Spiritual dan Iman Diperlukan dalam Menghadapi Wabah

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Satgas Penanganan Covid-19 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempunyai slogan “Iman, Imun dan Aman.” Untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya iman saat pandemi, Republika menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Youtube Republika Official berjudul “Tips Memperkokoh Iman di Kala Pandemi.”

Wakil Pemimpin Redaksi Republika Nur Hasan Murtaji mengatakan tema tips memperkukuh iman di kala pandemi ini tema yang sepele tapi penting. Kalau di slogan Satgas Penanganan Covid-19 BNPB, sebenarnya iman ini ditempatkan di urutan pertama.

“Namun tampaknya slogan yang pertama menjadi pembahasan yang terakhir di beberapa kesempatan, malah yang diutamakan imun duluan, kemudian aman,” kata Hasan di Youtube Republika Official, Senin sore (13/9).

Ia menerangkan, menjaga imun artinya memperbanyak asupan gizi sehingga tubuh bisa sehat terus dan selalu dalam kondisi prima meski di tengah pandemi. Ia menambahkan, cara menjaga aman dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) di manapun berada.

Tujuannya untuk menghindari potensi tertular atau menularkan Covid-19. Karena itu, dalam beraktivitas di manapun mesti menjaga jarak fisik dan jarak sosial, tapi tidak menghalangi untuk berinteraksi dengan siapa pun.

“Namun masalah iman ini meski diurutan pertama (dalam slogan) tapi ia diakhirkan,” ujarnya.

Hasan mengatakan sekarang ada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Muhammad Cholil Nafis dan Ketua Asosiasi Takmir Masjid Daerah Istimewa Yogyakarta Ustadz Jumarodin.

“Karena imun dan aman tanpa iman menjadi percuma, sebagaimana kita harus memahami dan mengerti betul apa tujuan kita hidup di dunia ini,” kata Hasan.

Sumber: republika.co.id

 

Santri Didorong Jadi Digitalpreneur

JAKARTA(Jurnalislam.com) – – Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam tertua dalam sejarah bangsa. Selain lembaga pendidikan, sejarah juga mencatat bahwa para tokoh ulama dan para santri dikenal sebagai pejuang digarda terdepan yang rela berkorban untuk kemerdekaan Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, semangat dan daya juang para santri terdahulu harus tetap dikobarkan dan terus diadaptasi sesuai dengan perkembangan zaman hari ini. Pihaknya mengajak dan mengundang seluruh pesantren untuk menghidupkan dan melanjutkan semangat perjuangan dengan menunjukan bahwa santri Indonesia mampu memenangkan persaingan global dengan menghasilkan karya-karya terbaik.

 

Dalam menghadapi era industri 4.0 yang serba digital, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang professional, kempetitif dan kompeten. Tidak hanya pelajar, mahasiswa, industri, akadmisi dan masyarakat umum, keberadaan para santri yang kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital sekaligus teguh menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur bangsa yang baik.

Mengingat jumlah santri yang sangat besar dan tersebar diseluruh indonesia, keberadaan para santri diharapkan dapat ikut berpartisipasi dalam pembangunan perekonomian khususnya sektor teknologi dan digital. “Kami berharap para santri akan menjadi “new content creator” yang dapat menghasilkan karya dan produk kreatif digital yang berkualitas dan dapat menjadi media dakwah serta berguna bagi kemaslahatan umat, bangsa dan negara,” ujar Sandi, Selasa (14/9).

Untuk itu, pihaknya meluncurkan program Santri Digital Preneur Indonesia yang diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan para santri. Kegiatan Santri Digital Preneur Indonesia ini berupa pelatihan dalam rangka pengembangan ekosistem yang melibatkan para pelaku industri sebagai mentor pembimbinganya.

Kegiatan ini difokuskan pada lingkup ekonomi kreatif yang berfokus pada pengembangan konten digital dan pengelolaan Intelectual Property secara komprehensif, sehingga bisa menghasilkan nilai tambah secara maksimal. Di dalam program ini, para santri bukan hanya diajarkan keterampilan membuat konten akan tetapi juga dikenalkan bagaimana bisa menghasilkan produk-produk turunan dari sebuah hasil karya digital intelectual property seperti merchandising, licensing dan activations.

Dengan demikian diharapkan ke depan program ini dapat menghasilkan hasil karya yang dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi para santri dan mampu menghidupkan ekonomi pesantren.

Para peserta terdiri dari para santri, perwakilan Organisasi Masyarakat Islam, serta perkumpulan. Berbagai pelatihan yang akan diberikan antara lain, Digital Creative Content, yaitu pembuatan animasi dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D). Selain itu, akan diberikan pula pelatihan mengenai Creative Audio Production, yaitu pembuatan podcast, belajar menjadi dubber/pengisi suara, serta menjadi content creator.

“Saya berharap, kegiatan ini adalah merupakan langkah kongkrit yang dapat menghasilkan karya kreatif yang baru dan memiliki nilai manfaat untuk ummat bangsa dan Negara,  dan saya mengundang kepada seluruh pesantren dan santri untuk bergabung dan bersatu untuk bergerak maju untuk Indonesia Bangkit,” tegasnya.

Menurut Sandi, santri Digital Preneur Indonesia tahun 2021 adalah merupakan pilot project yang diluncurkan dan merupakan rangkaian dalam rangka menyambut momentum hari santri nasional pada tanggal 22 Oktober mendatang. Diharapkan, acara ini dapat terlaksana dengan sukses, sehingga dapat dilaksanakan Kembali Santri Digitalpreneur Indonesia tahun 2022 dengan lebih banyak lagi penambahan jenis pelatihan seperti coding, games, web development, digital marketing dan pelatihan program entrepreneurship lainya dalam rangka mendorong ekonomi kreatif dengan target peserta adalah 1.000 pondok pesantren.

“Dan ke depan program ini diharapkan bisa terus berkesinambungan guna menjadikan para santri pemain utama dalam industri kreatif yang bisa mengharumkan nama Indonesia di mata dunia,” tutur Sandi.

Sumber: republika.co.id

Tren Kasus Turun, Epidemiolog Minta Warga Tetap Waspada Penularan Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ahli epidemiolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Riris Andono Ahmad, meminta masyarakat di tetap waspada meskipun kasus Covid-19 terus menunjukan tren penurunan. Riris meminta masyarakat tidak lalai, dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Saat kasus terus menurun, masyarakat diimbau jangan sampai kebablasan menyikapi kondisi itu karena selalu ada potensi kasus naik lagi,” katanya di Jakarta, Selasa (14/9).

Pada Senin (13/9) penambahan kasus baru Covid-19 tercatat 2.577, angka terendah sejak Juli 2021. Kendati demikian, tetap berperilaku aman dan hati-hati wajib dilakukan setiap orang.

Menurutnya, kasus Covid-19 memang seharusnya terus menurun, salah satunya dikarenakan pemerintah terus melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat secara berkesinambungan. Penurunan kasus Covid-19 juga dikarenakan adanya kombinasi antara kebijakan PPKM dengan program vaksinasi yang terus diupayakan pemerintah.

Dua hal itu akan semakin maksimal bila masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. “PPKM memang fokus pada pengaturan mobilitas masyarakat. Sekarang tinggal pengaturan mobilitasnya seberapa ketat menggunakan tingkatan PPKM,” ujarnya.

Penegakan sikap tegas dan konsisten tetap perlu diberlakukan bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan karena bisa mempercepat penurunan kasus Covid-19. “Kalau melanggar tentu dapat memberlakukan denda atau sanksi, dan yang disiplin juga harus diapresiasi,” katanya.

Pemerintah memutuskan kembali memperpanjang PPKM sampai 20 September 2021. Ketua Satuan Tugas PPKMPulau Jawa-Pulau Bali, Luhut Pandjaitan, mengatakan pemerintah akan terus memberlakukan PPKM di Pulau Jawa dan Pulau Bali, maupun di luar kedua pulau itu dengan evaluasi setiap pekan.

“Arahan presiden, perintah kepada kami, kita tidak akan mengakhiri PPKM ini sampai betul-betul Covid-19 terkendali,” ujarnya.

Luhut juga mewanti-wanti masyarakat di wilayah yang mengalami penurunan tingkatan PPKM, jangan sampai terjadi euforia yang akan menimbulkan masalah baru atau peningkatan kasus.

Sumber: republika.co.id

Baznas Buka Beasiswa Universitas Al Azhar

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membuka pendaftaran Beasiswa Cendekia Baznas Luar Negeri di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir angkatan ke-2 tahun 2021.

“Beasiswa ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang telah dinyatakan lolos di Universitas Al-Azhar berdasarkan pengumuman Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI,” kata Kepala Lembaga Beasiswa Baznas (LBB) Sri Nurhidayah dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Senin (13/9).

Ia menjelaskan, Beasiswa Cendekia Baznas Al-Azhar, Kairo merupakan program beasiswa  bagi para lulusan SMA/SMK/MA sederajat yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Pembukaan beasiswa Cendekia Baznas  Al-Azhar Mesir tahun ini merupakan beasiswa angkatan kedua.  “Angkatan pertama dibuka tahun 2019 lalu, sedangkan 2020 dikarenakan pandemi  dan dari Kemenag tidak membuka pendaftaran maka Lembaga Beasiswa Baznas juga tidak mengadakan seleksi pembukaan beasiswa,” ujarnya.

Beasiswa Baznas yang diberikan tahun ini lebih banyak kuoatanya dibandingkan dengan tahun sebelumnya.  “Jika pada  tahun 2019 ada 40 peserta beasiswa, maka pada tahun ini akan diterima sebanyakk 60 peserta dengan bantuan hingga lulus atau maksimal 5 tahun masa studi,” tuturnya.

Nurhidayah memaparkan persyaratan untuk memperoleh Beasiswa Cendekia Baznas Al-Azhar angkatan 2 tahun 2021 sebagai berikut: merupakan calon mahasiswa baru non beasiswa S-1 Universitas Al Azhar yang telah dinyatakan lulus berdasarkan peserta yang telah lulus sesuai Pengumuman Pendis Kemenag B-1400/Dt.I.III/PP.0  tanggal 11 Mei 2021;  mengisi formulir pendaftaran online di https://bit.ly/daftar-bcbalazhar2021; melampirkan pas foto, KK, KTP, SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu), Ijazah SMA Sederajat, Melampirkan Surat Persetujuan Orang Tua dan Melampirkan Surat rekomendasi; dan  membuat esai dengan judul “Kuliah di Al-Azhar dan Rencana Pasca Lulus”.

Adapun beasiswa yang diberikan adalah program pendampingan dan pembinaan;  subsidi bantuan tiket pesawat senilai Rp 4.200.000,00/peserta; dan uang saku Rp 700.000,00/bulan/peserta selama masa pendidikan bagi yang berprestasi (evaluasi dilakukan setiap semester).

Jadwal Seleksi sebagai berikut: pendaftaran daring (on line) tanggal  6 – 17 September 2021; seleksi berkas tanggal  17 – 22 September 2021; pengumuman lolos seleksi berkas: tanggal 23 September 2021; wawancara tanggal 27 -30 September 2021; dan  pengumuman 60  peserta beasiswa tanggal 15 Oktober 2021.

 

Sumber: republika.co.id

Sentra Vaksinasi Masyarakat Diapresiasi

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin meninjau pelaksanaan vaksiansi Covid-19 di Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat yang diadakan oleh Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), Selasa (14/09/2021).

Sebagaimana data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan pada tanggal 13 September 2021, cakupan vaksinasi Covid-19 di wilayah DKI Jakarta sangat tinggi. Dari sasaran 8.395.427 orang, tercatat sebanyak 10.3 juta orang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 7.1 juta orang telah mendapatkan dosis kedua. Namun, untuk lebih meningkatkan capaian tersebut, pemerintah bersama dengan seluruh jajaran terkait terus melakukan percepatan pemberian vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat di setiap jenjang usia yang diperbolehkan menerima vaksinasi.

Oleh karena itu, dalam peninjauan ini, Wapres yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi, Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian, dan Ketua Asosiasi Rumah Sakit Vertikal Indonesia (ARVI) Lies Dina Liastuti, melihat langsung pemberian vaksinasi kepada masyarakat umum serta pemberian dosis ke-3 vaksinasi Covid-19 untuk tenaga kesehatan yang mendapatkan undangan melalui P-Care.

“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kolaborasi pentahelix yang telah dibangun, terutama dukungan dari para donatur dan sponsor sehingga kegiatan sentra vaksinasi ini dapat terlaksana,” tutur Wapres.

Lebih lanjut Wapres pun menekankan bahwa program vaksinasi berperan penting dalam terwujudnya keberhasilan penanganan pandemic Covid-19. Sebab, vaksinasi dapat menciptakan kekebalan komunitas/herd immunity yang membantu menekan laju penyebaran virus. Namun, pelaksanaan vaksinasi juga harus ditunjang oleh kemampuan pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) serta ketangguhan masyarakat untuk disiplin menegakkan protokol kesehatan 3M.

Untuk itu, Wapres mengimbau agar pelaksanaan vaksinasi di Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat harus tetap menerapkan protokol kesehatan agar tidak terciptanya klater baru penyebaran Covid-19 dari klaster sentra vaksinasi.

“Saya harap pelaksanaan sentra vaksinasi Covid-19 yang diinisiasi ILUNI UI di The Media Hotel and Tower ini tetap memperhatikan dan mengutamakan protokol kesehatan, untuk menghindari terjadi klaster penularan baru,” pungkas Wapres.

Sebagai informasi, dalam rangka mendukung program percepatan vaksinasi, ILUNI UI bekerjasama dengan 10 ARVI yang terdiri dari RSCM, RS Fatmawati, RSPI Sulianti Saroso, RS PON, RS Soeharto Herdjaan, RSKO Jakarta, RS Persahabatan, RSJ Harapan Kita, RSAB Harapan Kita, dan RSK Dharmain, didukung Bakti Kominfo menyelenggarakan sentra vaksinasi dengan target 2.000 orang peserta per hari. Program ini dilaksanakan pada 22 Juli sampai dengan 17 September di The Media Hotel and Towers, Jakarta mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB.

BWI Siapkan Kurikulim Pelatihan Nazir

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Badan Wakaf Indonesia (BWI) mempersiapkan langkah strategis dalam mengatasi kelemahan nazir di Indonesia. Pelatihan asesor dan rumusan kurikulum pelatihan nazir diharapkan tuntas tahun ini.

“Karena nazir inilah yang akan menciptakan public trust bahwa wakaf itu dikelola secara benar oleh nazir. Apalagi ketika nazir sudah tersertifikasi, maka dia punya nilai plus selain mampu mencatat seluruh aset wakaf baik bergerak atau tidak bergerak,” tutur Komisioner BWI Susono Yusuf, Senin (13/9).

Dia menambahkan, BWI ingin menuntaskan proses sertifikasi profesi nazir. Sehingga, para nazir nantinya memenuhi kompetensi sesuai standar nasional yang dirumuskan bersama Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Ketenagakerjaan, dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Untuk itulah, sekarang ini tahapannya sudah sampai di pelatihan asesor agar para asesor bisa mengedukasi teman-teman nazir sekaligus mengajak nazir agar berminat mengikuti sertifikasi,” tutur dia.

Sumber: republika.co.id

Ketersediaan Vaksin Cukup untuk 77 Persen Masyarakat

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa dan Bali telah mengalami penurunan level dari 4 menjadi 3. Syarat dari penurunan level PPKM ini, selain dipengaruhi oleh penerapan protokol kesehatan, data kasus harian Covid-19 dan positivity rate, juga ditentukan oleh terciptanya kekebalan kelompok di masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah mendukung percepatan pemberian vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat kekebalan kelompok di Indonesia dapat terbentuk.

“Pemerintah ingin mempercepat proses vaksinasi terutama untuk yang [dosis] pertama dan yang [dosis] kedua, untuk mengejar kekebalan kelompok. Karena kita ingin kalau bisa akhir 2021 Desember ini, sudah semua tervaksin, sehingga kita bisa memperoleh immunity (imunitas),” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat memberikan keterangan pers usai meninjau Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat yang diinisiasi oleh Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), di The Media Hotel and Towers, Jakarta, Selasa (14/09/2021).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, bahwa pemerintah memiliki target dalam menentukan penurunan kembali level PPKM. Apabila PPKM akan diturunkan dari level 3 ke level 2, maka 50 persen dari jumlah populasi masyarakat di suatu daerah harus sudah tervaksin Covid-19. Sedangkan, untuk penurunan dari level 2 ke level 1, 70 persen dari total populasi harus sudah mendapatkan vaksinasi. Untuk itu, vaksinasi merupakan faktor penting dalam pengendalian PPKM di berbagai wilayah di Indonesia.

“Vaksin ini menjadi salah satu penentu untuk turunnya level,” terang Wapres.

Terkait ketersediaan vaksin, Wapres menjelaskan bahwa pemerintah telah mendatangkan jumlah yang cukup untuk diberikan kepada 77 persen dari total masyarakat. Namun, ia juga melihat bahwa proses pemberiannya memerlukan waktu yang tidak sedikit. Sehingga, sebagai upaya akselerasi pemberian vaksinasi ini, diperlukan kontribusi dari berbagai pihak selain dinas-dinas kesehatan.

“Tapi memang proses vaksinasinya itu memerlukan waktu. Sehingga, pemerintah mengerahkan disamping dinas-dinas dari kesehatan, kemudian TNI, kemudian Polri, BKKBN, dan dibantu juga oleh berbagai kalangan lembaga pendidikan dan lembaga-lembaga lain seperti yang hari ini juga saya melihat itu oleh ILUNI UI kerja sama dengan Media Grup,” urai Wapres.

Taliban Perketat Perbatasan dengan Pakistan

ISLAMABAD(Jurnalislam.com) — Taliban pada Senin (13/9) menutup gerbang perbatasan Torkham, yang merupakan titik persimpangan utama antara Pakistan dan Afghanistan. Gerbang tersebut ditutup untuk pergerakan pejalan kaki.

Seorang pejabat yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan, penutupan dilakukan setelah Taliban mengizinkan warga Afghanistan untuk melintasi perbatasan dan masuk ke Pakistan.

 

Namun otoritas Pakistan menolak. Ratusan warga Afghanistan berkumpul di perbatasan, dan menunggu untuk dapat memasuki Pakistan. Islamabad telah membuka perbatasan yang sebelumnya ditutup sejak Juli, karena lonjakan kasus Covid-19.

 

“Kami memfasilitasi orang yang sakit dan mengizinkan mereka masuk untuk perawatan di rumah sakit Pakistan,” kata pejabat itu, dilansir Anadolu Agency, Selasa (14/9), seraya menambahkan bahwa Islamabad juga memfasilitasi para pengungsi yang pergi ke luar negeri.

Beberapa wartawan yang akan melakukan perjalanan ke Kabul dari perbatasan Torkham juga tersendat. Taliban menutup perbatasan untuk pejalan kaki dari Pakistan. Sementara aktivitas perdagangan berjalan lancar.

Sejak Taliban mengambil alih Kabul pada 15 Agustus, lebih dari 30 ribu warga Afghanistan kembali ke tanah air mereka melalui perbatasan Torkham dari Pakistan. Sementara sekitar 4.000 warga Afghanistan memasuki Pakistan.

Islamabad masih melarang warganya memasuki Kabul sejak Taliban kembali berkuasa. Pada 15 Agustus, pihak berwenang Pakistan menutup perbatasan selama berjam-jam, setelah provinsi Nangarhar jatuh ke tangan Taliban diikuti dengan jatuhnya Kabul dengan cepat.

Pakistan kembali membuka titik penyeberangan utama untuk perdagangan bilateral, setelah mencapai kesepahaman dengan para pemimpin  Taliban. Sebelumnya ratusan truk yang memuat buah-buahan segar dan makanan lainnya tertahan di perbatasan.

sumber: republika.co.id

 

Kontribusi ZISWAF dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Oleh : Amirsyah Tambunan, Sekjen MUI

Belum ada yang dapat memastikan kapan Pandemi Covid-19 akan berakhir. Selama hampir dua tahun pandemi berlangsung di Indonesia sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Dampaknya tidak hanya negara berkembang seperti Indonesia, juga berdampak pada negara adidaya seperti Amerika Serikat, Eropa, China.

Pertumbuhan perekonomian negara maju seperti di Asia dan Pasifik pada tahun 2021 melambat 2,1 persen, skenario yang lebih buruk minus 0,5 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi tahun 2019 yang sebesar 5,8 persen.

Secara khusus di Indonesia mengalami permasalahan ekonomi yang krusial karena banyak faktor, antara lain; pertama, pertumbuhan perekomian berbasis pada utang (debt based growth).

Kedua, kemampuan sumber daya alam adan sumber daya manusia yang besar belum mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembayaran hutang. Ketiga, kemampuan negara untuk meningkatkan stimulus menggerakkan pemulihan ekonomi masih terbatas.

Berdasarkan tiga permasalahan tersebut diperlukan sikap yang extra hati-hati karena utang Indonesia setelah Covid-19 ini diperkirakan mencapai 60 persen dari PDB atau sekitar Rp 9.530 triliun.

 

Ironinya saat ini telah terjadi depresiasi karena kesulitan Indonesia dalam membayar kewajiban utangnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar ini akan menambah.

Indonesia harusnya belajar pada pengalaman ketika krisis moneter; pertama, pada 1998 tidak begitu berdampak pada sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kedua, pada 2008 terjadi krisis finansial global, sektor UMKM cenderung masih kuat menghadapi badai krisis tersebut mampu bertahan.

Sebab, saat itu yang terkena imbas terlibat dalam institusi microfinance bahkan UMKM menjadi penyanggah ekonomi nasional karena mayoritas mereka tidak masuk dalam sektor keuangan perbankan (unbankable) yang menjadi beban negara.

Permasalahan tersebut diatas berbeda ketika Pandemi Covid 19 sejak tahun 2020, UMKM justru menjadi sektor yang paling rentan dan terdampak krisis Covid-19, karena terbatasnya aktivitas sosial yang mengakibatkan terhambatnya transaksi ekonomi.

UMKM sulit memasarkan produknya melalui pasar online (market place) dan mahalnya bahan-bahan produksi serta daya beli masyarakat juga menurun. Karenya dalam pemulihan ekonomi harus “bersahabat” dengan pandemi Covid 19.

Kontribusi Ziswaf

Ketika Negara mengalami kesulitan, maka umat berjibaku mengatasi kesulitan ekonomi. Sektor keuangan sosial Islam berkomitmen menghadapi krisis ekonomi melalui Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (Ziswaf). Kontribusi zakat dapat meningkatkan stimulan konsumsi dan produksi mustahik yang menghasilkan permintaan (demand) yang seimbang dengan permintaan (supply) untuk mengembalikan transaksi ekonomi di masyarakat.

Besarnya kontribusi Ziswaf dapat difokuskan untuk pemulihan ekonomi diantarnya; pertama, fakir (ekstreme poor) hanya memiliki pendapatan kurang dari 50 persen kebutuhan hidup layak. Kedua, miskin (poor), kisaran pendapatan mereka sekitar 50-99 persen dari standar kebutuhan hidup layak (had kifayah).

Ketiga, fakir dan miskin (mustahik) ini adalah orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Keempat, mendorong para muzaki di atas standar hidup layak (had kifayah) untuk mencapai garis nishob agar membayar zakat. Kelima, menggerakkan wakaf produktik melalui Bank Wakaf Mikro.

Dalam kondisi seperti ini Ziswaf telah berkontribusi yang signifikan. Kebijakan PSBB, PPKM yang berdampak pada aktivitas ekonomi, terutama pada kalangan pekerja rentan dan mustahik telah direspon dengan bijak oleh organisasi pengelola zakat dan wakaf seperti Baznas, BPKH, Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Pada tahun 2018 tercatat ZIS yang dikumpulkan Rp 8,1 triliun yang sebagian besarnya dihimpun dari zakat penghasilan sebesar 40,68 persen. Memang jika dibandingkan dengan potensi zakat sebesar Rp 233,8 triliun (Puskas BAZNAS) realisasinya masih sekitar 3,4 persen.

Masih tingginya gap realisasi dengan potensi tersebut bisa jadi memang karena kedasaran kolektif umat Islam mebayar zakat di Indonesia perlu diedukasi sehingga potensi Ziswaf secara ideal sejalan dengan potensi aktual.

Dari sejumlah hasil studi menunjukkan kurangnya literasi, edukasi untuk mengaktualisasikan poetensi Ziswaf baik penyaluran maupun pengumpulan dana ZIS dari sektor pertanian, peternakan, pertambangan, profesi dsb.
Secara konseptual zakat memang telah berkontribusi membantu mustahik-meningkatkan konsumsi dan penting di fokuskan agar Ziswaf produktif secara agregat meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya masa pandemi yakni;

Pertama, Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang dikelola Ormas Islam dapat merealisasikan program bantuan sosial (social safety net) melalui program cash for work (CFW) yaitu memberikan uang tunai untuk sebuah pekerjaan kepada para pekerja rentan untuk pemulihan ekonomi.

Kedua, pada level UMKM hendaknya Baznas dan LAZ dapat menyalurkan dengan menggunakan voucher atau tiket kepada keluarga mustahik yang membutuhkan.

Ketiga, Baznas dapat melakukan konsolidasi program bersama organisasi pengelola zakat di Indonesia untuk merealokasi rencana kerja dan anggaran tahunan untuk penanganan dampak Covid-19 terhadap mustahik di seluruh Indonesia.

Keempat, Baznas mendapat mandat dalam UU. No 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Nasional yang bertujuan salah satunya adalah meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Sementara wabah Covid-19 ini baik langsung maupun tidak langsung menyebabkan miskin baru (misbar).

Oleh karena itu MUI bersma Baznas, BPKH, Laznas-Ormas dan BWI telah aktif dalam percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi serta dapat menginisiasi kerjasama strategis pada level kementerian terutama kementerian agama, kementerian sosial, dan kementerian kesehatan melalui pengumpulan Ziswaf.

 

Ingin Sertifikasi Halal Gratis? Cek Sehati.Halal.go.id

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Program Sertifikasi Halal Gratis atau Program SEHATI bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) telah diresmikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pekan lalu. Sebagai tindak lanjut, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama telah merilis laman www.sehati.halal.go.id.

Laman ini secara khusus memberikan informasi lengkap tentang Program SEHATI. “Website atau laman www.sehati.halal.go.id ini sengaja kami develop dan kemudian kami rilis sebagai kanal informasi yang secara khusus menyediakan informasi lengkap mengenai Program SEHATI,” terang Pelaksana Tugas Kepala BPJPH Kemenag, Mastuki, di Jakarta, Selasa (14/9/2021).

“Maka bagi para pelaku UMK yang ingin mengikuti Program Sertifikasi Halal Gratis melalui Program SEHATI ini, silahkan dapat membaca informasi lengkapnya pada laman ini,” sambungnya.

Menurut Mastuki,  laman www.sehati.halal.go.id  menyajikan keseluruhan informasi program yang penting untuk diketahui pelaku UMK. Informasi itu mulai dari penjelasan definisi dan tujuan Program SEHATI, persyaratan peserta, timeline pelaksanaan program, hingga jumlah kuota yang ditampilkan secara real time dari waktu ke waktu.

“BPJPH juga merancang sejumlah agenda kegiatan pembinaan Jaminan Produk Halal bagi para pelaku UMK seiring program SEHATI ini. Selain sebagai salah satu bentuk pelaksanaan tugas dan fungsi BPJPH, pembinaan juga dimaksudkan untuk mengoptimalkan kemudahan pelaksanaan program sertifikat gratis ini bagi pelaku UMK. Implikasinya, target program SEHATI dapat tercapai secara efektif dan efisien,” lanjutnya.

Laman www.sehati.halal.go.id tersebut juga terkoneksi dengan aplikasi Sistem Informasi Halal atau SIHALAL yang merupakan web-based aplikasi layanan sertifikasi halal BPJPH. Dengan begitu, selain memudahkan pelaku UMK untuk memperoleh informasi lengkap tentang Program SEHATI, laman ini juga memudahkan pelaku UMK masuk ke aplikasi SIHALAL jika hendak mengajukan pendaftaran sertifikasi halal.