Berita Terkini

Israel Bayar Ganti Rugi ke Turki US$ 20 Juta atas Tragedi Mavi Marmara

ANKARA (Jurnalislam.com) – Israel pada hari Jumat (30/09/2016) membayar Turki kompensasi sebesar $ 20 juta atas tragedi Mavi Marmara tahun 2010 yang melibatkan armada bantuan Gaza, kata sumber-sumber diplomatik Turki, lansir World Bulletin.

Pada 20 Agustus, parlemen Turki menyetujui kesepakatan, yang menetapkan Tel Aviv membayar $ 20 juta kepada keluarga korban sebagai bagian dari perjanjian normalisasi antara Turki dan Israel setelah absennya hubungan mereka selama enam tahun.

Hubungan diplomatik antara Turki dan Israel terganggu sejak Mei 2010 ketika pasukan komando zionis menewaskan 10 aktivis Turki di kapal Mavi Marmara, yang sedang menuju Gaza untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

Sebagai buntut dari serangan itu, Turki menuntut permintaan maaf resmi dari Israel, kompensasi untuk keluarga korban yang tewas, dan pencabutan blokade Israel di Gaza.

Pada tahun 2013, Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu menyuarakan penyesalan atas insiden tersebut kepada perdana menteri Turki (yang sekarang menjadi Presiden), Recep Tayyip Erdogan.

Selain kompensasi, Israel telah setuju untuk mengizinkan kehadiran bantuan kemanusiaan Turki di Jalur Gaza yang dijajah.

 

Pew Research Center: Perkiraan Baru Populasi Muslim AS

CALIFORNIA (Jurnalislam.com)Pew Research Center memperkirakan bahwa ada sekitar 3,3 juta Muslim dari segala usia yang tinggal di Amerika Serikat pada 2015. Ini berarti bahwa umat Islam berjumlah sekitar 1% dari total penduduk AS (sekitar 322 juta orang pada tahun 2015), dan kami memperkirakan bahwa jumlah ini akan berlipat ganda pada tahun 2050.

Perkiraan umat Islam dan agama lain yang baru ini didasarkan pada proyeksi demografis pertumbuhan model dalam populasi Muslim Amerika sejak perkiraan kami di tahun 2011 yang meliputi baik orang dewasa dan anak-anak. Proyeksi tersebut menggunakan data usia, fertilitas, mortalitas, migrasi dan switching (perpindahan) agama yang diambil dari berbagai sumber, termasuk survei Muslim Amerika tahun 2011.

Di beberapa kota Muslim berjumlah signifikan lebih dari 1% dari masyarakat. Dan bahkan pada tingkat negara bagian (state) jumlah umat Islam tidak merata: negara bagian tertentu, seperti New Jersey, memiliki dua atau tiga kali lebih banyak orang dewasa Muslim per kapita rata-rata nasional.

Debat politik di AS baru-baru ini mengenai imigrasi Muslim dan isu-isu terkait telah mendorong banyak pihak bertanya berapa banyak jumlah umat Islam yang benar-benar tinggal di Amerika Serikat. Tapi untuk mendapatkan jawabannya tidaklah mudah, sebagian disebabkan karena Biro Sensus AS tidak bertanya tentang agama, yang berarti tidak ada hitungan resmi pemerintah tentang jumlah penduduk Muslim AS.

ft_16-01-05_numbermuslimsSejak estimasi pertama kami dari ukuran populasi Muslim Amerika pada tahun 2007, kami telah melihat pertumbuhan yang stabil dalam hal jumlah Muslim di AS dan persentase penduduk AS yang Muslim.

Selain itu, proyeksi kami memperkirakan penduduk AS Muslim akan tumbuh lebih cepat daripada populasi Hindu dan jauh lebih cepat daripada populasi Yahudi di dekade mendatang. Memang, bahkan sebelum 2040, Muslim diproyeksikan untuk akan menjadi kelompok agama terbesar kedua di AS, setelah Kristen.

Lebih dari setengah proyeksi pertumbuhan penduduk Muslim Amerika 2010-2015 adalah karena imigrasi. Selama 20 tahun terakhir, telah terjadi peningkatan jumlah imigran Muslim yang datang ke AS. Jumlah imigran Muslim saat ini mewakili sekitar 10% dari semua imigran legal yang telah tiba di AS, dan memiliki persentase signifikan lebih kecil dari imigran yang tidak sah.

Penyebab utama lain dari pertumbuhan Islam baru-baru ini adalah peningkatan alami. Muslim Amerika cenderung memiliki lebih banyak anak daripada orang Amerika dari agama-agama lain. Muslim juga cenderung lebih muda dari masyarakat umum, sehingga bagian yang lebih besar dari umat Islam akan segera berada di titik dalam hidup mereka ketika orang-orang mulai memiliki anak.

Faksi Pejuang di Hama Hancurkan 5 Tank T-72 dan Tewaskan 18 Pasukan Assad

HAMA (Jurnalislam.com) – Pasukan rezim Assad menderita kerugian besar di Hama, di tengah kemajuan faksi Syrian Resistance di wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir, ElDorar AlShamia melaporkan, Kamis (29/09/2016).

Faksi telah berhasil menghancurkan lima tank T-72, 8 mobil dan kendaraan BMP juga membunuh 18 pasukan Nushairiyah Assad, hanya dalam 24 jam, serta menyita delapan tank, sebuah kendaraan yang dilengkapi dengan senapan mesin, sebuah kendaraan BMP dan senjata ringan serta amunisi saat mereka menguasai desa Maan dan al-Shatha, menurut Kantor Media Ajnad al-Sham.

Faksi telah mengalami kemajuan di Hama utara dan pedesaan utara-timur sebagai bagian dari pertempuran besar yang bertujuan untuk membebaskan seluruh provinsi, dan mencapai kemenangan yang telak meskipun serangan udara berlangsung intens.

Sementara di Idlib, pesawat-pesawat tempur rezim Assad dan Rusia terus melakukan pembantaian terhadap warga sipil di kota dan pedesaan Idlib yang merenggut nyawa 16 orang, dan melukai beberapa lainnya.

Pesawat-pesawat tempur Rusia menargetkan kota Khan Shaykhun di distrik utara dengan bom cluster, sementara melakukan beberapa serangan udara di kota Idlib dan kota Jarjanaz, menewaskan 16 orang dan melukai beberapa orang lainnya antara kondisi ringan atau sedang, koresponden ElDorar melaporkan.

Pesawat tempur telah menargetkan kota selatan Altmanah di Pedesaan Idlib.

 

Militer India Luncurkan Serangan Diperbatasan, Bunuh 2 Tentara Pakistan

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Militer India telah melakukan “serangan” di sepanjang perbatasan de facto dengan Pakistan di wilayah Kashmir dengan tuduhan untuk menggagalkan serangkaian serangan yang direncanakan pejuang Muslim Kashmir terhadap kota-kota besar, militer mengatakan Kamis (29/09/2016), lansir World Bulletin.

Namun militer Pakistan melaporkan, justru India membunuh dua tentara mereka dengan “tembakan tak beralasan” di sepanjang Garis Kontrol (the Line of Control) yang membagi wilayah sengketa dan mengatakan pasukannya melepaskan tembakan balasan ke pasukan India.

India berdalih serangan mereka menargetkan “jihadis” di sepanjang perbatasan.

“Beberapa tim jihadis telah memposisikan diri di beberapa titik launchpads sepanjang Garis Kontrol,” kata Letnan Jenderal Ranbir Singh, direktur jenderal operasi militer.

Serangan terjadi setelah pemerintah India mengatakan mujahidin Jaish-e-Mohammad yang berbasis di Pakistan meluncurkan serangan mematikan di sebuah pangkalan militer di Kashmir awal bulan ini yang menewaskan 18 tentara India.

India juga telah berupaya secara diplomatik untuk mengisolasi saingannya (Pakistan) yang juga merupakan rekan tenaga nuklirnya, sejak serangan di pangkalan pada 18 September.

Pada hari Selasa itu Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengatakan tidak akan menghadiri KTT Asosiasi Asia Selatan untuk Kerjasama Regional (the South Asian Association for Regional Cooperation-SAARC) di Islamabad, Pakistan, pada bulan November nanti.

AS: Tidak akan Ada Pasukan Peshmerga dan Syiah yang Tergabung dalam Merebut Mosul

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Baik Peshmerga Kurdi Irak ataupun milisi Syiah tidak akan masuk Mosul saat pasukan Irak mempersiapkan diri untuk merebut kembali kota tersebut, komandan kedua di Departemen Luar Negeri mengatakan kepada anggota parlemen Kamis (29/09/2016), lansir Anadolu Agency.

Memuji serangan yang sangat diantisipasi sebagai “puncak” operasi kontra-IS di Irak, Anthony Blinken mengatakan kepada Senat Komite Hubungan Luar Negeri bahwa AS berusaha untuk mengembangkan “hold force (kekuatan penahan)” berjumlah 15.000 pasukan Sunni Arab untuk menjamin ketertiban di kota setelah direbut.

“Inti dari kekuatan yang membebaskan Mosul akan menjadi pasukan keamanan Irak yang didukung oleh koalisi dengan dukungan Peshmerga,” katanya. “Unsur-unsur kesukuan yang sedang dilatih dan dipersenjatai, akan dibawa dengan tujuan menempatkan 15.000 dari mereka menjadi kekuatan dominan setelah kota ini dibebaskan.”

Juru bicara koalisi pimpinan AS, Kolonel Angkatan Udara John Dorrian, kepada wartawan melalui sambungan video dari Irak mengatakan bahwa Peshmerga akan terlibat dalam operasi tersebut “meskipun rincian keterlibatan mereka masih sedang dibahas.”

 

Hadirilah Kajian Ilmiyah “Misteri Alam Kubur” Bersama Abu Umar Abdillah

Dunia ini sementara, akhirat adalah perjalanan yang amat panjang, dimulai dari alam kubur, alam barzakh, yaumil hisab,titian shirot sampai dunia atau neraka. Karena sibuk dengan dunia manusia sampai lupa alam yang paling dekat setelahnya, yaitu alam kubur. Kupas tuntas masalah alam kubur yang masih jadi misteri adalah kebutuhan umat saat ini, agar umat memahami dan mempersiapkan bekal dialam kubur.

Untuk itu, DKM At-Taubah bekerja sama dengan Yayasan Adhwa’ul Bayan beserta sejumlah elemen mengadakan Kajian Ilmiyah “Misteri Alam Kubur”.

Bersama:
Ustadz Abu Umar Abdillah (Da’i MADINA dan Pimred Majalah Ar-Risalah).

Tempat:
Masjid At-Taubah, Jl. Raya Jakarta Km 3, Kp. Kemang, Patung, Kota Serang.

Waktu:
Sabtu, 1 Oktober 2016, Pukul: 09:00-11:45

Kontak:
Abu Nurul: 087772326079
H Witono: 08179185904

Gratis Untuk Umum

Metro Tv Tak Liput FPI di Garut, FPI: Kami Jawab dengan Aksi Nyata!

GARUT (Jurnalislam.com) – Menanggapi penolakan wartawan Metro Tv untuk meliput para relawan Front Pembela Islam (FPI) di Garut, Ketua posko bencana FPI Garut, Opan tidak mempersalahkan. Menurutnya, masyarakat yang akan menilai kinerja konkret FPI di Garut.

“Mereka tidak mau meliput kita, ya kita hiraukan saja sih sudah biasa, biar masyarakat sendiri yang menilai kerja FPI seperti apa,” katanya kepada jurniscom melalui sambungan telepon, Rabu (28/9/2016).

Opan menegaskan, jika media menyerang FPI dengan opini yang tidak benar, FPI menjawab dengan bukti nyata bukan dengan dendam.

“Kita tidak meminta, kita tidak membuat opini yang tidak-tidak (untuk melawan mereka -red) tapi mereka melihat. Akhirnya opini berbalik ke mereka sendiri,” tandasnya.

“Alhamdulillah masyarakat sudah melihat ada sisi lain dari FPI. Mereka sudah percaya dan senang kepada kita,” sambung dia.

Bahkan, kata dia, ketika FPI memberikan bantuan ke kampung Cikisik, Ketua RW setempat merasa terharu.

“Sambil memeluk ia mengucapkan terimakasih, tidak menyangka FPI bisa seperti ini,” katanya.

FPI membuka 4 posko tanggap bencana di Garut dan menurunkan 200 relawan setiap harinya yang didatangkan dari berbagai daerah.

FPI dan NU Bersatu Gelar Aksi Sweeping Miras

PASURUAN (Jurnalislam.com) – Puluhan umat Islam Pandaan yang tergabung dalam Front Pembela Islamslam (FPI) dan Nahdatul Ulama (NU) melakukan aksi sweeping ratusan botol Miras. Operasi ini berlangsung di daerah Pasar Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (28/92016) malam.

“Terdapat sekurangnya 800 botol Miras yang kami amankan dari berbagai macam merk, seluruh minuman kita tuangkan dengan disaksikan oleh pihak kepolisian sektor Pandaan”, kata Kordinator aksi, Suheri kepada jurniscom di sela-sela kegiatan.

Sementara itu, DPD FPI Jawa Timur melalui Panglima Daerah Bidang (Pangda) Jihad, Ustadz Ilyasa turut mengawal aksi. Ia mengatakan, aksi kali ini dirasa kurang maksimal karena ada kebocoran informasi. Sebab, ada target lain yang menutup tokonya.

“Sangat disayangkan dari 2 target toko wilayah Pasar Pandaan, hanya 1 toko yang berhasil kita eksekusi. Toko yang lain telah tutup”, pungkas Ustadz Ilyasa.

Diketahui, dalam aksi gabungan itu, puluhan umat Islam mendapat pengawalan ketat dari pihak Kepolisian Sektor Pandaan. Setidaknya ada 7 personil yang diturunkan.

Ada Biksu di Lokasi Banjir, FPI Garut: ‘Mereka Hanya Membagikan Sembako’

GARUT (Jurnalislam.com) – Musibah bencana alam di Garut mengundang simpati dari berbagai kalangan, tak terkecuali bagi para misionaris. Daerah bencana memang kerap dijadikan sasaran mereka untuk menyebarkan pengaruhnya.

Pada hari Selasa (27/9/2016) dua biksu terlihat mendatangi lokasi pemukiman warga korban banjir di perbatasan Kecamatan Karang Pawitan dan Banyuresmi, Garut. Informasi itu dibenarkan oleh koordinator Posko FPI, Kang Opan.

“Kemarin pagi, ada dua orang Biksu dan sekitar 15 orang etnis Cina melakukan aktifitasnya dengan modus pemulihan trauma anak,” katanya kepada Jurniscom melalui sambungan telepon, Rabu (28/9/2016).

Menurut penelusuran FPI, para biksu itu hanya membagikan sembako dan mengumpulkan anak-anak korban banjir untuk memulihkan trauma pascabencana.

“Mendengar laporan dari warga, FPI langsung terjun ke lokasi pada Sore hari. Kami menanyakan kepada warga sekitar perihal aktifitas mereka. Namun, laporan dari warga sekitar mereka hanya memberi sembako sambil mengumpulkan anak-anak untuk pemulihan trauma,” terangnya.

“Modus ini yang kami khawatirkan,” sambungnya.

Untuk memastikan tidak ada upaya pemurtadan, Kang Opan menegaskan akan terus memantau setiap misionaris yang datang untuk membantu korban banjir.

“Alhamdulillah, setelah kita datang kembali hari ini dan menanyakan warga sekitar perihal misionaris itu. Mereka tidak datang,” ujarnya.

Kang Opan juga mengungkapkan kekhawatiran ulama setempat akan kembalinya para misionaris jika masa operasi tangga darurat telah selesai.

“Menjaga akidah umat harus intens, saya cemas setelah tanggap darurat dengan posko-posko dibubarkan, mereka bisa masuk dengan mudah,” ungkap Kang Opan meniru perkataan KH Mimar.

Sebelumnya, para biarawati juga terlihat di lokasi korban banjir. Dalam pantauan Jurniscom di lapangan, selain misionaris, posko-posko non Muslim juga berdiri di sekitar Sungai Cimanuk. Ada Posko Bersama kelompok Syiah melalui PERMABI (Perduli Masjid Ahlulbait Indonesia) dan posko Rotary Club yang dikenal sebagai salah satu sayap organiasasi Yahudi di Indonesia.

Turki akan Berikan Bantuan Pendidikan bagi 450.000 Anak Pengungsi Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki berencana memberikan bantuan pendidikan bagi 450.000 anak Suriah pada tahun akademik 2016-2017, wakil menteri pendidikan Turki mengatakan Rabu (28/09/2016), lansir World Bulletin.

Orhan Erdem mengatakan bahwa saat ini ada 814.000 anak usia sekolah Suriah di Turki dan 340.000 anak telah menerima bantuan pendidikan tahun lalu.

“Tahun ini tujuan kami adalah mendidik mereka semua. Namun, kami hanya dapat memberikan pendidikan bagi 400.000 hingga 450.000 anak.”

Erdem mengatakan bahwa Uni Eropa belum memberikan bantuan 3 miliar Euro untuk pengungsi namun Turki akan menutupi biaya itu sendiri.

“Turki sudah memiliki 18 juta siswa. Plus, ada 8 juta orang lain yang mendapatkan pendidikan informal. Menambah 800.000 pengungsi ke dalam angka ini adalah tanggung jawab yang besar,” tambahnya.

Menteri Uni Eropa Turki dan Kepala Perunding Omer Celik mengatakan Senin bahwa pemerintah Turki dan LSM lokal telah menghabiskan lebih dari US$ 25.000.000.000,- selama menjadi tuan rumah bagi hampir tiga juta pengungsi di negara itu sejak 2011.

Tahun ajaran baru berjalan dari 19 September sampai dengan 9 Juni.