganan Covid yang jauh lebih baik, diharapkan perekonomian akan berlari lebih kencang, termasuk sektor halal,” sebut Wapres.

“Momentum ini harus dijaga dan dimanfaatkan, sehingga kita dapat merealisasikan target Indonesia menjadi pusat industri halal dunia pada tahun 2024,” imbuhnya.

Untuk itu, Wapres menekankan pentingnya penguatan sinergi dan kolaborasi antarlembaga terkait yang menangani ekonomi dan keuangan syariah Indonesia.

“Kerja sama dan kolaborasi harus diperkuat. Ego sektoral harus kita hilangkan. Kita berada di dalam kapal yang sama menuju cita-cita yang sama,” pesannya.

Mengakhiri sambutannya, Wapres menyampaikan pentingnya sertifikasi produk halal untuk meningkatkan daya saing ekspor produk Indonesia ke negara lain.

“Kewajiban sertifikasi halal juga akan memberikan nilai tambah dalam rantai pasok halal, sehingga meningkatkan daya saing ekspor produk Indonesia, utamanya ke negara-negara OKI,” tutup Wapres.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Penjabat Gubernur Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Marsudi Syuhud, Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung, Ketua MUI Provinsi Bangka Belitung Zayadi, serta peserta Kongres Halal Internasional Tahun 2022.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Wapres Masykuri Abdillah, Robikin Emhas, dan Lukmanul Hakim, Tim Ahli Wapres Farhat Brachma dan Johan Tedja Surya, serta Kepala BAZNAS Noor Achmad

 

Wapres: Standar Halal MUI Jadi Standar Global

BANGKA BELITUNG(Jurnalislam.com)—Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin mendorong agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen terbesar halal dunia yang mencapai 10 persen, melainkan menjadi produsen halal di dunia. Kiai Maruf juga menyampaikan bahwa tren ekonomi dan keuangan syariah global semakin berkembang. Hal ini didorong oleh laju pertumbuhan Muslim dunia yang meningkat dan diiringi oleh pola pikir konsumen.

Kiai Maruf menjelaskan, pola pikir konsumen yang berubah ini karena konsumen sekarang ini kebutuhannya hanya untuk mengonsumsi makanan yang sesuai dengan syariat agama, etika, berkualitas tinggi dan aman.

Bahkan, kata kiai Maruf, kebutuhan tersebut tidak hanya dirasakan oleh umat Muslim, tetapi juga oleh umat non Muslim, bahkan negara yang mayoritas bukan mayoritas umat Muslim.

‘’Hal ini menjadikan produk halal dan ekonomi syariah bersifat inklusif, tidak diperuntukan hanya pemeluk agama Islam saja, tetapi dibutuhkan beragam kalangan,’’ kata Wapres saat membuka kegiatan Kongres Halal Internasional (KHI) MUI 2022, di Bangka Belitung, Selasa (14/6/2022).

 

Pada kesempatan ini, atas nama Pemerintah, kiai Maruf juga menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi kepada MUI sebagai pelopor sertifikasi halal yang sudah lebih dari 30 tahun.

‘’Standar halal MUI sudah menjadi standar global, sudah memperoleh pengakuan dimana-mana dan ada perwakilan MUI di Australia, Korea, Taiwan. Ini merupakan sebuah rintisan atau inisiatif yang luar biasa dan mempunyai nilai yang tinggi disisi Allah SWT,’’ ungkapnya.

Kiai Maruf menyampaikan pesan Rasulullah SAW mengatakan, barang siapa yang memulai dan memulai inisiatif untuk melakukan suatu hal yang baik dan diikuti. Maka dia akan mendapatkan pahala yang tidak akan berhenti sampai hari kiamat. ‘’Itu partisipasi MUI yang sudah ditunjukkan. 

 

Oleh karena itu, ini harus diteruskan karena selama ini Indonesia hanya menjadi pusat sertifikasi halal. Tapi produsen halal bukan Indonesia. Bahkan negara-negara yang mayoritas justru non Muslim,’’ tegasnya. (mui)

 

Menteri Investasi Ajak Masyarakat Fokus Industri Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Perwakilan Menteri Investasi Republik Indonesia, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Dr. Indra Darmawan mengajak seluruh ahli dan alim ulama yang hadir di acara Kongres Halal Internasional untuk tidak hanya fokus pada potensi industri halal, tetapi fokus ke pengembangan.

“Saya berpandangan kalau berbagai industri halal di Indonesia, itu kita tidak bicara potensi, tetapi kita berbicara pengembangannya, karena potensi sudah tidak diragukan lagi besarnya,” jelasnya, Selasa (14/06)

Dia pun mendorong para ahli di bidang masing-masing, termasuk para alim ulama selama diadakannya Kongres Halal tadi, agar menghabiskan tenaga memikirkan soal pengembangan.

“Dua-tiga hari di sini, para ahli berkumpul di sini, para alim ulama, dan para stakeholder, lebih baik energi dan perhatiannya dipusatkan pada bagaimana cara mengembangkan industri halal,” ujarnya.

Menurut pejabat eselon I Menteri Investasi itu, ada dua hal yang bisa dilakukan supaya industri halal mampu berkembang dan bersaing di pasar global. Dua hal tersebut adalah mudah dan terjangkau.

“Kalau tidak mudah, misalnya dalam mengurusi sertifikat halal, itu tidak akan menarik. Kemudian kalau tidak terjangkau, itu akan menambah beban lagi. Jadi mudah dan terjangkau inilah yang akan memberikan daya saing, hanya dengan daya saing kita dapat berkelas dunia” tuturnya.

 

Lebih lanjut, dia juga memaparkan bahwa perlu meninjau kembali potensi yang sudah ada dan yang masih belum terpantau. Agar dapat tergambar keseluruhan potensi dan target yang hendak ditempuh.

“Sebenarnya seberapa yang kita tahu soal potensi besar itu? Yang sudah digeluti berapa, yang belum berapa? Untuk yang belum saya punya datanya dan semoga diperdalam,” bebernya.