Kemendagri: Tidak Ada Kolom Transgender dalam KTP

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan tidak ada kolom jenis kelamin transgender dalam Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan, jenis kelamin yang ada dalam KTP-el hanya laki-laki dan perempuan. Meskipun, pihaknya tetap mengakomodasi perubahan jenis kelamin yang sudah ditetapkan pengadilan.

Hal ini menanggapi polemik yang muncul soal adanya bantuan pembuatan KTP-el terhadap transgender. Menurut Zudan, para transgender berhak mendapatkan KTP-el dengan data awal yang masuk ke Dukcapil.

“Kalau dia laki-laki, ya, dicatat sebagai laki-laki, kalau dia perempuan juga dicatat sebagai perempuan. Dicatat sesuai jenis kelamin yang aslinya. Kecuali buat mereka yang sudah ditetapkan oleh pengadilan untuk adanya perubahan jenis kelamin,” kata Zudan saat dikonfirmasi, Ahad (25/4).

Ia pun kemudian mencontohkan perubahan jenis kelamin seperti yang dialami Serda TNI AD Aprilio Perkasa Manganang. Zudan menegaskan, jika seorang transgender sudah merekam datanya, maka pasti akan tercatat menggunakan nama asli.

“Tidak dikenal nama alias. Misalnya, nama Sujono, ya ditulis Sujono, bukan Sujono alias Jenny. Mau diubah pakai nama panggilan perempuan di KTP-el? Tidak bisa, sebab urusan mengganti nama dan ganti kelamin harus ada putusan dari Pengadilan Negeri terlebih dulu,” tegas Zudan.

sumber: republika.co.id

 

Ketersediaan Bahan Baku Halal Percepat Sertifikasi Halal UMKM

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Ketersediaan bahan baku halal sangat penting dalam memudahkan dan mempercepat pelaksanaan sertifikasi halal produk usaha mikro kecil (UMK) berorientasi ekspor.

Hal itu ditekankan Plt. Kepala BPJPH Kemenag, Mastuki, dalam Workshop Diversifikasi & Adaptasi Produk Ekspor bertema “Pentingnya Sertifikasi Halal untuk Ekspor Dalam Peningkatan Daya Saing Produk Ekspor Indonesia” yang digelar Kementerian Perdagangan.

“Sertifikasi halal adalah isu penting dalam upaya kita membantu produk meningkatkan daya saing khususnya produk UMK berorientasi ekspor. Di sinilah, ketersediaan bahan baku halal menjadi sangat urgent di dalam memudahkan produk UMK bersertifikasi halal,” ungkap Mastuki, Jumat (23/4/2021).

Penggunaan bahan baku halal dalam proses produksi, lanjut Mastuki, tentu akan memangkas proses yang harus dilakukan oleh auditor halal dalam melaksanakan pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan produk tersebut.

“Jika bahan baku yang digunakan berasal dari bahan yang telah dipastikan halal, maka ini akan sekian persen memudahkan proses berikutnya dalam proses produk halal yang dilakukan. Implikasinya, tentu ini akan mempercepat proses sertifikasi halal,” jelasnya.

Lebih lanjut, mantan Juru Bicara Kementerian Agama itu menjelaskan bahwa saat ini sebagian besar bahan baku yang digunakan di dalam proses produksi UMK berasal dari industri manufaktur. Menurutnya, kendala penyediaan bahan baku halal ini merupakan salah satu tantangan bersama yang harus disikapi oleh semua pemangku kepentingan terkait dalam mendukung terwujudnya ekosistem halal dan rantai nilai halal yang di dalamnya sektor UMK semakin mudah melakukan diversifikasi dan adaptasi dalam mendukung ekspor.

“Terkait kualitas SDM dan produk UMK yang belum mampu bersaing ini menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya kita mendorong produk halal UMK untuk ekspor. Orientasi  untuk UMK naik kelas ini penting untuk menjadi gerakan kita bersama,” imbuh Mastuki.

Sebelumnya, Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kementerian Perdagangan, Olvy Andrianita, mengatakan bahwa dalam konteks perdagangan, sertifikasi halal sangat penting dilakukan khususnya di dalam upaua meningkatkan produk ekspor nasional.

“Sertifikasi halal sangat penting dalam perdagangan khususnya peningkatan ekspor kita. Karenanya kita ingin berkolaborasi dengan BPJPH untuk membantu UMK Ekspor  dapat bersertifikasi halal dan berdaya saing global,” kata Olvy Andrianita.

Dikatakannya lebih lanjut, peningkatan ekspor dan upaya membantu UMK tersebut merupakan salah satu mandat Presiden RI Joko Widodo di bidang perdagangan. Peningkatan daya saing UMK ini, termasuk dari segi kualitas desain, kemasan brand dan sertifikasi produk ekspor. Untuk mewujudkannya, tentu dibutuhkan kolaborasi antar kementerian dan inststansi terkait.

Workshop yang digelar secara virtual itu juga dihadiri oleh sejumlah narasumber lain. Di antaranya, Kepala Pusat Kerja Sama dan Standardisasi Halal BPJPH Sri Ilham Lubis, Direktur Eksekutif LPPOM MUI Muti Arintawati, Atase Perdagangan Brussel Merry A Indriasari, dan Kepala ITPC Jeddah Muhammad Rivai Abbas.

Kemenag Harap Tradisi Membangunkan Sahur Dilakukan dengan Cara yang Baik

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Bulan suci Ramadan di Indonesia akrab dengan berbagai tradisi khas. Salah satunya, tradisi membangunkan warga dengan cara-cara yang unik saat waktu sahur tiba.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama Moh. Agus Salim mengatakan, tradisi membangunkan sahur harus disampaikan dengan cara-cara yang santun, baik, dan sopan, agar keutamaan dan keberkahan tetap terjaga.

“Membangunkan sahur itu adalah perbuatan baik, tapi juga perlu dilakukan dengan cara yang santun dan baik untuk menambah kualitas kebaikan itu sendiri,” ujar Moh. Agus Salim, di Tangerang, Jumat (23/4/2021).

Karenanya, saat membangunkan sahur, perlu juga memperhatikan hak kepentingan pribadi orang lain. Jangan sampai mengganggu hak-hak orang lain. Misalnya orang yang sedang sakit, punya bayi atau anak kecil, atau pun warga non muslim.

Hal ini menurut Agus Salim, sejalan dengan semangat moderasi beragama yang dalam beberapa tahun terakhir didengungkan Kemenag. “Bahkan dalam diskursus moderasi agama tentu saja tidak hanya milik tradisi Islam, tapi juga untuk agama lainnya, ” tutur Agus.

“Dengan kemajemukan dan multikultur masyarakat Indonesia, maka pentingnya implementasi moderasi beragama di tengah kemajemukan masyarakat untuk merawat harmoni antar agama dan tradisi kebudayaan masyarakat setempat,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Subdirektorat Kemasjidan Fakhry Affan mengungkapkan, sejak tahun 1978 Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama telah mengeluarkan tuntunan penggunaan pengeras suara. Intruksi tersebut tertuang dalam KEP/D/101/1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Musalla.

“Takmir masjid juga harus tegas mengatur penggunaan alat pengeras suara atau Toa masjid, misalnya untuk membangunkan sahur pada pukul 02.30 – 03.00 dan 03.30, durasi penggunaannya cukup satu menit, dengan suara yang baik dan cara yang baik,” ujarnya

Menurut Fakhry, disinilah pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Islam rahmatan lilalamin di tengah kompleksitas kehidupan keagamaan baik masyarakat perdesaan maupun perkotaan, sebagai jalan moderat yang diejawantahkan dalam Pancasila sebagai nilai-nilai moral publik.

Tim Robotik MAN 1 Yogyakarta Juarai Kompetisi World Robot Games

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com)— Kemampuan robotik siswa-siswi madrasah terus meningkat. Ini ditandai dengan torehan beragam prestasi, tidak hanya di tingkat nasional tapi juga internasional.

Tim robotik MAN 1 Yogyakarta misalnya, baru-baru ini menorehkan prestasi internasional dalam World Robot Games. Mereka bahkan meraih tiga penghargaan sekaligus.

World Robot Games 2021 mengambil tema New World After Covid. Event ini dilaksanakan secara online (online edition) dan diikuti para peserta dari delapan negara ASEAN. Seremonial award dilaksanakan berlangsung pada 21 April 2021.

Tim robotik MAN 1 Yogyakarta mendapat penghargaan pada dua kategori. Pertama, kategori Line Tracing Senior mendapat dua medali emas. Prestasi ini diraih Fathurrahman Kafi dan Muhammad Dhesta Zhafran Purnawan.

Kedua, kategori Innovative Senior. Tim MAN 1 Yogyakarta mendapatkan Performance Awardees. Prestasi ini diraih Ajeng Purwaniaratih P, Naufal Daffa Dahlana Hastoto, Muhammad Dhesta Zhafran Purnawan dan Fathurrahman Kafi.

“Dalam kategori innovative, kami membuat  Autonomous Sterilizer Robo. Robot didesign agar bisa melakukan pembersihan area atau ruangan kerja secara autonomous,  secara berkala dengan menggunakan Sinar UV dan dapat menyemprotkan cairan disinfektan. Kami berharap pengembangan robot ini akan menjamin ruangan kerja yang bersih dan higienis,” ujar Naufal Daffa Dahlana Hastoto di Yogyakarta, Sabtu (24/4/2021).

Terkait dengan desain Autonomous Sterilizer Robo, Daffa dan timnya menggunakan komponen utama Arduino Nano sebagai kendali robot, driver motor Stepper untuk menggerakkan motor Stepper, modul Relay 2 channel untuk menghidupkan motor pompa dan lampu UV, yang dilengkapi dengan rangkaian sensor garis untuk membantu robot dalam bermanuver, dan menggunakan baterai LiPo 12V.

Sementara itu, untuk mekanik penggerak robot, menggunakan motor Stepper. Roda robot dan sebagian besar body robot terbuat dari bahan akrilik dan 3D print. Mekanik yang digunakan untuk menyemprotkan cairan disinfektan menggunakan motor pompa yang dilengkapi tangki penampung air.

Untuk mengetahui detil robot innovative MAN 1 Yogyakarta, silahkan klik link youtube berikut ini: https://youtu.be/5KQvVFvVFsM.

Sedangkan untuk melihat Award Ceremony, bisa diklik link ini https://www.facebook.com/worldrobotgames/.

“Tujuan utama robot ini adalah untuk menjamin ruang kerja yang bersih dan hieginis, tanpa campur tangan manusia sehingga dapat mengurangi resiko penularan virus corona, yang berasal dari benda dan lingkungan sekitar,” pungkas Daffa.

Panglima TNI: 53 Awak KRI Nanggala 402 Gugur

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan seluruh awak kapal KRI Nanggala-402 yang berjumlah 53 orang dipastikan meninggal dunia. Hal ini diketahui berdasarkan hasil citra bawah air secara visual menggunakan kamera.

Hadi menuturkan bagian dari KRI Nanggala yang meliputi kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, hingga baju keselamatan awak kapal MK 11 telah ditemukan.

“Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut, dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur,” ujar Hadi dalam konferensi pers, Ahad (25/4).

“Oleh karena itu dengan kesedihan yang mendalam, selaku Panglima TNI saya menyatakan bahwa 53 personel yang onboard KRI Nanggala 402 telah gugur. Prajurit-prajurit terbaik Hiu Kencana telah gugur saat menjalankan tugas di perairan utara Bali”.

“Atas nama prajurit dan keluarga besar TNI, selaku panglima saya sampaikan rasa duka cita sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga prajurit yang gugur. Semoga Tuhan yang maha besar memberikan keikhlasan, kesabaran dan ketabahan,” imbuh Hadi.

Hadi menjelaskan bahwa KRI Nanggala sebelumnya telah dinyatakan sub sunk atau tenggelam.

Ia menuturkan, tim satgas SAR telah mengerahkan seluruh kemampuan sejak Sabtu (24/4) malam untuk memastikan keberadaan KRI Nanggala. Kemudian KRI Rigel melakukan pemindaian secara lebih akurat di lokasi menggunakan magnetometer.

“Sehingga dapat menghasilkan citra bawah air yang lebih detail,” katanya.

Diketahui, setelah empat hari pencarian intensif, kemarin Sabtu (24/4) sejumlah benda berhasil ditemukan di dekat lokasi tumpahan minyak. Antara lain pelurus torpedo, pipa pendingin dengan tulisan Korea Selatan, alas yang dipakai oleh ABK untuk beribadah, solar hingga pelumasan untuk naik turun periskop kapal selam.

Selain itu ditemukan juga sponge untuk menahan panas di dalam lambung kapal sehingga tidak terjadi kondensasi.

Sumber: republika.co.id

 

Diaspora Indonesia di Turki Gelar Webinar Peran Perempuan Wujudkan Visi Indonesia 2045

ANKARA(Jurnalislam.com) – Caraka Muda Nusantara, komunitas diaspora Indonesia di Turki menggelar Webinar Kartini dengan tema “Peranan Perempuan dalam Demokrasi Mencapai Visi Indonesia Maju 2045” pada Rabu (21/04/2021). Agenda tersebut menghadirkan Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP (Wakil Ketua Komisi X DPR RI) dan Dyah Roro Esti, BA, M.Sc (Anggota Komisi VII DPR RI) sebagai narasumber dan Haka Fajriana (Mahasiswa Master Biochemistry, Sakarya University) sebagai moderator. Selain itu Ketua Dharma Wanita Persatuan KBRI Ankara, Sinta Agathia, juga memberikan welcoming speech dan secara resmi membuka acara tersebut.

 

Dalam sambutannya Ibu Dubes Sinta Agathia menyampaikan, “Hari ini kita memperingati napak tilas perjuangan Ibu Kartini. Berkat perjuangan Ibu Kartini posisi perempuan Indonesia sekarang equal dengan kaum pria, yang dahulunya tidak demikian. Sejatinya, perempuan berperan penting dalam mendidik generasi penerus bangsa yang cerdas dan unggul. Sehingga, kemajuan suatu bangsa itu tergantung dari kemajuan kaum perempuan itu sendiri”.

 

Selanjutnya moderator Haka Fajriana memantik pertanyaan mengawali seminar kali ini, “Ada dua tema yang akan disampaikan dalam webinar ini, pertama adalah peranan perempuan dalam politik kebangsaan. Sedangkan tema kedua adalah peranan milenial dalam pelestarian lingkungan hidup. Kemudian, bagaimana sebenarnya Ibu Kartini menginspirasi perubahan bagi perempuan Indonesia saat ini?”.

 

Menanggapi pertanyaan tersebut Hetifah Sjaifudian menyebutkan bahwa, “Kita mencapai banyak kemajuan terkait tingkat keterwakilan perempuan dalam politik dibandingkan periode sebelumnya. Dalam pemilu 2019, persentase caleg perempuan telah mencapai 40,08 persen tetapi yang terpilih sebagai anggota dewan adalah 20,8 persen. Tingkat keterpilihannya masih rendah sehingga dibutuhkan upaya lebih untuk mencapai keterwakilan 30 persen perempuan di parlemen”.

 

“Kehadiran perempuan dalam demokrasi adalah simbol terkait nilai perilaku dimana perempuan dianggap lebih bersih, lebih partisipatif, dan lebih peduli terhadap kaum marjinal. Selain itu juga kehadiran legislator perempuan bisa menghasilkan kebijakan yang pro-perempuan. Para Kartini masa kini diharapkan dapat melanjutkan cita-cita dan perjuangan Ibu Kartini dalam memajukan kaum perempuan”, ungkap Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut.

 

Terkait representasi perempuan dalam posisi publik dan pemerintahan, Hetifah menyatakan, “Tugas kami adalah membukakan pintu agar lebih banyak perempuan berpeluang menduduki posisi publik. Kami berupaya untuk membuka sistem agar partai politik lebih ramah dan terbuka untuk perempuan. Selain itu juga saat ini kita telah memiliki ketua DPR, ketua komisi dan bahkan para menteri perempuan. Kita harus ubah pola pikir dan menegaskan bahwa perempuan Indonesia sudah selayaknya mampu untuk berkontribusi di dunia politik”.

 

Sementara itu Dyah Roro Esti menjelaskan peran perempuan dalam isu lingkungan, “Salah satu faktor dalam mencapai Indonesia Emas 2045 adalah ketahanan energi dan komitmen lingkungan hidup dan pembangunan rendah karbon. Sebagai anggota parlemen perempuan saya terlibat untuk mendorong kebijakan yang mendukung pembangunan berkelanjutan dalam mencapai visi tersebut”.

 

Dyah selanjutnya menyampaikan partisipasi milenial dalam aksi penyelamatan lingkungan, “Kemudian, harus ada bottom up approach, kita pernah terjun bersama anak muda melakukan riset lingkungan dan menemukan bahwa 60 persen sampah yang ditemukan di kawasan pantai adalah plastik. Jadi ini merupakan masukan tersendiri bagi pemerintah daerah dan pusat dalam merumuskan suatu kebijakan lingkungan yang komprehensif”, kata Co-Founder The Indonesian Energy and Environmental Institute tersebut.

 

Dyah kemudian menjelaskan motivasinya untuk terlibat dalam aktivitas politik di usianya yang masih muda, “Saya merasa terpanggil untuk masuk ke dalam politik, karena jika kita berada di dalam sistem kita dapat melakukan perubahan dalam lingkup yang lebih besar dan dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat luas”.

 

Webinar Kartini ini dihadiri secara online oleh puluhan diaspora dan pelajar di Indonesia dan Turki. Agenda ini juga didukung oleh berbagai organisasi diaspora seperti PPI Ankara, Radio PPI Turki, Gelin Indonesia Ankara, KAMMI Turki, Bale Institute, Seputar Kampus dan Indonesia Youth Foundation.

Pameran 40 Peninggalan Nabi Digelar di Jakarta

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pameran Artefak Baginda Nabi Muhammad Saw resmi digelar di Hall Convention Jakarta Islamic Centre Koja, Jakarta Utara, Jum’at (23/4). Pameran ini menampilkan 40 item peninggalan nabi seperti serban, pedang, tongkat nabi, dan lainnya. Selain itu,  pameran ini juga menampilkan artefak sahabat nabi dan Khalifah Utsmani.

Ketua Panitia Pameran Artefak Pameran Artefak Baginda Nabi Muhammad Saw, Ekky Pitung menjelaskan, pameran ini berlangsung selama 10 hari pada 23 April sampai 3 Mei 202 di Hall Convention JIC dan dibuka mulai pukul 08.00 WIB sampai sore hari.

“Pameran ini menampilkan 71 item lebih artefak Nabi, sahabat, Khalifah Usmani, dan lainnya. Barang yang dipamerkan seperti terompah, serban, pedang, tongkat Nabi Muhammad SAW. Selain itu juga ada pameran kaligrafi karya Arif Syukur yang baru pertama kali ditampilkan,” ujar Ekky dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Jum’at (23/4).

Pameran peninggalan Rasulullah ini dibuka secara resmi oleh Asisten Kesra Walikota Jakarta Utara, Wawan Budi Rahman. Menurut Wawan, pameran ini sangat penting bagi umat Islam untuk lebih mengenal Rasulullah.

“Pameran Artefak Baginda Nabi Muhammad Saw ini penting bagi masyarakat Indonesia khususnya ummat muslim untuk mengenal lebih dekat sosok Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya” ucap Wawan

Wawan mengatakan, pameran ini bertujuan agar masyarakat bisa lebih mengetahui dan meneladani sifat-sifat baik Nabi dan para sahabatnya. Pameran ini juga diharapkan bisa menginspirasi umat Islam Indonesia.

“Juga menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah dan sahabatnya agar dapat mempratikkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Wawan.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Jakarta Islamic Centre Ahmad Juhandi menjelaskan, pengunjung pameran artefak nabi  Muhamamd ini hanya dibatasi 25 persen sesuai dengan peratauran yang belaku. Di tengah pandemi Covid-19 ini, menurut dia, panitia juga memberlakukan protokol kesehatan yang ketat.

“Setiap pengunjung harus mencuci tangan, menggunakan masker, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penularan Covid-19. Alhamdulillah tadi para peserta pembukaan dites antigen dulu. Semoga pameran ini berjalan dengan lancar dan aman,” jelas Juhandi.

Sumber: ihram.co.id

 

Eks Mendikbud Minta Investigasi Kamus Sejarah Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Eks menteri pendidikan dan kebudayaan Muhadjir Effendy tersenggol kasus Sejarah Indonesia. Kamus ini menjadi polemik dan sorotan setelah ketahuan tidak menyantumkan tokoh pejuang dan pendiri PBNU Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari.

Muhadjir yang kini menjabat sebagai menteri koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mengaku, sewaktu menjabat mendikbud, ia tidak diberitahu perihal penyusunan kamus itu.

Muhadjir baru mengetahui ihwal penyusunan kamus pada periode ia menjabat setelah diberitahu Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid. Hilmar memberitahui Muhadjir setelah kasus Kamus Sejarah Nasional itu mengemuka dan menjadi sorotan.

PBNU meminta kamus segera direvisi. Mendikbud Nadiem Makarim pun langsung melakukan silaturahim maraton dengan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, putri Gus Dur Yenny Wahid, dan Ketum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Muhadjir mengusulkan, sebaiknya Kemendikbud membentuk tim investigasi internal untuk menuntaskan persoalan kamus ini. “Kalau persoalan itu dipandang serius,” kata Muhadjir dalam rilis, Jumat.

Ia menerangkan, kamus sejarah itu adalah proyek penyusunan pada Direktorat Sejarah Dirjen Kebudayaan Kemendikbud tahun 2017. Direktorat ini sudah dibubarkan alias dilikuidasi. Namun Muhadjir mengetahui bahwa orang-orang yang terkait penyusunan kamus itu masih ada di kementerian. “Biar jelas duduk persoalannya, dan tidak jadi fitnah,” kata dia, menegaskan.

Buku Kamus Sejarah Indonesia ada dua jilid. Buku ini berisi paparan singkat perihal tokoh tokoh bangsa dan peristiwa penting. Buku ini cukup tebal, mencapai 700 halaman. Pada bagian redaksionalnya dituliskan yang menjadi pengarah pada penulisan itu adalah Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid dan Direktur Sejarah Triana Wulandari.

Dalam pernyataan resminya beberapa hari lalu, Kemendikbud akhirnya resmi menarik kamus tersebut dari laman rumah belajar Kemendikbud. Hilmar menjelaskan, kamus tersebut disusun pada 2017. Ia menyebut penyusunan kamus itu belum tuntas dan semestinya dilanjutkan. Namun tahun anggaran berikutnya tidak dilanjutkan. Pada 2019, Kemendikbud membangun website rumah belajar kemendikbud sebagai portal belajar online. Kemendikbud berinisiatif memasukkan seluruh buku digital yang pernah disusunnya ke dalam portal tersebut, termasuk kamus itu.

Hilmar mengatakan, penarikan buku ini dilakukan karena pihaknya ingin memastikan permasalahan kekurangan yang ada di buku sejarah bisa diselesaikan. “Kita tidak mau sama sekali ada problem seperti ini,” kata Hilmar, dalam telekonferensi, Selasa (20/4).

Sumber: republika.co.id

Saudi Umumkan Persyaratan Perjalanan

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Saudi Arabian Airlines mengumumkan akan secara teratur memperbarui persyaratan perjalanan untuk tujuan internasional dan itu didasarkan pada keputusan yang diambil oleh otoritas Saudi. Operator nasional telah mengunggah cuitan di akun Twitter resminya tautan (https://bit.ly/3suX5k1) dengan daftar negara.

Saudia telah bersiap untuk melanjutkan penerbangan internasional reguler setelah layanan tersebut ditangguhkan lebih dari setahun yang lalu karena pandemi Covid-19. Tautan Saudi baru telah menentukan daftar negara yang perjalanannya diperbolehkan dan tidak serta saran umum. Ini termasuk verifikasi kriteria kelayakan untuk perjalanan yang diperkenalkan oleh setiap negara dan memperoleh izin.

Maskapai tersebut menekankan bahwa kondisi dan prosedur dapat terus diperbarui tanpa pemberitahuan sebelumnya. Penumpang harus memeriksa informasi terbaru tentang kondisi dan pedoman yang diperlukan untuk melakukan perjalanan dari sumber resmi sebelum melakukan perjalanan dan harus mendapatkan sertifikat tes medis PCR dari salah satu pusat pemeriksaan yang disetujui di Arab Saudi.

Dilansir Saudi Gazette, Jumat (23/4), perlu dicatat Saudi baru-baru ini mengumumkan bahwa penangguhan semua penerbangan internasional akan dicabut mulai pukul 01.00 pagi waktu setempat pada Senin, 17 Mei nanti. Kementerian Dalam Negeri juga mengumumkan penangguhan masuknya ekspatriat dari 20 negara ke Saudi sebagai bagian dari langkah-langkah untuk memerangi virus korona dan efektif mulai 3 Februari.

Keputusan tersebut termasuk mereka yang datang dari negara lain jika mereka telah melewati salah satu dari 20 negara ini selama 14 hari sebelum aplikasi mereka pergi ke Saudi. Tindakan tersebut mengecualikan warga negara Saudi, diplomat asing, praktisi kesehatan, dan keluarga mereka.

Dua puluh negara tersebut adalah Argentina, Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Indonesia, India, Jepang, Irlandia, Italia, Pakistan, Brasil, Portugal, Inggris, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Konfederasi Swiss, Prancis , Lebanon, dan Mesir.

sumber: ihram.co.id

Pemerintah Ingatkan Warga Patuhi Larangan Mudik

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta masyarakat mematuhi larangan mudik Lebaran untuk menghindari peningkatan kasus usai periode libur panjang.

“Seperti sudah beberapa kali kami sampaikan bahwa dalam libur panjang selama ini selalu diikuti dengan peningkatan kasus sejak tahun lalu,” kata Wiku dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (23/4).

Karena itu, pemerintah mengeluarkan larangan mudik yang berlaku pada periode 6-17 Mei 2021 dan pengetatan mobilitas perjalanan dalam negeri pada periode sebelum masa larangan mudik dan sesudahnya, yaitu 22 April hingga 5 Mei 2021 dan 18 Mei hingga 24 Mei 2021.

Ketentuan larangan mudik dan pengetatan mobilitas itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 selama Ramadhan serta adendum yang mengaturnya. “Pemerintah ingin betul-betul menjaga pada saat Ramadhan dan Idul Fitri ini, tidak memicu peningkatan kasus setelah Ramadhan dan juga dengan libur Idul Fitri,” ujar Wiku.

Dalam konferensi pers tersebut, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan juga mengatakan MUI bersama organisasi kemasyarakatan lain akan terus mendorong literasi, sosialisasi, dan edukasi pentingnya protokol kesehatan. “Sehingga, dengan mementingkan protokol kesehatan ini, kita akan merasa nyaman, aman, dan diri kita termasuk sudah memberikan kontribusi kepada masyarakat tidak menimbulkan penularan atau kasus penyebaran Covid-19,” katanya.

Amirsyah juga menegaskan protokol kesehatan sangat penting untuk dilakukan dan merupakan bagian dari ibadah.

 

Sumber: republika.co.id