Menag Harap Masjid Sheih Zayed Solo Jadi Simbol Moderasi Beragama dan Persahabatan

SOLO(Jurnalislam.com) — Masyarakat Solo, akan segera memiliki masjid megah berarsitektur modern, bernama Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut, keberadaan masjid ini nantinya akan menjadi simbol moderasi beragama dan persahabatan.

Hal ini disampaikan Menag saat peletakan batu pertama pembangunan replika Masjid Sheikh Zayed Solo di Kampung Gilingan, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (6/3/2021).

“Masjid Raya Sheikh Zayed Solo akan menjadi salah satu mercusuar syiar Islam di Nusantara dan simbol moderasi beragama dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia dan keadilan sosial,” ujar Menag .

Ia menambahkan masjid yang akan dibangun dengan hibah penuh dari Putra Mahkota Persatuan Emirat Arab bukan hanya menjadi tempat untuk shalat berjamaah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat kegiatan dakwah, sosial dan pembinaan umat serta destinasi wisata religi yang menjunjung tinggi nilai kesucian masjid.

“Saya ingin menekankan di sini bahwa masjid adalah “lembaga risalah” yang memiliki fungsi fundamental sebagai tempat pembinaan persatuan dan kesatuan umat serta kerukunan bangsa. Masjid adalah bangunan peradaban yang memancarkan nilai, makna dan pencerahan kepada masyarakat luas,” kata Menag.

“Masjid merupakan sarana terpenting dalam upaya kita merawat moral dan mentalitas masyarakat yang bertakwa sejalan dengan misi kerisalahan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi alam semesta,” sambung Menag.

Turut dalam peletakan batu pertama Ketua Otoritas Umum Bidang Urusan Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Matar Al Kaabi, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohammed Al Mazrouei, Wakil Gubernur Jawa Tengah Gus Taj Yasin Maimoen dan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.

 

Platform Digital Berbasis Kitab Kuning Sedang Dikembangkan

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Khazanah keilmuan Islam di Indonesia tidak terlepas dari kitab kuning atau kitab turats, baik karya ulama-ulama dunia maupun nusantara, yang banyak diajarkan di pesantren. Untuk mempermudah dan memperluas akses masyarakat, Kemenag akan mengembangkan platform digital berbasis kitab kuning.

Rencana ini dibahas bersama dalam Focus Group Discusion (FGD) Desain Pengembangan Rumah Kitab, sebuah platform digital pembelajaran berbasis Kitab Kuning. FGD ini berlangsung tiga hari, 3-5 Maret 2021, di Bogor.

“Insya Allah (aplikasi) ini akan menjadi perangkat yang sangat bermanfaat bagi kita semua. Al-Mukhaafadhatu ‘alal qadiimis-shaalih wal akhdzu bil jadiidil-ashlah. Merawat tradisi (kitab kuning), mengawal inovasi (platform digital). Dan ini adalah sebuah platform digital interaktif pembelajaran kitab kuning terlengkap yang ada,” terang Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono di Bogor, Rabu (3/3/2021).

“Rumah Kitab akan mengenalkan pembelajaran berbasis kitab kuning kepada masyarakat umum yang ingin belajar Islam dari sumber yang memiliki otoritas dan kapasitas keilmuan yang jelas dan memiliki sanad keilmuan pesantren yang tersambung,” lanjutnya.

Hadir sebagai narasumber, Pengasuh Ngaji Online Kitab Ihya’ Ulumuddin, Ulil Abshar Abdalla, menyatakan, Rumah Kitab harus menjadi rujukan keilmuan yang lengkap. Tidak hanya kitab kuning yang diajarkan di pesantren saja tetapi juga harus diisi dengan referensi yang lain. Sehingga, Rumah Kitab dapat memberikan perspektif yang lebih luas dalam khazanah keilmuan Islam. Hal penting lainnya, Rumah Kitab harus menjadi tempat pembelajaran yang menyenangkan.

“Platform digital ini, jangan hanya berisi kitab-kitab kuning saja tetapi juga harus diisi dengan kitab-kitab putih. Agar lebih lengkap. Bahkan kalau perlu diberikan giveaway bagi santri-santri online nanti yang mengikuti pembelajaran dari Rumah Kitab ini,” terang Ulil.

Meneruskan gagasan Ulil Abshar, Nurman Hakim, Sutradara Film Bid’ah Cinta yang juga alumnus Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak mengungkapkan bahwa selain konten atau materi kitab kuning, penyajian dalam pembelajarannya pun harus dikemas dengan sebaik mungkin dengan menampilkan sisi sisi sinematografi.

“Dalam mengemas isi kitab kuning nanti untuk menjadi pembelajaran yang interaktif jangan melupakan sisi-sisi sinematografinya, mulai dari hal teknik, pengambilan gambar, penggunaan lensa, kamera movement, pencahayaan, komposisi, penggunaan filter dan hal-hal teknis lainnya,” ungkap Nurman.

Direncanakan, platform digital Rumah Kitab ini, akan berisi berbagai fitur. Selain kajian dan evaluasi pembejaran kitab kuning, juga berisi fitur digitalisasi kitab kuning. Penyediaan naskah atau konten kitab kuning dalam format digital yang dapat diakses secara daring maupun luring.

Juga ada fitur layanan live streaming (ngaji live) kitab kuning. Konten streaming dapat berupa kajian kitab kuning tertentu atau kajian lain yang berbasis kitab kuning. Penyedia konten dapat berasal dari pengasuh pesantren langsung atau sumber lain yang memiliki otoritas dengan kapasitas keilmuan yang jelas dan sanad keilmuan yang tersambung. Setiap sesi live streaming kitab kuning dapat diikuti oleh santri dan masyarakat luas.

 

Pembangunan Masjid Pangeran UEA di Solo Makan Biaya Rp 8 Triliun, Selama 12 Tahun

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Mulai Sabtu (6/3/2021), proyek pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo, Jawa Tengah, resmi dimulai. Pembangunan masjid yang merupakan pemberian Pangeran Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk Presiden Joko Widodo tersebut ditandai dengan acara peletakan batu pertama (groundbreaking) di lokasi proyek Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Peresmian pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama. Hadir Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohamed Faran Al Mazrouei, Kepala Otoritas Umum Urusan Islam dan Wakaf UEA, Dubes UEA untuk Indonesia Mohammed Abdullah Al Ghfeli, Dubes Indonesia untuk UEA Husin Bagis, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Selain menjadi penanda dimulainya pembangunan, groundbreaking Masjid Agung Sheikh Zayed ini menjadi momentum penting adanya kedekatan dan penguatan hubungan bilateral antara pemerintah Indonesia dengan UEA.

“Pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo ini menunjukkan kedekatan dan hubungan harmonis antara Indonesia dan Uni Emirat Arab, khususnya antara Presiden Jokowi dan Pangeran Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan yang semakin intensif dalam dua tahun terakhir,” ujar Menag Yaqut  saat peresmian groundbreaking, di Solo, Sabtu (6/3/2021).

Menurut Menag, pendirian masjid ini juga memberi arti khusus bagi kedua negara. Apalagi hak intelektual desain masjid ini juga milik Pangeran Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Desain masjid ini juga persis menyerupai Sheikh Zayed Grand Mosque, di Abu Dhabi, yang dikenal sebagai masjid terindah di dunia.

Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo yang luasnya 3 hektare direncanakan mampu menampung hingga sekitar 10.000 jamaah. Waktu pembangunan memakan waktu selama 1,5 tahun sehingga ditargetkan masjid megah ini siap digunakan pada akhir 2022 mendatang.

“Replika Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo ini memang tidak akan sebesar masjid asli, Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi yang mampu menampung 40.000 jamaah. Namun desainnya sama persis dan semua biaya pembangunan masjid ini diberikan oleh pemerintah UEA,” ujar Menag Yaqut.

Menag mengungkapkan, Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi yang luasnya 22.412 meter persegi membutuhkan waktu pembangunan hingga 12 tahun dan menelan biaya mencapai sekitar USD545 juta atau setara Rp8 triliun. Sedangkan anggaran pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo mencapai USD20 juta atau hampir Rp300 miliar yang seluruhnya ditanggung pemerintah UEA. Pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo juga akan dilengkapi dengan Islamic Center.

Menag Yaqut menambahkan, acara Groundbreaking Replika Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo juga menjadi puncak dari rangkaian kegiatan bertajuk Indonesia-Emirates Amazing Week (IEAW) 2021 yang berlangsung 1-8 Maret 2021 di empat Kota, yakni Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya.

IEAW 2021 didukung Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pariwisata, BKPM dan BUMN, serta seluruh kementerian/lembaga terkait. Selain pembangunan masjid, beberapa kesepakatan kerja sama antar kedua negara, baik yang melibatkan pemerintah dan swasta juga terlaksana dengan baik. Kerjasama tersebut meliputi bidang lingkungan hidup, ekonomi kreatif, pelabuhan laut, kedirgantaraan, dan agrobisnis.

MUI Serukan Umat Islam Indonesia Bantu Rakyat Yaman yang Kelaparan

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Prof. Sudarnoto Abdul Hakim menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya bencana kelaparan di Yaman, akibat peperangan yang masih berlanjut di negeri tersebut

Menurutnya, MUI sebagai wakil umat Islam Indonesia menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PBB atas komitmennya untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Yaman sejak perang terjadi pada tahun 2015

“MUI menyerukan kepada umat Islam Indonesia umumnya, dan Ormas Islam dan Lembaga Kemanusiaan di Indonesia khususnya untuk menggalang dana guna membantu saudara kita di Yaman yang sedang mengalami kelaparan akibat peperangan tersebut,” kata Prof. Sudarnoto dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (7/3/2021).

MUI juga mendesak semua pihak yang terlibat dalam peperangan di Yaman untuk segera melakukan gencatan senjata, dan melakukan perundingan untuk menyelesaikan pertikaian mereka secara damai sesuai dengan spirit Islam yang berarti kedamaian

“MUI menghimbau Pemerintah Republik Indonesia untuk meningkatkan koordinasi dengan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan PBB untuk membantu penyelesaian konflik di Yaman secara damai, dan membantu mengatasi bencana kelaparan di negeri itu ,” pungkasnya.

 

 

Perpres Miras Dicabut, Kenapa DPRD DKI Ngotot Pertahankan Saham Miras?

Oleh: Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Perpres No 10 Tahun 2021 tentang miras sudah dicabut. Hanya berumur sebulan. Pemerintah, dengan segala dinamikanya, telah mendengar keluhan dan protes rakyat.

Kini giliran DPRD DKI yang masih belum berkeinginan mengakomodir usulan Gubernur Anies Baswedan untuk menjual saham bir di PT. Delta Djakarta.

Pemprov DKI punya 26,25 persen saham di PT. Delta Djakarta. Angka rupiahnya sekitar 1,2 triliun. Sudah diusulkan ke DPRD untuk dilepas sejak bulan mei 2018. Tapi, belum juga dapat tanggapan.

Kenapa harus dijual? Karena “bisnis Minol” menurut Anies tak relevan dengan orientasi pembangunan Pemprov DKI.

BUMD DKI berorientasi pada public Service. Dharma Jaya melayani kebutuhan dan mengendalikan harga daging untuk masyarakat. Food Station untuk mengurus kebutuhan pokok. Pasar Jaya beroperasi di pasar rakyat agar ketersediaan pangan dan harganya stabil. PD. Pembangunan Sarana Jaya untuk membangun infrastruktur di DKI. Dll.

Kalau saham di perusahaan bir untuk apa? Gak ada relevansinya dengan orientasi pembangunan DKI, kata Gubernur DKI. Cari duit? APBD DKI 87,9 Triliun di tahun 2019. Karena pandemi, APBD DKI 2021 masih sebesar 84,1 triliun. Sangat besar. Sementara deviden dari saham bir hanya 38 hingga 100,4. miliar. Tak signifikan bila dibanding kerusakan mental dan moral warga Jakarta akibat miras.

Untuk mengontrol dan mengendalikan peredaran miras? Ah, ada-ada aja. Itu ada aturan dan mekanisme pengawasannya sendiri.

Karena itu, saham bir di PT. Delta Djakarta tak memiliki alasan untuk dipertahankan. Mesti dieksekusi “jual” karena tak memberikan kontribusi pembangunan yang signifikan.

Jika saham Pemprov DKI di PT. Delta Djakarta itu dijual, Pemprov DKI akan dapat dana segar 1,2 T. Dana sebesar ini bisa untuk membangun instalasi air bersih di satu juta warga. Atau untuk membeli 240 bus Trans Jakarta. Juga bisa digunakan untuk membangun empat rumah sakit Tipe A.

Tekat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjual saham bir ini sudah 35 bulan terganjal di DPRD. Rencana jual saham di PT. Delta Djakarta diajukan Anies sejak bulan mei 2018. Lalu Januari 2019 diajukan lagi, disusul mei 2020. Terakhir bulan maret 2021 ini. Tapi, belum juga dibahas di DPRD.

Tentu tidak semua anggota DPRD yang menolak. Faktanya, banyak anggota DPRD yang sepakat dan setuju saham bir tersebut dijual. Terutama Fraksi PKS dan PAN. Tapi, mentok di Ketua DPRD-nya.

Yang paling Ngotot untuk menghalangi penjualan saham bir ini adalah Prasetyo. Ketua DPRD DKI asal dari PDIP uji bilang: “selama saya masih ketua DPRD, tak akan saya jual saham milik DKI di PT. Delta Djakarta”

Kenapa Prasetyo sengotot itu? Inilah yang menjadi pertanyaan publik selama ini.

Apakah gagalnya Anies memenuhi janji politiknya untuk menjual saham bir di PT. Delta Djakarta akan membuat cacat track recordnya? Sepertinya tidak. Rakyat paham bahwa problemnya bukan di Anies. Tapi di DPRD. Terutama di Ketua DPRD. Anies sudah empat kali mengusulkan, tapi kewenangan ijin ada di DPRD. Dan DPRD tidak memberi ijin. Selanjutnya, yang dihadapi rakyat Jakarta terkait penjualan saham bir ini bukan lagi Anies, tapi ketua DPRD.

Saat ini momen yang tepat untuk mendesak DPRD DKI mengabulkan usulan Gubernur DKI melepas saham bir. Mumpung presiden mencabut Perpres Miras, dan rakyat sedang antusias memerangi Miras.

Masjid Pangeran UEA Sheikh Zayed di Solo Resmi Dibangun di Solo

SOLO (Jurnalislam.com)- Mulai Sabtu (6/3/2021), proyek pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo, Jawa Tengah, resmi dimulai. Pembangunan masjid yang merupakan pemberian Pangeran Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk Presiden Joko Widodo tersebut ditandai dengan acara peletakan batu pertama (groundbreaking) di lokasi proyek Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Peresmian pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama. Hadir Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohamed Faran Al Mazrouei, Kepala Otoritas Umum Urusan Islam dan Wakaf UEA, Dubes UEA untuk Indonesia Mohammed Abdullah Al Ghfeli, Dubes Indonesia untuk UEA Husin Bagis, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Selain menjadi penanda dimulainya pembangunan, groundbreaking Masjid Agung Sheikh Zayed ini menjadi momentum penting adanya kedekatan dan penguatan hubungan bilateral antara pemerintah Indonesia dengan UEA.

“Pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo ini menunjukkan kedekatan dan hubungan harmonis antara Indonesia dan Uni Emirat Arab, khususnya antara Presiden Jokowi dan Pangeran Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan yang semakin intensif dalam dua tahun terakhir,” ujar Menag Yaqut saat peresmian groundbreaking, di Solo, Sabtu (6/3/2021).

Menurut Menag, pendirian masjid ini juga memberi arti khusus bagi kedua negara. Apalagi hak intelektual desain masjid ini juga milik Pangeran Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Desain masjid ini juga persis menyerupai Sheikh Zayed Grand Mosque, di Abu Dhabi, yang dikenal sebagai masjid terindah di dunia.

Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo yang luasnya 3 hektare direncanakan mampu menampung hingga sekitar 10.000 jamaah. Waktu pembangunan memakan waktu selama 1,5 tahun sehingga ditargetkan masjid megah ini siap digunakan pada akhir 2022 mendatang.

“Replika Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo ini memang tidak akan sebesar masjid asli, Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi yang mampu menampung 40.000 jamaah. Namun desainnya sama persis dan semua biaya pembangunan masjid ini diberikan oleh pemerintah UEA,” ujar Menag Yaqut.

Menag mengungkapkan, Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi yang luasnya 22.412 meter persegi membutuhkan waktu pembangunan hingga 12 tahun dan menelan biaya mencapai sekitar USD545 juta atau setara Rp8 triliun. Sedangkan anggaran pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo mencapai USD20 juta atau hampir Rp300 miliar yang seluruhnya ditanggung pemerintah UEA. Pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo juga akan dilengkapi dengan Islamic Center.

Menag Yaqut menambahkan, acara Groundbreaking Replika Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo juga menjadi puncak dari rangkaian kegiatan bertajuk Indonesia-Emirates Amazing Week (IEAW) 2021 yang berlangsung 1-8 Maret 2021 di empat Kota, yakni Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya.

IEAW 2021 didukung Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pariwisata, BKPM dan BUMN, serta seluruh kementerian/lembaga terkait. Selain pembangunan masjid, beberapa kesepakatan kerja sama antar kedua negara, baik yang melibatkan pemerintah dan swasta juga terlaksana dengan baik. Kerjasama tersebut meliputi bidang lingkungan hidup, ekonomi kreatif, pelabuhan laut, kedirgantaraan, dan agrobisnis.

Di Rutan, Habib Rizieq Bimbing Napi hingga Jadi Mualaf

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar menyebutkan, ada dua orang yang merupakan ayah dan anak telah masuk Islam di Rutan Narkoba Bareskrim Polri. Mereka berdua menjadi mualaf atas bimbingan dari Habib Rizieq Shihab, Habib Hanif, dan Ustadz Shobri yang sama-sama menghuni di rutan yang sama.

“Hari Jum’at, 26 Februari 2021, dua orang tahanan narkoba yang merupakan ayah dan anak menjadi mualaf di Rutan Mabes Polri atas bimbingan Habib Rizieq, Ustadz Shobri dan Habib Hanif. Mereka kemudian diberi nama Muhammad Mika dan Ahmad Ridho,” ujar Aziz Yanuar, Jumat (5/3).

Aziz mengatakan, acara pengucapan dua kalimat syahadat dibuka Ketum Front Persaudaraan Islam (FPI) KH Ahmad Shobri Lubis, lalu Habib Rizieq Shihab memandu pengucapan Syahadatnya, kemudian ditutup dengan Doa oleh menantu Habib Rizieq yaitu Habib Hanif Alattas.

Pihak Keluarga mengungkapkan sebelum mengislamkan keduanya, Habib Rizieq menanyakan dan memastikan bahwa keduanya masuk Islam murni atas keinginan dari hatinya sendiri, tanpa paksaan dari siapapun.

“Sesaat sebelum masuk Islam, Habib Rizieq melakukan Verifikasi untuk memastikan bahwa kedua mualaf tersebut masuk Islam dengan kemauan sendiri tanpa paksaan / ancaman /  bujuk rayu dari pihak mana pun,” kata Aziz.

Sumber: republika.co.id

Malaysia Segera Rilis Pedoman Vaksinasi selama Ramadhan

MALAYSIA(Jurnalislam.com) Pemerintah Malaysia akan mengeluarkan pedoman vaksin Covid-19 selama Ramadhan. Pedoman ini diharapkan terbit pada akhir Maret ini.

Menteri Agama Datuk Seri Zulkifli Mohamad Al-Bakri mengatakan pedoman itu untuk memberi pemahaman yang lebih baik di antara umat Islam tentang mendapat vaksin saat berpuasa. Masyarakat diharapkan menerima suntikan pada April ini yang merupakan awal Ramadhan di negara itu.

“Pedoman vaksinasi selama Ramadhan, seperti yang sudah kita lihat di fatwa diperbolehkan dalam hal pengambilan vaksin. Namun, pedoman resmi kami akan dikeluarkan sebelum Ramadhan,” ujarnya dilansir dari Malay Mail, Jumat (5/3).

Pemerintah Malaysia juga akan mengeluarkan sertifikat vaksinasi sebagai dokumen pengesahan bagi mereka yang telah menerima suntikan vaksinasi Covid-19. Tahap kedua program imunisasi Covid-19 nasional yang sedang berlangsung melibatkan lansia berusia 65 tahun ke atas yang masuk kelompok berisiko tinggi.

Kemudian kelompok penyandang disabilitas yang semuanya melibatkan sekitar 9,4 juta orang, dan diharapkan berlangsung dari April hingga Agustus. Saat ini, fase pertama program vaksinasi sedang berlangsung di seluruh negeri.

Kegiatan ini melibatkan 500 ribu petugas di garis depan. Vaksinasi dimulai sejak 24 Februari dengan Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin menjadi orang pertama di negara itu yang menerima vaksin.

Sumber: republika.co.id

Qatar Serukan Dunia Internasional Hentikan Ujaran Kebencian terhadap Muslim

DOHA(Jurnalislam.com) – Qatar menyerukan pada komunitas dunia untuk mengambil tanggung jawab dalam meredam ujaran kebencian terhadap Islam dan umat Muslim.

Qatar menegaskan bahwa tanggung jawab itu adalah tanggung jawab yang perlu diemban bagi komunitas internasional dan semua pemerintah. Terutama di negara-negara yang mengalami peningkatan dan kebangkitan kelompok sayap kanan ekstrim, untuk menghadapi pidato kebencian yang memicu perasaan permusuhan dan kekerasan terhadap Muslim.

Dilansir di Gulf Times, Jumat (5/3), hal ini diserukan dalam pernyataan yang disampaikan oleh HE Perwakilan Tetap Qatar kepada Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Duta Besar Ali Khalfan al-Mansouri, saat berdialog secara interaktif dengan Pelapor Khusus tentang Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan pada Sidang Biasa ke-46 Hak Asasi Manusia.

HE Al-Mansouri mengatakan, Qatar sependapat dengan Pelapor Khusus tentang perlunya mengambil langkah-langkah efektif untuk mencegah diskriminasi langsung dan tidak langsung terhadap Muslim. Yakni untuk menghapus semua pembatasan yang diberlakukan pada individu untuk mewujudkan agama mereka, memerangi stereotip negatif dan diskriminatif yang dipraktikkan oleh lembaga penegak hukum, membangun dan memperkuat mekanisme untuk memantau dan melaporkan pelanggaran dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab.

Dia menambahkan bahwa laporan Pelapor Khusus mengklarifikasi konteks berbeda di mana Muslim di sejumlah belahan dunia dihadapkan pada praktik-praktik yang melanggar hak dan kebebasan mereka dalam kerangka yang disebut Islamofobia.

“Meskipun kami mengutuk keras praktik-praktik ini, kami prihatin bahwa manifestasi kebencian dan permusuhan terhadap Islam dan Muslim diwujudkan dalam stereotip negatif yang mengarah pada prasangka dan diskriminasi terhadap Muslim, yang mengarah pada pengucilan mereka dari kehidupan sosial, politik dan sipil,” ungkap dia.

Sebab menurutnya, perilaku itu kerap mengakibatkan adopsi tindakan legislatif dan eksekutif yang berkontribusi pada pelanggaran lebih lanjut terhadap hak-hak umat Muslim dunia.

Dia menyebut bahwa mengizinkan praktik-praktik ujaran kebencian kepada Muslim tidak dapat mengekspresikan nilai-nilai dunia yang beradab. Dan hal itu juga tidak dapat dibenarkan dengan dalih menyebarkan kebebasan karena kebebasan tidak berarti melanggar hak-hak orang lain.

Sumber: republika.co.id

Polri Klaim Kantongi Bukti Pembunuhan di Luar Hukum terhadap Laskar FPI

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengaku pihaknya sudah mengantongi bukti permulaan terkait dengan unlawful killing di kasus tewasnya enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Namun, dalam kasus ini pihak Bareskrim Polri juga menetapkan enam almarhum laskar FPI sebagai tersangka.

“Kita sudah dapat bukti permulaan, tinggal menyusun, melengkapi, minggu depan kami gelar naik sidik,” ujar Andi Rian saat dikonfirmasi, Jumat (5/3).

Lebih lanjut, kata Andi Rian, saat ini pihaknya masih dalam konteks penyelidikan untuk mengumpulkan bukti permulaan.

Kemudian setelah pemberkasan selesai, akan dilanjutkan dengan melakukan gelar perkara. Hal itu untuk menentukan apakah status perkara tersebut naik ke penyidikan atau tidak.

Sumber: republika.co.id