Bagaimana Peta Jalan Kemandirian Pesantren?

BOGOR(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyusun Peta Jalan Kemandirian Pesantren (PJKP). Peta jalan ini disusun sebagai tindak lanjut dari salah satu program utama Presiden Joko Widodo untuk segera mewujudkan kemandirian pesantren di Indonesia.

“Alhamdulillah, draf Peta Jalan Kemandirian Pesantren sudah memasuki tahap uji publik. Tahap awal proses uji publik kami gelar di Bogor selama dua hari, 15 – 16 April 2021,” terang Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani di Bogor, Kamis (15/4/2021).

Menurut pria yang akrab dipanggil Dhani ini, uji publik dilakukan untuk menggali masukan, saran, dan kritikan dari berbagai pemangku kepentingan. “Kami juga hadirkan perwakilan pesantren yang sudah memiliki ekonomi mapan, seperti Ponpes Sidogiri dan Ponpes Al Ittifaq Ciwedey, Bandung agar bisa ikut membahas draf peta jalan yang telah disusun,” ujar Ali Ramdhani.

“Uji publik juga menghadirkan pembahas dari Bank Indonesia (BI), Kemenko Perekonomian, dan media. Kehadiran perwakilan dari kementerian dan lembaga ini diharapkan memberikan pemahaman yang makin luas begitu pentingnya kemandirian pesantren,” sambungnya.

Ketua Pokja PJKP Hasanuddin Ali menambahkan, penyusunan draf PJKP melibatkan 30 anggota yang merupakan representasi dari stakeholder/elemen perwakilan kementerian/lembaga. Tim penyusun dipimpin oleh Alissa Wahid, putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid. Draf final PJKP ini rencananya akan diserahkan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada Presiden Jokowi dalam waktu dekat.

Menurutnya, saat ini di Indonesia terdapat tidak kurang dari 30.549 pesantren dengan jumlah santri mencapai 4,2 juta jiwa. Dari jumlah itu, hanya sebagian kecil pesantren yang memiliki keunggulan ekonomi.

Hasanuddin optimistis jika potensi yang ada dapat dimaksimalkan, pesantren yang umumnya berada di pelosok perdesaan akan menjadi kekuatan tersendiri bagi pondasi ekonomi warga. “Hal ini tak berlebihan. Sebab umumnya warga pesantren juga warga desa atau kampung,” ujar Hasanuddin.

Merujuk data Puslitbang Kementerian Agama, Hasanuddin mengungkapkan, kondisi ekonomi atau kemandirian pesantren Indonesia dapat diklasifikasikan ke dalam empat klaster. Pertama, pesantren yang tidak punya usaha sama sekali. Kedua, pesantren yang punya usaha tetapi kecil dan hanya menghidupi dirinya sendiri. Ketiga, pesantren yang memiliki usaha yang besar tetapi kurang tersentuh oleh strategi manajemen pemasaran. Keempat, pesantren yang punya usaha mandiri dan bisa menghidupi warga lain atau produknya sudah keluar daerah, bahkan ke luar negeri.

“Potensi-potensi ini harus dikelola agar menjadi kekuatan riil bagi pertumbuhan ekonomi umat dan bangsa secara menyeluruh,” terang Hasanuddin Ali, yang juga Tenaga Ahli Menteri Agama.

Hadir dalam proses uji publik ini, para Staf Khusus Menag, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghafur, serta tim penyusun PJKP.

BPJPH- LPPOM MUI Siapkan SOP Integrasi Halal

BOGOR(Jurnalislam.com)— Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama terus berupaya melakukan pengembangan aplikasi untuk mendukung layanan sertifikasi halal yang menjadi ‘core business’ tugasnya dalam penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH).

Dalam tiga hari ini, BPJPH dan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersinergi membahas penyiapan Standard Operating Procedure (SOP) integrasi data dan aplikasi layanan sertifikasi halal.

Kedua aplikasi berbasis data tersebut adalah Sistem Informasi Halal (SIHALAL) yang dikembangkan oleh BPJPH dan CEROL yang dikembangkan oleh LPPOM MUI.

Sekretaris BPJPH Muhammad Lutfi Hamid mengatakan, sebagai lembaga penyelenggara layanan publik, BPJPH perlu terus menyempurnakan layanan sertifikasi halal yang dilaksanakannya. Terlebih, amanat regulasi baru JPH, setelah terbitnya UU 11/2020 tentang Cipta Kerja dan PP 39/2021 tentang Penyelenggaraan Bidang JPH, bahwa durasi pelaksanaan sertifikasi halal dituntut untuk lebih cepat dari sebelumnya.

“Di antara upaya itu adalah mengembangkan aplikasi layanan digital. Salah satunya dengan mengintegrasikan data dan aplikasi layanan BPJPH dengan LPH yang ada. Sehingga proses sertifikasi halal dapat berjalan efektif tanpa ada hambatan yang tidak perlu, seperti entri dua kali misalnya,” kata M Lutfi Hamid, Kamis (16/4/2021).

Data yang dikelola BPJPH, lanjut Mantan Kakanwil Kemenag DI Yogyakarta ini, menjadi referensi seluruh pemangku kepentingan JPH. “Dengan adanya satu data untuk bersama yang terintegrasi dan dikelola dengan baik dalam suatu sistem informasi, maka diharapkan ini akan membantu kita semua di dalam mewujudkan proses penyelenggaraan layanan sertifikasi halal yang cepat dan akuntabel,” imbuhnya.

Pembahasan integrasi data dan aplikasi layanan kedua pihak tersebut diharapkan akan memfinalkan sejumlah hal teknis; mulai dari integrasi dan akses data antara BPJPH dan LPH, hingga mekanisme pembayaran yang perlu dilakukan dalam proses bisnis sertifikasi halal. Setelah integrasi sistem selesai, selanjutnya akan dilakukan simulasi aplikasi secara utuh. Diharapkan pada akhir Mei mendatang, hasil integrasi ini sudah bisa dijalankan untuk mendukung layanan.

Sementara itu, pengelola Sistem Informasi Halal (SIHALAL) BPJPH, Muhammad Yanuar Arief, mengatakan bahwa timeline kerja telah disusun bersama oleh tim teknis BPJPH dan LPPOM MUI. Timeline itu mulai dari finalisasi bisnis proses dan SOP, user acceptance test (UAT) pada web-service dan integrasi aplikasi, hingga simulasi aplikasi untuk memastikan kesiapan penggunaan.

“Saat ini kami terus melakukan penguatan sistem layanan SIHALAL, di antaranya dengan cara mengintegrasikan data dengan lembaga-lembaga terkait. Saat ini sistem SIHALAL juga sudah terintegrasi dengan OSS sehingga untuk pendaftaran sertifikasi halal sudah diwajibkan memiliki Nomor Induk Berusaha atau NIB,” kata Yanuar Arief.

Pengembangan SIHALAL, lanjutnya, juga akan terintegrasi dengan Lembaga Pemeriksa Halal atau LPH. Pada akhir 2021, sistem tersebut juga akan terintegrasi dengan beberapa marketplace di Indonesia seperti Tokopedia, Bukalapak, juga layanan digital LinkAja, dan lain sebagainya.

“Ini kita maksudkan agar pelaku usaha tak hanya semakin mudah untuk mengakses sertifikasi halal saja, namun sekaligus juga mendorong market produk UMK serta memperkuat pengembangan ekosistem halal kita,” pungkasnya.

Kolaborasi DD Tekno dan K3I Hadirkan Ambulans Gratis Bagi Masyarakat Bogor

BOGOR(Jurnalislam.com)–  Pecinta burung yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan beragam komunitas pecinta burung berkicau terwadahi dalam Koperasi Komunitas Kicau Indonesia (K3I). Beragam anggota komunitas yang ada, ternyata belum mampu melengkapi layanan kesehatan bagi para anggotanya. Melihat kondisi tersebut, PT. Duta Danadyaksa Teknologi (DDTekno) merupakan  unit social enterprise Yayasan Dompet Dhuafa Republika yang bergerak dibidang inovasi teknologi fundrising sosial ekonomi .

Selain itu juga sebagai MPZ DD yang menghimpun dana sosial melalui kanal digital, sebagai penyaluran dari himpunan dari donatur melalui DD Tekno dapat memberikan ambulan bagi K3I yang didapatkan melalui penghimpunan infak dan sedekah. Acara yang berlangsung di Mocca Cafe, Sindangbarang, Bogor pada Jumat (16/4/2021) tersebut, menjadi langkah DD Tekno mendukung pelayanan kesehatan masyarakat dengan bersinergi bareng K3I.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni Lukmanul Hakim selaku Stafsus Wapres yang juga Ketua Pengawas K3I, Guntur Subagja, Nasyith Majidi selaku Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Iskandar Syamsi selaku CEO PT. Duta Danadyaksa Teknologi, dan Ust. Ahmad Sonhaji, selaku Direktur Dakwah, Budaya & Pelayanan Masyarakat.

Pada sambutannya, Lukmanul Hakim mengatakan, ”Terima kasih atas niat baik dari Dompet Dhuafa melalui DD Tekno. Hari ini Koperasi Komunitas Kicau Indonesia (K3I) memiliki ambulans. K3I menaungi lebih dari seribu Komunitas Kicau Mania yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini digunakan untuk para anggota komunitas maupun masyarakat yang sakit. Sehingga yang memerlukan tindakan cepat, akan mendapatkan penanganan tepat. Banyak dari anggota komunitas yang memerlukan ambulans, namun belum terlaksana karena terbentur oleh biaya.”

“Setiap kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan memberdayakan dan melayani dhuafa menjadi target Dompet Dhuafa. Ketika hari ini dengan Komunitas Kicau Indonesia mungkin di kesempatan lain, bisa dengan yang siapapun. Sepanjang itu untuk kebaikan dhuafa,” ujar Nasyith Majidi, selaku Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika.

Hingga sampai saat ini, Komunitas Kicau Mania kurang dipandang oleh pemerintah, banyak waktu bahkan biaya yang dikeluarkan untuk membantu para anggota komunitas.

“Melihat anggota kami dari kalangan bawah nampak kesulitan dalam akses kesehatan. Dengan adanya ambulans ini, semoga dapat membantu anggota kami dalam layanan kesehatan. Baru pertama kali dari Komunitas Kicau Mania di Bogor yang menerima ambulans dari Dompet Dhuafa, terutama bagi anggota kami yang sakit, Ambulan ini dapat digunakan bukan hanya untuk akses kesehatan di wilayah Bogor bahkan bisa ke luar Kota Bogor seperti Jawa Barat hingga Jawa Tengah” jelas Deny Zaelani, Ketua Komunitas Kicau Mania Bogor.

Pemerintah Minta Polisi Tindak Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menyesalkan pernyataan Jozeph Paul Zhang yang tersebar di berbagai media massa. Wamenag menilai pernyataan itu bisa menebarkan rasa kebencian dan permusuhan kepada umat Islam.

“Saya sudah melihat videonya. Dan apa yang diucapkan Jozeph Paul Zhang dapat melukai perasaan umat Islam dan dapat menimbulkan situasi yang mengganggu harmoni kehidupan umat beragama di Indonesia,” ujar Wamenag di Jakarta, Minggu (18/4/2021).

“Saya mendukung aparat kepolisian untuk mengambil langkah-langkah hukum agar masalah ini dapat segera ditangani dengan baik dan tidak melebar kemana-mana,” sambungnya.

Kepada umat Islam, Wamenag mengimbau agar dapat menahan diri, tetap khusyuk dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadan, dan tidak terpancing dengan melakukan tindakan balasan yang dapat menimbulkan suasana semakin panas dan menjurus kepada konflik yang bernuansa SARA.

“Mari kita jaga puasa Ramadan ini dengan khusyu’ agar terpelihara dari hawa nafsu yang dapat merusak dan mengurangi pahala ibadah puasa kita,” pesannya.

Wamenag juga mengimbau kepada semua umat beragama untuk menjaga kerukunan dan persaudaraan sesama anak bangsa. Caranya, dengan saling mengedepankan sikap bertoleransi, menghormati dan menghargai keyakinan umat agama lain, agar kerukunan hidup umat beragama di Indonesia dapat terus kita pelihara.

Jozeph Paul Zhang mendadak viral di media sosial setelah melalui video menantang warga untuk melaporkannya ke polisi karena mengaku sebagai nabi ke-26. Pernyataan tersebut dibuat dalam sebuah forum diskusi via Zoom yang juga ditayangkan di akun YouTube pribadinya. Forum Zoom itu bertajuk ‘Puasa Lalim Islam’.

Nasyiatul Aisyiyah Lembata Dampingi Anak-Anak Penyintas Banjir NTT

NTT(Jurnalislam.com)–Dalam respon tanggap darurat banjir longsor di Nusa Tenggara Timur, selain menerjunkan Emergency Medical Team (EMT) nasionalnya, Muhammadiyah juga mengerahkan relawan lokal. Salah satunya adalah relawan Muhammadiyah dari Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Lembata.

Sejak tanggal 9 April 2021, Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Lembata melaksanakan pendampingan psikososial bagi anak-anak yang warga terdampak banjir longsor di beberapa posko milik pemerintah Kabupaten Lembata.

Menurut keterangan Zariah Arkiang, Sekretaris PDNA Kabupaten Lembata, layanan pendampingan psikososial dilaksanakan di tiga posko yaitu Selandoro, MIS Nursalam Lewoleba dan SMPN 1 Nubatukan, semuanya ada di Kecamatan Nubatukan.

Dari tiga tempat tersebut, ada total 60 orang anak yang ikut dalam kegiatan pendampingan. “Di posko Selandoro kami mendampingi 14 anak, MIS Nursalam Lewoleba ada 9 anak, di kedua posko ini anak-anak berasal dari Desa Lamawara dan Desa Lamawolo. Kemudian SMPN 1 Nubatukan ada 37 anak yang berasal dari desa Amakaka, Lamawara dan sekitarnya,” ungkap Zariah Arkiang.

Beberapa aktifitas yang dilaksanakan saat pendampingan psikososal kata Zariah Arkiang adalah menyanyi, mewarnai dan bermain. “Kebetulan anak-anak yang kami dampingi sebagian besar adalah Katolik, maka kami menyesuaikan dengan anak-anak dalam melaksanakan giat pendampingan,” imbuhnya.

Selain bermain, bernyanyi dan mewarnai, para relawan PDNA Kabupaten Lembata juga melaksanakan promosi kesehatan (promkes) dan sosialisasi. “Kami juga melaksanakan promkes yaitu tentang cuci tangan dan mandi. Untuk sosialisasi kami sampaikan tentang hak-hak anak. Kendalanya kami masih kekurangan media untuk melaksanakan kegiatan lebih banyak,” ujarnya.

Sementara itu Ketua PDNA Kabupaten Lembata, Faridah Ningsih mengatakan pihaknya membuka layanan di dua tempat. “Kami memberikan layanan kepada warga terdampak di dua kecamatan yaitu Nubatukan dan Omesuri. Di Nubatukan kami fokus di pendampingan psikososial, sedangkan di Omesuri kami juga membuka donasi untuk bantuan logistik. Fokus layanan kami di Omesuri karena di awal-awal bencana minim bantuan yang masuk,” katanya.

Untuk bantuan yang sudah diterima, Faridah Ningsih mengatakan wujudnya beragam. “Donasi yang sudah masuk ada uang dan barang berupa pakaian layak pakai, susu, air mineral gelas, mie instan, minyak goreng serta beras. Alhamdulillah, berbagai pihak mempercayakan bantuannya kepada kami seperti dari Orang Muda Katolik (OMK) Lembata dan perusahaan swasta di Lembata,” imbuhnya.

Dalam kegiatannya, PDNA Lembata melibatkan remaja Pashmina yaitu komunitas remaja yang dibentuk sebagai wadah para remaja dalam mengembangkan diri, bertukar pikiran tentang kesehatan, kesehatan reproduksi dan konsultasi psikologi. Pashmina adalah program unggulan nasional Nasyiatul Aisyiyah.

Resmi dilantik, Mes DKI Jakarta Siap Dukung Pengembangan UMKM Berbasis Syariah

JAKARTA(Jurnalislam.com) –Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DKI Jakarta masa bakti periode 2020-2023 resmi dilantik oleh Ketua Umum MES, Erick Thohir di Hotel Ambhara Jakarta Selatan, Sabtu, (17/4).

 

Pelantikan ini dilakukan setelah Kepengurusan MES DKI Jakarta melakukan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ditempat yang sama. Pada kesempatan ini juga turut hadir Ketua Dewan Pembina MES DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

 

Pria yang akrab disapa ET tersebut berharap dengan kepengurusan yang baru tersebut mampu meningkatkan ekonomi Indonesia dengan menggerakan ekonomi yang berbasis syariah terutama wilayah ibu kota.

 

“Secara resmi kepengurusan MES DKI Jakarta saya lantik hari ini, saya harap Pengurus baru yang baru dilantik bersedia menjalankan tugas yang sudah diamanatkan, dan menjalankannya dengan sepenuh hati. ET juga menantang MES DKI bisa menjadi motor untuk Indonesia menjadi produsen produk halal yang bisa di ekspor ke seluruh dunia ”ujarnya.

 

Serupa dengan Erick Tohir, Sandiaga salahudin Uno selaku Dewan Pembina MES DKI Jakarta menegaskan, MES DKI Jakarta harus hadir menjadi organisasi yang bisa berpihak pada rakyat. Salah satu contoh kecilnya dengan mendorong seluruh anggota MES DKI Jakarta untuk menggunakan produk-produk local, dan mendorong kepengurusan MES DKI Jakarta Periode 2020-2023 bisa optimal dalam menjalankan tugasnya.

Secara gamblang, MES mempunyai visi untuk membentuk ekonomi dan keuangan syariah yang berkontribusi signifikan dalam ekosistem perekonomian nasional. MES 2021-2023 menargetkan terciptanya peningkatan kesejahteraan, usaha syariah, serta daya saing global pelaku usaha di Indonesia.

 

Hal itulah Yang membuat MES DKI Jakarta diharapkan dapat menghadirkan terobosan-terobosan kreatif dan inovatif guna memacu pemulihan ekonomi yang tengah terpuruk akibat badai pandemi yang belum berakhir hingga saat ini.

 

Menanggapi hal tersebut Tito Maulana selaku Ketua Umum MES DKI Jakarta mempunyai sejumlah program yang akan dilakukan selama setahun kedepan. Menurutnya, salah satu program utama adalah meluncurkan aplikasi Yang berbasis syariah.

 

“Surat keputusan (Sk) itu sudah dari Desember tahun lalu, resminya Kita dilantik hari ini. Seperti Yang  dintruksikan oleh Ketum ada program yang harus dijalankan terutama untuk memajukan ekonomi syariah. Salah satunya adalah meluncurkan aplikasi berbasis syariah khusus untuk wilayah Jakarta,”jelas Tito.

 

Menurutnya, dengan aplikasi tersebut, nantinya para pelaku ekonomi syariah akan mendapatkan permodalaan Yang tentunya bersifat syariah dari asosiasi Fintec Indonesia Yang juga  berbasis syariah.

 

“Yang utama dalam setahun kedepan adalah memajukan ekonomi Syariah khususnya di jakarta dengan merangkul pelaku-pelaku umkm Yang basicnya syariah agar mendaftarkan usahanya ke aplikasi tersebut dan mendapatkan modal. Tentu saja nanti ada kurasi Yang dilakukan Secara online saat mendaftar,”katanya.

 

Sekadar informasi, Tito Maulana terpilih sebagai sebagai Ketua Umum, Fuddy Heruzady sebagai Wakil Ketua Umum I, dan Muhammad Assad sebagai Wakil Ketua Umum II pada jajaran kepengurusan MES DKI Jakarta periode 2020-2023 Secara aklamasi.

 

MES DKI Jakarta yang fokus di pengembangan perekonomian syariah ini memang dikenal cukup aktif di berbagai kegiatan-kegiatan berskala lokal, nasional, maupun internasional. Sebut saja gelaran wisata olahraga berskala internasional pernah digelarnya di 2018 yang lalu di Pulau Tidung.

 

 

  Apa Saja Menu Sehat Untuk Berbuka? Yuk Kita Simak..

TANGSEL, BANTEN – Puasa dilihat dari pandangan Kesehatan sangat bermanfaat untuk tubuh kita, untuk membersihkan saluran cerna, memperbaiki sel sel tubuh yang rusak. Meningkatkan stamina tubuh.

 

Sahur dan Berbuka puasa adalah wajib dilakukan, saat sahur di akhirkan menjelang imsyak dan saat buka disegerakan Ketika sa’at nya tiba adzan maghrib, setelah kurang lebih 18 jam kita menahan nafsu, lapar dan dahaga dengan semata hanya mengharap ridho Allah SWT.

 

Nikmat sehat yang akan kita dapatkan saat berpuasa akan maksimal kita dapatkan jika kita bijak memilih menu makanan yang sehat  terutama saat berbuka.

 

Nah ini ada tips dari Meyta Winduka Alexandria, Ahli Gizi Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa, saat dihubungi melalui WhatsApp pada (Sabtu, 17/04/2021) Bagaimana cara memilih menu sehat saat berbuka? Ada beberapa syarat yang harus di perhatikan jika kita memilih menu sehat, apa saja itu?:

 

Berbuka dengan yang manis, seperti sunnah rasul beliau berbuka dengan kurma, yang jika kita lihat kandungan nya sangat tinggi akan karbohidrat, serat dan mineral. Tiga zat gizi ini berperan penting saat kita berbuka, karbohidrat sebagai sumber energi dapat mengembalikan tenaga kita , serat fungsinya untuk mengatur lonjakan gula dalam darah. Mineral berfungsi untuk mengembalikan keseimbangan cairan dalam tubuh.

 

Ketika kita berbuka, bisa dimulai dengan memakan takjil, seperti air putih dan kurma, setelah itu kita jeda untuk melakukan sholat maghrib. Jeda ini juga berfungsi agar tubuh mencerna dulu makanan yang sudah masuk dan juga agar lambung tidak terlalu penuh. Kemudian setelah sholat maghrib barulah kita bisa makan makanan utama.

 

Selanjutnya menu utama, apa yang harus diperhatikan adalah adalah pola makan seimbang yakni terdiri dari karbohidrat, protein , lemak , vitamin dan mineral juga serat. Dan tentu saja makan dengan porsi yang cukup dan tidak berlebihan, berhentilah makan sebelum kenyang.

 

Contoh menu makanan seimbang misalnya

 

Takjil

Kurma

Air putih / t e h hangat

Tahu isi sayuran

Menu utama

Nasi

Capcay

Ayam panggang

Tahu/tempe

Buah

Selingan malam

Buah /Jus buah

Jangan lupa asupan cairan untuk tubuh berupa air putih harus tetap diperhatikan, 8 gelas (200ml) sehari dapat kita bagi di waktu sahur 4 gelas dan berbuka 4 gelas.

Selain asupan yang sehat, aktivitas jg harus dinperhatikan ya, karena dengan aktivitas, tubuh akan memecah cadangan gizi dalam tubuh untuk menjadi energi sehingga tubuh kita tetap berenergi selama puasa. Selamat berpuasa!.

 

PKB Sambut Baik Rencana Poros Islam di Pemilu 2024

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyambut baik wacana hadirnya poros Islam untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Lewat poros tersebut, diharapkan hadir program-program untuk umat Islam di Indonesia.

“Kami menyambut baik wacana itu untuk membangun poros kekuatan demokrasi dengan menawarkan ide program keumatan yang segar,” ujar Jazilul kepada wartawan, Jumat (16/4).

PKB, kata Jazilul, terbuka jika koalisi partai berbasis Islam benar-benar terealisasi untuk Pemilu 2024. Dia berharap hal tersebut tak sekadar menjadi wacana.

“Kami terbuka kemungkinan untuk bergabung bila wacana ini digagas dengan serius dan memiliki arah yang jelas bagi perbaikan masa depan Indonesia,” ujar Jazilul.

Sebelumnya, jajaran pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyambangi markas Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rabu (14/4). Sekretaris Jenderal PKS Aboe Bakar Alhabsyi menuturkan, salah satu yang ada dalam pembahasan antara kedua elite partai adalah kesamaan sebagai partai Islam.

Aboe mengatakan, pihaknya menyambut siapa pun partai yang ingin bergabung dalam perjuangan rahmatan lil ‘alamin. Dia mengakui, perjalanan koalisi menuju 2024 masih sangat panjang.

Namun, PKS menegaskan terbuka kepada partai mana pun yang bisa diajak kerja sama. “Penjajakan ini masih ada 2,5 tahun atau tiga tahun, sangat memungkinkan (poros Islam),” tutur Aboe di DPP PKS, Jakarta.

Sumber: republika.co.id

Epidemiolog: Aturan Larangan Mudik Harus Konsisten

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pakar epidemiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada dr Riris Andono Ahmad mendukung pemerintah untuk menegakkan aturan larangan mudik Lebaran 2021.

“Peraturan harus konsisten dan ditegakkan secara konsisten,” katanya.

Riris berharap masyarakat sadar bahwa mudik bisa menjadi momentum penyebaran virus. Menurut dia, salah cara meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak mudik, yakni dengan penegakan aturan.

Secara teoritis, kombinasi penindakan tegas dan kesadaran akan bahaya covid-19 bisa mencegah masyarakat melakukan mudik.”Tokoh publik dan influencer juga bisa memberikan pemahaman yang sama,” kata Riris.

Kesadaran masyarakat bahwa kasus COVID-19 masih tinggi saja kata dia belum cukup. Menurut Riris, masyarakat juga harus mematuhi larangan pemerintah karena orang yang sadar belum tentu mematuhi aturan.

“Antara sadar dan kemudian tidak melakukan, kan suatu yang berbeda. Kita sadar bahwa rokok berbahaya tetapi kalau perokok ya tetap merokok,” kata Riris.

sumber: republika.co.id

 

Ramadhan Momentum Konsumsi Pangan Berkualitas

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kantor Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten akan meningkatkan pengawasan terhadap produk makanan dan olahan yang mengandung zat kimia berbahaya selama bulan puasa di pasar-pasar tradisional, swalayan dan tempat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kepala Loka POM Kabupaten Tangerang, Widya Savitri mengatakan dalam peningkatan pengawasan produk berbahaya tersebut dilakukan untuk melindungi masyarakat dari peredaran makanan yang mengandung zat kimia dan tidak memiliki izin edar.

“Ya, tentunya kita akan meningkatkan pengawasan pada produk-produk makanan selama puasa ini, dan kita lebih meningkatkan intensitas pengawasannya pada hasil pangan,” katanya.

Hingga kini pihaknya masih menemukan produk makanan dan minuman yang dalam kemasanya rusak serta tidak memiliki izin edar dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) setempat. Selain itu, untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam membeli suatu makanan selama Ramadhan, pihaknya juga bersama instansi terkait seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Kabupaten Tangerang mengalangkan oprasi pengawasan dan penertiban secara rutin.

Sumber: republika.co.id