Berita Terkini

Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat 22 Maret 2023

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat (penetapan) Awal Ramadan 1444 Hijriah pada Rabu, 22 Maret 2023.

“Seperti biasa, Sidang Isbat Awal Ramadan akan kita laksanakan setiap 29 Syakban. Tahun ini, bertepatan dengan hari Rabu, 22 Maret 2023,” ungkap Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib, di Jakarta, Rabu (8/3/2023).

“Rangkaian Sidang Isbat Awal Ramadan tahun ini masih digelar secara hybrid, atau gabungan antara daring dan luring,” imbuhnya.

Selain melibatkan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, pelaksanaan rangkaian sidang isbat juga mengundang Komisi VIII DPR RI, pimpinan MUI, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, dan lainnya.

Adib menjelaskan, rangkaian pelaksanaan sidang isbat akan dibagi dalam tiga tahap. Pertama, seminar pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1444 H berdasarkan hasil hisab atau perhitungan astronomi. Pemaparan dilakukan Tim Hisab Rukyat Kemenag mulai pukul 17.00 WIB dan terbuka untuk umum.

“Sesi seminar yang terbuka untuk umum inilah yang digelar secara hybrid karena kapasitas ruangan yang terbatas,” jelasnya.

Rangkaian kedua, Adib melanjutkan, yaitu pelaksanaan Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1444 H. “Sesi ini akan dilaksanakan secara luring setelah Salat Magrib dan tertutup untuk umum,” ujarnya.

Selain data hisab, sidang isbat juga akan merujuk pada hasil rukyatul hilal yang akan dilaksanakan pada 124 lokasi di seluruh Indonesia.

“Sesi terakhir adalah telekonferensi pers hasil sidang isbat yang akan disiarkan secara langsung oleh TVRI dan media lainnya,” pungkas Adib.

Adapun 124 titik rukyatul hilal sebagai berikut:

Provinsi Aceh:
1. Observatorium Tgk Chik Kuta Karang Lhoknga
2. Tugu 0 Km Kota Sabang
3. Bukit Blang Tiron Lhokseumawe
4. Pantai Lhok Geulumpang Setia Bakti Aceh Jaya
5. POB Suak Geudeubang Aceh Barat
6. Pantai Nancala Teupah Barat Simeulu

Provinsi Sumatera Utara:
1. Anjungan Lantai IX Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro No. 30 Medan
2. Observatorium Ilmu Falak (OIF) Gedung Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Jalan Panglima Denai Medan.

Provinsi Sumatera Barat:
1. Gedung Kebudayaan Sumatera Barat
2. Puncak Langkisau Carocok Painan Kabupaten Pesisir Selatan
3. Dusun Kayu Gadang Desa Santur Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto
4. Bukit Langkuik Kecamatan Bonjol
5. Puncak Gunung Medan
6. Lantai 3 Gedung DPRD Kab. Pasaman Barat di Padang Tujuh
7. Puncak Dama Kel.Kampung Jawa Kota Solok
8. Taeh Bukik
9. Bukik Ampangan
10. Kubu Jawi
11. BPTU Padang Mengatas Nagari Mungo
12. Pantai Gandoriah Kota Pariaman
13. Kantor Kemenag Kab Solok Selatan
14. Jorong Sikaladi Nagari Pariangan
15. Kampus UIN Mahmud Yunus Batusangkar di Cubadak
16. Bukit Sipora Jaya
17. Balkon, Rocy Hotel Bukittinggi
18. Puncak Lawang Kec. Matur Kab. Agam
19. Sitinjau Laut, Jalan Raya Solok – Padang
20. Pantai Tiram Kec. Ulakan Tapakis
21. Puncak Nganang Kecamatan Luhak

Provinsi Riau:
1. Pantai Raja Kecik Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis

Provinsi Kepulauan Riau:
1. Pantai Tanjung Setumu

Provinsi Jambi:
1. Gedung Mahligai Bank Jambi, Kota Jambi

Provinsi Bengkulu:
1. Mess Pemda lantai 3 (tiga) Provinsi Bengkulu. Jalan Pasar Pantai Kelurahan Malabero Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu

Provinsi Sumatera Selatan:
1. Hotel The Aryaduta Palembang

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung:
1. Pantai Tanjung Raya Penagan Bangka
2. Pantai Tanjung Kalian Mentok Bangka Barat
3. Pantai Tanjung Pendam Belitung

Provinsi Lampung:
1. POB Bukit Gelumpai, Pantai Canti Kalianda, Lampung Selatan
2. Kampus ITERA, Jati Agung, Lampung Selatan

Provinsi Banten:
1. Pantai Anyer Serang
2. UIN SMHB Serang
3. Komplek Mercusuar Cikoneng, Anyer

Provinsi Jawa Barat:
1. Pasirlasih, Kab. Pangandaran
2. Cipatujah, Kab. Tasikmalaya
3. Pondok Bali, Kab. Subang
4. Santolo, Kab. Garut
5. Alburuni (UNISBA)
6. Pantai Baro Gebang, Kab. Cirebon
7. POB Cibeas, Kab. Sukabumi

Provinsi DKI Jakarta:
1. Gedung Kanwil Agama DKI Jakarta
2. Masjid Hasim Asyari Jakarta Barat
3. Ponpes Hidayatullah Basmol Jakarta Barat
4. Pulau Pramuka Kepulauan Seribu

Provinsi Jawa Tengah:
1. Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang
2. BOP Watu Layar Binangun, Kec. Lasem
3. Pantai Jetis, Kec. Grabag
4. Pantai Ujungnegoro, Kandeman
5. Pantai Padelan, Kec. Ayah
6. Rooftop Hotel Aston Cilacap
7. Pantai Kartini, Kec. Jepara
8. Menara Masjid Agung Nurul Kalam
9. Pantai Alam Indah
10. Ma’had Aly TBS Kudus
11. Pelabuhan Tanjung Kendal
12. Bukit Sukobubuk, Kec. Margorejo
13. Menara Pandang, Purwokerto Barat
14. Pantai Wisata Dewi Mangrove Sari
15. Pantai Pasir Kec. Pekalongan Utara
16. POB PPMI Assalaam Pabelan, Kec. Kartasura
17. UIN KH. Abdurrahman Wahid

Provinsi DIY:
1. POB Syekh Belabelu Yogyakarta

Provinsi Jawa Timur
1. Masjid Al Hikmah Puger
2. Pantai Srau Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan
3. POB Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang
4. Pantai Wotgalih Kec. Yosowilangun Kab. Lumajang
5. Pantai Gebang Bangkalan
6. Pelabuhan Taddan Sampang
7. Pantai Pancor
8. Pantai Plengkung
9. Gumuk Klasi
10. Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan, Alamat: Krampyangan, Kec. Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67127
11. Lantai 3 Masjid Agung At-Taqwa Bondowoso
12. MAN. 3 Kediri Kandangan Kediri
13. Bukit Gandrung Tanggulasi Medowo Kandangan
14. Bukit Banjarsari Wonotirto Kab. Blitar
15. Observatorium Jokotole IAIN Madura (Pamekasan)
16. Gunung Sekekep Pulung
17. Ibnu Syatir PP Al-Islam Joresan
18. Watoe Dhakon Observatory Fakultas Syariah IAIN Ponorogo
19. Observatoruim Darul Huda Mayak Ponorogo
20. Lereng Gunung Pandan Ds. Tulung Kec. Saradan Kab. Madiun
21. Ds Dagangan Kec. Dagangan Kab. Madiun
22. Pantai Tanjung Kodok Lamongan
23. Bukit Wonocolo Kecamatan Kedewan Kab. Bojonegoro
24. Bukit Condro Dipo Kebomas Gresik
25. Pelataran Command Center lt 9 Kominfo Gedung Pemkab Malang.
26. Pantai Taneros Kec. Ambunten Kab. Sumenep
27. Menara Rukyatul Hilal Desa Banyururip Kec. Senori Kab. Tuban

Provinsi NTB:
1. Pantai Loang Baloq Kecamatan Ampenan Kota Mataram

Provinsi NTT:
1. Rooftop Gedung Pelayanan BMKG NTT

Provinsi Kalimantan Barat:
1. Pantai Indah Kakap Kab. Kubu Raya

Provinsi Kalimantan Selatan:
1. Zury Expres Hotel

Provinsi Kalimantan Tengah:
1. Menara Masjid Raya Darussalam Palangkaraya
2. Lantai atas Aquarius Boutique Hotel
3. Pantai Teluk Bogam Kabupaten Kotawaringin Barat
4. Pelabuhan Segintung Kab. Seruyan

Provinsi Kalimantan Timur:
1. Menara Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda

Provinsi Kalimantan Utara:
1. Taman Berlabuh Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara

Provinsi Gorontalo:
1. Gedung Polairud Polda Gorontalo

Provinsi Sulawesi Selatan:
1. Rooftop Mall GTC Makassar

Provinsi Sulawesi Tenggara:
1. Pantai Bahari Kecamatan Tanggetada
2. Pantai Wolulu Kec. Watubangga Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara

Provinsi Sulawesi Tengah:
1.Desa Marana Kec. Sindue, Kab. Donggala

Provinsi Sulawesi Utara:
1. Area Parkir Apartemen MTC Mega Mas Manado

Provinsi Sulawesi Barat:
1. Tanjung Mercusuar Sumare Kab. Mamuju Sulbar

Provinsi Maluku:
1. Karang Panjang, Kota Ambon
2. Desa Latulahat, Kota Ambon
3. Desa Wakasihu, Maluku Tengah

Provinsi Maluku Utara:
1. Pantai Ropu Tengah Balu, Kec. Sahu Kab. Halmahera Barat
2. Pantai Afe Taduma, Kec. Pulau Ternate, Kota Ternate

Provinsi Papua:
1. Pantai Lampu Satu Merauke
2. PLTD Holtecamp Kota Jayapura

Provinsi Papua Barat:
1. Kota Manokwari
2. Kota Sorong

Humas

Dukung Indonesia Anti Penjajahan, Ansor Desak Jokowi Tolak Kedatangan Tim Sepak Bola Israel

SOLO (Jurnalislam.com)- Aliansi Soloraya (Ansor) mendatangi gedung DPRD kota Surakarta guna melakukan audensi penolakan kedatangan tim sepakbola U-20 Israel yang akan berlaga di Piala Dunia U-20 di Indonesia pada tanggal 21 Mei hingga 11 Juni 2023.

Ketua Ansor Pambudi berpendapat bahwa Indonesia memiliki konstitusi anti penjajahan yang tegas termaktub dalam Pembukaan Undang- undang Dasar 1945 Alinea Pertama; Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

“Zionis Israel telah dikategorikan sebagai crime against humanity oleh PBB, International Criminal Court (ICC), dan Amnesty International yang melakukan politik apartheid terhadap rakyat Palestina. Zionis Israel juga telah melanggar berbagai resolusi PBB dan berbagai perjanjian perdamaian,” katanya pada Selasa, (7/3/2023) siang.

“Presiden Indonesia pertama, Bung Karno telah mencontohkan sikap tegas anti penjajahannya terhadap Zionis Israel pada tahun 1957. Dimana waktu itu, Bung Karno melarang Timnas Indonesia menghadapi Timnas Israel dalam kualifikasi Piala Duni 1958 di Yugoslavia. Selain itu, Presiden Soekarno juga menolak kehadiran kontingen Israel pada Asian Games tahun 1962 di Indonesia,” imbuhnya.

Hal itu, kata Pambudi, dilakukan karena Bung Karno tidak ingin bangsa Indonesia meligitimasi penjajahan Zionis Israel terhadap Palestina.

“Sikap tegas seluruh presiden Republik Indonesia sampai hari ini juga tidak pernah bergeser menyelisihi Undang-Undang Dasar 1945. Termasuk sikap Presiden Joko Widodo dalam pidato yang disampaikan pada KTT OKI di Indonesia tahun 2016; menyerukan boikot terhadap produk Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, penolakan Timnas Zionis Israel ke Indonesia akan memperkuat citra Indonesia yang selama ini dikenal anti penjajahan dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Kehadiran Timnas Israel ke Indonesia akan membawa konsekuensi turunan, misalnya menaikan bendera Zionis Israel dan menyanyikan lagu nasional mereka di setiap pertandingan. Padahal Indonesia tidak memiliki hubungan apa-apa dengan mereka,” paparnya.

Aliansi Soloraya (Ansor) Tolak Israel

Ansor Desak Presiden Jokowi

Pambudi mendesak Presiden Jokowi dan seluruh jajarannya untuk bersikap tegas dengan tidak menerima tim sepak bola Israel untuk berlaga di piala dunia U-20 di Indonesia.

“Kepada Presiden Joko Widodo, untuk tidak menerima kehadiran Timnas Zionis Israel ke
Indonesia dengan alasan apapun,” katanya.

“Kepada Ketua,Wakil Ketua dan seluruh anggota DPR RI untuk menyampaikan penolakan kepada Presiden Joko Widodo untuk menolak Delegasi Israel di Indonesia dengan semangat konstitusi bahwa perlawanan terhadap penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, termasuk terhadap zionis Israel, kepada pak Erick Thohir sebagai Ketua PSSI Sudah cukup tragedi Kanjuruhan jangan coreng lagi Indonesia dengan mempersilakan Tim penjajah Zionis Israel berlaga di Indonesia,” pungkasnya.

Hadiri KARIMAH 2023 FMDKI Bulukumba, Owner Humairah Store: Healing Tidak Harus Pergi Jauh

BULUKUMBA(Jurnalislam.com)–Menjelang bulan Ramadan, Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) Daerah Bulukumba gelar Kajian Ramadhan Ilmiah Muslimah (KARIMAH), Ahad (05/03/23).

Kegiatan yang mengangkat tema “Ramadhan The Real Healing, Meraih Ketenangan Jiwa dengan Spirit Takwa” ini berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba dan dihadiri oleh 78 peserta.

Acara dibuka secara resmi oleh Ariani Abbas yang membahas tema menarik, serta menjelaskan pentingnya berilmu sebelum menyambut bulan Ramadan.

“Supaya ketika kita menyambut Ramadan, kita sudah siap, karena begitu spesialnya bulan Ramadan itu, sehingga kita harus mempersiapkan sebaik-baiknya dan terutama adalah ilmu itu sendiri,” tuturnya.

Owner Humairah Store Bulukumba ini menambahkan, healing tidak harus pergi jauh, lebih baik healing di tempat yang seperti ini.

Nia Arniati selaku Wakil Menteri Keagamaan BEM Universitas Muhammadiyah Bulukumba yang juga merupakan salah satu peserta mengungkapkan, dia telah mengikuti KARIMAH sebanyak dua kali karena menyukai kegiatan seperti ini.

“Saya suka kegiatan ini, karena pernah waktu pertama ke sini, saya merasa terharu. Saya memang sangat suka berada di tempat-tempat seperti ini,” tuturnya.

Sebelum memasuki sesi materi, panitia mengajak peserta untuk menjawab beberapa pertanyaan di sesi kuis dan dilanjutkan dengan ice breaking oleh moderator yang antusias diikuti oleh seluruh hadirin termasuk para tamu undangan. Tawa ria terdengar di ruangan tersebut.

Adapun materi pertama oleh Ustazah Irmawati yang menjelaskan tentang healing.

“Healing-nya orang-orang yang beriman adek-adek salehah, yaitu datangnya kita di majelis-majelis ilmu, banyaknya kita mengingat Allah subhanahu wa ta’ala, banyaknya kita mengingat rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan tentunya juga kita mengingat orang-orang yang saleh,” jelasnya.

Materi kedua disajikan Ustazah Suharda, beliau memberikan solusi untuk meraih Ramadan terbaik di antaranya, menghadirkan niat, memperbanyak doa, banyak beristighfar, berilmu, dan membuat perencanaan.

Alumni Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar itu juga mengajak peserta untuk membiasakan sedekah sebelum memasuki bulan Ramadan.

“Sedekah di bulan Ramadan berlipat-lipat pahalanya, maka mari kita senantiasa memperbanyak sedekah-sedekah kita di bulan Ramadan dimulai dari hari ini,” pungkasnya.

Reporter: Winda Yuliana
Editor: Rika Arlianti DM

Amanat Regulasi, Pelaku Usaha Harus Punya Penyelia Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com) —– Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Aqil Irham menegaskan bahwa sesuai amanat regulasi, keberadaan penyelia halal wajib ada di setiap perusahaan.

Untuk itu, pelaku usaha harus menyiapkan SDM di perusahaannya untuk menjadi penyelia halal. Hal ini disampaikan Aqil saat membuka Pelatihan Penyelia Halal Angkatan XXXIX di Jakarta.

“Sudah saatnya, wajib bagi pelaku usaha menyediakan SDM Penyelia Halal di perusahaannya,” kata Aqil Irham yang hadir secara daring, Senin (6/3/2023).

Pelatihan Penyelia Halal Angkatan XXXIX yang diadakan oleh Lembaga Pelatihan Halal Institute tersebut dilaksanakan secara virtual. Kegiatan diikuti oleh 37 peserta, yang berasal dari unit usaha mikro, kecil dan menengah.

Lebih lanjut, Aqil Irham mengatakan bahwa penyelia halal merupakan bagian penting dari ekosistem halal. Keberadaan penyelia halal berperan untuk memastikan proses produk halal (PPH) yang dilakukan pelaku usaha sesuai dengan standar yang ditetapkan.

“Sesuai ketentuan pada Pasal 1 Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH), penyelia halal merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap proses produk halal (PPH) di sebuah perusahaan,” ujar Aqil.

Aqil mengungkapkan, paska lahirnya UU JPH, penyelia halal menjadi salah satu profesi baru yang muncul. Profesi ini, lanjut Aqil, memiliki standar tertentu sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Tenaga Kerja.

“Penyelia Halal merupakan penanggung jawab utama di internal perusahaan untuk memastikan proses halal yang dilakukan pelaku usaha dalam melakukan proses produksinya. Oleh karena itu pengetahuan, pemahaman, keterampilan, serta pengalaman dari calon penyelia halal begitu penting,” kata Aqil Irham.

“Dan ini semua dapat diperoleh di pelatihan, uji kompetensi, dan juga melalui sharing dengan teman-teman penyelia halal yang lainnya,” imbuhnya.

Dalam menjalankan tugasnya, penyelia halal harus dapat memastikan bahwa seluruh bahan-bahan dan proses produksi yang dilakukan benar-benar memenuhi kriteria PPH. Dalam proses sertifikasi halal, penyelia halal merupakan mitra kerja auditor halal yang ditugaskan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) untuk melakukan pemeriksaan kehalalan suatu produk.

Selain memiliki kompetensi, Aqil juga meminta agar penyelia halal memiliki integritas moral dan bertanggungjawab penuh dalam menjalankan tugasnya.

“Penyelia halal harus memiliki integritas moral, komitmen yang kuat, tidak boleh keliru, tidak boleh salah, apalagi dengan sengaja memanipulasi, menyembunyikan bahan-bahan tertentu sehingga membuat ketidakjelasan yang tidak halal menjadi halal,” tegas Aqil Irham.

“Maka dari itu banyak hal yang harus kita pelajari selama pelatihan. Selamat mengikuti pelatihan, semoga lancar dan juga sukses,” pungkasnya.

IPMI Bulukumba Gelar KEMAH 1444 H, Disdik Harap Pelajar Muslimah Berkontribusi

BULUKUMBA(Jurnalislam.com)–Ikatan Pelajar Muslimah Indonesia (IPMI) Daerah Bulukumba sukses gelar Kajian Ekslusif Muslimah Menyambut Ramadhan (KEMAH) yang bertajuk, “Ramadhan Highlight of the Year” Ahad, (05/03/23).

Kegiatan ini terlaksana di Aula Bappelitbangda Bulukumba yang diikuti oleh para pelajar muslimah tingkat SMA/SMK/MA/sederajat se-kabupaten Bulukumba dan di hadiri oleh 119 peserta.

Kajian ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada seluruh muslimah dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Acara ini juga dirangkaikan dengan Wisuda Khatam Qur’an yang dilaksanakan pada 1-28 Februari 2023.

Ketua IPMI Daerah Bulukumba, Nur Juliana Afyati dalam sambutannya berharap agar KEMAH bisa menjadi wasilah bagi para pelajar muslimah dalam menyambut bulan suci Ramadhan agar lebih bermanfaat dan penuh cinta.

“Melalui kegiatan ini semoga para pelajar Muslimah menjadi Muslimah yang berilmu, berakhlakul karimah, serta berguna bagi umat dan negara,” ucapnya.

Event KEMAH ini dibuka secara resmi oleh Suryana Rahim S.Pd selaku perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V. Dalam sambutannya menitip harap semoga kegiatan keagamaan seperti kajian-kajian yang dilaksanakan oleh IPMI ini lebih banyak di ikuti oleh pelajar muslimah.

Adapun narasumber dalam acara ini ialah Nurmaida, S.Kep.,Ners Da’iyah dan trainer muslimah yang dimoderatori oleh Nuraeni, S.Pd.

Dalam kesempatannya, Nurmaida menyampaikan materi yang berjudul “Follow the Best Qudwah with Ramadhan Spirit”.

“Dalam menyambut bulan suci Ramadhan kita butuh beberapa persiapan, yaitu memperbaiki keimanan dengan meninggalkan segala bentuk kesyirikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ummu Ihsan sapaan akrabnya menyampaikan bahwa salah satu hal positif yang bisa dilakukan ketika Ramadhan ialah memperbanyak taubat dan melatih diri dengan amalan kebaikan. Serta memperbanyak doa sebagai bagian dari niat.

Adapun pemateri ke dua yakni Ariani Abbas S.Pd yang membawakan materi seputar “Tutorial Ramadhan Penuh Berkah”.

Owner Humairah Store ini menjelaskan bahwa meraih keberkahan Ramadhan adalah dengan melaksanakan amaliah Ramadhan.

“Yaitu berkah shiyam, berkah qiyam, berkah qira’ah, berkah ifthar, serta berkah sedekah,” jelasnya.

Di akhir acara, peserta dikelompokkan berdasarkan asal sekolah masing-masing sebagai bentuk follow up belajar Islam secara kontinu.

Reporter: Raodatul Janna (Pengurus IPMI Daerah Bulukumba)
Editor: Rika Arlianti DM

Halaqah Infokom MUI, KPI Imbau Stasiun Televisi Melek Politik

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Mimah Susanti mengimbau kepada sejumlah stasius televisi untuk melek politik. Menghadapi tahun Pemilu 2024, diperlukan sikap selektif dan sensitif menentukan siaran dan figur.

Dalam Halaqah Mingguan Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI, dia melaporkan hasil riset indeks siaran religi KPI pada bulan Ramadan 2022 menunjukkan peningkatan kualitas yang baik. Sejumlah program siaran patut dipertahankan dan mendapat ruang di hati penonton masing-masing.

“Ternyata surat edaran KPI bersama MUI kemarin itu cukup efektif menjadi referensi bagi lembaga penyiaran dalam memilih dai dan daiyah yang akan memberikan ceramah dalam salah satu program siaran,” ujarnya dalam kegiatan yang bertajuk “Harapan Pada Syiar Ramadan 2023” pada Kamis (2/3/2023).

Menurut Mimah, hal yang perlu menjadi catatan penting dalam siaran televisi Ramadan adalah soal sosialisasi partai politik dan kandidat calon. Hal ini perlu kehati-hatian dan kepekaan politik agar lembaga penyiaran kita tidak disusupi kampanye terselubung.

Mimah juga menyampaikan, terdapat nota kesepahaman (MoU) antara pihaknya dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait sosialisasi politik melalui media sosial dan tayangan stasiun televisi. Hal itu tidak dipungkiri untuk mensosialisasikan agenda politik kepada khalayak.

“Ini sebenarnya udah ada kesepakatan soal sosialisasi politik kepada masyarakat. Tinggal bagaimana lembaga penyiaran tetap adil dan berimbang. Artinya, tidak ada pihak yang dirugikan,” kata dia sebagaimana laporan pers MUIDigital (3/3).

Sejauh ini, lanjut dia, cukup mudah untuk mengidentifikasi kampanye politik sejumlah partai. Hal yang menjadi tantangan adalah soal figur yang memiliki kepentingan dalam program siaran yang secara bersamaan akan mencalonkan diri dalam Pemilu. Bisa jadi, kampanye politik bisa bersamaan dilakukan.

“Intinya kita (KPI) mendorong para lembaga penyiaran untuk lebih hati-hati. Karena rule (aturan) soal kampanye ini masih belum ada dan cukup jelas,” imbau dia. (mui)

 

 

Digelar Maret, Muslim LifeFair 2023 Bidik Pasar Kebutuhan Ramadhan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Lima Events bersama dengan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) kembali menggelar bazaar produk halal dan keuangan syariah, Muslim LifeFair. Gelaran yang diselenggarakan sejak 2019 di sejumlah kota besar tersebut, mengawali rangkaian event tahun ini, di JIEXPO Kemayoran pada 17- 19 Maret 2023.

Menempati area seluas 6.000 m2, sebanyak 230 booth dari 128 brands dengan berbagai kategori dihadirkan. Mulai dari modest fashion & accessories, kosmetik halal, islamic education, hobbies and communities, islamic book & publisher, halal travel, kids & baby products, properti syariah, wedding islami, multi product, islamic finance, hingga kuliner halal by serlok.

Membidik momen bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H, Ketua KPMI Rachmat Marpaung mengatakan, Muslim LifeFair menjadi wahana pemasaran yang efektif, terutama untuk produk-produk fashion dan kuliner. Karena biasanya permintaan untuk kebutuhan produk tersebut meningkat. Karena itu untuk memberikan kegairahan berbelanja, pengunjung disuguhkan beragam promo spesial, seperti Diskon Up to 75%, Buy 2 get 1 product, serta Flash sale product exhibitor selama pameran berlangsung di jam tertentu.

“Kami berharap, pameran Muslim LifeFair tahun ini menjadi lebih baik karena dilaksanakan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Para pengunjung dapat memanfaatkan moment diskon besar-besaran dan harga kompetitif,” ujar Rachmat Marpaung saat konferensi pers Muslim LifeFair di Jakarta kemarin (1/3).

Direktur Lima Events, Deddy Andu menyebut, sebanyak 128 brands yang hadir, 43,5 persennya adalah peserta repeater. Mereka memiliki konsumen loyal dan reseller yang selalu meng-update perkembangan promo spesial dan model-model terbaru yang biasanya diluncurkan saat pameran. Ajang Muslim LifeFair, menurut Deddy Andu, biasanya dimanfaatkan sejumlah brand untuk meningkatkan awareness dan membangun hubungan yang baik dengan pelanggannya dengan memberikan kejutan produk baru dan promo khusus. Seperti Atelier Angelina, Muslimah Basic, Muslim Madani, Pelangi Hijab, Samase, Hisyam, Nusseyba, Makhtab, dan Fatih Indonesia.

Pelaksanaan Muslim LfeFair dalam kondisi tidak lagi diberlakukannya ketentuan PPKM, tentu memberikan semangat yang tinggi bagi pelaku usaha khususnya produk halal untuk kembali memperluas jaringan pemasaran, membidik pasar baru, serta meningkatkan value brand melalui pameran dan event.

Karakter masyarakat Indonesia, meski pemasaran online masif digelorakan, tetapi tetap tidak bisa meninggalkan pasar offline. Faktor inilah yang menyebabkan, gelaran Muslim Lifefair yang telah digelar di Jakarta, Yogyakarta, Tangerang dan Bandung ini dibanjiri pengunjung tak kurang dari 20 ribu pengunjung selama tiga hari.

“Kami melihat animo masyarakat terhadap fashion muslim dan kuliner halal di Indonesia sangat besar. Sehingga ajang pameran seperti Muslim LifeFair ini menjadi momentum bagi UMKM muslim, pondok pesantren dan berbagai korporasi untuk berkembang lebih baik. Kami

berharap, pameran ini menjadi wadah bagi mereka untuk saling bersilaturahim guna mendorong usaha-usaha menjadi inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan pemilihan venue di JIEXPO yang lebih luas, Andu optimis pameran ini bisa menarik perhatian lebih 20 ribu pengunjung.

Mengusung tema #NyoKiteKumpul, gelaran Muslim LifeFair di JIEXPO disemarakkan dengan berbagai rangkaian acara menarik seperti bincang santai, bedah buku, workshop parenting, sharing kesehatan, Hijrah Hapus Tatto, kelas ta’aruf, codding competition, story telling, kids activities (playground, coloring, etc), family activities (traditional games,etc), hingga outdoor activity.

“Tahun ini, kami juga menambahkan program acara baru berkolaborasi dengan Uki Kautsar eks Noah dan Reda Samudera. Mereka punya platform YouTube dengan program baru bernama Serlok Kuliner yaitu program santai memperkenalkan tempat lokasi kuliner yang nyaman, dan tentu enak, juga halal. Jadi, area kuliner Muslim LifeFair kami branding juga dengan nama Serlok Kuliner,” jelas Andu.

Dengan program baru yang melibatkan komunitas, Rachmat Marpaung optimis, Muslim LifeFair JIEXPO bisa menjadi salah satu wahana yang memperkuat ekosistem perkembangan produk halal di Indonesia menuju Indonesia Global Halal Hub 2024.

KPMI terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk dan layanan, memperluas jaringan pemasaran, melakukan pendampingan skalasi bisnis baik di tingkat domestic maupun global, termasuk percepatan memperoleh sertifikasi halal dari lembaga terkait.

Pada kesempatan peluncuran Muslim LifeFair Jakarta, hadir Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Putu Rahwidiyasa dan Subkordinator Sistem Informasi dan Humas Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH), Nurhanudin. Kedua lembaga tersebut mengapresiasi gelaran Muslim LifeFair yang konsisten dilaksanakan sejak 2019.

“Melalui pameran ini, Insya Allah upaya percepatan pelaku UMKM memperoleh sertifikasi halal bisa dilaksanakan efektif. Targetnya setidaknya tahun 2023 ini, terkumpul sebanyak 3 juta produk sudah tersertifikasi halal. Tahun 2024, semoga sebanyak 6 juta produk sisanya bisa sepenuhnya mendapatkan sertifikasi halal.” tandas Nurhanudin.

Sementara Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Putu Rahwidhiyasa, mengatakan, sebagai upaya menuju Indonesia Global Hub 2024, KNEKS telah menyusun kerangka kerja yang memudahkan dan membuka kesempatan berbagai pemangku kepentingan untuk saling bersinergi guna mengakselerasi pengembangan UMKM Industri Halal yang berbasis ekonomi digital.

“Kami menerapkan lima pendekatan strategis pengembangan UMKM industri halal, melalui sinergi peningkatan kapasitas, inkubasi dan pembiayaan, pemasaran, kemitraan, dan pemberdayaan digital,” kata Putu.

Dia juga menyampaikan, KNEKS tengah menggulirkan satu program prioritas Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), sebagai bentuk konkret untuk menyediakan kuliner halal bagi masyarakat dalam wisata halal.

“Untuk mewujudkan Zona KHAS ini perlu melibatkan stakeholder dinas, instansi dan lembaga terkait,” ujarnya.

–
Informasi terkait Muslim LifeFair bisa dilihat di Instagram @muslimlifefair dan @indonesiamuslimlifefest. Untuk pembelian tiket bisa mengakses aplikasi @muslimlifeshop

 

Deklarasi Persatuan Da’i Dewan Da’wah (Persada) Jawa Barat Dihadiri Ribuan Dai

JAKARTA(Jurnalislam.com)– – Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Jabar menggelar acara deklarasi Persatuan Da’i Dewan Da’wah yang kemudian disingkat dengan Persada, di Aula Masjid Al Furqon Komplek Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kota Bandung, Ahad (5/3/2023)

Dengan mengusung tema “Risalah Merintis Da’wah Melanjutkan – Selamatkan Jawa Barat Dengan Da’wah”, acara ini dihadari oleh pengurus wilayah hingga pengurus pusat termasuk oleh Ketua Umum ustadz Dr.Adian Husaini, Prof.Dr.KH.Didin Hafidudin,M.Sc selakuk Ketua Badan Pembina, Prof.Dr.KH.Miftah Farild selaku Ketua Dewan Syuro, pengurus daerah serta di hadiri juga dari perwakilan berbagai lembaga, ormas Islam, dan instansi lainnya.

Acara di mulai dengan pembacaan kalam ilahi oleh seorang anggota PERSADA dilanjutkan dengan sambutan oleh ustadz Dani Muhammad Ramdhan selaku Ketua Panitia. Dalam sambutannya ustadz Dani menyampaikan bahwa diresmikannya PERSADA ini adalah untuk membentengi dan menyelamatkan Jawa barat dari berbagai problematika dakwah dari aliran-aliran dan golongan yang bertentangan dengan Islam.

“Karena di Jawa Barat ini tantang dakwahnya cukup beragam bukan hanya dari luar tetapi juga tantangan dari dalam, selain mengaku muslim namun juga mengaku Nabi dan Rasul. Ini kan luar biasa,”ungkapnya.

Meski begitu,sambungnya, “keunikan” dakwah di Jawa Barat tersebut harus dijawab dengan langkah dan karya nyata di lapangan, salah satunya kita deklarasikan Persada ini.

Usai sambutan kemudian dilanjutkan dengan pelantikan pengurus PERSADA Jawa Barat serta koordinator PERSADA Kota dan Kabupaten se Jawa Barat yang dilaksanan dengan diawali pembacaan SK PERSADA yang dibacakan oleh ustadz H.Suryawan,M.Pd selaku sekretaris Dewan Dawah Jawa Barat.

Kemudian dilanjutkan dgn pernyataan Ikrar para pengurus PERSADA dan diikuti oleh semua yang hadir sebagai anggota PERSADA Dewan Dawah Jawa Barat. Pembacaan ikrar sendiri dipandu langsung oleh Ustadz KH. Muhammad Roinul Balad selaku Ketua Dewan Da’wah Jawa Barat.

Dalam sambutanya KH. Roinul Balad menyampaikan bahwa keberadaan PERSADA saat ini sangat di butuhkan di tengah tengah masyarakat Jawa Barat yang penduduknya berjumlah kurang lebih 50 juta serta mayoritas beragama Islam.

“Dengan jumlah muslim yang demikian besar dan potensial tersebut tentunya diperlukan banyak dai untuk membimbing masyarakat tersebut dalam melaksanakan kewajiban kewajiban agamanya sesuai syariah Islam,”ungkapnya.

KH.Roin melanjutkan kalau kita lihat tenaga penyuluh agama yang diinisiasi oleh Kemenag tentu jumlahnya masih jauh dari ideal di bandingkan dengan jumlah penduduk muslim yang ada. Untuk itu hadirnya para da’i Dewan Dawah yang terhimpun dalam PERSADA Jawa Barat ini sangat diharapkan kiprahnya di tengah-tengah masyarakat muslim.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak baik dari seluruh pengurus Dewan Dawah Jawa Barat juga para pengurus Dewan Dawah Kota dan Kabupaten se Jawa Barat yang merupakan ujung tombak terlaksananya kegiatan deklarasi PERSADA ini dan tidak lupa kepada para donatur yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu atas dukungan finansialnya sehingga acara deklarasi PERSADA berjalan sesuai dengan harapan kita semua,”imbuhnya.

KH.Roin pun mengingatkan dan menyadari bahwa kerja dakwah adalah kerja bersama yang bisa jadi akan terasa berat jika dilakukan sendiri. Untuk KH.Roin berpesan bahwa dalam melaksanakan dawahnya anggota PERSADA bisa bekerjasama dengan pemerintah dan ormas serta harokah dawah lainya yang sevisi dan semisi.

“Itulah pentingnya bersinergi atau berkolaborasi dalam dakwah namun prinsip utamanya adalah mempunyai visi dan misi yang sama sehingga akan mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan bersama,”pungkasnya.

 

Kini pengurus PERSADA Jawa Barat telah diresmikan dan di nahkodai oleh seorang dai dan ulama muda peneliti siroh dan yang sangat aktif dalam dunia dawah baik lapangan mupun sosial media yakni Ustadz. Roni Abdul Fatah, Lc. MA. Dimana dalam sambutannya Ustadz Roni mengajak para da’i dan da’iyah untuk terus semangat dalam mengemban tugas dan pekerjaan yang mulia yakni dakwah ditengah masyarakat.

Ia menyampaikan satu prinsip agar persatuan bisa terwujud meski adanya perbedaan di tengah-tengah umat Islam. Prinsip tersebut yaitu bersatu dalam akidah, bertoleransi dalam khilafiyah (perkara cabang dalam agama), dan bekerjasama dalam dakwah.

“Mari kita bekerjasama secara sungguh-sungguh dalam dakwah untuk menyelamatkan Jawa Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ajaknya.

Di bentuknya PERSADA kata ketua Dewan Dawah Jawa Barat adalah merupakan pengejawantahan dari 5 fungsi Dewan Dawah sebagai Pengawal Aqidah, Penegak Syari’ah, Perekat Ukhwah, Solidaritas dan Pendukung Penuh Keutuhan NKRI serta Dewan Da’wah kecamatan kota/kabupaten, tokoh ulama dan da’i/da’iah dari berbagai kota/kabupaten serta ormas-ormas Islam di Jawa Barat pun hadir.

Sementara itu Ketua Umum Dewan Da’wah Pusat, Dr. Adian Husaini, MA dalam memberikan taujihnya menyampaikan beberapa point’ yang intisari adalah da’i harus senantiasa menjaga keikhlasan niat, tahu waktu, dan berbenteng di hati ummat.

“Tahu waktu yang artinya adalah, seorang dai penting membaca keadaan, kondisi, keadaan ketika lapangan dakwah, ada kalanya menyatu dengan ombak atau menghindari ombak bukan untuk melawan ombak jika tidak mampu demi sampai dan mendarat pada tujuan,”ungkapnya memberikan gambaran dai ditengah umat.

Ustadz Adian menambahkan, dimanapun dan kapanpun, da’i hendaknya senantiasa bermusyawarah dan beristikharah dalam menyelesaikan problematika. Ketika kalah dalam satu sektor maka seorang dai harus menang dalam sektor lain.Begitu pun ketika kalah diwaktu sekarang maka harus menag tahun berikutnya.

Sementara berbenteng di hati ummat, Ustadz Adian menjelaskan maksudnya adalah paham, bijak serta adil dalam memberi dan menerima informasi. Seorang dai harus berlaku bijak dengan tidak sekedar menerima informasi yang belum valid lalu menyebarkannya. Melainkan dai harus menjadi sumber informasi yang terpercaya.

“Terimakasih kepada seluruh pengurus Dewan Dawah Jawa Barat dan Dewan Da’wah kota kabupaten se Jawa Barat. Acara hari ini luar biasa dimana ribuan dai berkumpul dengan sukarela dan bergabung dalam PERSADA. Semoga Allah Ta’ala meridhoi dan senantiasa membimbing gerak langkah kita,”ungkapnya.

 

SMP Muhammadiyah PK Solo Raih Dua Penghargaan MEA 2023

SURAKARTA(Jurnalislam.com)--SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta sukses meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang penghargaan Muhammadiyah Education Awards (MEA) 2023 yang digelar Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. Penghargaan tersebut disampaikan saat pembukaan Musyawarah Wilayah Muhammadiyah dan Aisyiyah Jawa Tengah Periode Muktamar 48, Sabtu (4/3/2023).

 

Muhdiyatmoko, M.Pd. selaku Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta mengucapkan syukur dan bangga atas raihan prestasi dua penghargaan dalam ajang MEA 2023. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua guru, karyawan, siswa, dan orang tua, serta pihak-pihak yang terlibat sehingga sekolahnya mampu meraih dua penghargaan bergengsi tersebut.

 

“Alhamdulillah, atas nama sekolah sangat bersyukur dan bangga dengan raihan prestasi ini.  SMP Muhammadiyah PK memenangkan dua penghargaan dalam ajang MEA 2023 ini. Penghargaan tersebut yakni kategori Kepala Sekolah dengan prestasi sekolah terbanyak dan guru dengan perolehan skor prestasi tertinggi,” ungkapnya.

 

 

 

Muhdiyatmoko menambahkan dua penghargaan tersebut berdasarkan kriteria penilaian meliputi penghargaan berdasarkan Kepala Sekolah/Madrasah dengan jumlah perolehan prestasi sekolah terbanyak untuk setiap jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK. Kriteria guru dengan perolehan skor prestasi tertinggi periode 2020-2022 untuk setiap jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK. Kriteria prestasi meliputi prestasi internasional, nasional, dan provinsi baik berjenjang maupun tidak berjenjang.

 

“Hasil Rekapan Prestasi SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta tahun pelajaran 2020 – 2022 meraih total 888 prestasi yang meliputi jenjang provinsi jumlah 56, jenjang nasional jumlah 787, dan internasional jumlah 45. Prestasi sekolah tahun 2023 meraih 487. Prestasi ini meningkat dari prestasi sebelumnya, 450 prestasi,” jelasnya.

 

 

 

“Kami berkomitmen untuk memberikan program-program pelayanan prima (terbaik) kepada siswa dan orang tua serta pelayanan program pembinaan prestasi,” tandasnya.

 

 

Kesempatan tersebut, Muhdiyatmoko pun mendapatkan doorprize hadiah perjalanan umroh ke tanah suci dari Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan.

 

 

Sementara itu, Ustazah Nurul Fitria mengaku senang dan bersyukur atas penghargaan MEA 2023 yang diberikan kepadanya. Guru IPA Fisika tersebut meraih total prestasi jumlah 32. Prestasi tersebut meliputi jenjang internasional jumlah 1, provinsi jumlah 3, dan nasional jumlah 28. Prestasi terakhir yang diraih Ustazah Nurul Fitria tahun 2023 yaitu medali emas IPA Kompetisi Sains Nasional 2023, peringkat 1 MTQ Tartil Online, dan medali perak Kompetisi Astronomi Provinsi.

 

“Alhamdulillah bersyukur atas penghargaan tersebut dan terima kasih kepada sekolah dan teman-teman Ustaz-Ustazah atas dukungan. Terima kasih terkhusus kepada doa almarhumah Mama semasa beliau masih hidup. Beliau selalu berpesan agar selalu berpedoman pada ayat Al-Qur’an Surat Al Mujadalah ayat 11 bahwa Allah Swt. akan meninggikan derajat orang berilmu dan selalu konsisten komitmen kerja keras terhadap apapun yang dikerjakan,” jelasnya.

 

 

Penghargaan MEA (Muhammadiyah Education Awards) 2023 sekolah/ madrasah Muhammadiyah di Jawa Tengah digelar oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah bertujuan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kepala Sekolah dan Guru Muhammadiyah telah berprestasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu, penghargaan untuk memberikan motivasi untuk berprestasi dan memperkenalkan kepada masyarakat umum tentang kinerja Kepala Sekolah dan Guru Muhammadiyah yang berprestasi dan menjadi panutan bagi sekolah lain.

UPQ Ditargetkan Jadi Percetakan Qur’an Terbesar di Asia

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama akan melakukan transformasi fundamental dalam proses percetakan Al-Qur’an di Indonesia, baik kualitas maupun kuantitas.

Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kementerian Agama akan dijadikan sebagai pusat percetakan Al-Qur’an terbesar di Asia Tenggara.

“Dalam waktu tidak lama lagi, akan ada transformasi fundamental di UPQ, akan ada proyek besar percetakan Al-Qur’an kita,” terang Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin saat membuka pembinaan pegawai UPQ di Yogyakarta, Rabu (1/3/2023).

Kamaruddin menargetkan pada 2024, UPQ mampu mencetak 1-2 juta eksemplar Kitab Suci Al-Qur’an dengan kualitas tinggi.

“Kita punya harapan untuk memiliki sebuah percetakan Al-Qur’an terbesar se-Asia Tenggara. Mungkin (menjadi terbesar) untuk seluruh dunia (sementara ini) belum, ya. Tapi saya rasa untuk tingkat Asia Tenggara, kita bisa terbesar,” sambungnya.

Kamaruddin mengapresiasi para pegawai UPQ yang bekerja mencetak kitab suci Al-Qur’an. “Teman-teman ini adalah pengurus Al-Qur’an yang setiap hari bekerja keras mengurus Al-Qur’an, saya kira itu suatu yang harus kita apresiasi bersama. Terus berkolaborasi mewujudkan percetakan Al-Qur’an berkualitas dan terbesar,” pungkasnya.

Pembinaan pegawai UPQ digelar selama empat hari, 1-4 Maret 2023 di The Cangkringan, Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri seluruh pegawai UPQ dan sejumlah pegawai Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama.