Tim KM 50 Terlibat Kasus Sambo, Kapolri Didesak Buka Kembali Kasus Pembuhan Laskar FPI

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI) Saiful Anam mengungkap bagaimana cara polisi bisa membuka kembali kasus KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Hal itu sekaligus menanggapi masuknya nama AKBP Ari Cahya Nugraha alias Acay dalam surat dakwaan Ferdy Sambo, terdakwa perintangan penyidikan dan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Acay juga diduga yang mengamankan CCTV di kasus unlawfull killing atas enam anggota Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada 2020 lalu.

Menurut Anam, ada tiga cara untuk polisi agar bisa mengungkap ulang kasus KM 50 tersebut. “Pertama, memang ditemukan petunjuk bahwa terdapat beberapa kejanggalan terkait peristiwa hukum KM 50,” ujar Anam Rabu (19/10). Kedua, lanjut Anam, ada pengembangan kasus soal siapa sesungguhnya oknum-oknum yang terlibat dalam peristiwa hukum di KM 50.

“Ketiga, ada keinginan dari kapolri untuk membuka terhadap kemungkinan pihak-pihak yang terlibat di internal Polri soal kasus KM 50,” ujar Anam. Pakar hukum tata negara Universitas Indonesia itu menambahkan pengungkapan ulang kasus KM 50 tersebut bakal jadi pekerjaan berat Polri.

sumber:jpnn

Pengamat: Hilangkan Bukti CCTV Sambo, Bukti Satgasus Terlibat Kasus KM 50

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Pemerhati Kebangsaan, Rizal Fadillah, mengatakan bahwa terdapat keterkaitan antara keberadaan Satgasus Merah-Putih bentukan Polri dalam Kasus KM 50. Indikasi itu dilihat dari nama-nama dalam Satgasus yang muncul dalam penanganan kasus KM 50.

“Indikasi pertama adalah bahwa Divisi Propam bias dengan Satgasus. Kepala Divisi Propam adalah Ferdy Sambo, dan Kepala Satgasus juga adalah Ferdy Sambo, sehingga terjadi pembiasan,” ujarnya dalam diskusi yang digelar UI Watch, Kamis (20/10).

Menurutnya, fungsi Satgasus dipahami sebagai penyidikan untuk tindak pidana yang menjadi perhatian pimpinan. Dalam hal ini, bisa jadi pimpinan terlibat dalam kasus ini.

“Nuansanya adalah perhatian pimpinan, mungkin pimpinan kepolisian, pimpinan politik, pimpinan negara, sehingga Satgasus punya peran. Maka, KM 50 adalah tindak pidana yang berkaitan dengan perhatian mereka,” lanjutnya.

Ia menyebut keterlibatan sederet nama seperti Fadil Imran, Hendra Kurniawan, Handik Zusen, serta Ari Cahya Nugraha yang terlibat dalam kasus di Duren Tiga sebagai bawahan Ferdy Sambo, juga terlibat dalam kasus KM 50. Ini merupakan bukti bahwa Satgasus turut berkontribusi.

Terlebih, ia menduga adanya perintah komando lapangan dikeluarkan oleh Handik Zusen yang semakin memeperjelas adanya hubungan Satgasus dalam penanganan kasus ini.

Sumber: gatra.com

Kia Masduki Bahas Isu Krusial Timur Tengah dan Peta Pemberitaan

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, KH Masduki Baidlowi mengungkapkan sejumlah isu krusial yang menjadi peta politik pemberitaan bagi media di Timur Tengah.

Hal ini Kiai Masduki sampaikan dalam Halaqah Mingguan Infokom MUI bertajuk: Peta Politik Redaksi Media Timur Tengah Terkini.

“Ada beberapa negara yang menjadi faktor kunci bagi perkembangan politik bagi Timur Tengah, satu contoh perkembangan terbaru Arab Saudi,” ujar Kiai Masduki, Rabu (19/10/2022).

Arab Saudi, kata Kiai Masduki, melakukan langkah yang sangat mengagetkan bagi dunia Barat yakni Amerika Serikat dan Eropa.

Kiai Masduki menjelaskan, langkah Arab Saudi terbaru ini tidak mau di dikte oleh Amerika Serikat dan Eropa dalam konteks kouta minyak. Hal ini menjadi pertama kalinya setelah terakhir kali dilakukan oleh Raja Faishal.

Kiai Masduki menilai, isu ini menjadi hal yang penting, bahkan Arab Saudi sampai dituduh Negara yang membela Rusia.

Kiai Masduki juga mengungkapkan, tidak tunduknya Arab Saudi dengan Amerika serikat dipengaruhi oleh konstelasi politik antara Partai Republik dan Demokrat.

Menurutnya, para kader di Partai Republik di AS banyak yang menguasai perusahan-perusahan minyak. Sehingga, hal inilah yang menjadi pemecah antara Partai Republik dan Demokrat.

“Partai Demokrat tidak banyak yang menguasai minyak di AS. Karena konstelasi di internal pecah, itulah yang membuat Arab Saudi punya nyali, melawan (Presiden AS) Joe Bidden, karena didukung oleh tokoh-tokoh di Republik,” ungkapnya.

Kedua, ungkap Kiai Masduki, isu Iran yang menjadi sebuah Negara Timur Tengah yang paling konsisten membela Negara Palestina.

“Ketiga adalah Israel, kita tau Israel ini perkembangan terbaru hubungannya dengan Arab Saudi sangat mesra,” ujarnya.

Meskipun, secara resmi, sampai saat ini belum ada hubungan diplomatik antara Israel dengan Arab Saudi. Tetapi secara de facto, hubungannya sangat dekat.

Terutama, jelas Kiai Masduki, kedekatan pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman (MDS), yang juga sering melakukan pertemuan dengan para petinggi Israel di Kota Neom.

“Kota tersebut berdekatan dengan Israel dan Iran. Ini saya kira konstelasi yang sangat menarik,” jelasnya.

Apalagi, Israel juga telah membuka hubungan diplomatik dengan Negara Uni Emirat Arab (UEA) dan berhubungan dengan Qatar.

Sementara Arab Saudi, kiai Masduki memprediksi, hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Israel, tinggal menunggu pasca Raja Salman.

“Begitu juga Arab Saudi sedang merayu Negara seperti Indonesia dan Malaysia supaya ada hubungan diplomatik dengan Israel,” ungkapnya.

Kemudian, kata kiai Masduki, isu di Timur Tengah yang masih menjadi peta politik pemberitaan adalah soal isu Palestina.

“Semakin hari makin habis dan kepepet. Umat Islam dan pemimpin Islam tidak ada yang kompak untuk membela Palestina,” ujarnya.

Bidang Infokom MUI menggelar Halaqah Mingguan ke-11 bertajuk: Peta Politik Redaksi Media Timur Tengah Terkini menghadirkan narasumber H Nashih Nasrullah LC MA selaku Sekretaris Pokja Media Watch Infokom MUI.

Kiai Masduki menilai, H Nashih yang juga jurnalis senior ini kompetensinya mengenai konten-konten pemberitaan Timur Tengah tidak diragukan lagi.

Apalagi, kata Kiai Masduki, Timur Tengah masih menjadi jantungnya pergerakan Islam. Hal ini dikarenakan banyak poin-point di Timur Tengah yang akan berpengaruh terhadap dunia Islam.

“Walaupun sekarang, ada beberapa perkembangan baru. Misalnya bahwa Asia Tenggara menjadi komunitas Muslim. Negara-negara Muslim juga sudah mempunyai pengaruh signifikan,” kata Kiai Masduki.

Kiai Masduki merasa bersyukur pada Halaqah Mingguan Infokom MUI ke-11 dapat mendiskusikan terkait persoalan itu.

Apalagi, kata Kiai Masduki, pemateri dalam membahas persoalan ini yakni H Nashih sangat bagus dan kompeten untuk membahas perkembangan pemberitaan di Timur Tengah yang meliputi perkembangan politik dan ekonomi.

“Mungkin Mas Nashih (nanti) menceritakan konstelasi setelah Arab Saudi tidak tunduk pada Amerika karena ada pengaruh kontelasi politik di Amerika antara Republik dan Demokrat,” ungkapnya.

Kiai Masduki berharap, H Nashih yang juga Jurnalis senior dan Alumni Al-Azhar, Kairo, Mesir ini membahas sejumlah konstelasi penting yang berpengaruh dalam pemberitaan media Timur Tengah.

“Beberapa konstelasi penting yang berpengaruh terhadap pemberitaan di surat kabar, majalah, media sosial dan media online, bisa dielaborasi dengan Mas Nashih Nasrullah,” tutupnya.  (mui)

 

Isu Perubahan Iklim, Ulama Usul Penerapan Masjid Ramah Lingkungan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Lembaga Pemulihan Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam (LPLH & SDA) MUI menyelenggarakan diskusi panel tentang penerapan masjid ramah lingkungan Indonesia.Kegiatan itu digelar jelang konferensi nasional masjid ramah lingkungan pada bulan November mendatang.

Pembahasan terkait masjid ramah lingkungan sebenarnya bukanlah hal yang baru. Masjid ramah lingkungan sangat erat kaitannya dengan isu perubahan iklim yang terjadi di setiap daerah. Indonesia sendiri merupakan wilayah yang sangat rentan dengan perubahan iklim.

Menurut Ketua LPLH dan SDA MUI, Hayu Prabowo, perubahan iklim dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

“Saat ini, bencana yang terjadi di Indonesia telah mencapai 80 persen,” ujar Hayu Prabowo, (19/10/2022).

Hayu berpendapat, perubahan iklim dapat memberikan dampak dan risiko yang cukup besar, diantaranya adalah kelangkaan air, kerusakan ekosistem lahan, kerusakan ekosistem laut, penurunan kualitas kesehatan hingga kelangkaan pangan.

“DKI Jakarta setiap tahunnya mengalami penurunan antara 0,1 – 8 cm, di Bandung berkisar 0,1 – 4,3 cm, di Cirebon berkisar 0,28 – 4 cm per tahun, di pekalongan berkisar 2,1 – 11 cm pertahun, di Semarang berkisar 0,9 – 6 cm per tahun, dan di Surabaya berkisar 0,3 – 4,3 per tahun,” imbuhnya.

Menanggapi berbagai perubahan iklim yang terjadi, Ketua LPLH dan SDA MUI mengingatkan bahwa masjid harus siap menghadapinya. Salah satu bentuk kesiapan itu, dengan menjadi masjid yang ramah lingkungan.

Untuk menjadi masjid yang ramah lingkungan, terdapat beberapa strategi yang harus diterapkan, yakni harus bisa beradaptasi melakukan penyesuaian umat dengan perubahan iklim saat ini dan mendatang. Selain itu, juga intervensi umat untuk mengurangi emisi dan meningkatkan penyerapan gas rumah kaca.

Selaras dengan hal tersebut, beliau juga menyampaikan bahwa masjid yang ramah lingkungan itu mencakup tiga hal. Pertama,idarah/pengurus, yang meliputi dakwah bil lisan dan bil hal serta penguatan kapasitas dan jejaring.
Kedua, Imarah/jamaah, dalam hal ini meliputi tuntutan agama, life skill dan jejaring sosial.
Sedangkan yang ke tiga adalah Riayah/Bangunan, dalam hal ini meliputi simpan air, hemat air, jaga air dan standar operasional.

“Masjid berkelanjutan atau masjid yang ramah lingkungan adalah masjid yang siap dan mampu mengurangi dampak dan mampu menghadapi risiko bencana serta dampak perubahan iklim. Selanjutnya masjid suci dan sehat yang menjamin akses air bersih , tata kelola sampah dan air limbah yang berkelanjutan. Kemudian masjid yang saling terhubung dalam konektivitas dan jejaring dai, jamaah dan masyarakat umum,” pungkasnya. (mui)

 

Komisi Fatwa MUI Gelar Konsinyering dan Pleno Soal Zakat dan Qardul Hasan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Konsiyering dan Pleno Komisi Fatwa MUI terkait masalah zakat di Hotel Sari Pasific, Jakarta, Rabu (20/10/2022) lalu.

Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Ni’am Sholeh, menyampaikan konsolidasi komisi fatwa yang digelar tidak sekadar momentum silaturahim, akan tetapi juga untuk membangun koordinasi, sebagai komitmen tansiqul harakah.

“Kami menerima uluran dan ajakan sinergi secara luas, walaupun hal itu sudah disampaikan Baznas ke MUI, ketika dukungan operasional dari pemerintah belum optimal,” jelas Kiai Ni’am, kepada MUIDigital Jumat (21/10/2022).

Dalam forum yang sama, Komisioner Baznas, KH Achmad Sudrajat menuturkan, kini terdapat perhatian besar terhadap pergerakan zakat di Indonesia. Oleh karenanya, Dewan Pengawas Syariah (DPS) mengambil peran penting dalam pengelolaan keuangan agar sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
“Selain pengawalan optimal terhadap tata kelola keuangan, masih banyak hal lain perlu kita kuatkan, di antaranya dalam pespektif hukum fikih dan fatwa atau kajian fikih,” katanya.

Tak hanya kehadiran KH Achmad Sudrajat selaku Pimpinan Baznas, hadir pula Wakil Ketua Baznas Dr M Nadratuzzaman Hosen. Dalam kesempatan itu, dia menyatakan kerja Komisi Fatwa MUI harus didukung Baznas.
“Saya lebih dari tiga kali memohon ada kerja sama yang konkret antara Baznas dan MUI, tidak hanya di pusat tapi di seluruh Indonesia. Forum ini merupakan kesempatan untuk mewujudkan dan memantapkannya,” tegasnya.

Agenda yang berlangsung dua hari, yakni sejak 19-20 Oktober 2022 tersebut menetapkan empat fatwa terkait zakat.

Pertama, fatwa zakat fitrah dengan uang.
Kedua, zakat untk penanggulangan bencana dan dampaknya. Ketiga, fatwa tentang qardh hasan. Keempat, zakat harta yang digadai.

“Pentingnya keberadaan fatwa MUI yang mengatur terkait zakat sebagai panduan bagi pengelola zakat. Setiap pengelola zakat harus mendasarkan diri dalam proses syar’i, tapi dari proses perizinan harus memperoleh izin Baznas. Tak hanya itu, Baznas dalam memberi aturan, harus melampirkan rekomendasi dari MUI. Sekalipun sederhana tapi sangat penting,” kata Kiai Asrorun.

 

AICIS ke-21 Usung Tema  Transformasi Digital dan Masa Depan Agama

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan helat akademik Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) merupakan kajian Islam di Indonesia yang terbuka dan moderat. Hal ini disampaikan Menag saat membuka gelaran AICIS ke 21 di kampus UIN Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Walaupun AICIS ini merupakan perhelatan internasional dalam bidang Studi Islam, namun para ilmuwan dan guru besar pemerhati Islam dari berbagai kalangan juga dihadirkan. Ini menandakan bahwa AICIS merupakan sebuah miniatur kajian Islam di Indonesia yang terbuka dan moderat,” ujar Menag Yaqut Cholil Qoumas, di Mataram, Kamis (20/10/2022) malam.

AICIS ke-21 mengangkat tema: “Future Religion in G-20, Digital Transformation, Knowledge Management and Social Resilience,”. Helat ini berlangsung 20-22 Oktober 2022 di Mataram dan akan berlanjut di Bali pada 1-4 November 2022.

Menurut Menag kegiatan AICIS ini merupakan upaya bersama untuk terus mengembangkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, menajamkan intelektualitas dan memberikan kontribusi yang nyata kepada bangsa, agama, dan kemanusiaan.

AICIS tahun ini melibatkan pembicara kunci dan pembicara undangan yang berasal dari manca negara, dan dari latar belakang agama yang berbeda pula. “Saya selaku pribadi, dan selaku Menteri Agama RI, sangat mendukung kegiatan AICIS ini, yang merupakan bentuk komitmen Kementerian Agama dalam memberikan penguatan kapasitas (capacity building) kepada para ilmuan dan dunia intelektual di kalangan Kementerian Agama RI khususnya dan di Indonesia pada umumnya,”  tutur Menag.

Dalam pembukaan AICIS ke-21 juga ditampilkan tarian tradisional Lombok dengan tema ‘Harmony in Diversity’ sebagai ungkapan rasa syukur atas kehadiran Menteri Agama dan para undangan serta ungkapan keberagaman agama, suku, dan bahasa di Indonesia. Tarian ini merupakan kolaborasi UIN Mataram dan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram.

Pembukaan AICIS 2022 ditandai dengan  menghitung memukul gendang belik secara bersamaan oleh Menag, Gubernur NTb, Dirjen Pendis, Rektor UIN Mataram, dan Ketua AICIS. Hadir dalam pembukaan AICIS, Tuan Guru Lalu Turmudzi Badarudin, para rektor PTKN, Staf Khusus Menteri Agama dan sejumlah nara sumber, di antaranya Yenny Wahid dan James B Hoestery.

 

Komnas HAM Didesak Buka Kembali Kasus KM 50

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Pengacara Wirawan Adnan mendorong adanya penyelidikan yang dilakukan oleh Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) dalam kasus km 50. Menurutnya, hal ini penting dilakukan karena adanya indikasi dugaan pelanggaran HAM berat

“Peranan Komnas HAM ketika kasus KM 50 itu menurut saya, pada waktu itu Komnas HAM belum melakukan penyelidikan. Ini adalah pelanggaran HAM berat, berarti yang harus dilakukan adalah penyelidikan atas dasar pelanggaran HAM berat,” ujarnya dalam diskusi yang digelar UI Watch secara daring, Kamis (20/10).

Menurutnya, kasus KM 50 dilihat sebagai pelanggaran berat karena kejadian ini dilakukan secara sistematis. Artinya, ada orang yang memiliki wewenang melakukan perintah untuk melakukan aksi.

Selain itu, Wirawan menilai bahwa Komnas HAM perlu melakukan laporan penyelidikan sesuai kewenanggan berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Komnas HAM bukan hanya melakukan pemantauan, namun penyelidikan secara mendalam terkait kasus ini.

“Kami sudah menyajikan ke pemerintah tentang temuan TP3. Sikap yang ditunjukkan oleh Komnas HAM pada periode lalu belum menunjukkan keseriusan,” ujarnya.

 

Sumber: gatra.com

Kemenag Gelar Lomba Kaligrafi Batik Nasional

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama kembali menyelenggarakan Lomba Kaligrafi Batik Nasional. Plt. Kepala LPMQ Waryono Abdul Ghafur mengatakan bahwa pendaftaran lomba dibuka mulai hari ini, secara online.

“Mulai hari ini, dibuka pendaftaran peserta lomba Kaligrafi Batik Nasional. Kami undang para kaligrafer untuk kirimkan karya terbaiknya sampai 24 November 2022,” terang Waryono saat memberikan sambutan pada Lokakarya dan Peluncuran Lomba Kaligrafi Batik Nasional di Jakarta, Kamis (20/10/2022).

Lomba yang dimotori Bidang Bayt Al-Qur’an dan Dokumentasi LPMQ ini merupakan ajang kali kedua. Lomba Kaligrafi Batik Nasional yang pertama diselenggarakan pada 2021.

Waryono mengatakan, kaligrafi batik merupakan sintesis antara seni keagamaan dan seni budaya. Oleh karena itu, lomba ini mengandung pesan bahwa antara budaya dan keagamaan dapat selaras berjalan beriringan secara harmonis.

“Perlombaan ini juga mengandung edukasi atau sosialisasi nilai-nilai moderasi beragama, yang mana salah satu indikator moderasi beragama adalah ramah terhadap budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.

Koordinator Bayt Al-Qur’an dan Dokumentasi LPMQ Liza Mahzumah menambahkan, lomba terbuka untuk umum. Peserta juga diperbolehkan mendaftar secara perorangan atau berkelompok.

“Batik dan Kaligrafi adalah dua seni yang membutuhkan keahlian tingkat tinggi. Seorang khattat (penulis kaligrafi, red.) meskipun ahli belum tentu bisa membatik, demikian juga sebaliknya. Karena itu, peserta lomba ini dibolehkan bahkan dianjurkan untuk membuat karyanya secara kolaboratif. Pasti luar biasa jika khattat dan pembatik yang sama-sama ahli berkolaborasi membuat karya,” jelasnya.

“Syaratnya, peserta belum pernah menjadi juara pertama pada lomba kaligrafi batik nasional pertama pada tahun 2021,” sambungnya.

Dikatakan Liza, panggilan akrabnya, Lomba Kaligrafi Batik Nasional 2022 terdiri dari beberapa tahapan. Pertama, tahap pengumpulan karya peserta dalam rentang waktu 20 Oktober – 24 November. Kedua, proses penjurian yang dilakukan pada 28 November 2022. Terakhir, pengumuman pemenang lomba pada 29 November 2022 melalui website LPMQ (https://lajnah.kemenag.go.id/pengumuman/) dan website Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal (https://bqmi.kemenag.go.id/agenda)

 

“Lomba ini akan mencari sembilan pemenang dengan total hadiah sebesar 51 juta rupiah,” sebutnya.

Info selengkapnya, baca: Pedoman Lomba Kaligrafi Batik Nasional 2022

Berikut cara mengikuti Lomba Kaligrafi Batik Nasional 2022:

1. Setiap peserta harus mengisi Formulir Pendaftaran. (peserta akan diminta untuk login melalui akun gmail-nya).

2. Karya yang dikirimkan disertai berkas (formulir diunduh melalui: http://bit.ly/lombakaligrafibatik2022):
a. biodata peserta
b. Surat pernyataan karya sendiri, disertai materai Rp10.000
c. Deskripsi konsep karya, berisi: (1) proses produksi, (2) konsep karya, (3) nama-nama motif yang digunakan, (4) sumber atau rujukan motif, dan (5) makna filosofi karya
d. Foto peserta dengan karyanya.

3. Karya harus sudah diterima panitia paling lambat 24 November 2022
4. Karya dapat diantar langsung atau dikirimkan melalui jasa pengiriman, dengan alamat:
Panitia Lomba Kaligrafi Batik Nasional
Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an
Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI
Gedung Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal
Taman Mini Indonesia Indah
Jakarta 13560

5. Karya dapat dikirimkan dalam bentuk lembaran kain atau berbingkai. Pengemasan dan pengiriman harus mempertimbangkan keamanan dan keselamatan karya. Panitia tidak bertanggung jawab jika terjadi kerusakan selama pengiriman.

Sambut Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah 48, Ajak Siswa Berakhlak Mulia

SOLO(Jurnalislam.com)–Ratusan siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta mengikuti rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah ke-48 dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang digelar di Masjid Muktasim Billah pada Jumat (7/10) dimulai dengan program tahajud virtual hingga kajian Maulid Nabi Muhammad SAW.

 

Aryanto selaku Humas SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar agar para siswa senantiasa mampu meneladani Rasulullah, Nabi Muhammad SAW dalam aktivitas di kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga dalam rangka menyambut Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah ke-48 yang akan digelar di Solo pada 18-20 November 2022.

 

“Sejumlah 332 siswa kelas 7, 8, dan 9 bersama Ustaz-Ustazah mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Semoga semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.

 

Kegiatan dimulai pada Jumat dini hari pukul 03.00 WIB, para siswa bangun untuk melakukan sholat tahajud di rumah masing-masing. Pukul 03.20 sampai dengan 04.00 WIB, para siswa masuk zoom meeting untuk mengikuti tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz-Ustazah per jenjang. Setelah itu, para siswa diminta untuk melaksanakan sholat shubuh berjamaah di masjid.

 

Program tahajud virtual merupakan program penguatan karakter yang dilakukan oleh sekolah selama pandemi covid-19 kemarin. Karena dirasa program tersebut baik, maka dilanjutkan pasca pandemi. Untuk pemantauan kegiatan, para siswa mengisi form presensi melalui google form.

 

Kegiatan yang diikuti oleh siswa-siswi SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta berikutnya adalah kajian Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Ustaz Al Furqon Hasby, Lc, M.Ag,. Kegiatan bertema Syariat Islam dalam Mendidik Pemuda yang Berakhlak Mulia tersebut digelar di Masjid Muktasim Billah, masjid SMP-SMA Muhammadiyah PK.

 

“Misi Rasulullah SAW antara lain mengajarkan akidah Islamiyah bertauhid kepada Allah SWT, mengajarkan ibadah penyembahan hanya kepada Allah SWT, membangun akhlak mulia. Hal itu karena Nabi Muhammad SAW benar-benar memiliki akhlak mulia,” jelas Ustaz Al Furqon Hasby kepada para siswa.

 

Ustaz Al Furqon Hasby mengajak kepada para siswa untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dan mempraktikan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Sejak kecil, Nabi Muhammad SAW sudah menunjukkan akhlak selalu taat, tunduk, patuh, dan istikamah serta mandiri.

 

“Rasulullah dilahirkan sebagai yatim, tetapi beliau tetap tunduk taat patuh dan istikamah dari sejak kecil. Bahkan memiliki kemandirian, di usia 10 tahun, Rasulullah bekerja keras meraih rezeki dengan menjadi penggembala kambing,” ungkap Ustaz Al Furqon Hasby dalam mengenalkan sekilas kehidupan Rasulullah SAW dan perjalanan hidupnya sejak kecil.

 

Billo Aurel Putra Denza, siswa kelas 9, mengaku senang mengikuti kegiatan-kegiatan yang digelar oleh sekolah. Billo juga menunjukkan perhatian saat mengikuti kajian bersama Ustaz Al Furqon Hasby dengan menanyakan seputar bagaimana menjaga diri agar tetap istikamah berbuat kebaikan terhadap sesama seperti Rasulullah SAW.

 

Sementara itu, Muhdiyatmoko, M.Pd. selaku kepala SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menyambut baik rangkaian acara tersebut. “Mari kita teladani Nabi Muhammad SAW dalam praktik hidup sehari-hari,” tandasnya.

Industri Fesyen Muslim Didorong Masuk Pasar Internasional

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Fesyen Muslim saat ini mulai menarik perhatian dan cenderung menjadi gaya hidup di banyak negara, bahkan negara yang mayoritas penduduknya adalah nonmuslim. Untuk itu, ke depan diperlukan promosi yang gencar untuk semakin meningkatkan popularitas Fesyen Muslim di pasar internasional.

“Kepada Kementerian Perdagangan saya titip agar menggiatkan promosi produk fesyen muslim Indonesia, termasuk fesyen olahraga. Pesan ini saya titipkan juga untuk kantor-kantor perwakilan kita di luar negeri,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat saat membuka Jakarta Muslim Fashion Week 2023 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) – BSD, Tangerang, (20/10/2022).

Lebih lanjut Wapres memaparkan, bahwa bisnis fesyen Muslim adalah bisnis yang bernilai besar dan memiliki prospek yang cerah. Menurut data, tahun 2016 hingga 2017, pengeluaran wanita Muslim global untuk fesyen mencapai USD44 miliar.

“Pada tahun 2024, belanja fesyen konsumen muslim global diestimasi akan mencapai USD 311 miliar,” papar Wapres.

Bahkan di dalam negeri, tambah Wapres, industri fesyen Muslim juga menunjukkan perkembangan yang membahagiakan.

“Tahun 2021, industri ini tumbuh 18,2 persen dengan total konsumsi mencapai Rp300 triliun. Tidak hanya itu, ekspor fesyen Muslim juga meningkat signifikan 12,5 persen, mencapai USD4,6 miliar pada tahun 2021,” urainya.

Menyadari peluang dan potensi tersebut, Wapres menilai, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia harus memiliki visi menjadi pusat fesyen muslim global.

“Apalagi populasi Muslim dunia akan terus bertumbuh. Pada tahun 2030, 26 persen penduduk bumi diperkirakan beragama Islam,” imbau Wapres.

Menutup sambutannya, kembali Wapres mengingatkan agar seluruh pemangku kepentingan di bidang industri fesyen Muslim dapat dengan gencar melakukan promosi, utamanya melalui platform digital. Sehingga, ke depan industri ini semakin baju baik di tingkat nasional dan internasional.

“Jadilah yang terdepan dalam promosi fesyen muslim secara digital, agar negara lain yang tertarik dan melakukan riset di bidang fesyen muslim dapat memperoleh informasi selengkap-lengkapnya tentang industri fesyen muslim di Indonesia,” imbuh Wapres.

“Harapan saya, penyelenggaraan Jakarta Muslim Fashion Week mampu meningkatkan kesadaran akan potensi besar bisnis fesyen muslim sehingga seluruh pemangku kepentingan semakin peduli untuk memajukan industri ini. Saya juga berharap penggunaan pakaian muslim produk dalam negeri semakin marak, terutama produk UMKM,” pungkasnya.