Berita Terkini

MUI Tegaskan Zakat Boleh Dibagikan Kepada “Keluarga Teroris”

Ketu MUI Pusat, KH Ma'aruf Amin
Ketu MUI Pusat, KH Ma’aruf Amin

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pernyataan kontroversial Anggota Komisi IX DPR, dari Fraksi PKB Siti Masrifah yang melarang umat Islam untuk memberikan zakat kepada keluarga teroris, ditanggapi serius Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Ma’ruf Amin.

Menurut Rais Amm Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu, zakat wajib diberikan kepada para mustahiq (yang berhak), tanpa harus mempersoalkan latarbelakang. Misalnya keluarga ‘teroris’ berstatus fakir miskin dibolehkan diberi zakat.

“Zakat diberikan kepada siapa pun. Apalagi ini zakat fitrah, untuk kebutuhan makanan di Hari Raya. Jangan dipersoalkan latar belakang. Zakat itu hak fuqara masakin, hak orang miskin dengan latar belakang apa pun,” ujar Kyai Ma’ruf kepada wartawan di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Jumat (1/7/2016) siang.

Selain itu, Kiai Ma’ruf, pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini melanjutkan bahwa label keluarga teroris tidak bisa disematkan kepada seluruh anggota keluarga yang kepala keluarganya melakukan tindakan terorisme.

“Masyarakat tidak boleh melakukan stigmatisasi kepada anggota keluarga yang tidak melakukan tindakan terorisme,” imbuhnya.

Pernyataan Kiai Ma’ruf ini menyikapi Anggota Komisi IX DPR, dari Fraksi PKB Siti Masrifah, yang melarang kaum muslimin untuk memberikan zakat kepada keluarga teroris.

“Kita tak perlu menyalurkan zakat ke pihak yang diragukan seperti keluarga teroris yang dianggap syuhada,” kata Masrifah, di Jakarta, sebagaimana dikutip Antara, Selasa (28/6/2016).

Sumber: voa-islam | Editor: Ally Muhammad Abduh

Pemuda Muhammadiyah Imbau Lembaga Zakat Tak Perlu Ragu Bantu Keluarga Terduga Teroris

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dr Dahnil Anzar Simanjuntak, SE, ME
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dr Dahnil Anzar Simanjuntak, SE, ME

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dr Dahnil Anzar Simanjuntak, SE, ME, mengimbau kepada lembaga zakat untuk membantu para keluarga terduga maupun tersangka terorisme.

Sehingga tak perlu menghiraukan adanya pernyataan tak berdasar dari salah seorang Anggota DPR RI yang melarang penyaluran zakat bagi mereka.

“Kita kan ingin mengembangkan toleransi beragama dan menebarkan Islam yang damai, tapi nanti tidak akan terwujud jika pernyataan-pernyataan kebencian itu muncul,” kata Dahnil Anzar kepada wartawan, Sabtu (2/7/2016).

Zakat dan moment hari raya Idul Fitri, menurut Dahnil, adalah saat yang tepat untuk membantu para keluarga tersebut.

“Imbauan saya, siapapun asnaf itu harus dibantu, itu wajib. Momentum Idul Fitri ini adalah momentum yang baik untuk melakukan pemberdayaan ekonomi, charity, berbagi. Para keluarga terduga, tersangka terorisme itu kan korban juga sebenarnya, mereka harus dibantu. Umat Islam para muzakki wajib itu membantu mereka untuk menyalurkan zakatnya, bila mereka ini faqir, miskin atau termasuk dalam delapan asnaf tadi,” ungkapnya.

Dengan demikian, ia berharap lembaga zakat tak perlu ragu lagi menyalurkan zakatnya untuk kaum Muslimin yang berhak, apa pun latar belakangnya.

“Tidak perlu ragu, bahkan harus, fardhu ‘ain itu membantu mereka. Dengan memberikan zakat kepada mereka itu justru akan membantu mereka keluar dari stigma terorisme dan menghapus kebencian dari kelompok lain. Sehingga di lingkungan sosial mereka bisa hadir dan tidak dikucilkan,” tandasnya.

Kontributor: AW | Editor: Ally Muhammad Abduh

Dahnil Anzar: Dakwah itu Merangkul Bukan Menendang

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dr Dahnil Anzar Simanjuntak, SE, ME
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dr Dahnil Anzar Simanjuntak, SE, ME

JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dr Dahnil Anzar Simanjuntak, SE, ME, meminta umat Islam agar bersikap bijak dalam masalah terorisme.

Menurutnya, larangan menyalurkan zakat dan memberi stigma negatif keluarga terduga atau tersangka pelaku terorisme, bisa menimbulkan kebencian baru.

Hal itu menyusul sikap Anggota Komisi IX DPR, dari Fraksi PKB Siti Masrifah, yang melarang kaum muslimin untuk memberikan zakat kepada keluarga teroris.

Baca ini: Anggota DPR Larang Zakat untuk Keluarga Teroris, Ini Tanggapan Komnas HAM

Ia menyampaikan, para keluarga pelaku sejatinya merupakan obyek dakwah. Di mana dalam Islam, dakwah harus dilakukan dengan hikmah.

“Dakwah itu menebar kasih, menebar kebaikan. Mereka harus dirangkul supaya mereka bisa hidup lebih baik dan berdampingan dengan masyarakat. Dakwah itu harus merangkul bukan menendang, dakwah itu harus membangun jembatan bukan membangun tembok,” kata Dahnil Anzar kepada wartawan, Sabtu (2/7/2016).

Maka tak ada salahnya menyalurkan zakat kepada keluarga terduga, sebagai bentuk kepedulian. Bahkan itu merupakan hal positif.

“Melalui zakat itu momentum positif memberikan kepedulian kepada mereka, sehingga mereka merasa bagian dari umat Islam,” ujarnya.

Baca juga: Larangan Zakat dan Stigma Negatif “Keluarga Teroris” Bisa Menebar Kebencian Baru

Namun realitanya sangat dilematis, di satu sisi negara tidak hadir merangkul para keluarga terduga, tapi di sisi lain, bila ada lembaga sosial yang hendak membantu malah dikaitkan dengan terorisme.

“Inilah perspektif keliru dalam penanganan terorisme di Indonesia,” tandasnya.

Kontributor: AW | Editor: Ally Muhammad Abduh

Larangan Zakat dan Stigma Negatif “Keluarga Teroris” Bisa Menebar Kebencian Baru

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dr Dahnil Anzar Simanjuntak, SE, ME
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dr Dahnil Anzar Simanjuntak, SE, ME

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dr Dahnil Anzar Simanjuntak, SE, ME, menjelaskan bahwa siapa pun yang termasuk dalam delapan ashnaf, wajib diberikan zakat.

Ia mengutip Firman Allah dalam Al Qur’an Surat At Taubah ayat 60.

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk (1) orang-orang fakir, (2) orang-orang miskin, (3) amil zakat, (4) para mu’allaf yang dibujuk hatinya, (5) untuk (memerdekakan) budak, (6) orang-orang yang terlilit utang, (7) untuk jalan Allah dan (8) untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Taubah: 60).

“Semua, umat Islam yang masuk dalam delapan asnaf itu mustahiq (berhak) memperoleh zakat, apapun latar belakang mereka,” kata Dahnil Anzar kepada wartawan, Sabtu (2/7/2016).

Selain itu, Dahnil juga meminta agar keluarga terduga atau tersangka pelaku, tidak dilabeli dengan stigma negatif dan diperlakukan diskriminatif. Sebab, pihak keluarga belum tentu tahu, apalagi terlibat dalam kasus terorisme.

“Soal stigma keluarga teroris, bisa jadi yang terlibat dalam terorisme itu adalah anggota keluarga, tapi kan belum tentu semua keluarganya atau keluarganya tidak terlibat. Menghukum mereka yang sama sekali tidak paham dengan terorisme dengan memberikan stigma kepada mereka, itu justru bukan sikap yang bijak,” jelasnya.

Baca juga: Dahnil Anzar: Dakwah itu Merangkul Bukan Menendang

Ia menambahkan, bila stigma negative dan perilaku diskriminatif itu terjadi, justru akan menimbulkan kebencian baru.

“Itu justru bisa menebar kebencian kalau keluarga yang tidak tahu apa-apa -hanya karena perilaku suami atau anaknya- tapi mereka kena imbasnya. Itu akan membuat mereka merasa kelompok lain membenci mereka dan bisa mendorong terorisme baru,” tegasnya.

Pernyataan Dahnil Anzar tersebut, menyikapi Anggota Komisi IX DPR, dari Fraksi PKB Siti Masrifah, yang melarang kaum muslimin untuk memberikan zakat kepada keluarga teroris.

“Kita tak perlu menyalurkan zakat ke pihak yang diragukan seperti keluarga teroris yang dianggap syuhada,” kata Masrifah, di Jakarta, sebagaimana dikutip Antara, Selasa (28/6/2016).

Kontributor: AW | Editor: Ally Muhammad Abduh

Ulama Palestina: Berjuanglah Membebaskan Al Aqsa Sekemampuan

"Ramadhan Indah Berama Imam-imam Palestina", Syam Organizer di Kota Cilegon
“Ramadhan Indah Berama Imam-imam Palestina”, Syam Organizer di Kota Cilegon

CILEGON (Jurnislam.com) – Syam Organizer (SO) bersama Mahasiswa Pecinta Islam (MPI) menggelar Safari Dakwah bertajuk “Ramadhan Bermakna Bersama Imam-imam Palestina”. Acara dilangsungkan di tiga masjid di Kota Cilegon itu menghadirkan Ulama Palestina, Imad Ahmad Muqod dari Gaza Palestina.

“Acara safari Ramadhan di Kota Cilegon diawali pada hari Jum’at 1 juli 2016 di tiga tempat, yaitu Shalat Jum’at di Masjid Al Ukhuwwah PT. Krakatau Posco, kemudian Buka Bersama di Masjid Al Muhajirin perumahan Taman Krakatau, dilanjutkan Shalat Tarawih di Masjid As Syuhada Perumahan Bumi Baja Sejahtera (BBS3),” terang Hafidz, humas acara kepada Jurnalislam, Ahad (3/7/2016).

Sedangkan acara lanjut kang Hafid, dilaksanakan pada hari Sabtu 2 Juli 2016, yaitu Shalat subuh dan kuliah subuh di masjid Hidayatullah perumahan Bumi Panggung Indah (BPI) Panggung Rawi.

Dalam pemaparannya, Syekh Imad Ahmad Muqod menjelaskan pentingnya membantu saudara muslim di Palestina. “Persoalan masjid Al Aqsha adalah persoalan ummat islam di seluruh dunia, karena Al Aqsha milik ummat Islam,” ujar Doktor bidang fikih itu.

Dosen yang sedang menyelesaikan desertasi untuk S3-nya di Universitas Islam Tunisia itu juga mengajak Kaum muslimin menggelorakan pembebasan Palestina dari Yahudi Israel.

“Berjuanglah secara ikhlas untuk pembebasan Al Aqsha dan Palestina dengan segala kemampuan,” katanya.

Acara Safari Ramadhan tersebut di akhiri dengan penggalangan dana untuk disumbangkan kepada muslim Palestina yang membutuhkan melalui lembaga kemanusiaan Syam Organizer.

Seperti diberitakan sebelumnya Syam Organizer pada Ramadhan tahun ini mengadakan safari ramadhan yang ke-2 dengan mendatangkan 4 imam dari negeri Palestina. Pada tahun ini ada 64 kota di Indonesia dengan lebih dari 160 masjid menjadi tempat penyelenggaraan.

Reporter: Muhammad Fajar Adytia | Editor: Ally Muhammad Abduh

 

Kopontren Ta’awun Al Mukmin Ngruki dan Warung MDS, Berbuka Puasa Bersama Anak Yatim dan Dhuafa

SOLO (Jurnalislam.com) – Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al Mukmin Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo bekerjasama dengan mengadakan buka puasa bersama anak yatim, dhuafa dan masyarakat Ngruki, Sabtu (2/7/2016).

Acara diisi kajian oleh Ustadz Widiasih pengasuh pondok Al Mukmin Ngruki sebelum berbuka puasa bersama. Kemudian dilanjutkan pembagian 50 paket sembako untuk dhuafa dan 28 santunan uang untuk anak yatim.

Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Kopontren Ta'awun Al Mukmin Ngruki dan Warung MDS, Sabtu (2/7/2016)

Direktur Koppontren Ta’awun, Ustadz Munir mengatakan Koperasi Ta’awun merupakan salah satu program pondok untuk menyediakan kebutuhan masyarakat. Ada juga program BMT dan penyedia jasa Photocopy. Untuk itu, ia berharap kerjasama seluruh masyarakat untuk memanfaatkannya.

“Mari, koperasi ini sebagai pemenuhan kebutuhan pribadi sehari-hari, jangan sampai malah kalau membeli di toko-toko milik orang kafir. Selain itu kita juga ada BMT yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan umat Islam, karena kan keuntungan kita sisihkan untuk bersedekah,” katanya.

Ia melanjutkan, kedepannya Koperasi Ta’awun akan terus menjalin kerja sama dengan semua elemen untuk berpartisipasi dalam bersedekah dan menyantuni anak yatim.

Sementara itu, pimpinan Warung MDS, Joko mengatakan kegiatan itu juga diadakan untuk mengenalkan Koperasi ta’awun serta meningkatkan daya beli masyarakat.

“Kita akan menerobos masyarakat langsung untuk memanfaatkan Koperasi Ta’awun. Tujuannya, masyarakat Ngruki dan sekitarnya dapat berbelanja di sini. Karena selama ini masyarakat masih lebih senang berbelanja di supermarket atau hipermarket yang notabene bukan milik muslim,” ujar Joko.

Dua Pemimpin Militer Senior IS Terbunuh dalam Serangan Udara

afp-795f7b8c85ce1b13316d073452e68a57a9bba442IRAK (Jurnalislam.com) – Serangan udara koalisi di dekat Mosul, Irak, membunuh dua pemimpin militer senior kelompok Islamic State (IS), Pentagon mengatakan Jumat, lansir World Bulletin Sabtu (02/07/2016)

“Pasukan koalisi melakukan serangan udara terhadap dua komandan militer senior IS pada 25 Juni di dekat Mosul, Irak, yang mengakibatkan kematian mereka,” kata sekretaris pers Pentagon Peter Cook dalam sebuah pernyataan.

“Serangan dengan menewaskan Basim Muhammad Ahmad Sultan al-Bajari, wakil menteri perang IS, dan Hatim Thalib al-Hamduni, seorang komandan militer IS di Mosul.”

Cook mengatakan al-Bajari memimpin batalion IS Jaysh al-Dabiq yang dikenal sering menggunakan kendaraan berisi IED (bom rakitan), pelaku bom martir dan gas mustard dalam serangan tersebut.”

Al-Hamduni adalah seorang komandan militer di Mosul dan kepala polisi militer di wilayah itu, kata Cook.

Mosul adalah kota kedua terbesar Irak dan menjadi ibukota de facto kelompok IS di Irak.

Pasukan Irak dalam beberapa pekan terakhir telah membuat kemajuan yang signifikan terhadap kelompok IS, termasuk merebut kembali kota Fallujah bulan ini.

Perhatian sekarang beralih ke Mosul, di mana pertempuran akan beralih ke kota tersebut.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Militer Bangladesh: 20 Sandera Asing Tewas, Sebagian Besar Dipenggal

665003303001_5018847966001_5018713364001-vsBANGLADESH (Jurnalislam.com) – Dua puluh sandera asing tewas di sebuah kafe di ibukota Bangladesh, tentara mengatakan, dalam serangan yang diklaim oleh kelompok Islamic State (IS) yang berakhir setelah pengepungan 10 jam ketika pasukan komando menyerbu gedung, lansir Aljazeera Sabtu (02/07/2016).

Sembilan warga negara Italia, seorang warga Amerika, tujuh warga Jepang dan seorang warga India pada hari Sabtu dikonfirmasi berada di antara korban tewas.

“Sebagian besar dari mereka secara brutal dipenggal dengan senjata tajam hingga tewas,” kata juru bicara militer Brigjen Nayeem Ashfaq Chowdhury, Sabtu.

Menteri Luar Negeri Italia mengatakan hari Sabtu bahwa seorang warga Italia lain masih belum ditemukan.

“Dia bisa saja bersembunyi atau berada di antara korban yang terluka … kami sedang mencari dia,” kata Paolo Gentiloni, menteri luar negeri Italia.

Perdana Menteri Sheikh Hasina sebelumnya mengatakan 13 sandera telah diselamatkan. Hasina mengatakan enam orang bersenjata juga tewas dan seorang lainnya ditangkap dalam operasi pagi di kafe Holey Artisan di Dhaka.

Korban yang berhasil diselamatkan termasuk dua warga Sri Lanka dan seorang warga Jepang yang terluka, Letnan Kolonel Tuhin Mohammad Masud mengatakan, menambahkan ada korban yang terluka di antara para sandera lainnya.

Bangladesh menyatakan dua hari berkabung nasional menyusul serangan.

“Kami telah menembak mati setidaknya enam penyerang dan membersihkan bangunan utama,” kata Masud kepada kantor berita Associated Press.

d4cedd59efde4ea3a1a88be3f0c44ae4_18

Reporter Al Jazeera Tanvir Chowdhury, melaporkan dari Dhaka, mengatakan bahwa kafe tersebut terletak di salah satu bagian ibukota yang paling diawasi ketat, dan merupakan lokasi beberapa kedutaan besar dan terkenal di kalangan orang asing.

“Untuk masuk ke sini Anda harus melewati banyak pos pemeriksaan polisi. Ini adalah daerah yang sangat dijaga,” kata Chowdhury.

“Jadi ada pertanyaan serius yang muncul: Bagaimana mereka berhasil masuk dengan senjata dan amunisi, bahkan mungkin bom dan granat tangan?”

Krisis mulai pada sekitar pukul 21:00 waktu setempat, kata polisi, ketika sekelompok pria bersenjata menyerbu masuk kafe, yang populer bagi orang asing, orang-orang muda, dan kelas menengah Bangladesh.

People help an unidentified injured person after gunmen attacked a cafe popular with foreigners in Bangladesh's capital, Dhaka, on Friday.

Selama pengepungan, IS memposting foto orang asing yang tewas di café. Polisi percaya sekelompok orang bersenjata yang bersembunyi tersebut dipersenjatai dengan senapan serbu dan granat.

Menurut Rezaul Karim, ayah dari seorang saksi, Hasnat, orang-orang bersenjata meminta semua orang di dalam kafe untuk membaca Al-Qur’an – kitab suci Islam.

“Mereka yang mampu membaca Quran dipisahkan. Orang-orang bersenjata bahkan memberi mereka makan tadi malam,” katanya, “Yang lain disiksa.”

Gowher Rizvi, seorang penasehat Perdana Menteri Hasina, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa pasukan keamanan awalnya telah mencoba untuk bernegosiasi untuk memecahkan krisis.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Serangan Udara Rezim Syiah Assad Bunuh 20 Warga Sipil di Qalamoun

thumbs_b_c_a429b109d97402d420d375e7d677c6feSURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 20 warga sipil tewas dan 40 lainnya terluka oleh serangan udara rezim Suriah Sabtu di daerah Qalamoun di pedesaan utara Damaskus, menurut pejabat Pertahanan Sipil Suriah.

“Pesawat-pesawat tempur Rezim meluncurkan 45 serangan udara di kota Jayrud di daerah Qalamoun yang dikuasai oposisi,” kata pejabat kepada Anadolu Agency, Sabtu (02/07/2016).

Yusuf al-Bustani, seorang anggota komite koordinasi lokal di daerah Timur Ghouta, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa hanya 20 orang yang teridentifikasi.

Al-Bustani mengatakan bahwa korban tewas kemungkinan akan meningkat karena banyak korban cedera berada dalam kondisi serius.

“Fasilitas medis di Jayrud kewalahan dengan banyaknya korban yang terluka,” katanya.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Bashar al-Assad menumpas pengunjuk rasa dengan keganasan militer yang tak terduga dan tidak proporsional.

Sejak itu, lebih dari 360.000 orang telah tewas selama konflik lima tahun dan lebih dari 10 juta lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka, menurut Anadolu Agency.

Namun menurut Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menyebutkan korban tewas akibat perang enam tahun di suriah tersebut adalah lebih dari 470.000 orang.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Kumandang Adzan Pertama di Hagia Sophia Istanbul Setelah 85 Tahun Terhenti

hagiaTURKI (Jurnalislam.com) – Hagia Sophia mengumandangkan adzan subuh dari dalam bangunan yang dibangun pada abad ke-6 di Istanbul tersebut untuk pertama kalinya dalam 85 tahun pada hari Sabtu (02/07/2016).

Seperti yang dilansir World Bulletin, Sabtu, bangunan di distrik bersejarah Sultanahmet tersebut mengumandangkan adzan dari menara setelah malam 27 Ramadhan, Jumat malam, yang menandai turunnya wahyu pertama Al-Quran (Lailatul Qadar) kepada Nabi Muhammad Saw.

Kumandang adzan subuh dari dalam Hagia Sophia tersebut kemungkinan untuk menyalakan kembali kontroversi atas penggunaan bangunan, yang dijadikan museum di bawah perintah Mustafa Kemal Ataturk, presiden pertama Republik Turki pada tahun 1935.

Meskipun adzan telah dikumandangkan dari menara Hagia Sophia selama empat tahun terakhir, muazin selalu mengumandangkan adzan dari ruang sholat di lapangan museum ketimbang dari dalam bekas Masjid dan katedral tersebut.

Dibangun sebagai basilika Kristen Ortodoks selama pemerintahan Kaisar Bizantium Justinian I di tahun 537, struktur kubah terkenal, yang dikenal sebagai Ayasofya di Turki itu dikonversi menjadi Masjid setelah penaklukan kota oleh Sultan Mehmet II pada tahun 1453.

Dalam beberapa tahun terakhir telah ada seruan untuk mengembalikan bangunan sebagai Masjid. Bulan lalu, pemerintah Yunani mengeluhkan pembacaan Al-Qur’an di Hagia Sophia selama bulan Ramadhan – kritik yang digambarkan Kementerian Luar Negeri Turki sebagai “kritik yang tidak dapat diterima”.

Panggilan adzan tersebut disiarkan dalam program televise pada hari Sabtu yang juga menampilkan Mehmet Gormez, kepala Direktorat Urusan Agama.

Gormez menggunakan kesempatan tersebut untuk menggambarkan serangan terror di bandara Ataturk Istanbul, di mana 44 orang dan tiga penyerang tewas, sebagai bagian dari perang yang dilancarkan terhadap Islam.

Dia mengatakan Islam adalah korban terorisme. “Yang disembelih itu tidak hanya hidup kita tetapi juga nilai-nilai tertinggi yang telah dibawa bagi kemanusiaan oleh Islam,” katanya.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam