Jakarta Muslim Fashion Festival 2023 Dibuka

TANGERANG(Jurnalislam.com)– Industri fesyen muslim kini memiliki prospek yang cerah di berbagai negara. Pada 2016-2017, pengeluaran wanita muslim global untuk fesyen mencapai USD44 miliar, dan pada 2024, diestimasi akan mencapai USD311 miliar.

Di Indonesia sendiri, industri fesyen muslim menunjukkan perkembangan yang signifikan. Industri fesyen muslim tanah air tumbuh 18,2 % dengan total konsumsi mencapai Rp300 triliun. Untuk itu, diharapkan ke depan Indonesia dapat menjadi pusat fesyen muslim dunia.

“Saya rasa tidak berlebihan jika kita bercita-cita menjadikan Jakarta dan kota lain di Indonesia sebagai Muslim Fashion Capital dunia,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin saat membuka Jakarta Muslim Fashion Festival 2023 di Indonesia Convention Exhibition (ICE)- BSD, Tangerang, Kamis (20/10/2022).

Lebih jauh, Wapres mengungkapkan, ekspor fesyen muslim di Indonesia juga meningkat signifikan 12,5%, mencapai USD4,6 miliar pada 2021.

“Sudah sewajarnya kita memiliki visi menjadi pusat fesyen muslim global. Apalagi populasi muslim dunia akan terus bertumbuh,” kata Wapres optimis.

Ia pun meyakini bahwa ajang Jakarta Muslim Fashion Week 2023 merupakan salah satu langkah besar dalam memajukan industri fesyen muslim Indonesia.

“Saya mengapresiasi gerak cepat Bapak dan Ibu sekalian untuk merebut peluang dan kesempatan, sekaligus mempersiapkan masa depan bangsa Indonesia sebagai pusat halal dunia,” puji Wapres.

Selain itu, Wapres menuturkan bahwa Indonesia kaya akan wastra nusantara yang menjadi modal bangsa dan sudah selayaknya dilestarikan dan menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia.

“Seluruh modal yang kita miliki tersebut harus dioptimalkan untuk memajukan dunia fesyen muslim Indonesia yang menuntut kreativitas, inovasi, kolaborasi, dan strategi yang disusun berdasarkan riset dan pengetahuan,” tegasnya.

 

Kemenag Terbitkan Edaran Bersarung dan Peci Peringati Hari Santri

 

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Sejak ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015, Hari Santri diperingati setiap 22 Oktober. Peringatan Hari Santri antara lain dilakukan dengan menggelar upacara bendera.

Kementerian Agama telah menerbitkan edaran No SE 27 tahun 2022 tentang Pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hari Santri 2022. Edaran ini antara lain mengatur bahwa upacara bendera Peringatan Hari Santri dilaksanakan serentak pada 22 Oktober 2022 dengan tema “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”.

“Peserta upacara menggunakan sarung, atasan putih, berpeci hitam bagi laki-laki, dan untuk perempuan dapat menyesuaikan,” terang Sekjen Kemenag Nizar Ali di Jakarta, Rabu (19//10/2022).

“Khusus Upacara Bendera Peringatan Hari Santri pada kantor pusat, dilaksanakan di halaman Kantor Kementerian Agama JI. Lapangan Banteng Barat Nomor 3-4 Jakarta Pusat, dimulai pukul 09.00 WIB dan disiarkan secara langsung melalui kanal media sosial Kementerian Agama,” sambungnya.

Nizar mengatakan, edaran yang diterbitkan tertanggal 10 Oktober 2022 ditujukan kepada pejabat Eselon I dan II pusat, pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, Kepala Unit Pelaksana Teknis, Kepala Madrasah, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan, dan pegawai Kementerian Agama.

 

Wujud Cinta Bangsa, Muhammadiyah Hadirkan Akses Pendidikan dan Kesehatan

SOLO(Jurnalislam.com)–Sambut Muktamar ke-48 Muhammadiyah Aisyiyah pada November mendatang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kottabarat, Banjarsari, dan Solo Utara berkolaborasi menggelar pengajian syiar Muktamar di Sasana Krida Warga Mangkubumen Banjarsari pada Minggu (16/10). Kurang lebih 500 warga Muhammadiyah hadir dalam pengajian tersebut

 

Dr. dr. Agus Taufiqurrohman, M.Kes. Sp.S, Pimpinan Pusat Muhammadiyah hadir sebagai pembicara dalam pengajian syiar Muktamar Muhammadiyah tersebut. Dalam tausiyahnya, dr. Agus menegaskan Muhammadiyah hadir untuk tanah air dan bangsa dengan memajukan Indonesia dan mencerahkan semesta.

“Bagi Muhammadiyah, kecintaan terhadap bangsa dan negara diwujudkan dengan memberikan yang terbaik untuk bangsa ini. Seperti hal dalam pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

 

Dalam bidang pendidikan, dr. Agus mengapresiasi penyelenggaraan pendidikan di Solo. Menurutnya, Solo ini gudangnya kampus dan sekolah maju. Mencari SMP Muhammadiyah yang masuk terbaik nasional ada di Solo yaitu SMP Muhammadiyah PK Kottabarat. Selain itu, Perguruan tingginya  juga tidak diragukan, UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta) sudah berkualitas internasional karena masuk 10 besar Universitas Islam Internasional. Selain itu, Muhammadiyah juga memiliki Kampus Cyber Muhammadiyah.

 

Muktamar Muhammadiyah kali ini menyasar generasi milenial, generasi melek teknologi dan internet. Hal itu sehingga lagu muktamar diaransemen oleh gitaris Sheila on 7, Eros Candra yang juga lulusan SMA Muhammadiyah. Harapannya dapat diterima oleh kalangan generasi milenial.

 

Muhammadiyah mencerahkan semesta, dr. Agus menjelaskan sudah banyak amal usaha Muhammadiyah berdiri di luar negeri. Hal itu seperti, cabang pelatihan Tapak Suci di Jerman. Sekolah-sekolah juga banyak didirikan di luar negeri seperti TK Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) di Kairo Mesir, Muhammadiyah Australia College, dan Universitas Muhammadiyah Malaysia.

“Menjelang hari pembukaan Muktamar November mendatang, terdapat pertemuan tokoh Islam sedunia membahas perdamaian dunia. Hal itu mencerminkan Islam Muhammadiyah untuk internasional, semangat memajukan mencerahkan semesta” tandasnya.

 

Ustaz Nur Salam, M.Pd. selaku ketua pelaksana kegiatan menjelaskan digelarnya kegiatan ini dalam rangka mengajak kepada warga Muhammadiyah untuk menyukseskan Muktamar ke-48 Muhammadiyah Aisyiyah yang digelar di Solo pada 18-20 November mendatang.

Alhamdulillah pengajian dihadiri kurang lebih lima ratus warga Muhammadiyah. Karena kita sebagai tuan rumah maka kita berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan menggembirakan penggembira dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.

 

Hadir dan memberikan sambutan pengantar, Drs. H. Joko Riyanto, S.H, M.M (Pimpinan Daerah Muhammadiyah/PDM Kota Surakarta) dan H. Sukidi, M.Pd. (Ketua Syiar Muktamar Muhammadiyah Solo).

 

Provinsi Jawa Timur Juara Umum MTQ Nasional 2022

BANJAR(Jurnalislam.com)— Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXIX Tahun 2022 di Provinsi Kalimantan Selatan menghantarkan Provinsi Jawa Timur sebagai Juara Umum.

Keputusan ini disampaikan Ketua Dewan Hakim, KH Said Agil Husin Al-Munawar saat penutupan MTQ Nasional XXIX tahun 2022 di Kiram Park, Banjar, Selasa (18/10/22) malam.

“Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bahwa keputusan Dewan Hakim ini tidak dapat diganggu gugat oleh siapa pun,” kata Kiai Said Aqil Husin Al-Munawar.

Keputusan Provinsi Jawa Timur sebagai Juara Umum tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 05/DH.Kep/MTQN-XXIX/2022. Kafilah Provinsi Jawa Timur menyabet Juara Umum dengan raihan nilai 87, disusul Provinsi DKI Jakarta dengan nilai 66. Sementara posisi ketiga diraih tuan rumah, Provinsi Kalimantan Selatan, dengan raihan nilai 62.

Berikut 11 Provinsi yang masuk dalam 10 besar MTQ Nasional XXIX tahun 2022 :
1. Jawa Timur (87)
2. DKI Jakarta (66)
3. Kalimantan Selatan (62)
4. Jawa Barat (43)
5. Sumatera Barat (35)

  1. Sumatera Utara (22)
    7. Kepulauan Riau (20)
    8. Sumatera Selatan dan Aceh (12)
    9. Jambi (8)
    10. Jawa Tengah (7).

 

 

Helatan MTQ Ingatkan untuk Selalu Dekat dengan Qur’an

BANJAR(Jurnalislam.com)— Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan pemerintah berkomitmen memberikan bimbingan dan fasilitasi bagi pengembangan Musabaqah TilawatilTikawatil Qur’an (MTQ) dan berbagai perangkatnya agar lebih baik lagi di masa depan.

Hal ini disampaikan Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi saat menutup MTQ Tingkat Nasional XXIX Tahun 2022 di Astaka Utama Kiram Park, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kita tentu bangga dengan hadirnya LPTQ, pesantren, lembaga tahfidz dan sejenisnya yang begitu luar biasa menjadi rumah bagi generasi masa depan kita,” ujar Wamenag, Selasa (18/10/2022) malam.

“Juga para dewan hakim yang terus melakukan pengkaderan dan pembinaan. Semua itu adalah bagian dari langkah kita bersama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ,” sambungnya.

Prosesi penutupan MTQ Nasional ke-29 ditandai penekanan tombol sirine oleh Wamenag didampingi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, dilanjutkan pelepasan kembang api.

Ditambahkan Wamenag, Musabaqah Tilawatil Qur’an adalah bagian dari cara kita mengenalkan, mendekatkan, dan mendalami spirit Al-Qur’an di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jika kita lihat lebih jauh, seluruh proses yang dilibatkan dalam rangkaian MTQ dari tingkat kecamatan hingga nasional, bahkan internasional, sangat berkaitan erat dengan langkah kita dalam pembangunan nasional,” tegas Wamenag.

Pembangunan, lanjut Wamenag, meniscayakan kesiapan SDM yang berkarakter, berwawasan luas, dan kompeten. Ketiganya telah diperankan dalam setiap event MTQ. Para calon pemimpin masa depan dibekali dengan wawasan Al-Qur’an dan ditempa dengan spirit keberislaman yang moderat.

“Event MTQ tidak hanya dalam perspektif seremonial. Jauh dari itu, sportivitas, kerja sama, saling menghormati, saling membantu dan saling merangkul adalah karakter MTQ yang menjadi nilai agung bagi setiap kita. Bahwa MTQ mengajarkan kita untuk senantiasa dekat dengan Al-Qur’an dan menjabarkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,”  terangnya.

“Atas nama pemerintah, kami mengucapkan selamat kepada seluruh kafilah dan terima kasih kepada seluruh panitia, official, para pendukung acara dan seluruh pihak yang terlibat. Semoga Allah Swt memberkahi Bapak/Ibu semuanya atas dedikasi dan pengorbanannya menyukseskan MTQN XXIX,” tutup Wamenag.

MTQ Nasional Ditutup, Diharap Kafilah Kembali dengan Spirit Qur’an

BANJAR(Jurnalislam.com)— Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi didampingi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXIX Tahun 2022.

Prosesi penutupan yang berlangsung di Astaka Utama Kiram Park Kabupaten Banjar malam itu ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Wamenag, dilanjutkan pelepasan kembang api ke udara.

“Seraya mengucap syukur alhamdulillah, izinkan kami mengucapkan selamat atas suksesnya penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXIX Tahun 2022 di Provinsi Kalimantan Selatan,” kata Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, Selasa (18/10/2022) .

“Pada malam hari ini, di bawah sorotan lampu yang begitu terang dan indah, kita berada di akhir event dua tahunan yang Insya Allah akan kita jumpai lagi bersama di tahun 2024. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kesehatan dan keberkahan,” sambungnya.

Wamenag menambahkan satu minggu lebih para kafilah dari berbagai provinsi berada di bumi Kalimantan Selatan. Bukan hanya untuk berkumpul dan berlomba, mereka juga tengah mensyiarkan Al-Qur’an, untuk lebih dikenal dan dipahami; agar semakin dicintai, semakin indah didekati. MTQN XXIX Tahun 2022 adalah langkah bersama membumikan Al-Qur’an di bumi Nusantara.

“Sejarah panjang peradaban Islam tak dapat dipisahkan dari Al-Qur’an sebagai sumber syariat Islam. Al-Qur’an telah menjadi referensi utama setiap zaman, melahirkan beragam disiplin keilmuan dan mendorong tumbuhnya ilmu pengetahuan,” tegas Wamenag.

“Lahirnya karya-karya tafsir dengan beragam coraknya menandakan betapa besarnya pengaruh Al-Qur’an bagi para ulama sehingga mereka menghabiskan waktunya untuk menggali makna Al-Qur’an,” lanjutnya.

Disampaikan Wamenag, kecintaan terhadap Al-Qur’an telah dijabarkan bangsa Indonesia dalam beragam kebijakan dan praktik berbangsa dan bernegara. Al-Qur’an telah menginspirasi lahirnya beragam program dan kebijakan, baik terkait dengan masalah keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.

“Tak dapat dipungkiri bahwa Al-Qur’an adalah inspirasi terbesar bagi bangsa Indonesia dalam menata dan membangun keberagaman menjadi harmoni dalam bingkai NKRI,” terangnya.

“Kita semua bangga dengan melimpahnya kadera-kader Al-Qur’an yang siap menerima estafet kepemimpinan bangsa di masa depan,” tutupnya.

MUI Ingin Kerukunan Umat Beragama di Indonesia Disebarkan ke Masyarakat Internasional

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kerukunan antarumat beragama di Indonesi telah lama menjadi perhatian masyarakat dunia. Hampir seluruh agama-agama besar ada di Indonesia.

Umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu dapat hidup berdampingan dengan baik di disini. Satu sama lain saling menghargai, tidak ada perang antar agama, sehingga menarik minat negara lain mempelajari kerukunan di Indonesia.

Perhatian ini membuat Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama (KAUB) Majelis Ulama Indonesia terdorong untuk menulis buku-buku kerukunan di Indonesia sebagai bahan pembelajaran bagi masyarakat Indonesia maupun dunia.

Dengan adanya keperluan tersebut, Wasekjen MUI Bidang Kerukunan, KH Abdul Manan Ghani, menekankan Komisi KAUB perlu menulis buku-buku kerukunan dengan baik dan diterjamahkan ke dalam bahasa asing sebagai karya produk MUI yang dapat diandalkan untuk “go internasional”.

Hal tersebut disampaikan pada kegiatan Focus Group Discusion (FGD) Penyusunan Buku “Kasus-Kasus Kerukunan Antarumat Beragama di Indonesia 2016—2021” yang diselenggarakan Komisi KAUB MUI di Aula Hamka, Kantor Majelis Ulama Indonesia, Jl Proklamasi 51, Jakarta, Sabtu (15/10/2022) lalu.

“Kasus-kasus kerukunan antarumat beragama yang ditulis itu maksudnya bisa menjadi pembelajaran manakala setiap peristiwa kasus konflik yang diangkat diiringi dengan pengungkapan solusi yang ditempuh. Atau dengan kata lain dijelaskan bagaimana masyarakat dan pemerintah Indonesia mamenej suatu peristiwa konflik sehingga dapat selesai dengan baik, tidak menimbulkan konflik berkepanjangan,” ujar Kiai Abdul Manan Ghani, Senin (17/10/2022).

Menurutnya, budaya hidup rukun yang dimiliki Indonesia merupakan suatu budaya yang unik yang tidak dimiliki bangsa-bangsa lain. Oleh karenanya budaya rukun kita itu perlu dipahami bersama segenap komponen masyarakat sebagai modal sosial bangsa dan warisan berharga bagi kalangan generasi muda.

Bahkan Kiyai Manan menuturkan budaya kita ini sangat perlu juga dikenal bangsa-bangsa dunia saat ini yang cenderung berkonflik satu sama lain.

“Selain menuliskan kasus-kasus kerukunan yang bersifat peristiwa negatif yang dapat dikelola dengan baik, saya kira sangat penting juga menulis peristiwa best practicies di bidang kerukunan. Yaitu pengalaman-pengalaman unik antarumat beragama di masyarakat dalam membangun kedamaian, baik antar perorangan maupun antar kelompok atau lembaga. Begitu pula yang bersifat kearifan lokal lama maupun budaya sosial baru, yang jumlahnya sangat banyak di seantero nusantara,” tambahnya.(mui)

 

 

Pemerintah Ajak Singapura Kembangkan Ekonomi Syariah Bersama Indonesia

SINGAPURA(Jurnalislam.com)– Singapura dikenal sebagai salah satu partner strategis Indonesia khususnya dalam bidang investasi. Sejauh ini Singapura masih tercatat sebagai negara dengan realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) terbesar di Indonesia.

Oleh sebab itu, menurut Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin kedua negara memiliki banyak peluang kerja sama, seperti pengembangan ekonomi syariah.

“Sektor ini punya potensi besar untuk memperkuat ekonomi kedua negara. Ekonomi syariah juga mampu membantu memulihkan ekonomi di tengah ancaman resesi,” ungkap Wapres saat bertemu Wakil Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong di Parliament of Singapore, Selasa (18/10/2022).

Potensi ekonomi ini, lanjut Wapres, diharapkan menjadi salah satu yang dapat kembangkan bersama oleh kedua negara. Salah satunya melalui kerja sama pengembangan produk halal.

“Di tahun 2028 nilai produk halal di tingkat global dapat mencapai lebih dari 11 triliun USD. Indonesia dan Singapura harus mampu menangkap peluang ini, khususnya untuk produk makanan minuman, obat-obatan, busana muslim, serta kosmetik,” yakinnya.

Oleh karena itu, tutur Wapres, proses pembentukan _mutual cooperation agreement_ untuk produk halal Indonesia – Singapura perlu segera dilakukan.

“Hal ini diharapkan mampu meningkatkan perdagangan dan daya saing produk halal dari kedua negara di pasar global,” ujarnya.

Selain itu, Wapres juga mengharapkan peningkatan kerja sama Indonesia – Singapura di bidang pariwisata halal.

“Sektor pariwisata yang akan berkembang pesat adalah kunjungan wisata muslim. Di tahun 2028 potensi pasar wisata muslim diperkirakan akan mencapai 25 miliar USD,” paparanya.

 

Banyak Kasus, Polri Harus Tunjukkan Mampu Tuntaskan Masalah Judi dan Narkoba

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ketua Komisi Hukum dan HAM Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Deding Ishak mengapresiasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karema telah berhasil menangkap bos judi online.

Diketehui sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama jajarannya berhasil menangkap bos judi online, Apin BK, di Malaysia, Jumat (14/10/2022) waktu setempat.

“Saya sangat mengapresiasi keberhasilan yang dilakukan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya,” kata dia dalam keterangan yang diterima MUIDigital, Senin (17/10/2022)

Prof Deding mengatakan, penangkapan bos judi online beromset 1 Miliar per bulan ini menunjukkan keseriusan Polri dengan visinya yakni prediktif, responsibilitas dan tranparasi berkeadilan atau Presisi.

“Apa yang telah dilakukannya menunjukkan bahwa Beliau serius dengan visinya Presisi atau prediktif, responsibilitaa dan tranparansi berkeadilan,” sambungnya.

Mantan Anggota Komisi III DPR RI ini menilai, penangkapan bos judi online yang memiliki banyak aset di Medan dan Sumatera Utara ini menjadi bukti Kapolri, sangat serius dalam memberantas kasus judi dan narkoba.

Menurutnya, untuk memberantas kasus judi dan narkoba di Indonesia, sebelumnya sangat sulit untuk dilakukan.

Pengungkapan kasus judi dan narkoba, serta kasus-kasus besar lainnya oleh Polri, kata Deding, memberikan angin segar kepada masyarakat akan kembalinya Polri pada tracknya dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan mengedepankan keadilan.

Meskipun, ungkapnya, di tengah banyaknya kasus yang merugikan institusi Polri.

“Kapolri tampil memberikan ketegasan menyikapi kasus-kasus besar yang tentunya ini akan berdampak sangat positif pada bawahan-bawahannya, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

Bertemu Wakil Perdana Menteri Singapura, Wapres Bicara Pertumbuhan Wisatawan Muslim

SINGAPURA(Jurnalislam.com)– Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin bertemu Wakil Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Parliament Of Singapore, Selasa (18/10/2022).

Pertemuan dengan Lawrence Wong yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan Singapura ini, membahas mengenai kerja sama ekonomi termasuk pentingnya ekonomi syariah, produk halal hingga pariwisata.

“Tentunya, kemitraan ekonomi ini harus terus ditingkatkan,” ungkap Wapres.

Wapres kemudian memaparkan bahwa Singapura merupakan investor asing terbesar di Indonesia. Ia menyebut, hingga Juni tahun 2022 tercatat realisasinya capai USD 6,7 miliar.

“Total perdagangan kita Agustus ini juga naik lebih dari 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” paparnya.

Terkait Ekonomi Syariah, Wapres menuturkan bahwa sektor ini punya potensi besar untuk perkuat ekonomi kedua negara. Sebab, Wapres menilai, ekonomi syariah mampu bantu pulihkan ekonomi di tengah ancaman resesi, khususnya setelah performa yang ditunjukkan saat terjadinya pandemi Covid-19.

“Transaksi syariah gunakan model bisnis bagi hasil yang berikan rasa aman. Serta adanya dana wakaf yang terjangkau dan berpotensi jadi aset produktif. Potensi ekonomi ini harus kita kembangkan bersama,” urai Wapres.

Sementara mengenai produk halal dan pariwisata, Wapres mengungkapkan bahwa saat ini tren wisata muslim mulai meningkat di berbagai negara. Untuk itu, sebagai negara tetangga dan hub bagi para wisatawan menuju Indonesia, peran serta Singapura sangat diharapkan dalam memperkuat kerja sama ini.

“Tahun ini, Indonesia berhasil naik peringkat 2 dalam Global Muslim Travel Index. Oleh karenanya, peran Singapura sebagai hub bagi para wisatawan Muslim ke Indonesia jadi sangat penting,” imbuh Wapres.

“Ke depan, saya harapkan penguatan kolaborasi Indonesia-Singapura untuk dorong kemajuan wisata Muslim,” pungkasnya.

Sejalan dengan Wapres, Wakil Perdana Menteri Singapura menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik dan menyambut baik rencana-rencana kerja sama ke depannya.

“Saya yakin kerja sama Indonesia dan Singapura akan semakin kuat,” tandasnya.

Hadir mendampingi Wapres dalam pertemuan ini Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, dan Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi.