Berita Terkini

Bapas Banten Dukung JR Pasal Perzinahan

SERANG (Jurnalislam.com) – Balai Permasyarakatan (Bapas) Serang, Banten melalui tim Humasnya Tri Hartarto, mendukung usaha AILA dan Persistri mengajukan Uji Materi (Judicila Review) Pasal Perzinahan dan LGBT.

“Saya sepakat dan mendukung usaha AILA untuk melakukan uji materi atau Judicial Review dengan tujuan memperketat hukuman bagi para pelaku perzinahan dan LGBT,” katanya kepada Jurnalislam di Kantor Bapas Cijawa, Serang, Jumat (9/9/2016).

Ato, sapaannya, mengatakan, meski Indonesia belum melegalkan LGBT berkembang tapi tidak mustahil bisa dilegalkan seperti di negara-negara demokrasi lainnya.

Berkaitan dengan penjualan anak untuk prostitusi kaum gay di Bogor beberapa waktu lalu lanjutnya, Bapas menentang keras Human Trafficking.

“Perdagangan anak harus diselamatkan, masa depannya salah satu hak anak dalam konvensi anak. Aparat harus bersinergi dengan lembaga-lembaga terkait untuk mengawal dan melindungi anak,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, AILA mengajukan Uji Materi untuk 3 pasal dalam KUHP. Yakni pasal 284, 285 dan 292 tentang Perzinahan.

PM Saudi: Kami Dukung Operasi Turki di Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan pada hari Jumat (09/09/2016) bahwa negaranya mendukung Operasi Perisai Efrat Turki di Suriah utara.

“Kami mendukung apa yang Turki lakukan saat ini di Suriah, saya percaya bahwa tujuan Turki dan Arab Saudi di wilayah ini hampir sama,” kata Al-Jubeir di depan panel hubungan Turki-Arab yang digelar lembaga think-tank Yayasan Politik, Ekonomi dan Penelitian Sosial (the Foundation for Political, Economic and Social Research-SETA) di ibukota Turki Ankara, lansir Anadolu Agency, Jumat.

Operasi Perisai Efrat Turki dimulai pada 24 Agustus ketika Tentara Pembebasan Suriah, yang didukung oleh militer Turki, membebaskan Jarablus di Suriah utara.

Al-Jubeir mengatakan bahwa Arab Saudi dan Turki telah menjadi mitra dan sekutu selama beberapa dekade.

“Kami memiliki hubungan ekonomi, hubungan investasi, dan hubungan orang-ke-orang yang sangat kuat,” katanya.

“Hari ini kami bekerja sangat erat mengatasi krisis Suriah dan kami mendukung oposisi moderat di sana. Kami bekerja sangat erat mendorong kembali sektarianisme dan kebijakan sektarian di wilayah tersebut,” tambahnya.

Mengenai posisi Arab Saudi pada kudeta 15 Juli yang gagal di Turki, al-Jubeir mengatakan, “Kami melihat pemerintahan yang sah dan kami melihat upaya ilegal untuk mencoba membawa perubahan dengan paksa. Apa yang kita lihat adalah kepahlawanan masyarakat Turki.”

“Warga Turki – termasuk anak-anak, wanita, orang tua, para pemuda – turun ke jalan dan berhadapan dengan tank dan berkata ‘tidak,’ … benar-benar inspiratif,” tambahnya.

“Masyarakat Turki telah mendapatkan rasa hormat dari dunia. Saya pikir Turki harus bangga dengan warganya,” katanya.

Pemerintah Turki mengatakan Fetullah Gulen yang berbasis di AS melakukan kudeta 15 Juli, yang menewaskan 240 orang dan hampir 2.200 lainnya terluka.

Gulen, yang tinggal di pengasingan di negara bagian Pennsylvania AS, sejak tahun 1997, juga dilaporkan menjalankan kampanye yang telah lama lama berjalan untuk menggulingkan Turki melalui infiltrasi lembaga negara, khususnya militer, polisi, dan pengadilan, dan membentuk negara paralel.

Kerjasama antara Turki dan Arab Saudi untuk menghilangkan jaringan gerakan Gulen di Teluk atau Arab Saudi, al-Jubeir mengatakan, “Kami memiliki kerjasama yang sangat luas dengan Turki dalam hal kontra-terorisme dan penegakan hukum. Dan terdapat pertukaran informasi luas antara Kerajaan Arab Saudi dan Turki.”

Dia menambahkan bahwa Arab Saudi selalu terbuka untuk kerjasama yang lebih baik di daerah manapun, termasuk keamanan.

“Kami telah bekerja dengan sejumlah negara untuk mendukung oposisi Suriah moderat. Pada saat yang sama kami telah bekerja untuk mengupayakan sebuah proses politik sehingga transisi politik dapat berlangsung di Suriah,” kata menteri luar negeri Saudi.

“Kami percaya bahwa proses politik ini harus didasarkan pada Resolusi 2254 Dewan Keamanan PBB.”

“Kami percaya bahwa Assad tidak memiliki masa depan di Suriah, karena kehadiran pemimpin rezim Bashar al-Assad adalah magnet yang menarik teroris ke Suriah, dan bahwa jika kita ingin mengalahkan terorisme, kita harus menghapus magnet ini ,” tambah Adel al-Jubeir.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad menumpas para pengunjuk rasa yang meletus sebagai bagian dari gerakan Musim Semi Arab (Arab Spring) – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negara yang dilanda perang, menurut PBB, tetapi Pusat Penelitian Kebijakan Suriah melaporkan korban tewas lebih dari 470.000 orang.

Mengenai hubungan Saudi-Iran, al-Jubeir mengatakan, “Arab Saudi ingin bekerja sama dalam berdagang dengan Iran sebagai negara tetangga – kami telah ke Iran berkali-kali sebelumnya. Tapi sayangnya ditolak oleh pihak Iran.”

“Iran terus berperilaku sebagai negara sectarian, Syiah, bukan negara-bangsa. Iran terus mendukung organisasi teroris Syiah di Lebanon, Yaman, dan Suriah,” katanya. “Bukti bahwa Iran mendukung terorisme di wilayah itu sangat banyak. Oleh karena itu Iran harus menghormati hukum internasional dan peraturan lingkungan.”

Arab Saudi memutuskan hubungan resmi dengan Iran awal tahun ini setelah misi diplomatik di sana diserang oleh demonstran mengikuti eksekusi tokoh Syiah terkemuka oleh pemerintah Saudi.

Adapun dalam perang di Yaman, al-Jubeir mengatakan, “Posisi Saudi resmi berdiri dengan gerakan yang dilakukan oleh PBB untuk menyelesaikan konflik di Yaman, dan kami menganjurkan Resolusi 2216 pada Yaman, yang menyerukan untuk mengakhiri penggunaan kekerasan di sana.”

Yaman telah dilanda kekacauan sejak akhir 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi yang didukung Republik Syiah Iran dan sekutu mereka menyerbu ibukota Sanaa dan bagian lain Yaman, memaksa Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi dan pemerintahnya yang didukung Saudi untuk sementara mengungsi ke Riyadh.

Warga dan Ormas Grebek Salon Mesum di Solo, 5 PSK 2 Hidung Belang Dipolisikan

SOLO (Jurnalislam.com) – Warga Laweyan bersama Laksar Umat Islam Surakarta (LUIS) menggerebek salon mesum di Jalan Puspowarno no 15 Panularan Lawiyan, Jumat (9/9/2016) siang.

Seorang pria berinisial HCG dan 2 wanita (Sr dan Sl) tertangkap basah di dalam sebuah kamar dalam keadaan telanjang.

“HCG adalah seorang warga keturunan yang sedang menggunakan jasa salon mesum dengan pelayanan 2 wanita sekaligus dalam satu tempat,” kata Humas LUIS, Endro Sudarsono kepada wartawan, Sabtu (10/9/2016).

Laskar juga menemukan 2 alat kontrasepsi yang kemudian diakui kalau itu salah seorang pelayan wanita itu. Tidak hanya itu, terdapat 3 wanita lain ( Mm, Rn, Sn) yang sedag melayani seorang Ketua RW (HW).

“Setelah ormas Islam berkoordinasi dengan Polsekta Lawiyan dan Polresta Surakarta akhirnya puluhan anggota polri datang dan membawa 5 wanita dan 2 pria ke ruang reskrim Mapolresta Surakarta,” terang Endro.

Dalam laporan polisi no STTLP/380/IX/2016/SPKT Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) mengadukan kasus tersebut sebagai kasus tindak pindana ringan (tipiring) untuk wanita pelayan dengan ancaman maksimal 6 bulan penjara dan untuk mucikari serta pengelola dilaporkan atas pelanggaran pasal 506 KUHP dengan ancaman satu tahun penjara.

AS Bantah Lakukan Serangan di Aleppo Hingga Terbunuhnya Komandan Jaysh al Fath

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pentagon pada hari Jumat (09/09/2016) mengatakan tidak ada keterlibatan AS dalam kematian komandan koalisi oposisi terbesar Suriah, yang gugur dalam serangan udara di dekat Aleppo.

Abu Umar Saraqib, yang merupakan salah satu tokoh bekas afiliasi Al-Qaeda Jabhah Nusrah, yang mengganti nama baru Jabhat Fath al Syam pada bulan Juli, dilaporkan gugur ketika sebuah serangan udara menggempur pertemuan para pemimpin faksi-faksi pejuang Suriah, Al Arabiya News Channel melaporkan Jumat.

abu-hajir-al-homsyMujahidin Jabhat Fath al-Sham tersebut adalah anggota terkemuka aliansi Jaysh al Fath, (Army of Conquest / Tentara Penaklukan), yang sedang melakukan pertemuan pada Kamis malam, serangan udara tersebut membunuh Saraqib dan komandan oposisi lainnya.

“Itu bukan serangan Amerika Serikat,” klaim juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis. “Apa pun yang terjadi di sana, itu bukan sesuatu yang dilakukan militer AS.”

“Kami tidak memiliki alasan untuk berada di Aleppo, itu bukan tempat sasaran kami,” kata Davis. Seorang pejabat pertahanan AS kemudian mengatakan kepada AFP bahwa Rusia adalah “tersangka utama” dalam serangan, di mana pasukan Rusia dan rezim Suriah berperang melawan koalisi pejuang Suriah.”

Lagi, Me-DAN Jawa Tengah Sentuh Hati Umat

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Jawa Tengah gelar aksi sosial, bertemakan “Jumat Berbagi” di Stasiun Poncol Semarang, Jum’at ( 9/9/2016). Kegiatan berupa membagikan sarapan gratis kepada siapa saja yang ingin makan.

“Acara kita selenggarakan dalam rangka mempererat silaturahmi dan kepedulian kami kepada sesama,” kata Ketua Me-DAN Jawa Tengah, Lutfi Miftah kepada Jurnalislam di tengah acara.

Lutfi melanjutkan, timnya sengaja memilih tempat di dekat stasiun karena disana sangat strategis. Terutama masyarakat kalangan menengah ke-bawah.

“Sengaja acara kami laksanakan di dekat Stasiun Poncol karena untuk berbagi kepada tukang ojek, supir taksi, tukang becak dan kepada orang-orang yang berakat maupun turun dari kereta,” ujarnya.

Ia mengatakan, acara tidak akan terlaksana tanpa adanya para donatur yang rela menyumbangkan donasinya.

“Kami berterima kasih kepada muhsinin (orang kaya -red) dan donatur yang dengan ikhlas memberikan donasinya untuk acara rutin ini,” ungkapnya senang.

Warga sekitar terlihat sangat antusias dan senang dengan kegiatan sosial tersebut. Suprapto misalnya, warga sekitar yang merasa bersyukur dan diperhatikan oleh saudaranya.

“Saya senang mas dan bersyukur dengan kegiatan ini,” ungkapnya.

Sementara menikmati hidangan gratis, mereka juga disuguhkan dengan lantunan suci al-Quran beserta terjamah dengan berharap mendapatkan sesuatu selain perut yang kenyang.

Sesuai Permintaan Polri, Menkominfo Janji Akan Blokir Aplikasi Gay

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara berjanji akan menindaklanjuti permintaan Bareskrim Mabes Polri untuk memblokir aplikasi gay. Sebelumnya, Bareskrim sudah menyerahkan daftar 18 aplikasi gay kepada Kemenkominfo untuk diblokir.

Rudiantara mengatakan, Kemenkominfo sudah pasti akan melakukan pemblokiran aplikasi yang meresahkan masyarakat.

“Kalau memang Bareskrim sudah keluarkan permintaan, ya kita tindak lanjuti. Namanya juga untuk memberikan rasa aman untuk masyarakat,” kata Rudiantara di Kompleks Istana Kepresidena Jakarta, dilansir Republiks, Jumat (9/9/2016).

Meski begitu, Rudiantara belum bisa memastikan kapan pemblokiran akan dilakukan. Menurutnya, Kemenkominfo akan terlebih dahulu melakukan kajian melalui tim panel terhadap daftar aplikasi yang sudah diserahkan Bareskrim.

“Kalau sudah ada kriterianya dan kalau memang itu meresahkan masyarakat, bisa kok (diblokir). Kami punya tim panel untuk membahas itu,” ucap dia.

Kapolri Akan Blokir Aplikasi Gay di Play Store

MALANG (Jurnalislam.com) – Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian akan menutup aplikasi di Play Store yang menawarkan layanan kencan kepada kaum gay ditutup. Tito mengatakan, pihaknya akan terus melakukan patroli siber untuk mengembangkan penyelidikan kasus prostitusi anak untuk gay.

“Soal aplikasi gay di play store kita investigasi dulu baru lakukan penindakan,” katanya usai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dilansir Republika, Kamis (9/9/2016).

Jika suatu aplikasi terbukti melanggar hukum di Indonesia, ia meminta agar aplikasi tersebut diblokir. Namun Polri tak bisa memutuskan sendiri dalam pemblokiran karena penyelidikan bekerja sama dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Agung Budi Maryoto telah menyerahkan 18 aplikasi gay kepada Kemenkominfo. Salah satu aplikasi tersebut digunakan oleh tersangka AR yang terlibat prostitusi anak di Bogor.

“Aplikasi ini kan ada 18 macam, kita temukan aplikasi itu ada di iPad AR, jadi kita bisa tahu di dalamnya aktivitas seperti apa,” ujar Agung di Mabes Polri, Kamis (9/9).

Menurut Agung, hasil temuan aplikasi tersebut didapatkan bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Selanjutnya pendalaman mengenai aplikasi diserahkan kepada Kemenkominfo.

Forum Me-DAN Kota Bima Intensifkan Jumat Shodaqoh

BIMA (Jurnalislam.com) – Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Kota Bima kembali menggelar aksi solidaritas dan kemanusiaan bertajuk “Jum’at Shodaqoh” di Panti Sosial Tresna Werdha, jalan Datuk Dibanta Jatiwangi, Kecamatan Asakota – Kota Bima, Jumat (9/9/2016). Kegiatan itu berupa pembagian seratus paket nasi bungkus kepada para lansia.

“Kegiatan solidaritas dan kemanusiaan ini adalah merupakan bentuk rasa kepedulian dari kami sebagai tim medis dan aksi kemanusiaan,” kata ketua Me-DAN Kota Bima, Dian Ramadhan kepada Jurnalislam di sela-sela acara.

Dian mengatakan, Me-DAN sebagai lembaga kemanusiaan akan merangkul semua kalangan, termasuk para lansia agar dapat merasakan kebahagiaan.

“Kegiatan seperti ini sudah ke-sekian kalinya kami lakukan dengan harapan masyarakat Kota Bima ikut termotifasi untuk membantu saudara kita yang kurang mampu serta mau peduli terhadap keadaan mereka,” terangnya.

Aksi seperti ini, kata dia akan terus dilakukannya karena ia melihat masih banyak sekali masyarakat tidak mampu yang belum tersentuh lagi dikasihi, terutama oleh pemerintah.

“Kami berharap pemerintah dan masyarakat Kota Bima tidak tinggal diam untuk memikirkan serta mau berpartisipasi untuk membantu memperbaiki keadaan mereka,” pungkas Dian.

Warga Jarablus Berterima Kasih pada Pasukan dan Bantuan Kemanusian Turki

SURIAH (Jurnalislam.com) – Warga Suriah kembali ke kota Jarablus Hari Kamis perasaan lega terpancar dari raut wajah mereka karena akhirnya bisa pulang, lansir World Bulletin, kamis (08/09/2016).

Setelah dibersihkan dari pasukan Islamic State (IS) oleh Operasi Euphrate Shield Turki, warga dari provinsi terdekat Gaziantep telah kembali ke rumahnya di Jarablus.

Warga berterima kasih kepada pasukan Turki atas keramahannya, banyak orang Suriah berharap akan ada perdamaian permanen sesegera mungkin.

Salah satu penduduk, Turki Cemal, tiba di Gaziantep pada tahun 2013. Ia mengatakan pada hari Kamis ia memutuskan untuk kembali ke Suriah bersama ibu dan saudara-saudaranya.

Cemal, yang kehilangan ayahnya dalam perang, mengatakan keluarganya berterima kasih atas dukungan dari orang-orang Turki dan kesempatan yang tersedia saat mereka berada di Turki.

“Terima kasih karena Turki telah menjinakkan tanah air kita dan mengurangi perang disini,” kata Cemal.

“Kami berterima kasih kepada Turki untuk semuanya. Kami senang. Kita bisa kembali ke rumah kami,” tambah Cemal.

Pengungsi Suriah lain bernama Hazune Ali mengatakan bahwa dia datang ke Turki dua tahun lalu saat suaminya berkontribusi terhadap perlawanan di Suriah.

Ali mengatakan keluarganya tinggal bersama orang-orang Turki dan mendapat bantuan negara.

“Kami berterima kasih kepada Turki,” katanya.

Operasi Perisai Efrat dimulai 24 Agustus ketika Tentara Pembebasan Suriah, yang didukung oleh Angkatan Bersenjata Turki, membebaskan Jarabulus.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Nushairiyah Bashar al-Assad menumpas pengunjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Musim Semi Arab (Arab Spring) – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjasi pengungsi di seluruh negara yang dilanda perang tersebut, menurut PBB.

Namun Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menyebutkan korban tewas akibat konflik enam tahun di Suriah berjumlah lebih dari 470.000 orang.

Polisi Irak Bentrok dengan Milisi Syiah Harakat al Nujaba di Baghdad

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Beberapa orang terluka hari Kamis ketika polisi Irak bentrok dengan anggota milisi Syiah yang didukung Iran di dekat ibukota, kata kedua belah pihak, lansir Al Arabiya News Channel Kamis (08/09/2016).

Bentrokan di Zaafaraniya, selatan Baghdad, melibatkan baku tembak yang berlangsung lebih dari dua jam antara pasukan polisi Irak dan milisi Syiah Harakat al-Nujaba.

“Bentrokan dimulai ketika polisi menahan seorang anggota Harakat al-Nujaba, yang pasukannya kemudian menyerang sebuah pangkalan polisi untuk membebaskannya,” kata seorang kolonel polisi.

Petugas mengatakan seorang polisi dan seorang warga sipil terluka dan menambahkan bahwa anggota senior milisi Syiah itu masih ditahan.

Harakat al-Nujaba adalah sebuah kelompok pecahan dari milisi Asaib Ahl al-Haq, yang merupakan bagian dari organisasi paramiliter Syiah Hashed al-Shaabi yang tergabung dalam memerangi kelompok Islamic State (IS).

Milisi Syiah Harakat al-Nujaba memberikan laporan yang sangat berbeda mengenai bentrokan dan mengatakan polisi bekerja sama dengan IS.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di media sosial, juru bicara Harakat al-Nujaba, Nasr al-Shammari, mengatakan bahwa salah satu sel intelijen mereka telah menangkap seorang komandan IS setelah “pelacakan selama tiga bulan yang bekerja sama dengan dinas Irak.”

Pasukan Nujaba kemudian berhenti di pos pemeriksaan dan meminta polisi untuk melaporkan ke basis terdekat dan secara resmi mencatat penangkapan itu.

“Ketika mereka tiba di basis, mereka menangkap milisi Nujaba dan membebaskan komandan IS,” tuduh Shammari.

Dia mengatakan milisi Nujaba yang tiba di basis kemudian ditembak oleh polisi, dan menambahkan bahwa tiga dari mereka terluka parah.

Shammari mengklaim insiden di Zaafaraniya itu merupakan bukti bahwa polisi berkolusi dengan IS dan bahwa “situasi di negara itu tidak akan stabil sampai aparat keamanan dibersihkan.”

Hashed al-Shaabi – dalam bahasa Arab berarti “mobilisasi populer” – secara formal berada di bawah wewenang perdana menteri Irak tetapi kenyataannya kesetiaan beberapa komponen mereka yang paling kuat pertama dan terutama adalah untuk Republik Syiah Iran.

Harakat al-Nujaba, yang dibentuk pada tahun 2013 dan dipimpin oleh Akram al-Kaabi, diyakini memiliki ikatan yang kuat dengan Syiah Hizbullah Lebanon yang mengambil bagian dalam operasi militer di Suriah.