Hujan Deras Rendam Puluhan Tenda Pengungsi Palestina di Khan Younis

Hujan Deras Rendam Puluhan Tenda Pengungsi Palestina di Khan Younis

GAZA (jurnalislam.com)- Hujan deras kembali memperparah kondisi pengungsi Palestina di Khan Younis, Gaza selatan, pada Sabtu (15/11/2025). Pertahanan Sipil Gaza dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa timnya dikerahkan untuk menangani puluhan tenda yang terendam air di beberapa area Al-Mawasi, wilayah pesisir barat Khan Younis.

Sejak Jumat dini hari, Gaza diguyur hujan akibat sistem tekanan rendah yang membawa udara dingin dan cuaca ekstrem. Kondisi ini semakin memperburuk penderitaan sekitar 1,5 juta pengungsi yang telah kehilangan tempat tinggal akibat agresi Israel.

Menurut kantor media pemerintah Gaza, 93 persen tenda pengungsian sekitar 125.000 dari total 135.000 kini tidak lagi layak huni karena cuaca buruk serta kerusakan parah imbas pemboman Israel.

๐—ฃ๐—•๐—• ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ๐—ธ ๐—œ๐˜€๐—ฟ๐—ฎ๐—ฒ๐—น ๐—œ๐˜‡๐—ถ๐—ป๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—ฎ๐˜€๐˜‚๐—ธ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐— ๐—ฎ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ฎ๐—น ๐—ง๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐—ง๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ๐—น

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Sabtu mendesak masuknya bahan-bahan tempat tinggal ke Gaza setelah hujan deras membanjiri tenda-tenda warga yang mengungsi.

โ€œMusim dingin telah tiba di Gaza,โ€ tulis UNRWA melalui platform X.

โ€œHujan musim dingin membuat kondisi semakin memprihatinkan. Keluarga-keluarga berlindung di mana pun mereka bisa, termasuk di tenda-tenda darurat,โ€

UNRWA menegaskan bahwa mereka memiliki persediaan tempat tinggal yang sangat dibutuhkan untuk membantu warga menghadapi musim dingin. Namun Israel terus memblokir masuknya material seperti tenda dan rumah mobil, meskipun hal itu telah menjadi bagian dari kewajiban dalam perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober.

Fase pertama dari kesepakatan gencatan senjata berdasarkan rencana 20 poin Presiden AS Donald Trump mencakup pembebasan sandera Israel dengan imbalan tahanan Palestina, serta tahap awal rekonstruksi Gaza dan pembentukan mekanisme pemerintahan baru tanpa Hamas.

Israel telah menewaskan lebih dari 69.000 warga Palestina di Gaza sejak Oktober 2023. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Serangan tanpa henti itu telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza menjadi puing-puing, meninggalkan jutaan orang hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. (Bahry)

Sumber: TRT

Bagikan