Berita Terkini

Peran Sentral Guru, Jauhkan Anak dari Narkoba

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Ketua Pengarah Ganas Annar MUI Pusat, KH Sodikun, menyampaikan bahwa peran guru sangat penting dalam menjauhkan anak didik dari gangguan narkoba.

Hal itu disampaikan Kiai Sodikun, Jumat (05/08) di Kantor MUI Pusat saat memberikan arahan kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Peran Guru dalam Memberikan Perlindungan Anak dari Bahaya Narkoba Melalui Media Sosial dan Pemahaman Halal.

Acara ini terbilang unik karena pesertanya berasal dari kalangan guru yang hadir secara luring dan daring. Ada 700 peserta yang diundang dalam kegiatan ini.

Ketua Pengarah Gerakan Nasional Anti Narkoba (GANAS ANNAR) MUI tersebut menyampaikan, tugas guru selain mengedukasi juga sebagai agen antisipasi. Guru selain memberikan ilmu juga menyiapkan bekal kepada anak didiknya menghadapi tantangan dunia yang semakin beragam.

 

“Guru menyiapkan anak-anak bangsa yang bermanfaat. Ini bukan sekedar strategis, tetapi sangat mulia dan luar biasa,” ujar Kiai Sodikun, Jumat (5/0).

Guru, lanjut Kiai Sodikun, harus memiliki langkah antisipatif dan edukatif dalam menjauhkan anak didiknya dari narkoba. Kesadaran pada diri anak didik itulah yang menurutnya harus dikembangkan sehingga menjadi benteng yang kokoh.

“Pendekatan antisipatif dan edukatif harus diambil guru. Anak-anak menjadi tidak hanya tau dan sadar, namn juga memiliki kecintaan akan keilmuan, ” ungkap dia.

Selain itu, dia melanjutkan, guru juga harus mulai menyesuaikan dengan kondisi kekinian. Media sosial yang setiap hari digunakan guru dan anak didik juga harus digunakan sebagai sarana edukasi.

“Kalau anak didik sering menggunakan sosial media, tentu akan lebih tepat jika kita mengisi strategi edukasi anti narkoba menggunakan pendekatan serupa, ” terang dia.

Kiai Sodikun menambahkan, tugas guru memang berat. Sebagai pekerjaan yang langsung berhadapan dengan ganjaran sedekah jariyah, guru juga perlu formula yang apik untuk menarik perhatian anak didik.

“Mendapatkan perhatian anak didik adalah keniscayaan dan keharusan, ” ujarnya. (mui)

 

Tantangan Guru Kian Berat, Waspada Penggunaan Narkoba Siswa

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Para tenaga pendidik diajak membentuk karakter peserta didik mukallaf. Peserta didik yang mampu secara mandiri menerima kebaikan dan menolak keburukan.

Ajakan ini disampaikan anggota Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Ibnu Hamad, saat memberikan arahan dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Peran Guru Dalam Memberikan Perlindungan Anak Dari Bahaya Narkoba Melalui Media Sosial dan Pemahaman Halal, Jumat (5/8/2022).

Dia mengatakan guru memiliki peran sentral melindungi anak didik dari tindakan yang merusak masa depan mereka, termasuk dari narkoba, juga memiliki peran penting dalam membimbing peserta didik untuk membangun kesadaran akan hal yang secara normatif dianggap baik, misalnya produk halal.

 

Namun, menurutnya peran guru lebih dari sekadar melindungi. Daripada terus menerus menjadikan anak didik sebagai objek yang harus dilindungi, akan lebih baik anak didik menjadi subjek yang mampu melindungi dirinya sendiri dari hal-hal negatif.

Terutama di era media sosial kini, kata dia, para guru dan orang tua tidak mungkin mengawasi siswa dan anak satu kali dua puluh empat jam penuh.

“Karena itu, dalam melakukan subyektifikasi peran guru ini bukan hanya penting tapi mendesak, guru tidak hanya mentransfer ilmu, tapi lebih dari itu, guru menjadi pemberdaya, mengajak peserta didik berpikir kritis yang berujung pada penyelesaian masalah, ini lah yang akan membentuk peserta didik mukallaf,” terangnya.

Lebih lanjut, ungkap Prof Ibnu, untuk mewujudkan target dari subyektifikasi ini, lingkungan sekolah harus menciptakan budaya toleran pada hal yang baik menurut norma agama, sosial dan negara kemudian tegas intoleran pada hal yang berlawanan dengan hal buruk menurut ketiga norma ini.

“Akhirnya peserta didik menjadi mukallaf, individu yang responsible, dia memiliki kemampuan logis, etis, dan estetis, dia paham norma agama, norma negara, norma sosial dan dia tahu mana yang halal dan mana yang haram,” kata dia.  (mui)

 

81.612 Jamaah Haji Telah Tiba di Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1443H/2022M telah memasuki hari ke-67. Proses pemulangan jemaah haji terus berlangsung dan berjalan lancar.

“Jumlah jemaah haji yang telah tiba di tanah air sebanyak 81.612 orang,” kata Kepala Biro Humas, Data dan Informasi, Akhmad Fauzin saat Konferensi Pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (9/8/2022).

Hari ini, terdapat 2.816 jemaah yang tiba di Indonesia. Mereka tergabung dalam tujuh kelompok terbang (kloter) yang tiba di lima debarkasi. Pertama, Debarkasi Jakarta Saudia Bekasi (JKS) sebanyak  satu kloter yang terdiri dari 410 orang jemaah. Kedua, Debarkasi Palembang (PLM)  sebanyak satu kloter yang terdiri dari 450 jemaah.

Ketiga, Debarkasi Surabaya (SUB) sebanyak satu kloter yang terdiri dari 450 jemaah. Keempat, Debarkasi Solo (SOC) sebanyak dua kloter yang terdiri dari 720 jemaah. Terakhir, Debarkasi Ujungpandang (UPG)  sebanyak dua kloter  yang terdiri dari 786 jemaah.

Terkait jemaah sakit, Akhmad Fauzin menyampaikan data hari ini sebanyak 31 orang. Dengan rincian 16 orang dirawat di RSAS, dan 15 lainnya dirawat di KKHI.

“Jemaah wafat bertambah 1 orang atas nama Aisah Karim Abdullah, perempuan, 61 tahun, Nomor Paspor C31 77 857, kloter BTH 12, asal Embarkasi Batam. Sehingga  sampai hari ini jumlah jemaah wafat sebanyak 86 orang,” tandas Akhmad Fauzin.

Waspada Budaya Pop Mengubah Budaya Bangsa

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Budaya populer (pop culture) sudah secara masif mengubah struktur sosial dan struktur pekerjaan bangsa.
Terjadi revolusi industri dan telekomunikasi secara besar-besaran, seperti Artificial Intelligence, K-Pop, industri perfilman di bioskop, industri sport, makanan, pakaian, dan berita hiburan.

Pernyataan ini dia sampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) Multaqa Seniman dan Budayawan Muslim LSBPI-MUI dengan tema “Budaya Post Pop Culture sebagai salah satu Tantangan Masa Depan Dunia Dakwah,” di Hotel Sari Pasific, Jakarta (2/8/2022) lalu.

Hal itu, menurut dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Dr Saiful Bahri, dibenturkan pada ketidaksiapan kultur bangsa dalam merespon revolusi disrupsi sehingga budaya bangsa tergerus dan digantikan dengan pop culture Barat yang mendominasi.

 

Dia menyebut seperti trend kekinian ala Citayam Fashion Week (FCD), perilaku serba instan, penurunan budaya literasi dalam lingkungan pendidikan (learning and reading habbit), atau tidak adanya pandangan ketahanan di masa depan (future proofing).

“Jadi kita tidak sadar. Artinya kita sibuk mengikuti tren dan lupa agenda settingnya,” kata peraih gelar doktoral bidang tafsir Alquran dari Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini.

Perubahan dan dekadensi kebudayaan itu pada gilirannya, menurut Saiful membuat bangsa kehilangan sejarah (ahistrory) dan tidak memiliki tuntunan arah harus kemana.

Dia mengharapkan rumusan identitas bangsa melalui buah ide cemerlang dari budayawan muslim, utamanya budaya arif pendidikan.

“Ketika ditanya soal identitas bangsa Indonesias apa, rasa-rasanyanya kita juga akan ikhtilaf, maka mudah-mudahan ada ide cemerlang pada kesempatan ini (FGD). Tidak ada tidak (alasan) kembalikan generasi masa depan kita untuk memiliki reading dan learning habbit,” kata dia. (mui)

 

Pemerintah Bahas Kebijakan Umrah Bersama Kementerian Haji Saudi

MEKAH(Jurnalislam.com) — Kementerian Agama RI bersama Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menggelar pertemuan untuk membahas kebijakan penyelenggaraan ibadah umrah 1444 H. Pertemuan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah di Makkah ini berlangsung pada 1 Agustus 2022.

Pertemuan dipimpin Dirjen Administrasi Umum Urusan Perusahaan dan Muassasah Umrah Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi Abdurrahman As-Saggaf. Hadir juga, Sousan yang merupakan perwakilan dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Nur Arifin. Hadir, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam, Kasubdit Pengawasan Umrah dan Haji Khusus M. Noer Alya Fitra, Kasubdit Data dan Sistem Informasi Haji dan Umrah Hasan Afandi, para pelaksana Staf Teknis Haji Agus Miroji (PSTH 1), Muhammad Luthfi Makki (PSTH 2), dan Muhammad Irsan Amirulllah (PSTH 3), serta Koordinator Umrah pada Kantor Urusan Haji KJRI Jeddah, Asmoni Abdurrahman.

Nur Arifin mengatakan, pertemuan dua pihak ini membahas sejumlah persiapan sehubungan telah dibukanya penyelenggaaran umrah 1444 H. Kemenag perlu mengupdate kebijakan Arab Saudi dalam penyelenggaraan umrah, khususnya setelah dua tahun pandemi.

“Alhamdulillah, dari pertemuan ini kita mendapat kepastian bahwa Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi membuka seluas-luasnya jumlah kuota jemaah umrah tahun 1444 H, khususnya dari Indonesia,” terang Nur Arifin di Makkah, Rabu (3/8/2022).

Terkait penerbitan visa, lanjut Arifin, prosesnya tidak lagi harus melalui provider visa di Indonesia. Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) kini bisa langsung bekerja sama dengan provider visa di Arab Saudi yang sudah diakui Kementerian Haji dan Umrah.

“Masa berlaku visa umrah yang awalnya hanya sebulan, kini menjadi tiga bulan. Jemaah umrah juga dapat mengunjungi seluruh wilayah di Arab Saudi,” terangnya.

“Kebijakan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi terkait dengan penerbitan visa umrah bagi jemaah umrah dari Indonesia masih tetap business to business,” sambungnya.

Kasubdit Pengawasan Umrah dan Haji Khusus M. Noer Alya Fitra menambahkan, orang yang datang ke Arab Saudi dengan menggunakan visa selain umrah, juga dapat beribadah umrah.  Bahkan, visa transit 24 jam juga dapat melaksanakan ibadah umrah dengan melakukan booking terlebih dahulu di aplikasi Tawakkalna atau Eatmarna.

“Aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna tetap diberlakukan bagi setiap orang dalam pelaksanaan umrah, termasuk saat masuk ke Raudah di Masjid Nabawi,” paparnya.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut pria yang akrab disapa Nafit, diketahui juga bahwa guideatau muthawwif jemaah umrah, khususnya jemaah dari Indonesia, tidak harus orang Saudi. Muthawwif diperbolehkan berasal dari warga Indonesia yang bermukim di Arab Saudi dengan sponsor muassasah yang bersangkutan dan didampingi guide warga negara Saudi.

Pemerintah Saudi juga masih menerapkan kebijakan asuransi jemaah umrah dengan harga seperti tahun-tahun sebelumnya. “Jika terjadi jemaah umrah overstay, maka yang bertanggung jawab membayar denda adalah jemaah yang bersangkutan melalui muassasah/provider visa di Arab Saudi,” ucap Nafit.

Karena masih pandemi, pemerintah Arab Saudi masih akan menerapkan protokol kesehatan bagi jemaah umrah. Namun, kebijakan penerapannya berbeda-beda sesuai dengan zona  yang telah ditentukan pemerintah Arab Saudi, yaitu hijau, kuning, dan merah. “Saat ini Indonesia termasuk dalam zona hijau. Pemerintah Arab Saudi akan terus memantau perkembangan covid-19 dan jika ada kebijakan-kebijakan baru akan segera disampaikan,” tutup Nafit.

 

MUI Ingin Umat Peka Permasalahan Internasional

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Majelis Ulama Indonesia (MU) menggelar rapat koordinasi di kantor MUI, Senin (8/8).

Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi HLNKI MUI Dubes Bunyan Saptomo mempersilakan pengurus sub-komisi untuk menyampaikan progress kerja masing-masing. Setelah itu, forum menyepakati apa saja yang program yang harus diselesaikan hingga akhir tahun 2022.

Bunyan juga menyampaikan garis besar program MUI 2020-2025 yang diantaranya meningkatkan peran MUI dalam kerja sama internasional, khususnya kehidupan beragama.

 

Selain itu, Bunyan menjelaskan bahwa komisinya ingin meningkatkan kepekaan terhadap permasalah internasional, memperkenalkan wajah wasathiyyatul Islam dan melanjutkan program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron.

Sub Komisi 1 Bidang Kemitraan dan Kelembagaan memiliki program terkait rakot antar lembaga, penguatan perang MUI di luar negeri dan pertemuan dengan organisasi ulama dunia. Sedangkan Sub Komisi 2 Bidang SDM/Pendidikan memiliki program Fasilitas Beasiswa dam Pelatihan Diplomasi.

Selanjutnya, Sub Komisi 3 Bidang Kajian dan Respons telah mengeluarkan beberapa pernyataan sikap MUI terkait isu yang dihadapi dunia Islam, antara lain tentang serangan Israel terhadap Al Aqsa, sambutan MUI terhadap Resolusi PBB tentang Islamophobia.

“Selain itu, penerbitan buku Diplomasi Washatiyatul Islam MUI (fase tashih). Juga telah dilaksanakan Dialog TV (4 kali: Institut Halal Spanyol, Ambassador Pakistan di Jakarta, Dubes RI di Rabat dan Beirut) dan sementara terjemahan buku “Wisata Halal”,” jelas Bunyan.

Lebih lanjut Bunyan mengungkapkan bahwa untuk Sub Komisi 4 Bidang Moderasi Islam akan mengadakan International Conference on Islam, Nation State, and The World Civilization. Subkom ini juga telah melaksanakan Dialog MUI dengan Ulama dunia (2 kali, dalam format webinar).

Sub Komisi Bidang Promosi Ekonomi Islam telah menjadi Panitia pada Kongres Internasional Halal MUI di Bangka Belitung, Juli 2022. Sementara itu, Sub Komisi 6 Bidang Perdamaian & Kemanusiaan akan mengadakan kegiatan FGD tentang Penanganan Pengungsi Asing.

Rakor dihadiri Ketua MUI Dr. Sudarnoto Abdul Hakim dan pengurus komisi.

Dalam rapat itu, Wasekjen MUI Habib Ali Hasan Al Bahr menyampaikan kepada peserta bahwa saat ini MUI telah menggunakan ISO.

“Artinya pengurus komisi diminta untuk menulis apa yang akan dikerjakan dan mengerjakan apa yang telah ditulis,” pungkas Habib Ali Hasan. (mui)

 

MUI – Walikota Hebron Tanda tangani MOU Pembangunan RS Indonesia di Palestina

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia dan Wali Kota Hebron menandatangani kesepakatan kerja sama terkait pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron (RSIH) secara hybrid di Jakarta, Senin (8/8/2022).

Penandatanganan ini merupakan pembaruan atas nota kesepahaman yang sebelumnya seiring dengan perkembangan di MUI. Pihak MUI diwakili Wakil Ketua Umum Dr KH Marsudi Syuhud, sementara dari pihak Wali Kota Hebron tetap oleh Tayseer Abu Sneineh.

Dalam kesempatan yang dihadiri pula oleh Dubes RI untuk Yordania merangkap Palestina, Ade Padmo, Dubes Palestina di Jakarta, Zuhair Alshun dan Wakil Ketua Umum MUI Dr KH Marsudi Syuhud serta Anggota Panitia Pembangunan RSIH, Ketua Panitia Pembangunan RSIH, Prof Dr Sudarnoto Abdul Hakim telah menyampaikan perkembangan upaya yang dilakukan oleh Panitia dalam penggalangan dana dari seluruh masyarakat Indonesia.

 

“Hingga saat ini telah terkumpul dana sebesar Rp. 25.400.000.000 (dua puluh lima miliar, empat ratus juta Rupiah) dari total biaya yang diperlukan sebesar Rp 87.000.000.000 (delapan puluh tujuh miliar Rupiah),” jelas Sudarnoto.

Panitia RSIH juga menyampaikan akan segera meninjau calon lokasi pembangunan RSIH di Hebron oleh Tim Teknis dari Persatuan Insinyur Indonesia (PPI) sebagai mitra MUI dalam program diplomasi kemanusiaan ini.

Wali Kota Hebron yang menandatangani naskah Nota Kesepahaman tersebut di Gedung KBRI Amman, Yordania, antara lain menyampaikan penghargaan dan pemahamannya mengenai perlunya perubahan naskah Nota Kesepahaman tersebut, dan dinamika yang terjadi di kedua pihak terkait pandemik yang masih memprihatinkan sehingga Panitia dari MUI belum dapat meninjau calon lokasi pembangunan RSIH tersebut.

Pihaknya sangat mengharapkan setelah ditandatanganinya Nota Kesepahaman ini, Panitia MUI dapat segera berkunjung ke Hebron, selain meninjau lokasi RSIH juga untuk bertemu dengan mitranya di Hebron.

Dalam nada yang sama, Dubes RI Ade Padmo menyampaikan penghargaan Pemerintah RI terhadap MUI yang telah menginisiasi pembangunan RSIH yang merefleksikan ikatan persahabatan antara bangsa Indonesia dan Palestina.

Menutup rangkaian acara tersebut, Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Dr KH Marsudi Syuhud yang menandatangani naskah tersebut mewakili Dewan Pimpinan MUI menyampaikan bahwa pembangunan RSIH tersebut akan mempererat tali persahabatan antara bangsa Indonesia dan Palestina yang telah terjalin sejak sebelum kemerdekaan RI.

Kiai Marsudi menjelaskan, bangsa Indonesia sangat berhutang budi kepada bangsa Palestina yang telah mendukung perjuangan kemerdekaan RI sehingga sudah menjadi kewajiban kita bangsa Indonesia untuk senantiasa membantu dan mendukung perjuangan bangsa Palestina, termasuk dalam meringankan kebutuhan mereka akan fasilitas kesehatan dalam bentuk membangun RSIH.

MUI sangat menghargai donasi kemanusiaan yang telah disampaikan oleh seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung inisiatif mulia ini. MUI percaya bahwa solidaritas kemanusiaan yang bersifat universal akan memperkuat semangat perjuangan bangsa Palestina untuk mencapai kemerdekaannya.

“MUI sangat mengharapkan seluruh masyarakat Indonesia akan terus memberikan bantuan kemanusiaannya melalui donasi RSIH MUI untuk terpenuhinya seluruh kebutuhan biaya pembangunan RSIH,” jelas Dr KH Marsudi Syuhud. (mui)

 

Laznas BMH Berbagi Muharram dengan 655 Anak Yatim

JATIM(Jurnalislam.com)–Pada bulan Muharram 1444H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jawa Timur berbagi santunan dan bingkisan untuk anak yatim & dhuafa. Terutama bagi anak-anak yatim yang hidup dari keluarga prasejahtera. Senin, (8/08/2022)

 

Sebanyak 655 anak yatim & dhuafa telah menerima bingkisan Muharram dari Laznas BMH yang dikemas dalam Program Muharram Bangkit 2022.

 

Dalam kegiatan penyaluran bingkisan Muharram Bangkit kali ini, didistribusikan serentak di 21 Kota/kabupaten se-Jawa Timur. Anak-anak mengaji dan mendengarkan nasihat dari pemateri lalu dilanjutkan dengan pembagian santunan dan bingkisan Muharram.

 

“Tujuan kegiatan ini yakni berbagi dengan anak-anak yatim. Agar mereka bisa ikut bahagia dan terus semangat mengejar cita-cita meskipun dalam kondisi yatim.”ungkap Imam Muslim, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Jawa Timur.

 

Harapannya, dengan adanya santunan ini anak yatim bisa lebih semangat dalam belajar & meraih impiannya. Juga, kata dia, agar menjadi generasi emas bagi bangsa, negara dan agama.

 

“Terima kasih BMH, Saya senang dapat bingkisan dan santunannya.”ujar Andika, gadis kelas 2 SD di Probolinggo.

 

Bangun Empati dan Semangat Berkompetisi, Siswa Saksikan ASEAN Para Games 2022

SOLO (Jurnalislam.com)–Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta mendukung kontingan Indonesia yang tengah berlaga pada ASEAN Para Games 2022. Dukungan tersebut diberikan langsung dengan hadir dan menyaksikan pertandingan Boccia, Bolling Lapangan, di GOR FKOR UNS. Manahan, Solo, Jumat (5/8).

 

Siswa yang hadir menyaksikan sejumlah 89 siswa kelas 9. Para siswa sudah bersiap satu jam sebelum pertandingan dimulai. Agar semangat, para siswa membawa atribut bendera merah putih. “Saya senang datang ke sini, tentunya mendukung Indonesia,” kata Hisyam. Ia sengaja duduk kursi tribun paling depan agar bisa fokus mendukung timnas.

 

Cabang Olahraga Boccia yang digelar di ASEAN Para Games 2022 menjadi olahraga yang baru buat para siswa. Hal itu terlihat saat siswa menyaksikan pertandingan. Para siswa bertanya tentang sistem pertandingan Boccia kepada teman dan guru. Banyak pertanyaan yang muncul seperti sistem pertandingan, teknis memperoleh poin nilai, dan sebagainya.

 

Suasana meriah dengan tepuk tangan dan yel-yel Indonesia ketika timnas Boccia Indonesia memasuki lapangan. Para siswa dan penonton lain tak henti-hentinya menyerukan kata Indonesia dengan lantang. Saat timnas Indonesia mampu menghasilkan angka dalam pertandingan, riuh tepuk tangan dan yel-yel seru mewarnai ajang tersebut.

 

Aryanto selaku Humas SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta menjelaskan bahwa sekolah mendapat arahan dari Dinas Pendidikan Kota Surakarta untuk menonton pertandingan APG 2022.

“Kami mengajak 89 siswa kelas 9 yang kebetulan jam olahraga untuk mendukung kontingen Indonesia,” jelasnya.

 

Menurutnya, tak sekadar mendukung kontingen, Aryanto menambahkan siswa-siswi juga mendapat pemahaman tentang nilai-nilai dari APG 2022 sebagai ajang pesta olahraga difabel. Nilai-nilai tersebut seperti empati, bersyukur, kesetaraan, dan semangat beprestasi, dan sebagainya.

“Banyak nilai yang diambil seperti rasa syukur, semangat, saling menghargai, kesetaraan. Kami sampaikan kepada anak-anak bahwa atlet difabel dengan kondisi seperti itu bisa berprestasi bagi negara dan bangsa, apalagi kita,” jelasnya.

 

Aryanto berharap melalui kegiatan ini para siswa semakin meningkat rasa empati dan semangat berkompetisi untuk berprestasi di sekolah.

“ Sekolah berupaya juga untuk mengasah minat dan bakat dalam kegiatan eksrakurikuler di sekolah. Tercatat 20 eksrakurikuler digelar di sekolah seperti anggar, coding, broadcasting, basket, futsal, desain grafis, panahan, bulu tangkis, tapak suci, dan sebagainya,” tandasnya.

IDEAS: Pemerintah Tidak Serius Besarkan Industri Perbankan Syariah

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Direktur Lembaga Riset Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Yusuf Wibisono melihat kebijakan pemerintah secara umum sangat lemah dalam membesarkan perbankan syariah. Dalam 3 tahun terakhir, berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah minim visi membesarkan industri, bahkan berpotensi menggembosi.

 

Menurut Yusuf, Kebijakan konsolidasi dan merger 3 bank BUMN syariah pada 1 Februari 2021, meski signifikan meningkatkan aset BSI, namun dengan ketiadaan injeksi modal baru, aksi korporasi tersebut tidak memberi dampak langsung apapun pada upaya memperbesar pangsa pasar perbankan syariah.

 

“Pangsa BSI sendiri terhadap induk-nya, yaitu Mandiri, BNI dan BRI, juga rendah, hanya 6,1 persen per Desember 2021. Rencana akuisisi UUS BTN oleh BSI juga terlihat minim visi membesarkan industri dimana opsi penggabungan dipilih semata untuk menghindari kewajiban spin-off UUS BTN pada akhir 2023,” ucap Yusuf Wibisono dalam diskusi publik IDEASTalk di Jakarta, Kamis (04/08/2022).

 

Yusuf menambahkan  jika pemerintah serius mendorong kemajuan perbankan syariah, alih-alih secara sederhana hanya sekedar mengalihkan hak dan kewajiban UUS BTN kepada BSI, pemerintah seharusnya mendorong inisiatif konversi bank BUMN konvensional menjadi bank syariah, dalam hal ini yaitu Bank BTN.

 

“Dengan kata lain, menghadapi kewajiban spin-off UUS BTN pada akhir 2023, opsi progresif yang seharusnya dipilih pemerintah adalah mengalihkan hak dan kewajiban UUS BTN kepada BTN yang melakukan perubahan kegiatan usaha menjadi bank syariah,” beber Yusuf.

 

Opsi progresif ini akan menjadi kebijakan afirmatif yang kuat tidak hanya dalam mendorong industri perbankan syariah namun juga pengembangan ekosistem industri keuangan syariah dan ekosistem industri halal.

 

“BTN yang merupakan bank BUMN dengan aset terkecil, sangat potensial dikonversi menjadi bank syariah karena berspesialisasi pada pembiayaan perumahan yang sangat mendorong kemajuan sektor riil secara luas, selaras dengan semangat ekonomi syariah. Konversi BTN akan segera meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah hingga menembus 10 persen,” ujar.

 

Inisiatif strategis lain yang lebih ambisius adalah konversi 13 BPD yang mengalami kesulitan untuk melakukan spin-off UUS-nya pada 2023. Alih-alih mendorong wacana penghapusan kewajiban spin-off, yang melemahkan ekspansi industri, kebijakan afirmatif yang diharapkan adalah mendorong 13 BPD tersebut untuk konversi sepenuhnya menjadi bank syariah.

 

“Mengikuti jejak Bank Aceh Syariah dan Bank NTB Syariah. Jika inisiatif progresif ini terlaksana, pangsa perbankan syariah akan melejit menembus 12 persen,” kata Yusuf.

 

Kebijakan progresif lain yang seharusnya diadopsi oleh RUU P2SK adalah mendorong BUS yang dimiliki oleh BUK agar pangsa aset-nya minimal 10 persen dari aset induk BUK-nya. Hingga kini masih lemah upaya BUK untuk membesarkan BUS milik-nya.

 

Jika induk BUK berkomitmen membesarkan BUS milik-nya hingga 10 persen dari aset-nya, maka pangsa perbankan syariah berpotensi menembus 10 persen.

 

“Jika 3 kebijakan afirmatif – progresif diatas dilakukan sekaligus, yaitu konversi BTN dan 13 BPD, serta mendorong pangsa 9 BUS minimal 10 persen dari induk BUK-nya, pangsa perbankan syariah akan segera menembus 20 persen,” tutup Yusuf.[