Berita Terkini

Pertempuran Sengit Berkecamuk di Gedung Pemerintah India di Kashmir

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Polisi India mengatakan pasukannya memerangi kelompok orang bersenjata di dalam gedung pemerintah di wilayah Kashmir yang dikuasai India.

Polisi mengatakan kepada kantor berita Associated Press pada hari Senin (10/10/2016) bahwa tentara dan paramiliter tentara mengepung kompleks setelah tembakan terdengar dekat kota Pampore, sekitar 10 km di luar Srinagar, ibukota Kashmir India.

Seorang tentara dilaporkan terluka dalam pertempuran awal.

Sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sedikitnya dua gerilyawan diduga bersembunyi di dalam Lembaga Pengembangan Kewirausahaan, dan bahwa penembakan intermiten bisa didengar di dalam gedung.

Serangan itu terjadi saat Kashmir melancarkan protes terbesar melawan penjajahan India dalam beberapa tahun terakhir, dipicu oleh pembunuhan pada bulan Juli terhadap seorang komandan mujahidin populer oleh tentara India.

Protes, dan tindakan keras militer melumpuhkan kehidupan di Kashmir yang dikuasai India, dengan toko-toko, sekolah dan sebagian besar bank yang tersisa tutup dan ponsel serta internet hanya bekerja sebentar-sebentar.

Kashmir terbagi antara India dan Pakistan sejak akhir pemerintahan Inggris pada tahun 1947. Kedua Negara mengklaim wilayah itu secara penuh.

Sentimen anti-India merebak luas di Kashmir, di mana kelompok pejuang telah bertempur merebut kemerdekaan melawan pasukan India atau merger dengan Pakistan sejak tahun 1989. Lebih dari 70.000 orang telah tewas sejak itu.

Ketegangan antara kedua Negara tetangga bersenjata nuklir tersebut melonjak setelah serangan bersenjata bulan lalu di sebuah pangkalan militer India menewaskan 19 tentara India dimana kedua kelompok terlibat saling tembak berat dan mortir melintasi perbatasan de facto di Kashmir hampir setiap hari.

Advokasi Internasional untuk Muslim Rohingya Laporkan Pembantaian Baru sedang Terjadi di Myanmar

ANKARA (Jurnalislam.com) – Kelompok advokasi Rohingya di seluruh dunia menyuarakan keprihatinan bahwa tentara melakukan kekerasan dan pembunuhan terhadap kelompok minoritas Muslim menyusul tewasnya sembilan polisi di Myanmar, Anadolu Agency melaporkan Senin (10/10/2016).

Sembilan polisi tewas bersama delapan orang bersenjata di tiga serangan terpisah di pos-pos polisi di perbatasan Myanmar-Bangladesh di barat negara bagian Rakhine Ahad pagi.

Pada hari Senin, sebuah pernyataan dari kelompok berjudul “Berhenti Membunuh Rohingya di Arakan yang Tidak Bersalah (Stop Killing Innocent Rohingya in Arakan)” mengatakan bahwa setelah serangan, lebih dari 10 Rohingya tidak bersalah dibantai oleh pasukan militer dan polisi Myanmar (Arakan adalah nama kolonial Inggris untuk Rakhine).

“Penangkapan massal juga sedang berlangsung,” kelompok itu menyatakan, menambahkan bahwa banyak wanita Muslim Rohingya juga telah ditangkap di desa Wabek di Kota Maungdaw di Rakhine.

“Dalam beberapa jam terakhir tujuh Rohingya ditembak mati oleh pasukan militer di desa Myo Thugyi di Maungdaw.

Meskipun polisi menangkap dua gerilyawan selama serangan, pihak berwenang belum mengkonfirmasi kelompok yang bertanggung jawab.

“Kami tidak yakin bahwa para penyerang berasal dari RSO, tetapi mereka meneriakkan kata ‘Rohingya’ selama serangan,” kata Kepala Polisi Zaw Win dalam konferensi pers Ahad, mengacu pada Organisasi Solidaritas Rohingya (Rohingya Solidarity Organization-RSO).

RSO adalah kelompok gerilyawan yang mengambil nama dari kelompok minoritas Muslim Rohingya, Rohingya digambarkan oleh PBB sebagai salah satu kaum Muslim yang paling teraniaya di dunia.

Meskipun sebagian besar ahli percaya keberadaannya adalah sebuah mitos, pemerintah telah mengklasifikasikan RSO sebagai kelompok gerilyawan dan pejabat menyalahkan RSO melakukan serangan baru di daerah perbatasan.

Pernyataan itu mengaku tidak ada organisasi bersenjata Rohingya yang mereka ketahui, tetapi organisasi bersenjata non-Rohingya lainnya ada di Rakhine.

“Tampaknya beberapa pejabat keamanan atau pemerintah daerah secara pribadi mengarahkan media bahwa orang Rohingya yang melakukan serangan itu. Tidak ada bukti untuk ini,” tambahnya.

“Mereka mungkin melakukannya karena serangan itu terjadi di daerah Rohingya, atau menggunakan serangan itu sebagai dalih untuk melakukan tindakan keras terhadap Rohingya.”

Kelompok ini meminta Aung San Suu Kyi yang mengatur Liga Nasional untuk Demokrasi untuk mengambil langkah-langkah segera untuk memastikan aturan hukum diikuti oleh militer, polisi dan pasukan keamanan lainnya dan meminta masyarakat internasional untuk campur tangan dengan pemerintah untuk memastikan itu memberlakukan aturan hukum.

“Aksi juga harus diambil terhadap nasionalis yang mencoba untuk mengeksploitasi kematian polisi ini untuk menyiapkan kebencian dan kekerasan anti Rohingya dan anti-Muslim,” katanya.

Pernyataan itu ditandatangani oleh organisasi Rohingya dari Inggris, Denmark, Jepang, Australia, Jerman, Swiss, Norwegia, Finlandia, Italia, Swedia, Belanda, Malaysia, dan Komite Pengungsi Muslim Rohingya.

Perancis Serukan Penyelidikan atas Kejahatan Perang di Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Prancis mengumumkan akan meminta pengadilan pidana internasional untuk menyelidiki kemungkinan kejahatan perang di Aleppo Suriah, lansir Aljazeera, Senin (10/10/2016).

Timur kota Aleppo yang dikuasai pejuang Suirah, yang telah dikepung sejak awal September, menjadi fokus serangan pemboman udara intensif oleh jet tempur Rusia dan Suriah.

Sebaliknya, pejuang anti rezim Assad mencoba mematahkan pengepungan dan berupaya menghubungkan wilayah lain yang dikuasai oposisi di sebelah barat Aleppo, yang merupakan kota kedua Suriah.

“Kami tidak setuju dengan yang dilakukan Rusia, membombardir Aleppo. Prancis berkomitmen untuk menyelamatkan penduduk Aleppo,” Jean-Marc Ayrault, menteri luar negeri Perancis, mengatakan kepada radio Inter Perancis pada hari Senin.

Dia mengatakan Presiden Francois Hollande akan memperhitungkan situasi di Aleppo untuk memutuskan apakah akan menemui rekan Rusia-nya Vladimir Putin ketika Putin berkunjung ke Paris pada tanggal 19 Oktober.

“Jika presiden memutuskan [untuk bertemu dengan Putin], maka pertemuan itu tidak akan berisi pembicaraan basa-basi,” kata Ayrault.

Pasukan rezim Suriah yang didukung Rusia telah membombardir dalam serangan baru selama dua pekan di Aleppo, merebut wilayah utara dan mendorong kembali garis depan di pusat kota.

Namun, kabupaten selatan Sheik Said pada hari Senin jatuh ke tangan koalisi mujahidin Suriah setelah mereka mengalahkan kelompok bersenjata asing pro-rezim Assad yang berusaha untuk mempertahankannya.

Sebuah sumber oposisi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa lebih dari 20 pasukan pro-rezim Nushairiyah dari milisi Syiah Irak tewas dalam bentrokan.

Sejak awal serangan militer Suriah pada 22 September, beberapa hari setelah gencatan senjata yang ditengahi AS-Rusia runtuh, sedikitnya 290 orang – warga sipil – telah tewas di daerah yang dikuasai pejuang Suriah di Aleppo ini, 57 dari mereka anak-anak, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (to the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR).

Pada hari Sabtu Rusia memveto resolusi Perancis yang menuntut segera diakhirinya serangan udara dan penerbangan militer atas Aleppo, dan untuk mengupayakan gencatan senjata, serta akses bantuan kemanusiaan di seluruh Suriah.

Resolusi saingan yang didukung Rusia juga gagal.

Namun, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menawarkan secercah harapan, mengumumkan selama pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istanbul pada hari Senin bahwa kedua negara telah sepakat untuk bekerja sama memberikan bantuan kepada Aleppo.

Sesuai kesepakatan tersebut, Rusia pada hari Senin mengumumkan pembentukan sebuah pangkalan militer permanen di Suriah.

Langkah, yang diumumkan oleh Nikolai Pankov, Wakil Menteri Pertahanan negara itu, menunjukkan bahwa Rusia membangun kekuatan di Suriah meskipun menarik sebagian pasukannya pada bulan Maret.

“Dengan melakukan itu Rusia tidak hanya meningkatkan potensi militernya di Suriah tetapi di seluruh Timur Tengah,” Senator Igor Morozov, anggota majelis tinggi parlemen Komite Urusan International (International Affairs Committee), mengatakan kepada kantor berita RIA.

Hadapi Serangan Udara Rusia dan Assad, Oposisi Suriah Desak Pasokan Senjata Anti-Pesawat

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Kelompok oposisi utama Suriah pada hari Senin (10/10/2016) menyerukan kepada sekutu asing mereka untuk memasok senjata ground-to-air dalam melawan serangan udara mematikan rezim Assad dan Rusia di Aleppo, World Bulletin melaporkan, Senin.

Pasukan rezim dan pesawat tempur Rusia telah meningkatkan serangan udara di Aleppo dalam beberapa pekan terakhir, menewaskan ratusan warga sipil dan meningkatkan kekhawatiran internasional yang luas.

Juru bicara HNC Salem al-Meslet mengatakan setelah pembicaraan bahwa oposisi saat ini bergantung pada “negara-negara sepersaudaraan dan teman-teman … untuk mengalahkan embargo senjata canggih yang dikenakan pada oposisi.”

Sekutu Arab Washington, yang dipimpin oleh Arab Saudi, telah bahwa pasukan oposisi yang bertempur melawan Assad diberikan senjata canggih seperti MANPADS – rudal anti-pesawat yang ditembakkan dari bahu.

Para ahli mengatakan pasokan senjata seperti ini mungkin dapat mengubah keseimbangan kekuasaan di medan perang dan membuat Damaskus lebih siap untuk berbicara, tetapi para pejabat AS khawatir senjata tersebut bisa jatuh ke tangan Jabhat Fath al Syam.

Riyadh berperan penting dalam formasi akhir tahun lalu HNC, yang menyatukan berbagai kelompok oposisi dan faksi politik oposisi.

MMI Tantang Debat Terbuka Ahok

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di depan masyarakat Kepulauan Seribu, Rabu (28/9/2016) lalu, telah mengundang kontroversi. Dalam pidato itu, Ahok menyinggung surat Al-Maidah ayat 51 dengan ucapan ‘dibohongin pakai Surat Al-Maidah 51’. Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) mengecam keras dan menantang Ahok untuk debat terbuka.

“Menurut Saudara, mungkin tidak ada yang salah dengan ucapan itu. Tapi bagi kami umat Islam, ucapan tersebut merupakan penistaan terhadap ayat suci Al-Quran dan menabuh genderang permusuhan dengan umat Islam,” kata MMI dalam surat Tantangan Debat Terbuka yang diterima jurniscom, Senin (10/10/2016).

Surat yang dibuat dan ditandatangi di Yogyakarta itu mengatakan, MMI telah menilai dan menelaah isi dari ucapan penistaan agama Ahok. Ahok telah menghina dan melecehkan kitab suci umat Islam. Sambil mengutip ucapan Ahok.

“Jadi enggak usah pikirkan Ah nanti kalau Ahok enggak kepilih pasti programnya bubar. Enggak, saya memimpin Jakarta sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya. Karena dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho (orang-orang tertawa). Itu hak bapak ibu, ya. Jadi kalau bapak ibu perasaan enggak bisa pilih nih, saya takut masuk neraka dibodohin gitu ya, enggak apa-apa, karena ini kan panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja”.

Untuk itu, sebagai upaya klarifikasi agar tidak hanya mengklaim bahwa ‘tidak ada niatan menista’ secara sepihak, Majelis Mujahidin menantang Ahok untuk uji sahih dalam debat terbuka, untuk mempertanggung jawabkan ucapan tersebut.

“Apabila Saudara bukan seorang rasis, bukan pemicu SARA, dan tidak pengecut, maka tidak ada cara lain kecuali menerima tantangan debat ini secara gentle,” tegas MMI.

Lebih lanjut MMI berharap tantangan debat terbuka sebagai upaya transparansi untuk mengurai persoalan secara publik, ilmiah dan konstitusional diterima dan dijawab segera.
“Adapun tempat dan waktu penyelenggaraan debat kami serahkan kepada Saudara, baik selaku pribadi maupun pejabat gubernur DKI Jakarta. Kami menanti jawabannya segera,” pungkasnya.

Surat Teguran Keras MUI DKI Jakarta

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Remehkan ayat Suci Al Qur’an dengan menyebut umat Islam dibohongi degans urat Al Maidah ayat 51, Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan surat teguran keras kepada Basuki Tjahya Purnama alias Ahok. Sebab, Ahok dinilai tidak fokus mengurusi warga Jakarta, menutupinya dengan kegaduhan tak bertanggung jawab.

Berikut isi surat Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta yang ditandatagani oleh ketua umum MUI Provinsi DKI Jakarta KH.A. Syarifudin. A. Gani dan Sekretaris Umum KH Zulfa Mustofa MY:

Berdasarkan undang-undang RI No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Kepala Daerah diberikan tugas dan kewajiban, yakni memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD, jugaditugaskan menjaga dan memelihara ketertiban masyarakat. Selain itu, kepala derah berkewajiban untuk menjaga etika dan norma dalam pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.
whatsapp-image-2016-10-10-at-1-27-06-pm1
Setelah memperhatikan kondisisosial, politik dan keagamaan yang terjadi belakangan ini di wilayah DKI Jakarta, khususnya pernyataan saudara selaku Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang berkenaan dengan Al Qur’an sebagai kitab suciu mat Islam dan ajaran serta keyakinan umat Islam, telah menimbulkan keresahan dan suasana kerukunan umat beragama yang tidak kondusif, serta serta berpotensi mengancam kehidupan berbangsa di DKI Jakarta pada kususnya dan di Indoensia pada umumnya, maka dengan ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta menyatakan MENEGUR DENGAN KERAS kepada saudara Basuki Tjahya Purnama atau Ahok, selaku Gubernur Provinsi DKI Jakarta, dan meminta kepada saudara Gubernur untuk :

1. Tidak melakukan perbuatan dan pernyataan atau komentar yang dapat meresahkan kehidupan masyarakat DKI Jakarta umumnya dan kaum muslimin khususnya
2. Tidak masuk ke-area perbincangan yang menjadi kewenangan tugas, seperti pernyataan yang dikategorikan penghinaan dan hasutan serta penyebaran kebencian dikalangan umat Islam khusunya dan warga DKI Jakarta umumnya
3. Tidak lagi melakukan tindakan atau pernyataan yang dianggap meremehkan umat Islam dan para ulamanya seperti menyatakan bahwa umat Islam dibohongi dengan Al-Quran surat Al-Maidah ayat 51. Para ulama dan pendakwah telah menyampaikan apa yang telah digariskan oleh Al-Quran yang tafsirannya telah disepakati mayoritas ulama, sehingga tidak dapat dipandang sebagai pembohongan atau pembodohan serta bukan bentuk politisasi ayat, tetapi bagian tugas para ulama untuk menyampaikan kebenaran Al-Qur’an
4. Menarik perkataan yang menganggap bahwa Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) sebagai pelecehan yang dilakukan umat Islam
5. Agar sudara Gubernur lebih fokus kepada tugas utama yang diembankan untuk memajukan kota DKI Jakarta dan meningkatkan kesejahteraan warga DKI Jakarta jasmani maupun rohaninya.

Yogyakarta Bergemuruh, Serukan Jihad Bantu Pribumi Betawi

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Penistaan agama yang dilontarkan Ahok menuai tanggapan dari umat Islam Indonesia, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Umat Islam se-Yogyakarta yang dipimpin Angkatan Muda (AM) Forum Ukhuwwah Islamiyyah (FUI) Yogyakarta gelar aksi bertajuk “Tadzkiroh Akbar Ummat Islam Yogyakarta” di Perempatan Titik 0 Kilometer, Yogyakarta, Ahad (9/10/2016).

“Kepada umat Islam yang masih ada kebaikan Islam untuk ikut mengutuk ahok dengan pernyataan yang sudah berulang kali melukai umat Islam dan atas pelecehannya terhadap surat Al Maidah ayat 51,” kata Amir AM FUI Yogyakarta, Ustadz Umar Said di sela-sela aksi.

Ia menegaskan, pemerintah dan aparat untuk memproses pernyataan ahok yang telah dilihat oleh kaum muslimin di Youtube. Ahok sebagai petahana gubernur DKI Jakarta dengan terang mengatakan umat Islam telah dibodohi dengan surat Al Maidah : 51.

“Saya mengajak Ummat Islam Yogyakarta untuk ber-jihad menghadapi orang-orang Kafir macam ahok dan pendukungnya yang telah menghina serta melecehkan Al-Quran terutama surat Al Maidah : 51. Ahok harus diproses secara hukum Islam,” tegas Haji Umar.

Sementara itu, Pengurus Besar Harokah Islamiyah (PB-HI) Ustadz Sayfulloh Noor Iqbal Musthofa menegaskan Jika saudara muslim Jakarta dan Betawi meminta laskar dari Jogja untuk hadir di Jakarta, AM FUI siap untuk berangkat membantu.

Acara ditutup dengan pernyataan sikap AM FUI oleh Ustadz Muhammad Fadhlun Amin, Selaku Koordinator Umum AM FUI, pengasuh MUIB, serta Majelis Tarjih Muhammadiyah, dan HATMI. Acara singkat, padat dan jelas itu sangat menggugah kesadaran muslim Yogyakarta akan pentingnya menjaga Aqidah.

Sebagaimana diketahui, Aksi itu mengajak umat muslim se-Yogyakarta untuk menjadi Mujahid (tentara Allah –red) seperti jaman Pangeran Diponegoro dahulu untuk membantu umat muslim keturunan Fatahillah Jayakarta (Jakarta). Mengembalikan Betawi (DKI Jakarta) kepada yang lebih berhak mengurus, yaitu kaum muslimin yang masih mencintai Firman Alloh SWT dalam Al-Quran dan sunnah Rasululloh SAW.

Reporter: AB

Serangan Bom Truk Bunuh 10 Pasukan Turki

DIYARBAKIR (Jurnalislam.com) – Sepuluh tentara Turki dan delapan warga sipil tewas pada hari Ahad, 9 Oktober 2016 ketika tersangka militan Kurdi meledakkan lima ton bom dalam truk yang menghancurkan sebuah pos pemeriksaan dekat sebuah pos militer di tenggara negara itu, kata perdana menteri, kantor berita Reuters melaporkan, Ahad.

27 orang lainnya, termasuk 11 tentara, terluka dalam ledakan yang menghantam stasiun gendarmerie (tentara) di Durak, 20 km (12 mil) dari kota Semdinli, dalam salah satu serangan paling mematikan di wilayah baru-baru ini.

Pegunungan Provinsi Hakkari, di mana serangan itu terjadi, terletak dekat perbatasan dengan Irak dan Iran dan merupakan salah satu daerah pertempuran utama dalam konflik antara tentara Turki melawan militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) selama 32 tahun.

Serangan itu terjadi sekitar pukul 9:45 (0645 GMT) ketika sebuah truk kecil mendekati pos pemeriksaan kendaraan dan mengabaikan perintah untuk berhenti, mendorong pasukan gendarmerie melepaskan tembakan, kata kantor gubernur Hakkari.

Bom dalam kendaraan tersebut diledakkan, yang dikatakan Perdana Menteri Binali Yildirim kepada wartawan mengandung sekitar lima ton bahan peledak.

Presiden Tayyip Erdogan bersumpah untuk mengakhiri serangan PKK sambil mengutuk pemboman itu, menuduh kelompok bertindak atas nama “kekuatan gelap yang memiliki rencana di Suriah dan Irak.”

“Bergandengan tangan dengan rakyat kami, negara bersama semua lembaga bertekad untuk membuat organisasi teror separatis tidak mampu melakukan serangan,” kata pernyataan tertulisnya.

Tentara telah “melumpuhkan” 387 militan PKK di Hakkari saja sejak 4 Agustus, Anadolu Agency yang dikelola negara mengatakan mengutip sumber militer.

Kantor gubernur mengatakan operasi luas yang didukung serangan udara sedang dilakukan oleh unit komando di daerah untuk menangkap militan PKK, yang diyakini telah melepaskan serangan tembakan untuk mengalihkan perhatian tentara di pos pemeriksaan.

Helikopter militer menerbangkan korban yang terluka ke rumah sakit di wilayah tersebut setelah ledakan, kantor gubernur mengatakan, saat prajurit dan penduduk setempat tampak berjalan di antara bangunan yang hancur dan puing-puing, rekaman video CNN Turk menunjukkan.

Pihak berwenang sedang siaga tinggi untuk menghadapi kemungkinan serangan pada hari Ahad, 18 tahun menuju hari sejak pemimpin PKK Abdullah Ocalan melarikan diri ke Suriah sebelum ditangkap oleh pasukan khusus Turki pada bulan Februari tahun berikutnya.

Sejak itu ia berada di penjara di sebuah pulau dekat Istanbul.

Erdogan sering mengkritik bahwa Barat tidak memberikan dukungan yang memadai dalam memerangi PKK, dan Menteri Energi, Berat Albayrak pada hari Ahad menyerukan pada para sekutunya untuk menunjukkan solidaritas.

“Teror ini terus membakar negara kita, seluruh wilayah dan dunia setiap hari mengabaikannya. Kita harus menunjukkan ketulusan lebih banyak dari sebelumnya dalam proses ini,” kata Albayrak dalam pidatonya di sebuah konferensi energi di Istanbul.

Faksi Syrian Resistance Pukul Mundur IS dari Provinsi Rif Dimashq, 37 Pasukan IS Terbunuh

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi Syrian Resistance saat fajar pada hari Ahad (09/10/2016) menyerang militan IS di Qalmoun timur di Rif Dimashq dan berhasil membunuh sejumlah militan, ElDorar AlShamia melaporkan Ahad (09/10/2016).

Bentrokan kemarin dimulai antara Ahrar al Syam, Jabhat Fath al Syam, Jaysh al-Islam di satu sisi dan Kelompok Islamic State di sisi lain, dan terus berlangsung sampai fajar pada hari Ahad termasuk garis depan Be’r al-Afaei dan Gunung Signal, yang membunuh 37 pasukan IS, saat faksi mendapatkan kembali salah satu markas besar “Tentara Pembebasan Levant (the Liberation Army of the Levant) dari kontrol IS.

IS telah mencoba selama lebih dari sebulan untuk maju dan menguasai gunung timur dan Gunung Signal di Timur Qalamoun, tetapi faksi mujahidin Suriah mencegah kemajuan IS di kawasan itu.

 

Koalisi Arab Selidiki Serangan di Yaman yang Tewaskan 140 Orang

YAMAN (Jurnalislam.com) – Koalisi yang dipimpin Arab yang bertempur melawan pemberontak di Yaman, pada hari Ahad (09/10/2016) mengatakan siap menyelidiki serangan udara pada upacara pemakaman di Sanaa yang menewaskan lebih dari 140 orang, bersama dengan Amerika Serikat, lansir Al Arabiya News Channel, Ahad.

Pemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran menuduh koalisi Arab melakukan penyerangan, yang merupakan salah satu serangan paling mematikan sejak meluncurkan operasi militer terhadap pemberontak Syiah pada Maret tahun lalu.

Setelah awalnya menyangkal bertanggung jawab, koalisi mengatakan siap untuk memulai penyelidikan atas serangan “yang disesalkan dan menyakitkan,” yang menurut seorang pejabat PBB juga melukai lebih dari 525 orang.

“Koalisi akan segera menyelidiki kasus ini bersama dengan Tim Gabungan Penilai Insiden (Joint Incidents Assessment Team) di Yaman dan para ahli dari Amerika Serikat yang ikut dalam penyelidikan sebelumnya,” katanya dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Saudi Press Agency.

“Koalisi ini juga bersedia untuk memberikan tim investigasi dengan data dan informasi yang berkaitan dengan operasi militer hari ini, di lokasi kejadian dan sekitarnya,” katanya.

“Hasil penyelidikan harus diumumkan segera setelah selesai.”

Koordinator kemanusiaan PBB di Yaman, Jamie McGoldrick, mengatakan bahwa pekerja bantuan “terkejut dan marah” oleh serangan yang melanda ruang komunitas di ibukota Yaman saat pelayat sedang berkumpul.

Saudi membantah membom acara pemakaman Yaman, mengatakan serangan udara koalisi Arab tidak berperan dalam serangan di Sanaa, Sabtu, sumber-sumber di koalisi pimpinan Saudi mengatakan.

“Benar-benar tidak ada operasi militer yang menargetkan pemakaman itu,” salah satu sumber mengatakan, mengutip konfirmasi dari komando angkatan udara koalisi.

“Koalisi menyadari laporan tersebut dan yakin bahwa penyebab lain pengeboman harus dipertimbangkan. Koalisi di masa lalu menghindari menargetkan pertemuan seperti itu dan (pertempuran seperti itu) tidak pernah menjadi subyek target.