Berita Terkini

Ratusan Ribu Umat Islam dari Berbagai Daerah Hadiri Bela Islam II di Jakarta

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ratusan ribu Umat Islam dari berbagai ormas Islam dan dari berbagai daerah selepas shalat Jumat sudah memenuhi lokasi Patung Kuda Jakarta pusat.

Sambil menunggu ribuan umat Islam yang telah mengerjakan Sholat Jumat berkumpul di Masjid Istiqla melakukan yel-yel labaik-labaika ya Allah.

Dalam orasinya perwakilan umat Islam mengatakan Ahok buka hanya menghina Al Qur’an, akan tetapi Ahok telah melawan Allah Swt.

“Bapak-bapak, ibu-ibu telah dibohongi dengan al Maidah 51, itu kata-kata yang melawan.Alloh,” tegasnya dengan semangat yang langsung disambut gemuruh takbir dari ribuan umat Islam.

Massa yang terdiri dari BKPRMI, Majelis Pekerja Muslim Indonesia, Punk Muslim, Forum Betawi Rempug, GPII, lakukan orasi secara bergantian.

Sedangkan ribuan massa dari Jamaah Ansharusyariah bergerak dari Masjid Said Naum Tanah Abang bergabung dengan umat Islam lainnya di depan gedung BI.

 

Ribuan Jamaah Ansharusyariah Ikut Bergabung dalam Aksi Bela Islam II

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ribuan Jamaah Ansharusyariah bergabung dalam Aksi Bela Islam II yang digelar pada hari Jum’at (04/11/2016) dihadiri ratusan ribu umat Islam dari berbagai daerah di Indonesia.‎

Dengan berjalan kaki ribuan Jamaah Ansharusyariah bergerak dari Masjid Said Naum menuju Istana merdeka disertai orasi-orasi dari para asatidz Jamaah Ansharusyariah .

“Kami menurunkan jamaah secara resmi dari tiga wilayah, Banten, Jakarta dan Jawa Barat, ada juga yang hadir dari Solo dan Semarang sebagai partisipasi, mereka telah hadir dari hari kamis di Jakarta,” kata bapak Yudho selaku koordinator lapangan.

Jamaah Ansharusyariah menuntut pengadilan untuk Ahok, Gubernur Jakarta, atas penistaan Al Qur’an yang hingga kini tidak ada langkah-langkah positif dari pemerintah.

“Kami menuntut Ahok segara diadili, ditangkap dan dijatuhi hukum, kalau tidak pemerintah akan rugi, karena kami akan terus berjihad sampai Ahok ditangkap,” kata Ustadz Wildan selaku orator dilapangan.

“Kaum muslimin telah terbiasa dengan jihad fisabilillah, lanjut Ustadz Wildan, darah para syuhada telah tumbuh subur di bumi nusantara ini sejak dulu,” tegas Wildan.‎

 

Reporter: Deddy

Dukungan Aksi Bela Islam Menyeruak Sampai ke Negeri Paman Sam

WASHINGTON DC (Jurnalislam.com) – Dukungan perhelatan akbar pada hari ini, Jum’at (4/11/2016) menyeruak hingga ke Amerika. Unjuk rasa untuk menuntut diadilinya petahana DKI Jakarta itu dinilai sekelompok muslimin Indonesia di Amerika pantas dilakukan.

“Kami melihat, proses hukum yang dilakukan oleh penegak hukum di Indonesia terhadap Ahok berjalan sangat lambat, sehingga menimbulkan kesan ditunda-tunda bahkan ditutup-tutupi,” katanya dalam pesan siar yang diterima jurniscom, Jum’at (4/11/2016).

Proses hukum yang lambat ini, kata dia, telah menyulut kemarahan umat Islam, yang menginginkan agar Ahok di proses secara hukum se-segera mungkin.

“Kami melihat, lambatnya penegakkan hukum terhadap Ahok, dapat menimbulkan potensi kerusuhan yang akhirnya akan mengganggu stabilitas keamanan negara Republik Indonesia yang kami cintai,” ucapnya.

Oleh sebab itu, masyarakat pencinta Al-Qur’an di Amerika itu mendukung kaum muslimin beserta para ulama untuk aksi unjuk rasa hari ini. Mereka juga mendesak pemerintah beserta aparatur hukum segera adili Ahok.

“Mendesak Pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, beserta seluruh elemen penegak hukum di Indonesia, untuk menegakkan hukum dengan menyegerakan proses hukum Saudara Ahok dan mengambil keputusan yang seadil-adilnya,” pungkasnya.

Diketahui, siang ini jutaan umat Islam se-Indonesia diperkirakan hadir untuk berunjuk rasa “Adili Ahok” di Istiqlal sampai Istana Presiden, Jakarta.

Faksi Jund al Syariah Bergabung ke Jabhat Fath al Syam

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Faksi jihad “Jund al-Sharia” dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu mengumumkan integrasi penuh dan kesetiaan mereka kepada Jabhat Fath al Syam (JFS), ElDorar AlShamia melaporkan Kamis (03/11/2016).

Pernyataan itu mengatakan bahwa langkah integrasi tersebut bertujuan untuk menyatukan seluruh kekuatan yang berperang melawan ateis (Rusia) dan rezim Nushairiyah yang memulai perang besar-besaran terhadap wilayah “al-Sham.”

Jund al Syariah memiliki hampir 300 pasukan yang terkonsentrasi di pedesaan selatan Idlib, dan sebelumnya merupakan bagian dari brigade “Soqur al-Sham”, menurut laporan dari sumber JFS untuk jaringan berita ElDorar.

faksi-jund-al-syariah-bergabung-ke-jabhat-fath-al-syam-2

Ketum DPP Hidayatullah: Ini Panggilan Iman!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Ustadz Nashirul Haq mengingatkan kepada seluruh kader Hidayatullah yang hari ini, Jumat 4 November, turun mengikuti aksi di Istiqlal dan depan Istana bahwa keikutsertaan Hidayatullah dalam aksi ini adalah bentuk panggilan iman.

“Kita ikut karena panggilan iman untuk menjaga kesucian al-Qur’an dari penistaan. Luruskanlah niat semata-mata mencari ridha Allah SWT,” ungkapnya dalam pernyataan tertulis yang disiarkan kemarin (3/11) sore.

Nashirul juga mengingatkan bahwa fokus misi keikutsertaan Hidayatullah adalah mengawal fatwa MUI, tuntutan penegakan keadilan dan supremesi hukum, sebagai bentuk jihad konstitusi.

“Kita menuntut kepada pemerintah dan aparat penegak hukum agar menangkap dan mengadili Ahok yang telah melakukan penistaan terhadap kitab suci al-Qur’an,” jelasnya.

Jika tuntutan umat Islam dan rakyat Indonesia tidak dipenuhi, jelas Nashirul lagi, maka jagalah stamina. Sebab, umat Islam dan kader Hidayatullah harus bisa terus memperjuangkan keadilan. “Jika hukum ditegakkan, insya Allah negeri ini akan aman dan damai,” tulisnya lagi.

Ia juga mengingatkan bahwa aksi damai membela Islam ini harus dilakukan dengan santun, beradab, aman, terkendali, tertib, bersih, tidak terprovokasi, dan tidak anarkis.

Selain itu, kata Nashirul, jaga ibadah dan taqarrub kepada Allah, perbanyak dzikir, pertajam doa, hadapi segala kondisi dengan sabar dan serahkan segala urusan kepada Allah.

Dalam aksi ini, Hidayatullah menurunkan lebih dari 1000 kadernya dari berbagai daerah, termasuk Aceh, Batam, Mataram, dan Jawa Timur. Semua telah berkumpul sejak Kamis malam.

Reporter: Mahladi

IOM: 239 Pengungsi Tenggelam Setelah 2 Kapal Karam di Laut Libya

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 239 pengungsi tenggelam setelah dua kapal tenggelam di lepas pantai Libya, Joel Millman, juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), mengatakan Anadolu Agency, Kamis (03/11/2016).

Dua kapal dilaporkan telah membawa ratusan pengungsi ketika mereka berdua terbalik di Laut Mediterania sementara dalam perjalanan dari Libya ke Italia.

Menurut Millman, beberapa 4.220 pengungsi menuju Eropa telah tenggelam di Laut Mediterania sejak krisis pengungsi saat ini mulai.

2 Pasukan Khusus AS dan 3 Tentara Komando Tewas Diterjang Peluru Taliban di Kunduz

KUNDUZ (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam Afghanistaan (Taliban) menewaskan dua pasukan khusus AS dan melukai dua lainnya dalam serangan di provinsi Kunduz, Afghanistan utara. Tentara AS yang beroperasi sebagai bagian dari “misi pelatihan, memberikan nasihat dan membantu” operasi Resolute Support, The Long War Journal melaporkan, Kamis (03/11/2016).

Siaran pers operasi Resolute Support mengumumkan kematian tentara itu:

Dua anggota pasukan AS tewas akibat luka-luka selama operasi di distrik Kunduz, provinsi Kunduz hari ini. Dua anggota pasukan AS lainnya terluka dalam operasi …

Pasukan AS diserang tembakan selama pelatihan, saat memberikan nasihat dan membantu misi dengan mitra Afghanistan kami untuk menghapus posisi Taliban dan mengganggu operasi Taliban di distrik Kunduz.

Kebijakan Departemen Pertahanan AS adalah untuk menahan identitas pasukan hingga pemberitahuan berikutnya. Kami akan merilis informasi tambahan yang sesuai.

Kementerian Pertahanan Afghanistan mencatat bahwa tiga pasukan komando Afghanistan dan dua tentara pasukan khusus AS tewas di Kunduz, TOLONews melaporkan.

Saat Resolute Support melakukan press release, pertempuran terjadi di distrik Kunduz, yang juga adalah ibukota provinsi. Kabupaten Kunduz adalah salah satu dari 97 kabupaten yang dikendalikan atau diperebutkan oleh Taliban, menurut sebuah studi oleh The Long War Journal.

Taliban mengakui iserangan itu pada versi bahasa Arab Voice of Jihad, dan mengatakan AS meluncurkan serangan udara terhadap warga sipil setelah tentaranya tewas. TOLONews mengatakan bahwa “laporan korban sipil yang belum dikonfirmasi menunjukkan jumlah itu cukup tinggi.”

Operasi Resolute Support mencatat pada Twitter-feed mereka bahwa “serangan udara dilakukan di Kunduz untuk membela pasukan yang diserang” dan “Semua klaim korban sipil akan diselidiki.”

Taliban menyerbu kota Kunduz pada 3 Oktober dan tetap berada di dalam Kunduz. Operasi Resolute Support bersikeras mengklaim pasukan Afghanistan membersihkan kota dalam waktu 24 jam sejak Taliban masuk bahkan saat pertempuran berkecamuk di luar kompleks gubernur di pusat kota tersebut, padahal selama sembilan hari pertempuran masih berlangsung sengit.

Pasukan Devisi 16 Irak Mengepung Pinggiran Kota Mosul

Mosul (Jurnalislam.com) – Tentara Irak pada hari Kamis (03/11/2016) merebut kembali desa-desa Ain al-Jahesh (di barat Mosul) dan Al-Khorta (selatan Mosul), menurut sumber-sumber militer.

“Tentara itu Brigade ke-92 telah benar-benar memulihkan Ain al-Jahesh,” Brigadir Jenderal Mohamed al-Jubouri, seorang perwira di Komando Operasi Angkatan Darat Nineveh, mengatakan kepada Anadolu Agency, Kamis.

Al-Jubouri menambahkan bahwa tentara Divisi 16 sekarang berdiri di pinggiran Mosul yang dikuasai kelompok Islamic State (IS) dan mengepung distrik Al-Sada Baawiza dari utara.

Sebelumnya pada hari Kamis, pasukan Irak menguasai desa Al-Khorta di selatan Mosul, mengontrol jalan yang menghubungkan Mosul selatan ke Baghdad, Letnan Jenderal Abdul-Amir Raheed Yarallah, komandan operasi Mosul, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi negara Irak.

Sementara itu, pesawat tempur koalisi pimpinan AS menghancurkan sebuah jembatan yang terletak di utara Mosul untuk memotong jalur pasokan IS.

Dan pada Kamis sore, pasukan Irak – yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS – mulai maju ke kawasan Al-Intisar di timur Mosul, Kolonel Angkatan Darat Watheq Hamdoun al-Jaf mengatakan kepada Anadolu Agency.

“Operasi ini dilaksanakan sepanjang tiga sumbu, dengan partisipasi pasukan anti-terorisme Irak dan unit-unit lain tentara, dan berkoordinasi dengan pesawat tempur koalisi,” kata al-Jaf.

“Pasukan Irak menyerukan warga agar tinggal di rumah mereka untuk menghindar dari terluka karena serangan,” tambahnya.

Sementara itu, gelombang pertama perpindahan sipil mulai terlihat di lingkungan timur Mosul sejak kampanye dimulai pada 18 Oktober.

“Lebih dari 20.000 warga sipil telah datang ke kamp-kamp pengungsi yang didirikan oleh pelayanan kami dari kota-kota di pinggiran Mosul yang telah dibebaskan sejak operasi dimulai,” Kementerian Migrasi dan Perpindahan Irak mengatakan dalam sebuah pernyataan, Kamis.

Juru bicara Kementerian Qassim Atiyye mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa kamp mampu menampung hingga 300.000 orang.

Israel Melarang Keras Adzan di Yerusalem, Ini Jawaban Syeikh Ekrema Sabri

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Syeikh Ekrema Sabri, kepala Dewan Tertinggi Muslim di Yerusalem, mengutuk seruan Israel untuk melarang adzan di kota setelah walikota Yerusalem Nir Barkat meminta polisi Israel untuk menerapkan hukum ‘kebisingan yang tak tertahankan’ terhadap panggilan sholat di Masjid Yerusalem.

“Adzan adalah salah satu aspek paling penting di agama Islam, Adzan akan Tetap Berkumandang di Yerusalem Sampai Hari Kiamat,” kata Sabri kepada Anadolu Agency, Kamis (03/11/2016).

“Israel tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan agama kami,” katanya. “Kami akan berdiri tegas terhadap setiap upaya Israel untuk melarang adzan di Masjid-masjid Yerusalem.”

Sabri melanjutkan untuk menegaskan bahwa sumber utama “kebisingan tak tertahankan” adalah gencarnya pesawat tempur Israel yang berdengung di “atas Palestina”.

Dia mengatakan: “Jika Barkat ingin berbicara tentang ‘kebisingan tak tertahankan’, ia harus menghentikan pesawat tempur Israel yang berdengung di atas kawasan; tank pasukan penjajah yang meluncur melalui jalan-jalan kami; buldoser yang meratakan rumah kami, dan pasukan tentara yang menembaki orang-orang kami.”

Pemimpin IS Akhirnya Muncul dalam Pesan Audio saat Mosul Terkepung

IRAK (Jurnalislam.com) – Pemimpin kelompok Islamic State (IS) Abu Bakr al Baghdadi telah memohon pasukannya untuk tetap melawan saat pasukan Irak memasuki kota Mosul. “Jangan mundur,” kata suara yang diklaim sebagai milik pemimpin IS tersebut dalam pesan audio yang dirilis Kamis pagi (03/11/2016) oleh Media Al-Furqan yang berafiliasi pada IS.

“Menjaga tanah Anda dengan kehormatan adalah seribu kali lebih baik daripada mundur karena takut,” katanya dalam pesan suara, yang merupakan pesan pertama yang muncul lagi dan lebih dari satu tahun tidak pernah terdengar. “Untuk semua orang-orang Niniwe, terutama para pejuang, berhati-hatilah dari setiap kelemahan dalam menghadapi musuh Anda,” lanjut Baghdadi.

Rumor banyak beredar tentang kesehatan buruk dan terbatasnya gerakan pemimpin IS itu tetapi keberadaannya tidak jelas. Kontrol IS telah menyusut tajam sejak tahun lalu dan pasukan Irak awal pekan ini mencapai Mosul, kubu besar terakhir militan IS di Irak.

Koalisi pimpinan AS memperkirakan ada 3.000 sampai 5.000 pasukan IS di dalam kota tetapi hasil akhir pertempuran tampaknya sedikit meragukan.

Puluhan ribu pasukan Irak, yang didukung oleh koalisi dan pesawat tempur pimpinan AS, melancarkan serangan besar-besaran di kubu terakhir IS di Irak sejak 17 Oktober hingga kini.