Kadin: Produsen Halal Harus Inovatif untuk Kembangkan Produk

BOGOR(Jurnalislam.com) — Kamar Dagang Indonesia (Kadin) menyarankan kepada para pelaku usaha produk halal untuk mengembangkan sektor usahanya agar bisa menembus pasar negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam atau OKI.

Komite Tetap Perlindungan dan Negosiasi Internasional Kadin, Mufti Hamka mengatakan, upaya yang dilakukan harus mengembangkan sektor produk halal yang tidak hanya berfokus pada sektor usaha makanan.

Namun, fokus pada sektor lain, terutama sektor-sektor yang sedang berkembang di negara-negara OKI seperti Kesehatan, wisata halal dan ketenagakerjaan.

‘’Sebenarnya kalau bicara produk halal, wisata syariah sebenarnya produk halal. Kesehatan, ketenagakerjaan, Kawasan industri halal, ini adalah sektor-sektor produk halal yang sebenarnya sedang berkembang di negara-negara OKI,’’ kata dia dalam Penganugrahan Penghargaan LPPOM MUI Halal Award 2022, di IPB International Convention Center, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/7/2022).

Mufti Hamka menjelaskan, potensi pasar halal di negara-negara OKI khususnya yang berada di Timur Tengah sangatlah besar. Negara-negara OKI yang berada di Timur Tengah, memiliki jumlah penduduk sebesar 426 juta jiwa dengan pendapatan perkapita mencapai 200.000 dollar AS.

‘’Timur Tengah yang mempunyai peluang daya beli yang tinggi atau market velue yang tinggi. Kenapa tinggi? Tentunya itu negara Muslim ya,’’ jelasnya.

 

Mufti Hamka memberikan saran kepada para pelaku produk halal agar segera melakukan langkah inovatif untuk mengembangkan produk halal. Ia memberikan contoh, negara Kazakhstan telah mengembangkan kawasan industri halal bekerja sama dengan Korea Selatan.

Mufti mengungkapkan, pihaknya merasa heran karena para pelaku usaha halal di Indonesia belum mau melakukan pengembangan industri di luar negeri, melainkan masih melakukan transaksi dengan mengekspor produk yang sudah jadi.

 

Gelar Salat Idul Adha, Jamaah Padati Taman Parkir Kottabarat

SURAKARTA(Jurnalislam.com)–Takmir Masjid Kottabarat menggelar sholat Idul Adha di taman parkir Kottabarat Surakarta pada Sabtu (9/7). Kurang lebih 700 jamaah memadati area tersebut.

 

Suara takbir berkumandang di taman parkir Kottabarat pukul 05.30 WIB. Jamaah mulai berdatangan menuju ke lokasi. Terlihat petugas berjaga dan membantu menyeberangkan jamaah. Jamaah yang datang diarahkan menempati kurang lebih 32 barisan shaf yang telah disiapkan panitia. Lokasi taman parkir Kottabarat terlihat lapang dan cukup menampung banyaknya jamaah.

 

Kurang lebih pukul 06.15 WIB, sholat idul adha dimulai. Ruswa Darsono, S.T. Sekretaris Majlis Tarjih Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menjadi imam sekaligus khotib dalam sholat Idul Adha tersebut.

 

Ruswa Darsono menyampaikan khotbah bertema ibadah haji dan kurban sebagai pelatihan menjadi orang yang ikhlas dan bersyukur. Ikhlas berarti memurnikan peribadatan sesuai dengan perintah Allah SWT. Maka dari itu, beribadah harus ikhlas dan memurnikan pemahaman bahwa tidak ada serikat sekutu bagi Allah,

“Tuhan kita hanya Allah SWT. Hal itu sehingga tata cara beribadah diniatkan hanya untuk Allah bukan untuk yang lain. Itulah ikhlas,” jelasnya.

 

Dalam khotbahnya, Ruswa Darsono menjelaskan konsep syukur. Syukur itu adalah pengakuan bahwa kita menerima pemberian dari Allah baik yang menyenangkan maupun menyulitkan. Kita menerima semua itu dengan lega, itulah syukur.

“Syukur dalam bentuk lisan dengan mengucap ikrar alhamdulillah. Pujian kepada Allah SWT Sang Pemberi, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang. Adapun, syukur dengan perbuatan adalah memanfaatkan nikmat yang ada pada kita sesuai yang dikehendaki Allah SWT,” jelasnya.

 

Akhir khotbah, Ruswa Darsono menyimpulkan bahwa ibadah haji dan kurban kedua-duanya menunjukkan tata cara kepada kita agar kita menjadi manusia yang tetap ikhlas kepada Allah SWT dan menjadi orang yang bersyukur. Orang yang ikhlas dan bersyukur akan dijaga oleh Allah SWT dan dihindarkan dari godaan setan.

“Harapan saya jamaah bisa beribadah haji dan kurban karena kedua-duanya sebagai pelatihan kita menjadi orang yang ikhlas dan syukur,” tandasnya.

 

Heru Hadiyono, selaku ketua pelaksana mengungkapkan perasaan senang karena pelaksanaan sholat Idul Adha di taman parkir Kottabarat bisa berjalan dengan lancar dan khidmat. Jamaah antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Selesai sholat, jamaah pun meninggalkan lokasi dengan tertib.

Mengintip Keseruan Damkar Ajarkan Peserta Al Fathonah Wonderful Camp 2022

Damkar Kabupaten Tasikmalaya Ajarkan Cara Padamkan Kebakaran kepada Anak-Anak Peserta Al-Fathonah Wonderful Camp 2022

TASIKMALAYA – Satuan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tasikmalaya melakukan sosialisasi tata cara pemadaman kebakaran kepada anak-anak peserta Al-Fathonah Wonderful Camp on Holiday 2022 di Komplek Ponpes Al-Fathonah Arjasari, Rabu (06/07/2022).

Al-Fathonah Wonderful Camp on Holiday 2022 merupakan program tahunan Yayasan Al-Fathonah Arjasari (Yafa) untuk mengisi liburan anak-anak usia SD.

Kepala Regu Damkar, Agus Toni mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkenalkan kepada anak-anak mengenai alat-alat pemadam kebakaran terutama Apar (alat pemadam api ringan).

“Kita hadir disini atas undangan panitia untuk mensosialisasikan Apar kepada anak-anak. Karena, Apar ini wajib ada di setiap sekolah atau pesantren, namun banyak yang belum tahu cara penggunaannya,” kata Agus Toni.

Salah satu tim Damkar, Taufik menjelaskan point tugas pokok dan fungsi Damkar, diantaranya: 1. Pencegahan, pengendalian, pemadaman, penyelamatan dan penanganan bahan berbahaya dan beracun kebakaran dalam Daerah Kota;2. Inspeksi peralatan proteksi kebakaran; 3.Investigasi kejadian kebakaran;dan 4. Damkar melakukan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan kebakaran.

“Jadi Adik-adik harus tahu bahwa tugas pemadam kebakaran bukan hanya memadamkan kebakaran saja ya,” terang Taufik.

Dalam kesempatan itu, Tim Damkar juga mengajarkan anak-anak untuk mempraktekan langsung tata cara memadamkan api menggunakan Apar dan mobil pemadam.

Selain itu, Agus juga memberikan nomor kontak untuk melaporkan apabila melihat kebakaran.

“Silahkan hubungi nomor 0265 548113 untuk melaporkan jika ada kejadian kebakaran, maka kami akan datang,” kata Agus.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Al-Fathonah Wonderful Camp 2022, Asri Sani Meylani mengatakan, selain memberikan edukasi seputar kerja pemadam kebakaran, kedatangan tim Damkar sangat menghibur anak-anak.

“Ya anak-anak sangat terhibur. Mereka bisa melihat langsung bagaimana para petugas pemadam kebakaran bekerja dan mendapat pengalaman naik mobil damkar dan mencoba mempraktekan cara memadamkan api,” ujarnya.

Yuk, Lihat Keseruan Liburan Anak-anak di Al-Fathonah Wonderful Camp on Holiday 2022

TASIKMALAYA(Jurnalislam.com) – Yayasan Al-Fathonah Arjasari (Yafa) kembali menggelar program liburan untuk anak-anak usia SD bertajuk Al-Fathonah Wonderful Camp 2022.

Acara yang digelar selama 2 hari dari Selasa (05/07/2022) hingga Kamis (07/07/2022) itu dilangsungkan di Komplek Pondok Pesantren Al-Fathonah Arjasari, Kp. Arjasari Desa Arjasari Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua Pelaksana AWCH 2022, Asri Sani Meylani mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengisi liburan anak-anak dengan hal-hal positif guna mengurangi penggunaan gawai oleh anak-anak yang telah banyak memberi dampak negatif.

“Sebagai orangtua kita resah dengan anak-anak kita yang tak bisa lepas dari gawai. Sudah banyak anak-anak menjadi korban gawai karena kecanduan game. Kami berharap, kegiatan ini setidaknya bisa mengurangi ketergantungan itu dengan cara memisahkan mereka dari gawai selama beberapa hari dan mengajak mereka untuk bercengkrama dengan alam,” paparnya.

Asri menjelaskan, kegiatan-kegiatan di AWCH adalah kegiatan edukatif yang dikemas dengan kreatif agar tetap menyenangkan bagi anak-anak.

“Dari mulai belajar Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, membiasakan anak-anak untuk shalat berjamaah, mengajak anak-anak untuk bermain di alam terbuka, belajar memanah, berkuda, dll,” ujarnya.

Selain itu, Asri juga mengundang Tim Damkar dan Unit Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya untuk bersosialisasi kepada anak-anak.

“Kami melihat anak-anak sangat menikmati kegiatan-kegiatan di AWCH,” sambungnya.

Kegiatan yang diikuti oleh 50 peserta ditutup pada Hari Kamis (07/07/2022) dengan bertukar kado. Setiap peserta diwajibkan membawa kado yang akan diberikan kepada peserta lainnya secara acak.

Peserta berasal dari berbagai daerah di Kabupaten/Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung.

Al-Fathonah Wonderful Camp on Holiday tahun ini adalah kali kadua event ini diselenggarakan setelah digelar untuk pertamakalinya pada tahun 2019. Namun selama masa pandemi Covid19, kegiatan ini tidak digelar.

Tips Kurban di Tengah Wabah PMK

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag, Adib berbagi tips melaksanakan berkurban yang aman di tengah mewabahnya penyakit mulut dan kuku atau PMK dalam beberapa waktu terakhir.

“Di tengah mewabahnya PMK, banyak cara yang bisa dilakukan agar kurban tetap aman, salah satunya dengan menitipkan kurban melalui lembag-lembaga yang terpercaya mengelola hewan kurban,” kata Adib dalam keterangannya kepada Bimas Islam di Jakarta, Selasa (5/7).

Selain aman, menurut Adib, menitipkan kurban melalui lembaga-lembaga zakat yang membuka program kurban, atau lembaga-lembaga terpercaya lain juga memberikan kemudahan.

“Ibadah kurban kita tetap bisa dilaksanakan di tengah merebaknya wabah PMK ini, karena lembaga-lembaga terpercaya pastinya sudah melalui tahapan yang ketat dalam memilih hewan kurban, proses pemotongan, hingga pendistribusian daging kurban,” katanya.

Menurut Adib, cara lainnya yang bisa dilakukan masyarakat yang hendak berkurban adalah dengan melakukan pemotongan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

“Kami juga menyarankan masyarakat melakukan pemotongan hewan di RPH. Sebab, tata kelola di RPH itu standarnya sangat jelas, termasuk bagaimana mengelola limbahnya. Jika tetap ingin melakukan pemotongan di masjid sekitar, maka pengelolaannya harus benar-benar diperhatikan,” katanya.

Amil Zakat Diminta Hindari Perilaku Hedonisme

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Tarmizi Tohor meminta para pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) agar menghindari perilaku hedonisme yang dapat menyakiti hati masyarakat.

“Seperti menunjukkan hidup yang bermewah-mewahan karena akan menimbulkan persepsi buruk dari publik,” ujar Tarmizi saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Pernyataan Tarmizi itu sehubungan dengan dugaan adanya penyelewengan dana umat oleh organisasi filantropi. Tarmizi ingin lembaga amil zakat fokus dalam pengelolaan maupun pendistribusian dana umat secara optimal dan tepat sasaran demi kemaslahatan bersama. Para pimpinan di LAZ juga mesti jadi contoh bagi masyarakat.

Sementara untuk izin, kata dia, Kemenag hanya mempunyai kewenangan tentang izin operasional terhadap lembaga pengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) atas dasar surat rekomendasi dari Baznas.

“Dalam kasus lembaga yang saat ini jadi sorotan publik, adalah wewenang dari Kementerian Sosial yang mengeluarkan izin mereka,” kata dia.

Di sisi lain, Kemenag juga terus berupaya untuk memberikan jaminan keamanan terhadap pengelolaan dana ZIS yang dilakukan Baznas dan LAZ melalui audit kepatuhan syariah.

“Hal ini dilakukan agar jangan ada lagi penyelewengan dana ZIS yang telah dipercayakan oleh umat kepada lembaga pengelola zakat,” kata dia.

Sebelumnya, Forum Zakat (FOZ) menyebut bahwa dugaan adanya penyelewengan dana umat oleh organisasi filantropi bukan bagian dari organisasi maupun ekosistem pengelola zakat di Indonesia.

Ketua FOZ Bambang Suherman mengatakan konstruksi regulasi dan mekanisme pengawasan bagi organisasi pengelola zakat (OPZ) di Indonesia sangat ketat. Sesuai dengan UU 23/2011 tentang pengelolaan zakat, terdapat mekanisme pengawasan yang berlapis dan melibatkan pemangku kepentingan yang beragam.

Mekanisme pengawasan OPZ melibatkan Kementerian Agama, Baznas, MUI, hingga yang lainnya. Hal ini ditujukan agar meminimalkan potensi penyelewengan dana publik serta konflik kepentingan di dalam tubuh organisasi pengelola zakat.

 

Kemenag Sebut Tak Berwenang Kelola Visa Haji Mujamalah

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama menegaskan bahwa sama sekali tidak memiliki kewenangan dalam mengelola visa haji mujamalah. Kewenangan Kementerian Agama adalah pengelolan visa haji kuota Indonesia. Di dalamnya terdapat visa kuota haji reguler dan visa kuota haji khusus.

Penegasan ini disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief. Menurutnya, Undang-Undang No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah mengatur bahwa visa haji Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu: visa haji kuota Indonesia dan visa haji mujamalah undangan pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

“Sesuai undang-undang, Kementerian Agama tidak mengelola visa haji mujamalah, hanya visa haji kuota Indonesia,” tegas Hilman Latief di Makkah, Senin (4/7/2022).

“Karena sifatnya adalah undangan raja, pengelolan visa tersebut di bawah kewenangan langsung Kedutaan Besar Arab Saudi,” sambungnya.

Adapun terkait teknis keberangkatannya, lanjut Hilman, pemegang visa mujamalah harus berangkat ke Arab Saudi melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Ayat (2) pasal 18 UU No 8 Tahun 2019 mengatur bahwa warga negara Indonesia yang mendapatkan undangan visa haji mujamalah dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi wajib berangkat melalui PIHK.

“Ketentuan ini dimaksudkan agar proses pemberangkatan setiap WNI yang akan menunaikan ibadah haji tercatat. Di samping itu, pihak penyelenggara yang bertanggung jawab dalam hal ini adalah PIHK,” tutur Hilman.

“Ayat (3) pasal 18 mengatur bahwa PIHK yang memberangkatkan WNI yang mendapatkan undangan visa haji mujamalah dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi wajib melapor kepada Menteri,” pungkasnya.

Jamaah Haji Indonesia Mulai Tiba di Arafah

SAUDI(Jurnalislam.com)— Jemaah haji Indonesia mulai berdatangan ke Arafah, Kamis (7/2/2022). Bus rombongan pertama yang ditumpangi jemaah dari kloter 6 embarkasi Lombok (LOP 6) dan Jakarta – Pondok Gede (JKG 29) tiba di Arafah sekitar pukul 08.00 WAS.

Para jemaah selanjutnya langsung memasuki tenda yang sudah disediakan yang berada di Maktab 1. Para jemaah telihat sumringah saat memasuki tenda dan mulai menempati kasur yang sudah tersusun rapi.

Para jemaah selanjutnya duduk di atas kasur masing-masing sambil melantunkan talbiyah. “Labbaik… Allahumma Labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik…”

Zaenal Muttaqien, salah satu jemaah yang ditemui Tim Media Center Haji (MCH) Satgas Arafah di tenda, berkali-kali mengucapkan alhamdulillah.

“Alhamdulillah. Semua fasilitas sesuai harapan kami. Tidak ada kekurangan. Alhamdulillah. Ini Kenikmatan dari Allah,” katanya sambil selonjoran di kasurnya.

Dari pantauan langsung Tim MCH di Arafah, seluruh fasilitas sudah siap digunakan jemaah haji Indonesia. Rata-rata satu tenda terpasang 6 AC (pendingin ruangan) dengan suplai listrik dari PLN Saudi.

Selain karpet, jemaah juga dibikin nyaman dengan adanya kasur dan bantal di dalam tenda. Dengan kasur, jemaah diharapkan bisa beristirahat dengan baik. Tenda-tenda juga telah ditandai nama kloter dan asal.

Untuk satu maktab, terdapat 8-9 tenda. Di tenda berukuran 10×25 meter persegi, akan diisi lebih kurang 234 jemaah. Di tiap maktab juga dilengkapi sejumlah kamar kecil terpisah untuk laki-laki dan perempuan.

Begitu juga toilet jemaah. Jika tahun sebelumnya jumlah toilet per maktab hanya 21, sekarang diperbanyak menjadi 38. Ada juga tambahan toilet portabel sehingga diharapkan dapat mengurangi antrean toilet, khususnya di toilet perempuan.

Sementara itu, sebelumnya Kasi PAM Arafah, Miskat mengatakan, untuk jumlah petugas, Satgas Arafah mengerahkan sekitar 127 personel. Di mana mereka nantinya akan dibagi di lima posko yang telah disiapkan.

“Ada dua sektor. Satu sektor dibagi dua. Sehingga dua sektor menjadi empat. Satu sektor diambil dari sekretariat yang ada di Daker untuk menempati posko yang disiapkan,” lanjutnya.

MUI: LAZ Harus Penuhi Kompetensi Syariah dan Teknis

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Merespons beredarnya isu mengenai dugaan penyelewengan dana donasi umat, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh menyampaikan bahwa perlu adanya kehati-hatian berganda dalam pengelolaan zakat oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ).

“Dalam pengelolaan LAZ terdapat dua kompetensi yang harus dipenuhi yaitu, kompetensi syariah dan kompetensi teknis,” jelas Kiai Niam, Senin (04/07/2022).

Menurut dia, hal tersebut berkaitan erat dengan pengelolaan zakat yang tak lepas dari praktik ibadah dan muamalah.

Kiai Niam mengatakan bahwa para pengelola harus memahami aspek ketentuan syariah terkait dengan zakat, seperti pelaku wajib zakat, jenis harta yang wajib dizakatkan, sasaran penerima zakat, hingga cara mengelola dan mendistribusikan dana yang terkumpul.

Sementara itu, pada dimensi muamalah, pengelola dituntut dengan kreatifitas dan inovasi dalam mengelola dana yang diterima, agar masyarakat dapat menemima manfaat yang optimal.

“Amil melakukan tugas keamilan untuk pengelolaan zakat berdasarkan amanah dan tanggung jawab yang telah diberikan. Adapun jika ia mendapat bagian dari zakat, hal tersebut merupakan bentuk kompensasi atas kerja profesionalitasnya,” tegas Ketua MUI.

 

Lebih lanjut, Kiai Niam mengimbau agar umat Islam harus dapat memastikan jika kewajibannya mampu terlaksana secara baik, khususnya terkait dengan kewajiban berzakat.

“Apabila seorang muslim telah memiliki sejumlah harta yang wajb dizakatkan, maka terdapat kewajiban untuk menunaikannya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah diatur dalam Islam,” pungkas Doktor yang juga tercatat sebagai pengajar di Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah ini.

 

Aliansi Ulama dan Tokoh Jatim Desak Holywings Ditutup Permanen

SURABAYA(Jurnalislam.com) – Dalam Aksi Damai Bela Nabi dan Stop Islamophobia yang digelar di Depan istana Grahadi Selasa 5 Juli 2022, Jamaah Ansharu Syariah bersama Aliansi Ulama dan Tokoh Jawa Timur, desak Pemrov Jatim tutup permanen semua outlet Holywings yang ada di Jawa Timur.

Aksi ini merupakan respon atas pelecehan nama Nabi Muhammad dalam promosi miras yang dilakukan oleh Holywings. Dan, tidak hanya aksi ini ada di Surabaya ummat Islam dari kota lain serempak mengadakannya.

Setelah berorasi tentang keutamaan mencegah kemunkaran yang ditimbulkan dari peredaran minuman keras, Jamaah Ansharu Syariah yang diwakili oleh Widya Laksono dan beberapa Habaib dan tokoh ummat se Jatim mengadakan audiensi dengan beberapa pejabat pemkot dan pemprov Jawa Timur.

“Kami ingatkan para pemangku jabatan agar tidak menodai kemuliaan kota pahlawan dengan memberi ijin kepada Holywings untuk buka lagi. Cabut ijinnya dan berikan hukuman yang berat atas penghinaannya kepada Nabi Muhammad” tegas Widya Laksono.

Imbuhnya, tuntutan kami bukan cuma kepada Holywings. Tapi kepada semua tempat maksiat yang ada. Bila pemerintah tidak berani bertindak tegas jangan salahkan bila ummat Islam yang mengambil kewenangan ini.

Beberapa hasil dari Aksi Damai Bela Nabi Selasa 5 Juli 2022 antara lain:

1. Holywings ternyata tidak memiliki ijin. Legalitas yang dipakai saat ini adalah ijin lama
2. Holywings di 3 tempat sudah ditutup
3. Semua tuntutan Aliansi diapresiasi secara positif.

Semoga ke depan tidak ada lagi Holywings dan sejenisnya di Indonesia yang sangat merusak moral bangsa.

Reporter: Bud1