Rusia Peringatkan NATO Agar Tidak Menampung Pesawat Militer Ukraina

RUSIA(Jurnalislam.com)–Rusia pada hari Ahad (06/03/2022) memperingatkan negara-negata tetangga Ukraina termasuk anggota NATO Rumania agar tidak menampung pesawat militer Kyiv, dengan ancaman bahwa mereka dapat terlibat dalam konflik bersenjata.

“Kami tahu pasti bahwa pesawat tempur Ukraina telah terbang ke Rumania dan negara-negara tetangga lainnya,” kata juru bicara kementerian pertahanan Igor Konashenkov dalam sebuah video briefing.

“Penggunaan jaringan lapangan terbang negara-negara ini untuk basis penerbangan militer Ukraina yang penggunaan tempurnya untuk melawan tentara Rusia dapat dianggap sebagai keterlibatan negara-negara ini dalam konflik bersenjata,” tambahnya.

Konashenkov juga mengklaim bahwa hampir semua pesawat tempur Ukraina telah dihancurkan.

Telah diketahui Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berulang kali menuntut agar kekuatan negara-negara Barat menegakkan zona larangan terbang di atas Ukraina untuk mencegah lebih banyak serangan Rusia.

Namun disaat yang sama Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan bahwa Moskow mengancam negara mana pun yang memberlakukan zona larangan terbang di atas Ukraina akan terlibat dalam konflik militer. (Bahri)

Sumber: The New Arab

MUI Haramkan Penimbunan Minyak Goreng

PALU(Jurnalislam.com)— Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, menyesalkan penimbunan minyak goreng oleh oknum distributor di Palu. Penimbunan ini pun disebut sebagai perbuatan itu haram karena menyulitkan warga mendapatkan komoditas tersebut di pasaran.

“Kalau ditinjau dari aspek hukum Islam, penimbunan barang yang menjadi kebutuhan masyarakat, apalagi komoditas itu menjadi kebutuhan pokok, maka perbuatan itu hukumnya haram atau dilarang agama,” kata Ketua MUI Kota Palu, Prof Zainal Abidin saat dihubungi di Palu, Jumat (4/3/2022).

Dia menilai penimbunan minyak goreng itu akan memicu lonjakan harga di pasaran karena permintaan konsumen meningkat.

Sehingga, apa yang dilakukan oknum distributor itu sangat merugikan Pemerintah dan masyarakat.

Dari cara-cara seperti itu, katanya, sudah tentu masyarakat akan kesulitan mendapatkankomoditas tersebut.

Sehingga, praktik penimbunan dengan maksud menaikkan harga sangat dilarang dalam Agama Islam, bahkan masuk dalam kategori haramkarena keuntungan diperoleh di atas kesulitan rakyat.

MUI juga memiliki kewajiban dalam urusan perdagangan barangkarena organisasi yang melibatkan para ulama itu memiliki legitimasi dalammenentukan suatu produk makanan dan minuman haram atau halal.

“Kami mengimbau kepada pihak-pihak tertentu yang berkecimpung di dunia perdagangan, jangan melakukan praktik-praktik ini, tentu dampaknya merugikan orang banyakkarenaperbuatan semacam itu adalah bagian dari dosa,” katanya.

 

Atas kejadian tersebut, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Palu itu juga meminta aparat penegak hukum melakukan penindakan sesuai peraturan perundang-undangan berlaku, karena perbuatan itu adalah tercela yang membuat situasi perekonomian daerah bisa menjadi buruk.

“MUI tidak merestui tindakan-tindakan semacam itudan apa yang dilakukan oknum tertentu merupakan perilaku buruk. Kami juga menaruh apresiasi apa yang telah dilakukan Satuan Tugas Pangan (Polri)yang telah membongkar praktik penimbunan minyak goreng,” katanya.

Sebelumnya, Satgas Pangan Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng berhasil membongkar dugaan penimbunan 53.869 liter minyak goreng milik salah satu distributor CV AJ di Kota Palu, Kamis (3/3/2022).

Menurut Kepala Satgas Pangan Polda Sulteng Kombes Pol. Ilham Saparona, gudang yang menjadi tempat penimbunan puluhan ribu liter minyak goreng itu langsung disegel.

 

“Kami sudah menyegel dua tempat setelah kami temukan ribuan liter minyak goreng merk Viola, yang sudah ditimbun sejak Oktober 2021. Totalnya ada 4.209 dos atau 53.869 liter,” ujar Ilham.

 

Sistem Pendaftaran Pesantren Akan Diintegrasikan

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama mengintegrasikan sistem pendaftaran pesantren. Proses ini sudah mulai disosialisasikan kepada operator sistem layanan berbasis digital yang dikelola Kemenag, pusat hingga daerah.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono Abdul Ghofur mengatakan Kementerian Agama di bawah Kepemimpinan Menteri Yaqut Cholil Qoumas senantiasa mendorong transformasi layanan umat agar semakin baik dan efisien. Untuk itu, integrasi sistem layanan pendaftaran menjadi penting.

“Perbaikan, (sebagaimana) yang didorong pak Menteri yakni transformasi pelayanan umat, artinya kita semua dituntut melakukan langkah-langkah inovatif agar apa yang dikerjakan memberi legasi dan manfaat dalam jangka panjang,” ujar Waryono saat membuka Workshop Peningkatan Layanan Pendaftaran Keberadaan Pesantren Terintegrasi di Bandung, Rabu (2/3/2022).

Workshop angkatan pertama ini pelaksana sistem ditingkat Provinsi dan tingkat Kabupaten/Kota se-wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Selain sosialisasi, workshop digelar sekaligus untuk menggali masukan dari para operator terkait sistem integrasi yang dikembangkan. Menurut Waryono, sebelum terbit Undang-undang Pesantren, ijin operasional (Ijop) pesantren dikeluarkan oleh Kankemenag Kabupaten/Kota. Setiap Kankemenag juga memiliki format yang berbeda-beda.

“Bahkan ada Ijop yang ditandatangani bukan oleh Kepala Kemenag, tapi  Kepala Seksi Pesantren,” tuturnya.

Setelah era UU Pesantren, lanjut Waryono, serta berdasarkan PMA No 30 tahun 2020, Ijop berganti nama menjadi tanda daftar pesantren. Pesantren yang ingin mendaftarkan lembaganya harus melalui aplikasi SITREN (sistem tanda daftar pesantren) yang ditandatangani oleh Dirjen Pendis.

Selain itu, sebelum UU Pesantren, ijop berlaku selama lima tahun dan harus didaftarkan kembali setelah habis masa berlakunya. Pasca UU Pesantren, masa berlaku izin pesantren seumur hidup.

“Pesantren hanya bisa dibubarkan jika bertentangan dengan kaidah-kaidah berbangsa dan bernegara. Atau, salah satu rukun pesantren sudah tidak terpenuhi lagi, misalnya sudah tidak ada santrinya,” papar Waryono.

Lebih jauh, Waryono meminta pelaksana di daerah dapat melakukan monitoring terhadap lembaga yang melakukan proses pendaftaran serta menegakkan regulasi Pesantren dan regulasi pendidikan keagamaan Islam pada aspek pendirian serta penyelenggaraan Pesantren. Hal itu dalam rangka mendukung terbangunnya lembaga pendidikan Islam yang baik dan berkualitas, sekaligus menghindari potensi masalah yang mungkin muncul.

Kepala Subdirektorat Pendidikan Pesantren, Basnang Said mengatakan antusiasme masyarakat dalam pendirian Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam semakin meningkat. Seperti di Jawa Barat, berdasarkan data yang dihimpun Kanwil Kemenag Jabar, tidak kurang dari 14.000 pesantren telah beroperasi. Namun, baru sekitar 11.000 yang mendaftarkan lembaganya secara resmi.

“Oleh karena itu, workshop peningkatan layanan pesantren terintegrasi ini kita laksanakan di Jawa Barat terlebih dahulu,” kata Basnang Said.

Dikatakan Basnang Said, saat ini layanan pengajuan Ijin Operasional Pondok Pesantren sudah sepenuhnya berbasis digital. Sehingga tidak lagi mengharuskan lembaga yang mengajukan untuk datang langsung ke kantor Kementerian Agama saat mengurus ijin operasionalnya.

Industri Militernya Akan Diserang, Zelensky: Bukti Sanksi Untuk Rusia Tidak Cukup

UKRAINA(Jurnalislam.com)–Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah mengimbau negara-negara Barat untuk memperkuat sanksi terhadap Rusia.

Dalam sebuah pernyataan video pada Ahad malam (06/03/2022), Zelenskyy mengkritik para pemimpin Barat karena tidak menanggapi pengumuman kementerian pertahanan Rusia sebelumnya bahwa mereka akan menyerang kompleks industri militer Ukraina.

“Saya tidak mendengar satu pun pemimpin dunia bereaksi terhadap ini,” kata Zelenskyy.

“Keberanian agresor adalah sinyal yang jelas bagi Barat bahwa sanksi yang telah dijatuhkan kepada Rusia tidak cukup.” ujarnya sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

Zelenskyy juga menyerukan pengorganisasian “pengadilan” untuk mengadili mereka yang memerintahkan dan melakukan kejahatan semacam itu.

“Pikirkan tentang rasa impunitas dari penjajah bahwa mereka dapat mengumumkan kekejaman yang direncanakan seperti itu,” katanya.

Kementerian pertahanan Rusia telah mengatakan pasukannya berniat untuk menyerang kompleks industri militer Ukraina dan mendesak para stafnya untuk pergi, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita negara Rusia Tass. (Bahri)

Sumber: Al Jazeera

Saudi Cabut Sejumlah Aturan Pembatasan

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Konsul Haji pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah Endang Jumali mengatakan bahwa Arab Saudi telah mencabut sejumlah aturan yang selama ini diberlakukan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Menurutnya, ada tujuh aturan baru yang dicabut, antara lain terkait dengan pembatasan jarak sosial  dan karantina. Ketentuan baru ini mulai berlaku terhitung sejak 5 Maret 2022.

“Arab Saudi kini tidak lagi memberlakukan atau menghentikan penerapan social distancing di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, masjid jami’, dan masjid-masjid lainnya. Namun, para jemaah tetap diwajibkan menggunakan masker di dalamnya,” terang Endang Jumali melalui pesan singkat, Minggu (6/3/2022).

“Saudi juga tidak lagi memberlakukan atau menghentikan penerapan langkah-langkah social distancing di semua tempat, baik tertutup dan terbuka, sera pada kegiatan dan acara,” sambungnya.

Ketentuan ketiga, lanjut Endang, Saudi kini tidak lagi mewajibkan orang untuk menggunakan masker saat berada di tempat terbuka. Kewajiban penggunaan masker hanya diberlakukan di tempat tertutup.

“Keempat, Saudi juga tidak mensyaratkan sertifikat dengan hasil negatif dari tes PCR yang disetujui atau Rapid Antigen Test sebelum kedatangan ke Kerajaan,” tegasnya.

Meski demikian, pada aturan kelima, Saudi mensyaratkan bagi pendatang dengan segala jenis visa kunjungan, memiliki asuransi untuk menutupi biaya pengobatan dari infeksi Covid-19 selama masa tinggal di Kerajaan. “Keenam, Saudi juga telah membatalkan penerapan karantina institusional dan karantina rumah bagi para pendatang,” ujarnya.

Terakhir atau ketentuan yang ketujuh, Saudi telah mencabut penangguhan kedatangan langsung ke Kerajaan, dan mencabut penangguhan semua penerbangan yang datang dan berangkat dari 17 negara berikut: Afrika Selatan, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Lesotho, Eswatini, Mozambik, Malawi, Mauritius, Zambia, Madagaskar, Angola, Seychelles, Persatuan Komoro, Republik Federal Nigeria, Republik Demokratik Federal Ethiopia, dan Republik Islam Afganistan.

Saudi Cabut Aturan Pembatasan, Pemerintah Diminta Lakukan Penyesuaian

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Pemerintah Arab Saudi telah mencabut sejumlah aturan yang selama ini diberlakukan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Kebijakan tersebut antara lain menghapus keharusan PCR dan karantina.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief menilai kebijakan Saudi yang baru ini akan berdampak pada penyelenggaraan umrah. Untuk itu, Hilman berharap Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Pencegahan Bencana (BNPB) bisa mengambil langkah penyelarasan.

Dikatakan Hilman, Kemenag akan berbicara dengan berbagai pihak terkait kebijakan resiprokral (reciprocal policy) antara Pemerintah Saudi dan Indonesia untuk urusan haji dan umrah ini.

“Terkait keputusan Saudi Arabia mencabut sebagian besar dari kebijakan protokolnya, khususnya berkenaan dengan karantina dan PCR, maka akan ada konsekuensi juga terhadap kebijakan penyelenggaraan umrah di Indonesia. Saya optimis akan segara ada penyelarasan kebijakan. Apalagi, Indonesia saat ini juga sudah mulai melakukan penyesuain kebijakan masa karantina,” ucap Hilman di Jakarta, Minggu (6/3/2022).

“Kebijakan One Gate Policy atau satu pintu pemberangkatan jemaah umrah dari asrama haji juga akan disesuaikan,” sambungnya.

Menurut Hilman, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan BNPB dan Kemenkes. Sebab, kedua lembaga ini yang berwenang dalam teknis pengaturan kebijakan terkait pencegahan penyebaran Covid-19. Koordinasi ini diperlukan mengingat ada sejumlah ketentuan yang memang harus dikompromikan.

Hilman mencontohkan, sudah tidak dipersyaratkan lagi karantina dan cek PCR saat masuk ke Arab Saudi. Menurutnya, ini harus direspon secara mutual recognition. “Jadi, jangan sampai di sananya tidak perlu karantina di kita masih dipaksa karantina. Atau jangan sampai di sana tidak dibutuhkan PCR, di kita harus PCR untuk berangkatnya, dan lain-lain,” jelasnya.

“Posisi Kemenag lebih pada mempersiapkan penyelenggaraan kebijakan terkait pencegahan Covid-19, termasuk jika nantinya Indonesia juga harus mencabut kebijakan one gate policysebagaimana yang selama ini sudah berjalan,” tandasnya.

 

Rentetan Rudal Rusia Hancurkan Bandara Vinnytsia di Ukraina Tengah

UKRAINA(Jurnalislam.com)--Rentetan rudal Rusia menghancurkan sebuah bandara sipil di Vinnytsia di Ukraina tengah pada hari Ahad (06/03/2022) terang Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

“Saya baru saja diberitahu tentang serangan rudal di Vinnytsia. Delapan roket … Bandara hancur total,” katanya.

Beberapa kota dan pangkalan udara di Ukraina telah dibom, ditembaki atau dihantam dengan rudal balistik sejak Rusia meluncurkan invasi.

Vinnytsia berada di wilayah barat Ukraina tengah, jauh dari perbatasan Rusia dan Belarusia, di wilayah yang jarang terjadi serangan serupa.

Moskow menyebut serangan yang diluncurkan sejak 24 Februari sebagai “operasi militer khusus”, dengan mengatakan Rusia tidak memiliki rencana untuk menduduki Ukraina, yang dulu pernah menjadi bagian dari Uni Soviet di bawah kekuasaan Moskow, tetapi kini telah beralih ke Barat dan mencari keanggotaan di NATO dan Uni Eropa.

Zelenskyy kembali mengajukan tuntutannya agar negara-negara Barat memberlakukan zona larangan terbang di atas Ukraina untuk mencegah lebih banyak serangan Rusia.

“Kami ulangi setiap hari: tutup langit di atas Ukraina. Tutup untuk semua rudal Rusia, untuk pesawat tempur Rusia, untuk semua teroris mereka,” katanya.

“Jika tidak, jika Anda tidak memberi kami setidaknya pesawat sehingga kami dapat melindungi diri kami sendiri, hanya ada satu hal untuk disimpulkan: Anda ingin kami dibunuh secara perlahan.” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Sabtu memperingatkan bahwa Moskow akan menganggap deklarasi pihak ketiga yang ingin menutup wilayah udara Ukraina sebagai tindakan bermusuhan, dan Barat sejauh ini telah menolak permintaan Zelenskyy, karena khawatir akan konfrontasi dengan Rusia. (Bahri)

Sumber: Al Jazeera

SMP Muhammadiyah PK Solo Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW

SURAKARTA(Jurnalislam.com)–SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat (PK) Surakarta menggelar pengajian virtual dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1443 H pada Rabu (2/3/2022). Hadir sebagai pembicara Ustaz Burhan Shodiq dan diikuti siswa-siswi melalui zoom meeting serta youtube PK TV.

 

Muhdiyatmoko, M.Pd selaku Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta. mengajak kepada guru, karyawan, dan para siswa untuk mengambil hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Hal itu karena banyak pelajaran yang bisa kita petik dan amalkan dari peristiwa bersejarah tersebut.

 

“Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa bersejarah yang mengandung dimensi keimanan untuk yakin bahwa Allah SWT yang menghendaki peristiwa tersebut berlangsung, dimensi kekuasaan bahwa kita mengakui kebesaran Allah SWT di atas segala-galanya,” papar Muhdiyatmoko saat sambutan acara tersebut.

 

Muhdiyatmoko mengajak kepada semua untuk mengambil hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj. Melalui perintah sholat tersebut terdapat pula dimensi hubungan dengan Allah SWT dan manusia. Kita diberi pelajaran untuk selalu disiplin, bersuci, beradab, dan mampu menjalin hubungan sesama manusia dengan penuh rasa penghargaan dan kasih sayang.

 

“Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk sholat lima waktu maka mari kita disiplin dalam melaksanakan sholat berjamaah,” jelasnya.

Ustaz Burhan Shodiq sebagai pembicara mengawali pembahasan tema dengan menceritakan kisah Rasulullah, Nabi Muhammad SAW, dalam perjalanan Isra’ Mi’raj dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha lalu dilanjutkan ke sidratul muntaha bertemu Allah SWT. Nabi Muhammad SAW menerima perintah sholat lima waktu.

 

“Isra’ Mi’raj adalah mukjizat dari Allah SWT yang diberikan kepada Rasulullah SAW pada sepuluh tahun setelah kenabian. Peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi sebagai hiburan untuk Rasulullah SAW karena ditinggal dua orang yang disayangi, istri Kodijah dan Paman Abu Thalib,” terang Ustaz Burhan Shodiq.

 

Mengapa peristiwa Isra’ Mi’raj tersebut Rasulullah SAW justru mendapatkan syariat salat? Kita bisa mengambil hikmah adalah jikalau kita dalam posisi galau, gelisah, sedih, insecure maka kita melaksanakan sholat. Pertanyaan berikutnya, sholat berperan sebagai apa? Apakah sekadar menggugurkan kewajiban atau sholat menjadi kebutuhan?

 

“Allah SWT akan selalu bersama kita, membersamai setiap kehidupan kita dan memberikan pertolongannya. Jika kita sedih, suntuk, insecure maka kita mendirikan sholat agar bisa mendapatkan pencerahan,” jelasnya

 

Ustaz Burhan Shodiq mengajak kepada semua untuk tidak menjadikan sholat sebagai beban, melainkan kebutuhan agar Allah SWT senantiasa memberikan pertolongan kepada kita semua dalam setiap masalah kehidupan.” Jelasnya.

 

Ustaz Muhammad Arif Wicagsono selaku ketua panitia menyampaikan bahwa hari besar Islam salah satunya peristiwa Isra’ Mi’raj selalu diperingati sekolah sebagai wahana edukasi dan motivasi kepada para siswa sehingga penguatan-penguatan karakter religius tetap terjaga.

Manuver Putin dan Patronase Kadyrov dalam Kebijakan Rusia

Oleh: Pizaro Gozali Idrus

Peneliti Center for Islam and Global Studies

Perang antara Rusia dan Ukraina yang meletus pada 24 Februari telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk umat Islam.

Hal ini khususnya terjadi saat pemimpin Republik Chechnya, yang merupakan wilayah mayoritas Muslim di bawah Federasi Rusia, mengerahkan puluhan ribu tentaranya untuk melawan tentara Ukraina.

Berita ini kemudian diikuti oleh banyak meme dan video yang menunjukkan keshalehan para tentara Rusia, sekaligus dukungan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Putin dianggap presiden pro umat Islam berhadapan dengan Ukraina yang didukung oleh negara-negara Barat, khususnya AS yang selama ini memerangi umat Muslim.

Manuver politik Putin

Umat Muslim dan masyarakat pada umumnya harus jernih melihat ini semua. Dalam menganalisa perang Ukraina, kita harus mengumpulkan data secara komprehensif dan tidak parsial agar dapat melihat problematika ini secara jernih.

Perlu diketahui, keterlibatan faksi perjuangan Checnya dalam dukungan terhadap Putin tidak lepas dari politik etis yang dilakukan Moskow untuk mendapatkan dukungan kekuasaan dan memukul mundur perlawanan Muslim. Artinya, pendekatan Putin kepada para pemimpin pemerintahan Republik Chechnya lebih bermuatan politis.

Wilayah Chechnya yang berpenduduk mayoritas Muslim telah menjadi saksi bisu dari perang brutal antara loyalis Moskow dan kelompok perlawanan Chechen dari pertengahan 1990 hingga 2009. Chechnya memperoleh kemerdekaan de facto setelah Perang Checnya antara 1994 dan 1996. Tapi Chechnya masih merupakan bagian sah dari Rusia.

Secara geografis, wilayah utara Chechnya berbatasan dengan Rusia, wilayah timur dan tenggara berbatasan dengan Republik Dagestan, dan barat daya berbatasan dengan Georgia.

Untuk menganalisa hubungan Putin dan patron Kadyrov, kita perlu kembali kepada sejarah hubungan antara keduanya. Julie Wilhelmsen dalam Inside Russia’s Imperial Relations: The Social Constitution of Putin-Kadyrov Patronage (2019), upaya Putin untuk menjinakkan Muslim Chehcnya lewat patron keluarga Kadyrov sudah dilakukan sejak 1999 melalui komunikasi personal.

Pada saat itu, Moskow menyadari perlunya proksi di Chechnya untuk membendung kelompok Muslim yang kembali melakukan perlawanan pada tahun 1999.

Benar saja, ketika pasukan Rusia kembali ke Checnya, Ahmad Kadyrov meminta orang-orang Chechnya untuk menghentikan perlawanan bersenjata.

Untuk membangun proksi, Putin menawarkan otonomi secara luas di bawah kepemimpinan Kadyrov. Hal ini dilakukan Putin untuk menopang popularitasnya sebagai perdana menteri. Kala itu, janji pertama Putin kepada rakyat Rusia ketika menjadi Perdana Menteri pada tahun 1999 adalah menghancurkan “teroris” di Chechnya. Ini menjadi pertaruhan politik Putin untuk mempertahakan awal kekuasaannya di Rusia.

Setelah Ahmad Kadyrov tewas akibat serangan bom, Ramzan Kadyrov, sang anak, menggantikan Ahmad sebagai pemimpin di Chechnya.

Sejak saat itu, Putin telah mengalokasikan uang, senjata, dan kekuasaan untuk Ramzan Kadyrov sebagai proksi Kremlin di wilayah itu. Sebelum tahun 2020, Moskow tercayat mengelontorkan dana sekitar USD4 miliar kepada Republik Chechnya setiap tahun. Sebagai timbal baliknya, Kadyrov menjanjikan Putin kekuatan militer dan perlindungan dari kelompok oposisi anti Moskow meskipun Kremlin melakukan tindakan brutal terhadap Muslim Chechnya.

Physicians for Human Rights (PHR) mendokumentasikan bahwa, pada Desember 2000, pasukan Rusia terus terlibat dalam penangkapan sewenang-wenang, penahanan yang tidak sah, penyiksaan, pembunuhan, percobaan pembunuhan, penghilangan, penyuapan, dan penembakan di pusat-pusat populasi Checnya.

Warga sipil ditangkap dengan barang bukti yang lemah, diinterogasi, dipukuli, dan kadang-kadang dilemparkan ke dalam lubang di tanah, hanya untuk dibebaskan ketika kerabat membayar suap yang signifikan. Beberapa menghilang.

Unit militer Rusia menyapu kota dan desa seolah-olah mencari pejuang di pihak Chechnya, menangkap warga sipil, menembak rumah, mengambil properti, lalu pergi.

PHR melakukan survei acak terhadap 1.143 orang yang mengungsi dari Chechnya karena perang. Responden menyaksikan hampir 200 pembunuhan terhadap non-pejuang atau non-kombatan.

Sebanyak 46% dari 1.143 yang disurvei melaporkan telah menyaksikan setidaknya satu pembunuhan warga sipil oleh pasukan federal Rusia.

Menggiring perang sesama Muslim

Aliansi militer Putin dan Kadyrov pada gilirannya berjalan hingga bertahun-tahun dan melewati batas teritori Rusia. Stacy Closson dalam The North Caucasus after the Georgia-Russia Conflict (2008), mencatat Ramzan telah menggalang tentara Chechnya untuk membela Rusia dalam perang di luar negeri.

Selama Perang Rusia-Georgia pada tahun 2008, beberapa ribu tentara Chechnya bertugas sebagai penjaga perbatasan di sepanjang perbatasan Abkhaz dan Ossetia Selatan. Servis serupa juga ditawarkan selama perang di Ukraina saat Rusia menganeksasi Krimea.

Meski Krimea adalah rumah bagi 12 persen Muslim Tatar, Kadyrov mendukung Putin untuk menganeksasinya. Pasukan Rusia memasuki semenanjung Krimea pada Februari 2014 dan Presiden Vladimir Putin secara resmi membagi wilayah tersebut menjadi dua subjek federal terpisah dari Federasi Rusia pada bulan berikutnya.

Banyak pasukan Chechnya Kadyrov telah berperan dalam pertempuran di Ukraina timur, di mana mereka mendukung separatis pro-Rusia melawan pasukan Ukraina ketika konflik meletus. Menurut PBB, pertempuran antara pasukan pemerintah Ukraina dan separatis pro-Rusia di Donbas telah menyebabkan lebih dari 13.000 orang tewas sejak 2014.

Aliansi Kadyrov dan Putin kemudian berlanjut di Suriah. Pada tahun 2015, Rusia mulai terlibat untuk mendukung penuh kekuasaan Assad. Kondisi ini menjadikan rezim Assad yang tadinya lemah berubah menjadi kuat.

Rusia telah menjadi pihak yang oleh banyak orang digambarkan sebagai genosida terhadap warga Muslim Suriah dan melakukan segudang kejahatan terhadap kemanusiaan. Hampir tidak mungkin dunia melupakan pembunuhan brutal Rusia di Suriah, yang ikut menargetkan warga sipil di rumah, toko, rumah sakit, dan sekolah.

Teror yang menghujani warga Suriah oleh angkatan udara Rusia telah menyebabkan krisis pengungsi. Zona aman yang dibangun di Idlib atas kesepakatan Moskow dan Ankara tidak bernar-benar aman dari serangan tentara Rusia dan Assad.

Kantor berita Anadolu Agency (2019) melaporkan dari kesepakatan pada 17 September 2018 hingga bulan Oktober 2019 sebanyak 1.282 warga sipil telah tewas oleh serangan udara koalisi Suriah dan Rusia, di antaranya adalah 219 wanita dan 341 anak-anak.

Pada Desember 2016, kehadiran pejuang Chechnya di antara pasukan Rusia menjadi subyek banyak laporan. Kadyrov awalnya membantah kehadiran pasukannya, tetapi menegaskan bahwa jika Kremlin memberikan perintah, pasukan yang ditempatkan di Chechnya dengan senang hati pergi “memerangi sampah di Suriah.”

Pada Januari 2017, pemimpin Chechnya mengakui bahwa batalyon polisi militer yang terdiri dari etnis Chechnya memang berada di Suriah sebagai bagian dari pasukan Kementerian Pertahanan Rusia.

Pada saat itu, sebuah video telah bocor dari pasukan Chechnya di mana sekitar 500 orang menunggu keberangkatan ke Suriah. Sementara itu, dua utusan Kadyrov telah mengunjungi Suriah dan bertemu dengan para prajurit.

Alexander Sotnichenko, pensiunan diplomat Rusia dan pakar Timur Tengah, dalam wawancaranya dengan Al-Monitor (2017) mengatakan salah satu tujuan pasukan Kadyrov ada di Suriah untuk menunjukkan kepada Muslim Suriah bahwa Rusia tidak membuat penduduk Sunni takut.

Alasan lainnya adalah untuk mengubah citra negatif warga Checnya yang sebagian besar dipandang rezim Suriah sebagai ‘teroris’, karena banyak dari mereka berperang melawan Assad.

Selain itu, Kadyrov tidak hanya mempromosikan kepentingan Rusia melalui kontak regionalnya, tetapi dia juga mengambil kesempatan untuk membawa investasi asing ke Chechnya.

Al-Monitor (2016) mencatat Israel menjadi sumber investasi lain bagi Chechnya. Sebagai hasil dari perjalanan menteri dan pebisnis Chechnya, peternakan susu besar (hingga 1.200 sapi) telah dimungkinkan di Chechnya dengan menggunakan uang dari pengusaha Israel. Pembangunan pabrik yang memproduksi makanan ikan adalah proyek lain yang sedang dikembangkan antara kedua pihak.

Menghindari pertarungan sesama Muslim di Ukraina

Benturan sesama Muslim kini berpeluang kembali terjadi di Ukraina. Sebuah video pendek yang diterbitkan saluran berita Rusia, RT, menunjukkan ribuan pasukan Chechnya berkumpul di alun-alun utama ibu kota wilayah itu, Grozny, untuk menunjukkan kesiapan berperang di Ukraina. Kadyrov pun mengakui sudah ada tentara-tentara Checnya yang tewas dalam perang di Ukraina.

Pekan lalu, Mufti Krimea Aider Rustemov meminta tentara Muslim yang bertugas di tentara Rusia untuk meninggalkan unit mereka karena khwatir dipaksa berperang melawan saudara-saudara mereka di Ukraina.

Rusia memang memiliki tentara Muslim yang berasal dari Caucasus, Tatarstan and Bashkortostan. Oleh karena itu, perang Ukraina rentan mengadu domba sentimen Muslim yang dapat memecah belah kesatuan umat Muslim Rusia dan Ukraina.

Sebagai catatan, jumlah muslim di Ukraina sendiri ada 400.000, yang mayoritas berasal dari Muslim Tatar. Pada 2014, saat Krimea dianeksasi Rusia, puluhan ribu dari Muslim Tatar harus mengungsi dari rumah mereka.

Untuk itu, kita perlu hati-hati dalam mencermati manuver Putin dalam perang di Ukraina. Jika tidak waspada, umat Islam rentan dimanfaatkan untuk kepentingan politik dalam perang Ukraina dan Rusia.

Daftar Pustaka

Inside Russia’s Imperial Relations: The Social Constitution of Putin-Kadyrov Patronage, Cambridge University Press: 2019

Stacy Closson, “The North Caucasus after the Georgia-Russia Conflict,” Russian Analytical Digest 51 (December 5, 2008), 2–5.

Pizaro, Negosiasi Konflik Turki dan Rusia dalam Menyelesaikan Krisis Suriah: Studi Kasus Zona De-Eskalasi Idlib (2018-2019), Paramadina Graduate School of Diplomacy: 2021

Physicians for Human Rights, Endless Brutality: Ongoing Human Rights Violations in Chechnya, 2001

Religious Information Service of Ukraine (2022), Mufti of Crimean Muslims urges co-religionists in the Russian army to return home, https://risu.ua/en/mufti-of-crimean-muslims-urges-co-religionists-in-the-russian-army-to-return-home_n126275

Al-Monitor (2016), What is Chechnya’s Kadyrov up to in Middle East?: https://www.al-monitor.com/originals/2016/11/chechnya-kadyrov-russia-mideast-diplomacy.html#ixzz7MLWyn4Gs

Al-Monitor ( 2017), What’s Chechnya doing in Syria?, https://www.al-monitor.com/originals/2017/03/russia-syria-chechnya-ramzan-kadyrov-fighters.html

Kajian Spesial F-UMA IMBI, Ketua Umum DPP LIDMI: Pemuda adalah Lokomotif Perubahan

BIMA(Jurnalislam.com)–Forum Ukhuwah Mahasiswa Muslim Bima-Dompu (F-UMA IMBI)melaksanakan Kajian Spesial tentang Kepemudaan pada Ahad (6/03) malam via Zoom Meeting. Tema umum dari webinar ini adalah Peran Pemuda dalam Perkembangan Dakwah Kampus.

Kajian ini dilaksanakan dalam rangka untuk memperkuat semangat dakwah dalam menyongsong berbagai tantangan zaman. Selain itu, kajian ini dipandang penting untuk menyemarakkan diskusi intelektual di kalangan pemuda.

Faktor yang spesial dari kajian ini adalah karena menghadirkan pembicara dari Pimpinan Pusat Lingkar Dkawah Mahasiswa Indonesia. Asrullah selaku ketua umum terpilih di Muktamar IV LIDMI akhir Februari lalu mengisi kajian tersebut sekitar satu jam. Kajian kemudian diiringi dengan diskusi interaktif mengenai arah gerakan pemuda dewasa ini.

Asrullah dengan lugas menguraikan beberapa peran penting pemuda bagi kemajuan agama dan bangsa. Salah satu diantaranya adalah pentingnya peran pemuda sebagai lokomotif perubahan.

“Dengan dibarengi semangat perjuangan yang bersifat kontinu dan konsep intelektual yang bernas, pemuda adalah lokomotif perubahan. Pesan kami pribadi. Cerdaslah pada bidang kita masing-masing, Jangan membangun paradigma homogenitas. Itu akan membuat kita tidak produktif”, ungkapnya.

Menurutnya, pemuda atau mahasiswa harus memperdalam ilmu yang ia sedang geluti dengan maksimal. Dengan demikian, akan lahir mahasiswa yang mampu berkontribusi positif sesuai bidang keilmuannya.

Dalam kaitannya dengan bonus demografi, Asrullah juga mengungkapkan peran pemuda yang sangat besar. Mayoritas generasi produktif saat ini adalah dari kalangan pemuda. Bonus demografi bisa saja menjadi buah simalakama jika potensi yang ada tidak dimanfaatkan dengan baik.

“Salah satu tantangan kita ialah bonus demografi. Satu kondisi dimana mayoritas generasi profuktif diisi oleh pemuda. Pertanyaannya adalah pemuda seperti apa yang kita inginkan? Apakah pemuda yang setelah ngaji, pergi ke masjid setelah itu selesai? Apakah itu yang disebut sebagai aktivis?”

Menurut mahasiswa doktoral Universitas Hasanuddin ini, pemuda seharusnya jangan menarik diri dari percaturan sosial. “Pemuda seharusnya mampu membaca kapasitas pribadi, melihat realitas diri, mengukur kapasitas itu, dan kemudian menuangkannya dalam ranah aplikatif, pada ranah sosial. Itulah namanya pemuda solutif,” tegasnya.