
PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Departemen Luar Negeri menambahkan pemimpin Al Qaeda di benua India (AQIS), Asim Umar, ke dalam daftar musuh negara yang ditetapkan secara khusus.
AS mencatat bahwa Asim Umar adalah mantan anggota Harakat ul Mujahidin yang ditetapkan AS sebagai Organisasi Teroris Global. Asim Umar juga menjabat sebagai komandan dalam Gerakan Taliban di Pakistan serta pejabat syariah di cabang Al Qaeda di Pakistan, sebelum bergabung menjadi AQIS yang merupakan cabang resmi al Qaeda yang berbasis di Afghanistan, Pakistan, India, Bangladesh, dan Burma.
Posisi Asim Umar sebelumnya di Harakat ul Mujahidin dan Gerakan Taliban di Pakistan tidaklah mengejutkan. Al Qaeda telah mengandalkan pejuang dari kelompok jihad di Asia Selatan untuk meningkatkan jajarannya.
“Tindakan hari ini memberitahu publik AS dan masyarakat internasional bahwa AQIS dan Umar secara aktif telah terlibat dalam kelompok,” catat AS dalam siaran pers hari ini, lansir The Long War Journal, Kamis (30/06/2016).
AQIS mencakup unsur-unsur dari Taliban Afghanistan dan Pakistan, Harakat-ul-Muhajideen, Harakat-ul-Jihad-al-Islami dan Brigade 313, Jaish-e-Mohammad, Lashkar-e-Jhangvi, India Mujahidin (pasukan Lashkar- e-Taiba), Gerakan Islam Uzbekistan, Partai Islam Turkistan, Junood al Fida, dan kelompok-kelompok lain yang berbasis di Afghanistan, Pakistan, dan India.
Pengumuman tersebut juga mencatat beberapa serangan profil tinggi AQIS di wilayah tersebut, termasuk upaya untuk membajak sebuah kapal Pakistan di Karachi pada tanggal 6 September 2014. AQIS menggunakan personil angkatan laut Pakistan untuk membantu rencananya.
“AQIS juga telah mengaku bertanggung jawab atas eksekusi aktivis LGBT dan penulis di Bangladesh, termasuk warga negara AS, Avijit Roy, karyawan lokal Kedutaan Besar AS, Xulhaz Mannan, dan warga negara Bangladesh, Oyasiqur Rahman Babu, Ahmed Rajib Haideer, dan A.K.M. Shafiul Islam,” catatan AS.
Amir AQIS, Umar, mengatakan mereka yang tewas di Bangladesh adalah para penghujat Islam, karena mereka ateis, homoseksual, dan aktivis lain yang menghina Islam. Umar juga mengatakan serangan itu atas perintah Syeikh Ayman Zawahiri.
Sementara AS mencatat serangan profil tinggi dieksekusi oleh AQIS, mereka menghilangkan dua ancaman utama yang ditimbulkan AQIS: pembentukan kembali kamp pelatihan di Afghanistan, dan mengembangkan kader pejuang dan pasukan yang setia kepada al Qaeda.
Pada bulan April, Brigadir Jenderal Charles Cleveland, juru bicara Resolute Support, mengatakan kepada The Washington Post bahwa al Qaeda telah menjalin hubungan dekat dengan Taliban dan bangkit kembali di negeri ini.
Selain itu, Buchanan mengatakan kepada CNN bahwa al Qaeda mungkin telah menempatkan 300 pasukan di negara ini, namun jumlah itu tidak termasuk fasilitator lain dan simpatisan di jaringan al Qaeda.
Selain meremehkan kekuatan Al Qaeda di Afghanistan, para pejabat AS selama bertahun-tahun meyakini bahwa kelompok jihad tersebut telah melemah di Pakistan karena serangan pesawat tak berawak, dan bahwa tidak lebih dari 400 pasukan yang berada di sana.
Tapi The Washington Post menghancurkan keyakinan lama yang mereka pegang pada tanggal 3 Juni ketika melaporkan kehadiran al Qaeda yang tumbuh di Karachi, Pakistan. Ratusan bahkan ribuan pasukan dan rekrutan al Qaeda diperkirakan beroperasi di kota Pakistan saja.
“Para pejabat kontraterorisme di Karachi memiliki daftar beberapa ratus anggota al Qaeda yang aktif, yang membuat mereka menganggap setidaknya ada beberapa ribu di jalan-jalan,” lapor the Post.
“Di Karachi, AQIS telah membagi diri menjadi tiga segmen operasional – rekrutmen, keuangan dan taktis – terdiri dari sel-sel beranggota empat hingga enam orang. Sel-sel perekrutan bekerja di madrasah dan sekolah, diawali dengan mengajarkan tentang Islam sebelum menjadikan siswa tertentu untuk calon rekrutan,” kata para pejabat.
Laporan the Post tidak menyentuh kehadiran Al Qaeda di daerah tradisional Pakistan lainnya, seperti daerah-daerah suku, Peshawar, Lahore, dan sejumlah kota Pakistan.
Ekspansi besar-besaran Al Qaeda di Pakistan dan Afghanistan dapat langsung dikaitkan dengan amir AQIS, Asim Umar dan Syeikh Ayman Zawahiri, yang secara hati-hati merencanakan perjuangan al Qaeda di anak benua India.

Deddy | TLWJ | Jurnalislam
IRAK (Jurnalislam.com) – Serangan udara pada pasukan Islamic State(IS) yang melarikan diri setelah kekalahannya di Fallujah telah menghancurkan lebih dari 260 kendaraan tempur IS dan membunuh sedikitnya 150 pasukan, kata petugas Irak, lansir Al Arabiya News Channel, Kamis (30/06/2016).
Dia merujuk pada seri pertama serangan terhadap konvoi besar-besaran beberapa ratus kendaraan menuju selatan dari Fallujah ke arah padang gurun, tampaknya menuju daerah yang masih dikuasai IS dekat perbatasan dengan Suriah.
TURKI (Jurnalislam.com) – Polisi Turki telah mengidentifikasi salah satu penyerang dalam pemboman di Bandara Internasional Istanbul Ataturk yang menewaskan sedikitnya 41 orang pada Selasa malam, World Bulletin melaporkan Kamis (30/06/2016).

Beberapa kelompok ini telah dipersenjatai dengan rudal TOW buatan Amerika. Sebuah video yang diposting di YouTube konon menunjukkan Divisi Pantai 1 menargetkan pasukan rezim Syiah Suriah dengan rudal TOW dekat kota Kinsabba. Dalam video lain, anggota Jaysh al Izzah menembakkan TOW ke sebuah target yang tampaknya adalah sebuah tank.


IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah membuat kemenangan baru di darat melawan kelompok Islamic State (IS) dalam upaya merebut kembali kota terbesar kedua di negara itu, World Bulletin melaporkan, Rabu (29/06/2016).
YAMAN (Jurnalislam.com) – Pembunuhan Brigadir Jenderal terkemuka Pemerintah Yaman oleh Syiah Houthi diperintahkan oleh komandan tinggi Houthi, menurut rekaman audio baru yang diperoleh Al Jazeera.
ANKARA (Jurnalislam.com) – Penyerang Istanbul tidak bisa melewati pemeriksaan keamanan di pintu masuk bandara, perdana menteri Turki mengatakan pada hari Rabu (29/06/2016), lansir Anadolu Agency.
AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Pemimpin Hezb-i-Islami Gulbuddin (HIG), sebuah faksi yang memicu perlawanan di Afghanistan, mundur dari pembicaraan damai setelah menaikkan harapan pemerintah rezim Afghanistan bahwa kesepakatan sudah dekat. Gulbuddin Hekmatyar, pemimpin HIG, telah bermain-main dengan pemerintah Afghanistan di masa lalu.
Hekmatyar adalah tokoh terkenal yang memiliki hubungan dengan al Qaeda, serta militer dan intelijen pembentukan Pakistan.