AS Masukan Asim Umar dalam Daftar Musuh Negara

al-quaeda-indian-subcontinent-20160630_CF6CC4F3E6C547A09052DA3D565A1AEE

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Departemen Luar Negeri menambahkan pemimpin Al Qaeda di benua India (AQIS), Asim Umar, ke dalam daftar musuh negara yang ditetapkan secara khusus.

AS mencatat bahwa Asim Umar adalah mantan anggota Harakat ul Mujahidin yang ditetapkan AS sebagai Organisasi Teroris Global. Asim Umar juga menjabat sebagai komandan dalam Gerakan Taliban di Pakistan serta pejabat syariah di cabang Al Qaeda di Pakistan, sebelum bergabung menjadi AQIS yang merupakan cabang resmi al Qaeda yang berbasis di Afghanistan, Pakistan, India, Bangladesh, dan Burma.

Posisi Asim Umar sebelumnya di Harakat ul Mujahidin dan Gerakan Taliban di Pakistan tidaklah mengejutkan. Al Qaeda telah mengandalkan pejuang dari kelompok jihad di Asia Selatan untuk meningkatkan jajarannya.

“Tindakan hari ini memberitahu publik AS dan masyarakat internasional bahwa AQIS dan Umar secara aktif telah terlibat dalam kelompok,” catat AS dalam siaran pers hari ini, lansir The Long War Journal, Kamis (30/06/2016).

Winds-5-As-Sahab-160x120AQIS mencakup unsur-unsur dari Taliban Afghanistan dan Pakistan, Harakat-ul-Muhajideen, Harakat-ul-Jihad-al-Islami dan Brigade 313, Jaish-e-Mohammad, Lashkar-e-Jhangvi, India Mujahidin (pasukan Lashkar- e-Taiba), Gerakan Islam Uzbekistan, Partai Islam Turkistan, Junood al Fida, dan kelompok-kelompok lain yang berbasis di Afghanistan, Pakistan, dan India.

Pengumuman tersebut juga mencatat beberapa serangan profil tinggi AQIS di wilayah tersebut, termasuk upaya untuk membajak sebuah kapal Pakistan di Karachi pada tanggal 6 September 2014. AQIS menggunakan personil angkatan laut Pakistan untuk membantu rencananya.

“AQIS juga telah mengaku bertanggung jawab atas eksekusi aktivis LGBT dan penulis di Bangladesh, termasuk warga negara AS, Avijit Roy, karyawan lokal Kedutaan Besar AS, Xulhaz Mannan, dan warga negara Bangladesh, Oyasiqur Rahman Babu, Ahmed Rajib Haideer, dan A.K.M. Shafiul Islam,” catatan AS.

Amir AQIS, Umar, mengatakan mereka yang tewas di Bangladesh adalah para penghujat Islam, karena mereka ateis, homoseksual, dan aktivis lain yang menghina Islam. Umar juga mengatakan serangan itu atas perintah Syeikh Ayman Zawahiri.

Sementara AS mencatat serangan profil tinggi dieksekusi oleh AQIS, mereka menghilangkan dua ancaman utama yang ditimbulkan AQIS: pembentukan kembali kamp pelatihan di Afghanistan, dan mengembangkan kader pejuang dan pasukan yang setia kepada al Qaeda.

Pada bulan April, Brigadir Jenderal Charles Cleveland, juru bicara Resolute Support, mengatakan kepada The Washington Post bahwa al Qaeda telah menjalin hubungan dekat dengan Taliban dan bangkit kembali di negeri ini.

Selain itu, Buchanan mengatakan kepada CNN bahwa al Qaeda mungkin telah menempatkan 300 pasukan di negara ini, namun jumlah itu tidak termasuk fasilitator lain dan simpatisan di jaringan al Qaeda.

Selain meremehkan kekuatan Al Qaeda di Afghanistan, para pejabat AS selama bertahun-tahun meyakini bahwa kelompok jihad tersebut telah melemah di Pakistan karena serangan pesawat tak berawak, dan bahwa tidak lebih dari 400 pasukan yang berada di sana.

Tapi The Washington Post menghancurkan keyakinan lama yang mereka pegang pada tanggal 3 Juni ketika melaporkan kehadiran al Qaeda yang tumbuh di Karachi, Pakistan. Ratusan bahkan ribuan pasukan dan rekrutan al Qaeda diperkirakan beroperasi di kota Pakistan saja.

“Para pejabat kontraterorisme di Karachi memiliki daftar beberapa ratus anggota al Qaeda yang aktif, yang membuat mereka menganggap setidaknya ada beberapa ribu di jalan-jalan,” lapor the Post.

“Di Karachi, AQIS telah membagi diri menjadi tiga segmen operasional – rekrutmen, keuangan dan taktis – terdiri dari sel-sel beranggota empat hingga enam orang. Sel-sel perekrutan bekerja di madrasah dan sekolah, diawali dengan mengajarkan tentang Islam sebelum menjadikan siswa tertentu untuk calon rekrutan,” kata para pejabat.

Laporan the Post tidak menyentuh kehadiran Al Qaeda di daerah tradisional Pakistan lainnya, seperti daerah-daerah suku, Peshawar, Lahore, dan sejumlah kota Pakistan.

Ekspansi besar-besaran Al Qaeda di Pakistan dan Afghanistan dapat langsung dikaitkan dengan amir AQIS, Asim Umar dan Syeikh Ayman Zawahiri, yang secara hati-hati merencanakan perjuangan al Qaeda di anak benua India.

asim-umar

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Irak: 260 Kendaraan Tempur IS Dihancurkan saat Keluar dari Fallujah


Iraq-F-16-655x360IRAK (Jurnalislam.com)
– Serangan udara pada pasukan Islamic State(IS) yang melarikan diri setelah kekalahannya di Fallujah telah menghancurkan lebih dari 260 kendaraan tempur IS dan membunuh sedikitnya 150 pasukan, kata petugas Irak, lansir Al Arabiya News Channel, Kamis (30/06/2016).

Serangan dimulai pada hari Selasa (28/06/2016) saat ratusan kendaraan yang membawa senjata dan amunisi berusaha meninggalkan posisi terakhir mereka di sebelah barat kota itu, kata Komando Operasi Gabungan (the Joint Operations Command -JOC).

“Pasukan kami di penerbangan militer menghancurkan lebih dari 200 kendaraan,” kata juru bicara JOC Yahya Rasool.

Dia mengatakan pasukannya juga telah menyita sejumlah besar senjata dan amunisi.

Rasool mengatakan sedikitnya 150 pasukan IS terbunuh dalam serangan, meskipun tidak jelas bagaimana menghitung dan mengidentifikasi orang yang tewas.

islamic-state-of-iraq-and-the-levant-isilDia merujuk pada seri pertama serangan terhadap konvoi besar-besaran beberapa ratus kendaraan menuju selatan dari Fallujah ke arah padang gurun, tampaknya menuju daerah yang masih dikuasai IS dekat perbatasan dengan Suriah.

Sedikitnya 60 kendaraan IS hancur oleh serangan udara yang dilakukan oleh pesawat koalisi yang dipimpin Irak dan AS terhadap konvoi yang sedang bergerak menuju barat laut Fallujah, kepala Komando Operasi Anbar, Ismail Mahalawi, mengatakan.

Ia tidak bisa memberikan perkiraan jumlah pasukan IS yang tewas dalam serangan.

Pasukan Irak telah merebut kembali kontrol penuh Fallujah, lambang benteng IS yang terletak hanya 50 kilometer (30 mil) sebelah barat Baghdad, setelah operasi besar yang diluncurkan sejak bulan Mei.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Warga Rusia Diidentifikasi sebagai Pembom Bandara Turki, Ini Kronologinya

resized-48904-a1e5595bresized-3e2df9a1d12abmansetcTURKI (Jurnalislam.com) – Polisi Turki telah mengidentifikasi salah satu penyerang dalam pemboman di Bandara Internasional Istanbul Ataturk yang menewaskan sedikitnya 41 orang pada Selasa malam, World Bulletin melaporkan Kamis (30/06/2016).

Osman Vadinov, warga Rusia, adalah orang pertama yang meledakkan dirinya setelah menembakkan senjata Kalashnikov di pintu masuk bandara.

Polisi mengatakan ada delapan pelaku yang terlibat dalam serangan bandara. Tiga dari mereka tewas di tempat, satu ditahan dan empat orang lainnya sedang dicari. Para penyerang yang tewas adalah warga negara Dagestan, Kirghiztan dan Uzbekistan.

Ahmet Chatayev, seorang Chechen, diduga menjadi perencana serangan. Dia bergabung dengan kelompok Islamic State (IS) pada tahun 2015, menurut keterangan.

Menurut laporan intelijen pelaku mempersiapkan serangan di sebuah rumah sewa di Horhor Street kawasan Aksaray kabupaten Fatih.

Tiga penyerang memasuki Turki pada 25 Mei dan menyewa sebuah apartemen di jalan dekat pusat perbelanjaan Historia.

Dari rekaman kamera pengintai polisi menemukan bahwa penyerang menaiki taksi dari pusat perbelanjaan untuk mencapai bandara pada hari serangan itu.

Seorang penyerang dengan mantel hitam menarik perhatian seorang perwira polisi, yang memintanya untuk menunjukkan kartu identitas. Penyerang tersebut menembaki polisi Ahmet Berker. Polisi kemudian menembak balik para penyerang, sementara salah satu dari mereka meledakkan dirinya dan rekannya yang lain mulai menembak dengan Kalashnikov.

Polisi menemukan dua Kalashnikov, dua senjata dan bom rakit di tempat kejadian.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Jaysh al Fateh Gempur Posisi Rezim Suriah Assad di Latakia

100 Al-Nusra Militants Enter Syrian-Turkish Border: Russian Defense Ministry

LATAKIA (Jurnalislam.com) – Faksi-faksi jihad Suriah yang dipimpin koalisi Jaysh al Fateh (Army of Conquest) dan sekutunya melancarkan serangan baru pada posisi rezim Nushairiyah Assad di provinsi pesisir Latakia dalam Serangan 27 Juni, bernama “Battle of Yarmouk“, lansir The Long War Journal, Rabu (28/06/2016).

Jabhah Nusrah dan Ahrar al Sham, dua konstituen Jaysh al Fateh yang paling penting, memimpin dalam pertempuran. Jabhah Nusrah adalah cabang resmi al Qaeda di Suriah. Ahrar al Sham adalah seperti Taliban kedua dan memiliki koneksi sendiri dengan Al Qaeda.

Faksi jihad lain al Qaeda, Partai Islam Turkistan (the Turkistan Islamic Party-TIP), telah merilis gambar-gambar pertempuran di situs media sosial. Kelompok anggota Jaysh al Fateh lainnya, seperti Ajnad al Sham dan Faylaq al Sham, juga merilis gambar-gambar tersebut.

Divisi Pantai 1, Divisi Pantai 2, Jaysh al Izzah, Jaysh al Tahrir dan Jaysh al Nasr adalah kelompok afiliasi FSA yang terlibat pertempuran bersama koalisi Jaysh al Fateh.
jaish-al-izzah-tow-usBeberapa kelompok ini telah dipersenjatai dengan rudal TOW buatan Amerika. Sebuah video yang diposting di YouTube konon menunjukkan Divisi Pantai 1 menargetkan pasukan rezim Syiah Suriah dengan rudal TOW dekat kota Kinsabba. Dalam video lain, anggota Jaysh al Izzah menembakkan TOW ke sebuah target yang tampaknya adalah sebuah tank.

Banyak pertempuran berpusat di beberapa area strategis yang penting di Latakia seperti Gunung Turkmen dan Gunung Akrad, yang keduanya telah mengalami berbagai pertempuran sejak awal perang Suriah. Serangan udara Rusia juga berulang kali menargetkan mujahidin di daerah tersebut.

Para mujahidin dan pejuang lainnya mengabarkan kemenangan selama pertempuran awal, dan melaporkan telah merebut beberapa desa.

Pertempuran di Latakia adalah bukti lebih lanjut bahwa kelompok-kelompok jihad, seperti pasukan resmi Al Qaeda, bercampur dengan organisasi lain dalam perjuangan anti rezim Syiah Assad.

Koalisi Jaysh al Fateh telah berjuang di beberapa daerah Suriah, Jabhah Nusrah dan Ahrar selalu menjadi pihak terkemuka. Mitra koalisi selalu berubah dari satu pertempuran ke pertempuran lain.

Serangan yang dipimpin Jaysh al Fateh di Latakia tersebut adalah serangan kedua yang diluncurkan oleh gabungan faksi faksi jihad bulan ini. Jaysh al Fateh mengusai beberapa desa di bagian selatan provinsi Aleppo dalam tiga minggu pertama Juni.

16-06-27-Jaish-al-Tahrir-map-of-area-in-Latakia-768x434 16-06-27-Jaysh-al-Izzah-map-of-are-in-Latakia 16-06-27-Map-of-areas-near-Jabal-Turkman 16-06-28-Ahrar-al-sham-map-of-areas-in-Latakia-768x434 16-06-28-Ajnad-al-Sham-member-explains-battle-plan-for-Latakia 16-06-28-Sham-Legion-map-of-areas-22liberated22-in-Latakia-768x534

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Lebih 10.000 Dokumen Penting IS Ditemukan Pentagon di Manbij

Rebel fighters from 'Mujahideen Horan brigade' carry their weapons as they take part in military training in the western rural area of Deraa Governorate, Syria June 19, 2016. REUTERS/Alaa Al-Faqir TPX IMAGES OF THE DAY - RTX2H0C9

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan Arab Kurdi yang didukung militer AS telah menemukan ribuan dokumen, ponsel dan perangkat digital lainnya dari kelompok Islamic State (IS), kata seorang pejabat Pentagon, lansir Al Arabiya News Channel, Rabu (29/06/2016).

Penemuan tersebut terjadi saat pasukan Arab Kurdi dan Suriah Hones melakukan serangan di kota utara Manbij, sebuah jalur penting antara perbatasan Turki dan Raqa, ibukota de facto IS.

Kolonel Chris Garver, juru bicara serangan yang dipimpin AS, mengatakan bahwa pasukan Arab Suriah sedang mendirikan pijakan di tepi selatan dan barat Manbij, dan telah menutup pintu masuk terowongan yang kompleks menuju kelompok IS.

“Mereka juga menyita lebih dari 10.000 dokumen dari tepi terluar, termasuk buku, poster propaganda, ponsel, laptop, peta dan perangkat penyimpanan digital,” kata Garver kepada wartawan.

“Eksploitasi informasi ini sedang berlangsung untuk lebih memahami jaringan dan teknik IS, termasuk sistem untuk mengelola aliran pasukan asing ke Suriah dan Irak,” tambahnya.

Pejabat Pentagon menyoroti tingginya nilai informasi tersebut, yang mengarah ke target baru dan membantu mereka memahami jaringan IS.

Secara terpisah, di sudut tenggara Suriah, sebuah kelompok oposisi bentukan AS yang disebut Tentara Suriah Baru (the New Syrian Army) pada hari Rabu bertempur untuk menguasai wilayah dekat perbatasan al-Bukamal dengan Irak.

Tujuan mereka adalah untuk memotong jalur pasokan pasukan IS di lembah Efrat antara Suriah dan Irak.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights) mengatakan mereka telah merebut pangkalan udara kecil Al-Hamdan di dekatnya, tetapi IS merebut kembali Rabu sore dan mereka terpaksa mundur.

Garver tidak memberikan rincian tambahan mengenai pertempuran yang sedang berlangsung tetapi menekankan nilai perbatasan itu.

“Pertempuran itu penting karena akan membantu memperlambat aliran pejuang asing … dari Irak ke Suriah dan sebaliknya,” katanya.

Pentagon mengklaim jumlah pejuang asing yang masuk ke Irak dan Suriah telah turun dari sekitar 2.000 perbulan tahun lalu menjadi hanya 200 per bulan tahun ini.

“Kami tidak melihat pergerakan dalam jumlah besar. Ukuran pergerakan ini tentu telah dipangkas jauh,” kata Garver.

IS merebut penyeberangan al-Bukamal pada pertengahan 2014, ketika menguasai beberapa petak wilayah di kedua sisi perbatasan dan menyatakan kekhalifahan sendiri.

Garver mengatakan perhatian di Irak sekarang bergeser dari Fallujah, yang direbut pasukan Irak pekan lalu dari IS, ke benteng utama IS, Mosul.

Serangan udara koalisi menghancurkan gudang minyak IS di Mosul dan terus menyerang beberapa target di kota itu, kata Garver.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

 

Rebut Wilayah Telol al Baj, Pasukan Irak Bergerak ke Mosul

peshmerga-mosulIRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah membuat kemenangan baru di darat melawan kelompok Islamic State (IS) dalam upaya merebut kembali kota terbesar kedua di negara itu, World Bulletin melaporkan, Rabu (29/06/2016).

Pada hari Selasa, pasukan Irak kembali mengambil alih kontrol atas wilayah Telol al-Baj, yang terletak di jalan raya yang menghubungkan kota al-Shirqat, terletak sekitar 250 kilometer (155 mil) utara ibukota, Baghdad, hingga bagian selatan Mosul, laporan Press TV.

“Personil keamanan telah membebaskan Telol al-Baj, dan beberapa unit telah dikerahkan empat kilometer (2,4 mil) dari daerah untuk mencegah infiltrasi kendaraan penuh bahan peledak ke dalam wilayah ini,” kata Letnan Jenderal Abdul Ghani al-Assadi, komandan pasukan khusus Irak.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Rekaman Audio Houthi: Brigadir Jenderal Yaman Tewas Dipotong-potong

91bd892b5ef8438ead9a950ba933b2a1_18YAMAN (Jurnalislam.com) – Pembunuhan Brigadir Jenderal terkemuka Pemerintah Yaman oleh Syiah Houthi diperintahkan oleh komandan tinggi Houthi, menurut rekaman audio baru yang diperoleh Al Jazeera.

Seperti yang dilansir Aljazeera, Rabu (29/06/2016) Brigadir Jenderal Hameed al-Qushaibi, yang mengepalai tentara Yaman Brigade 310 ditangkap pada bulan Juli 2014 dan ditembak mati oleh delapan orang bersenjata Houthi di Amran, sebuah kota yang terletak sekitar 50 kilometer sebelah utara Sanaa.

Rekaman tersebut termasuk percakapan telepon yang diyakini terjadi antara beberapa pemimpin militer Syiah Houthi berpengaruh, termasuk komandan lapangan Youssef al-Madani dan komandan militer Abu Ali al-Hakim.

Madani dan Hakim dilaporkan tewas dalam serangan udara yang diluncurkan oleh koalisi pimpinan Saudi di Yaman pada tahun 2015.

Percakapan telepon mengungkapkan bahwa para pemberontak Houthi menganggap pembunuhan Qushaibi sebagai balas dendam atas pembunuhan pendiri kelompok itu, Hussein Badreddin al-Houthi pada tahun 2004.

Dalam satu percakapan yang tampaknya terjadi antara komandan Houthi Abdullah al-Hasani dan Madani, Hasani terdengar menginformasikan kepada Madani bahwa pasukan mereka telah menewaskan Qushaibi.

Komandan Houthi, Youssef al-Madani
Komandan Houthi, Youssef al-Madani

Madani bertanya kepada Hasani apakah dia yakin bahwa orang yang mereka bunuh adalah Qushaibi, yang ia jawab: “Kami telah memotongnya menjadi potongan-potongan.”

Kemudian ia menjelaskan bahwa mereka juga menembak beberapa pejuang Qushaibi, Hasani menambahkan, “Saya tahu dia.”

Percakapan menunjukkan bahwa para pemimpin Houthi memutuskan untuk menyembunyikan kebenaran tentang siapa yang membunuh Qushaibi, bahkan berencana untuk mengklaim bahwa ia bunuh diri.

Koalisi negara-negara Arab meluncurkan serangan udara di Maret 2015 untuk mengusir pemberontak Houthi, namun para pemberontak Syiah tersebut masih menguasai ibukota dan banyak wilayah Yaman.

Syiah Houthi, yang beralasan membela kepentingan komunitas Zaidi Syiah yang terkepung, mengatakan mereka berperang untuk membela diri terhadap marginalisasi.

Sekitar 9.000 orang telah tewas di Yaman sejak intervensi dimulai, mayoritas dari mereka adalah warga sipil, menurut angka PBB. Pertempuran itu juga telah mendorong 2,8 juta orang dari rumah mereka.

Sedikitnya 14 juta orang Yaman, lebih dari setengah penduduk negara itu, membutuhkan makanan darurat dan bantuan penyelamatan jiwa untuk mencegah kelaparan di hampir setengah dari 22 provinsi Yaman, menurut laporan PBB dan pemerintah Yaman bulan ini.

Konflik 15 bulan di Yaman telah merenggut para pemuda dalam jumlah mengerikan di negara itu, dengan UNICEF memperingatkan bahwa diperkirakan 320.000 anak-anak menghadapi kekurangan gizi yang mengancam jiwa.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

 

Serangan Bom Hantam Kendaraan Militer Thailand, 1 Tentara Tewas dan 3 Terluka

thumbs-b-c-c2382b100a4bd4da068b40734fe7254cTHAILAND (Jurnalislam.com) – Seorang tentara Thailand tewas dan tiga lainnya luka-luka ketika sebuah bom meledak di bawah kendaraan mereka hari pada hari Rabu di provinsi selatan yang mayoritas dihuni kaum Muslim.

Kapten polisi Apichart Dolae dari kantor polisi distrik Rang-ngae di Narathiwat pada hari Rabu (29/06/2016) mengatakan kepada Anadolu Agency, “bom meledak ketika tentara lewat di dekat sebuah sekolah di Rang-ngae.”

Dia mengatakan bahwa ledakan itu menyebabkan seorang sersan tewas dan tiga tentara terluka.

“Kami menganggap ini adalah pekerjaan pejuang,” tambahnya.

Insiden kekerasan – termasuk ledakan dan penembakan – telah terjadi setiap hari dekat di wilayah selatan, yang tidak stabil akibat perlawanan selama puluhan tahun.

Konflik di selatan berakar dalam masalah agama-etnis-budaya antara Muslim Melayu yang telah berabad lamanya tinggal di wilayah selatan dengan pemerintah pusat Thai yang menjadikan Buddhisme sebagai agama nasional de-facto.

Pada Selasa malam, dua penduduk desa ditembak mati dan seorang lagi terluka di provinsi tetangga Yala, tak lama setelah sekelompok tentara mendapat serangan tembakan di distrik Takbai, Narathiwat namun tidak menimbulkan korban.

Pada Ahad malam, seorang imam Masjid dibunuh di distrik Yaring di provinsi tetangga Pattani.

Imam berusia 46 tahun, Abdulloh Doe, sedang mengendarai sepeda motornya ke sebuah Masjid desa setempat ketika seorang pria tak dikenal yang telah mengikuti dia menembaknya berkali-kali dengan pistol dari belakang.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

PM Turki: Penyerang Tidak Bisa Lewati Pintu Masuk Keamanan Bandara

02807fdc-e97f-4dcb-ab58-4523746d110e-16x9-788x442ANKARA (Jurnalislam.com) – Penyerang Istanbul tidak bisa melewati pemeriksaan keamanan di pintu masuk bandara, perdana menteri Turki mengatakan pada hari Rabu (29/06/2016), lansir Anadolu Agency.

Pada hari Selasa, Istanbul menjadi tempat serangan teror besar, di mana 42 orang tewas dan lebih dari 230 lainnya terluka oleh tiga penyerang bersenjata dengan senapan serbu otomatis dan rompi peledak.

“Para penyerang menembaki petugas keamanan di pintu masuk setelah mereka tidak bisa lolos dari pemeriksaan,” kata Binali Yildirim kepada wartawan di ibukota Ankara.

“Salah satu dari mereka meledakkan dirinya di luar, sementara dua lainnya mengambil kesempatan dari kepanikan dengan menerobos masuk dan meledakkan diri mereka di dalam,” kata Yildirim.

Perdana menteri menambahkan bahwa serangan menunjukkan kepada pejabat akan adanya kebutuhan untuk meningkatkan keamanan di bandara, terutama terhadap serangan bersenjata potensial.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Ala, juga di Ankara, mengatakan bahwa semua informasi dan bukti yang dikumpulkan menunjukkan bahwa organisasi Islamic State (IS) bertanggung jawab atas serangan itu.

“Tapi, kasus ini belum terpecahkan,” tambah Ala.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Karena Tidak Didukung Rakyat, Pemimpin HIG Tuntut Pemerintah Afghanistan Bubar

thediplomat_2014-05-08_20-20-48-376x251AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Pemimpin Hezb-i-Islami Gulbuddin (HIG), sebuah faksi yang memicu perlawanan di Afghanistan, mundur dari pembicaraan damai setelah menaikkan harapan pemerintah rezim Afghanistan bahwa kesepakatan sudah dekat. Gulbuddin Hekmatyar, pemimpin HIG, telah bermain-main dengan pemerintah Afghanistan di masa lalu.

Seperti yang dilansir The Long War Journal, Rabu (28/06/2016) Hekmatyar mengakhiri pembicaraan damai pada 27 Juni setelah mengatakan bahwa pemerintah persatuan nasional Afghanistan tidak didukung oleh rakyatnya. Dia menuntut agar pemerintah Afghanistan bubar.

Hekmatyar mengumumkan akhir dari negosiasi kemarin dalam sebuah artikel yang muncul di Peshawar Daily Shahadat, sebuah corong resmi HIG.

Para pejabat Afghanistan merasa bahwa kesepakatan dengan Hekmatyar dan faksi HIG sudah dekat. Tapi bukti perubahan Hekmatyar muncul minggu lalu, ketika ia mengeluarkan tuntutan baru untuk perjanjian damai yang tidak mungkin dipenuhi oleh pemerintah Afghanistan. Pada tanggal 21 Juni, Hekmatyar menulis surat kepada Presiden Afghanistan Arshaf Ghani yang mengatakan bahwa pemerintah harus mengakhiri semua perjanjian dengan AS dan memesan penarikan pasukan AS dan asing lainnya dari Afghanistan.

Tuntutannya cocok dengan Imarah Islam Afghanistan (Taliban), yang menolak melakukan pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan.

Berhentinya Hekmatyar dari pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan tidaklah mengejutkan, karena ia menarik diri dari perundingan perdamaian pada tahun 2010 dalam kondisi yang sama. Pada bulan Maret 2010, ketika pasukan AS melonjak di Afghanistan dan Taliban berada di bawah tekanan militer untuk bernegosiasi, Hekmatyar dan pemerintah Afghanistan memasuki pembicaraan dan ada harapan bahwa HIG akan menghentikan perjuangannya. Namun, ia mengeluarkan rencana perdamaian 15-point termasuk penarikan penuh pasukan asing dan pembubaran pemerintah Afghanistan. Dia juga telah mengajukan syarat serupa pada pemerintah Afghanistan untuk perdamaian pada bulan Desember 2009.

Gulbuddin-Hekmatyar-300x229Hekmatyar adalah tokoh terkenal yang memiliki hubungan dengan al Qaeda, serta militer dan intelijen pembentukan Pakistan.

Seorang pemain kunci dalam perang Soviet-Afganistan, Hekmatyar memimpin salah satu faksi perlawanan terbesar terhadap kedua pasukan komunis Soviet dan Afghanistan. Tapi taktik brutal medan perang Hekmatyar dan penghancuran semena-mena di Kabul setelah runtuhnya rezim komunis Afghanistan pada awal 1990 menyebabkan keruntuhan popularitasnya. Karena sebab itu Taliban mengusirnya dari Kabul pada tahun 1995 dan memaksanya ke pengasingan di Iran pada 1996-2002. Dia masuk kembali ke pertempuran di Afghanistan setelah pasukan AS menyerbu pada akhir tahun 2001.

Pasukan HIG telah melakukan serangan di utara dan timur laut Afghanistan, dan memiliki basis di Lembah Swat Pakistan serta di suku Bajaur, Mohmand, dan Waziristan Utara dan Selatan.

Setelah Taliban, Hekmatyar memimpin salah satu faksi perlawanan terbesar di Afghanistan. HIG memiliki hubungan dekat dengan al Qaeda dan kelompok-kelompok jihad lain yang berbasis di Pakistan dan Asia Tengah. Pada bulan Mei 2006, Hekmatyar menyatakan dukungannya terhadap al Qaeda dan Syeikh Usamah bin Laden.

“Kami berterima kasih kepada semua mujahidin Arab, khususnya Syeikh Usamah bin Laden, Dr Ayman al Zawahiri, dan para pemimpin lain yang membantu kami dalam jihad kami melawan Rusia,” katanya dalam rekaman yang disiarkan oleh Al Jazeera.

“Mereka berjuang melawan musuh kita dan melakukan pengorbanan,” lanjut Hekmatyar. “Baik kami maupun generasi mendatang tidak akan lupa bantuan besar ini. Kami memohon Allah Swt untuk memberikan kami keberhasilan dan membantu kami memenuhi kewajiban kami terhadap mereka dan memungkinkan kami untuk membalas budi mereka dan membalas dukungan dan pengorbanan mereka. Kami berharap untuk ambil bagian dengan mereka dalam pertempuran yang mereka pimpin dan mengibarkan panji-panjinya. Kami berdiri di samping dan mendukung mereka.”

Akhir tahun lalu, rumor muncul bahwa Hekmatyar bergabung dengan Islamic State (IS), namun ia dengan cepat menjawab bahwa itu tidak pernah terjadi.

“Hezb-i-Islami tidak memiliki hubungan atau komitmen apapun dengan Islamic State,” kata Hekmatyar kepada Peshawar Daily Shahadat di Oktober 2015.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam