Jet F-16 AS Ditembak Jatuh Taliban di Bagram, Pertempuran Terus Belanjut di Uruzgan

PARWAN (Jurnalislam.com) – Laporan dari distrik Bagram mengatakan bahwa Mujahidin Imarah Islam (Taliban) menembak sebuah jet tempur F-16 milik AS di daerah Se Dukan dekat dengan pangkalan udara Amerika, Bagram, Selasa larut malam kemarin, Al Emarah News melaporkan Rabu (30/03/2016).

Serangan itu mengakibatkan pesawat F-16 jatuh dan hancur, menewaskan semua awak kapal.

Kemudian laporan dari provinsi Uruzgan selatan, serangan Taliban menewaskan sedikitnya 15 pasukan Afghanistan (Afghanistan National Army/ANA) dalam pertempuran di Tarin Kot, kata seorang pejabat, lansir Aljazeera Rabu.

Bentrokan itu berlangsung Selasa malam selama operasi untuk membuka kembali jalan raya utama di provinsi ini, kata Mohammad Nabi Niazo, kepala polisi distrik Dihrawud.

Taliban memblokir jalan raya antara Dihrawud dan ibukota provinsi, Tarin Kot, selama hampir empat hari, katanya.

Setelah baku tembak mematikan, pasukan Afghanistan merebut kembali kontrol atas jalan tersebut, klaim Niazo. Delapan anggota pasukan keamanan terluka selama operasi.

Namun, juru bicara Taliban Qari Yousaf Ahmadi mengatakan kepada The Associated Press bahwa pertempuran untuk menguasai jalan raya masih berlangsung.

Niazo tidak memiliki informasi tentang korban akibat pertempuran.

Seperti yang dilansir AL Emarah News, situs resmi Taliban tersebut mengatakan bahwa 4 APC pasukan musuh di daerah Margi, Dihrawud, hancur serta 20 orang bersenjata tewas dan terluka.

Taliban dalam beberapa bulan terakhir telah meningkatkan serangannya di Uruzgan dan provinsi tetangga di selatan, termasuk jantung Taliban di Helmand.

 

Jabhah Nusrah Rebut Pangkalan Militer Divisi 13 Bentukan AS, Puluhan Pasukan Ditahan

SURIAH (Jurnalislam.com)Jabhah Nusrah cabang resmi al Qaeda di Suriah merebut pangkalan militer dan senjata milik kelompok oposisi yang didukung Barat (AS dan sekutunya) dalam pertempuran semalam di barat laut Suriah, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan pada hari Ahad (13/03/2016).

Rami Abdulrahman, direktur Observatorium, mengatakan Jabhah Nusrah juga telah menahan puluhan anggota kelompok Divisi 13, salah satu faksi oposisi yang dilatih dan menerima bantuan militer asing. Jabhah Nusrah juga menyita rudal anti-tank buatan AS (TOW).

Divisi 13, yang dipimpin oleh komandan pemberontak terkemuka Ahmed al-Seoud dan bertempur di bawah bendera Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army), mengatakan di Twitter bahwa para pejuang Jabhah Nusrah menyerang pangkalan dan menyita banyak senjata, tapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Jabhah Nusrah mengatakan pasukan oposisi Divisi 13 sebelumnya melancarkan serangan mendadak pada wilyahnya di kota Maarat al-Numan di provinsi Idlib di barat laut Suriah. Dikatakan beberapa mujahidin Jabhah Nusrah telah ditangkap.

Pertempuran terjadi dua minggu setelah gencatan senjata parsial di Suriah dan pada malam pembicaraan damai di Jenewa antara rezim Nushairiyah Bashar al-Assad dan oposisi moderat.

Gencatan senjata yang dibentuk oleh Moskow dan Washington disepakati oleh pasukan rezim Assad, kelompok oposisi moderat dan pendukung internasional mereka, namun tidak termasuk seluruh Afiliasi al Qaeda seperti Jabhah Nusrah dan sekutunya, serta kelompok IS.

Mujahidin Jabhah Nusrah sering mengambil bagian dalam serangan bersama faksi jihad lainnya dalam memerangi tentara Assad dan sekutunya.

Tapi Jabhah Nusrah juga berperang melawan kelompok oposisi yang dibentuk Barat (AS dan Sekutunya) untuk mengedalikan sebuah wilayah, contohnya mengalahkan kelompok-kelompok seperti Pasukan Revolusioner Suriah (Syria Revolutionaries Front) yang didukung Barat juga kelompok Hazzm bentukan AS tahun lalu.

 

Deddy | SOHR | Jurnalislam

Rusia Klaim Serang Posisi Jabhah Nusrah dengan Rudal Jelajah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Media Rusia melaporkan bahwa kapal perang kecil Rusia jenis Buyan pada hari Selasa (01/03/2016) berada di Laut Mediterania meluncurkan rudal jelajah Kalibr ke arah sasaran yang dikuasai faksi faksi Jihad di Suriah, World Bulletin melaporkan, Rabu (02/03/2016).

Rudal jelajah Rusia 3M14 Kalibr yang rumit menyerang posisi mujahidin Suriah "Jabhah Nusrah" dan koalisi mujahidin Suriah "Army of Conquest" di desa Al-Mansoura, dekat Al-Gaab (barat laut provinsi Hama).

Rudal jelajah Kalibr memiliki jangkauan sekitar 1.000 mil atau lebih dan cukup kecil untuk dibawa oleh kapal selam dan kapal perang kecil. Senjata tersebut mengubah perhitungan jangkauan dan efektivitas angkatan laut yang lebih kecil.

Baca juga:

PBB: Gencatan Senjata untuk Semua Pihak di Suriah, tapi Tidak bagi Jabhah Nusrah

Syeikh Al Jaulani: Gencatan Senjata adalah Langkah Awal Penyerahan Diri pada Musuh

 

Sumber: Defence-blog.com | Deddy | Jurnalislam

Jabhah Nusrah Kirim Bantuan Ratusan Konvoi Militer ke Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com)Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda di Suriah, mengirim para mujahidin dalam konvoi besar menuju provinsi Aleppo pada akhir Januari. Pemindahan mujahidin dipublikasikan dalam sebuah video pendek yang diposting di Twitter. Lebih dari 100 kendaraan yang penuh dengan mujahidin dan perlengkapan perangnya mengalir ke provinsi tersebut.

Pertanda pertempuran berat akan segera terjadi, lansir The Long War Journal, Sabtu (06/02/2016).

Rezim Nushairiyah Bashar al Assad, yang didukung oleh serangan udara Rusia, milisi Syiah Hizbullah Iran dan Lebanon, melancarkan serangan besar di Aleppo awal bulan ini.

Pertempuran memperebutkan provinsi Aleppo kemungkinan merupakan pertempuran yang paling penting di Suriah sejak awal tahun lalu, ketika koalisi Jaysh al Fateh, yang dipimpin oleh Jabhah Nusrah dan Ahrar al Syam (afiliasi Al Qaeda) menyerbu provinsi tetangga Idlib.

Jika Nushairiyah Assad dan sekutunya berhasil maka selain mengepung kota Aleppo, wilayah yang telah dikendalikan oleh para faksi jihad Suriah sejak 2012, tetapi juga akan memotong Idlib. Assad ingin mengamankan bagian utara provinsi, yang berbatasan dengan Turki dan memotong pasokan yang penting bagi mujahidin.

Pemerintah Suriah mengklaim telah membuat keuntungan dalam mengejar tujuan ini beberapa hari terakhir.

Tentara rezim Suriah bekerjasama dengan kelompok paramiliter, berusaha untuk merebut kota-kota Rityan dan Mair di pedesaan utara provinsi Aleppo, media propaganda Assad, SANA, menyatakan kemarin.

Kemenangan tersebut diklaim terjadi dua hari setelah SANA melaporkan bahwa Tentara Suriah dan sekutunya memecahkan pengepungan kota Nubbul dan al-Zahra. Nubbul dan al-Zahra adalah dua kota mayoritas Syiah di bagian utara Aleppo.

Ada pasang dan surut yang mengalir ke pertempuran di Aleppo, seperti juga di tempat lain, sehingga sulit untuk mengetahui apakah kemenangan rezim tersebut mampu bertahan lama, atau hanya sementara saja seperti yang sering terjadi. Sebagai contoh, meskipun SANA mengatakan Rityan telah direbut kembali dari mujahidin, namun  Jabhah Nusrah terus mengirim poto-poto dari pertempuran di sana yang masih berlangsung.

Perjuangan untuk Aleppo mungkin sangat membentuk arah perang. Dan saat pertempuran semakin berkecamuk, jihadis bahkan menyerukan untuk  lebih banyak bala bantuan ke Aleppo. Syeikh Muhaysini, seorang ulama jihad populer (ulama dan hakim al Qaeda yang berafiliasi di Jaysh al Fateh), telah berulang kali mendesak umat Islam untuk bergabung dengan barisan mujahidin dan mengajak faksi-faksi jihad  yang ada untuk bersatu di bawah satu koalisi.

Pada akhir Desember, Syeikh Umar Huzaifa, seorang pejabat senior Faylaq al Sham, adalah salah satu dari 38 ulama yang menandatangani pernyataan bahwa jihad merupakan "kewajiban individual bagi semua Muslim dalam situasi seperti ini." Penandatangan Pernyataan yang menjadi milik Asosiasi Cendekiawan di Syam ini menggambarkan perang di Suriah sebagai salah satu perang aliansi "Tentara Salib-Zionis-Safawi (Syiah dan Iran)" melawan Muslim (Sunni).

Asosiasi ulama ini mengatakan bahwa, "Tidak ada lagi yang tersembunyi dari Ummah (Muslim di seluruh dunia) kami tercinta apa yang telah tiba di tanah Syam dengan bergegas dari seluruh negara kufur karena koalisi Salibis-Zionis-Safawi bergegas untuk menghilangkan revolusi rakyat Syam dan jihad mereka yang diberkati."

Pernyataan itu melanjutkan, "Pertempuran Syam telah menjadi pertempuran menentukan melawan negara kufur, saat musuh berkumpul untuk mendirikan Syiah Rafidho dalam  memenuhi rencana yang telah mereka susun untuk pertumbuhan Syiah dan untuk menghilangkan kepercayaan Muslim di Suriah dan di tempat lain".

Penandatangan pernyataan lain yang dikeluarkan oleh "Asosiasi Ulama di Syam" termasuk Syeikh Abdullah Muhammad al Muhaysini, anggota Jabhah Nusrah dan Ahrar al Syam, Syeikh Sirajuddin Zurayqat (amir Brigade Abdullah Azzam yang berafiliasi pada al Qaeda dan berbasis di Lebanon), serta sejumlah pejabat lainnya.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

 

 

 

Hadapi Koalisi Internasional, Jabhah Nusrah Rencanakan Persatuan Perlawanan

SURIAH (Jurnalislam.com)Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda di Suriah, membahas penggabungan dengan beberapa afiliasi terdekatnya, menurut jihadis yang terhubung secara online, lansir The Long War Journal, Sabtu (30/01/2016)

Berita itu pertama kali dilaporkan di Twitter oleh pengguna yang dikenal sebagai Muzamir al Sham. Tweet-nya menarik tanggapan dari orang lain, termasuk Abu Ammar al Shami. Jihadis telah mengidentifikasi Abu Ammar sebagai veteran anggota al Qaeda di Suriah.

Abu Ammar menawarkan ringkasan tentang pembicaraan dalam serangkaian tweet pada 27 Januari bulan ini, Jabhah Nusrah mengajak berbagai faksi yang membentuk Jaysh al Fath, koalisi yang menguasai provinsi Idlib, barat laut Suriah, sejak tahun lalu. Cabang Al Qaeda tersebut mengusulkan "merger penuh," yang berarti bahwa Jabhah Nusrah akan menggabungkan operasi mereka menjadi satu kesatuan dengan kepemimpinan terpadu, menurut Abu Ammar.

Dua "ulama" yang tidak disebutkan namanya menghadiri persidangan sebagai "saksi" dan untuk mengawasi pembicaraan, Abu Ammar menjelaskan. Setelah mereka berbicara, setiap amir dari  faksi di Jaysh al Fath menyatakan kerjasamanya.

Orang terakhir yang berbicara adalah Syeikh Abu Muhammad al Jaulani, Amir Jabhah Nusrah.

Syeikh Jaulani mengusulkan pembentukan koalisi baru dan menawarkan orang lain untuk memimpinnya, menurut Abu Ammar.

Tapi usulan Syeikh Jaulani mengandung prasyarat tertentu. Sebagai contoh,” organisasi harus memastikan hukum aturan tertinggi adalah syariah Islam dan melindungi mujahidin asing”. Jika berbagai konstituen setuju untuk tuntutan tersebut, Abu Ammar mengaku, maka Jabhah Nusrah akan mematuhi keputusan Dewan Syura (penasehat) koalisi baru yang berdasarkan syariat.

Syeikh Jaulani mengeluarkan proposal ini demi kesatuan perjuangan faksi Jihad Suriah dalam menghadapi koalisi Internasional, meskipun Jabhah Nusrah memendam kekhawatiran tentang tindakan beberapa pihak lain yang terlibat, Abu Ammar menulis. Semua faksi yang hadir menyetujui rencana kecuali perwakilan Ahrar al Sham, yang menangguhkan pembicaraan.

Abu Ammar berpendapat bahwa Ahrar al Sham hanya perlu mengambil "langkah" final dan "menyetujui" merger sehingga benar-benar terwujud.

Perlu dicatat bahwa ini adalah versi Abu Ammar tentang peristiwa tersebut, dan peserta lain mungkin memiliki pandangan yang berbeda. Misalnya, Abu Ammar mengambil masalah dengan karakterisasi Muzamjir al Sham dalam pembicaraan, sehingga ia memutuskan untuk pertama kali membahas pertemuan di depan publik.

Ini bukan pertama kalinya Abu Ammar tidak setuju dengan versi Muzamjir tentang sebuah peristiwa. Tahun lalu, Abu Ammar membawa masalah klaim Muzamjir mengenai hubungan Jabhah Nusrah dengan al Qaeda.

Pada 2015, Muzamjir dikutip oleh Reuters saat mengatakan bahwa Jabhah Nusrah akan "melepaskan diri dari Al Qaeda" untuk membentuk sebuah kelompok baru yang bisa menerima lebih banyak bantuan dari negara-negara yang menentang rezim Bashar al Assad, termasuk Qatar.

Tak lama setelah komentar Muzamjir ini diterbitkan, Abu Ammar mengecam Reuters karena mengutip dia sebagai seseorang yang di kenal. "Seolah-olah Muzamjir berhasil dalam membimbing orang-orang," Abu Ammar menulis di Twitter yang sejak itu ditangguhkan. (Komentar terbarunya diposting di feed baru.)

Abu Ammar mengecam artikel Reuters sebagai "tidak ada apa-apa kecuali kebohongan dan fitnah terhadap" Jabhah Nusrah, menambahkan bahwa itu adalah "kelanjutan dari kampanye media yang menentangnya!" Dia menggambarkan Qatar sebagai "lengan Amerika di kawasan itu," yang berarti Jabhah Nusrah tidak akan bekerja dengan bangsa itu. "hubungan Jabhah Nusrah dengan Al Qaeda adalah hubungan jihad Fie Sabilillah, menegakan kalimat Allah, dan membebaskan tanah tanah kaum Muslim," Abu Ammar tweeted. "Ini bukan hubungan politik yang dapat berubah sesuai dengan perubahan minat," tegasnya.

Jabhah Nusrah berbagi tujuan yang sama seperti Ahrar al Sham dan beberapa kelompok jihad lainnya di Suriah. Mereka ingin mengalahkan Syiah nushairiyah Assad dan koalisi Internasional serta mendirikan negara Islam berdasarkan hukum syariah.

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

PBB: Gencatan Senjata untuk Semua Pihak di Suriah, tapi Tidak bagi Jabhah Nusrah

JENEWA (Jurnalislam.com) – Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistur,a mengatakan bahwa pembicaraan damai di Suriah akan mendorong gencatan senjata bagi semua pihak yang bertikai di Suriah selain Jabhah Nusrah cabang resmi al Qaeda di Suriah dan Islamic State (IS), lansir Aljazeera, Senin (25/01/2016).

De Mistura mengumumkan pada konferensi pers di Jenewa bahwa pembicaraan damai yang awalnya dijadwalkan dimulai pada hari Senin, telah dijadwal ulang untuk hari Jumat (29/01/2016) dan diperkirakan berlangsung selama enam bulan.

Dia berharap untuk mengirim undangan pembicaraan pada Selasa (26/01/2016) dan putaran awal diskusi kemungkinan akan berlangsung dua sampai tiga pekan.

"Diskusi masih berlangsung dan saya sangat menyadari apa yang terjadi di Jenewa 2, oleh karena itu kami sangat berhati-hati dan teliti dalam memastikan bahwa ketika dan jika kita mulai, kita memulainya pada kaki yang tepat," De Mistura mengatakan pada hari Senin.

Dia mengatakan semua pihak akan terlibat dalam upaya gencatan senjata, selain dua kelompok yang ditunjuk sebagai "teroris" oleh PBB.

"Kondisi ini harus menjadi gencatan senjata nyata dan bukan hanya lokal," kata De Mistura.

"Suspensi pertempuran yang melibatkan Jabhah Nusrah dan IS tidak terjadi di atas meja. Namun ada banyak suspensi pertempuran lain yang dapat terjadi."

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pembicaraan antara pemerintah dan kelompok oposisi Suriah harus dimulai akhir Januari seperti yang direncanakan, tapi daftar undangan masih dipertanyakan.

Pembicaraan di Jenewa akan terjadi setelah serangkaian pertemuan di Wina dan New York antara komunitas internasional dan kelompok regional. Selama pertemuan Arab Saudi diharapkan untuk memberikan daftar oposisi yang menghadiri pembicaraan Jenewa.

Mohamed Alloush, pemimpin faksi Jaysh al-Islam, yang telah dipilih sebagai bagian dari daftar kelompok oposisi (tidak mewakili keseluruhan faksi), mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ada kondisi yang belum diterapkan sebelum pembicaraan bisa berlangsung.

"Ada tekanan pada kita untuk menyerahkan hak rakyat Suriah yang alami dan sah. Tekanan ini terlihat dalam mendorong delegasi kami untuk berangkat ke perundingan tanpa agenda yang jelas, ditambah menyerahkan tindakan terutama dalam menyikapi situasi kemanusiaan yang tidak ada hubungannya dengan politik.

"Oleh karena itu, kita tidak bisa memberitahu delegasi kita untuk menyerahkan hak mereka dan menuju ke Jenewa sebelum serangan udara dihentikan, pengepungan diakhiri, tahanan dilepaskan, atau bantuan dikirimkan pada rakyat Suriah."

Perang global di Suriah telah menewaskan sedikitnya 250.000 orang, menurut PBB, dan lebih dari setengah populasi Suriah yang semula berjumlah 22,4 juta telah terlantar atau telah mengungsi ke luar negeri.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

Pasukan Saudi Kepung Milisi Syiah Houthi di Perbatasan Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pasukan Saudi di wilayah Jizan di barat daya kerajaan yang berbatasan dengan Yaman mengepung milisi Houthi di perbatasan pada hari Ahad, 30 Agustus 2015, sebagai pembalasan untuk serangan terhadap sebuah gedung pengadilan, Al Arabiya News Channel melaporkan.

Milisi Syiah Houthi dilaporkan mentargetkan gedung pengadilan di daerah al-Horth dekat perbatasan Yaman dengan rudal sebelumnya pada hari Ahad.

Awal pekan ini, pertahanan udara Saudi mencegat rudal Scud yang ditembakkan menuju kota Jizan oleh milisi Houthi dan pendukung Presiden terguling Ali Abdullah Saleh.

Dengan dukungan udara dari sekutu koalisi dan pasukan yang baru dilatih, pendukung Presiden yang diakui secara internasional Abdrabbu Mansour Hadi berhasil mendorong para militan dari kota kedua Aden dan empat provinsi selatan lainnya dan berjuang untuk mengendalikan kota ketiga, Taez.

Sejak akhir Maret, koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi telah membom milisi Syiah Houthi yang didukung Iran dan pasukan sekutu Saleh, dalam upaya untuk menempatkan pemerintah Hadi kembali ke kekuasaan.

Deddy | Al Arabiya | Jurniscom

Mujahidin IIA: Wilayah Ghor Dibersihkan dari Musuh, Penduduk Setempat Bergabung

GHOR (Jurnalislam.com) – Operasi Mujahidin skala besar berlangsung beberapa hari lalu di wilayah Du Taraf yang terletak di perbatasan antara kabupaten Shahrak dan Dawlena, provinsi Ghor pusat, lansir El Emarah News Jumat (28/08/2015).

Musuh pengecut melarikan diri dari daerah yang terdiri dari 8 desa tersebut, setelah menderita kerugian besar.

Sementara itu Tetua suku dari Kabupaten Shahrak memberikan 30 pemuda bersenjata sementara 20 pemuda disediakan dari kabupaten Dawlena untuk mendukung Mujahidin Imarah Islam dalam sebuah pertemuan besar di mana penduduk setempat menyatakan bahwa mereka benar-benar mendukung Mujahidin Imarah Islam Afghanistan.

Dalam berita lainnya, 3 milisi Arbaki tewas dalam baku tembak dengan mujahidin kemarin di daerah Neili kabupaten Tewara.

Deddy | Shahamat | Jurniscom