Berita Terkini

5000 Anak Yatim Se-Kota Tasikmalaya Ikuti Bigbukber

5000 Anak Yatim Se-Kota Tasikmalaya Ikuti Buka Puasa Bersama di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Ahad (19/6/2016)
5000 Anak Yatim Se-Kota Tasikmalaya Ikuti Buka Puasa Bersama di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Ahad (19/6/2016)

TASIKMALAYA (Jurnlaislam.com) – Yayasan Pecinta Anak Yatim dan Doeafa (PAY) Tasikmalaya menggelar buka puasa bersama (BIGBUKBER) bersama 5000 anak yatim se-Kota Tasikmalaya di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Ahad (19/06/2016).

Acara tersebut mendapat apresiasi dari Walikota Tasikmalaya, Drs. H. Budi Budiman yang juga didaulat untuk membuka acara. Pasalnya, Yayasan PAY juga telah melaksanakan daurah-daurah Tahfidz Qur’an. sebagai upaya menumbuhkan Kota Tasikmalaya sebagai kota qur’ani.

“Insya Allah nanti 1 Agustus tahun ini ada gelombang ke 3 Daurah Al-Qur’an. Ini adalah upaya masyarakat Kota Tasikmalaya untuk menjadikan kota Tasik sebagai kota qur’ani” lanjutnya

Tak hanya 5000 anak yatim yang memadati Masjid Agung Kota Tasikmalaya, sebanyak 200 santri penghafal Al Qur’an dan 100 jama’ah Pecinta Shaum Sunnah juga ikut menghadiri kegiatan yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga waktu berbuka puasa ini.

“Alhamdulillah, luar biasa, kalau punya keinginan Allah akan berikan, apalagi ini untuk anak yatim,” lanjut Budi.

Sementara itu ketua pelakasana, Asep Rizal Fadhilah mengatakan, agenda Bigbukber itu merupakan kali kelima dilaksanakan di Kota Tasikmalaya.

“Mulai dari peserta 500, 800, 1000, 2.500 dan tahun sekarang alhamdulillah mencapai 5000 anak yatim se-Kota Tasikmalaya,” tutur Asep.

“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat kota tasikmalaya yang turut mendukung, turut membantu dan mensukseskan acara bigbukber ini.” pungkasnya

Panitia mengerahkan 1.200 panitia yang terdiri dari relawan dari tingkat kecamatan hingga unsur perangkat desa.

Reporter: HBQ | Editor: Ally Muhammad Abduh

Senator DPD RI: Perkataan Mendagri Soal Perda Syariat Hanya Permainan Kata

 H.A.M Iqbal Parewangi dalam acara Ramadhan Maghfirah Parmusi dan Silaturahmi Ormas Se-Sulsek di Gedung Training Centre, UIN Alauddin Makassar, Ahad 19 Juni 2016.
H.A.M Iqbal Parewangi dalam acara Ramadhan Maghfirah Parmusi dan Silaturahmi Ormas Se-Sulsek di Gedung Training Centre, UIN Alauddin Makassar, Ahad 19 Juni 2016.

MAKASAR (Jurnalislam.com)Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, melalui situs kemendagri belum lama ini, mengeluarkan pernyataan melalui rilis berita tidak ada perda syariat Islam yang dihapus. Menanggapi hal tersebut, Senator DPD RI asal Sulawesi Selatan, H.A.M Iqbal Parewangi mengatakan itu hanya permainan kata saja.

“Apa kata seorang Tjahjo Kumolo? Tidak ada Perda Syariat Islam yang dihapus, itu benar, karena memang tidak ada perda bernama syariat Islam, yang ada adalah perda bernuansa syariat Islam, ini persoalan hanya permainan kata,” tegasnya saat menjadi salah satu narasumber di acara Ramadhan Maghfirah Parmusi dan Silaturahmi Ormas Se-Sulsel di Gedung Training Centre, UIN Alauddin Makassar, Ahad (19/6/2016).

Lebih lanjut, pria alumi Pelajar Islam Indonesia ini mengatakan secara yuridis pernyataan Tjahjo tidak salah.

“Jadi apakah itu salah pernyataan seorang Tjahjo? Dalam diksi Bahasa Indonesia itu tidak salah, secara yuridis itu tidak salah, karena dia mengatakan tidak ada perda syariat islam yang dihapus,” ungkap Iqbal.

Namun fakta di lapangan menunjukkan berbeda, ada 1800 Perda bernuansa Syariat Islam yang dihapus pemerintah.

“Memang tidak ada kok perda syariat Islam tapi perda yang bermuatan syariat Islam yang dihapus ada sebanyak 1800 lebih, separuh,” pungkasnya.

Kontributor: Sarah Larasati Mantovani | Editor: Ally Muhammad Abduh

KontraS Desak Pemerintah Bentuk Tim Khusus untuk Hentikan Kasus Kriminalisasi oleh Kepolisian

KontraS
KontraS

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak pemerintah untuk membentuk tim khusus guna menyelesaikan berbagai kasus kriminalisasi. Menurut Koordinator KontraS, Haris Azhar, langkah itu perlu dilakukan agar kriminalisasi terhadap aktivis yang melakukan kerja-kerja advokasi tak terjadi lagi.

“Sebenarnya enggak susah kok membentuk tim ini. Malah sensitivitas untuk mengangkat isu ini sebagai pembelajaran supaya Polri tidak lagi semena-mena dalam mengkriminalkan orang,” kata Haris di Kantor Kontras, Jakarta, Ahad (19/6/2016).

Tim tersebut, lanjut Haris dapat terdiri dari lima orang yang komposisinya terdiri dari dua orang perwakilan pemerintah dan tiga orang masyarakat sipil.

Untuk menghentikan dan mengusut kasus-kasus kriminalisasi, kata Haris, tim tersebut dapat memanfaatkan data dari LSM terkait serta pengacara pendamping.

Selain mendesak pemerintah untuk membentuk tim khusus untuk kasus kriminalisasi, gabungan organisasi itu juga menuntut agar Presiden membebaskan para aktivis yang masih mengalami penahanan akibat kerja advokasi yang mereka lakukan.

Selanjutnya mereka juga meminta adanya koreksi terhadap sejumlah regulasi yang berpotensi mengakibatkan upaya kriminalisasi.

Selain KontraS, dalam kesempatan itu sejumlah organisasi masyarakat sipil lainnya seperti, KPA, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), LBH Pers dan ICW.

Reporter: Irfan Yusuf | Editor: Ally Muhammad Abduh

Banjir dan Longsor Jateng, BNPB: 35 Tewas, 25 Hilang, 14 Luka

Sejumlah Relawan sedang mencari korban tewas akibat banjir dan longsor di Jawa Tengah
Sejumlah Relawan sedang mencari korban tewas akibat banjir dan longsor di Jawa Tengah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah korban musibah banjir dan longsor di wilayah Jawa Tengah. Dalam lama resminya, Ahad (19/6/2016) BNPB menulis, hingga jam 18.20 malam ini mencapai 35 orang meninggal dunia, 25 hilang dan 14 luka-luka.

“Dari jumlah keseluruhan korban jiwa tersebut terdapat di Kabupaten Purworejo 19 tewas, 25 orang hilang, dan 11 luka-luka; di Banjarnegara 6 tewas dan 3 luka-luka; di Kebumen 7 tewas, Sukoharjo 1 tewas, Rembang 1 tewas dan Banyumas 1 tewas. Sebagian besar korban meninggal dan hilang akibat longsor yaitu dari 35 tewas adalah 31 tewas akibat longsor dan 4 tewas akibat hanyut banjir,” terang Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho sebagaimana dilansir BNPB.

Daerah yang paling parah mengalami longsor adalah Kabupaten Purworejo. Longsor dengan korban jiwa terjadi 5 lokasi. Di Desa Karangrejo Kecamatan Loano terdapat 9 tewas, 6 hilang dan 1 luka-luka, sedangkan akibat banjir 4 tewas, 2 hilang dan 7 luka-luka. Di Desa Pacekelan Kecamatan Purworejo terdapat 1 tewas dan 1 luka-luka. Di Desa Jelog Kecamatan Kaligesing ada 2 oang hilang, di Desa Sidomulyo Kecamatan Purworejo ada 1 tewas dan 4 hilang, sedangkan di Desa Donorati Kecamatan Purworejo terdapat 4 tewas, 11 hilang dan 2 luka-luka.

Hingga saat ini, pencarian korban hilang masih terus dilakukan tim SAR gabungan. Sutopo menjelaskan, aksesibilitas menuju lokasi longsor cukup sulit dijangkau.

“Khususnya jalan menuju Desa Dorowati kondisinya rusak dan terdampak longsor sehingga alat berat tidak dapat digunakan untuk mencari korban tertimbun longsor. Pencarian dilakukan dengan manual oleh ratusan personil SAR gabungan. Lima alat berat dikerahkan untuk mencari korban di Purworejo,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Sutop, Kepala BNPB, Willem Rampangilei, masih dalam perjalanan menuju Purworejo. Namun Willem telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah untuk penanganan darurat banjir dan longsor.

“Logistik dan peralatan di gudang BPBD dikerahkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Tim Reaksi Cepat BNPB telah berada di lokasi mendampingi BPBD dalam penanganan darurat,” katanya.

BNPB mengerahkan pesawat tanpa awak untuk melakukan kajian cepat dampak bencana. BPBD Kabupaten Magelang, Temanggung dan Wonosobo membantu penanganan darurat di Purworejo.

“Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada. Hujan lebat diperkirakan masih berpotensi turun hingga 20 Juni 2016. Selalu waspada dengan kondisi lingkungan yang membahayakan jiwa,” pungkasnya.

Sumber: BNPB | Editor: Ally Muhammad Abduh

Pertanyakan Kinerja Tito, KontraS Nilai Jokowi Tak Paham Problem Polri

Hariz Azhar dalam Konferensi Pers di Kantor KotraS, Jakarta, Ahad (19/6/2016)
Hariz Azhar dalam Konferensi Pers di Kantor KotraS, Jakarta, Ahad (19/6/2016)

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar mempertanyakan alasan Presiden Jokowi memilih Tito Karnavian sebagai Kapolri. Menurutnya, Tito adalah sosok yang kontroversial dan kinerjanya di Kepolisian patut dipertanyakan.

“Dari data temen KIARA (Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan), waktu menjadi Kapolda dia menerima uang dari Agung Podomoro untuk pembangunan pelataran parkir. Waktu bekerja lama wara-wiri di Densus juga banyak kasus-kasus kontroversial,” ungkap Haris di Sekretariat KontraS, Jakarta Pusat, Ahad (19/6/2016).

Dalam siaran persnya Haris juga menyatakan, sebelum Jokowi mengangkat Kapolri seyogyanya presiden mengetahui masalah dalam tubuh Polri. “Jangan sampai menujuk Kapolri tanpa tahu problem yang ada di Kepolisian,” tandasnya.

“Pak Presiden, anda jangan enak-enakan aja nunjuk Tito Karnavian sebagai Kapolri, anda harus tahu problemnya Polri. Jadi menunjuk Kapolri dalam rangka untuk memperbaiki Polri. Jangan menunjuk Kapolri tanpa mengetahui problemnya Polri,” pungkas Haris.

Reporter: Irfan Yusuf | Editor: Ally Muhammad Abduh

ECR dan METALA Lakukan Aksi Tanggap Banjir di Joyontakan Solo

IMG-20160619-WA008 (1)SOLO (Jurnalislam.com) – Emergency And Crisis Response (ECR) bekerja sama dengan METALA (Mahasiswa Ekonomi Pecinta Alam) UMS mengadakan Aksi Peduli Banjir di Kampung Joyontakan Solo, Ahad (19/06/2016).

Curah hujan yang cukup tinggi di Karanganyar, Sukoharjo dan Wonogiri sejak kemarin mengakibatkan aliran Sungai Bengawan Solo meluap. Akibatnya, kampung-kampung di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo pun terendam.

Menurut laporan relawan yang berada di lokasi kepada Jurnalislam mengatakan ketinggian air setinggi dada orang dewasa dan terus naik.

Laporan ketinggian air yang dirilis ECR pada hari ini 19 Juni 2016 hingga pukul 13.15 WIB sebagai berikut :

  1. Kel. Joyontakan kec. Serengan terdapat 50 kk (35 rumah) tergenang air setinggi 50 cm. Warga mengungsi ke Masjid An Nikmah Joyontakan.
  1. Gandekan kec. Jebres terdapat 80 kk ( 60 rumah) tergenang air setinggi 20 -30 cm. Warga yang rumahnya terendam mengungsi ke tanggul Bengawan Solo.
  1. Kel. Kp sewu kec Jebres terdapat 10 kk (6 rumah) terandam air metinggian 15-20 cm. Warga yang rumahnya terendam air mengungsi ke tanggul Bengawan Solo.
  1. Kel Sangkrah kec Pasar Kliwon terdapat 70 kk (70 rumah) terendam air setinggi 50 cm. Warga yang rumahnya terendam air mengungsi ke tanggul Bengawan Solo.

Relawan ECR dan METALA UMS Solo menerjunkan satu buah perahu karet untuk mengevakuasi warga.

“Kami berkonsentrasi dulu untuk memindahkan korban ke tempat yang lebih aman. Adapun mengenai kesehatan korban dan penyakit yang di sebabkan pasca banjir kami akan tindak lanjuti nanti,” kata Ketua ECR M. Ridwan kepada Jurnalislam di sela evakuasi.

IMG-20160619-WA014 (1) IMG-20160619-WA017 (1)

IMG-20160619-WA016 (1) IMG-20160619-WA005

Reporter: Riyanto | Editor: Deddy

Sejumlah Ormas Islam Sukoharjo Adakan Tabligh Akbar dan Bagikan 100 Paket Sembako

IMG_20160619_063354SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan sejumlah ormas Islam di Solo menggelar Tabligh Akbar dan bagi-bagi sembako gratis. Sedikitnya 100 paket sembako dibagikan secara cuma-cuma kepada warga yang kurang mampu di Desa Waru Kecamatan Baki Sukoharjo, Ahad (19/06/2016).

Acara yang seharusnya diadakan pada Sabtu malam (18/06/2016) ba’da sholat tarawih dengan pemateri Ustadz Nurhadi Waseso dari Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), dengan terpaksa harus diundur ke hari Ahad pagi. Hujan deras pada hari Sabtu membuat acara tidak memungkinkan untuk dilangsungkan ditambah lagi pemateri yang berhalangan hadir.

Meski demikian, ratusan jamaah nampak memenuhi halaman Masjid At Tawabin Nglondo Waru Baki Sukoharjo pada Ahad pagi untuk mendengarkan ceramah dari Ustadz Surowijaya.

Dalam ceramahnya, Ustadz Suro menjelaskan tentang keutamaan bulan Ramadhan. “Bulan Ramadhan ini sebagai bulan latihan dalam ketaatan kepada Allah Swt,” katanya.

Selanjutnya beliau mengajak memperhatikan orang-orang yang sholeh yang kurang mampu atau budak yang ingin memerdekaan dirinya terpenjara karena iman. “Boleh jadi amanya daerah kita dari musibah karena do’a mereka yang dikabulkan oleh Allah Swt,” lanjutnya.

Acara diakhiri dengan pembagian ratusan paket sembako kepada warga yang kurang mampu. Acara tersebut terselenggara atas kerjasama sejumlah ormas Islam di Solo, diantarnya , Jama’ah Ansharusyariah, Me-DAN (Medis dan Kemanusiaan), SALIMAH serta FKRM (Forum komunikasi Remaja Masjid), Sukoharjo.

IMG_20160619_073129 IMG_20160619_063407

Reporter: Ridho | Editor: Deddy

Kuasa Hukum Bu Eni Salahkan Ruben dan TransTV

Ruben-Onsu-Makan-Siang-di-Warteg-Bu-Saeni-644x322SERANG (Jurnalislam.com) — Kedatangan Ruben Onsu dan kru TransTV ke warteg Bu Saeni kemarin, Sabtu (18/06/2016) pagi, ternyata telah dilarang sebelumnya oleh Kuasa Hukum Bu Saeni Silvy Shofawi Haiz, SH.

“Sebelumnya saya sudah melarang TransTV untuk datang dan membatasi wawancara langsung dengan Bu Saeni,” katanya kepada Jurnalislam melalui sambungan telepon, Ahad (19/6/2016).

Namun Silvy mengakui, ia terpaksa menginzinkan Ruben dan kru tapi dengan syarat, hanya untuk wawancara sedikit saja.

“Sekali lagi saya katakan, saya sudah larang mereka datang, dia berjanji sebentar jam 6 untuk wawancara, tapi kok diambil TV, ini yang menjadi masalah,” tegasnya.

“Seharusnya kalau mau wawancara langsung saja ke saya sebagai kuasa hukum, kasian Ibu Eni itu polos,” sambung Silvy.

Oleh sebab itu, jika ada pihak yang harus disalahkan, maka Ruben Onsu lah orangnya. “Silahkan saja salahkan ruben, tapi untuk Bu Saeni nanti dulu,” pungkas Sylvi.

Reporter: Muhammad Fajar l Editor: Deddy

 

Sosialisasikan Imbauan Walikota Terkait Ramadhan, ALMUMTAZ Sweeping Rumah Makan

IMG-20160619-WA002TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Dalam rangka menjaga kekhusyuan dan ketertiban bulan Ramadhan, Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (ALMUMTAZ) menggelar aksi sweeping ke warung-warung makan yang buka pada siang hari, Sabtu (18/6/2016).

Tim Advokasi ALMUMTAZ, Ustadz Ikmal Isbahizzaman mengatakan, aksi itu juga untuk mensosialisasikan imbauan Walikota Tasikmalaya terkait bulan Ramadhan.

“Dalam rangka penegakan syariah dan himbauan walkot, supaya orang-orang khususnya muslim yang melakukan dagang pada bulan Ramadhan ini agar bisa menjaga,” ujarnya kepada Jurnalislam usai aksi.

Salah satu poin imbauannya adalah tidak membuka rumah makan/warung nasi atau sejenis pada bulan ramadhan sebelum pukul 16.00 WIB. “Ini kan buka pagi-pagi, otomatis ini melayani orang yang sudah ada niatan yang tidak shaum (puasa),” kata pria yang juga menjabat Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya itu.

“Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi warga dan khususnya pedagang di kota Tasikmalaya, jangan sampai hal ini dijadikan alasan untuk memenuhi kebutuhan, saya yakin rizki dari Allah itu lebih banyak,” sambungnya.

Salah seorang pemilik warung mengaku belum menerima surat imbauan dari walikota tersebut. “Saya belum pernah mendengar dan menerima selembaran himbauan walikota, bahwa tidak boleh membuka warung makan di siang hari sebelum pukul 16.00,” kata Ibu A’ah kepada para laskar saat disweeping.

Namun demikian, ia mengakui kesalahannya dan berterimkasih kepada laskar dan aparat yang tidak bertindak represif.

“Saya mengakui kelasahan saya dan saya mengucapkan terimakasih kepada aparat yang berwenang karena telah memberikan himbauan walikota tersebut, dan saya berjanji tidak akan membuka warung makan lagi sebelum waktu yang ditentukan dalam surat himbauan tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, korlap Satpol PP, Hidayat mengatakan, para pemilik warung-warung makan yang buka di siang hari bulan Ramadhan itu beralasan mereka didesak kebutuhan. Warung-warung makan tersebut kebanyakan ditemukan di kawasan Pasar Cikurubuk.

“Sebagian masyarakat ada yang sudah menyadari dan ada yang bersikukuh, dan alasan mereka yang bersikukuh karena masalah mata pencaharian, maka kami bersama ormas Islam dan Kepolisian kompak melakukan himbauan kepada masyarakat,” terang Hidayat.

“Saya bangga dengan sinergi antara masyarakat dan aparat dalam menjaga ketertiban dan kekhusyuan bulan Ramadhan ini,” tambahnya.

Aksi ALMUMTAZ yang digelar mulai pukul 9 pagi hingga dzuhur itu didampingi oleh pihak Kapolres Kota Tasikmalaya dan Satpol PP Kota Tasikmalaya.

Berikut adalah Tiga Imbauan Walikota Tasikmalaya pada bulan Ramadhan:

  1. Tidak membuka rumah makan/warung nasi atau sejenis pada bulan Ramadhan sebelum pukul 16.00 WIB
  2. Menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat mengganggu ibadah puasa, baik bagi dirinya ataupun orang lain, misalnya dengan memakai busana yang sesuai dengan tuntutan ajaran agama islam
  3. Pemilik/pengelola tempat hiburan karaoke, bilyard dan sejenisnya agar menutup kegiatan usahanya selama bulan suci Ramadhan

Reporter: Aryo Jipang, HBQ | Editor: Deddy

 

Tim MeDAN Soloraya Evakuasi Warga Plalan Korban Banjir

20160619_092926 (1)SOLO (Jurnalislam.com) – Selang satu hari pasca diresmikannya kantor cabang Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Soloraya, relawan Me-DAN langsung bertugas. Mereka mengevakuasi korban banjir Wisma IDC di daerah Plalan, Joyotakan, Serengan, Solo, Ahad (19/6/2016).

Tingginya curah hujan yang turun sejak Sabtu malam mengakibatkan sungai Bengawan Solo meluap. Tak ayal beberapa daerah rawan banjir kota Solo yakni Joyotaka, Sangkrah, Semanggi, Kampung Sewu, Solo baru dan tempat lain mengalami kebanjiran.

Sobri anggota MeDAN mengatakan banjir kali ini lebih besar setelah tahun 2007 silam. Setelah pemkot Solo memasang pompa air di beberapa titik rawan banjir, hampir 9 tahun tidak terjadi banjir.

“Tadi saya bada shubuh sempat ke pasar Semanggi, namun air memang belum besar tapi sekarang sudah naik debit airnya” ucap Sobri kepada tim liputan Jurnalislam.com, Ahad.

Dari pantauan tim liputan Jurnalislam beberapa warga mulai mengevakuasi barang berharga mereka. Pinggir jalan Solo-Sukoharjo menjadi alternatif tempat aman untuk mendirikan tenda darurat.

IMG-20160619-WA007 IMG-20160619-WA0056

Reporter: Dyo | Editor: Deddy