Anak-anak Suriah: Temukan Aku dalam Pokemon Go

SURIAH (Jurnalislam.com) – Anak-anak Suriah yang dilanda perang menggunakan game Pokemon Go yang populer baru-baru ini untuk menarik perhatian masyarakat internasional terhadap kondisi mereka, lansir Al Arabiya News Channel, Jumat (22/07/2016).

Gambar yang diposting di media sosial oleh para pejuang Suriah menunjukkan anak-anak Suriah memegang karakter Pokemon yang terkenal tersebut dan meminta pengguna permainan untuk “menemukan mereka” telah membanjiri Twitter dan Facebook

.stream_img1

Ini bukan pertama kalinya Pokemon Go digunakan untuk meningkatkan kesadaran tentang situasi anak-anak di Suriah yang memprihatinkan.

Taim Shami, juru bicara organisasi advokasi pengungsi Faces of Chance, adalah orang pertama yang datang dengan konsep digital untuk menjelaskan kesulitan yang dihadapi anak-anak Suriah

Shami menggunakan game Nintendo untuk meningkatkan kesadaran tentang keputusasaan para pengungsi di negara yang rusak tersebut, US Uncut, sebuah kelompok aksi melaporkan.

Shami telah menciptakan serangkaian ilustrasi model Pokemon Go, yang disebut SyriaGo, menggambarkan benda-benda yang dibutuhkan anak Suriah setiap harinya – makanan, sabun, buku, dan tempat tinggal.

Lebih dari 470.000 warga Suriah telah tewas sejak konflik dimulai pada tahun 2011 dengan lebih dari 11 juta warga sipil mengungsi dari rumah mereka setelah protes unjuk rasa anti rezim Syiah Nushairiyah Assad berubah dratis menjadi perang global yang melibatkan banyak kepentingan Internasional.

 

 

8 Orang Tewas dalam Serangan di Pusat Perbelanjaan Munich, Jerman

npctb3nde6vsqy1x0afmkvfv6dahvwx-largeJERMAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya delapan orang tewas dalam serangan penembakan di sebuah pusat perbelanjaan di Munich, kata polisi Jerman, menambahkan bahwa tiga pelaku melarikan diri, Aljazeera melaporkan, Jumat (22/07/2016).

Sebuah operasi polisi besar sedang berlangsung pada hari Jumat di sekitar pusat perbelanjaan Olympia di kota selatan, kata polisi, mendesak warga Munich untuk menjauhi jalan-jalan.

Juru bicara polisi Munich Marcus Da Gloria Martin mengatakan tidak mungkin mengatakan berapa banyak orang yang terluka dalam serangan itu.

Polisi mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka sedang menyelidiki apakah salah satu orang yang tewas dalam pelaku serangan itu.

Dalam sebuah pernyataan di Facebook sebelumnya pada hari Jumat, polisi Munich mengatakan laporan datang beberapa menit sebelum pukul 18:00 waktu setempat tentang penembakan di dekat Hanauer Street, yang kemudian berlanjut ke Ries Street dan pusat perbelanjaan Olympia.

Pernyataan polisi menambahkan bahwa para saksi telah melaporkan tiga penembak yang berbeda dengan senjata semi-otomatis.

e5ed60eaaf6b4a4785101b7629f1f750_18

Pihak berwenang meminta agar tidak ada foto atau video operasi polisi yang diposting online, sementara otoritas transportasi Munich mengatakan mereka telah menghentikan beberapa bus, kereta api dan trem.

Tidak ada tersangka yang telah ditangkap, kata polisi, sementara tidak ada informasi tentang kemungkinan motif serangan.

Sebuah area luas di sekitar pusat perbelanjaan ditutup saat pasukan khusus bergegas ke tempat kejadian.

“Polisi berdatangan dengan mobil setiap 15 atau 30 detik,” Ryan Sink, yang sedang lewat di pusat perbelanjaan mengatakan.

“Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang sedang terjadi,” kata Sink kepada Al Jazeera.

“Kami semua panik dan menonton polisi mengatur perimeter … Polisi memberitahu orang-orang yang lewat untuk keluar dari jalan dan menjauhi bangunan.”

Menanggapi serangan itu, Facebook mengaktifkan fitur keamanannya, sehingga warga Munich dan pengunjung dapat memberi tahu teman-teman bahwa mereka tidak terluka.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Pemimpin Syiah Houthi Tewas dalam Pertempuran di Tengah Pembicaraan Yaman

houthi-syiah-yaman_20150326_144944YAMAN (Jurnalislam.com) – Seorang pemimpin pemberontak Syiah Houthi tewas dalam petempuran pada hari Jumat (22/07/2016), sumber Al Arabiya News Channel melaporkan.

Kematian pemimpin Mohammad Daoudi terjadi setelah Perdana Menteri Yaman mengatakan pada hari Jumat di Kuwait – tempat pembicaraan damai sedang diadakan – bahwa situasi politik dan militer di negara itu akan berubah dalam beberapa hari mendatang.

Ahmed Obeid bin Daghr menyatakan bahwa perubahan akan terjadi bersama dengan 15-hari pemberitahuan yang dibuat oleh Kuwait, di mana pembicaraan damai yang disponsori PBB diadakan.

Perdana menteri tidak mengungkapkan rincian perubahan lebih lanjut, namun menekankan bahwa semua pihak yang terlibat bertujuan mempertahankan Yaman dan melindungi negara.

Kuwait telah mengeluarkan ultimatum kepada pihak-pihak yang bertikai untuk mencapai kesepakatan dalam waktu 15 hari atau meninggalkan negara Teluk.

Tiga bulan perundingan yang ditengahi PBB di Kuwait telah gagal membuat kemajuan antara pemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran dan pemerintah yang didukung oleh koalisi yang dipimpin Saudi, kedua pihak memegang teguh posisi mereka.

“Kami telah memberikan 15 hari bagi kedua pihak di Yaman yang mengambil bagian dalam pembicaraan untuk menyelesaikan semua masalah,” wakil menteri luar negeri Kuwait Khaled al-Jarallah mengatakan kepada Al Arabiya News Channel Rabu malam.

“Jika masalah tidak diselesaikan dalam 15 hari, kami telah cukup menjadi tuan rumah mereka dan akibatnya saudara-saudara kita tersebut harus memaafkan jika kami tidak dapat melanjutkan menjadi tuan rumah pembicaraan,” Jarallah mengatakan di Brussels.

Pembicaraan dilanjutkan di Kuwait, Sabtu.

Utusan khusus PBB Ismail Ould Cheikh Ahmed mengatakan pada Sabtu bahwa perundingan akan berlangsung selama dua minggu dan memperingatkan bahwa itu mungkin menjadi kesempatan terakhir Yaman untuk perdamaian.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Pasukan Irak Bergerak Menuju Mosul yang Dikuasai IS

A member of the Iraqi security forces climbs atop a vehicle as they gather on the outskirts of Fallujah as they prepare an operation aimed at retaking the city from the Islamic State (IS) group, on May 22, 2016. Iraqi forces have in recent days been massing around Fallujah, a city which lies only 50 kilometres west of Baghdad and which has been out of government control since January 2014. / AFP / AHMAD AL-RUBAYE (Photo credit should read AHMAD AL-RUBAYE/AFP/Getty Images)

IRAK (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi mengatakan hari Kamis bahwa pasukan Irak sekarang dalam perjalanan mereka ke Mosul sebelum operasi yang direncanakan untuk merebut kembali kota dari kelompok Islamic State (IS), lansir World Bulletin Jumat (22/07/2016).

Al-Abadi membuat pernyataan di ibukota Baghdad saat menghadiri wisuda bagi taruna polisi.

Berbicara di sela-sela acara, perdana menteri mengatakan pemerintahnya berencana untuk terus maju melakukan perang melawan IS, yang beberapa kali telah mereka menangkan, dan membebaskan kota-kota satu persatu.

“Pasukan kami sekarang maju ke Mosul dengan maksud untuk merebut kembali kota dari kelompok IS ini,” tegasnya.

Al-Abadi telah berulang kali berjanji untuk merebut kembali Mosul – kota terbesar kedua Irak – dari IS, yang menguasai kota tersebut sejak pertengahan 2014.

Pasukan Irak pertama kali berencana mengamankan daerah yang mengelilingi kota, yang terletak sekitar 400 kilometer sebelah utara Baghdad, sebelum meningkatkan serangan luas yang bertujuan untuk merebut kembali Mosul.

Akhir bulan lalu, pasukan gabungan Irak mengumumkan pembebasan total kota Fallujah dari IS menyusul operasi militer selama sebulan.

Terletak di sepanjang Firat (Efrat) River sekitar 50 kilometer sebelah barat Baghdad, Fallujah adalah salah satu kota terbesar di provinsi Anbar barat ini.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Thuwwar al-Sham Meledakan Terowongan di Wilayah Rezim Suriah, 38 Pasukan Assad Tewas

1469180598_aleppo-syriaALEPPO (Jurnalislam.com) – Hampir 40 tentara rezim Syiah Nushairiyah Assad dan milisi pro-rezim tewas ketika mujahidin Suriah meledakkan sebuah terowongan di bawah posisi pasukan rezim di kota Aleppo, lembaga monitor mengatakan pada hari Jumat (22/07/2016).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan 38 pasukan rezim Assad tewas dalam ledakan hari Kamis, yang merubuhkan sebuah bangunan yang digunakan oleh rezim di Kota Tua Aleppo.

Lembaga monitor sebelumnya melaporkan korban berjumlah 14.

Sebuah video yang diposting online oleh faksi jihad Thuwwar al-Sham menunjukkan ledakan itu, yang menunjukkan anggota pasukan berjalan melalui sebuah terowongan panjang dan mempersiapkan barel penuh bahan peledak.

“Kita sekarang berada dalam terowongan yang akan diledakkan segera, in sya Allah, terowongan di bawah bangunan cabang lalu lintas, yang merupakan markas penting bagi rezim Assad dan tentara bayaran,” ujar seorang pasukan oposisi di video.

Rekaman itu kemudian menunjukkan sebuah ledakan besar meratakan bangunan bertingkat, difilmkan dari berbagai sudut.

Kepulan debu dan asap besar membumbung ke atas dari lokasi ledakan.

Aleppo sebelumnya adalah lokomotif ekonomi Suriah, tetapi telah dirusak oleh perang yang dimulai pada Maret 2011.

Kota ini telah terbagi antara kontrol pemerintah di barat dan kontrol oposisi di timur sejak lama setelah pertempuran dimulai di sana pada pertengahan 2012.

Deddy | SOHR | Jurnalislam

Pemain Basket Muslimah Luncurkan Petisi ke FIBA untuk Izinkan Penggunaan Hijab

ggggNEW YORK (Jurnalislam.com) – Setahun yang lalu, Indira Kaljo, seorang pemain basket Muslimah, memilih untuk memakai jilbab.

Dia mengambil keputusan menyusul hidayah selama perjalanan amal untuk gempa Haiti.

Tapi pemain Bosnia-Amerika itu dengan cepat menyadari dia tidak akan bisa bermain secara profesional di Eropa karena organisasi basket telah melarang penggunaan semua jenis tutup kepala, termasuk jilbab, turban atau yarmulkes, selama pertandingan resmi.

“Ini tidak masuk akal,” kata Kaljo, yang percaya bahwa larangan tersebut diskriminatif terhadap atlet yang ingin mengikuti keyakinan mereka, termasuk Sikh dan Yahudi.

Seperti yang dilansir World Bulletin, Kamis (21/07/2016), mengatakan bahwa pada tahun 2014, ia meluncurkan sebuah petisi online, yang mengumpulkan sekitar 70.000 tanda tangan, menarik perhatian seluruh dunia atas larangan dan, katanya, mempengaruhi Federasi Bola Basket Internasional, atau FIBA, untuk melunakkan sikap mereka terhadap jilbab.

Pada bulan September 2014 FIBA memang mengumumkan bahwa perempuan akan diizinkan untuk memakai penutup kepala berdasarkan agama dalam permainan basket dalam negeri untuk jangka waktu sementara dua tahun.

Namun, FIBA belum memberikan kebijakan yang sama di kompetisi internasional, mengatakan akan mempertimbangkan materi tersebut di pertemuan dewan akhir tahun ini.

Dua minggu setelah keputusan FIBA, tim bola basket wanita Qatar menarik diri dari Asian Games 2015, memprotes larangan jilbab yang masih berlaku di pertandingan internasional.

FIBA mengatakan keputusannya tidak ada hubungannya dengan agama, tetapi hanya terkait dengan masalah olahraga. Menurut peraturan, semua tutup kepala, aksesoris rambut dan perhiasan dilarang.

“Menyebalkan,” kata Kaljo, yang saat ini berada di Istanbul. “Ini adalah semangat kami, mimpi kami. Ini adalah apa yang kami kerjakan sejak kami masih menjadi anak kecil.”

Kaljo mengatakan dia tidak mengerti alasan masalah keamanan yang dinyatakan FIBA dalam aturan.

Dia bilang nyaman saat bermain dengan kepala tertutup.

“Saya bermain dengan cara yang sama. Bagi saya, saya lebih nyaman sekarang daripada sebelumnya waktu belum memakai jilbab,” kata Kaljo, menambahkan gaun lengan panjangnya dibuat dalam bahan olahraga yang lebih membantu penyerapan keringat, sehingga nyaman, terutama dalam kontak dekat dengan pemain lain.

“Pertama kali bermain mengenakan jilbab, saya bermain dengan baik,” katanya.

“Saya benar-benar sedih ketika mendengar para wanita berhenti bermain setelah memutuskan untuk mengenakan jilbab,” keluh Kaljo.

Atlet yang bergairah tersebut percaya akan ada lebih banyak perempuan Muslim yang bermain basket mewakili negara mereka, jika FIBA memperluas peraturan September 2014 hingga di tingkat internasional.

Dia saat ini meneruskan karirnya di tim Saudi, yang didirikan pada tahun 2006, mengambil bagian dalam kompetisi lokal dan internasional swasta, karena tidak ada liga nasional resmi di negara ini.

“Saya pikir wanita Muslim harus nyaman dengan kulit mereka, apakah mereka memakai jilbab atau tidak, tertutup atau tidak tertutup,” kata Kaljo, yang juga menjalankan sebuah LSM, Activne, yang bertujuan untuk mempromosikan pengembangan pribadi bagi perempuan Muslim melalui olahraga.

Dua wanita di Arab Saudi dibebaskan pekan lalu setelah lebih dari dua bulan dipenjara karena mengendarai mobil, yang dilarang bagi wanita di negara ini.

Kaljo berpikir larangan ini juga harus dihapus seperti putusan lain yang membatasi partisipasi perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Bunuh Puluhan Anak-anak, Masyarakat Internasional Kutuk Serangan Udara AS di Manbij, Suriah

syria-children

MANBIJ (Jurnalislam.com) – Serangan udara AS yang menargetkan sekelompok warga sipil yang berusaha mengungsi dari pertempuran di desa Tukhar di Manbij, pada hari Selasa kemarin mendapat kecaman keras dari masyarakat Internasional, Aljazeera melaporkan, Kamis (21/07/2016).

“Seluruh keluarga telah tewas dalam serangan itu,” kata sumber lokal, mengatakan bahwa serangan udara AS membunuh 85 orang dan melukai sedikitnya 100 orang.

Oposisi Koalisi Nasional Suriah pada hari Rabu mendesak aliansi anti-IS pimpinan AS untuk menghentikan serangan sehingga memungkinkan penyelidikan menyeluruh.

Presiden Koalisi Anas al-Abdah mengatakan aliansi bertanggung jawab atas kejahatan perang di Manbij, yang ia katakan menewaskan sedikitnya 125 warga sipil.

Dan ada juga kekhawatiran internasional, dengan badan anak-anak PBB UNICEF mengatakan telah menerima laporan hingga 20 anak-anak mungkin telah tewas dalam insiden itu.

“Tidak peduli di mana mereka berada di Suriah atau di bawah kontrol siapa mereka hidup – tidak ada siapapun yang membenarkan serangan terhadap anak-anak,” kata perwakilan UNICEF Suriah, Hanaa Singer.

Namun untuk Kesekian kalinya AS menanggapinya dengan mengatakan akan menyelidiki laporan kematian warga sipil dalam serangan udaranya.

“Komando sentral AS telah mengkonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa mereka melakukan serangan udara di daerah dan mengatakan perlu menyelidiki laporan bahwa warga sipil tewas atau terluka dalam insiden ini,” reporter Al Jazeera Rosiland Jordan, melaporkan dari Washington, Selasa.

Aktivis Suriah menyerukan protes internasional atas insiden tersebut, dan demonstrasi lokal telah diselenggarakan di dalam wilayah Suriah.

Kelompok hak asasi Amnesty International juga menyatakan kekhawatirannya dan menuntut penyelidikan yang cepat, independen dan transparan.

Pentagon telah mengakui 41 kematian warga sipil dalam serangan di Suriah dan Irak sejak 2014, namun Observatory melaporkan hampir 600 warga sipil tewas dalam serangan yang dipimpin AS di Suriah saja.

Pertempuran dan serangan udara berlanjut hari Kamis di Manbij, di mana pasukan oposisi dukungan AS, SDF maju dalam waktu semalam, kelompok Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan.

Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman mengatakan SDF menyita sebuah distrik selatan kota, sehingga mereka berhasil mencapai lokasi yang paling dekat dengan pusat Manbij.

Pada Kamis sore, Observatorium melaporkan situasi tenang di Manbij, meskipun tidak jelas apakah tenang itu sementara atau hanya menanggapi ultimatum SDF.

Sebelumnya pada hari itu, monitor telah melaporkan tambahan serangan udara yang dipimpin AS dan mengatakan SDF telah masuk ke dalam kota dalam waktu semalam.

Di tempat lain di negeri ini, Observatorium mengatakan sedikitnya 51 warga sipil tewas dalam pemboman daerah yang dikuasai mujahidin Suriah.

Organisasi itu mengatakan sedikitnya 13 orang, termasuk tiga anak-anak, tewas dalam serangan udara rezim Syiah Assad dan penembakan di daerah Timur Ghouta di luar ibukota Damaskus.

23 orang tewas lainnya dalam serangan di provinsi Idlib, meskipun tidak jelas apakah serangan tersebut dilakukan oleh rezim Assad atau sekutu Rusia-nya.

Pemboman oleh rezim Nushairiyah Assad juga menghantam dua lingkungan pemukiman di timur Aleppo yang dikuasai mujahidin Suriah, di mana 15 warga sipil tewas, enam di antaranya anak-anak, kata Observatorium.

Lingkungan Aleppo yang dikuasai mujahidin Suriah berada dalam pengepungan selama dua minggu terakhir, setelah pasukan pemerintah memutuskan satu-satunya rute pasokan yang tersisa ke timur dari kota.

PBB pada hari Kamis menyerukan gencatan senjata mingguan 48 jam di Aleppo untuk memungkinkan pengiriman bantuan ke wilayah timur yang dikepung.

Jan Egeland, kepala satuan tugas kemanusiaan yang didukung PBB untuk Suriah, memperingatkan bahwa lebih dari 200.000 orang di Aleppo Timur terancam kelaparan.

“Konvoi Kemanusiaan siap, pekerja kemanusiaan siap. Kami memiliki persediaan. Kita perlu gencatan dari pertempuran,” katanya.

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Oposisi Suriah Dukungan AS Beri Waktu IS Dua Hari Untuk Kosongkan Manbij

www.aljazeera.commritemsImages201671071e40323d29c4eaa930aa3971abc4c17_18-afdac7e0eda9bcdbb9a9aa11189379cdb15cdb96SURIAH (Jurnalislam.com) – Kelompok oposisi Suriah yang didukung AS memberikan waktu 48 jam bagi kelompok Islamic State (IS) untuk meninggalkan kubu mereka di Manbij Suriah, setelah aggressor AS memimpin serangan udara di wilayah terdekat yang dilaporkan menewaskan puluhan warga sipil termasuk wanita dan anak-anak, lansir Aljazeera, Kamis (21/07/016).

Di tempat lain di Suriah, lembaga monitor mengatakan sedikitnya 51 warga sipil tewas dalam serangan bom di wilayah yang dikuasai oposisi.

Pengumuman hari Kamis tersebut muncul dua hari setelah serangan yang diluncurkan oleh koalisi pimpinan AS melawan IS dilaporkan membunuh sedikitnya 85 warga sipil di daerah Tokhar di utara kota Manbij di propinsi Aleppo.

“Inisiatif ini adalah kesempatan terakhir yang tersisa bagi anggota IS yang terkepung untuk meninggalkan kota,” Dewan Militer Manbij, bagian dari aliansi Pasukan Demokratik Suriah (SDF), mengatakan, menurut agen berita AFP.

SDF, aliansi Arab dan Kurdi yang didukung oleh AS, melancarkan serangan terhadap IS untuk merebut Manbij akhir bulan lalu.

Mereka telah mengepung kota dan maju ke pusat kota di bawah dukungan serangan udara oleh koalisi internasional yang dipimpin AS.

Dewan mengatakan bahwa para pejuang IS akan diizinkan untuk membawa senjata individu ringan.

Pernyataan tersebut juga menyerukan warga sipil untuk meninggalkan kota atau menjauhkan diri dari daerah tempat pertempuran berlangsung.

“Kami mengambil keputusan ini sekarang setelah IS menggunakan warga sebagai perisai manusia, setelah tekanan media pada kami, dan untuk melindungi warga sipil yang tertinggal di kota,” kata seorang komandan SDF kepada AFP pada kondisi anonimitas.

Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa warga sipil yang tewas pada hari Selasa adalah penduduk desa yang mengungsi dari pertempuran di desa al-Tukhar, 14 kilometer dari Manbij.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Turki: Sudah 10.410 Orang Terkait dengan Aksi Kudeta Resmi Ditahan

366077AB00000578-0-image-m-8_1468826965566ANKARA (Jurnalislam.com) – Lebih dari 10.400 tersangka telah resmi ditahan sejauh ini setelah kudeta yang gagal Jumat lalu, wakil ketua Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) mengatakan pada Anadolu Agency, Kamis (21/07/2016).

Berbicara pada konferensi pers setelah pertemuan Dewan Pimpinan Pusat, juru bicara Partai AK Yasin Aktay mengumumkan jumlah terbaru tersangka yang ditahan sejak kudeta hari Jumat.

“10.410 tersangka, termasuk 287 petugas polisi, 7.423 tentara, 2.014 anggota peradilan dan 686 warga sipil telah dibawa ke tahanan, sejauh ini,” kata Aktay.

Selain itu, juru bicara juga mengatakan bahwa Wakil Presiden AS Joe Biden membuat panggilan telepon ke Perdana Menteri Turki Binali Yildirim dan mengatakan permintaan resmi Ankara untuk ekstradisi Fetullah Gulen, tersangka utama yang terkait dengan upaya kudeta hari Jumat yang gagal, akan diteliti dengan seksama dan secepatnya.

“Biden menelepon Perdana Menteri kami karena upaya kudeta dan menyampaikan keinginannya untuk melewatinya,” katanya.

Pada hari Selasa, Perdana Menteri Turki menegaskan bahwa permintaan resmi telah dikirim ke AS untuk ekstradisi Fetullah Gulen yang tinggal di Pennsylvania.

Memimpin pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa di parlemen di Ankara, Binali Yildirim mengkritik AS karena berkali-kali meminta Turki memberikan bukti keterlibatan tokoh berbasis Pennsylvania, tersebut dalam kudeta sebelum mengekstradisi dia.

Selain itu, Aktay mengatakan dia kesulitan memahami kritik Eropa terhadap penetapan keadaan darurat negara Turki yang telah disetujui oleh parlemen hari Kamis untuk jangka waktu tiga bulan.

Menyinggung tentang aksi unjuk rasa oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) yang direncanakan, ia mengatakan bahwa Partai AK diundang untuk aksi hari Ahad tersebut yang akan diselenggarakan di Taksim Square Istanbul.

“Kami mendapat undangan dari CHP. Terima kasih banyak. Kami akan mengikuti aksi itu, “katanya.

Sedikitnya 246 orang, termasuk anggota pasukan keamanan dan warga sipil, tewas di Istanbul dan Ankara, dan lebih dari 1.500 lainnya luka-luka ketika mereka memprotes kudeta.

Pemerintah Turki mengatakan kudeta dilakukan oleh pengikut Fetullah Gulen, yang melakukan kampanye yang telah lama dijalankan untuk menggulingkan pemerintah Turki melalui infiltrasi lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan, serta membentuk negara paralel.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Zionis Dirikan Dinding Pemisah Sepanjang 42 Km di Tepi Barat, Palestina

filistin-duvar

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Israel saat ini sedang membangun dinding penghalang sepanjang 42 kilometer dekat kota Hebron Tepi Barat (Al-Khalil) yang diduduki, yang menurut para pejabat akan selesai dalam waktu satu tahun.

Seperti yang dilansir World Bulletin, Kamis (21/07/2016), berdasarkan pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor perdana menteri Israel, penghalang direncanakan akan terbentang dari kota Tarqumiyah Palestina (terletak 12 kilometer di sebelah barat laut Hebron) ke daerah pemukiman zionis yahudi di dekat pos pemeriksaan militer Mitar.

Pernyataan itu menegaskan bahwa dinding masif tersebut dimaksudkan untuk mencegah infiltrasi jihadis dan imigran ilegal ke Israel.

Pemerintah yahudi tersebut menyatakan bahwa penghalang sepanjang 42-kilometer yang akan dilengkapi dengan perangkat monitoring elektronik tersebut akan selesai dalam waktu satu tahun.

Portal berita online i24news Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu pada hari Rabu memeriksa daerah yang akan dibangun dinding.

“Kami akan mencegah para pekerja yang tidak memiliki dokumen dan militan masuk ke kota-kota Israel,” kata Netanyahu seperti dikutip selama melakukan inspeksi.

Dalam kunjungannya Perdana menteri yahudi itu dilaporkan didampingi Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman; Menteri Keamanan Internal Gilad Erdan; Gadi Eizenkot, kepala tentara staf umum Israel; dan Avi Dichter, ketua komite urusan luar negeri di Knesset (parlemen yahudi Israel).

Yahudi Israel menjajah Yerusalem Timur dan Tepi Barat Palestina selama Perang Timur Tengah tahun 1967 dan terus melakukannya pencaplokan wilayah Palestina meskipun resolusi PBB menyerukan mereka untuk mundur.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam