Berita Terkini

Pengadilan Turki: 70 Jenderal dan Laksamana Angkatan Laut serta 6.000 lebih Tentara dan Hakim Ditangkap

arrestedISTANBUL (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 70 Jenderal dan laksamana angkatan laut terkait dengan upaya kudeta militer hari Jumat telah ditahan sejak kegagalan kudeta, menurut catatan pengadilan resmi yang diperiksa oleh Anadolu Agency.

Lebih dari 6.000 tentara dan hakim juga telah ditangkap atas dugaan memiliki hubungan dengan kudeta yang gagal, Menteri Kehakiman Bekir Bozdag mengatakan pada Anadolu Agency, Ahad (17/07/2016).

Pemerintah sebelumnya mengatakan sekitar 3.000 personil militer telah ditangkap dan tadi malam seorang jaksa senior yang memerintahkan penangkapan hampir 2.750 hakim yang dituduh memiliki hubungan dengan Organisasi ekstremis Fetullah Gulen, diduga berada di balik kudeta.

“Proses hukum akan terus berlanjut,” kata Bozdag pada penyiar TRT yang dikelola negara. “Ini akan menjadi kasus paling luas yang pernah dilihat dalam sejarah Turki.”

Dia berjanji bahwa mereka yang terlibat dalam kudeta yang gagal akan membayar harga.

Usaha pengambilalihan kekuasaan dikatakan telah diselenggarakan oleh pengikut Fetullah Gulen, yang berdiam di AS, yang dituduh melakukan kampanye menggulingkan pemerintah sejak lama melalui pendukungnya di dalam negara Turki, khususnya militer, polisi dan personel pengadilan.

Bozdag mengulangi seruan Presiden Recep Tayyip Erdogan bagi AS untuk mengekstradisi Gulen.

“Melindungi (Gulen) akan melemahkan posisi AS dan merusak reputasinya,” katanya. “Saya kira AS tidak akan mendukung seseorang yang melakukan tindakan seperti ini melawan Turki.”

Kudeta mengakibatkan 181 orang tewas di seluruh negeri.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Pembukaan Muktamar III Wahdah Islamiyah: Imam Masjidil Haram Wisuda 180 Penghafal Al Quran

Penghafal Al Quran Diwisuda dalam pembukaan Muktamar III Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal, Ahad (17/7/2016)
Penghafal Al Quran Diwisuda dalam pembukaan Muktamar III Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal, Ahad (17/7/2016)

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Muktamar III Wahdah Islamiyah (WI) di Jakarta dibuka di Masjid Istiqlal, Ahad (17/7/2016). Acara pembukaan muktamar sendiri, dirangkaikan dengan wisuda penghafal Alquran oleh Imam Masjidil Haram, Syekh Dr Hasan Abdul Hamid Bukhari. Acara wisuda ini merupakan bagian tak terpisahkan dari salah satu program unggulan Wahdah Islamiyah, Satu Rumah Satu Hafizh.

Program Satu Rumah Satu Hafizh ini diluncurkan pertama kali tahun 2010, dan ini kali pertama para peserta diwisuda. Diantara peserta program yang turut diwisuda adalah Muhammad Fahrun Syihab (19), yang bukan hanya menyelesaikan hafalan Alqurannya 30 Juz, bahkan menoreh prestasi di kancah Internasional. Ananda Fahrun berhasil menjuarai Musabaqah Tahfizh Al-Quran tingkat Internasional dalam arena Kompetisi Al-Quran Internasional Taj al-Waqar di Malaysia (2016). Peserta yang lain adalah Usamah bin Saiful Yusuf (14) yang mewakili Wahdah Islamiyah Cabang Riyadh, dan menjuarai kompetisi Musabaqah Ahsan at-Tilawah di Riyadh, Saudi Arabia.
Dan program unggulan ini, merupakan bagian dari upaya Wahdah Islamiyah mewujudkan cita-cita besar mereka yang tertera dalam tema muktamar kali ini “Mewujudkan Indonesia Damai dan Berperadaban dengan Islam yang Wasathiyah.” Wasathiyah adalah serapan dari bahasa Arab, yang berarti pertengahan. Konsep ‘pertengahan’ ini, dalam kacamata Wahdah Islamiyah, sangat penting dalam mewujudkan tatanan masyarakat sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah.
Diantara contoh terbaik wasathiyah itu, ketika tiga orang sahabat Rasul, ada diantara mereka yang tidak mau menikah, tidak mau berbuka (puasa), dan tidak mau beristirahat semalam suntuk. Mereka hanya memiliki keinginan baik yang ‘polos’: beribadah (mahdhah/vertikal) saja. Maka Rasulullah meluruskan konsep itu, dan mengenalkan konsep yang wasathiyah (pertengahan) terkait ibadah tersebut.
Karena itu, wasathiyah hakikatnya bukan pertengahan antara baik dan buruk, atau antara salah dan benar. Tapi wasathiyah adalah pertengahan antara dua sikap, perilaku, dan atau pemahaman ekstrem yang keduanya keliru dan bermasalah. Wasathiyah juga pertengahan antara perilaku yang berlebih-lebihan dan perilaku memudah-memudahkan.
Melalui muktamar ini pula, Wahdah Islamiyah bertekad menjadi ormas Islam nasional yang tersebar di seluruh tanah air, yang turut memberi kontribusi secara maksimal dalam penyelesaian sejumlah masalah nasional, berupa ide-ide dan konsep yang sangat dibutuhkan umat dan bangsa, serta turut andil dan berperan serta dalam berbagai aktivitas sosial, ekonomi, politik, pendidikan, dan kemanusiaan.
Muktamar Wahdah Islamiyah kali ini dihadiri sekira 2500 peserta, yang berasal dari 131 DPD Wahdah Islamiyah yang tersebar di seluruh propinsi se-Indonesia. Momentum muktamar ini juga dirangkaikan dengan sejumlah agenda lainnya, seperti Daurah Nasional serta kegiatan Bazaar dan Pameran.
Kontributor: sy_li | Editor: Ally Muhammad Abduh

Gelar Tarian Striptis, Ormas Islam Gruduk RM Social Kitchen Solo

LUIS Menunjukkan Bukti Foto Adanya Gelaran Tarian Bugil di RM Social Kitchen Solo, Ahad (17/7/2016)
LUIS Menunjukkan Bukti Foto Adanya Gelaran Tarian Bugil di RM Social Kitchen Solo, Ahad (17/7/2016)

SOLO (Jurnalislam.com) – Sejumlah ormas Islam di Solo siang ini, Ahad (17/7/2016) mendatangi rumah makan Social Kitchen di Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah. Kedatangan mereka untuk mengklarifikasi aduan masyarakat pada hari Jumat (15/7/2016) terkait adanya tarian Striptis di tempat tersebut.

Berdasarkan data yang diterima LUIS dari warga, ada bukti foto 3 wanita mengenakan pakaian dalam serta baju tipis transparan. Pengunjung harus membayar harga tiket masuk Rp 80.000,00 dan saweran minimal Rp 50.000,00. Acara tersebut diadakan pada hari-hari tertentu mulai pukul 22.00 – 02.45 WIB.

Puluhan orang dari Laskar Umat Islam Surakarta ( LUIS), Jamaah Ansharus Syariah (JAS), Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) dan Brigade Al Ishlah diterima Junaidi selaku Manager dan Kuswantoro selaku Personalia Social Kitchen. Audiesi itu juga dihadiri Kapolsek Banjarsari Kompol Wawan dan Agus Siswantoro dari Satpol PP.

Dalam kesempatan itu, Manager Social Kitchen Junaidi meminta maaf kepada umat Islam. Junaidi mengakui pihaknya menggelar acara Dance dalam 4 bulan terakhir.

“Atas nama managemen kami minta maaf dan berjanji ada perbaikan untuk dimasa yang akan datang,” ucap Junaidi.

Sementara itu perwakilan Satpol PP, Agus mengancam akan menutup Social Kitchen jika melanggar izin dan tetap menggelar acara serupa.

“Social Kitchen hanya mendapat ijin rumah makan dan ijin jual miras kadar tertentu. Sedangkan laporan LUIS sudah kategori tarian setengah telanjang tidak ada ijin bahkan itu dilarang, Senin besok surat pernyataan harus sudah sampai ke meja Walikota,” tegas Agus.

Kapolsek Banjarsari, Kompol Wawan menghimbau agar semua pihak menghormati hukum dan norma agama serta tidak tergesa-gesa dalam bertindak.

Sementara itu Yusuf Suparno selaku Sekretaris LUIS merasa kecewa karena dari dari pihak Social Kitchen terkesan tidak serius menerima kunjungan ormas Islam. Yusuf juga menyampaikan jangan sampai ijin rumah makan disalahgunakan untuk tarian setengah Bugil.

“Kepada Walikota Solo untuk menutup Social Kitchen jika di kemudian hari menyalahgunakan izin untuk hal-hal yang dilarang baik menurut hukum positif maupun norma agama,” tegasnya.

LUIS juga mendesak kepada Kapolsek Banjarsari agar menindak siapapun yang melanggarUndang-undang pornografi/pornoaksi.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

AQAP Serang Konvoi Gubernur Aden, Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sayap al-Qaeda Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan bom yang menargetkan gubernur kota selatan Aden, menurut kelompok pemantau, SITE Intelijen, lansir Al Arabiya News Channel, Sabtu (16/07/2016).

Para pejabat militer mengatakan pada hari Jumat bahwa mobil yang penuh dengan bahan peledak meledak ketika konvoi gubernur, Aidaroos al-Zubaidi, melewati daerah Inma Aden. Seorang tentara terluka dalam serangan itu tapi Zubaidi tidak terluka. SITE mengutip pernyataan singkat al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) di saluran Telegram pada Jumat yang mengatakan telah meledakkan bom di sebuah kendaraan yang diparkir.

Dikatakan baik Zubaidi dan kepala polisi Aden, Shallal Shayei, berada di kendaraan, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut. Zubaidi diangkat sebagai gubernur Aden setelah pendahulunya tewas dalam serangan bom mobil pada 6 Desember tahun lalu.

Palestina Rayakan Kekalahan Kudeta di Turki

gazaPALESTINA (Jurnalislam.com) – Ratusan orang turun ke jalan di Jalur Gaza pada hari Sabtu untuk merayakan kegagalan upaya kudeta oleh sejumlah faksi pemberontak militer Turki.

“Dengan dukungan dari rakyatnya, Turki telah muncul sebagai pemenang,” warga Gaza Mohamed Ashour, 50, mengatakan kepada Anadolu Agency, Sabtu (16/07/2016).

Ayah dari tujuh anak ini melanjutkan dengan menceritakan kembali bagaimana ia mengikuti peristiwa dramatis di Turki ini melalui saluran televisi sepanjang malam.

“Berita upaya kudeta ini muncul sebagai kejutan besar,” katanya. “Tapi sekarang keterkejutan telah beralih menjadi sukacita.”

Melambaikan bendera Turki dan Palestina, ratusan warga Palestina berkumpul di kota selatan Jalur Gaza Khan Younis pada hari Sabtu untuk menyuarakan dukungan bagi pemerintah terpilih Turki.

Beberapa spanduk bertuliskan, “Gaza tidak akan melupakan mereka yang mendukungnya” – mengacu dukungan lama pemerintah Turki untuk rakyat Gaza, yang telah menderita di bawah embargo selama satu dekade yang diberlakukan oleh Israel dan Mesir.

“Ini adalah pesan untuk saudara-saudara kita di Turki bahwa rakyat Palestina berdiri bersama Anda,” kata Yunus al-Astal, anggota terkemuka gerakan perlawanan Palestina Hamas, yang telah memerintah Jalur Gaza sejak 2007.

Di Lebanon, sementara itu, ratusan orang berunjuk rasa di kota selatan Sidon untuk merayakan kegagalan upaya kudeta di Turki.

Melambaikan bendera Turki, pengunjuk rasa berkumpul di luar rumah sakit Turki di tengah nyanyian dalam mendukung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan pemerintahannya.

Puluhan Lebanon juga melancarkan aksi duduk di utara kota Tripoli untuk menunjukkan dukungan bagi pemerintah terpilih Turki.

Beberapa demonstran melakukan shalat subuh di Tripoli Nour Square sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt atas kegagalan upaya kudeta di Turki.

Pada Jumat malam, elemen pemberontak dalam militer Turki berusaha melakukan kudeta terhadap pemerintah.

Meskipun kudeta itu segera dipadamkan oleh otoritas negara dan aparat keamanan yang sah, sekitar 160 orang mati syahid dalam kekerasan itu, menurut Perdana Menteri Binali Yildirim.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Turki Desak Ekstradisi 8 Perwira Militer yang Lari ke Yunani

thumbs_b_c_271505183f0a9b6df7faeaa7106d7b43ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki pada hari Sabtu menuntut ekstradisi delapan perwira militer yang melarikan diri ke Yunani menyusul kudeta Jumat yang gagal, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (16/07/2016).

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu tweeted bahwa, “Turki telah meminta penyerahan langsung delapan tentara pengkhianat yang melarikan diri ke Yunani dengan helikopter.”

Polisi Yunani mengatakan, helikopter tersebut mendarat di bandara Alexandroupoli, dekat perbatasan Yunani-Turki, pada sekitar pukul 11:50 waktu setempat (0850GMT).

Delapan penumpang helikopter ditangkap dan mengaku memiliki suaka politik. Dalam sebuah pernyataan, Staf Umum Yunani mengatakan helikopter Black Hawk akan segera kembali ke Turki.

“Pihak berwenang yang bertanggung jawab untuk suaka akan memeriksa permintaan suaka politik penumpang helikopter tersebut di Yunani,” tambah pernyataan itu.

Cavusoglu kemudian mengatakan bahwa dari delapan petugas, peringkat tertinggi adalah seorang kolonel.

Berbicara kepada wartawan setelah parlemen sesi luar biasa, Cavusoglu mengatakan ia mendapat telepon dari rekan Yunani nya, Nikos Kotzias, membahas perkembangan kudeta di Turki, serta staf militer Turki yang mendarat dan mencari suaka di Yunani.

“Mereka akan mempercepat proses ekstradisi,” katanya, menambahkan, “Insya Allah kita akan membawa para pengkhianat ini ke Turki dan menyerahkan mereka ke pengadilan.”

Selama percakapan, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Yunani, Kotzias menegaskan kecaman Athena terhadap kudeta dan menekankan bahwa masalah ini akan diperiksa oleh pemerintah Yunani, yang akan mengikuti prosedur yang relevan di bawah hukum internasional.

Kotsias mengungkapkan fakta bahwa tersangka menghadapi tuduhan melanggar tatanan konstitusional dan mencoba membongkar demokrasi bangsa dan akan dipertimbangkan dengan sangat serius, kata pernyataan itu.

Berbicara tentang insiden itu, juru bicara pemerintah Yunani Olga Gerovassili mengatakan, “Pada Sabtu pagi helikopter militer Turki mengirim SOS saat memasuki wilayah udara Yunani dan meminta izin untuk mendarat darurat.”

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

 

Erdogan Desak AS untuk Serahkan Pemimpin Kudeta Fethullah Gulen

erdogan-reutersISTANBUL (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Amerika Serikat pada hari Sabtu untuk mengekstradisi tersangka pemimpin teroris dan perencana kudeta Fetullah Gulen, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (16/07/2016).

Di depan kerumunan di Istanbul kurang dari 24 jam setelah seruannya bagi masyarakat untuk membantu mengakhiri kudeta, Erdogan mengatakan Turki telah berkali-kali meminta AS untuk mengekstradisi pengkhotbah Gulen, seorang ekspatriat Turki di Pennsylvania. “Saya telah mengatakan kepada Anda (AS) untuk mendeportasi atau menyerahkan orang ini kembali ke Turki.”

“Saya telah mengatakan kepada Anda bahwa orang ini sedang mempersiapkan kudeta melawan Turki, tapi saya tidak bisa membuat Anda mendengarkan saya,” kata Erdogan.

Mengulangi permintaannya, Erdogan mengatakan, “Saya ulangi permintaan saya kepada AS dan Presiden (Barack Obama), menyerahkan orang ini kembali ke Turki.”

Erdogan juga menekankan bahwa kudeta Jumat yang gagal tidak dilakukan oleh eselon yang lebih tinggi dari tentara melainkan minoritas kecil dalam militer.

“Mereka (para pendukung Gulen) adalah seperti tumor dalam militer, dan sekarang tumor ini sedang dihapus,” tambahnya.

Erdogan kemudian menelepon Ketua Parlemen Ismail Kahraman untuk mengucapkan terima kasih dan semua anggota parlemen karena “sikap terhormat” mereka terhadap kudeta yang gagal, seorang sumber kepresidenan mengatakan Sabtu.

Erdogan juga menelepon oposisi utama pemimpin Partai Rakyat Republik (CHP) Kemal Kilicdaroglu dan Ketua Partai Gerakan Nasionalis (MHP) Devlet Bahceli, berterima kasih kepada mereka atas dukungan mereka untuk Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) yang berkuasa saat ini, demokrasi, dan kehendak nasional, dan untuk tidak meminjamkan kepercayaan mereka pada upaya kudeta, kata sumber itu, yang berbicara dengan syarat anonim, karena pembatasan berbicara kepada media.

Presiden juga dilaporkan menggarisbawahi pentingnya semua pihak mengadopsi sikap bersama untuk melindungi negara.

Jumat malam unsur-unsur militer membuat upaya keji untuk menggulingkan pemerintah terpilih Turki, menurut Perdana Menteri Binali Yildirim. Sekitar 160 orang meninggal dalam kekerasan berikutnya.

2.839 personil militer yang terlibat dalam upaya kudeta telah ditangkap, dan 20 tentara pro-kudeta, termasuk beberapa perwira senior, tewas dalam upaya untuk menggulingkan pemerintah.

Turki menuduh Fetullah Gulen berada di balik kudeta itu dan menyerukan dia kembali ke Turki untuk menghadapi pengadilan.

Salim A.Fillah: Tanamkan Cita-cita Menjadi Pelayan di Rumah Allah Sejak Dini

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Ustadz Salim A.Fillah mengisi tabligh akbar di Pondok Pesantren Imam Syuhodo, Blimbing, Polokarto, Sukoharjo, Jum’at (15/7/2016). Tabligh Akbar bertema “Menapaki Jalan Surga Bersama Keluarga” itu dihadiri oleh ribuan jamaah.

Dalam paparannya, ustadz muda itu mengutip surat An Nisa’ ayat 9. “Dan hendaklah takut, orang-orang yang meninggalkan di belakang mereka, generasi berikutnya dalam keadaan lemah dan senantiasa mereka khawatirkan keadaannya. Dan bertaqwa kepada Allah dan berucap dengan perkataan yang lurus,” ucap penulis buku-buku best seller Jogja tersebut.

Ustad salim A.Fillah tidak menjelaskan tentang taqwa, sebab menurutnya sudah dijelaskan selama bulan Ramadhan. Di hadapan 1500 jama’ah, ia mengulas tentang berucap dengan perkataan yang lurus.

“Dan hendaklah dalam satu keluarga ditegakkan satu qoul, satu perkataan yang bersih, yang lurus, yang lempang. Siapa contoh dari Allah sebagai penegak qoulan syadiida itu? Banyak di dalam Al Qur’anul karim ada Nuh, ada Ibrahim, keluarga Imron, dan banyak lagi,” kata pemeran Kyai Gufron tersebut.

Ustadz Salim A.Fillah kemudian mengajak agar para menanamkan sifat pejuang sejak anak masih di dalam kandungan. Hal ini dianjurkan dalam Al Qur’an bahkan hanya satu bahwa istri Imron mencita-citakan anaknya dalam kandungan sebagai pelayan di rumah Allah (masjid).

“Jadi cita-cita takmir masjid itu nomor satu pak, yang lain sampingan. Pekerjaan kami di Jogokaryan selalu ditanamkan sesepuh jadi takmir masjid itu utama, sementara jadi walikota itu sampingan, jadi camat sampingan, jadi presiden itu sambilan. Nah program kita kedepan salah satunya melahirkan pemimpin dari masjid, yang penting takmir dulu kemudian terpilih jadi presiden itu nasib,” ujarnya.

Menurut ustadz Salim A.Fillah semua harus bermula dari keluarga, bahkan menurutnya, Rasul mengatakan keluarga pejuang adalah khoirukum, khoirukum li ahlih, yang terbaik diantara kalian (pejuang) pasti yang terbaik diantara kalian terhadap keluarganya. Kemudian ustadz Salim berkisah riwayat Aisyah ra. pada peristiwa Rosul sholat malam.

“Ketika Aisyah diminta untuk berkisah kesan terhadap Rasul, dirinya sempat menangis. Bunda Aisyah mengatakan dengan terisak, sungguh semua urusannya itu menakjubkan. Pernah suatu malam Rasul berada bersamaku, kulit kami telah menyatu, tetapi kemudian beliau Rosul saw berbisik ditelingaku wahai aisy, apakah engkau ridho jika malam ini aku pergunakan untuk beribadah kepada Robku. Aisyah mengatakan wahai suamiku aku suka sekali jika engkau berada disisiku namun aku juga suka jika engkau beribadah kepada Robku,” kisahnya.

Ustadz Salim menyoroti bahwa Rasul yang dijamin Surga, pada malam tersebut sholat hingga kakinya bengkak. Baginya kisah ini sangat berkesan karena Rasul saja mau sholat tahajud pun minta ijin istrinya.

“Pak, siapa yang pergi mancing tidak pamit? Subhanallah ini mau tahajud minta ijin, tabarak, khoirukm khirkum li ahlih, bahkan Rosul mau masuk rumah pun siwak. Anas Radiallahuan mengatakan tidak pernah Rosul masuk kerumah kecuali dirinya bersiwak dahulu,” tegasnya.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

DPP Hidayatullah Kecam Upaya Kudeta Terhadap Pemerintahan Turki

kudeta turkiJAKARTA (Jurnalislam.com) – Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah mengecam upaya kudeta sekelompok kecil militer Turki terhadap pemerintahan Erdogan.

“Hidayatullah dan masyarakat Indonesia yang menda’wahkan Tauhid, ketaqwaan, dan perdamaian di tanah air tercinta dan di seluruh bumi Allah, mengutuk makar yang dilakukan oleh kelompok politik dan bersenjata terhadap pemimpin dan rakyat Turki,” kata Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Sabtu (16/7/2016).

DPP Hidayatullah juga menilai, makar terhadap pemimpin dan rakyat Turki adalah makar terhadap kebaikan da’wah Islam yang sedang berkembang pesat di negeri Muslim tersebut. Selain itu, kudeta tersebut merupakan makar terhadap kepemimpinan yang sah yang telah dipilih sendiri oleh rakyat Turki melalui konstitusi dan sistem yang mereka sepakati bersama sebagai jalan politik dan kenegaraan.

Menurut DPP Hidayatullah, Turki sebagai negara berkomitmen untuk perlindungan negara-negara tertindas dan negara penyebar kedamaian tidak patut dikudeta seperti ini.

“Makar ini adalah makar terhadap perlindungan yang telah diberikan oleh kepemimpinan Turki kepada para pengungsi yang tertindas dari berbagai negara, khususnya lebih dari 2 juta rakyat Suriah,” tegasnya.

Lebih jauh, makar tersebut adalah makar terhadap perjuangan pemimpin Turki dalam bentuk inisiatif perdamaian di berbagai kawasan konflik dunia, termasuk di Palestina, Myanmar dan Filipina.

“Makar ini adalah makar terhadap inisiatif dialog dan diplomasi yang lebih manusiawi dan beradab yang dikembangkan oleh kepemimpinan Turki, menuju tata masyarakat dunia yang lebih adil baik di Perserikatan Bangsa-bangsa maupun di berbagai organisasi dunia lain,” terangnya.

Terakhir, DPP Hidayatullah mendoakan kepada Turki dan Rakyatnya agar Istiqomah menegakan syariat Islam.

“Semoga Allah menguatkan dan mengistiqamahkan seluruh kebaikan Al-Islam yang sedang diperjuangkan oleh rakyat Turki di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdoğan,” pungkasnya.

Kudeta yang dikabarkan didalangi oleh Fethullah Gulen itu berhasil digagalkan dalam waktu 5 jam. 50 tentara pendukung kudeta ditangkap. Erdogan juga telah memerintahkan untuk menangkap dalang kudeta tersebut.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally Muhammad Abduh

Pejabat Turki: 104 Komplotan Kudeta Tewas, 1.440 Terluka dan 2.839 Personil Militer Ditahan

ANKARA (Jurnalislam.com) – Kepala staf tentara, Umit Dundar, mengatakan dalam konferensi pers bahwa 104 anggota komplotan kudeta telah tewas. Dia mengatakan bahwa 90 orang lain juga tewas, menambahkan bahwa 47 dari mereka adalah warga sipil, Aljazeera melaporkan, Sabtu (16/07/2016).

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan pada konferensi pers bahwa 1.440 orang terluka dan 2.839 personil militer telah ditahan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara lantang di hadapan kerumunan pendukungnya yang bersorak gembira di Istanbul, bersumpah untuk tetap memerintah setelah faksi militer secara dramatis mencoba untuk menggulingkan pemerintah.

download

Erdogan tiba di Istanbul dari kota pesisir Marmaris setelah Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan kepada penyiar NTV pada hari Sabtu bahwa situasi di negara itu “sebagian besar dapat dikendalikan.”

Kepala staf permanen, Hulusi Akar, dibebaskan oleh pasukan yang setia kepada pemerintah setelah disandera di sebuah pangkalan militer untuk beberapa saat, seorang pejabat mengatakan kepada Al Jazeera.

Berbicara pada konferensi pers, Erdogan mengatakan upaya untuk mendorong dia jatuh dari kekuasaan adalah tindakan pengkhianatan dan bahwa mereka yang berada di balik kudeta akan membayar harga mahal. Ia mengatakan ia bermaksud untuk tinggal bersama rakyatnya dan tidak akan pergi ke mana pun.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam