Berita Terkini

Komnas HAM Bentuk Tim Evaluasi Penanganan Kasus Terorisme

 Komisi Nasional Hak Asasi Manusia resmi membentuk Tim Evaluasi Pemberantasan Terorisme di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2016)
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan sejumlah ormas Islam di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2016)

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) resmi membentuk Tim Evaluasi Pemberantasan Terorisme. Tim yang yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat ini akan memberikan evaluasi terkait upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme di Indonesia yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88.

“Tujuan dibentuknya tim ini untuk memberikan evaluasi terhadap praktek pemberantasan terorisme oleh pemerintah yang selama ini dilakukan oleh Polri terutama densus 88 dan BNPT apakah sudah on the track atau belum,” ungkap Komisioner Komnas HAM Hafidz Abbas di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta Pusat, Jumat (15/07/2016).

Hafidz Abbas menilai penanganan kasus terorisme harus sesuai dengan prinsip-prinsip penegakan moralitas hukum, prinsip-prinsip penegakan Hak Asai Manusia, kejujuran dan transparansi.

“Kejujuran dan transparansi menjadi dua hal yang penting dalam penegakan hukum, karena tanpa dua unsur ini, penegakan hukum itu bisa dimanipulasi,” ujar Hafidz.

Tim tersebut nantinya akan melakukan pengawasan dengan cara melakukan kajian yang komprehensif, detail, serta berdasarkan kajian akademis.

“Dengan demikian, penanganan terorisme ke depan tidak melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan,” lanjutnya.

Anggota Tim Evaluasi Penanganan Terorisme sendiri terdiri dari 13 tokoh, yakni M Busyro Muqoddas, Bambang Widodo Umar, KH Salahuddin Wahid, Trisno Raharjo, Ray Rangkuti, Dahnil Anzar Simanjuntak, Haris Azhar, Siane Indriani, Hafid Abbas, Manager Nasution, Franz Magnis Suzeno, Magdalena Sitorus, dan Todung Mulya Lubis.

Reporter: Irfan Yusuf | Editor: Ally Muhammad Abduh

Hizbullah Lebanon Latih Syiah Afghanistan Fatemiyoun untuk Lindungi Kuil di Damaskus

LIBANON (Jurnalislam.com) – Didirikan oleh Korps Pengawal Revolusi Syiah Iran (IRGC) untuk berperang di Suriah atas nama pemerintah Nushairiyah Bashar Assad, Divisi Fatemiyoun Afghanistan terdiri dari Syiah Afghanistan yang terutama direkrut dari diaspora di Iran, dan beberapa dari Afghanistan. Fatemiyoun berperang untuk mempertahankan kuil Syiah di Suriah, khususnya kuil Sayyida Zainab di Damaskus. Mereka dengan demikian disebut sebagai pembela kuil, The Long War Journal melaporkan, Kamis (14/07/2016).

Media Iran mulai mengakui kematian Afghanistan pada tahun 2013. Pers Iran mengklaim bahwa Fatemiyoun telah meningkat dari brigade menjadi divisi tahun lalu, meskipun jumlah pasukan mereka sebenarnya mungkin kurang dari 10.000. Sedikitnya 383 pasukan Fatemiyoun telah tewas dalam pertempuran di Suriah, menurut media Iran, lebih rendah dari angka liputan media lokal tentang kombatan syiah Afghanistan yang tewas di Suriah yang jumlahnya sudah ribuan, dan berita seperti ini sudah biasa di Iran, terutama di kota-kota Masyhad dan Qom, yang memiliki komunitas Afghanistan yang cukup besar.

Tasnim News Agency, outlet media Iran yang berafiliasi dengan IRGC, pada 12 Juli menerbitkan laporan yang mengungkapkan peran Syiah Hizbullah Lebanon dalam pelatihan unit pasukan khusus baru Fatemiyoun. Syiah Hizbullah berada di garis depan melatih milisi lain yang didukung IRGC di Irak.

Sekelompok pasukan Syiah Fatemiyoun baru saja menyelesaikan pelatihan khusus dan kursus militer canggih, menurut Tasnim. Kekuatan ini dikerahkan sebagai “lengan tempur stimulan” bersama pejuang milisi Fatemiyoun biasa, menurut outlet media tersebut.

“Kelompok pertama pasukan khusus ini, yang dikerahkan ke berbagai daerah di Suriah, telah menyelesaikan kursus sniper canggih di bawah pengawasan penembak jitu Syiah Hizbullah Lebanon dan instruktur Afghanistan,” Tasnim mengklaim.

“Titik pentingnya adalah bahwa pasukan Fatemiyoun khusus telah dilatih di bawah instruktur terampil Afghanistan yang telah menyelesaikan pelatihan khusus di bawah pengawasan pasukan syiah Hizbullah yang terampil,” menurut Tasnim.

“Ratusan penembak jitu Fatemiyoun khusus telah dikerahkan untuk membela kuil Syiah di Suriah dan telah bergabung dengan unit-unit tempur Fatemiyoun,” klaim Tasnim.

Kelompok pasukan khusus Syiah Fatemiyoun tambahan dengan pelatihan lanjutan dalam pertempuran, kemampuan komando, perang gerilya, rudal anti-armor, rudal yang diluncurkan lewat bahu, dll diharapkan untuk bergabung dengan pasukan tempur Syiah lainnya di Suriah,” Tasnim mengumumkan.

“Fatemiyoun telah memperoleh banyak prestasi dalam membebaskan daerah yang diduduki di Suriah dan juga membela kuil di negara ini,” Tasnim membual.

Baca juga:

Inilah Data Milisi Syiah yang Berperang untuk Assad dari Berbagai Negara, Ribuan Telah Tewas

Kalah oleh Mujahidin, Hizbullah Libanon Kirim Lebih Banyak Pasukannya ke Suriah

Jaysh al Fateh: Lebih dari 100 Pasukan Syiah Suriah dan Iran Tewas dalam Serangan Bom Kembar

Jaysh al Fateh Bunuh 60 Pasukan Rezim Assad di Barat Daya Aleppo

 

Perancis: 77 Tewas dan 100 Lebih Terluka dalam Serangan Truk saat Perayaan Bastile Day

03a1ba72e1ed49cc8a4f5b2a3c642874_18PERANCIS (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 77 orang tewas dan 100 lainnya luka-luka di kota selatan Prancis, Nice, setelah penyerang menabrakkan sebuah truk ke kerumunan yang sedang merayakan hari besar nasional Bastille Day, Aljazeera melaporkan Jumat (15/07/2016).

Penyerang di belakang kemudi pada hari Kamis melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi di sepanjang pinggir laut Promenade des Anglais yang terkenal dan menabrak massa penonton yang sedang menonton pertunjukan kembang api. Polisi kemudian menembak dan membunuh sopir, kata para pejabat.

Christian Estrosi, walikota resor Perancis, mengatakan di Twitter bahwa korban tewas serangan mengerikan terbaru ini berjumlah 77 korban.

Serangan melanda saat pertunjukan kembang api – yang dihadiri oleh ribuan orang – berakhir, sekitar pukul 11.00 waktu setempat (21: 00GMT).

truck-crash

Eric Ciottio, politikus tinggi departemen Alpes-Maritime yang mencakup Nice, mengatakan truk menabrak kerumunan sepanjang lebih dari dua kilometer.

Ciotti mengatakan kepada BFM TV bahwa polisi tampaknya membunuh sopir setelah terjadi tembak-menembak. Dia mengatakan truk penuh dengan senjata dan granat.

Pejabat lokal menggambarkan insiden tersebut jelas-jelas sebagai serangan kriminal, meskipun sopir belum teridentifikasi.

Warga kota Mediterania, yang dekat dengan perbatasan Italia, disarankan untuk tinggal di dalam rumah mereka.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Delegasi Syiah Houthi Menuju Kuwait Putuskan Perundingan Yaman

houthi-syiah-yaman_20150326_144944YAMAN (Jurnalislam.com) – Delegasi Syiah Houthi telah berangkat ke Kuwait untuk menyimpulkan pembicaraan yang dimediasi PBB, di tengah ancaman boikot oleh pemerintah yang diakui internasional dan didukung Saudi, lansir Aljazeera, Kamis (14/07/2016).

Negosiator yang berangkat hari Kamis tersebut adalah Perwakilan dari Ansar Allah, lengan politik gerakan pemberontak Houthi, yang telah mengendalikan ibukota Sanaa sejak 2014.

Pembicaraan damai sebelumnya gagal menjembatani kesenjangan antara pihak yang bertikai, sementara gencatan senjata yang mulai berlaku pada bulan April telah dirusak oleh beberapa pelanggaran dari kedua belah pihak.

Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi menuntut implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216, yang menetapkan penarikan kelompok bersenjata dari seluruh kota.

Pemberontak Houthi menuntut bagian kekuasaan dalam pemerintahan baru. Kelompok ini juga mendesak untuk mentransfer otoritas presiden Hadi untuk pemerintahan transisi yang baru.

Pada bulan Juni, Utusan PBB untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed, mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa pihak yang bertikai – pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan pemberontak Houthi serta pasukan sekutu mereka yang setia kepada mantan presiden – telah merespon positif usulan roadmap yang ia sajikan untuk mengakhiri konflik.

Dia mengatakan bahwa yang tersisa untuk diselesaikan adalah batas waktu dan urutan langkah-langkah dalam rencana – termasuk ketika pemerintah persatuan nasional dibentuk.

Perang di Yaman telah menewaskan sekitar 9.000 orang dan mendorong negara tersebut ke jurang kelaparan.

Seorang pejabat tinggi Yaman mengatakan bahwa pemerintah Hadi berada di bawah tekanan dari sekutu Barat mereka untuk bergabung dengan pembicaraan. Pejabat itu berbicara kepada kantor berita AP dalam kondisi anonimitas karena ia tidak berwenang untuk berbicara kepada pers.

Pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat tersebut terjadi tak lama setelah Ahmed, utusan PBB, melakukan kunjungan ke Sana’a, di mana ia bertemu untuk pertama kalinya dengan Presiden Ali Abdullah Saleh yang terguling.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

Myanmar: Biksu Anti Islam Hina Pejabat Tinggi PBB

YANGON (Jurnalislam.com) – Seorang biksu penghasut terkenal yang pidato kebenciannya telah menjadi bahan bakar serangan terhadap kaum Muslim Myanmar menghadapi tuduhan pencemaran nama baik, beberapa hari setelah kelompok ultranasionalis miliknya dicap sebagai sebuah asosiasi yang melanggar hukum di bawah hukum monastik.

Seorang pejabat dari kantor polisi Tarmwe Township mengkonfirmasi kepada Anadolu Agency pada hari Kamis (14/07/2016) bahwa sebuah organisasi berbasis masyarakat telah mengajukan keluhan terhadap Wirathu untuk pidatonya yang menghina seorang pejabat tinggi PBB pada tahun 2015.

“Win Aung dari kelompok Thet Taw Saung [pengawal] meminta kami untuk membuka kasus pencemaran nama baik terhadap U Wirathu pada Selasa malam,” katanya kepada Anadolu Agency melalui telepon.

Jika otoritas keagamaan di negara itu menyetujui – sebagai seorang bhikkhu, Wirathu yang sering membuat fitnah atau menyerang orang lain akan menghadapi ancaman penjara hingga dua tahun, denda, atau keduanya.

Pada bulan Januari, Wirathu menyebut Utusan Hak Asasi Manusia PBB Yanghee Lee seorang pelacur karena menuntut pemerintah memberikan kewarganegaraan kepada sekitar satu juta Muslim Rohingya di negara itu.

Setelah mengalami kekerasan bertahun-tahun, sebagian besar kaum muslim tinggal di kamp-kamp pengungsi di barat negara bagian Rakhine, di mana mereka dianggap oleh PBB sebagai salah satu minoritas yang paling teraniaya di dunia.

Wirathu adalah salah satu anggota Asosiasi Perlindungan Ras dan Agama (lebih dikenal sebagai Ma Ba Tha) yang paling aktif.

Kelompok ini dengan sengaja memicu api kebencian agama terhadap umat Islam di negara itu, dengan Wirathu menyalahkan mereka atas konflik komunal, dan menuduh mereka mencoba “mengislamkan” negara berpenduduk 57 juta orang tersebut.

Pada hari Rabu, Wirathu menuduh pemenang Nobel Aung San Suu Kyi mencoba untuk menghancurkan Ma Ba Tha setelah sebuah komite yang disponsori pemerintah – Komite Negara Sangha Mahayanaka (the State Sangha Mahayanaka Committee) – menganggapnya sebagai sebuah asosiasi yang melanggar hukum di bawah hukum Sangha (monastik).

Ma Ba Tha menunjuk diri mereka sendiri sebagai badan yang mengatur penegakan agama di negara mayoritas Buddha – sehinggga menjadi oposisi langsung terhadap lembaga negara – dan berperan penting menetapkan seperangkat hukum kontroversial yang menghubungkan ras dan agama dalam pemerintahan sebelumnya.

“Diktator administrasi wanita ini mencoba menempatkan saya di penjara,” kata Wirathu pada halaman Facebook-nya.

Sebuah laporan media juga mengklaim pada hari Rabu bahwa menteri negara urusan agama dan budaya, Thura Aung Ko, telah meminta komite Sangha – yang juga dikenal sebagai Ma Ha Na – untuk mengambil tindakan terhadap pidato kebencian oleh para biarawan.

“Saya meminta para bhikkhu kepala Mahana untuk menghentikan atau mengambil tindakan terhadap biksu atau orang lain yang membuat pidato kebencian yang dapat mendorong darah buruk antara orang-orang atau konflik,” Thura Aung Ko seperti dikutip oleh Radio Free Asia.

“Karena sangat penting jika kita memiliki stabilitas dan pembangunan di negara ini.”

Sejak pertengahan 2012, kekerasan komunal antara etnis Buddha dan kaum Muslim di Rakhine telah mengakibatkan sekitar ratusan kaum muslim terbunuh, sekitar 100.000 orang lebih mengungsi di kamp-kamp dan lebih dari 2.500 rumah milik mulism Rohingya dibakar.

Wilayah yang miskin tersebut juga merupakan rumah bagi kaum Muslim lainnya, seperti Kaman. Tidak seperti Rohingya, Kaman secara resmi diakui sebagai salah satu dari 135 kelompok etnis Myanmar.

 

 

AQAP Rilis Kamp Pelatihan Pasukan Khusus

title-768x432YAMAN (Jurnalislam.com)Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) merilis sebuah video yang menunjukkan kamp pelatihan Hamza al Zinjibari untuk pasukan khusus AQAP. Video itu diproduksi oleh al Malahem Media bersama Morasil (Koresponden) Ansar al Syariah. Ansar al Syariah adalah nama lain AQAP di Yaman.

Mengutip laporan The Long War Journal, Kamis (14/07/2016), Kamp ini diberi nama sama dengan seorang komandan militer AQAP, dan berukuran luas di daerah yang dikontrol oleh AQAP, kemungkinan besar di Yaman selatan, yang merupakan kubu terkuat mujahidin Yaman. AS menargetkan Zinjibari, yang disebut juga sebagai Jalal Bala’idi, syahid dalam serangan pesawat tak berawak di bulan Februari 2016. Zinjibari adalah seorang komandan lapangan yang menonjol di provinsi Abyan, Bayda, Hadramout, Lahj dan Shabwa. Dia memimpin pengambilalihan AQAP atas kota Jaar pada Desember 2015.

Dalam video tersebut, jihadis dan rekrutan ditampilkan sedang menjalani pelatihan fisik dan senjata, latihan menembak sungguhan, serta pelatihan dalam seni bela diri. Para pejuang dilatih untuk melakukan serangan dan penculikan menggunakan kendaraan.

1-768x432

Sebagian besar pelatihan tampaknya dilakukan di dalam ruangan untuk menghindari deteksi dari pesawat tak berawak AS.

Pemimpin AQAP senior, termasuk Syeikh Khalid Batarfi dan Syeikh Ibrahim al Qosi, memberikan pidato dalam video tersebut.

Syeikh al Qosi, yang pernah mendekam di tahanan Guantanamo menjelaskan bahwa, “Di antara tujuan utama dari kamp-kamp pelatihan al Qaeda adalah melatih setiap Muslim yang ingin dilatih dalam persenjataan dan keterampilan perang. Jadi ribuan Mujahidin telah memperoleh manfaat dari kamp tesis dan berdampak jelas di bidang jihad yang berbeda.” Dia melanjutkan, “Kamp pelatihan di Yaman telah mencetak ribuan Muhajirin (imigran atau pejuang asing) dari berbagai suku dan daerah, dan Ansar (pejuang lokal).”

5-768x432Meskipun dilatih di kamp-kamp Al Qaeda, “Al Qaeda tidak memaksakan para peserta pelatihan untuk bekerja dalam tandzim kami atau untuk terikat dengan kami,” Qosi menyatakan. “Tujuan al Qaeda adalah untuk meningkatkan standar keahlian ummat (kaum muslim di seluruh dunia) dalam berperang.”

Syeikh alQosi telah menjadi sosok yang sering tampil dalam pemberitaan AQAP sejak Desember lalu, ketika pertama kali mengungkapkan bahwa beliau adalah seorang pemimpin senior di tubuh AQAP. Sejak itu, beliau ditampilkan dalam beberapa video AQAP dan memiliki kapasitas yang lebih besar dalam hirarki global al Qaeda.

Anggota batalion pasukan khusus juga berbicara langsung ke Amerika Serikat.

“Kami memang telah menyiapkan sesuatu yang akan menyakiti Anda,” seorang anggota Pasukan Khusus menyatakan. “Dengan melakukan pembunuhan atas Hamza [al Zinjibari], Anda telah memberikan kehidupan bagi Ummah yang telah bangkit dan terbangun oleh darah para martir. Wahai Amerika, jika Anda benar-benar laki-laki maka masuklah ke dalam pertempuran dan wilayah laki-laki.” Seorang mujahidin lain berseru bahwa mereka akan, “Membuat Anda (Amerika) merasakan lebih banyak dari yang Anda rasakan di Afghanistan, Irak, dan Somalia.”

Syeikh Khalid Batarfi, yang telah naik dalam struktur komando AQAP dan menjadi target pesawat tak berawak AS di masa lalu, menyatakan bahwa, “Kamp ini merupakan perpanjangan dari kamp-kamp pelatihan Mujahidin di Afghanistan sejak tahun 1980-an.”

“Ini adalah perpanjangan dari kamp Sad’a, Furqan Sadiq, Khalden, dan Wal Jihad,” Khalid Batarfi mencatat, menyebut kamp-kamp terkemuka di Afghanistan. Beliau meneruskan dengan mengatakan bahwa kamp-kam tersebut telah mencetak bukan ratusan, tapi ribuan komandan Jihad.

7-768x432Sebelum video berakhir, Qosi menegaskan bahwa saat AS berhasil membunuh Zinjibari, “Anda berada jauh dari pencapaian tujuan Anda.” Dia melanjutkan untuk menjelaskan bahwa al Qaeda menumbuhkan kekuatan militernya sejak kematian Zinjibari dan bahwa Amerika harus mati dalam kemarahan.”

Syeikh al Qosi meneruskan sentimen Imarah Islam (Taliban) Afghanistan yang dibangun dari kematian Syeikh Mullah Mansour dalam serangan pesawat tak berawak AS di Pakistan dua bulan lalu, serta ancaman yang dikeluarkan oleh putra Syeikh Usamah bin Laden, Hamzah bin Laden kepada AS. Setelah AS menargetkan pemimpin Taliban mengatakan bahwa mereka tetap berkembang meskipun kehilangan pemimpin senior.

Hamza, dalam sebuah video yang dirilis baru-baru ini, menegaskan bahwa al Qaeda telah memperluas operasi dan berkembang pesat meskipun 15 tahun dalam peperangan.

Baca juga: Putra Syeikh Usamah: Al Qaeda telah Berkembang Pesat Meskipun Hadapi Perang 15 Tahun

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Pejabat Turki: Kami Tidak akan Pernah Berunding dengan Rezim Assad

M_Id_387513_Bashar_al-AssadANKARA (Jurnalislam.com) – Kebijakan luar negeri Turki tetap tidak berubah terhadap rezim Suriah dan tidak ada kemungkinan membangun kembali hubungan jika Presiden Bashar al-Assad tetap berkuasa, dua pejabat Turki mengatakan kepada Al Jazeera, Rabu (13/07/2016).

Pernyataan itu muncul pada hari Rabu setelah berbagai media internasional melaporkan pergeseran kebijakan Turki, mengacu pada komentar Perdana Menteri Turki Binali Yildirim yang disiarkan secara nasional sebelumnya pada hari yang sama.

Turki telah lama menyatakan oposisi gigih memerangi Assad, mengatakan Assad harus meninggalkan jabatannya agar negara kembali stabil.

“Saya yakin kami akan kembali ke hubungan normal dengan Suriah,” kata Yildirim.

“Kami memerlukan hal ini (karena) jika menginginkan keberhasilan stabilitas di Suriah dan Irak, dan (mereka) perlu mengadopsi pemerintah yang mewakili semua saudara kami (di Suriah dan Irak). ini tidak bisa dihindari.”

Pemerintah Turki dan Israel baru-baru ini mengumumkan hubungan diplomatik bersyarat, setelah putus enam tahun akibat serangan Israel yang menewaskan sepuluh aktivis armada bantuan yang berusaha menembus blokade di Jalur Gaza.

Ankara dan Moskow berupaya menormalisasi hubungan umum perdagangan dan ekonomi mereka, dimulai dengan pencabutan larangan Rusia terhadap penerbangan ke Turki, lebih dari delapan bulan setelah pesawat perang Rusia dijatuhkan Turki.

Yildirim telah mengungkapkan niatnya untuk mengakhiri perselisihan dengan tetangga Turki sejak ia mengambil alih kantor pada bulan Mei.

Yasin Aktay, anggota parlemen senior dari Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Turki tidak akan pernah menjalin hubungan dengan pemerintah Assad yang tidak sah.

“Perdana menteri tidak pernah menyebut rezim Suriah atau Assad dalam sambutannya. Dia hanya menyatakan niatnya untuk akhirnya membangun-kembali ikatan ketika pemerintah yang mewakili kehendak semua orang Suriah terbentuk,” katanya.

“Aturan Assad adalah alasan mengapa hubungan Turki-Suriah dan Suriah sendiri berada dalam keadaan seperti saat ini dan tidak akan pernah berubah sampai dia pergi. Dan negara Suriah akan terus menderita jika dipimpin dia,” katanya.

Pejabat Turki lain, yang meminta untuk tetap anonim, mengatakan bahwa Assad tidak memiliki kapasitas untuk menormalkan Suriah karena dia tidak mewakili rakyat Suriah.

“Kami berharap kondisi akan menjadi lebih baik dan kami akan meresmikan hubungan dengan pemerintah rakyat Suriah. Tapi kita berpikir Bashar al-Assad tidak memiliki kapasitas untuk mewakili rakyat Suriah,” katanya.

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

 

AS Bayar Pasukan Peshmerga yang Ambil Bagian dalam Menyerang Mosul

14650953583_a3117e8f03_bERBIL (Jurnalislam.com) – Upah milisi Kurdi, Peshmerga, yang ambil bagian dalam operasi mendatang untuk menyerang kota Mosul yang dikendalikan Islamic State (IS) akan dibayar oleh AS sebagai bagian dari protokol perjanjian militer Selasa antara Departemen Pertahanan dan Pemerintah Daerah Kurdi (KRG), Kementerian KRG untuk Urusan Peshmerga mengatakan pada hari Rabu (13/07/2016).

Berbicara secara eksklusif untuk Anadolu Agency, Rabu, Sekretaris Jenderal Kementerian, Cabbar Yaver juga menekankan bahwa para pasukan Peshmerga akan mengosongkan Mosul – kota terbesar kedua Irak – segera setelah direbut kembali dari kelompok IS.

Yaver melanjutkan bahwa KRG saat ini sedang menghadapi krisis ekonomi akibat konflik anggaran yang sedang berlangsung antara pemerintah Irak di Baghdad dan Erbil, ibukota administratif KRG.

Krisis, kata dia, diperburuk oleh jatuhnya harga minyak global, yang berarti KRG tidak mampu membayar gaji pasukan Peshmerga mereka, yang berjumlah sekitar 50.000 pasukan.

Menurut Yaver, protokol militer hari Selasa tersebut menyerukan pencairan dana AS untuk gaji pasukan Peshmerga.

“Bagian pertama dari dana tersebut sejumlah $ 415.000.000 akan digunakan untuk pembayaran gaji dan pengeluaran perang lainnya,” katanya.

“AS akan terus memberikan dana sampai akhir operasi IS di Irak,” tambahnya.

Dia juga menekankan bahwa pasukan Peshmerga tidak akan tetap berada di Mosul setelah direbut dari IS.

Begitu mereka memasuki bagian tengah Mosul – bersama pasukan militer Irak – mereka akan menyerahkan daerah yang dibebaskan tersebut kepada pasukan keamanan lokal sebelum mundur ke luar kota, katanya.

Pada hari Senin, Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengatakan Washington berencana untuk mengirim tambahan 560 tentara ke Irak untuk membantu dalam operasi pembebasan Mosul mendatang.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Jet Tempur Rusia Serang Kamp Pengungsi di Perbatasan Yordania, Puluhan Tewas

russia-air-strikes-3SURIAH (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur Rusia menghantam sebuah kamp pengungsi di sepanjang perbatasan timur-laut Yordania dengan Suriah, sumber Yordania mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Rabu (13/07/2016).

Serangan itu terjadi Selasa malam di perbatasan sisi Suriah, kata sumber itu secara anonim karena pembatasan untuk berbicara kepada media.

Sumber itu tidak mengatakan apakah ada korban dalam serangan itu.

Namun sebuah sumber medis mengatakan empat orang terluka dan dirawat di rumah sakit di timur-laut Jordan.

Sementara itu sumber oposisi Suriah mengatakan puluhan warga sipil tewas dan terluka dalam serangan udara.

Menurut sumber, beberapa jet terbang di ketinggian menghantam kamp yang didiami beberapa ratus pengungsi, kebanyakan perempuan dan anak-anak.

Jordan berbagi perbatasan sepanjang 375-km dengan Suriah yang dilanda perang, diselingi dengan penyeberangan informal yang digunakan oleh para pengungsi Suriah.

Menurut badan pengungsi PBB, Jordan menjadi tuan rumah hampir 1,4 juta pengungsi Suriah.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Ini Jawaban Zakir Naik atas Tuduhan Media tentang Serangan di Kafe Dhaka

MUMBAI (Jurnalislam.com) – Seorang juru dakwah Islam populer India menemukan bahwa dirinya berada dalam sorotan internasional pekan lalu, setelah laporan media mengklaim bahwa ia menginspirasi para penyerang yang bertanggung jawab atas pembunuhan 22 orang di sebuah kafe Bangladesh awal bulan ini.

Anadolu Agency mengutip surat kabar Bangladesh The Daily Star, Rabu (13/07/2016) melaporkan bahwa salah satu penyerang berbagi video Facebook Dr. Zakir Naik berbasis Mumbai, namun surat kabar tersebut kemudian mengklarifikasi bahwa mereka tidak berusaha menghubungkan Naik dengan serangan itu.

Naik mengakui bahwa penyerang Rohan Imtiaz adalah salah satu dari jutaan fans Facebook-nya tetapi mengatakan dia terkejut dengan tuduhan media setelah serangan tersebut.

“Sebagian besar klip yang menampilkan diri saya di televisi adalah di luar konteks, dipotong setengah atau diedit. Begitu juga pernyataan saya di media cetak,” kata Dr Zakir Naik, membantah terhadap tuduhan media bahwa di masa lalu ia membenarkan bom bunuh diri dan menghina dewa-dewi Hindu.

Wartawan Saba Naqvi menulis dalam surat kabar Times of Indian pekan lalu bahwa Naik menyebarkan penafsiran Islam yang mengolok-olok agama lain bahkan saat berusaha membersihkan setiap helai praktik Islam lokal di India.

Kontroversi tersebut menyebabkan pemerintah tingkat federal dan negara India memerintahkan pemeriksaan terhadap dakwah Dr Naik, meskipun departemen intelijen negara Maharashtra telah membebaskan Dr Naik setelah mempelajari ratusan video, surat kabar The Hindu melaporkan pada hari Selasa.

Penyidikan juga akan memeriksa keuangan Islam Research Foundation (IRF) milik Naik yang menerima dana asing untuk tujuan “sosial dan budaya” meskipun IRF adalah organisasi keagamaan.

NAVAID Hamid, presiden All India Muslim Majlis-e-Mushawarat, sebuah organisasi payung LSM Muslim, mengatakan kepada Anadolu Agency, Rabu, bahwa seluruh kontroversi telah sengaja ditiup keluar dari konteks.

“Sayangnya, dalam dekade terakhir, badan-badan intelijen dan pasukan sayap kanan membuat masalah bagi siapa saja yang melawan ideologi mereka,” kata Hamid, menambahkan bahwa media menggambarkan Naik sebagai raksasa.

“Episode Naik adalah bagian dari fenomena biasa yang mengangkat kepalanya yang buruk mulai sekarang dan nanti untuk menargetkan komunitas Muslim,” katanya.

Dia menambahkan bahwa pada tahun 2003 Naik telah diundang oleh pemerintah negara pro-India Jammu dan Kashmir untuk mempromosikan perdamaian di wilayah yang disengketakan, meskipun ada penentangan dari pemimpin Kashmir yang pro-kemerdekaan.

AAEAAQAAAAAAAAQOAAAAJGExYzJmNjdjLWJiMzEtNGU3NC1hMzYxLTJjNzgwNjZkYmY0OQNaik saat ini berada di kota suci Muslim Mekkah, di Arab Saudi, dan tidak dijadwalkan untuk kembali ke India selama hampir satu bulan karena tur dakwah di Afrika, menurut organisasi IRF nya.

Sebagai seorang praktisi dokter, Naik memulai dakwah Islam pada tahun 1991 dan menyelenggarakan pertemuan massal di mana ia sering mengkonversi ribuan orang masuk Islam. Dakwahnya bersifat damai, walaupun ia sering memicu kontroversi dengan komentarnya dan jawaban tentang agama atau sekte lainnya atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul yang ditujukan kepadanya.

Meskipun ada perbedaan teologis, para Ulama Muslim yang berpengaruh telah membela Naik, ada juga yang menyerukan larangan bagi saluran Peace TV yang mengudara secara off-air di Bangladesh karena izinnya dicabut.

Naik sering dikaitkan dengan pernyataan lama dan ambigu dari pendiri al-Qaeda Syeikh Usama bin Laden, yang ia tolak untuk mencela, mengatakan bahwa dia tidak cukup tahu tentang Syeikh bin Laden secara pribadi, dan menambahkan bahwa ia mendukung pernyataan Syeikh Usamah tentang: “meneror teroris barat –AS (terrorizing a terrorist).” Komentar tersebut sering dianggap sebagai dukungan bagi Syeikh Usamah.

Saat Naik berbagi opini di India, beberapa pihak yang menentangnya juga berpendapat bahwa ia diasingkan padahal ada masalah pidato kebencian yang lebih luas, termasuk dari gerakan nasionalis Hindu partai asal Perdana Menteri Narendra Modi.

“Tidak ada pertentangan bahwa orang itu adalah unsur fanatik yang berbahaya, salah satu yang perlu dipikirkan negara, bahkan jika melarangnya bisa menjadi bumerang … (Tapi) Naik bukanlah satu-satunya pengkhotbah penyebar kebencian di negara ini,” tulis situs berita Scroll.in. “Jika Modi dapat mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh orang-orang seperti Naik, mengapa tidak dimulai tepat di dalam rumah pemerintahan dan partainya sendiri???

Baca juga: Bangladesh Larang Saluran TV Zakir Naik setelah Serangan di Kafe Dhaka