Dua Pria Bersenjata Serang Acara Kontes Kartun Nabi Muhammad Saw di Texas

TEXAS (Jurnalislam.com) – Dua orang bersenjata melepaskan tembakan di luar sebuah acara kontest penggambaran Nabi Muhammad Saw di Garland ISD's Curtis Culwell Center, Texas, Ahad (3/5/2015). 

Sekitar pukul 07.00 waktu setempat, dua orang bersenjata dari dalam mobil menembaki petugas keamanan yang sedang berjaga di depan lokasi acara bertajuk "Muhammad Art Exhibit" itu. 

Polisi kemudian membalas tembakan mereka hingga akhirnya keduanya meninggal. Satu orang polisi dilaporkan terluka akibat serangan itu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Texas belum mengungkap identitas kedua penyerang tersebut.

Dallas Morning News melaporkan bahwa penyerangan tersebut diduga sebagai bentuk kecaman atas pameran seni penggambaran Nabi Muhammad Saw yang digelar oleh American Freedom Defense Initiative (AFDI). Akan tetapi AFDI mengatakan mereka hanya menggunakan hak mereka tentang kebebasan berekspresi.

Acara kontes penggambaran Nabi Muhamamad yang berhadiah senilai $10 ribu bagi kartun terbaik itu mendatangkan Geert Wilders, tokoh anti-Islam sebagai bintang tamu.

Kelakuan orang-orang Barat anti Islam seringkali menyulut amarah umat Islam. Pada bulan Januari lalu, dua orang bersenjata yang dikenal Kouachi bersaudara menyerang kantor majalah satir Perancis, Charlie Hebdo dan berhasil membunuh 12 staff dan pimpinan mereka.

Ally | Jurniscom

jasad penyerang

 

Kongo Larang Wanita Muslim Memakai Jilbab Penuh

BRAZZAVILLE (Jurnalislam.com) – Asosiasi Islam Kongo mengatakan, “wanita Muslim dilarang mengenakan cadar penuh di depan umum, karena alasan keamanan”.

"Menteri Dalam Negeri (Raymond Zephirin Mboulou) memberitahu kita keputusan melarang wanita Muslim mengenakan jilbab penuh. Keputusan itu diambil untuk mencegah aksi terorisme dan ketidakamanan," El Hadj Abdoulaye Djibril Bopaka, yang mengepalai Dewan Tertinggi Islam Kongo Brazzaville, mengatakan kepada kantor berita AFP, Sabtu (02/05/2015).

"Muslimah sekarang hanya mengenakan jilbab penuh di rumah dan di tempat-tempat ibadah, tapi tidak di tempat-tempat umum," katanya, menambahkan bahwa hanya minoritas kecil perempuan di Kongo Brazzaville yang benar-benar menutupi wajah dan seluruh tubuh mereka.

Larangan itu tidak mempengaruhi jenis jilbab lainnya.

Bopaka mengatakan pemerintah telah bertindak "tepat", dengan mengutip laporan bahwa "beberapa non-Muslim telah menggunakan cadar untuk menyembunyikan identitas dan untuk melakukan tindakan ilegal".

Kongo Brazzaville-adalah rumah bagi sekitar 800.000 Muslim dalam populasi hampir enam juta. Hanya 10 persen yang berasal dari lokal, sisanya berasal dari Arab atau negara-negara tetangga Afrika barat.

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

UNRWA: 3.500 Anak-anak Palestina Terjebak di Yarmouk

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Lebih dari 3.500 anak-anak Palestina terjebak di flashpoint kamp Yarmouk Suriah untuk pengungsi Palestina, badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan.

"Ada sekitar 3.500 anak-anak yang terdampar di kamp, ​​sementara orang sakit dan orang tua terus menerus menemui kematian karena kurangnya perawatan medis," kata juru bicara UNRWA Sami Mshasha saat konferensi pers Ahad (03/05/2015) di kota Ramallah, Tepi Barat.

Mshasha mengatakan bahwa sekitar 90 persen dari 180.000 warga Palestina Yarmouk ini telah melarikan diri dari kamp .

Selain itu, pasukan rezim Syiah Suriah Bashar al-Assad secara rutin juga menjatuhkan bom barel di kamp yang terkepung itu, menurut UNRWA.

"Situasi di kamp Yarmouk sangat tragis," kata Mshasha.

"The UNRWA telah berulang kali mendesak rezim Suriah untuk menghentikan penjatuhan bom barel tanpa pandang bulu yang sangat-destruktif kea rah kamp sehingga menimbulkan korban sipil serta kerusakan besar."

Beberapa organisasi kemanusiaan internasional mengatakan mereka tidak mampu menawarkan bantuan kepada sekitar 18.000 warga yang tidak mampu meninggalkan kamp saat bentrokan mengamuk di antara dua kelompok bersenjata.

Suriah telah dilanda perang mematikan sejak 2011, ketika rezim Syiah al-Assad menindak keras demonstrasi anti-pemerintah.

Lebih dari 220.000 orang tewas dalam konflik sampai saat ini, menurut angka terbaru PBB.

Sebelum konflik, warga Palestina yang tinggal di Suriah diperkirakan berjumlah sekitar 581.000 – sepertiga dari mereka tinggal di kamp Yarmouk, menurut PBB.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, sejak konflik antara pasukan Assad dan kelompok mujahidin pecah, ribuan warga Palestina di Suriah melarikan diri ke negara tetangga Libanon dan Yordania, sementara ratusan lainnya melarikan diri ke Jalur Gaza.

Sekitar 166 pengungsi Palestina mati kelaparan di pertengahan 2013 ketika pasukan rezim Syiah  Suriah mengepung kamp Yarmouk.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

AS Tawarkan Kenya Bantuan Hadapi Mujahidin Al Shaabab

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri AS John Kerry tiba di Kenya pada hari Ahad (03/05/2015) untuk menawarkan bantuan dalam melawan mujahidin  Somalia al-Shabaab yang telah melancarkan serangan mematikan di sana dan di tempat lain di Afrika Timur.

Kerry juga akan membahas hak asasi manusia Kenya dalam pertemuan dengan Presiden Uhuru Kenyatta dan pejabat pemerintah lainnya serta membahas proses perdamaian di Sudan Selatan yang bermasalah dan kekerasan di Burundi, kata seorang pejabat AS.

Kunjungan Kerry dilakukan setelah terjadi eksekusi 148 orang oleh mujahidin al Shabaab dalam serangan terhadap universitas di Garissa, Kenya utara, pada 2 April.

"Kami akan mencari cara lain dalam mendukung upaya Kenya memerangi al Shabaab," kata pejabat itu, tanpa memberikan rincian.

Menteri Luar Negeri Kenya Amina Mohamed mengatakan bulan lalu bahwa Nairobi menginginkan intelijen, pengawasan, dan dukungan pengintaian dari sekutu Barat.

"Pesan utama kami adalah bahwa untuk memerangi terorisme dibutuhkan pendekatan multi-aspek," kata pejabat AS.

Bantuan yang diberikan juga harus mencapai masyarakat miskin di Kenya karena al Shabaab mungkin berusaha untuk memenangkan hati mereka, katanya.

Kerry berencana untuk bertemu pengungsi Somalia dari kamp Daddab Kenya dan berbicara dengan siswa di sana melalui link video. Washington dan PBB telah mengatakan keprihatinan mereka tentang keputusan Nairobi menutup kamp untuk membendung serangan mujahidin.

Kerry juga akan mengatur rencana untuk kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Kenya pada bulan Juni, yang merupakan kunjungan pertamanya ke tanah air ayahnya sejak menjabat.

Akhir pekan ini Kerry akan mengunjungi Djibouti – yang terletak di antara Somalia utara, Ethiopia dan Eritrea – tempat sebagian besar pasukan AS dikerahkan di Tanduk Afrika.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Arab Saudi Bantah : Tidak Ada Pasukan Asing di Aden

ADEN (Jurnalislam.com) – Arab Saudi membantah laporan adanya penerjunan sejumlah pasukan darat di kota kedua Yaman, Aden, untuk mendukung milisi pejuang loyalis.

Namun juru bicara Saudi yang mengeluarkan pernyataan penolakan tersebut juga sekaligus mengkonfirmasi, bahwa koalisi Arab tetap terlibat dalam perang di negara Semenanjung Arab itu.

"Tidak ada pasukan asing di Aden tetapi koalisi terus membantu memerangi milisi Houthi," kata Brigadir Jenderal Ahmed al-Asiri dalam sebuah pernyataan.

Para pejabat Yaman sebelumnya mengatakan sedikitnya 20 tentara koalisi Arab mendarat di Aden, kota pelabuhan selatan, pada Ahad (03/05/2015) untuk  misi "pengintaian".

Koalisi Arab telah melakukan serangan udara terhadap Syiah Houthi sekutu Iran sejak 26 Maret.

"Sejumlah pasukan koalisi masuk ke Aden dan kekuatan lain sedang dalam perjalanan" ke kota, kantor berita AFP mengutip seorang pejabat, yang meminta anonimitas, mengatakan.

Seorang anggota terkemuka Komite Rakyat, secara lokal merekrut milisi yang setia kepada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, juga mengatakan kepada AFP bahwa kekuatan pasukan darat "akan mulai membantu kita dalam pertempuran" melawan pemberontak Syiah  Houthi.

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Rezim Suriah Assad Jatuhkan Bom ‘Gas Klorin’ di Idlib

IDLIB (Jurnalislam.com) – Helikopter tentara rezim Suriah menjatuhkan bom klorin di barat laut kota Idlib, Syrian Revolution General Commission mengatakan.

Setidaknya 40 orang terluka oleh bom 'gas klorin' setelah tentara Bashar Al-Assad melancarkan serangan di kota barat laut Suriah, Idlib, kata pasukan oposisi.

Syrian Revolution General Commission mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (02/05/2015) bahwa bom yang mengandung "gas klorin" meledak di lingkungan Serakib di Idlib, dan berdampak terhadap lebih dari 40 orang termasuk wanita dan anak-anak.

Menurut Syrian Revolution General Commission, bom yang mengandung "gas klorin" dijatuhkan oleh helikopter militer milik pasukan rezim Syiah Assad.

"40 orang yang terkena gas klorin segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk perawatan," kata pernyataan itu.

Sementara itu, pada hari Sabtu di Aleppo, sekitar 15 kelompok pejuang bersenjata di Suriah bergabung dengan People's Defense Units (YPG) untuk melancarkan serangan gabungan terhadap pasukan rezim Syiah Assad.

Menurut pernyataan bersama yang dikeluarkan pada hari Sabtu oleh kelompok-kelompok bersenjata tersebut, mereka bergabung karena banyak "pelanggaran dan serangan berlebihan" yang dilakukan rezim Suriah. Mereka bertujuan untuk melindungi rakyat mereka terhadap serangan di masa depan, kata pernyataan itu.

Sebelumnya pada hari Kamis, Syrian Revolution General Commission juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tentara rezim Assad terus menerus menggunakan senjata kimia pada rakyat meskipun telah mendapat larangan. Namun, Bashar Al-Assad selalu membantah tuduhan bahwa pasukannya menggunakan senjata kimia.

Aleppo dan Idlib menjadi tempat berbagai pertempuran antara pasukan koalisi mujahidin  dan pasukan rezim Suriah.

Pada bulan Maret, Syrian Revolution General Commission mengatakan bahwa "para mujahidin Suriah" telah benar-benar menguasai kota Idlib di barat laut Suriah.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

 

22 Pasukan Boneka Tewas dalam Operasi Azm Hari ke Delapan di Markas Musuh

Baghlan (Jurnalislam.com) – Setidaknya 12 tentara boneka ANA/ANP tewas dan 15 lainnya luka-luka selama pengepungan markas-markas musuh yang berlangsung tiga hari di Kabupaten Poli Khomri provinsi Baghlan, sementara 2 basis musuh berhasil direbut selama operasi yang diperpanjang sampai Sabtu, El Emarah melaporkan pada hari Ahad (03/05/2015).

Di tempat lain di Poli Khomri, 3 Arbakis tewas dan 2 orang lainnya termasuk seorang komandan Arbaki cedera saat serangan musuh dibalas oleh Mujahidin di dini hari Sabtu.

Juga hari Sabtu, Mujahidin saling melepas tembakan melawan pasukan boneka di distrik Poli Khomri, menewaskan 3 tentara boneka dan menyebabkan 1 orang terluka.

Kemudian, 2 Arbakis tewas dan 4 lainnya luka-luka dalam bentrokan dengan Mujahidin di tempat lain di distrik Khomri Poli pada Sabtu malam.

Demikian pula, Mujahidin menewaskan 2 tentara boneka menyusul serangan pada dua pangkalan militer musuh di distrik Dahana Ghouri.

Sedangkan di Badakhsan Mujahidin Imarah Islam selama operasi semalam menyerbu 13 pos tempur musuh di distrik Wardaj, membunuh puluhan musuh.

Menurut laporan dari kabupaten Shuhada, Mujahidin Imarah Islam mengejar musuh dari berbagai wilayah kabupaten ini, mengamankan 6 daerah selama operasi hari Sabtu.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Iran Bersumpah akan Lindungi Kepentingannya di Yaman

Dubai (Jurnalislam.com) –  Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengatakan Teheran tidak akan membiarkan kekuatan regional (koalisi Arab) membahayakan keamanan kepentingan mereka di Yaman, kantor berita Tasnim melaporkan.

Pernyataan tersebut menjadi pengakuan terkuat keterlibatan Iran di semenanjung Arab.

Iran sebelumnya selalu membantah tuduhan dari negara-negara  Arab bahwa itu mereka mempersenjatai milisi Syiah Houthi di Yaman. Tapi secara rutin mengecam serangan udara yang dipimpin Saudi melawan pemberontak Houthi.

"Pihak lain tidak akan diizinkan untuk menempatkan keamanan kita bersama dengan risiko akibat sebuah petualangan militer," kata Hossein Amir Abdollahian, menurut kantor berita Iran Tasnim dalam artikel yang diterbitkan pada hari Sabtu (02/05/2015).

Arab Saudi, yang menganggap dirinya sebagai penjaga Islam Sunni, telah lama bersaing dengan Iran, kekuatan utama Syiah di kawasan itu.

Koalisi yang dipimpin Saudi telah melakukan serangan udara di Yaman sejak akhir Maret melawan Houthi dan sekutu mereka, yang kemajuannya memaksa Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi dan pemerintahannya mengungsi ke pengasingan di Riyadh.

Iran tidak mengakui Hadi dan menggambarkan serangan udara tersebut sebagai intervensi dalam urusan internal Yaman.

Awal pekan ini, Arab Saudi mengatakan jet koalisi menghancurkan landasan pacu di Sana'a Yaman untuk mencegah pesawat kargo Iran mendarat di sana.

 

Deddy | Reuters | Jurniscom

Human Right Watch : Thailand Harus Selidiki Kuburan Massal Muslim Rohingya

THAILAND (Jurnalislam.com) – Organisasi-organisasi internasional sedang berusaha untuk menekan pemerintah Thailand dalam otorisasi investigasi independen dengan bantuan PBB setelah penemuan kuburan massal Rohingya di kamp perdagangan manusia di Thailand selatan.

Junta yang berkuasa mengatakan telah menjadikan perang melawan perdagangan manusia prioritas utama setelah negara itu masuk daftar level terendah dalam hal Perdagangan Manusia menurut laporan Departemen Luar Negeri AS pada bulan Juni tahun lalu.

Organisasi seperti Human Rights Watch mengatakan para pejabat lokal sepertinya terlibat.

"Temuan kuburan massal di sebuah kamp perdagangan adalah sebuah kejutan kecil," Brad Adams, direktur Human Rights Watch untuk Asia, mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Sabtu (02/05/2015).

"Dengan adanya keterlibatan panjang pejabat Thailand dalam perdagangan manusia menjadikan penyelidikan independen dengan bantuan PBB diperlukan untuk mengungkap kebenaran dan juga menahan mereka yang bertanggung jawab untuk menjelaskan."

Polisi dan petugas penyelamat Thailand, setelah diberi info oleh warga desa, pada hari Jumat menemukan kamp perdagangan manusia yang ditinggalkan yang terletak di distrik Sadao provinsi Songkla, hanya 300 meter sebelah utara perbatasan Malaysia.

Setidaknya 32 kuburan ditemukan, dan tim forensik telah mulai menggali mayat. Kepala Polisi Thailand mengatakan kepada wartawan di Bangkok bahwa mungkin ada 20 kuburan lebih lainnya lagi di dekat kamp.

Seorang dari Bangladesh, dalam kondisi kelaparan dan kelelahan, juga ditemukan. Dia kemudian dirawat di rumah sakit dan kondisinya stabil.

Penyidik ​​polisi memperkirakan terdapat 200 hingga 300 etnis Rohingya Muslim dari Myanmar dan Bangladesh selama ini dikurung di kamp oleh kelompok pedagang manusia, menunggu keluarga mereka membayar uang tebusan sebelum melepaskan mereka menyeberangi perbatasan ke Malaysia.

Para pedagang ternyata dilaporkan telah meninggalkan kamp selama seminggu dengan beberapa warga Rohingya yang masih hidup.

The Bangkok Post melaporkan bahwa "sebagian besar mayat yang diduga warga Rohingya yang dimakamkan di kamp tampaknya menderita … mati kelaparan atau meninggal karena penyakit sambil menunggu pembayaran uang tebusan."

Warga Rohingya – yang melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar – sering dipaksa untuk membayar uang dalam jumlah besar kepada penyelundup untuk membawa mereka menaiki kapal reyot menuju pantai Thailand.

Sesampai di sana, mereka sering menjadi korban bagi geng-geng lain yang memaksa mereka untuk tinggal di kamp-kamp hutan tersembunyi sampai keluarga mereka membayar uang tebusan.

Adams meminta Thailand untuk mempublikasikan temuan penyelidikan dan membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan, "termasuk pejabat pemerintah yang terlibat."

"Penemuan ini seharusnya mengejutkan pemerintah Thailand hingga mereka mematikan jaringan perdagangan yang memperkaya pejabat tapi memangsa rakyat yang sangat rentan," tambah Adams.

"Bukan hanya menempatkan warga Rohingya di kamp-kamp perbatasan atau sel-sel imigrasi, pemerintah seharusnya memberikan keamanan dan perlindungan."

Pada pertengahan hari Sabtu, belum ada reaksi resmi mengenai kuburan massal dari junta Thailand.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Biadab, Serangan Rezim Suriah Targetkan Kamp Pengungsi Palestina Yarmuk

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Rezim Suriah Assad membom kamp pengungsi Yarmuk pada hari Jumat (02/05/2015) di Damaskus selatan, kata seorang aktivis lokal.

Ini bukan serangan pertama rezim Suriah ke arah kamp tersebut. Pada hari Rabu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengutuk serangan lain, yang dilakukan hari Selasa, dan mendesak rezim Suriah untuk "segera mengakhiri operasi militer yang bisa membahayakan nyawa warga sipil di kamp Yarmouk dan mematuhi dengan ketat kewajibannya terhadap hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional untuk melindungi warga sipil selama konflik bersenjata."

Kamp Yarmouk telah dikepung oleh pasukan Bashar Al-Assad sejak 2012 dan telah didera pertempuran sengit sejak awal April 2015.

Mustafa Abu Obaida, yang biasa berada di kamp, ​​mengatakan kepada The Anadolu Agency bahwa helikopter rezim telah menjatuhkan sembilan bom barel.

Kamp itu juga ditargetkan oleh artileri rezim, menurut Obaida.

Terlepas dari bangunan yang mengalami kerusakan parah, tidak ada korban yang dilaporkan.

"Situasi kemanusiaan di kamp semakin buruk. Orang-orang tidak memiliki akses logistik dan bantuan dasar untuk kamp tidak cukup," tambah Abu Obaida.

Kamp tersebut menjadi tempat tinggal bagi sekitar 18.000 pengungsi Palestina, termasuk hampir 3.500 anak-anak.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom