Berita Terkini

Demi Lindungi Milisi Komunis PKK, Rusia Desak Turki Tarik Pasukannya di Irak Utara

46317736944-turki2IRAK (Jurnalislam.com) – Rusia menuntut Turki menarik pasukannya dari Irak, kantor berita RIA mengutip Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada hari Selasa (31/05/2016).

“Tindakan ini (menempatkan pasukan di Irak) benar-benar tidak dapat diterima,” kantor berita itu mengutip Lavrov mengatakan. “Pada prinsipnya, saya percaya bahwa apa yang Turki lakukan layak untuk mendapatkan perhatian publik jauh lebih besar pada yang dilkukan mitra Barat kami.”

Sebuah sumber dari militer Turki mengatakan pada hari Selasa bahwa pesawat tempur mereka baru-baru ini menargetkan kamp milik pemberontak Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Irak utara, menewaskan 14 dari milisi komunis PKK.

Militer Turki telah melakukan serangan udara rutin terhadap posisi kelompok terlarang di daerah pegunungan Irak utara, di mana mereka memiliki kamp dekat perbatasan Turki, setelah runtuhnya gencatan senjata tahun lalu.

Lebih dari 40.000 orang telah tewas sejak PKK mengangkat senjata pada 1984 menuntut tanah air bagi komunitas minoritas terbesar Turki tersebut.

Sejak itu, kelompok ini telah menegaskan kembali tuntutan mereka dalam hal hak-hak budaya dan ukuran otonomi.

Dalam sebuah laporan terkait, Rusia pada hari Selasa marah dan membantah pesawatnya telah melakukan serangan udara semalam terhadap kota yang dikuasai pejuang di Idlib Suriah, yang menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) telah membunuh 23 orang warga sipil. (baca juga: Jet Tempur Tidak Dikenal Membom Kamp Utama Ahrar Al-Sham, Puluhan Warga Tewas)

russia-air-strikes-3“Pesawat-pesawat Rusia tidak melakukan misi tempur apapun saat itu, sehingga tidak dapat mengatakan apapun mengenai serangan udara, di provinsi Idlib,” Igor Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Rusia adalah sekutu kunci rezim Nushairiyah Suriah Bashar al-Assad, dan telah mendukung rezim dengan memberikan dukungan serangan udara di Suriah.

 
Deddy | Alarabiya | Reuters | Jurnaislam

Pertempuran Berat Kembali Meletus di Yaman, 38 Tewas

Saudi-Arabia-Artillery-At-Yemen-APTOPIX-Mideast-Saudi_OCo-800x505YAMAN (Jurnalislam.com) – Pertempuran baru antara pasukan pro-pemerintah Yaman dan pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran menewaskan sedikitnya 38 orang di Yaman selama 24 jam terakhir, sumber militer loyalis mengatakan pada hari Selasa (31/05/2016), lansir World Bulletin.

Pertempuran terbaru terjadi meskipun gencatan senjata yang berkelanjutan dan pembicaraan damai yang ditengahi PBB di Kuwait dimulai pada bulan April masih berlangsung.

Pertempuran berkecamuk di Bayhan, di perbatasan antara provinsi Shabwa di bagian selatan dan Marib di timur.

Ada juga pertempuran di Sarwah, daerah kaya minyak di barat Marib, kata sumber-sumber.

Sedikitnya 23 pemberontak Syiah Houthi dan 15 tentara Yaman tewas di kedua daerah, kata sumber yang sama.

Bayhan adalah satu-satunya bagian dari provinsi Shabwa yang masih dikuasai oleh pemberontak yang didukung Syiah Iran, yang pada Selasa merebut kembali posisi yang disita oleh loyalis selama dua hari terakhir, kata sumber-sumber militer.

Pertempuran sengit di Bayhan pada hari Ahad (29/05/2016) merenggut nyawa 48 orang, seorang perwira senior militer mengatakan.

Sementara itu, pengawas hak media Reporters Without Borders (RSF) mengatakan bahwa “tembakan sniper” dari milisi Syiah Houthi membunuh wartawan Yaman Abdullah Azizan saat ia sedang meliput bentrokan di Bayhan pada hari Ahad.

Azizan bekerja untuk situs berita lokal marebpress.net.

Pasukan yang setia kepada Presiden Abde Rabbo Mansour Hadi yang didukung oleh koalisi pimpinan Saudi memulai operasi militer terhadap pemberontak Syiah yang didukung Iran sejak Maret 2015.

Loyalis, yang didukung oleh pasukan koalisi, telah mengusir pemberontak dari Shabwa dan empat provinsi selatan lainnya musim panas lalu.

Lebih dari 6.400 orang telah tewas di Yaman sejak koalisi memulai operasi melawan pemberontak yang telah menguasai ibukota Sanaa sejak September 2014.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Pasukan Irak Mulai Hadapi Perlawanan IS di Fallujah

In this image posted on a photo sharing website by an Islamic State militant media arm on Monday, May 30, 2016, an IS fighter fires his weapon during clashes with Iraqi forces and their allies west of Fallujah, Iraq. Iraqi forces battling their way into Fallujah repelled a four-hour attack by the Islamic State group in the city's south on Tuesday, a day after first moving into the southern edges of the militant-held city with the help of U.S.-led coalition airstrikes.(militant photo via AP)

FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak menghadapi perlawanan sengit di pinggiran Fallujah, saat mereka berusaha merebut kembali kota kunci yang dipegang oleh kelompok Islamic State (IS), lansir Aljazeera Selasa (31/05/2016).

Letnan Jenderal Abdelwahab al-Saadi, komandan operasi, mengatakan bahwa pasukan IS meluncurkan serangan balasan sengit di Naimiyah, pinggiran selatan Fallujah pada Selasa pagi sebelum kelompok bersenjata itu dipukul mundur.

“Ada sekitar 100 pasukan IS yang terlibat, mereka datang pada kami bersenjata berat tapi tidak menggunakan bom mobil atau bom sabuk,” katanya kepada kantor berita AFP.

Saadi mengklaim bahwa pasukan Irak, termasuk polisi dan tentara, menahan serangan, dan menewaskan 75 pasukan IS.

Dia tidak memberi informasi angka kerugian di sisi pro-Irak, namun sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa setidaknya 15 pasukan Irak dan anggota milisi sekutu Syiah tewas.

Reporter Al Jazeera Omar Al Saleh, melaporkan dari provinsi utara Erbil, mengatakan militer Irak mengendalikan lebih dari 85 persen Naimiyah, menurut sumber militer.

Namun dia menambahkan, bahwa ada laporan yang saling bertentangan dari daerah, bahwa IS mengatakan telah membuat pasukan Irak mundur setelah meluncurkan penyergapan yang menewaskan puluhan orang.

Fallujah, 50 km dari sebelah barat Baghdad, merupakan salah satu dari dua kota besar Irak yang masih di bawah kendali IS. Kota terbesar lainnya adalah Mosul.

Operasi yang telah berlangsung berminggu-minggu memakan korban manusia, kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan, dengan ribuan warga sipil terperangkap antara pasukan IS dengan tentara Irak dan milisi sekutu Syiah.

Sekitar 50.000 orang masih terjebak di pusat Fallujah pada hari Selasa, berjuang hidup dengan berkurangnya pasokan air dan makanan. PBB mengatakan adanya laporan orang yang mati kelaparan dan dibunuh karena menolak untuk berjuang bersama IS.

“Mereka yang membuat keputusan untuk mencoba melarikan diri tahu bahwa di setiap langkah mereka mungkin menemukan kematian,” Bruno Geddo, perwakilan badan pengungsi PBB di Irak, mengatakan kepada Al Jazeera.

“Jika mereka berhasil mencapai koridor yang aman, tentara Irak bisa mengevakuasi mereka. Namun, jika mereka tertangkap, mereka akan dieksekusi. Untuk mencapai daerah aman sangat berisiko dan berbahaya.”

Geddo juga mengatakan bahwa harga makanan, obat-obatan dan bahan bakar telah “meroket”, dengan banyak barang-barang dasar berada di luar jangkauan warga biasa.

“Makanan benar-benar tidak terjangkau dan harga [50kg] tepung meroket menjadi lebih dari $ 700 (Rp 9.450.000, 1$ = 13.500). Orang-orang sekarang makan kurma busuk dan yoghurt untuk bertahan hidup,” katanya.

Seorang warga Fallujah mengatakan kepada kantor berita AFP melalui telepon bahwa banyak warga sipil takut menghadapi apa yang mungkin IS lakukan saat pertempuran semakin intensif.

“Perlakuan mereka terhadap penduduk semakin buruk dan buruk setiap hari. Ada perasaan panik di antara mereka tampaknya,” warga, yang mengatakan bahwa namanya adalah Abu Mohammed al-Dulaimi, mengatakan.

“Daesh marah karena mereka merasa tidak didukung dan melihat orang-orang menghina mereka di jalanan, meneriakkan kata-kata seperti: ‘pengecut, Anda tidak bersama dengan kami,'” katanya, menggunakan akronim bahasa Arab untuk IS.

“Kemarin, mereka mengumpulkan anak-anak muda dari beberapa bagian kota – kami perkirakan mungkin sekitar 100 pemuda – dan membawa mereka ke lokasi yang tidak diketahui,” katanya.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Jet Tempur Tidak Dikenal Membom Kamp Utama Ahrar Al-Sham, Puluhan Warga Tewas

A Russian military jet takes off from the country's air base in Hmeymin, Syria, to head back to Russia, part of a partial withdrawal ordered by President Vladimir Putin, in this still image taken from video shot on March 15, 2016. REUTERS/Russian Ministry of Defence via REUTERS TV FOR EDITORIAL USE ONLY. NO RESALES. NO ARCHIVE.

IDLIB (Jurnalislam.com) – Jet yang tidak dikenal membom sebuah kamp utama mujahidin Suriah Ahrar al-Sham yang kuat di provinsi Idlib di barat laut Suriah, meninggalkan sejumlah besar tewas dan terluka, monitor melaporkan pada hari Selasa (31/05/2016).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) mengatakan para pelatih perang di antara para pemimpin Ahrar al-Sham biasanya berada dalam kamp yang terletak di daerah Sheikh Bahar pedesaan Idlib.

SOHR juga mengatakan sebelumnya pada hari Selasa bahwa korban tewas berjumlah 23 warga, termasuk tujuh anak.

Turki juga mengatakan Jet Tempur Rusia membunuh sedikitnya 60 warga dalam serangan udara di Idlib.

Sepuluh serangan pada Senin malam di Idlib memukul daerah di sekitar Rumah Sakit Nasional dan bagian lain pusat kota, menurut Rami Abdul-Rahman, kepala Observatorium.

“Serangan udara ini adalah yang paling intensif di Idlib sejak awal gencatan senjata,” kata Rahman kepada kantor berita AFP. “Meskipun tidak tercakup dalam gencatan senjata, Idlib sudah relatif tenang dengan hanya beberapa kali terjadi serangan intermiten.”

Ahrar al-Sham belum bisa dihubungi untuk dimintai komentarnya. Pesawat-pesawat tempur Suriah selama 24 jam terakhir telah mengintensifkan serangan di provinsi, yang terutama berada di tangan Ahrar al Sham dan Jabhah Nusrah, sebuah cabang resmi al-Qaeda di Suriah.

Sementara itu, Rusia pada hari Selasa membantah bahwa pesawat mereka telah melakukan serangan udara semalam terhadap kota yang dikuasai mujahidin Suriah di Idlib.

“Pesawat-pesawat Rusia tidak melakukan misi tempur apapun di Idlib, kami tidak bisa mengatakan apapun mengenai serangan udara, di provinsi Idlib pada saat itu,” Igor Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Moskow telah melakukan serangan udara dalam mendukung sekutunya Nushairiyah Assad sejak September tahun lalu.

Rusia telah dikritik oleh Barat dan sekutunya karena juga menargetkan oposisi moderat bentukan Barat dan Sekutunya selain Al-Qaeda, Jabhah Nusrah dan afiliasinya.

Rusia telah menyerukan kelompok-kelompok oposisi moderat lainnya untuk menarik diri dari kawasan yang dikendalikan oleh Jabhah Nusrah.

Lebih dari 360.000 orang telah tewas di Suriah sejak perang global meletus tahun 2011, menurut hitungan Anadolu Agency.

Deddy | Aljazeera | Reuters | AA | Jurnalislam

Sambut Ramadhan, Garda Kota Hidayatullah Gelar Silaturahim Dakwah

DEPOK (Jurnalislam.com) – Gerakan Dakwah Komunitas Taqarrub (Garda Kota) menggelar acara Silaturahim Dakwah dalam bingkai Tarhib Ramadhan 1437 H di kampus Hidayatullah Depok, Jl Raya Kalimulya, Cilodong, Jawa Barat.

Garda Kota merupakan program utama Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) yang digulirkan pasca Munas IV Hidayatullah 2015 lalu.

Silaturahim yang berlangsung pada Ahad, 22 Sya’ban 1437 (29/05/2016) pagi-siang ini mengusung tema “Menjadi Pemenang di Palagan Ramadhan”. Dihadiri perwakilan Wali Kota Depok yaitu Ir Khamid Wijaya (mantan Kepala Bappeda Kota Depok yang kini sebagai Camat Cilodong).

Hadir pula Ketua Dewan Pertimbangan Pimpinan Umum (DPPU) Hidayatullah Dr Abdul Mannan, MM; Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ustadz Nashirul Haq, Lc, MA; Ketua DPW Hidayatullah Jabodebek Ustadz Asdar Majhari Taewang, dan Direktur Utama Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) Supendi, S.Kom.

Acara di halaman depan Masjid Ummul Quraa ini berlangsung semarak dan penuh nuansa kekeluargaan. Dihadiri sekitar seribu jamaah Hidayatullah termasuk dari Provinsi Banten, Muslimat Hidayatullah (Mushida), serta anak-anak.

Asdar Taewang dalam sambutannya mengatakan, dua fokus utama Hidayatullah yaitu dakwah dan tarbiyah harus terus dijalankan dengan istiqomah.

Ia pun mengimbau para jamaah untuk bergerak dengan “sinergi dan harmoni”. Dalam bersinergi, artinya para jamaah saling merekatkan ukhuwah Islamiyah dalam bingkai ketaatan pada agama melalui lembaga.

Sedangkan “harmoni”, jelas Asdar, artinya para jamaah menjalankan masing-masing fungsinya dengan penuh kesadaran dan kenyamanan. “Kita enjoy dalam berjamaah,” ujarnya dalam pidatonya yang berapi-api.

Merespon Krisis Multi Dimensi

Khamid Wijaya dalam sambutannya mengaku telah lama mengenal Hidayatullah terutama melalui majalahnya, Suara Hidayatullah, semasa kuliah di IPB dulu.

Ia pun sempat menyampaikan kondisi Depok saat ini, yang disebutnya mengalami peningkatan. “Namun bukan berarti Kota Depok bebas dari masalah sosial, ekonomi, budaya, bahkan ekonomi dan politik,” ujarnya pada acara yang disponsori PT Asar Community dan Salwa Donuts ini.

Sementara itu, Dr Abdul Mannan mengatakan, Hidayatullah hadir untuk merespon situasi dan kondisi yang terjadi di dunia khususnya Indonesia saat ini.

Kondisi tersebut, di antara yang ia singgung adalah pertanahan di Indonesia yang mayoritas dikuasai asing. “Delapan puluh persen tanah di Indonesia dikuasai Cina, 20 persennya dikuasai pribumi,” ungkapnya.

Dalam dunia ekonomi, ia mengatakan, saat ini kondisi perekonomian dunia sedang memburuk. “Ini berbahaya,” kata dia.

Dari sisi ideologi, kata Abdul Mannan, Indonesia tengah menghadapi ancaman komunisme. “Bahaya laten komunis,” tegasnya dalam acara yang didukung tim SAR Nasional Hidayatullah ini.

Untuk menghadapi berbagai kondisi tersebut, menurutnya, harus ada regenerasi kader-kader Islam yang lebih baik.

“Yang paling penting dalam mengatasi krisis multi dimensi adalah dengan meningkatkan spiritual,” pesan Ketua Umum Hidayatullah periode 2005-2015 ini.

Pesan Ramadhan Ketua Umum

Ustadz Nashirul dalam pidatonya membawakan tema utama acara tersebut. Dalam menyambut Ramadhan, jelasnya, setidaknya ada empat hal yang perlu dipersiapkan umat Islam.

Pertama, memasang niat agar Ramadhan tahun lebih baik daripada Ramadhan tahun kemarin.

Kedua, memasang motivasi yang kuat dalam menjalankan berbagai ibadah. Jika tidak, ibadah bisa kendur.

Ketiga, jelas Nashirul Haq, meningkatkan ilmu pengetahun. Ini penting. Sebab, jelasnya, dengan ilmu, ibadah dapat dilakukan dengan benar sesuai tuntunan agama.

Ia mengatakan, masih banyak hal-hal sederhana yang belum diketahui masyarakat khususnya terkait Ramadhan.

“Contohnya, ada kebiasaan masyarakat sahurnya jam 2 malam (pagi dinihari. Red). Bahkan jam 01.00,” ungkapnya.

Padahal, berdasarkan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, jelas Nashirul Haq, waktu sahur itu diakhirkan, sedangkan waktu berbuka puasa diawalkan.

Hal keempat yang perlu dipersiapkan setiap Muslim dalam menyambut Ramadhan, jelas alumnus Universitas Islam Madinah ini, adalah memasang visi Ramadhan.

Visi utamanya, sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an, tentu agar menjadi orang-orang yang bertaqwa.

Sementara 3 visi yang disampaikan Nashirul Haq adalah sukses ibadah, sukses tarbiyah, dan sukses dakwah. “Semuanya harus berjalan secara simultan, proporsional,” ujarnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, digelar pula peluncuran Tebar 1.000 Dai Ramadhan 1437 H dan peluncuran website www.thr.or.id. Keduanya merupakan di antara program BMH menyambut bulan suci tahun ini.

Di penghujung acara, dilakukan peluncuran Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah yang diketuai oleh Dr Dudung Amadung Abdullah, M.Pd.I (Ketua Biro Hukum DPP Hidayatullah sekaligus Ketua STIE Hidayatullah Depok).

Silaturahim dakwah tersebut diramaikan dengan bazar yang menjual berbagai macam produk dan jasa seperti aneka kuliner halal dan sehat, busana Muslim, serta pengobatan. Diramaikan pula dengan arena outbound, penampilan nasyid Sincere Five, layanan kesehatan Islamic Medical Service (IMS) dan Laznas BSM, serta pembagian sembako gratis.

Di sela-sela acara, panitia membagikan sejumlah voucher umrah senilai total Rp 175 juta dari PT Asar Community.

Selain itu, untuk diketahui, DPW Hidayatullah Jabodebek tengah memprogramkan aplikasi cariustadz. Aplikasi ini nanti bisa diakses di antaranya melalui Play Store.

“Ide sederhananya adalah dengan adanya aplikasi cariustadz, diharapkan jamaah dengan mudah mendapatkan akses kepada ustadz. Dan ustadz yang mungkin kesulitan dapat jamaah bisa dapat ‘objek’ dakwah,” jelas Muhammad Isnaini, Sekretaris DPW tersebut.*

Sumber: Siaran Pers Garda Kota Hidayatullah | Editor: Ally Muhammad Abduh

Warga Laweyan Kembali Berunjuk Rasa Tolak SSA Jalan Dr Rajiman

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Warga Laweyan, Solo kembali berunjuk rasa menolak kebijakan Sistem Satu Arah (SSA) Jalan Dr. Rajiman, Senin (30/5/2016) malam. Meski diguyur hujan, mereka tetap melakukan sholat dan do’a bersama sembari menghadang Jalan Dr. Rajiman.

Massa yang berjumlah sekitar 300 orang tersebut datang dan langsung menggelar tikar di tengah jalan untuk segera mendirikan sholat hajat dan do’a yang dipimpin oleh Ustadz Muhammad Ali, pengasuh Ponpes Ta’mirul Islam, Solo.

Ustadz Ali mengatakan, aksi yang ketiga kalinya itu dilakukan karena pihak Pemkot Solo belum memenuhi tuntutan warga Laweyan. Dirinya tidak bisa berbuat banyak selain berdo’a yang menjadi kekuatan dan senjata umat Islam.

“Bapak Ibu sekalian, aksi kita membuat perbaikan, mari kita do’a secara ikhlas, kita tunjukkan bahwa kita muslim umat yang santun dan umat yang baik berakhlaq mulia, takbir! Allahu akhbar!” serunya.

Ustadz Ali pun berdoa meminta kepada Allah SWT untuk mengabulkan tuntutan warga Laweyan yang didzalimi. “Ya Allah engkau yang maha kuasa, angkatlah orang yang berbuat dholim atas kekuasaannya ya Allah! Ya Allah engkau maha mulia, muliakanlah orang yang di dholimi ya Allah” pintanya.

Unjuk rasa warga Laweyan yang dipelopori pengasuh Ponpes Ta’mirul Islam itu pertama kali dilakukan pada hari Kamis (19/5/2016). Mereka menolak pemberlakuan SSA di Jalan Dr Rajiman karena dinilai merugikan warga Laweyan.

Menurut temuan Endro Sudarsono, anggota Tim Pencari Fakta Independen bahwa di jalan Rajiman dalam 30 hari telah terjadi 12 kecelakaan.

“Kepadatan lalulintas di gang kecil justru sekarang jadi ramai, pedagang pasar Kabangan terancam bankrut karena omset penjualan menurun drastis. Keamanan dan keselamatan warga Laweyan semakin terancam,” ujar Endro kepada Jurnalislam, Senin (30/5/2016).

Turut menghadiri ormas Islam seperti Front Pembela Islam (FPI) Solo, Komunitas Nahi Munkar (KONAS), SAR Jaba Rescue Solo, Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) mendukung aksi warga Laweyan.

Reporter: EDY | Editor: Ally Muhammad Abduh

Di Fallujah Satu Kilo Beras $48 (Rp 648.000)

5DD49642-E3A0-42AC-B583-7DE8BC544F95_mw1024_s_nFALLUJAH (Jurnalislam.com) – Operasi Militer di Fallujah telah memakan korban manusia, kelompok-kelompok hak asasi mengatakan, di tengah pertempuran antara pasukan Islamic State (IS) dengan tentara gabungan Irak termasuk milisi Syiah yang ikut nimbrung.

Seorang warga Fallujah mengatakan kepada Al Jazeera, Senin (30/05/2016) melalui telepon bahwa mereka kekurangan obat-obatan dan bahan bakar.

“Ada beberapa makanan. Kami memiliki sayuran, cukup untuk bertahan hidup. Tetapi tidak ada beras dan gula, dan harga untuk satu kilo beras di sini mencapai $ 48 (Rp 648.000, 1 $ = 13.500),” kata warga tersebut. “IS bersiaga di pinggiran kota. Pasukan IS telah mendirikan pos pemeriksaan dan siap menyergap, sehingga orang kesulitan untuk meninggalkan kota.”

Pertempuran untuk merebut Fallujah telah menimbulkan kekhawatiran akan timbulnya reaksi Sunni – Syiah, saat milisi Syiah terindikasi akan melakukan pembalasan terhadap penduduk sipil Sunni di daerah yang direbut kembali dari IS.

Analis Timur Tengah di Institut Hudson di Washington DC, Michael Pregent, mengatakan bahwa keterlibatan milisi Syiah yang banyak, “tidak akan menang atas penduduk Sunni yang diperlukan untuk melawan ISIS.”

“Kami membiarkan milisi Syiah yang dipimpin oleh letnan (Jenderal Iran) Qassem Soleimani untuk memutuskan siapa IS dan siapa kolaborator,” katanya kepada Al Jazeera.

“Jika Anda melihat foto propaganda yang muncul dari Fallujah, Anda melihat perempuan dan anak-anak sedang diberi botol air oleh milisi Syiah tapi di manakah para lelaki? Mereka mengambil para lelaki dan menempatkan mereka di tempat lain dan milisi memutuskan siapa yang merupakan Daesh (IS) dan siapa yang kolaborator, dan hukuman untuk mereka adalah sama.”

Ranj Alaaldin, seorang analis Timur Tengah di London School of Economics, mengatakan IS memiliki dukungan lokal yang signifikan di Fallujah.

“Mereka yang melawan pasukan Irak di Fallujah kebanyakan adalah tokoh adat setempat. Suku dan kelompok militan yang telah memiliki senilai pengalaman mobilisasi lebih dari satu dekade. Mereka ini adalah pasukan yang mengangkat senjata melawan AS dan kemudian setelah itu bertempur melawan pemerintah Irak.

“Jangan lupa bahwa ini adalah sebuah kota yang menolak kontrol dari luar, baik dari pasukan AS ataupun dari pemerintah Irak sendiri.” tutupnya.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

Pasukan Irak Mulai Memasuki Fallujah

indexFALLUJAH (Jurnalislam.com) – Pasukan khusus Irak melancarkan serangan di salah satu kubu kelompok Islamic State (IS) pada hari Senin pagi di Fallujah, dan menghadapi perlawanan sengit dari IS yang melakukan serangan bom, Aljazeera melaporkan, Senin (30/05/2016).

“Pasukan Irak memasuki Fallujah dengan dukungan pesawat dari koalisi internasional, angkatan udara dan penerbang angkatan darat Irak, serta didukung oleh artileri dan tank,” kata Letnan Jenderal Abdelwahab al-Saadi, komandan operasi.

“CTS (Counter Terrorism Service), polisi Anbar dan tentara Irak, pada sekitar pukul 4:00 (01:00 GMT), mulai bergerak ke Fallujah dari tiga arah,” katanya.

“Ada perlawanan dari Daesh,” tambahnya, menggunakan akronim bahasa Arab untuk IS.

Reporter Al Jazeera Omar Al Saleh, melaporkan dari Erbil, mengutip sumber militer mengatakan bahwa sedikitnya 10 pasukan keamanan Irak dan anggota milisi sekutu Syiah tewas dalam serangan dini hari tersebut, sementara 25 lainnya luka-luka. Juga pada hari Senin di Ramadi, yang terletak kurang dari 100 km dari Fallujah, polisi Irak mengatakan sedikitnya 15 tentara pasukan khusus tewas dalam serangan IS.

Sementara itu, sedikitnya sembilan orang tewas dan 26 luka-luka dalam pemboman di utara dan timur laut ibukota, Baghdad.

Pertempuran hari Senin tersebut mengikuti pertempuran sehari sebelumnya, menambah eksodus ribuan warga sipil yang putus asa dari daerah di sekitarnya dan meningkatkan keprihatinan yang mendalam terhadap banyak warga yang terjebak di medan perang.

Operasi untuk merebut Fallujah yang telah berlangsung berminggu-minggu sejauh ini terfokus pada upaya merebut kembali desa-desa di dekat pusat kota, yang terletak hanya 50 km di barat Baghdad.

Keterlibatan CTS akan menandai awal dari fase tempur perkotaan di kota Sunni di mana pasukan AS pada tahun 2004 menghadapi beberapa pertempuran terberat sejak Perang Vietnam.

Hanya beberapa ratus keluarga yang telah berhasil menyelinap keluar dari daerah Fallujah, dengan perkiraan 50.000 orang masih terperangkap di dalam kota.

636001722364995846-AP-Mideast-Iraq

Menurut Dewan Pengungsi Norwegia (the Norwegian Refugee Council-NRC), sekitar 3.000 orang telah berhasil melarikan diri dari daerah Fallujah sejak 21 Mei.

Arus yang lebih besar dapat dipicu ketika pertempuran perkotaan antara CTS dan IS dimulai dengan sungguh-sungguh.

“Sumber kami di kamp-kamp sekarang sangat tegang, dan dengan lebih banyak yang berharap untuk melarikan diri, kami mungkin tidak dapat untuk menyediakan air minum yang cukup untuk semua orang,” kata Nasr Muflahi, direktur NRC Irak.

“Kami mengharapkan gelombang besar pengungsian saat pertempuran bertambah sengit.”

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Hargai Bulan Suci Ramadhan, Kota Serang Akan Menutup Hiburan Malam

SERANG (Jurnalislam.com) – Pengusaha penyedia tempat hiburan di Kota Serang beserta Pemerintah Kota Serang berjanji akan menutup dan memonitor tempat hiburan malam selama bulan Romadhon, penutupan dimulai H-4 pelaksanaan bulan Romadhon.

“Kita (pengusaha hiburan Kota Serang) sudah menyepakati bersama, selama bulan puasa penuh akan tutup,” ungkap Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Entertainment (Aspemen) Kota Serang, Jhonner SP, lansir Radar Banten Online , Senin (30/5/2016).

Jhon menjelaskan, kesepakatan ini sudah beberapa tahun berjalan, bertujuan agar tidak mengganggu aktivitas selama bulan

“Kami tentu akan mengikuti keinginan pemerintah, agar adanya penertiban dan tidak ada aktivitas hiburan selama bulan Romadhon. Kalau masih ada yang buka pada H-2, maka kita melaporkan kepada Satpol PP dan Kepolisian,” kata Jhon.

Walikota Serang, Tb Haerul Jaman dikutip dari bantenraya.com menegaskan, tempat hiburan malam akan dinonaktifkan selama bulan suci Romadhon “Untuk tempat hiburan malam tidak boleh beroperasi selama bulan ramadhan, ” tegas Jaman.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang, melalui Sekretaris MUI Kota Serang Amas Tadjuddin memperkuat bahwa semua pihak harus menghormati bulan puasa Ramadhan. Amas melanjutkan penutupan tempat hiburan menjelang dan selama bulan Ramadhan penting dilakukan agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Dengan adanya tempat hiburan yang masuk buka, maka masyarakat akan tersinggung lalu menyulut adanya penutupan paksa tempat hiburan, apalagi tempat hiburan di Kota Serang tidak ada yang berizin,” pungkasnya Selasa (24/5/2015).

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally Muhammad Abduh

 

Ratusan Umat Islam Cirebon Gelar Targhib Ramadhan

CIREBON (Jurnalislam.com) – Ratusan umat Islam Cirebon menggelar Pawa Targhib Ramadhan bertema “Waspada Kebangkitan Paham Komunis di Indonesia”, Ahad (29/5/2016). Pawai dimulai dari Markaz DPW FPI Cirebon Raya Jalan Fatahillah usai shalat dzuhur dengan rute Markaz FPI Cirebon – Sumber – Kenanga – Plumbon – Plered – Kedawung Tuparev – Attaqwa – JL Cipto (CSB) – Terminal bus Harjamukti – byPass – Pelered – Markaz FPI Cirebon.

Sepanjang jalan, para orator menyampaikan pesan dan imbauan kepada masyarakat terkait bulan Ramadhan dan bahaya paham komunis di Indonesia. Seperti yang disampaikan Abu Usamah, perwakilan Jamaah Ansharusy Syariah, dalam orasinya ia mengimbau umat Islam untuk mewaspadai bersatunya Komunis dan Syiah untuk menghancurkan ahlu sunnah.

“Sesungguhnya umat Islam di Suriah sedang di bantai oleh tiga kelompok penjahat besar sebagai aktor utama dalam membantai umat Islam yaitu kelompok Syi’ah yang dikomandoi oleh Basyar Asaad dan Iran. Kemudian kelompok berikutnya adalah Komunis yang dikomandoi oleh Rusia. Dan yang ketiga kelompok zionis salibis (Yahudi dan Nasrani) yang dikomandoi oleh setan Amerika,” tegasnya.

Ia juga mengimbau umat Islam untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Massa juga mendatangi beberapa tempat hiburan malam di Kota dan Kabupaten Cirebon seperti Diskotik Mithas dan Diva Karaoke di Jalan Tuparev, Fantasy Karaoke Jalan Kartini, Karaoke Wa Ha Haa Area CSB Jalan Cipto dan Panda Karaoke di depan Mapolsek SelTim Cirebon Kota.

Di depan tempat-tempat hiburan itu, perwakilan FPI, Habib Agil bin Muhammad bin Sholeh Al-Habsyi mengimbau agar para pengelola menutup usahanya selama bulan Ramadhan.

“Syukur alhamdulillah jika tutup seterusnya. Hormatilah bulan Ramadhan, jangan sampai dikotori oleh perbuatan-perbuatan kemungkaran,” ujarnya.

Ia mengancam akan menindak tegas tempat-tempat tersebut jika pengelola bersikeras membuka usahanya pada bulan Ramadhan.

“Jika kalian buka, maka jangan salahkan kami jika kami bertindak tegas kepada kalian dan kami akan tutup karoke kalian,” tegasnya di depan para pengelola dan aparat pemerintah kota Cirebon.

Selain itu, massa juga menyampaikan penolakkannya terhadap konser anaknya Ahmad Dhani yang akan digelar di Mithas. “Kami FPI dan ALMANAR menolak dengan sangat keras konser anaknya Ahmad Dani di Mithas. Karena acara tersebut mengundang kemungkaran dan waktunya berdekatan dengan bulan suci Ramadhan,” kecamnya.

Pawai tersebut diikuti berbagai Ormas Islam seperti: FPI, FORIS (forum remaja Islam) dan Aliansi Masyarakat Nahi Mungkar (ALMANAR) yang terdiri dari: Jama’ah Ansharusy Syari’ah Pantura, Majelis Mujahidin, GARDAH (Pagar Aqidah), GAPAZ, FKAM, Gerakan Muslim Cirebon dan Remaja Masjid Kota dan Kabupaten.

Reporter: Yusuf | Editor: Ally Muhammad Abduh