Berita Terkini

Pasukan Peshmerga Rebut 8 Desa Dekat Mosul dari IS

ERBIL (Junalislam.com) – Pasukan Peshmerga Kurdi dari Pemerintah Daerah Kurdi (the Kurdish Regional Government-KRG) pada hari Senin (17/10/2016) menguasai delapan desa sebelah timur Mosul dari militan Islamic State (IS), menurut seorang petugas Peshmerga.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Mayor Mustafa Sarhank mengatakan daerah yang dibebaskan meliputi desa-desa Basakhra, Bazgirtan, Tarjala dan Sheikh Amir di al-Khazir di jalan yang menghubungkan Mosul dengan Erbil.

Operasi itu berlangsung dengan dukungan dari pesawat tempur koalisi pimpinan AS, katanya.

“Operasi militer di timur Mosul [Khazir] sedang berlangsung sesuai dengan rencana dari perintah militer tertinggi,” kata Sarhank.

Pasukan Irak mulai maju pada Ahad tengah malam di Mosul, benteng terakhir Daesh di Irak utara.

Dalam pernyataan di televisi, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan hanya pasukan tentara dan polisi Irak yang akan berada di kota.

KRG juga mengatakan operasi simultan telah dimulai terhadap IS dengan partisipasi pasukan Peshmerga.

Pasukan Turki yang terlatih juga berpartisipasi dalam serangan untuk merebut kembali kota, yang dikuasai oleh militan IS pada tahun 2014 bersama dengan sejumlah wilayah di utara dan barat Irak.

Ustadz Abu Rusydan: Umat Islam Harus Bersatu Melawa Propaganda Musuh

BIMA (Jurnalislam.com) – Orang-orang sekuler liberal terus berupaya untuk melemahkan semangat jihad umat Islam. Salah satunya adalah dengan melontarkan syubhat-syubhat. Pernyataan itu ditegaskan pengamat jihad global, Ustadz Abu Rusydan dalam Tabligh Akbar di Masjid Al-Muwahhidin Jalan Soekarno-Hatta Kota Bima, Ahad (16/10/2016).

“Pada hari ini kita disuguhkan dengan syubhat-syubhat yang dilontarkan oleh orang liberal dan sekuler yaitu dengan menyatakan bahwa Islam itu agama damai, padahal hari ini umat Islam sedang dibantai, agama Islam sedang diolok-olok. Maka umat Islam yang ada mereka hanya duduk-duduk saja tanpa melakukan pembelaan dan perlawanan,” katanya.

Abu Rusydan melanjutkan, syubhat yang lainnya adalah pernyataan yang mengatakan semua agama itu sama. Syubhat ini, kata dia, juga digencarkan oleh orang-orang sekuler liberal maupun orang kafir untuk menggembosi semangat perlawanan dari kaum muslimin.

“Padahal pernyataan ini sangat bertentangan sekali dengan banyak ayat yang terkandung di dalam Al-Quran,” ujarnya.

Oleh karena itu, Abu Rusydan mengimbau umat Islam untuk bersatu melawan propaganda dan syubhat-syubhat musuh-musuh Islam itu.

“Kita jadikan Islam ini menjadi satu-satunya agama yang akan berjaya, tentunya tidak bisa dengan santai-santai saja tetapi ada upaya konkrit yang bisa kita lakukan serta bersikap tegas kepada musuh-musuh Allah dan tidak berpecah belah dalam upaya untuk menegakkan Islam dan syariatnya,” tegasnya.

Ribuan Umat Islam Madura dan Wilayah Tapal Kuda Tuntut Kapolri Tangkap dan Adili Ahok

SURABAYA (Jurnalislam.com) — Ribuan umat Islam yang terdiri dari santri, ulama dan habaib Madura dan Wilayah Tapal Kuda (Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi dan Malang -red) menggelar aksi long march dan untuk rasa yang dilanjutkan audiensi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, Senin (17/10/2016) siang. Masa mendesak Kapolri memeriksa Basuki Cahaya Purnama alias Ahok, karena dinilai telah menistakan agama Islam.

Gabungan masa dengan nama Aliansi Ulama Madura dan Tapal Kuda (AUTADA) itu melakukan aksi unjuk rasa dengan berjalan kaki dimulai dari Masjid al-Akbar Surabaya menuju Polda Jawa Timur untuk menuntut penuntasan proses hukum atas dugaan penistaan agama oleh petahana Ahok.

Sesampainya di Polda Jatim, perwakilan ulama diterima untuk beraudiensi dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Pol Anton Setiadji.

Dalam pertemuan itu, Habib Abdurrahman Baghlega Assegaf yang juga dikenal tokoh NU Pasuruan mengatakan, dirinya dan umat Islam tidak terima agama dipermainkan dan diplintir.

“Ini al-Qur’an dimainkan, diplintir-plintir,” ujar Habib Abdurrahman di depan Irjen Anton Setiadji dan jajaran Kapolda Jatim.

Dalam audiensi itu, perwakilan ulama menyampaikan surat pernyataan untuk disampaikan kepada Kapolri agar Ahok yang telah menistakan Al-Quran ditangkap dan diadili.

Mereka mendesak, jika penegak hukum membiarkan dengan tidak memproses Ahok dengan hukum yang berlaku, para santri dan ulama Madura akan turun ke Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Kapolda Jatim mengaku siap meneruskan apirasi kaum muslimin Jatim pada Kapolri.

“Insyaallah besok Selasa (18/10/2016) Kapolda Jatim akan menghadap Kapolri,” pungkas KH Ma’sum menirukan jawaban Kapolda Jatim.

Sebagaimana diketahui, umat muslim Indonesia dibuat ramai dan gaduh oleh petahana Ahok. Ahok dinilai menistakan agama Islam dengan ucapannya di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.Jawa Timur, Senin (17/10/2016) siang.

Masa mendesak Kapolri memeriksa Basuki Cahaya Purnama alias Ahok, karena dinilai telah menistakan agama Islam.

whatsapp-image-2016-10-17-at-18-39-58

Gabungan masa dengan nama Aliansi Ulama Madura dan Tapal Kuda (AUTADA) itu melakukan aksi unjuk rasa dengan berjalan kaki dimulai dari Masjid al-Akbar Surabaya menuju Polda Jawa Timur untuk menuntut penuntasan proses hukum atas dugaan penistaan agama oleh petahana Ahok.

Sesampainya di Polda Jatim, perwakilan ulama diterima untuk beraudiensi dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Pol Anton Setiadji.

Dalam pertemuan itu, Habib Abdurrahman Baghlega Assegaf yang juga dikenal tokoh NU Pasuruan mengatakan, dirinya dan umat Islam tidak terima agama dipermainkan dan diplintir.

“Ini al-Qur’an dimainkan, diplintir-plintir,” ujar Habib Abdurrahman di depan Irjen Anton Setiadji dan jajaran Kapolda Jatim.

Dalam audiensi itu, AUTADA menyampaikan surat pernyataan untuk disampaikan kepada Kapolri agar Ahok yang telah menistakan Al-Quran ditangkap dan diadili.

Mereka mendesak, jika penegak hukum membiarkan dengan tidak memproses Ahok dengan hukum yang berlaku, para santri dan ulama Madura akan turun ke Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Kapolda Jatim mengaku siap meneruskan apirasi kaum muslimin Jatim pada Kapolri.

“Insyaallah besok Selasa (18/10/2016) Kapolda Jatim akan menghadap Kapolri,” pungkas KH Ma’sum menirukan jawaban Kapolda Jatim.

Sebagaimana diketahui, umat muslim Indonesia dibuat ramai dan gaduh oleh petahana Ahok. Ahok dinilai menistakan agama Islam dengan ucapannya di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

Reporter: Ahmad

Ormas Islam Datangi Polres Kota Bima Desak Polri Segera Proses Ahok

BIMA (jurnalislam.com) – Forum Umat Islam (FUI) bersama Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) mendatangi kantor Polres Kota Bima di Jalan Soekarno – Hatta, Kota Bima, Jumat (14/10/2016). Mereka mendesak kepolisian agar segera memproses laporan terhadap Ahok atas penistaan kasus Al-Quran.

“Kami datang untuk menyampaikan keberatan dalam bentuk protes ataupun gugatan terkait dengan kasus Ahok yang telah menistakan Al-Quran dan agama islam agar segera disampaikan ke atas,” kata Amir Ansharusyariah Bima, Ustadz Abdul Hakim.

Kedatangan mereka juga sebagai bentuk dukunga terhadap MUI Pusat yang menegaskan bahwa saudara Ahok telah melecehkan dan melakukan penistaan terhadap Islam. Menurutnya,
umat Islam Indonesia sangat tersinggu atas pernyataan Ahok itu sehingga mendorong reaksi di sejumlah daerah di Indonesia.

“Apalagi ini adalah masalah besar, masalah yang menyangkut aqidah dari umat Islam. Maka oleh karena itu kami meminta kepada Kapolres Kota Bima agar segera mendesak Kapolri agar kasus pelecehan yang dilakulan oleh Ahok ini segera ditangani,” tegasnya.

“Kami juga menuntut supaya proses hukum terhadap kasus Ahok ini tetap dijalankan. Jangan sampai polri juga terkesan tidak mau merespon kasus ini sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan bias yang lebih besar sehingga terjadi tindakan diluar aturan yang berlaku,” tambahnya.

Sementara itu Kapolres Kota Bima AKBP Ahmad Nurman Islmail S.IK menyatakan akan menyampaikan desakan Umat islam Bima kepada Kapolri.

“Kami akan menyampaikan apa yang menjadi keberatan, gugatan, maupun protes dari umat islam yang ada di Bima terkait dengan kasus penistaan yang dlakukan oleh saudara Ahok ini,” ujarnya.

Nurman berharap umat Islam Bima bisa menjaga kondusifitas untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Kita juga akan melihat proses lebih lanjut yang akan dilakulan oleh pihak kepolisian dalam menangani kasus ini. Dan kami juga berharap supaya kita semua bisa menjaga kondusifitas sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,’ kata Nurman.

 

Ormas Islam Thailand Kecam Penangkapan 48 Mahasiswa Muslim oleh Polisi Bangkok

BANGKOK (Jurnalislam.com) – Organisasi Islam Thailand mengecam serangkaian “penangkapan sewenang-wenang” baru-baru ini oleh polisi Bangkok terhadap mahasiswa Muslim dari negara selatan yang dilanda pemberontakan, setelah informasi dugaan plot bom muncul awal bulan ini, media lokal melaporkan Ahad (16/10/2016), lansir World Bulletin.

Presiden ‘Federasi Mahasiswa Patani (the Patani Students’ Federation), yang mewakili Muslim Thailand muda dari budaya etnis Melayu, menyatakan keprihatinan mereka tentang “konteks dan waktu terjadinya serangan yang dapat menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia.”

“Dalam situasi politik yang rapuh ini, kami takut bahwa Bangkok akan menggunakan kami, orang-orang dari provinsi Pattani, sebagai kambing hitam dan pion dalam permainan pertarungan politik mereka,” Arfin Soh kepada Bangkok Post.

“Kami mendesak komunitas internasional untuk memperhatikan masalah ini,” tegasnya.

Ketika polisi memperingatkan sebuah plot bom sejak hari Senin yang diduga direncanakan meledak akhir Oktober, 48 siswa Muslim Thailand dan pemuda dari selatan telah ditangkap di berbagai lokasi di ibukota, menurut Post.

Dari 48 pemuda tersebut, 25 kemudian dibebaskan tanpa tuduhan sementara sisanya ditahan di penjara atau di fasilitas militer.

Empat dari mereka telah didakwa dengan kepemilikan daun Krathom, tumbuhan zat adiktif yang dilarang di Thailand, situs berita Prachatai melaporkan Kamis.

Prachatai juga mengutip salah satu siswa yang dibebaskan yang mengatakan bahwa petugas polisi bahkan tidak tahu nama-nama siswa yang mereka tangkap.

Pattani, Yala dan Narathiwat adalah tiga provinsi selatan Thailand di mana sekitar 80 persen dari populasi terdiri dari Muslim etnis Melayu.

Perlawanan terhadap pemerintah pusat telah dilancarkan di wilayah tersebut selama beberapa dekade.

Sejak kekerasan meletus pada tahun 2004, sekitar 7.000 orang – tewas dan 11.000 lainnya terluka.

Razia dilakukan di Bangkok pekan ini setelah informasi intelijen muncul awal bulan ini mengenai plot bom yang diduga direncanakan untuk menandai ulang tahun ke-12 pembantaian puluhan Muslim Melayu.

Pada 12 Oktober 2004, unit militer Thailand menembaki aksi damai, menewaskan tujuh orang di Tak Bail di Narathiwat. Ratusan warga desa ditangkap dan dimasukkan ke dalam truk untuk dikirim ke sebuah kamp militer di negara tetangga Pattani. Dalam kondisi penuh sesak, 78 lebih tewas karena sesak napas selama perjalanan.

Walaupun penangkapan sewenang-wenang terhadap tersangka Melayu Muslim rutin terjadi di selatan sejak tahun 2004, namun penangkapan jarang terjadi di ibukota.

Hakim Japantikor, seorang Muslim pembela HAM, mengatakan kepada Post pada hari Ahad, “kita telah melihat pola penangkapan sewenang-wenang yang sering terjadi di selatan … Kita sekarang bertanya-tanya apakah ini juga akan menjadi praktek yang rutin terjadi di ibukota atau tidak.”

Massa Serang Rumah Pemimpin Sekte Syiah Nigeria

LAGOS (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 10 orang terluka ketika massa menyerang rumah seorang tokoh sekte Syiah di negara bagian Kaduna barat laut Nigeria Sabtu, menurut warga di daerah, Anadolu Agency melaporkan Ahad (16/10/2016).

“Krisis dimulai awal hari ini ketika beberapa anggota Syiah mencoba mengibarkan bendera mereka di tempat kediaman pendeta Syiah, Mukhtar Sahabi, yang dibakar Rabu lalu di Tundun Wada. Tapi mereka diserang oleh gerombolan massa membawa parang yang menantang mereka,” Sadu Abubakar, warga daerah, mengatakan kepada Anadolu Agency.

Penduduk setempat mengatakan insiden itu disebabkan meningkatnya kecemasan di daerah, terutama di Ungwan Muazu dan Kinkinau.

Ibrahim Musa, juru bicara gerakan Syiah, mengatakan kepada Anadolu Agency: “Anggota kami diserang hari ini di salah satu pusat gerakan dan rumah salah satu pemimpin kami yang baru-baru ini dibakar; 10 luka berat. Sayangnya, polisi hanya menyaksikan massa menyerang anggota kami.”

Juru bicara polisi Kaduna Aliyu Usman membantah tuduhan bahwa polisi tidak melakukan apa pun untuk mengendalikan situasi. “Kami sedang memantau situasi dan akan menangani pers nanti,” kata Usman.

Rabu lalu, 18 pengikut sekte Syiah tewas dalam serangan terhadap prosesi ritual Asyura di barat laut kota Funtua dan kota Kaduna ; 15 orang dilaporkan tewas akibat tembakan polisi, sementara tiga orang lainnya tewas ketika massa membakar rumah pemimpin Syiah setempat, Sheikh Sahabi.

Pasukan Irak Bersiap untuk Serangan ke Kota Mosul yang Dikuasai IS

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak sedang mempersiapkan serangan besar di Irak utara untuk merebut kembali Mosul, kota terakhir yang dikuasai IS di negaranya.

Menjelang operasi yang direncanakan, pesawat Irak menjatuhkan “puluhan ribu” leaflet di awal hari Ahad (16/10/2016), beberapa berisi petunjuk keselamatan bagi warga Mosul, kata militer, lansir Aljazeera Ahad.

Di depan wartawan di ibukota Baghdad pada Ahad malam, Haider al-Abadi, perdana menteri Irak, mengatakan “pertempuran penentuan akan segera terjadi.”

Tawaran untuk merebut kembali ibukota de facto IS di Irak ini muncul setelah militer, yang didukung oleh suku-suku dan milisi bersenjata, merebut kembali sebagian besar wilayah yang dikuasai para pejuang di tahun 2014 dan 2015.

Namun peluncuran operasi hanya akan menandai awal pertempuran yang mungkin menjadi pertempuran yang paling sulit dan kompleks dalam perang melawan IS.

Reporter Al Jazeera Zeina Khodr, melaporkan dari Khazir, sebelah timur Mosul, bahwa pemboman artileri menargetkan wilayah timur Mosul di awal hari Ahad tapi serangan masih belum menggunakan kekuatan penuh.

“Kami sedang menunggu pengumuman resmi dari Abadi,” kata Khodr.

“Beberapa waktu saat ini ada persiapan untuk pertempuran ini, dengan pasukan berkumpul di sekitar kota di mana diperkirakan satu juta orang masih tinggal di sana di bawah kendali IS.”

Pesawat menjatuhkan “puluhan ribu surat kabar dan majalah di pusat kota Mosul membawa berita penting … untuk memberitahu mereka tentang pembaruan dan fakta serta kemenangan,” kata Komandan Operasi Gabungan Irak, yang mendistribusikan gambar dari beberapa selebaran.

 

Amir Ansharusy Syariah Jakarta: Mari Perjuangkan Tegaknya Syariat Islam agar Umat Islam Punya Izzah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Amir Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) Jakarta menyatakan sebenarnya berita tentang kebusukan lisan orang-orang kafir telah Allah informasikan dalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 118-119. Pernyataan tersebut disampaikan pada kajian akbar yang bertema Hukuman Buat Penista Agama, Ahad (16/10/2016) di masjid Jami Said Naum Tanah Abang Jakarta Pusat.

Ustad Haris Amir Falah menilai sangat aneh ketika ada orang Islam yang masih percaya bahwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak berniat menghina Islam bahkan sampai membelanya mati-matian.

“Padahal Allah telah gambarkan dalam Al Qur’an Bahwa kebencian yang keluar dari mulut orang kafir belum seberapa disbanding kebencian yang tersimpan dalam hatinya,”jelasnya degan mengutip Al Qur’an surat Ali Imran ayat 118-119

“Ahok boleh minta maaf tapi hatinya menyimpan kebencian yang luar biasa,” tegasnya.

Ustad kelahiran Jakarta ini menyatakan bahwa kajian ini bukan dalam rangka memprovokasi umat, akan tetapi sebagai tanggung jawan iman kita, sebagai bentuk rasa cinta dan kecemburuan kita kepada Islam.

“Islam dinistakan tetapi hukum yang diberikan biasa-biasa saja di negara yang tidak memakai syariat Islam ini. Kita dihadapkan pada pilihan yang sulit, maju kena mundur kena,” ujarnya.

“Tujuan diturunkannya syariat Islam agar terjaga dien ini. Agar umat Islam punya izzah tidak diremehkan lagi. Mari perjuangkan agar syariat Islam ini agar tegak beserta institusi yang mendukungnya,” pungkasnya.

Reporter: Said Sutamto

 

Me-DAN dan ECR Solo Raya Gelar Baksos Bantu Sesama

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Medis dan Aksi Kemanusian (Me-DAN) bersama Emergency And Crisis Response (ECR) gelar bakti sosial di STTD al-Hikam, Panularan Laweyan, Surakarta pada Ahad (16/10/2016).

“Baksos kali ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami kepada warga sekitar, dan mensosialisikan kepada umat bahwa pengobatan itu bukan hanya secara medis akan tetapi ada pengobatan secara Nabi,” kata sekretaris Me-DAN Solo Raya, Twediy disela-sela acara.

“Selain itu Baksos kita kali ini untuk memperkenalkan kepada warga sekitar akan keberadaan STTD al-Hikam yang baru di dirikan oleh Yayasan Masjid Salamah” Tambahnya.

Sementara ketua ECR M Ridwan mengatakan, pengobatan cara Nabi (thibun nabawiy –red) dapat dipraktikan bersama dengan ilmu medis. Menurutnya, tradisi pengobatan itu efektif jika dipelajari dan dipraktikan dengan baik.

“Disetiap baksos, kami tim ECR selalu memadukan antara pengobatan Medis dan Thibun Nabawiy. Kami berusaha sebisa mungkin tidak membenturkan antara medis dan thibun nabawi,” ungkap Ridwan disela kesibukannya.

Baksos yang berupa medis dan thibun nabawi itu mendapatkan sambutan yang sangat antusias dari warga sekitar, tidak kurang 100 pasien dilayani dengan baik oleh tim Me-DAN dan ECR. Muhammad Taqin, warga yang mengikuti aksi baksos sejak pagi hingga menjelang sore mengucapkan apresiasinya kepada aksi baksos.

“Kami atasnama warga sekitar mengucapkan Jazzakumulloh kepada tim Me-Dan dan ECR yang telah berkenan menyempatkan waktu dan tenaganya. Kami mendapatkan pelayanan kesehatan,” cetusnya senang.

Faksi Perlawanan Suriah Bunuh dan Tangkap Puluhan Pasukan Assad di Hama

HAMA (Jurnalislam.com) – Faksi Perlawanan Suriah (Syrian Resistance) pada hari Ahad malam berhasil mendapatkan kembali kontrol atas semua titik pasukan rezim Nushairiyah Assad di pinggiran kota Muardes pedesaan Hama setelah pertempuran sengit berlangsung selama beberapa jam antara kedua belah pihak, ElDorar AlShamia melaporkan, Ahad (16/10/2016).

Menurut komandan militer Jaysh al-Ezza, Mustafa Marati, dalam laporan eksklusif untuk jaringan berita ElDorar lebih dari 40 pasukan Syiah Assad telah dibunuh.

Baca juga: 

3 elemen pasukan rezim ditangkap selama pertempuran ditambah hancurnya beberapa kendaraan militer.

Pertempuran sehari-hari terjadi berulang kali di garis depan pedesaan Hama bagian utara saat pasukan rezim Syiah Assad mencoba untuk merebut kembali daerah-daerah yang selama beberapa pekan terakhir berada dalam kekuasaan faksi Syrian Resistance.