Berita Terkini

Provinsi Jawa Timur Juara Umum MTQ Nasional 2022

BANJAR(Jurnalislam.com)— Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXIX Tahun 2022 di Provinsi Kalimantan Selatan menghantarkan Provinsi Jawa Timur sebagai Juara Umum.

Keputusan ini disampaikan Ketua Dewan Hakim, KH Said Agil Husin Al-Munawar saat penutupan MTQ Nasional XXIX tahun 2022 di Kiram Park, Banjar, Selasa (18/10/22) malam.

“Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bahwa keputusan Dewan Hakim ini tidak dapat diganggu gugat oleh siapa pun,” kata Kiai Said Aqil Husin Al-Munawar.

Keputusan Provinsi Jawa Timur sebagai Juara Umum tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 05/DH.Kep/MTQN-XXIX/2022. Kafilah Provinsi Jawa Timur menyabet Juara Umum dengan raihan nilai 87, disusul Provinsi DKI Jakarta dengan nilai 66. Sementara posisi ketiga diraih tuan rumah, Provinsi Kalimantan Selatan, dengan raihan nilai 62.

Berikut 11 Provinsi yang masuk dalam 10 besar MTQ Nasional XXIX tahun 2022 :
1. Jawa Timur (87)
2. DKI Jakarta (66)
3. Kalimantan Selatan (62)
4. Jawa Barat (43)
5. Sumatera Barat (35)

  1. Sumatera Utara (22)
    7. Kepulauan Riau (20)
    8. Sumatera Selatan dan Aceh (12)
    9. Jambi (8)
    10. Jawa Tengah (7).

 

 

Helatan MTQ Ingatkan untuk Selalu Dekat dengan Qur’an

BANJAR(Jurnalislam.com)— Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan pemerintah berkomitmen memberikan bimbingan dan fasilitasi bagi pengembangan Musabaqah TilawatilTikawatil Qur’an (MTQ) dan berbagai perangkatnya agar lebih baik lagi di masa depan.

Hal ini disampaikan Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi saat menutup MTQ Tingkat Nasional XXIX Tahun 2022 di Astaka Utama Kiram Park, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kita tentu bangga dengan hadirnya LPTQ, pesantren, lembaga tahfidz dan sejenisnya yang begitu luar biasa menjadi rumah bagi generasi masa depan kita,” ujar Wamenag, Selasa (18/10/2022) malam.

“Juga para dewan hakim yang terus melakukan pengkaderan dan pembinaan. Semua itu adalah bagian dari langkah kita bersama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ,” sambungnya.

Prosesi penutupan MTQ Nasional ke-29 ditandai penekanan tombol sirine oleh Wamenag didampingi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, dilanjutkan pelepasan kembang api.

Ditambahkan Wamenag, Musabaqah Tilawatil Qur’an adalah bagian dari cara kita mengenalkan, mendekatkan, dan mendalami spirit Al-Qur’an di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jika kita lihat lebih jauh, seluruh proses yang dilibatkan dalam rangkaian MTQ dari tingkat kecamatan hingga nasional, bahkan internasional, sangat berkaitan erat dengan langkah kita dalam pembangunan nasional,” tegas Wamenag.

Pembangunan, lanjut Wamenag, meniscayakan kesiapan SDM yang berkarakter, berwawasan luas, dan kompeten. Ketiganya telah diperankan dalam setiap event MTQ. Para calon pemimpin masa depan dibekali dengan wawasan Al-Qur’an dan ditempa dengan spirit keberislaman yang moderat.

“Event MTQ tidak hanya dalam perspektif seremonial. Jauh dari itu, sportivitas, kerja sama, saling menghormati, saling membantu dan saling merangkul adalah karakter MTQ yang menjadi nilai agung bagi setiap kita. Bahwa MTQ mengajarkan kita untuk senantiasa dekat dengan Al-Qur’an dan menjabarkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,”  terangnya.

“Atas nama pemerintah, kami mengucapkan selamat kepada seluruh kafilah dan terima kasih kepada seluruh panitia, official, para pendukung acara dan seluruh pihak yang terlibat. Semoga Allah Swt memberkahi Bapak/Ibu semuanya atas dedikasi dan pengorbanannya menyukseskan MTQN XXIX,” tutup Wamenag.

MTQ Nasional Ditutup, Diharap Kafilah Kembali dengan Spirit Qur’an

BANJAR(Jurnalislam.com)— Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi didampingi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXIX Tahun 2022.

Prosesi penutupan yang berlangsung di Astaka Utama Kiram Park Kabupaten Banjar malam itu ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Wamenag, dilanjutkan pelepasan kembang api ke udara.

“Seraya mengucap syukur alhamdulillah, izinkan kami mengucapkan selamat atas suksesnya penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXIX Tahun 2022 di Provinsi Kalimantan Selatan,” kata Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, Selasa (18/10/2022) .

“Pada malam hari ini, di bawah sorotan lampu yang begitu terang dan indah, kita berada di akhir event dua tahunan yang Insya Allah akan kita jumpai lagi bersama di tahun 2024. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kesehatan dan keberkahan,” sambungnya.

Wamenag menambahkan satu minggu lebih para kafilah dari berbagai provinsi berada di bumi Kalimantan Selatan. Bukan hanya untuk berkumpul dan berlomba, mereka juga tengah mensyiarkan Al-Qur’an, untuk lebih dikenal dan dipahami; agar semakin dicintai, semakin indah didekati. MTQN XXIX Tahun 2022 adalah langkah bersama membumikan Al-Qur’an di bumi Nusantara.

“Sejarah panjang peradaban Islam tak dapat dipisahkan dari Al-Qur’an sebagai sumber syariat Islam. Al-Qur’an telah menjadi referensi utama setiap zaman, melahirkan beragam disiplin keilmuan dan mendorong tumbuhnya ilmu pengetahuan,” tegas Wamenag.

“Lahirnya karya-karya tafsir dengan beragam coraknya menandakan betapa besarnya pengaruh Al-Qur’an bagi para ulama sehingga mereka menghabiskan waktunya untuk menggali makna Al-Qur’an,” lanjutnya.

Disampaikan Wamenag, kecintaan terhadap Al-Qur’an telah dijabarkan bangsa Indonesia dalam beragam kebijakan dan praktik berbangsa dan bernegara. Al-Qur’an telah menginspirasi lahirnya beragam program dan kebijakan, baik terkait dengan masalah keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.

“Tak dapat dipungkiri bahwa Al-Qur’an adalah inspirasi terbesar bagi bangsa Indonesia dalam menata dan membangun keberagaman menjadi harmoni dalam bingkai NKRI,” terangnya.

“Kita semua bangga dengan melimpahnya kadera-kader Al-Qur’an yang siap menerima estafet kepemimpinan bangsa di masa depan,” tutupnya.

MUI Ingin Kerukunan Umat Beragama di Indonesia Disebarkan ke Masyarakat Internasional

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kerukunan antarumat beragama di Indonesi telah lama menjadi perhatian masyarakat dunia. Hampir seluruh agama-agama besar ada di Indonesia.

Umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu dapat hidup berdampingan dengan baik di disini. Satu sama lain saling menghargai, tidak ada perang antar agama, sehingga menarik minat negara lain mempelajari kerukunan di Indonesia.

Perhatian ini membuat Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama (KAUB) Majelis Ulama Indonesia terdorong untuk menulis buku-buku kerukunan di Indonesia sebagai bahan pembelajaran bagi masyarakat Indonesia maupun dunia.

Dengan adanya keperluan tersebut, Wasekjen MUI Bidang Kerukunan, KH Abdul Manan Ghani, menekankan Komisi KAUB perlu menulis buku-buku kerukunan dengan baik dan diterjamahkan ke dalam bahasa asing sebagai karya produk MUI yang dapat diandalkan untuk “go internasional”.

Hal tersebut disampaikan pada kegiatan Focus Group Discusion (FGD) Penyusunan Buku “Kasus-Kasus Kerukunan Antarumat Beragama di Indonesia 2016—2021” yang diselenggarakan Komisi KAUB MUI di Aula Hamka, Kantor Majelis Ulama Indonesia, Jl Proklamasi 51, Jakarta, Sabtu (15/10/2022) lalu.

“Kasus-kasus kerukunan antarumat beragama yang ditulis itu maksudnya bisa menjadi pembelajaran manakala setiap peristiwa kasus konflik yang diangkat diiringi dengan pengungkapan solusi yang ditempuh. Atau dengan kata lain dijelaskan bagaimana masyarakat dan pemerintah Indonesia mamenej suatu peristiwa konflik sehingga dapat selesai dengan baik, tidak menimbulkan konflik berkepanjangan,” ujar Kiai Abdul Manan Ghani, Senin (17/10/2022).

Menurutnya, budaya hidup rukun yang dimiliki Indonesia merupakan suatu budaya yang unik yang tidak dimiliki bangsa-bangsa lain. Oleh karenanya budaya rukun kita itu perlu dipahami bersama segenap komponen masyarakat sebagai modal sosial bangsa dan warisan berharga bagi kalangan generasi muda.

Bahkan Kiyai Manan menuturkan budaya kita ini sangat perlu juga dikenal bangsa-bangsa dunia saat ini yang cenderung berkonflik satu sama lain.

“Selain menuliskan kasus-kasus kerukunan yang bersifat peristiwa negatif yang dapat dikelola dengan baik, saya kira sangat penting juga menulis peristiwa best practicies di bidang kerukunan. Yaitu pengalaman-pengalaman unik antarumat beragama di masyarakat dalam membangun kedamaian, baik antar perorangan maupun antar kelompok atau lembaga. Begitu pula yang bersifat kearifan lokal lama maupun budaya sosial baru, yang jumlahnya sangat banyak di seantero nusantara,” tambahnya.(mui)

 

 

Pemerintah Ajak Singapura Kembangkan Ekonomi Syariah Bersama Indonesia

SINGAPURA(Jurnalislam.com)– Singapura dikenal sebagai salah satu partner strategis Indonesia khususnya dalam bidang investasi. Sejauh ini Singapura masih tercatat sebagai negara dengan realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) terbesar di Indonesia.

Oleh sebab itu, menurut Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin kedua negara memiliki banyak peluang kerja sama, seperti pengembangan ekonomi syariah.

“Sektor ini punya potensi besar untuk memperkuat ekonomi kedua negara. Ekonomi syariah juga mampu membantu memulihkan ekonomi di tengah ancaman resesi,” ungkap Wapres saat bertemu Wakil Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong di Parliament of Singapore, Selasa (18/10/2022).

Potensi ekonomi ini, lanjut Wapres, diharapkan menjadi salah satu yang dapat kembangkan bersama oleh kedua negara. Salah satunya melalui kerja sama pengembangan produk halal.

“Di tahun 2028 nilai produk halal di tingkat global dapat mencapai lebih dari 11 triliun USD. Indonesia dan Singapura harus mampu menangkap peluang ini, khususnya untuk produk makanan minuman, obat-obatan, busana muslim, serta kosmetik,” yakinnya.

Oleh karena itu, tutur Wapres, proses pembentukan _mutual cooperation agreement_ untuk produk halal Indonesia – Singapura perlu segera dilakukan.

“Hal ini diharapkan mampu meningkatkan perdagangan dan daya saing produk halal dari kedua negara di pasar global,” ujarnya.

Selain itu, Wapres juga mengharapkan peningkatan kerja sama Indonesia – Singapura di bidang pariwisata halal.

“Sektor pariwisata yang akan berkembang pesat adalah kunjungan wisata muslim. Di tahun 2028 potensi pasar wisata muslim diperkirakan akan mencapai 25 miliar USD,” paparanya.

 

Banyak Kasus, Polri Harus Tunjukkan Mampu Tuntaskan Masalah Judi dan Narkoba

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ketua Komisi Hukum dan HAM Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Deding Ishak mengapresiasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karema telah berhasil menangkap bos judi online.

Diketehui sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama jajarannya berhasil menangkap bos judi online, Apin BK, di Malaysia, Jumat (14/10/2022) waktu setempat.

“Saya sangat mengapresiasi keberhasilan yang dilakukan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya,” kata dia dalam keterangan yang diterima MUIDigital, Senin (17/10/2022)

Prof Deding mengatakan, penangkapan bos judi online beromset 1 Miliar per bulan ini menunjukkan keseriusan Polri dengan visinya yakni prediktif, responsibilitas dan tranparasi berkeadilan atau Presisi.

“Apa yang telah dilakukannya menunjukkan bahwa Beliau serius dengan visinya Presisi atau prediktif, responsibilitaa dan tranparansi berkeadilan,” sambungnya.

Mantan Anggota Komisi III DPR RI ini menilai, penangkapan bos judi online yang memiliki banyak aset di Medan dan Sumatera Utara ini menjadi bukti Kapolri, sangat serius dalam memberantas kasus judi dan narkoba.

Menurutnya, untuk memberantas kasus judi dan narkoba di Indonesia, sebelumnya sangat sulit untuk dilakukan.

Pengungkapan kasus judi dan narkoba, serta kasus-kasus besar lainnya oleh Polri, kata Deding, memberikan angin segar kepada masyarakat akan kembalinya Polri pada tracknya dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan mengedepankan keadilan.

Meskipun, ungkapnya, di tengah banyaknya kasus yang merugikan institusi Polri.

“Kapolri tampil memberikan ketegasan menyikapi kasus-kasus besar yang tentunya ini akan berdampak sangat positif pada bawahan-bawahannya, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

Bertemu Wakil Perdana Menteri Singapura, Wapres Bicara Pertumbuhan Wisatawan Muslim

SINGAPURA(Jurnalislam.com)– Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin bertemu Wakil Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Parliament Of Singapore, Selasa (18/10/2022).

Pertemuan dengan Lawrence Wong yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan Singapura ini, membahas mengenai kerja sama ekonomi termasuk pentingnya ekonomi syariah, produk halal hingga pariwisata.

“Tentunya, kemitraan ekonomi ini harus terus ditingkatkan,” ungkap Wapres.

Wapres kemudian memaparkan bahwa Singapura merupakan investor asing terbesar di Indonesia. Ia menyebut, hingga Juni tahun 2022 tercatat realisasinya capai USD 6,7 miliar.

“Total perdagangan kita Agustus ini juga naik lebih dari 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” paparnya.

Terkait Ekonomi Syariah, Wapres menuturkan bahwa sektor ini punya potensi besar untuk perkuat ekonomi kedua negara. Sebab, Wapres menilai, ekonomi syariah mampu bantu pulihkan ekonomi di tengah ancaman resesi, khususnya setelah performa yang ditunjukkan saat terjadinya pandemi Covid-19.

“Transaksi syariah gunakan model bisnis bagi hasil yang berikan rasa aman. Serta adanya dana wakaf yang terjangkau dan berpotensi jadi aset produktif. Potensi ekonomi ini harus kita kembangkan bersama,” urai Wapres.

Sementara mengenai produk halal dan pariwisata, Wapres mengungkapkan bahwa saat ini tren wisata muslim mulai meningkat di berbagai negara. Untuk itu, sebagai negara tetangga dan hub bagi para wisatawan menuju Indonesia, peran serta Singapura sangat diharapkan dalam memperkuat kerja sama ini.

“Tahun ini, Indonesia berhasil naik peringkat 2 dalam Global Muslim Travel Index. Oleh karenanya, peran Singapura sebagai hub bagi para wisatawan Muslim ke Indonesia jadi sangat penting,” imbuh Wapres.

“Ke depan, saya harapkan penguatan kolaborasi Indonesia-Singapura untuk dorong kemajuan wisata Muslim,” pungkasnya.

Sejalan dengan Wapres, Wakil Perdana Menteri Singapura menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik dan menyambut baik rencana-rencana kerja sama ke depannya.

“Saya yakin kerja sama Indonesia dan Singapura akan semakin kuat,” tandasnya.

Hadir mendampingi Wapres dalam pertemuan ini Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, dan Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi.

 

BPJPH Gelar Asesmen Pengajuan Akreditasi Lembaga Halal Korea

KORSEL(Jurnalislam.com)— Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) melakukan asesmen atas pengajuan akreditasi dan saling berketerimaan (accreditation and mutual recognition & acceptance) Korea Muslim Federation (KMF) Korea Halal Authority (KHA), di Daejeon, Korea Selatan.

“KHA menjadi lembaga halal luar negeri (LHLN) ketiga yang diasesmen BPJPH. Sebelumnya, BPJPH telah melakukan asesmen kepada Korea Muslim Federation (KMF) dan Islamic Food and Nutrition Council of America (IFANCA),” ungkap Kepala BPJPH M. Aqil Irham, di Daejeon, Selasa (18/10/2022).

Aqil mengapresiasi keinginan KHA untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia. “Kami berharap asesmen ini dapat berjalan lancar. Proses ini amat penting bagi  kedua negara untuk menjalin hubungan ke depan, khususnya dalam pengembangan industri halal,” papar Aqil.

Berdasarkan data Sistem Informasi Halal (SIHALAL), per Oktober 2022 terdapat 97 LHLN dari 41 negara yang mengajukan permohonan akreditasi dan saling berketerimaan dengan BPJPH Kemenag.

Proses asesmen berlangsung selama tiga hari, mulai 17-19 Oktober 2022. Aqil menerangkan, proses asesmen yang dilakukan meliputi peninjauan data KHA, wawancara, dan observasi lapangan. “Wawancara dilakukan kepada manajemen serta auditor halal yang dimiliki KHA,” paparnya.

Tim Asesmen yang dipimpin Aqil Irham terdiri dari  empat anggota yaitu Fertiana Santy, Khaeron Sirin, Adisam, dan Nurhanuddin.

Jokowi Lantik Dewas dan Badan Pelaksana BPKH Periode 2022-2027

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik anggota Dewan Pengawas (Dewas) dan anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Mereka akan bekerja untuk masa tugas 2022-2027.

Total ada 14 orang pejabat yang dilantik di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2022). Karena masih pandemi, pelantikan digelar tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Hadir, Menko PMK Muhadjir Effendy, Seskab Pramono Anung, Menkeu Sri Mulyani, Wamenag Zainut Tauhid Saadi.

Upacara pelantikan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, dibacakan Keppres tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana BPKH.

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” demikian Presiden Jokowi memimpin pembacaan sumpah jabatan yang diikuti pejabat yang dilantik.

Berikut daftar anggota Dewan Pengawas BPKH masa kerja 2022-2027:
1. Firmansyah N Nazaroedin (ketua merangkap anggota)
2. Deni Suardini
3. Heru Muara Sidik
4. M Dawud Arif Khan
5. Mulyadi
6. Rojikin
7. Ishfah Abidal Aziz

Berikut daftar anggota Badan Pelaksana BPKH masa kerja 2022-2027:

1. Fadlul Imansyah
2. Indra Gunawan
3. Arief Mufraini
4. Acep Riana Jayaprawira
5. Harry Alexander
6. Amri Yusuf
7. Sulistyowati

Kompetisi Sains dan Madrasah Integrasikan Agama dengan Sains

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2022 tingkat Nasional telah digelar di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur,  9 – 13 Oktober 2022. Para pemenang diumumkan malam ini bersamaan momen penutupan

KSM bertujuan menyiapkan siswa-siswa madrasah yang tidak hanya pintar di bidang sains, tetapi juga agama Islam. Hal ini, oleh Ketua Tim Ahli, Prof. Dr. Kusaeri, M.Pd, dinilai sebagai keunggulan KSM.

“Integrasi keilmuan menjadi keunggulan dalam KSM. Ilmu Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, kita integrasikan dengan Ilmu Agama Islam dalam soal-soal yang ada di KSM,” jelas Kusaeri di TMII, Jakarta, Rabu (13/10/2022).

Untuk mewujudkan integrasi keilmuan tersebut, tambah Kusaeri, tim KSM  melibatkan berbagai pihak dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Umum (PTU).

“Tim di KSM kita bagi menjadi tiga. Pertama, tim pembuat soal. Kita libatkan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunungdjati Bandung, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Alauddin Makasaar, UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Dari PTU ada utusan IKIP Malang, Univeristas Indonesia, Institut Teknologi Kalimantan, Univeristas Muhammadiyah Malang dan Universitas Negeri Surabaya,” kata Kusaeri.

“Kedua, tim pakar yang bertugas mengawal dan mendampingi tim pembuat soal. Mereka dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Muhammadiyah Malang, dan UIN Sunan Ampel Surabaya. Dan ketiga, tim integrasi bidang keislamaan dan sains. Mereka dari UIN ALauaddin Makassar dan UIN Sunan Ampel Surabaya,” sambung Guru Busar UIN Sunan Ampel Surabaya.

Kusaeri menambahkan bahwa komposisi soal-soal KSM, 50% murni soal olimpiade dan 50% soal integrasi keislaman dan ilmu yang diujikan. Bahkan ada juga variasi soal yang disampaikan dalam bahasa Inggris dan Arab.

Inilah bedanya KSM dengan olimpiade-olimpiade lainnya. Tentu, ini belum pernah ada sebelumnya di Indonesia.

“Keunggulan ini harus dipertahankan dan dikembangkan lagi,” tegas Kusaeri.

Kusaeri berharap Kementerian Agama, sebagai penyelenggara KSM, tidak berhenti di sini. Ke depan, KSM perlu dikembangkan, dengan misalnya memperluas cakupan pesertanya, tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari Asia atau paling tidak negeri anggota OKI (Organisasi Kerjasama Islam).

“Mimpi selanjutnya adalah bagaimana KSM ini bisa mendunia. Kita undang peserta dari luar negeri atau paling tidak negara-negara anggota OKI,” pungkas Kusaeri. (