Semangat dan Keterbatasan, Kisah Inspiratif Santriwati PPTQ Al Himmah di Kompetisi Panahan Malang Raya

MALANG (jurnalislam.com)- Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al Himmah Malang meraih prestasi gemilang dalam kompetisi panahan yang diselenggarakan oleh FINA Horse Bow Archery di Mahad Tahfidzul Qur’an Al-Firqoh An-Najiyah, kec. Karangploso, kabupaten Malang pada Ahad (19/11/2023).

Empat santriwati dari PPTQ Al Himmah turut ambil bagian dalam kompetisi ini. Sri Wulan Retno Sari dan Fitriatun Nufus berkompetisi di tingkat SMA, sedangkan Syahidah Uyun Masruroh dan Ajeng Kirana Putri berpartisipasi di tingkat SMP.

Ustadz Karim, pengajar ekstrakurikuler panahan di PPTQ Al Himmah, menyampaikan kebanggaannya terhadap perjuangan para santriwati.

“Alhamdulillah, hasil yang maksimal bagi pemula. Meski persiapannya sederhana, namun capaiannya luar biasa,” ungkapnya.

Sri Wulan Retno Sari berhasil meraih posisi ke-4 dari 58 peserta, sementara Fitriatun Nufus masuk dalam 10 besar sebagai juara ke-9. Ustadz Karim menyoroti kendala persiapan singkat menjelang kompetisi, di mana hanya ada waktu 1 pekan untuk menyesuaikan standar persyaratan panitia.

“Persiapan hanya dilakukan dalam 1 pekan guna memenuhi standar yang diminta panitia. Meskipun anak-anak biasanya berlatih di halaman pondok dengan jarak 6-7 meter, namun dalam kompetisi, jarak minimal yang diharapkan adalah 12-15 meter,” terangnya.

Mengenai sarana berlatih, ustadz Karim mengakui bahwa baik tempat maupun perlengkapan masih kurang memadai. “Selama sepekan, kita berlatih di tempat komunitas panahan lain yang memiliki lapangan luas, meskipun kita harus menyewa tempatnya,” katanya.

Namun, kendati keterbatasan sarana, ustadz Karim memberikan keyakinan kepada anak-anak untuk tetap semangat dan istiqomah dalam berlatih. Meskipun perwakilan PPTQ Al Himmah untuk tingkat SMP harus terhenti di 20 besar, semangat dan semangat belajar tetap dijunjung tinggi.

Reporter: Bahri

Direktur Pemakaman Militer Israel: Kami Menguburkan 50 Tentara Dalam Waktu 48 Jam

Al-QUDS (jurnalislam.com)- Direktur pemakaman militer Zionis di Gunung Herzl, sebelah barat Al-Quds yang diduduki, David Oren Baruch, mengakui bahwa dalam waktu 48 jam sebanyak 50 tentara Zionis telah dimakamkan.

Baruch mengatakan, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perang Zionis Israel pada hari Ahad (19/11/2023): “Pada satu titik, kami menguburkan 50 tentara dalam waktu 48 jam.”

“Kita sedang melalui periode di mana pemakaman dilakukan setiap jam, dan terkadang setiap satu setengah jam,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, “Kami harus membuka kuburan dalam jumlah besar, dan di Gunung Herzl saja, kami membawa sekitar 50 jenazah untuk dimakamkan dalam waktu 48 jam,” ungkapnya.

Saat ini, Israel mengakui bahwa 380 tentara dan perwira telah terbunuh sejak perang dimulai pada tanggal 7 Oktober.

Sebagian besar tentara ini tewas pada hari pertama perang di dalam pangkalan militer Zionis dan kota-kota di sekitar Jalur Gaza.

Otoritas penyiaran pemerintah Zionis Israel melaporkan pada hari Ahad bahwa 60 tentaranya tewas dalam agresi darat di Jalur Gaza utara sejak 27 Oktober.

Sumber: SABA

Reporter: Bahri

Kejahatan Perang, Israel Serang Sekolah dan Kamp Pengungsi Jabalia

GAZA (jurnalislam.com)- Pejabat Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengatakan lebih dari 80 orang tewas pada hari Sabtu (18/11/2023) dalam dua serangan Israel di kamp pengungsi Jabalia.

“Sedikitnya 50 orang tewas dalam serangan fajar di sekolah Al-Fakhoura yang dikelola PBB di kamp tersebut,” kata pejabat kementerian tersebut kepada AFP.

Serangan Israel tersebut memicu kecaman dari PBB. Para pejabat PBB mengatakan ribuan pengungsi Palestina telah berlindung di sekolah tersebut,

“Berita tragis mengenai terbunuhnya anak-anak, perempuan dan laki-laki.” kata Martin Griffiths, selaku sekretaris Jenderal untuk Urusan Kemanusiaan PBB.

“Tempat penampungan pengungsi adalah tempat yang aman, Sekolah adalah tempat untuk belajar.” tulisnya di Twitter.

“Warga sipil tidak dapat dan tidak seharusnya menanggung penderitaan ini lebih lama lagi. Kemanusiaan harus menang.” terangnya.

Pejabat PBB lainnya juga menyatakan keterkejutan mereka atas serangan tersebut, termasuk Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini, yang mengatakan bahwa ia telah melihat “gambar mengerikan” dari serangan tersebut, dan menambahkan bahwa “gencatan senjata demi kemanusiaan tidak bisa ditunda lebih lama lagi.”

Video di media sosial yang diverifikasi oleh AFP menunjukkan mayat-mayat berlumuran darah dan debu di lantai sebuah gedung, dengan kasur yang terjepit di bawah meja sekolah.

Jabalia, di Jalur Gaza utara, adalah kamp pengungsi terbesar di wilayah Palestina, tempat sekitar 1,6 juta orang mengungsi akibat pertempuran antara Israel dan Hamas yang berlangsung lebih dari enam pekan.

Awal bulan ini, Kementerian Kesehatan mengatakan 15 orang tewas akibat serangan Israel di sekolah yang sama. UNRWA mengatakan empat sekolahnya di Jalur Gaza yang menampung pengungsi akibat perang telah rusak akibat pemboman.

Serangan terpisah terhadap gedung lain di kamp Jabalia pada hari Sabtu menewaskan 32 orang dari keluarga yang sama, 19 di antaranya adalah anak-anak, kata pejabat kementerian kesehatan.

Kementerian merilis daftar 32 anggota keluarga Abu Habal yang dikatakan telah meninggal.

Pada awal bulan November, lebih dari 200 orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam tiga hari berturut-turut pemboman Israel di Jabalia.

Menurut laporan otoritas kesehatan Gaza, operasi darat dan udara tanpa henti yang dilakukan tentara Israel telah membunuh 12.300 orang, lebih dari 5.000 di antaranya adalah anak-anak.

Sumber: The New Arab

Reporter: Bahri

Abu Ubaidah: Penjajah Melakukan Kejahatan Terhadap Bayi Prematur di RS Al-Shifa

GAZA (jurnalislam.com)- Brigade Al-Qassam, sayap militer kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada Sabtu (18/11/2023) menegaskan bahwa jumlah tentara Israel yang tewas dalam pertempuran di Gaza jauh lebih besar dari yang telah diumumkan oleh pemerintah Israel.

“Kami kabarkan kepada kelompok musuh bahwa jumlah korban tewas jauh lebih besar dari yang Anda perkirakan,” kata juru bicara Al Qassam, Abu Ubaidah dalam sebuah video yang dilansir Al Jazeera Mubasher.

“Mujahidin kami menghancurkan sebuah apartemen tempat pasukan khusus musuh bersembunyi di Beit Hanoun, yang mengakibatkan terbunuhnya dan terlukanya semua tentara di sana,” sambungnya.

Ia juga mengatakan dalam tempo 4 hari terakhir, Brigade Al Qassam berhasil menghancurkan 62 kendaraan militer musuh.

“Mujahidin kami berada di lapangan, mengejar pasukan dan kendaraan musuh dari jalan ke jalan,” kata Abu Ubaidah.

“Kami telah mempersiapkan diri untuk pertahanan jangka panjang, dan semakin lamanya waktu yang dihabiskan oleh penjajah di Gaza, semakin besar pula kerugian yang dideritanya,” tegasnya.

Lebih lanjut Abu Ubaidah mengungkapkan masuknya pasukan Israel ke Kompleks Medis Al-Shifa adalah bentuk skandal internasional.

“Penjajah terus melakukan pelanggaran dan kejahatan terhadap bayi prematur dan warga sipil,” katanya.

“Apa yang dicari penjajah di Rumah Sakit Al-Shifa adalah hal yang konyol dan hanya sekedar mencari fatamorgana.” pungkasnya.

Diakhir pernyataannya Abu Ubaidah menegaskan bahwa Al Qassam telah mempersiapkan diri untuk pertahanan jangka panjang, berkesinambungan, dan fleksibel dari segala arah.

Sumber: Al Jazeera Mubasher

Reporter: Bahri

Ribuan Pelajar Solo Ikuti Apel Akbar Milad Muhammadiyah 111

SOLO (jurnalislam.com)- Ribuan pelajar mengikuti apel akbar milad ke-111 Muhammadiyah di Lapangan Sumber, Banjarsari, Solo, Sabtu (18/11/2023). Kegiatan ini bertujuan untuk memperingati milad Muhammadiyah sekaligus menggerakan eksistensi kader-kader yang berada di persyarikatan Muhammadiyah melalui kader Hizbul Wathan.

Peserta apel akbar diperkirakan mencapai 7.000-an orang. Semua peserta memakai seragam Hizbul Wathan (HW). Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, K.H. Drs. Anwar Sholeh, M.Hum. menjelaskan alasan peserta berseragam HW, karena ingin agar semangat HW di Solo dapat lebih semarak lagi.

“Sekitar 7000 peserta hadir dalam apel akbar milad Muhammadiyah hari ini. Peserta tersebut terdiri atas siswa dari TK, SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK Muhammadiyah, Perguruan Muhammadiyah dan Aisyiyah, pimpinan dan pengurus majelis, cabang ranting, dan lembaga amal usaha Muhammadiyah,” jelasnya.

K.H. Anwar Sholeh juga berharap Muhammadiyah semakin unggul dan maju baik pelayanan pendidikan, kesehatan, dan segala pelayanan yang berkaitan dengan kemasyarakatan. Muhammadiyah bisa menjaga dan melayani berbagai kepentingan yang ada di masyarakat.

Tentang sikap politik Muhammadiyah, K.H Anwar Sholeh menyampaikan Muhammadiyah selalu menjaga kedekatan atau jarak yang sama untuk seluruh kekuatan politik. Ia pun menegaskan Muhammadiyah mendukung yang baik, konstruktif, dan tenang. Muhammadiyah mengharapkan pemilu dapat berlangsung dengan tenang, damai, dan tidak ada masalah apa pun.

Sesuai dengan tema Milad Muhammadiyah ke-111 yakni ikhtiar menyelamatkan semesta, K.H. Anwar Sholeh berpesan jika orang Muhammadiyah selalu mewujudkan terwujudnya segala kebaikan dan menghindari segala yang merusak dan merugikan maka ikhtiar ikut mencerahkan memajukan dan menjadikan dunia tenang dan baik akan dapat tercapai.

Selaku pembina apel akbar, Ramanda Drs. H. M. Joko Riyanto, S.H., M.M., M.H., menyampaikan pesan risalah berkemajuan hasil muktamar di Solo. Risalah berkemajuan sebagai bagian dari rumusan ideologi Muhammadiyah dan memiliki lima karakteristik pilar utama.

Pilar tersebut antara lain berlandaskan pada tauhid bersumber pada Al Quran dan As Sunah, menghidupkan ijtihad dan tajdid, mewujudkan rahmat bagi seluruh alam. Ditegaskan pula bahwa Islam yang menjunjung tinggi kemuliaan manusia baik laki-laki maupun perempuan tanpa diskriminasi.

Islam yang menggelorakan anti perang, anti terorisme, anti kekerasan, anti penindasan, anti keterbelakanngan, anti terhadap segala bentuk pengrusakan di muka bumi seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasan, kejahatan kemanuasian, eksploitasi alam, dan berbagai kemungkaran yang menghancurkan kehidupan alam.

“Muhammadiyah berkomitmen untuk terus mengembangkan pandangan Islam yang berkemajuan sebagaimana spirit awal kelahiran yang diperkenalkan oleh pendiri Muhammadiyah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kwarda Hizbul Wathan Kota Surakarta, Yatimun mengapresiasi pelaksanaan kegiatan apel akbar milad Muhammadiyah hari ini. Ia pun berharap semoga ke depan Muhammadiyah lebih berkemajuan dan berguna bagi nusa bangsa.

Salah satu peserta apel akbar, Aji Muhammad Raihan, siswa SMP Muhammadiyah PK mengaku senang dan seru mengikuti kegiatan tersebut. Ia bisa berkumpul dengan teman-teman semasa kader HW dari sekolah lain.

“Kegiatan apel akbar mampu meningkatkan rasa persaudaraan, perdamaian, dan kedisiplinan,” ungkapnya.

Apel Akbar dimeriahkan oleh penampilan saat pra acara oleh siswa-siswi kader HW dari SD Muhammadiyah 1 Surakarta berupa penampilan seni bela diri tapak suci Putera Muhammadiyah dan Tari Reog khas Ponorogo. Terdapat pula penampilan drum band dari TK Aisyyah Al Amin.

KITA Palestina Gelar Seminar Kemanusiaan Bersama Syaikh Prof Murawweh Nashar Bahas Kondisi Terkini Gaza

JAKARTA (jurnalislam.com)- Komite Solidaritas Palestina (KITA Palestina) mengadakan Diskusi dan Seminar Kemanusiaan Perjuangan Kemerdekaan Palestina bekerjasama dengan Ormas Wahdah Islamiyah, Wahdah Inspirasi Zakat, dan Pengurus Masjid Jakarta Islamic Center, bertempat di Ruang Basement Convention Hall JIC Jakarta Utara, dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan, Rabu (15/11/2023).

Kegiatan ini menghadirikan dua pemateri yakni Syaikh Prof. Dr. Murawweh Nashar (Anggota Komisi Baitul Maqdis di Persatuan Ulama Muslim Internasional dan Anggota Pendiri Komisi Ulama Palestina), serta Ustadz Ustadz Ilham Jaya, Lc., M.HI selaku (Wakil Ketua KITA Palestina).

“Kami berterima kasih kepada pihak penyelenggara atas kegiatan kita saat ini baik oleh KITA Palestina, Wahdah Islamiyah dan pengurus Masjid serta jamaah sekalian,” kata Syaikh Murawweh yang diterjemahkan oleh Ustaz Ir. Whisnu Budi Prihatin.

Ustadz Ilham Jaya dalam penyampaiaanya menjelaskan bahwa kegiatan ini diadakan untuk mengetahui tentang keutamaan dan kewajiban kita kepada Al-Aqsha.

“Kegiatan kita ini untuk mengetahui keutamaan Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsa, kemudian kewajiban kaum muslimin dalam membela dan menjaga kesuciannya, apalagi di saat-saat ini ketika saudara-saudara kita di sana sedang menghadapi ujian sehingga sangat penting bagi kita umat Islam untuk tidak menunda diri mengulurkan tangan membantu mereka yang telah mewakili kita umat Islam dalam menjaga kehormatan dan kesucian Al Masjidil Aqsa kedepan,” ujarnya.

Wakil Ketua KITA Palestina tersebut, juga menjelaskan bahwa Syaikh Murawweh melakukan safari dakwah ke Indonesia selain menjalin silaturrahim juga untuk menjelaskan tentang kondisi kemanusiaan yang sebenarnya sedang terjadi di Palestina, melihat banyaknya informasi yang tidak lengkap konteks penjelasannya.

Dalam materinya, Syaikh Murawweh mengungkapkan tiga hal, pertama tentang keutamaan masjidil Aqsa, kedua menjelaskan tentang bagaimana kondisi saat ini disana, serta ketiga apa kontribusi dan kewajiban kita dalam membantu rakyat Palestina.

“Masjidil Aqsa adalah tempatnya Nabi-Nabi hidup di dalamnya sebagaimana Nabi Isa, Nabi Ibrahim dan juga sebagai tempat diangkatnya Nabi Muhammad menhadap kepada Allah yang kita kenal dalam peristiwa isra mi’raj. Masjidil Aqsa juga adalah kiblat pertama kaum muslimin, serta masjid yang diwasiatkan Nabi Muhammad kepada seluruh kaum muslimin, maka banyak para ulama yang menghabiskan umurnya di masjidil Aqsa,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa para sahabat Nabi saking seringnya melihat atau mendengarkan Rasulullah menyampaikan tentang Masjidil Aqsa, sampai-sampai para sahabat mengira ini jauh lebih mulia dibandingkan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

Lebih lanjut, Dai yang telah berdakwah selama 40 tahun tersebut dan konsisten pada pembahasan tentang Al-Aqsha dan Palestina membeberkan alasan Zionis berupaya merengguk Al-Aqsha dari tangan kaum muslimin.

“Kondisi yang terjadi saat ini di bumi Palestina, dimana Zionis menyerang dan menguasai apa-apa yang ada di sana, mereka membantai dan memerangi kaum muslimin di sana, mereka yang sangat terobsesisi membangun tempat ibadah, karena mereka mengklaim bahwasanya di bawah qubbatus sakhra adalah tempat tinggal dan ibadah mereka,” terangnya.

“Qubbatus sakhra adalah tempat dimana Rasulullah pertama kali melaksanakan perintah kewajiban salat lima waktu dan salat yang pertama dikerjakan oleh Rasulullah waktu itu adalah salat fajar. Di mana saat ini tempat yang pernah dipakai oleh Rasulullah tersebut salat, orang Yahudi ingin membangun tempat ibadah di bawahnya, pertanyaannya. Apakah kita rela dan ridho orang Yahudi itu membangun tempat ibadahnya di situ, tentu tidak,” tambahnya.

Syaikh Murawweh juga menceritakan pengorbanan orang-orang Palestina dengan jiwa, diri, harta dan seluruh yang mereka miliki untuk menjaga kemuliaan kaum muslimin dan Masjidil Aqsha. Inilah yang menjadi alasan mengapa kita juga berkewajiban membela Palestina.

“Apa tugas dan jawab kita terhadap Masjidil Aqsa, tentu sesuai dengan apa yang kita mampu dengan berdakwah, berjihad, termasuk dalam rumah tangga bagaimana mengajarkan anak-anak kita tentang Masjidil Aqsa, termasuk jihad dengan apapun yang kita miliki baik dengan harta dan termasuk doa. Kita semua berkewajiban. Kaum muslimin di Palestina rela mengorbangkan diri, jiwa, harta dan seluruh apa yang mereka miliki untuk berjuang dan mempertahankan Masjidil Aqsa,” pungkasnya.

Pada Senin (30/10/2023), KITA Palestina telah mengumpulkan bantuan masyarakat Indonesia dan telah disalurkan tahap 1 melalui LAZNAS Wahdah Inspirasi Zakat, Berupa bahan makanan, air minum dan hal-hal yang dibutuhkan secara umum oleh korban-korban.

Utang Israel Mencapai Rp 123 Triliun Sejak Dimulainya Perang dengan Hamas

PALESTINA (jurnalislam.com) – Kementerian Keuangan Israel mengumumkan pada hari Senin (13/11/2023) bahwa Israel telah menumpuk utang sekitar 30 miliar shekel (sekitar Rp.123 triliun) sejak dimulainya perang melawan pejuang Hamas.

“Lebih dari setengahnya sekitar 16 miliar shekel merupakan utang dalam mata uang dolar yang dikumpulkan melalui penerbitan di pasar internasional,” katanya.

Pemerintah Israel pada hari menambah utang lagi 3,7 miliar shekel lagi di pasar lokal dalam lelang obligasi mingguannya.

“Kemampuan pendanaan negara Israel memungkinkan pemerintah untuk membiayai seluruh kebutuhannya secara penuh dan optimal,” kata divisi akuntan jenderal kementerian.

Perang yang dimulai pada 7 Oktober meningkatkan pengeluaran Israel secara tajam untuk mendanai militer serta memberikan kompensasi kepada bisnis di dekat perbatasan dan keluarga korban serta keluarga sandera yang disandera oleh Hamas. Sementara itu, pada saat yang sama, penerimaan pajak melambat.

Akibatnya, Israel mencatat defisit anggaran sebesar 22,9 miliar shekel pada bulan Oktober, melonjak dari 4,6 miliar pada bulan September dan meningkatkan defisit pada 12 bulan sebelumnya menjadi 2,6%.

Kementerian Keuangan Israel mengatakan pihaknya akan terus beroperasi “di semua saluran untuk membiayai kegiatan pemerintah, termasuk semua kebutuhan yang timbul dari perang dan bantuan ekonomi dan sipil ke dalam negeri.”

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk “membuka keran” untuk membantu mereka yang terkena dampak perang, yang diyakini para ekonom akan secara tajam meningkatkan defisit dan rasio utang terhadap PDB hingga tahun 2024.

Namun Gubernur Bank of Israel Amir Yaron mengatakan pemerintah perlu menyeimbangkan “mendukung perekonomian dan mempertahankan posisi fiskal yang sehat.”

Lembaga pemeringkat kredit telah memperingatkan bahwa mereka dapat menurunkan peringkat Israel jika metrik utang memburuk.

Akuntan jenderal tersebut membantah laporan media Israel bahwa negaranya akan mengajukan pinjaman dari Bank Israel untuk pertama kalinya sejak tahun 1986.

Sumber: Reuters

Reporter: Bahri

Penurunan Bisnis, PT Nestle Pasuruan Mendadak PHK Ratusan Karyawan, Efek Boikot?

PASURUAN (jurnalislam.com)- PT Nestle Indonesia memutus hubungan kerja (PHK) 126 karyawannya di Pabrik Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur.

Manajemen mengatakan kebijakan dilakukan karena mereka sedang melakukan penyesuaian bisnis agar perusahaan bisa lebih tangkas. Nestle mengklaim efisiensi ini dilakukan demi mengejar peluang terus tumbuh di masa mendatang.

“Sebagai hasil dari perubahan ini, dengan menyesal, beberapa peran karyawan akan terdampak,” kata pernyataan resmi manajemen Nestle Indonesia, Selasa (14/11).

Kabar PHK massal ini menyeruak dari Presiden Federasi Serikat Buruh Makanan dan Minuman (FSBMM) Dwi Haryoto.

“Manajemen melakukan efisiensi dalam waktu yang sangat singkat. Pihak perusahaan mengomunikasikan adanya penurunan bisnis dalam waktu dua minggu terakhir dan akan melakukan efisiensi dari sisi jumlah buruh yang bekerja di Pabrik Nestle Kejayan,” kata Dwi dalam keterangan resmi.

Sebanyak 126 orang anggota diberikan Surat Pembebastugasan dari kewajiban bekerja setelah Pengusaha melakukan Townhall Business Update pada tanggal 31 Oktober 2023.

“Sangat disayangkan manajemen melakukan efisiensi dalam waktu yang sangat singkat,” katanya.

Ia menghormati jika memang efisiensi tak terhindarkan, tetapi bukan dilakukan secara wajib atau paksaan. Dwi juga mengatakan PHK yang menimpa ini sangat mendadak,

“Pemberitahuan efisiensi secara mendadak ini baru terjadi pertama kali setelah Pabrik Nestle Kejayan berdiri selama 35 tahun,” ujarnya.

Para buruh pun melakukan aksi protes kepada Nestle Indonesia pada awal pekan ini. Aksi dilakukan SBNIK bersama serikat regional FSBMM di Kantor Pusat Nestle Indonesia Jakarta serta Pabrik Nestle Kejayan Pasuruan.

Sebagaimana diketahui, Nestle menjadi salah satu merek yang diboikot oleh para pendukung Palestina karena dianggap memberikan dukungan kepada Israel.

Reporter: Bahri

Belajar Kearifan Lokal, Siswa SMP Muhammadiyah PK Home Stay di Desa

BOYOLALI (jurnalislam.com)- Mengakrabkan para siswa dengan masyarakat desa menjadi salah satu cara SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengajarkan karakter kearifan lokal. Melalui program home stay tersebut, 124 siswa kelas 7 menginap di rumah penduduk Desa Pilang, Ketitang, Nogosari, Boyolali selama tiga hari dua malam pada Kamis-Sabtu (2-4/11/2023).

Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd., menyampaikan program unggulan sekolah berupa home stay memang didesain untuk mengajak para siswa belajar di masyarakat. Kegiatan tersebut untuk memperkuat karakter kearifan lokal para siswa seperti kemandirian, rasa syukur, dan gaya hidup sederhana.

“Kegiatan home stay rutin dilakukan setiap tahun dan wajib diiikuti siswa kelas 7. Para siswa kita titipkan di rumah orang tua asuh selama tiga hari dua malam untuk mengikuti kegiatan bersama orang tua tersebut seperti mengolah sawah, mencari pakan ternak, membantu memasak, keberihan di rumah, dan sebagainya,” ungkapnya.

Hari pertama home stay, para siswa melakukan ramah tamah dengan orang tua asuh, mengenal profil keluarga, dan mengenal lingkungan masyarakat sekitar. Selain itu, para siswa mengajar santri dan menggelar ragam perlombaan di TPA Masjid Taqwa.

Perlombaan tersebut seperti lomba azan, lomba hafalan surat, mewarnai, lomba tafidz, murrotal, dan mewarnai. Agar melatih percaya diri tampil di depan publik, setiap selesai sholat berjamaah secara bergiliran para siswa melakukan ceramah kultum.

Hari kedua, para siswa diajak untuk belajar ke home industri di Desa Pilang. Terdapat home industri pembuatan tempe dan rambak. Mereka naik kereta kelinci sembari menikmati suasana sejuk persawahan. Pemilik home industri pembuatan tempe, Pak Agus, mengaku senang menerima kedatangan para siswa.

Pak Agus mengajak para siswa melihat proses pembuatan tempe. Hal serupa juga disampaikan Bu Yuli, pemilik home industri pembuatan rambak. Ia mengajak para siswa praktik memotong adonan rambak.

“Saya jelaskan kepada anak-anak bagaimana cara membuat rambak dari mempersiapkan tepung terigu, tepung tapioka, bumbu ketumbar, membuat adonan hingga memotong adonan rambak,” ungkap Yuli, pengusaha rambak.

Salah satu siswa peserta home stay, Nadira Evaretta Althaf mengaku senang mengikuti home stay. Ia mengaku baru pertama kali menjadi panitia lomba TPA di masjid.

“Saya ikut merasakan antusias lomba dengan senang dan bahagia. Karena baru pertama kali untuk menjadi panitia dan mengajari anak-anak TPA. Adik-adik juga langsung akrab dengan kami,” ceritanya.

Siswa kelas 7 mengikuti kegiatan home stay di Desa Pilang, Ketitang, Nogosari, Boyolali (1)
Siswa menyalurkan bakti sosial berupa sembako kepada masyakarat di desa

Sementara itu, Takmir Masjid At Taqwa, Pilang, Supriyatno, merasa senang dan bahagia karena suasana desa menjadi seperti kampung santri. Biasanya suasana sepi, sekarang mendadak desa menjadi ramai aktivitas anak-anak.

Hari terakhir home stay diisi dengan kegiatan pengajian dan bakti sosial. Pengajian akbar digelar di Masjid Taqwa Pilang dengan pembicara Ustadz Muhammad Muslih S.Ag, M.Ag. Peserta pengajian adalah warga masyarakat desa.

Adapun, bakti sosial digelar pada Sabtu pagi. Baksos berupa tebus murah paket sembako seharga sepuluh ribu rupiah. Paket sembako berisi minyak, beras, gula, teh, mi, dan kecap. Para siswa membantu menyalurkan baksos kepada masyarakat.

Aliansi Rakyat Bela Palestina Dukung Fatwa MUI Untuk Boikot Produk Pro Israel

SURABAYA (jurnalislam.com)- Aliansi Rakyat Bela Palestina menghimbau umat Islam untuk tidak membeli maupun mengunakan produk-produk yang memberikan dukungan terhadap penjajahan zionis Israel ke Palestina.

Hal itu, mereka sampaikan dalam aksi super damai doa bersama dan penggalangan dana untuk Palestina di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Ahad pagi (12/11/2023).

“Menyerukan kepada segenap masyarakat untuk memboikot produk-produk yang secara terang-terangan mendukung penjajahan Israel sebagaimana contohnya telah ditetapkan Fatwa MUI No. 83 tahun 2023 tentang hukum dukungan terhadap perjuangan palestina maupun kebijakan institusi lain,” kata orator aksi dalam pembacaan penyataan sikap aliansi tersebut.

Lebih lanjut, mereka juga mengungkapkan bahwa adanya pihak tertentu yang diskriminasi terhadap dukungan atas Palestina.

“Menolak standar ganda bahkan diskriminasi terhadap dukungan atas Palestina yang diterapkan oleh pihak tertentu yang membatasi termasuk melarang kampanye ajakan kemerdekaan Palestina baik di dunia nyata maupun maya,” katanya.

Sebagaimana diketahui, hari ini kampanye semangka kembali digunakan, sebagai cara pengguna media sosial menghindari sensor dan pembatasan konten.

Pemerintah Israel memang telah lama menjalankan upaya sistemik secara global untuk membungkam dan menghilangkan jejak digital Palestina.

Di bawah propaganda Israel, platform digital menerapkan lebih dari 4.800 tindakan pembatasan terhadap konten mengenai Palestina, termasuk penutupan akun dan shadowbanning (pembatasan distribusi konten) tanpa pemberitahuan dan persetujuan pemilik akun.

Reporter: Suroji