Kongres Ekonomi MUI Dorong Ekonomi Ramah Lingkungan

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin menyoroti tantangan terbesar dunia di abad ke-21 mengenai perubahan iklim. Untuk itu, pemerintah mendorong agar ekonomi yang dibangun dapat ramah lingkungan.

“Ekonomi yang ingin kita bangun kedepan adalah ekonomi yang ramah lingkungan. Mengingat, tantangan terbesar abad ke-21 adalah perubahan iklim,” kata KH Maruf Amin dalam penutupan Kongres Ekonomi Umat II, Ahad (12/12).

Kongres Ekonomi Umat II yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada 10-12 desember 2021 dengan tema: Arus Baru Penguatan Ekonomi Indonesia.

Kiai Maruf mengingatkan bahwa perubahan iklim dapat membawa dampak buruk pada banyak sektor perekonomian. Apalagi, kata dia, perubahan iklim juga berpotensi memicu terjadinya bencana alam yang banyak menimbulkan dampak kerugian.

“Dampak buruk tersebut akan lebih parah Ketika perubahan iklim memicu terjadinya bencana alam yang kemudian dapat menimbulkan penyakit, migrasi penduduk, dan efek domino lainya,” ungkapnya.

Selain itu, mantan Ketua Umum MUI ini menjelaskan, pemerintah menginginkan untuk membangun ekonomi syariah sebagai ekonomi yang inklunsif. Ia menambahkan, hal itu sama dengan ekonomi konvensional.

 

Kiai Maruf berharap, pertumbuhan ekonomi dapat mengurangi ketimbangan baik dari sisi pendapatan, gender, maupun wilayah. “Kita ingin maju bersama sejahtera bersama, tidak ada yang tertinggal apalagi dalam kondisi kemiskinan yang ekstrem. Untuk itu, sistem keuangan juga harus inklunsif,” tambahnya.

Selain itu, selama Pandemi Covid-19, Wapres menyoroti peran dari UMKM yang menunjukan ketahananya dan menjadi tulang punggung perekonomian. Untuk itu, Wapres mendorong agar UMKM mendapatkan akses dan kesempatan yang baik. (mui)

 

Wahdah Islamiyah Pilih Alihkan Dana Muktamar IV untuk Bantu Korban Bencana

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah memutuskan kegiatan Muktamar IV digelar online secara penuh. Awalnya Muktamar IV akan berlangsung secara hybrid dengan pelaksanaan offline di Makassar, Sulawesi Selatan.

Muktamar IV dengan tema ‘Mewujudkan Indonesia Jaya dengan Pendidikan Paripurna dalam Wasathiyah Islam’ itu rencananya akan digelar pada 19-22 Desember 2021.

Keputusan tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin dalam jumpa pers yang digelar secara online pada Kamis (9/12/2021).

“Sebelumnya Pimpinan DPP Wahdah Islamiyah menentukan apakah hybrid atau terpaksa membuka opsi full online, dan keputusannya dengan berat hati kita memutuskan untuk full online,” kata Ustaz Zaitun.

Pada awalnya, kata Ustaz Zaitun, Pimpinan Wahdah Islamiyah berupaya muktamar ini akan digelar secara full offline, bahkan pelaksanaannya di Ibu Kota Jakarta.

“Namun peserta muktamar lebih banyak dari kawasan Indonesia Timur sehingga diputuskan pelaksanaannya di Makassar,” ujar Ustaz Zaitun.

“Dan saat menjelang muktamar, adanya kebijakan PPKM membuat sebagian peserta bimbang. Kalau datang offline akan ada kesulitan untuk pulang karena kebanyakan peserta terikat pekerjaan masing-masing. Dan sebagian dari mereka juga belum membeli tiket perjalanan,” tambahnya.

Selain itu, dalam pekan ini terjadi berbagai bencana alam di Indonesia seperti gunung meletus dan banjir.

Dengan pertimbangan itulah, Muktamar IV akan digelar secara full online. “Dan sebagian dana muktamar akan disalurkan untuk korban bencana,” ungkap Ustaz Zaitun.

Menurutnya, kesadaran sosial ini harus dibangun dan semua pimpinan setuju untuk acara secara online dengan mengutamakan untuk membantu korban bencana.

Meski demikian, lanjut Ustaz Zaitun, pelaksanaan muktamar tetap akan digelar dengan semarak.

“Pembukaan muktamar akan dilakukan secara semarak, grand opening akan dihadiri sekitar seratus ribu peserta secara online,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, Grand Opening Muktamar Wahdah Islamiyah IV yang dibuka untuk masyarakat umum diharapkan akan memberikan manfaat yang luas. Pembukaan Muktamar IV Wahdah Islamiyah rencananya akan dibuka oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dan dihadiri sejumlah menteri, diantaranya Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno serta tokoh lainnya.

Ketua Organizing Committee, Ustaz Ambo Sakka mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah menyiapkan salah satu hotel di Makassar sebagai lokasi acara Muktamar IV. Persiapannya sudah mencapai 90 persen.

Namun, perubahan format acara menjadi full online, membuat panitia harus membatalkan reservasi hotel tersebut. Namun, semua berjalan dengan lancar.

Terkait persiapan acara virtual yang akan diikuti 100 ribu orang, Ustaz Ambo mengatakan, sudah berpengalaman menggelar silatnas. Acara yang digelar 12 November 2021 lalu itu diikuti 50 ribu peserta.

Muktamar yang akan diikuti 2.700 orang juga sudah disimulasikan lewat kegiatan pra muktamar pada 25-28 November 2021 yang diikuti 1.000 peserta.*

Tujuan Sertifikasi Agar Nazhir Cakap Kelola Aset Produktif  

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Imam Teguh Saptono mengataka saat ini pihaknya bekerjasama dengan departemen terkait baru menyelesaikan pelatihan dan sertifikasi keterampilan nazhir.

“Kita harapkan, dengan adanya sertifikasi ini, maka semua nazhir mendapatkan pemahaman dan keterampilan yang standar karena kalau kita harus akui bahwa pola pengembangan nazhir di Indonesia polanya buttom up, semua orang bisa jadi nazhir,” ungkapnya.

Bahkan, lanjutnya, kalau melihat di daerah tradisional, nazhir itu sampai ada turunan. Sehingga, pelatihan dan sertifikasi ini sangat diperlukan untuk upgrading dari keterampilan.

 

“Barulah kalau semua nazhir sudah mulai paham tentang pengelolaan aset wakaf, ini bisa dikembangkan lagi dengan berhimpun bersama beberapa nazhir,” tambahnya.

 

Laznas BMH Bantu Evakuasi Korban Erupsi Semeru

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jawa Timur bekerja sama dengan & SAR Hidayatullah terus membantu mengevakuasi warga yang terdampak Erupsi Semeru.

Selain itu, di 3 titik posko Laznas BMH aktif mendistribusikan bantuan kebutuhan warga, terutama bagi pengungsi yang kehilangan harta bendanya.

“Saat ini Posko BMH berada di 3 titik, yakni Posko Utama Perum Biting, Posko Timur di Desa Penanggal, serta Posko Barat di Dusun Gunukmas, Pronojiwo, Lumajang.”ungkap Imam Muslim, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur.

“Semua bantuan yang masuk kami sebar ke posko tersebut untuk selanjutnya didistribusikan ke warga terdampak Erupsi Semeru.”imbuh Muslim.

Tim BMH & SAR Hidayatullah bahkan menyisir lokasi bantuan hingga ke titik terdekat Semeru, yakni Dusun Kamar Kajang, daerah paling ujung dengan menggunakan sepeda motor karena kondisi jalannya yang tidak memungkinkan dilalui dengan mobil.

“Kami habis menempuh perjalanan seperti ini untuk mengantarkan bantuan di Dusun terakhir, dusun paling  dekat dengan Semeru.”ungkap Hamim, Tim SAR Hidayatullah yang mengantar langsung bantuan sembako untuk warga. Kamis, (9/12/21).

Hingga saat ini, bantuan terus didistribusikan seperti makanan siap saji, sembako, kebutuhan bayi, serta air minum.

BWI Dorong Pemanfaatan Aset Wakaf untuk Diproduktifkan

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Imam Teguh Saptono mengatakan, pihaknya sedang mendorong pemanfaatan aset wakaf diarahkan kepada aset produktif, salah satunya dengan mengembangkan usaha Mikro dan UMKM.

Menurut Imam, orientasi pemanfaatan aset wakaf mulanya hanya beriorentasi kepada makam, madrasah, mushola, dan masjid sudah mulai diarahkan kepada aset-aset produktif.

Imam menjelaskan, pengembangan UMKM dan usaha Mikro bisa menggunakan lahan-lahan wakaf dijadikan tempat usaha. Dengan demikian, kata Imam, untuk mengembangkanya relatif murah.

“Saat ini yang bisa memiliki akses terhadap sewa tempat yang Ruko layak umumnya pedagang-pedagang yang modalnya cukup,” ujar Imam di sela-sela Kongres Ekonomi Umat II Majelis Ulama Indonesia (MUI), sabtu (11/12).

Imam menuturkan, lembaga wakaf harus beriorentasi pemanfaatan aset dalam bentuk tanah strategis yang bisa menjadi sarana perdagangan atau produksi.

 

“Misalkan, membutuhkan pergudangan yang bisa dipakai secara bersama, atau bisa juga membangun super kitchen atau dapur bersama. Itu akan menjadi efektif,” paparnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan mengenai penggunaan aset wakaf uang. Menurutnya, wakaf uang ini bisa dijadikan modal usaha lembaga mikro.

Namun, hal tersebut menurut Imam, membutuhkan keterampilan dari nazhir. “Nazhirnya harus terbiasa mengelola uang, dalam artian simpan pinjam,” tuturnya.

Mengacu pada UU Nomor 41 tahun 2004 Nazhir adalah pihak yang menerima harta benda wakaf dari wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya.

Nazhir bisa bersifat perorangan atau badan hukum yang memegang amanat untuk memelihara dan mengurus harta wakaf sesuai dengan wujud dan tujuan wakaf tersebut.

 

Imam menjelaskan, saat ini sudah banyak nazhir yang sudah terfdaftar dalam bentuk Baitul Mall al-Tamwil (BMT).

Imam berharap, para nazhir ini segera berkampanye ke Umat mengenai wakaf yang bisa diberikan dalam bentuk wakaf tunai.

Dari Para Pelajar SMP Muhamamdiyah untuk Korban Semeru

SURAKARTA(Jurnalislam.com)–Usai menempuh ujian penilaian akhir semester (PAS) Gasal, Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan doa bersama dan penggalangan dana pada Kamis (9/12). Aksi tersebut diikuti 124 siswa kelas 7 secara tatap muka di sekolah dan 180 siswa kelas 8 dan 9 melalui zoom meeting dari rumah masing-masing.

 

Aryanto selaku Humas SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta mengatakan aksi sosial ini dilaksanakan untuk memberikan edukasi kepada para siswa agar memiliki karakter peduli terhadap sesama. Selain itu, melalui donasi yang terkumpul, kami ingin membantu meringankan para korban erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur.

 

Alhamdulillah terima kasih kepada anak-anak dan orang tua siswa SMP Muhammadiyah PK yang telah memberikan donasi terbaik pada aksi sosial hari ini. Hasil donasi akan disalurkan melalui LazisMu Kota Surakarta,” katanya.

 

Menurut siswi kelas VII, Khadijah Subagyo, penggalangan dana ini untuk membantu para korban erupsi Gunung Semeru. “Saya merasa sedih dan kasihan terhadap para korban, Semoga dana yang terkumpul, walaupun tidak seberapa bisa meringankan beban para korban. Hal yang serupa disampaikan oleh Aji Muhammad Raihan. “Semoga saudara-saudara kita di sana yang menjadi korban erupsi Gunung Semeru bisa segera mendapatkan kebahagiaan kembali dan membangun tempat tinggal yang baru,” harapnya.

 

Penggalangan dana hari ini dilaksanakan usai para siswa melaksanakan rangkaian ujian Penilaian Akhir Semester Gasal (PAS). “Kami pilih hari Kamis siang ini karena siswa sudah selesai mengikti ujian penilaihan akhir semester,” jelasnya.

 

Para siswa terlihat mengikuti rangkaian doa bersama di ruang ujian dan zoom meeting secara khusyuk dipimpin oleh Ustaz-Ustazah pengampu Agama Islam. Setelah berdoa, siswa yang berada di sekolah berjalan menuju lobi sekolah secara bergiliran dan jaga jarak untuk memasukkan uang ke kotak peduli. Adapun, siswa yang mengikuti secara daring dari rumah dapat menyampaikan donasi lewat transfer rekening sekolah a.n. SMP Muhammadiyah Program Khusus. Laziz.

 

Aryanto mengharapkan bahwa melalui aksi sosial ini terbagun karakter empati dan peduli terhadap sesama. Hal itu sehingga saat di masyarakat, para siswa menemukan orang yang membutuhkan pertolongan maka akan segera memberikan pertolongan. Selain itu, donasi yang terkumpul dapat meringankan beban para korban.

 

“Alhamdulillah sementara sampai hari ini sudah terkumpul 11 juta 700 ribu rupiah,” jelasnya.

ECR dan Komunita Relawan Salurkan Bantuan untuk Korban Erupsi Semeru

LUMAJANG (jurnalislam.com)- Emergency Crisis and Response (ECR) Indonesia bersama sejumlah elemen seperti Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-Dan), Pos Peduli Ponpes Salman Al Farisi Karangpandan, Kamnivet, IMH, dan Salam Care menggelar aksi sosial berupa pemberian bantuan sembako dan sayur gratis kepada warga terdampak Erupsi Gunung Semeru di Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, pada jum’at – sabtu, (10-11/12/2021).

Menurut relawan ECR Muntoha, selain memberikan bantuan sembako dan sayur segar, pihaknya juga mengadakan pengobatan gratis untuk warga terdampak erupsi Semeru.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah membantu mendistribusikan amanah yang diberikan kepada para donatur untuk para korban bencana erupsi Semeru berupa sembako dan sayuran segar yang kami bawa tadi Tawangmangu Karanganyar,” katanya.

Menurut Toha, sapaan akrabnya, pihaknya juga memberikan layanan kesehatan gratis untuk warga, ia menyebut banyak warga yang mengalami trauma paska terjadinya bencana erupsi Semeru tersebut.

“Alhamdulillah kita juga bisa memberikan layanan kesehatan gratis yang dilakukan oleh kawan kawan kita dari IMH, banyak masyarakat yang antusias dengan adanya pengobatan gratis tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya masih akan memberikan bantuan bantuan untuk para korban terutama di tempat tempat yang mungkin masih belum mendaptkan banyak bantuan logistik.

“Insyaallah kita akan terus ikut membantu masyarakat terutama di wilayah wilayah yang mereka kini tidak bisa beraktifitas seperti bekerja dan yang lainnya,” pungkasnya.

Erick Ungkap 3 Strategi Kejar Ketertinggalan Ekonomi Umat

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Tohir, mengungkapkan tiga strategi untuk menyeimbangkan dan mengejar ketertingalan ekonomi umat.

Dia menjelaskan, ketiga strategi tersebut yaitu Muslim berkarya, melibatkan pesantren sebagai mercusuar peradaban, dan membangun infrastruktur untuk UMKM.

Dia menjelaskan , umat Muslim harus bisa berdaya saing dalam berkarya. Menurutnya, selama ini umat Islam masih kalah di bidang ekonomi. ‘’Muslim berkarya, yang selama ini mohon maaf kalah,’’katanya, dalam Rapat Pleno Kongres Ekonomi Umat II Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (11/12).

Erick lanjutkan, mengenai strategi yang melibatkan pesantren yang akan dijadikan sebagai mercusuar peradaban. Dia menceritakan, saat beberapa kali turun ke pondok pesantren bersama Sekjen MUI, Buya Amirsyah Tambunan, dia melihat pesantren Al-ittifaq, Ciwidey Bandung, yang mandiri secara ekonomi.

Di pesantren tersebut, dia melihat bahwa pesantren Al-Ittiqaf membangun pertanian agroponik yang melibatkan penduduk sekitar. ‘’Saya beberapa kali bersama pak Sekjen, melihat salah satunya di Ciwedey, Ponpes Al-Ittifaq, pesantren tersebut membangun pertanian, berdasarkan agroponik melibatkan penduduk sekitarnya dan alhamdulillah yang diproduksi dan dijual ke market, ke pasaran itu selalu kurang,’’tambahnya.

Erick menambahkan, pesantren tersebut sampai bekerjasama dengan pesantren lainya di Jawa Barat bahkan sampai di Lampung. Menurutnya, inilah alasan mengapa pihaknya terus mendorong terwujudnya ekosistem ini.
‘’Nah inilah contoh kita harus kembalikan pesantren ini tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan pembangunan akhlak, tetapi bagaimana pesantren bisa hidup bersama,’’ jelasnya.

Kemudian, dia menjelaskan mengenai strategi ketiga untuk membangun infrastruktur. Menurutnya, BUMN harus berpihak dan mengintervensi UMKM dengan cara membangun infrastruktur.
Selain itu, dia juga menyebut bahwa financial Syariah juga harus dikembangkan. ‘’BUMN harus berpihak, harus bisa mengintervensi, seperti yang telah disampaikan, kita membangun dan berpihak kepada UMKM. Ini ekonomi umat salah satunya, financial Syariah menjadi salah satu pilihan yang harus dikembangkan,’’ kata dia.

Abdullah Azwar Annas: Larang Pasar Modern dan Mall, Kunci Maju Ekonomi Rakyat

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Mantan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Annas, berbagi kisah sukses mengembangkan ekonomi di level kabupaten yang dipimpinnya selama dua periode mulai tahun 2010 sampai 2020. Menurutnya, kunci dari pengembangan ekonomi di level kabupaten adalah adanya affirmative action dari pemerintah kabupaten.

“Beberapa kebijakan dan langkah afirmatif yang kita buat sesuai dengan Deklarasi Aksi Ekonomi Nomor 457. Teori kita banyak tetapi afirmasi kebijakan banyak tidak terukur. Kebijakan afirmatif yang terukur itulah yang dapat dikerjakan pemimpin lokal, ” ujar pria yang digadang-gadang menjadi Ketua Badan Otoria Ibu Kota Baru ini, Jumat (10/12) di Hotel Sultan, Jakarta dalam Kongres Ekonomi Umat II.

Dia mencontohkan, beberapa langkah afirmasi yang dilakukannya adalah melarang berdirinya Alfamart dan Indomaret selama sepuluh tahun. Dia menilai, berdasarkan survei yang dia terima, kehadiran satu alfamart dan Indomaret akan mematikan tiga puluh warung di kanan kirinya.

“Salah satu langkah afirmasi kami adalah melarang pasar modern dan mall berjejaring ada di Banyuwangi. Pasar modern dan mall buka sampai 24 jam bahkan dengan modal yang cukup, maka yang terjadi adalah warung-warung atau pasar tradisional akan gulung tikar, ” ungkapnya.

Dia menyampaikan, selama ini mall seolah menjadi simbol kemajuan daerah secara kasat mata. Padahal, ujar dia, kehadiran mall tersebut seringkali tidak memberikan sumbangsih Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada daerah bersangkutan.

Dengan status Banyuwangi sebagai salah satu ikon pariwisata yang mulai bergeliat, Anas menyampaikan, ada pelarangan pembangunan hotel bintang tiga ke bawah dibangun di banyuwangi. Dengan begitu, maka pasar hotel bintang tiga ke bawah diisi oleh masyarakat banyuwangi yang menyediakan homestay murah.

“Homestay kami tumbuh lebih dari 600 di Banyuwangi. Selama ini kami melihat dalam pembangunan pariwisata, rakyat lebih banyak menjadi penonton dan investor kerap menjadi raja di tempat wisata, ” ujarnya.

Kebijakan-kebijakan afirmatif dari pemerintah seperti itulah yang menurut Anas perlu ditiru kepala daearh yang lainnya. Dia menilai, yang lebih penting dari pertumbuhan ekonomi adalah pemerataan ekonomi. Karena itu, pemerataan ekonomi Indonesia bisa dimulai dengan mengembangkan ekonomi pada setiap daerah utamanya di level kabupaten/kota.

“Sekarang tinggal bagaimana MUI mendorong teman-teman di daerah mengeluarkan keputusan di tingkat lokal yang memberikan afirmasi agar ekonomi umat kita bisa bertahan dan tumbuh dengan baik, ” ujar suami Bupati Banyuwangi periode 2020-2025 ini.

 Kongres Ekonomi Umat II Fokus pada Distribusi Aset dan Pendanaan Usaha Mikro-Ultramikro

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Wasekjen MUI Bidang Pengembangan Ekonomi Umat, Azrul Tanjung, menyampaikan bahwa tujuan Kongres Ekonomi Umat II yaitu arus baru ekonomi Indonesia berfokus pada redistribusi lahan dan pendanaan usaha mikro ultra mikro.

Arus baru ekonomi merupakan tujuan utama dari Kongres Ekonomi Umat I 2017 dan dipertegas pada Kongres Ekonomi Umat II yang berlangsung mulai Jum’at (10/12) sampai Ahad (12/12) tahun ini.

“Arus baru ekonomi umat bertujuan meningkatkan ekonomi dan mengambil hak-hak umat sebagaimana arahan dari Ketum MUI Ketujuh KH. Maruf Amin, ” ujar Azrul, saat memberikan materi dalam Kongres Ekonomi Umat II, Jumat (10/12) di Hotel Sultan, Jakarta.

Dia mengungkapkan, fokus arus baru ekonomi itu sejalan dengan hasil diskusi antara Ketua Dewan Pertimbangan MUI, KH Ma’ruf Amin, dan Presiden RI, Joko Widodo.

“Pak Jokowi meminta kemitraan pada Arus Baru Ekonomi Indonesia. Dua hal yang disejui adalah redistribusi aset dan kedua tentang pembiayaan ultra mikro, ” ujarnya.

Menurut Azrul, dua hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan kekuatan ekonomi umat. Arus baru ekonomi umat, ujar dia, harus terus diperjuangkan dengan tujuan untuk kebangkitan umat.

Dia menyampaikan, ajaran agama Islam mengajarkan pentingnya umat Islam membangkitkan ekonomi dengan jalan berbisnis. Kalau bisa, kata dia, bisnis menjadi budaya umat Islam. Banyak perintah agama baik di Al-Quran maupun hadist yang menenkankan untuk berbisnis dalam arti yang cukup luas.

Khusus terkait pembangunan usaha mikro dan ultra mikro, Azrul menambahkan, perlu adanya sentuhan kearifan lokal di dalamnya. Kearifan lokal itulah yang menurut Azrul bisa memberikan nilai tambah pada berbagai komoditi unggulan Indonesia.

“Negara kita punya banyak keunggulan komparatif. Itu yang kita sebut sebagai kearifan lokal. Kearifan lokal bisa kita manfaatkan misalnya di dalam kopi dan budaya, ” ujarnya.