Berita Terkini

Maulid Nabi, Momen Pengingat Agar Umat Lebih Taat

BANDARLAMPUNG(Jurnalislam.com)— Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung, Prof Moh Mukri, mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi pengingat kepada umat Muslim agar lebih taat kepada ajaran agama.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini momentum kita untuk taat ajaran agama Islam,” kata Mukri saat dihubungi di Bandarlampung, Selasa (19/10).

Selain itu, lanjut dia, sebagai pengikutnya umat Islam seharusnya dapat bersyukur dengan mengingatnya setiap hari dan mengimplementasikan seluruh ajarannya dengan penuh keyakinan.

Terkait adanya pemunduran hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW, Ketua MUI Lampung itu mengatakan hal tersebut bukanlah menjadi suatu masalah karena tidak mengubah maknanya.

Sebab, lanjut dia, dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ini umat Muslim bukan sekedar memperingati harinya melainkan lebih kepada subtansinya.

“Yang terpenting itu subtansinya dimana kita diminta menjadikan Nabi Muhammad jadi panutan dalam setiap kehidupan,” kata dia.

Menurutnya pengunduran hari libur Maulid Nabi tersebut oleh pemerintah sudah tentu telah melalui pertimbangan-pertimbangan sehingga bukan menjadi persoalan yang harus dibesar-besarkan.

“Umat Islam tahu juga hari ini Maulid Nabi, tak masalah bila peringatannya diundur yang penting maknanya tidak, toh sholat pun yang wajib bisa dijamak atau qashar,” kata dia. (mui)

 

PTKIN Didorong Lakukan Transformasi Digital

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) diminta untuk bergegas dalam melakukan transformasi institusi, digitalisasi, dan internasionalisasi.

Hal ini dikatakan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam Kemenag  Suyitno saat menutup Focus Group Discussion (FGD) Forum Wakil Rektor II PTKIN se-Indonesia di Pekalongan, Senin (18/10/2021).

“Transformasi institusi yang sedang dilakukan Kementerian Agama adalah perubahan kelembagaan dari STAIN ke IAIN dan dari IAIN ke UIN,” terang Suyitno.

Transformasi digitalisasi yang dimaksudkan Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang, adalah perubahan dari sistem layanan manual ke digital. Pilot projeknya adalah didirikannya Universitas Islam Siber Syeh Nurjati (UISSI) Cirebon.

“Transformasi internasionaliasi meniscayakan perguruan tinggi untuk mampu bersaing dan berkualitas secara internasional, salah satunya melalui pendirian UIII Depok,” terang Mantan Direktur Guru dan tenaga Kependidikan (GTK) ini.

Di hadapan lima Rektor yang hadir dan 58 WR II PTKIN, Suyitno menegaskan bahwa Rektor/Pimpinan PTKI yang hebat adalah mereka yang meninggalkan legacy-nya sendiri. “Semakin hebat warisan yang ditinggalkan itu artinya semakin hebat Rector tersebut dan akan menjadi best practices bagi generasi setelahnya”, katanya.

“Ketika Bapak dan Ibu diberikan amanah menjadi pimpinan PTKIN, sejatinya hal yang harus melekat adalah tugas-tugas administratif, karenanya harus maksimal,” ujar Suyitno.

Rektor IAIN Pekalongan, Zaenal Mustaqim, mengatakan, FGD dan Evaluasi Tri Wulan III SBSN 2021 telah menghasilkan pokok-pokok pemikiran yang akan ditindaklanjuti. Di antaranya tentang review PMA No. 7/2018 tentang SSBOPT, besaran UKT TA. 2022, dan penyempurnaan ortaker PTKIN.

Zaenal mengatakan para rektor yang hadir telah melakukan telaah regulasi tentang ortaker PTKIN, dan ternyata memberikan peluang untuk penambahan lembaga semacam Rumah Moderasi Beragama dan Ma’had Al’Jamiáh.

Hadir dalam penutupan FGD, Rektor IAIN Kerinci Asyári, IAIN Metro Siri Nur Jannah, IAIN Ponorogo Evi Muafiah, IAIN Lhokseumawe Daniel, dan Ketua STAIN Majene Wasilah. Hadir juga, Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Ruchman Basori dan jajarannya serta unsur Pimpinan IAIN Pekalongan.

Gernas MUI Bantuk 100 Usaha Mikro Selama Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Gerakan Nasional Majelis Ulama Indonesia (Gernas-MUI) penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi menyoroti kemiskinan yang cukup ekstrem di beberapa wilayah khsususnya di provinsi Jawa Barat.

Hal ini sejalan dengan tugas Gernas MUI yang bukan hanya fokus untuk membantu masyarakat mencapai herd immunity dengan vaksinasi, tapi turut membantu masyarakat dalam menyelesaikan masalah ekonomi.

Sampai akhir tahun ini, Gernas MUI menargetkan membagikan bantuan kepada 1000 usaha mikro di kabupaten yang masuk kedalam kategori ekstrem khususnya di Jawa Barat

“Bantuan kepada 100 usaha mikro di kabupaten yang masuk dalam kategori miskin ekstrem di Provinsi Jawa Barat ini, dapat membantu menyelesaikan masalah ekonomi akibat pandemi Covid-19,” kata ketua Gernas MUI KH Lukmanul Hakim, Senin (18/10).

Baca Juga  Satukan Langkah Pusat-Daerah, MUI Luncurkan Gerakan Nasional Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

Di Provinsi Jawa Barat terdapat lima kabupaten dalam kategori miskin ekstrem, yaitu Karawang dengan 4,51 persen atau 106.780 jiwa, Kabupaten Indramayu dengan 6,15 persen atau 106.690 jiwa, Kabupaten Cianjur 4 persen atau 90.480 jiwa, Kabupaten Kuningan 6,36 persen atau 69.090 jiwa, dan Kabupaten Bandung dengan tingkat kemiskinan 2,46 persen atau 93.480 jiwa.

Baca Juga  MUI-ACT-DD Gelar Vaksinasi Massal di Bogor Lewat Gerai Vaksinasi

Kata Lukman, ikhtiar dalam menanggulangi Covid-19 dan pemulihan ekonomi secara bersama terus digencarkan, terutama di daerah penyangga ibu kota yang masih rendah persentase penduduk yang sudah di vaksin. Seperti halnya di Kabupaten Bogor yang baru mencapai 24,04 persen.

Data dari Kementerian Kesehatan memperlihatkan tingkat vaksinasi di 8 kabupaten dan kota, penyangga ibu kota.

Persentase vaksin kedua di 8 Kabupaten dan kota penyangga ibu Kota per tanggal 17 Oktober 2021. Antara lain: Kota Bekasi 52,81 persen, Kabupaten Bekasi 41,24 persen dan Kabupaten Bogor 24,04 persen.

Selain itu data Kemenkes kota lainnya yakni: Kota Bogor 59,18 persen, Kota Depok 43,76 persen, kota Tangerang 58,45 persen, Kabupaten Tangerang 35,39 persen, dan Kota Tangerang Selatan 50,54 persen.

Baca Juga  FGD Pra-Ijtima Bahas Hadhanah Anak

Sejauh ini, Gernas MUI telah melakukan vaksinasi dan menyalurkan bantuan kemanusian berupa paket beras di kabupaten dan kota daerah penyangga Ibu Kota seperti Depok, Tangerang, Bogor, dan Bekasi. Totalnya, sebanyak 25.000 dosis vaksin.

Lukman yang juga Ketua MUI Bidang Pemberdayaan Ekonomi ini menuturkan, bahwa program vaksinasi akan terus dilakukan sampai mencapai presentase kekebalan komunitas 60 persen.

“(Oleh) karena itu, meskipun jumlah kasus Covid cenderung menurun, kita tidak boleh lengah, harus terus mengejar target kekebalan komunitas,” pungkasnya

Hari Santri, Para Santri Diminta Peracaya Diri Sebarkan Dakwah

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Rangkaian Peringatan Hari Santri 2021 dimeriahkan dengan Pagelaran Wayang bertajuk Semar Bangun Pesantren. Acara ini dilaksanakan secara hybrid berpusat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (20/10/2021) malam.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hadir di Asrama Pondok Gede, pukul 19.45 Wib. Menggunakan batik bermotif gambar Gareng ,salah satu tokoh wayang.

Pagelaran Wayang kali pertama di Kementerian Agama ini menghadirkan dalang Ki Gondong Al-Frustasi, sinden Agnes Sefronzo, dan pelawak Marwoto.

Pagelaran Wayang ini juga disiarkan secara langsung mulai pukul 19.30 WIB melalui kanal media sosial Kementerian Agama.

“Dalang Ki Gondong Al-Frustasi ini, Saya temukan di daerah Rembang. Ia bersemayam di tengah hutan, dalang muda, yang memiliki talenta yang tidak banyak kita temukan sekarang,” kata  Menag Yaqut, yang hadir bersama istrinya, Hj Eny Yaqut Cholil.

“Mudah-mudahan gelaran wayang malam ini menjadi inspirasi bagi anak-anak muda bangsa Indonesia, bahwa kita memiliki budaya, nilai-nilai tradisi, dan nilai-nilai keagamaan yang selalu membimbing masyarakat, dan ini perlu dilestarikan,” tambah Menag Yaqut.

Gus Yaqut, begitu ia disapa, menyampaikan bahwa gelaran wayang ini bagian dari suka cita Kementerian Agama terhadap peran penting santri yang turut memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Santri harus percaya diri. Karena, Santri bisa jadi presiden, wakil presiden, menteri, bupati, dan bisa jadi apa saja. Selamat hari santri, semoga benar-benar menjadi inspirasi,” tutup Gus Yaqut.

Dirjen Pendis, Muhammad Ali Ramdhani menyampaikan bahwa dalam menyemarakkan hari santri, malam ini Kementerian Agama mengadakan pagelaran wayang.

Bagi Ali Ramdhani, tokoh Semar dalam wayang, bisa menjadi sosok sebagai kyai yang membangun pesantren. Pesantren tidak hanya sebagai menara gading yang indah, elok dipandnag, namun harus bisa sebagai mercusuar yang dibutuhkan bangsa untuk pembangunan bangsa.

“Agama, dakwah, dan budaya sebagai satu nafas dalam membangun peradaban. Agama lebih manusiawi dengan tampilan kearifan lokal,” kata Ali Ramdhani.

Ali Ramdhani berharap, dengan pagelaran wayang ini, semua yang menyaksikan utamanya para santri di seluruh penjuru Indonesia dapat mengambil pesan dan nilai tradisi, dan agar santri menjadi piara kebudayaan.

“Santri harus menampilkan wajah-wajah yang ramah, tidak mengejek, dan dapat menampilkan nilai-nilai rahmatan lil alamin,” tutup Ali Ramdhani.

Tampak hadir Sekjen Kemenag RI, Nizar Ali, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono Abdul Ghofur, pejabat eselon I, II, III di Kementerian Agama.

 

DMI Salurkan Rp 1 Miliar  untuk RSIH di Palestina

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyalurkan bantuan Rp 1 miliar untuk Rumah Sakit Indonesia Hebron (RSIH) di Palestina, melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua Umum DMI Jusuf Kalla didampingi oleh Sekretaris DMI, Imam Addaruquthni menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada MUI.

Dalam sambutanya, Jusuf Kalla mengatakan, bahwa bantuan ini merupakan amal jariyah yang besar dan berkelanjutan.

“Nilai amal jariyah yang berkelanjutan, yang memberikan manfaat yang besar,” ujarnya, di Aula Buya Hamka, Gedung MUI Pusat, Jakarta (19/10).

Jusuf Kalla menambahkan, bantuan yang diserahkan untuk pembangunan RSIH di Palestina melalui MUI ini merupakan sumbangan dari masyarakat yang sangat penting.

 

Menurutnya, Indonesia sebagai bagian dari negara G20 sudah waktunya untuk melakukan diplomasi ‘tangan di atas’. Apalagi, rumah sakit yang dibangun nantinya akan dianggap rumah sakit Indonesia, bukan hanya MUI.

JK sapaan akrabnya, menyamakan hal tersebut dengan prestasi yang ditorehkan oleh para atlet Indonesia yang membawa harum di kancah internasional. “Itu akan mengangkat nama Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, DMI sendiri disambut oleh para Pimpinan MUI di antaranya Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar, Sekertaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, Bendahara Umum MUI Misbahul Ulum, serta Ketua MUI bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat KH Lukmanul Hakim.

Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar dalam sambutanya menyampaikan rasa terimakasih kepada DMI atas bantuan yang diberikan untuk nantinya diserahkan untuk RSIH.Baginya, ini merupakan sebuah Amanah.

 

“(Sekaligus) ini amalan yang luar biasa,’’tambahnya.

Kiai Miftachul juga mengibaratkan masjid semacam parlemen yang anggotanya tidak membedakan ras, kedudukan pangkat serta status sosial.

Ia juga menceritakan pengalamanya saat berkunjung ke Hebron, Palestina. Menurutnya, situasi di Hebron cukup mencengkam.

“Kami sebelum berangkat sudah ada insiden tembak menembak,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan mengungkapkan bahwa pembangunan RSIH diinisiasi oleh JK saat masih menjadi Wakil Presiden RI.

“Perhatian beliau sangat intens supaya Indonesia memiliki suatu momentum, untuk membangun sarana prasarana kepada Palestina yang mengalami penderitaan,” ungkapnya.

Untuk pembangunanya RSIH, Buya Amirsyah mengaku terharu dengan banyaknya Gerakan dari masyarakat untuk palestina meskipun masih di tengah pandemi Covid-19.

 

Hingga saat ini, kata dia, banyak Gerakan masyarakat seperti yang dilakukan melalui kitabisa.com, Ustad Adi Hidayat maupun dari DMI untuk membantu Palestina.

“Saat ini masyarakat terus melakukan gerakan, termasuk di Aceh memberikan donasi,” tuturnya.

Selain itu, Buya Amirsyah menambahkan, komunikasi dan MoU dengan berbagai pihak termasuk Walikota Hebron terus dilakukan. Tujuannya, untuk membantu Palestina.

Kata Buya Amirsyah, MUI bersyukur dan berterimakasih atas pemberian donasi Rp 1 Miliar dari DMI untuk nantinya disalurkan kepada Palestina, dan memberikan doa kepada Jusuf Kalla dan KH Miftachul Akhyar.

“Kami Bersyukur dan berterimakasih. Semoga allah memberikan Kesehatan dan keberkahan,” pungkasnya. (mui)

 

Berkarakter, Santri Disebut Pemenang di Masa Depan!

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjadi pembicara pada Webinar Internasional dalam rangka memperingati Hari Santri 2021. Acara ini digelar RMI-PBNU dengan tema Santri Membangun Negeri: Sudut Pandang Politi, Ekonomi, Budaya, dan Revolusi Teknologi.

Dalam acara yang dihadiri banyak santri baik dari dalam dan luar negeri, Menag menyampaikan bahwa masa depan akan dimenangkan oleh para santri hari ini. Hal ini sangat dimungkinkan dengan sistem pendidikan yang diterapkan oleh pesantren.

“Di masa depan, anak anak yang ada di pesantren ini yang akan memenangkan kompetisi. Mengapa? karena ketika santri masuk ke dalam pesantren, berinteraksi dengan santri dan para kiai, disitulah nilai pendidikannya,” tegas Menag di Jakarta, Rabu (20/10/2021).

“Pendidikan dapat dilihat dan dirasakan secara langsung melalui tata krama yang dicontohkan langsung dari para kiainya,” lanjutnya.

Tata krama dan adab, menurut Menag, akan membentuk karakter. Dan manusia yang akan menang itu adalah manusia yang memiliki karakter.

 

Di masa mendatang, santri akan semakin banyak berkiprah membangun dan berdayaguna membangun bangsa Indonesia melalui berbagai peran, seperti: menjadi presiden, wakil presiden, menteri, dan komisarris BUMN.

“Dan itu bukan lamunan dan imajinasi saja,” ungkap Menag.

Tugas kita sekarang, menurut Menag, adalah mempersiapkan para itu semua. Kemenag dengan tangan terbuka siap bekerja sama dengan seluruh pihak untuk agenda besar ini.

Menag melanjutkan, jasa masyarakat pesantren dan para santri untuk memerdekakan bangsa Indonesia sangat besar. “Oleh karenanya, bangsa dan negara ini harus memberikan perhatian dan penghargaan lebih kepada pesantren dan para santri,” ungkap Menag.

“Walaupun mareka sama sekali tidak pernah memintanya,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Lembaga RMI PBNU Abdul Ghofur Rozin, menyampaikan bahwa webinar ini adalah bagian dari peringatan Hari Santri 2021.

“Harapannya, bangsa Indonesia termasuk masyarakat dan para santri, dapat mengingat kembali peran penting dan strategis dalam membangun negara ini,” kata Gus Rozin.

Hadir selaku narasumber Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma’ruf Amin, Rais Syuriah PCI NU Amerika Serikat Shalahudin Kafrawi, PCI NU Australia Eva Fahrun Nisa, Ketua Sekolah Tinggi Al Anwar Abdul Ghafur Maimoen, Monash University Nadirsyah Hosein.

Maulid Nabi, Kuatkan Kembali Spirit Keteladanan

Oleh: Sekjen MUI, Buya Amirsyah Tambunan

Peringatan Maulid Nabi 12 Rabi’ul Awwal 1443 H bertepatan 19 Oktober 2021, dalam konteks kekinian merupakan memomentum penguatan spritual di tengah kemiskinan keteladanan. Rasulullah SAW merupakan spirit keteladanan.

Keteladanan disebut harus sejalan antara teori maupun praktik. Dalam QS As Saff ayat 2-3, Allah SWT menegaskan membenci orang yang pandai berbicara atau berteori, namun tidak memberi aksi dalam bentuk amal.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
“ Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”

 

Agar spririt keteladanan bisa berjalan dengan baik, maka keimanan harus sejalan dengan amal saleh. Artinya, aktivitas spiritual Islam tidak semata berorientasi pada diri sendiri, tapi membawa dampak transformasi perbaikan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

Dalam sejarahnya, Nabi SAW pernah mengingatkan seorang sahabat yang hanya menekankan spritual berzikir dan berdoa (itikaf) di dalam masjid, sementara keluarga dan masyarakatnya tidak diperhatikan. Artinya, harus ada keseimbangan antara dzikir dan pikir, seperti yang tertulis dalam QS Ali Imran ayat 190-191.
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

 

Spiritual keteladanan Nabi Muhammad dalam sejarah kemanusiaan semesta telah diaktualisasikan dalam berbagai dimensi kehidupan. Rasulullah SAW, menurut Buya Amirsyah, merupakan sosok pemimpin yang tiada bandingnya dengan tokoh di permukaan bumi. Cerminan akhlak yang mulia patut menjadi teladan segenap umat manusia di alam semesta.

Qudwah hasanah Beliau diakui bukan sebatas di kalangan dunia Islam, melainkan juga seluruh penjuru dunia. Pada hakikatnya Maulid Nabi bukan sekedar perayanan yang bersifat serimonial, akan tetapi harus mampu memperkuat kembali sosok dan perilaku (akhlak) beliau yang mulia itu. Peringatan Maulid Nabi dapat disebut sebagai ibadah aktual (ghairu-mahdhah) yang baik dan positif (bid’ah hasanah).

Menyikapi kondisi pandemi Covid-19 saat ini, di berbagai belahan dunia banyak yang kehilangan keteladanan dalam mengatasi berbagai krisis. Mulai dari krisis kepercayaan hingga dekadensi moral, semua aspek telah membuat manusia kehilangan pijakan.

 

Maka, penting menjadikan Nabi Muhammad sebagai teladan dalam berbagai aktivitas keagamaan, terutama dalam penguatan spritual, agar tidak terjebak pada bentuk keteladanan simbolis yang sering tidak sejalan dengan misi kerasulan Muhammad SAW.

Muhammad Rasulullah SAW mempunyai visi kerasulan, mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin). Visi tersebut sangat relevan dengan misi Nabi membawa risalah, menjadi contoh yang baik (akhlaq al karimah) bagi semua makhluk di muka bumi.

Misi tersebut dikatakan tidak sekadar ranah teori, melainkan telah ditransformasikan dalam semangat keteladanan, utamanya dalam berbagai dimensi kehidupan yang dijalani Nabi Muhammad SAW.

 

Kisah dalam Al Qur’an dan Sirah Nabi Penting untuk Pendidikan Anak

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Berbicara tentang anak dan urgensi mendidik anak ahammiyyatu al-atfal (pentingnya anak), tentu rujukan utamanya yang mendasar adalah Alquran dan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam Majelis Ulama Indonesia (LSBPI MUI), Habiburrahman El-Shirazi, dalam Workshop “Kiat Menulis Cerita Anak” pada Ahad, 10 Oktober 2021, sebagaimana dikutip MUIdigital, Senin (18/10).

“Kita akan melihat betapa Alquran sangat punya perhatian luar biasa pada anak bahkan sebelum kelahirannya, ketika lahir, dan seterusnya,” kata Kang Abik, begitu sapaan akrab, Habiburrahman El-Shirazi.

Kang Abik juga menyinggung bagaimana para nabi terdahulu mendoakan kebaikan bagi anak dan keturunannya. Bahkan beberapa di antaranya dikisahkan kembali dalam Alquran.
Dia mencontohkan, misal (doa) Nabi Sulaiman dalam doanya sebagai berikut yaitu: وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي (dan berilah aku kebaikan pada keturunanku).

Atau dalam surat Ali Imran misal رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً (Ya Allah, limpahkanlah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik).”

Semua doa-doa yang terdapat dalam Alquran tersebut, lanjut Kang Abik, tentu memerlukan ikhtiar dari sisi orang tua.
“Bagaimana menjaga anak kita. Mendidiknya supaya menjadi generasi yang saleh. Supaya tetap pada rel yang semestinya,” jelas penulis novel Ayat-Ayat Cinta itu.

 

Workshop yang diselenggarakan secara luring itu diikuti 100 orang partisipan. Workshop kolaborasi LSBPI MUI dengan Al-Hadi Pre-School itu turut menghadirkan sastrawan kondang Helvy Tiana Rosa, dan penulis produktif cerita anak, Ali Muakhir.

Dia mengatakan, workshop tersebut adalah satu acara dari rangkaian kegiatan Festival Budaya Anak Ceria. Selain agenda workshop, ada juga rentetan agenda lain yang puncaknya akan digelar pada 20 November mendatang.

 

Kang Abik menjelaskan, acara workshop kiat menulis cerita anak ini adalah rangkaian dari satu acara besar Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam Majelis Ulama Indonesia bekerja sama dengan Al-Hadi Pre-School, yaitu Festival Budaya Anak Ceria.

“Jadi (acara) ini bagian dari acara besar festival, yang di dalamnya ada workshop, lomba menulis cerita anak, dan puncak acaranya insya Allah (diselenggarakan) pada 20 November yang akan datang,” ucapnya sambil mengapresiasi kerja panitia atas terlaksananya kegiatan tersebut. (mui)

 

MUI:  Nabi Harus Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Umat Pasca Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Melandainya kasus Covid-19 di beberapa negara, terutama di Indonesia, menjadi ajang relaksasi pengenduran kondisi agar kegiatan ekonomi dapat kembali bangkit perlahan.

Bagi Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Dr, Amisyah Tambunan, momentum kebangkitan ekonomi tersebut harus dijadikan spirit sebagai pengingat perjuangan umat dan bangsa dalam menghadapi Covid-19.

Hal itu ia ungkapkan dalam sesi tausyiah keulamaan pada webinar “Mendorong Kebangkitan Ekonomi Umat di Era Pandemi Melalui Kawasan Industri Halal UMKM 5.0 di Nusa Tenggara Barat” pada Selasa (19/10).

Webinar itu digelar hasil kerjasama MUI dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia.

Menurut Buya Amirsyah, selain spirit dari momentum kebangkitan ekonomi umat, spirit serupa dapat kita dikaitkan dengan perayaan maulid Rasulullah SAW dengan mengambil teladan kepribadiannya.

 

Kedua spirit itu, kata Buya Amirsyah, dapat menguatkan jihad dan semangat selama upaya pemulihan ekonomi.

“Spirit ini erat kaitannya dengan maulid Rasulullah SAW. Mari kita jadikan sebagai suri tauladan. Sebagai momentum untuk memperkuat jihad dan semangat kita dalam rangka memulihkan ekonomi umat,” ucap Buya kelahiran Padang-Gala-Gala itu.

Buya Amirsyah mengaku, dalam rangka itu pula, MUI tidak henti-hentinya mendorong seluruh pemangku kepentigan untuk memajukan umat. Melalui tugas dakwah, Buya Amirsyah menyatakan bahwa MUI terus menerus mengupayakan dakwah yang mendorong adanya pemberdayaan pada umat, termasuk di antaranya dalam bidang ekonomi.

“Dakwah mengajak, bukan mengejek. Dakwah yang merangkul, bukan memukul. Dakwah yang memberdayakan ekonomi umat, sehingga umat dapat dengan benar kita layani dengan sebaik-baiknya,” lanjutnya.

Dari upaya tersebut, Buya Amirsyah menguraikan terdapat dua tanggung jawab besar yang diemban MUI. Sebagai khadimul ummah (pelayan umat), MUI harus menjaga ekonomi umat agar terpelihara dengan baik. Sebagai Shodiqul hukumah (mitra pemerintah), MUI juga harus menjadikan pemerintah sebagai mitra sejajar.

 

Kedua mitra atau kekuatan tersebut kata Buya Amirsyah, yakni umat dan pemerintah harus mampu MUI sinergikan.

“Jika umat lemah, bangsa akan lemah. Jika bangsa lemah, umat akan lemah. Karena itu, kekuatan umat dan bangsa adalah kekuatan yang harus mampu kita sinergikan agar terhindar dari berbagai ancaman yang dapat membuat negara kita lemah,” ucap Buya yang juga tokoh Muhammadiyah tersebut.

Karenanya, lanjut Buya Amirsyah, kelemahan tersebut harus mampu diatasi. Sebab bila tidak, maka agenda penting terciptanya kedaulatan ekonomi umat dan bangsa sesuai amanat konstitusi Pasal 33 ayat 1, 2, dan 3 tidak dapat tercapai.

Selanjutnya, tokoh yang pernah menjadi Wasekjen Bidang Pendidikan dan Kaderisasi MUI itu mengingatkan pentingnya peran media komunikasi dan informasi dalam memperkuat ekonomi.

Dalam pandangan Buya Amirsyah potensi ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) juga dapat memicu wisata syariah dapat terekspos. Pada periode sebelumnya, MUI juga telah mengadakan seminar internasional untuk memperkuat ekonomi syariah.

 

Ia berharap, selanjutnya pemerintah NTB dapat menjadi tuan rumah acara Kongres Umat Islam yang kedua untuk mempererat dan memperkuat potensi ekonomi di NTB.

“Sebagai pusat peradaban, (NTB) harus kita jadikan spirit untuk memperkuat ekonomi dalam rangka menggali potensi ekonomi daerah NTB,” ungkapnya.

Selain NTB, ke depan MUI akan bergerak ke daerah-daerah lain agar penguatan ekonomi umat dapat dijadikan sebagai agenda penting, yakni agenda untuk bangkit dan mampu segera memulihkan ekonomi pascapandemi Covid-19.

Buya Amirsyah menutup sesi tausyiahnya dengan mengingatkan agar kita semua tetap waspada, meski kasus Covid-19 melandai, jangan sampai kemudian bersikap lengah dan abai.

“Mari jadikan (momentum landainya kasus Covid-19) untuk terus pelihara sehingga pandemi Covid-19 bisa segera berakhir,” tutupnya. (mui)

 

Pembimbing Haji dan Umrah Didorong Bersertifikat BNSP

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief akan mendorong sertifikasi pembimbing dan petugas haji oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Selama ini, proses sertifikasi baru diberlakukan untuk pembimbing haji, bekerjasama dengan sejumlah Universitas Islam Negeri (UIN).

“Ke depan, pembimbing dan petugas haji akan bersertifikasi dari BNSP sehingga jelas profesinya,” ungkap Hilman saat Sosialisasi Pembinaan Manasik Haji Masa Pandemi di Yogyakarta, Rabu (20/10/2021).

Meski bekerjasama dengan BNSP, pihaknya tetap akan melibatkan UIN dalam penyelenggaraannya. “Nanti kita dorong agar bekerja sama dengan BNSP dan UIN bisa menjadi penyelenggaranya,” jelasnya.

Sertifikasi BNSP, kata Hilman, bertujuan untuk menjamin mutu kompetensi, sekaligus pengakuan terhadap para pembimbing dan petugas haji. Sehingga, tugas ini nantinya bisa menjadi sebuah profesi melalui proses sertifikasi kompetensi.

“Sertifikasi tetap kita lakukan untuk peningkatan SDM. Ke depan pembimbing dan petugas akan bersertifikasi BNSP sehingga betul-betul menjadi profesi,” tegasnya.

Hadir dalam acara tersebut para Pejabat Eselon II dan III Ditjen PHU.

Kegiatan dengan tema Haji Mandiri di Masa Pandemi ini diikuti 70 peserta, terdiri atas pejabat dan pelaksana Ditjen PHU, Kasi pada Bidang PHU pada Kanwil Kemenag DIY dan Jateng, serta pimpinan KBIHU Jateng-DIY.