Jaysh al Fath Umumkan akan Rebut Seluruh Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Koalisi Mujahidin Suriah, Jaysh al Fath, mengumumkan dimulainya pertempuran untuk merebut kembali seluruh Aleppo, sehari setelah berhasil mematahkan pengepungan rezim Bashar Assad atas setengah wilayah kota yang mereka kuasai, Aljazeera melaporkan Senin (08/08/2016).

Jaysh al fath atau Army of Conquest, termasuk Jabhah Fath al-Syam (sebelumnya Jabhah Nusrah), mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad bahwa mereka akan “menggandakan jumlah pasukan mereka untuk pertempuran berikutnya.”

“Kami mengumumkan dimulainya fase baru untuk membebaskan seluruh Aleppo,” kata jihadis. “Kami tidak akan beristirahat sampai kita menaikkan bendera penaklukan atas benteng rezim di Aleppo ini.”

Rekaman yang diperoleh oleh Al Jazeera menunjukkan mujahidin di pos pemeriksaan pemerintah pada Sabtu setelah mematahkan pengepungan rezim Assad selama sebulan atas lingkungan timur yang mereka kuasai yang menandakan kemunduran besar bagi pasukan rezim Suriah dan sekutunya.

Sebuah konvoi truk pick-up mujahidin memasuki wilayah kota melalui rute yang baru dibuka pada hari Ahad, membawa bantuan makanan bagi sekitar 300.000 warga yang sebelumnya terperangkap di dalam. (baca juga: Pengepungan Assad Runtuh, Bantuan Kemanusian Mengalir ke Aleppo dari Idlib)

Keberhasilan mematahkan pengepungan memicu perayaan di distrik timur Aleppo, tetapi pertempuran sengit dan serangan udara Rusia dan Suriah terus menerus berlangsung di dalam dan sekitar kawasan Ramosa sehingga warga tidak bisa melakukan perjalanan yang aman.

Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan itu adalah salah satu kekalahan paling signifikan bagi rezim Suruah sejak konflik meletus pada Maret 2011.

Kekhawatiran tumbuh pada hari Ahad bahwa di bagian barat kota yang dikuasai rezim akan kekurangan makanan dan bahan bakar saat koalisi mujahidin berbalik mengepung.

Jaysh al fath pada Sabtu bergerak ke arah timur laut menuju Ramosa dan berkumpul dengan mujahidin yang berada di dalam kota. (baca juga: Setelah Patahkan Kepungan Rezim Assad, Jabhah Fath al-Syam Tembus Distrik Timur Aleppo)

“Setelah operasi militer besar-besaran dilakukan di enam tahap, Jaysh al fath berhasil mengakhiri pengepungan,” Al Jazeera Amro Halabi, melaporkan dari setengah wilayah kota yang dikuasai oposisi.

“Tiga tahap pertama termasuk menyerang dan merebut kontrol posisi strategis dari pasukan rezim Assad di front selatan dan barat kota. Pada tahap keempat pejuang Army of Conquest ini bertempur dalam operasi darat ke kota dari selatan, merebut wilayah Ramosa.”

Ramosa adalah lokasi kompleks militer besar, yang berisi sejumlah perguruan tinggi militer.

Jabhah Fath al-Syam memposting gambar di media sosial barisan kendaraan lapis baja, amunisi, tank howitzer, roket dan truk yang sekarang berada di tangan mujahidin. (baca juga: Jaysh al-Fath Bunuh 150 Pasukan Assad, Rebut 20 Tank, 7 Kendaraan Tempur, 10 Artileri dan 60 Truk Pengangkut)

Menurut pihak oposisi dan SOHR, yang mengandalkan kontak jaringan di Suriah untuk melacak perang, garis depan mujahidin bergerak dari barat laut ke barat, lalu ke Aleppo yang dikuasai rezim Syiah, ke tepi wilayah Hamdaniya dan proyek perumahan yang disebut proyek 3.000.

Akademi Teknik Militer Assad, kompleks tentara pemerintah lain yang besar, terletak di utara Hamadiya.

“Pertempuran untuk Aleppo sangat menentukan. Siapa pun yang memenangkan pertempuran kemungkinan bisa memenangkan perang. Untuk Jaysh al fath, menjaga control atas Aleppo adalah perkara sangat penting.” reporter Al Jazeera Reza Sayah, melaporkan dari Gaziantep di perbatasan Turki-Suriah.

 

Pengepungan Assad Runtuh, Bantuan Kemanusian Mengalir ke Aleppo dari Idlib

9704fc8f98604493ac44b2f32d2dc7a2_18ALEPPO (Jurnalislam.com) – Koalisi mujahidin melaporkan perkembangan lebih lanjut di kota Aleppo Suriah utara dengan konvoi pertolongan pertama kemanusiaan yang membawa persediaan makanan datang setelah Jaysh al Fath menyatakan mereka berhasil mematahkan pengepungan pemerintah, Sabtu.

Fadi Hajjar dari Aleppo Media Center mengatakan truk telah dikirim oleh mujahidin Suriah di Idlib pada Ahad (07/08/2016), yang terletak di sebelah barat daya Aleppo, Jaysh al Fath masih mempertahankan batas antara daerah yang telah dibebaskan dan yang sebelumnya terkepung.”

“Wilayah ini penuh dengan reruntuhan. Kami harus membersihkan (reruntuhan) sebelum kita dapat membawa lebih banyak truk dan lebih banyak bantuan,” kata Hajjar kepada Al Jazeera.

Makanan dan perlengkapan penting lainnya telah habis sejak pasukan pemerintah mengepung Aleppo bulan lalu.

Sekarang, dengan runtuhnya pengepungan rezim Nushairiyah Assad oleh koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al Fath, mengumumkan pengambilalihan pangkalan militer strategis di sana.

Video mujahidin terbaru menunjukkan masyarakat merayakan kemenangan di jalan-jalan Aleppo.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Kecohkan Serangan Udara Rusia, Jaysh al Fath Terima Kasih kepada Warga Sipil

ALEPPO (Jurnalislam.com)Jaysh al Fath mengucapkan terima kasih dan menyerukan kepada warga sipil di lokasi yang masih dihuni pasukan rezim Assad untuk tetap tinggal di dalam rumah mereka, dan tidak mendekati pembatas milik pasukan rezim Assad dan markas mereka; untuk menjaga keamanan karena serangan ke pasukan rezim masih berlanjut, ElDorar AlShamia melaporkan Sabtu (06/08/2016).

Pernyataan yang dikeluarkan Jaysh al Fath tersebut disambut baik warga sipil yang teguh di kota, dan mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang membakar ban, dan berkontribusi mengecoh dan menyesatkan pesawat tempur Rusia dan rezim untuk mencapai target mereka.

Fath Halab dalam pertempuran yang sedang dilancarkan oleh Jaysh al Fath di garis pedesaan depan selatan dan barat Aleppo.

Sebelumnya mujahidin Suriah pada hari Jumat berhasil menyelinap ke lokasi pasukan rezim Assad di pedesaan Hama timur, menewaskan dan melukai sejumlah besar tentara rezim.

bakar banMenurut sumber media, jihadis melakukan proses infiltrasi ke posisi pasukan al-Assad di garis depan Ma’an dan mampu membunuh lima serta melukai sekitar 15 orang lainnya.

Pedesaan selatan kota diserang pemboman udara dan tembakan artileri berat, menargetkan desa Aqrab, Zara dan Hirbnafsah sementara serangan helikopter menargetkan kota Al-Lataminah dengan ranjau, dan menimbulkan kerusakan materialisme terbatas.

 

 

Setelah Patahkan Kepungan Rezim Assad, Jabhah Fath al-Syam Tembus Distrik Timur Aleppo

Jabhah Fath Sham aleppo3

ALEPPO (Jurnalislam.com)Jabhah Fath al-Syam, yang sebelumnya bernama Jabhah Nusrah, mengatakan hari Sabtu (06/08/2016) bahwa mujahidin yang melakukan perlawanan dari dalam kota Aleppo telah bertemu dan bergabung dengan mujahidin di pinggiran kota yang bertempur mematahkan blokade, kantor berita AFP mengatakan, Sabtu.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR), sebuah kelompok pemantau berbasis di Inggris yang mencatat perkembangan setiap hari di negara itu, mengatakan bahwa “Jabhah Fath al-Syam telah masuk dan maju ke distrik timur Aleppo walaupun belum mengamankan rute karena jet tempur Rusia dan rezim melancarkan serangan udara berat di daerah.”

Oposisi Suriah berbasis Turki juga mengatakan di Twitter, Sabtu:”Jaysh al-Fath mematahkan pengepungan Aleppo.”

Ahrar al-Syam juga memposting di Twitter bahwa mereka telah menguasai Ramosa di tepi barat daya kota dan dengan demikian membuka rute menuju Aleppo.

Pasukan rezim Syiah Suriah mengepung Aleppo pada 17 Juli setelah menutup rute terakhir yang dikuasai mujahidin menuju kota.

Zouhir al-Shimale, seorang jurnalis di Aleppo, mengatakan kepada Al Jazeera, Sabtu bahwa pengepungan praktis telah dipatahkan.

Jaysh al-Fath, mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka telah menguasai sebuah pangkalan militer strategis di Ramosa di barat daya Aleppo.

Jihadis menggunakan pangkalan militer tersebut untuk melancarkan serangan ke daerah yang dikuasai rezim, menurut al-Shimale.

Pada sekitar 12:00 waktu setempat pada hari Sabtu, sebuah bom mobil meledak di al-Amiriya, di tepi wilayah kota yang terkepung, katanya.

Al-Shimale mengatakan daerah antara Ramosa dan al-Amiriya sekarang semua berada di bawah kendali Jaysh al-Fath.

“Terjadi bentrokan berat dan penembakan acak dari helikopter dan pesawat tempur,” tambahnya.

Kemenangan di Aleppo akan menjadi dorongan bagi Jaysh al-Fath, yang telah berjuang selama berminggu-minggu untuk merebut kembali kontrol atas kota meskipun pasukan Rusia dan Suriah membombardir sangat intens.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Jaysh al-Fath Bunuh 150 Pasukan Assad, Rebut 20 Tank, 7 Kendaraan Tempur, 10 Artileri dan 60 Truk Pengangkut

ALEPPO (Jurnalislam.com)Jaysh al-Fath (Tentara Penaklukan), Sabtu (06/08/2016) melaporkan membunuh 150 tentara rezim Nushairiyah Assad dan menyita sejumlah besar kendaraan militer setelah mematahkan blokade yang mengurung wilayah yang dikendalikan mujahidin di kota Aleppo utara.

Menurut sumber oposisi lokal, yang ingin tetap anonim karena masalah keamanan, “Pada hari ketujuh bentrokan, sekitar 20 tank, tujuh kendaraan tempur lapis baja, 10 artileri dan 60 truk pengangkut pasukan rezim telah direbut.”

Rebel fighters carry their weapons as they move towards their positions near the front line against forces loyal to Syria's President Bashar al-Assad in Ratian village, north of Aleppo February 17, 2015. REUTERS/Ammar Abdullah

Jaysh al-Fath juga menguasai posisi rezim di daerah Ramousa di Aleppo selatan, sehingga membuka rute menuju lingkungan yang dikuasai oposisi di kota itu, kata sumber itu kepada Anadolu Agency.

Menurut sumber yang sama, faksi-faksi jihad tersebut tiba di lingkungan Aleppo yang dikepung.

“Pertempuran masih berkecamuk di pinggiran Ramousa antara pasukan rezim Assad dan koalisi mujahidin, yang berusaha memperluas kendali,” kata sumber itu.

Pada hari Jumat, Jaysh al-Fath menguasai sekolah militer milik rezim di Aleppo yang dianggap sebagai salah satu benteng utama pasukan Syiah Bashar al-Assad yang paling signifikan di kota yang diperebutkan itu.

Sebelumnya pada bulan Februari, rezim Suriah memotong rute pasokan antara pedesaan utara Aleppo dan kawasan timur yang dipegang oposisi.

Kemudian pada awal Juli, pasukan rezim bergerak untuk memotong Castello Road, yang menghubungkan kota Aleppo yang diperebutkan dengan Idlib yang dipegang penuh mujahidin, serta memberlakukan blokade total pada daerah yang dikuasai mujahidin di Aleppo.

Cos0mLWUEAE139r

Diperkirakan 250.000 warga sipil hidup di perempat timur yang dikuasai jihadis di Aleppo ini.

Kemenangan di Aleppo akan menjadi dorongan bagi Jaysh al-Fath, yang telah berjuang selama berminggu-minggu untuk merebut kembali kontrol atas kota meskipun pasukan Rusia dan Suriah membombardir sangat intens.

 

Jaysh al Fath Pecahkan Rekor Tercepat, Rebut Barak Militer Utama Rezim Assad dalam 22 Menit

untitled_91

SURIAH (Jurnalislam.com) – Koalisi mujahidin Jaysh al-Fath merebut salah satu barak militer yang paling penting bagi pasukan rezim al Assad di provinsi Aleppo hanya dalam 22 menit.

Koresponden ElDorar melaporkan, Jumat (05/08/2016) bahwa serangan dimulai dengan meledakkan sebuah bom mobil oleh Jaysh al-Fath berbarengan dengan pasukan darat menyerang daerah pertambangan, the College of Armament dan gerbang the Artillery College, lalu berakhir dengan mengontrol penuh perguruan tinggi artileri tersebut.

Jaysh al-Fath dan faksi operasi “Fath Halb” beberapa hari lalu mengumumkan dimulainya pertempuran untuk mematahkan pengepungan Aleppo, dan The College of Artillery dianggap sebagai salah satu barak utama pasukan Nushairiyah Assad di provinsi Aleppo, bersama dengan batalion artileri barat dari “Jamyat al-Zahra”, di mana The College of artileri merupakan gerbang barat-daya kota Aleppo, dan diposisikan di dataran tinggi yang menghadap lingkungan seluruh kota .

 

Deddy | AlShamia | Jurnalislam

Jaysh al Fath Patahkan Pengepungan Rezim Assad dan Sekutunya di Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Koalisi mujahidin Jaysh al-Fath berhasil mendobrak pengepungan yang digelar pada mereka oleh pasukan rezim Bashar al-Assad dan sekutunya di bagian kota barat daya Aleppo, kata akun media sosial resmi Jaysh al-Fath, Anadolu Agency melaporkan Jumat (05/08/2016).

Menurut akun media sosial dari Jaysh al-Fath (Tentara Penakluk), mengatakan mereka berhasil mencabut pengepungan setelah mencapai sekolah artileri yang dikendalikan milisi Syiah Assad di kota. Operasi untuk merebut sekolah yang dianggap sebagai salah satu benteng rezim Assad yang paling kuat di Aleppo, telah diluncurkan bersama dengan Tentara Pembebasan Suriah.

Jaysh al-Fath mengatakan telah mengambil alih sebuah bangunan perwira dan maju lebih jauh ke dalam sekolah, dan mengatakan bahwa sekarang hanya masalah waktu sebelum mujahidin akan mencapai Ramouseh Roundabout dan membebaskan daerah Aleppo yang diblokir.

Sekolah artileri itu dikatakan menjadi titik support kuat bagi jalur pasokan rezim yang berasal dari kota Hama di Suriah tengah, melewati kota Khanasser di selatan Aleppo.

Mujahidin Suriah telah berusaha sebelumnya untuk menguasai sekolah beberapa kali di masa lalu, tapi belum berhasil.

Pada bulan Februari, rezim Nushairiyah Suriah memotong rute pasokan antara pedesaan utara Aleppo dan kawasan timur yang dipegang mujahidin.

LQy-dL7_aadbreeu

Pada awal Juli, pasukan rezim Assad berusaha memotong Castello Road, yang menghubungkan kota Aleppo yang diperebutkan rezim dengan Idlib yang dikuasai mujahidin, memberlakukan blokade total pada daerah yang dikuasai mujahin di Aleppo.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Arab Spring – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negeri yang babak belur akibat perang tersebut, menurut angka PBB.

Namun, Pusat Penelitian Kebijakan Suriah, sebuah LSM yang sebelumnya berbasis di Damaskus, melaporkan total korban tewas akibat konflik lebih dari 470.000.

 

Konvoi Turis Inggris, AS dan Jerman Diserang Taliban di Herat

187d07d0246043e4b5c85da451edfdaf_18

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Wisatawan asing yang dikawal oleh konvoi tentara di Afghanistan barat disergap oleh orang-orang bersenjata dalam serangan yang melukai sedikitnya tujuh orang, para pejabat Afghanistan mengatakan, lansir Aljazeera Kamis (04/08/2016).

Dua belas turis dari Inggris, Amerika Serikat dan Jerman diserang di distrik Chesht-e-Sharif provinsi Herat pada Kamis, saat dalam perjalanan menuju Herat dari provinsi Bamiyan dan Ghor.

Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mengaku bertanggung jawab atas serangan dalam sebuah pernyataan.

“Sekelompok pejuang Taliban melakukan serangan terhadap turis, melukai sedikitnya enam,” Jalani Farhad, juru bicara gubernur Herat, mengatakan kepada Al Jazeera. “Namun, tidak ada yang mati.”

Sopir Afghanistan juga terluka, katanya.

Reporter Al Jazeera Qais Azimy, melaporkan dari ibukota, Kabul, mengatakan kendaraan para wisatawan terkena serangan RPG.

Dia menggambarkan rute yang dilalui konvoi tersebut sebagai salah satu rute berbahaya.

“Perjalanan ini adalah perjalanan tiga hari yang panjang melalui jalan darat, yang sebagian besar wilayah dikendalikan oleh panglima perang tentu saja, Taliban,” kata wartawan kami.

“Semua hal ini menimbulkan banyak pertanyaan; mengapa orang asing ini memutuskan untuk melakukan perjalanan melalui jalan itu,” katanya, menambahkan bahwa, “Tidak ada satupun kedutaan, ataupun negara, yang akan merekomendasikan kepada warganya untuk mengambil jalan itu. Semua orang tahu tentang risikonya.”

Kedutaan besar Barat biasanya memperingatkan warganya terhadap semua perjalanan di Afghanistan, mengutip ancaman serangan dan penculikan.

Bamiyan dan Herat memiliki beberapa situs arkeologi.

Situs patung Buddha terbesar di Bamiyan dihancurkan oleh Taliban pada awal tahun 2001.

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Taliban Bantah Gubernurnya Tewas Dalam Serangan Udara AS di Helmand

Mullah-Manan-audio-768x353

HELMAND (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan, Taliban, membantah laporan bahwa gubernur bayangan untuk provinsi Helmand dan komandan militer tewas dalam serangan udara AS di provinsi Helmand selatan Afghanistan. Pemerintah Afghanistan memiliki track record yang buruk ketika melaporkan kematian komandan Taliban.

The Long War Journal mengutip laporan Khaama Press Selasa (02/08/2016) bahwa, kantor gubernur provinsi Helmand hari ini mengumumkan “Mullah Abdul Rahim dan Komandan Mustaqiim,” gubernur bayangan Taliban untuk Helmand dan komandan militer, tewas dalam serangan pesawat tak berawak (drone) AS. Serangan udara tersebut konon menargetkan keduanya di desa Zarghoon distrik Nad Ali.

Militer AS belum mengomentari serangan udara tersebut, tetapi telah meningkatkan serangan terhadap para pemimpin Taliban dan tokoh kunci lainnya setelah Taliban meningkatkan perlawanannya melawan pasukan Kabul sepanjang tahun lalu.

Taliban, melalui salah seorang juru bicara resmi, Qari Yousuf Ahmadi, dengan cepat mengeluarkan bantahan tentang tewasnya dua pemimpin mereka di Helmand dalam serangan udara. Pernyataan Ahmadi diterbitkan pada akun Twitter milik Zabihullah Muhajid, juru bicara resmi Taliban lainnya. Ahmadi membantah bahwa kedua pemimpin Taliban tersebut tewas dan menyebut klaim pemerintah Kabul itu sebagai “rumor palsu” yang dirancang untuk menutupi kekalahan militernya di Helmand.

“Kami sangat menolak propaganda ini,” kata Ahmadi dalam pernyataannya.

Gubernur Taliban untuk Helmand adalah Mullah Abdul Manan Akhund, bukan Mullah Abdul Rahim, sebagai mana diklaim pemerintah Afghanistan. Gubernur Taliban untuk Helmand diidentifikasi oleh Taliban sebagai Mullah Abdul Manan Akhund pada tahun 2015 setelah mengumumkan kematian amir Taliban Syeikh Mullah Umar, dan lagi pada 2016 setelah kematian pengganti Syeikh Mullah Umar, Syeikh Mullah Mansour. Dan dalam laporan yang dirilis oleh Ahmadi, gubernur bayangan juga diidentifikasi sebagai Mullah Abdul Manan Akhund.

Selain itu, Ahmadi merilis klip audio yang mengakui bahwa gubernur bayangan Helmand adalah Mullah Manan.

Dalam audio, Taliban mengatakan bahwa distrik Nad Ali dan Nawa-i-Sarraj di Helmand berada “di bawah kendali Mujahidin” setelah pertempuran sengit melawan pasukan Nasional Afghnaistan (ANA). Secara akurat Taliban melaporkan mengenai kontrol kabupaten di masa lalu saat pemerintah boneka Kabul meremehkan atau mengabaikan kehilangan kabupaten mereka di tangan Taliban.

Imarah Islam Afghanistan saat ini menguasai lebih dari 80 dari 400 lebih kabupaten Afghanistan, menurut sebuah studi oleh The Long War Journal. Angka itu mungkin lebih tinggi karena laporan dari beberapa kabupaten yang dikenal sebagai benteng Taliban tidak tersedia.

Militer Afghanistan di Helmand memburuk saat Taliban menekan untuk mendapatkan kembali tanah yang hilang di sana antara 2009-2011. Dari 14 kecamatan Helmand, lima diantaranya secara efektif dikendalikan oleh Taliban (Sekarang Zad, Musa Qala, Baghran, Dishu, dan Khanashin), dan tujuh lainnya dalam proses kembali ke pangkuan Taliban (Nahr-i-Sarraj, Kajaki, Nad Ali, Nawa-i -Barak, Marjah, Garmsir, dan Sangin).

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Jenderal Pasukan Assad Tewas dalam Pertempuran Aleppo

CoyPhThUsAAyLVM

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sumber media yang setia kepada rezim Syiah Assad, mengumumkan pada hari Senin (01/08/2016) kematian seorang perwira tinggi dalam pertempuran melawan koalisi mujahidin Jaysh al-Fath .

Sumber tersebut mengatakan bahwa Brigadir Jenderal “Yasser Mohsin Mia” yang berasal dari Desa Tartous Provinsi “Khirbet al-Sanabel” tewas di pertempuran Aleppo.

Jaringan ElDorar AlShamia, Senin, mengkonfirmasi kematian perwira tinggi dari pasukan Assad dan juga dua lainnya yang hilang selama serangan koalisi mujahidin Jaysh al-Fath di pintu masuk selatan dan barat kota Aleppo.

Perlu dicatat bahwa pasukan Nushairiyah Assad dan milisi sekutu pendukungnya kehilangan lebih dari 100 elemen pasukan, termasuk pejabat dan anggota negara asing selama pertempuran di kota Aleppo.

Mujahidin Suriah juga berhasil menyelamatkan puluhan warga sipil di distrik 1070 yang sebelumnya ditahan oleh milisi Syiah ‘Pertahanan Nasional’, yang menggunakan mereka sebagai tameng manusia.

hlb_4

Deddy | Al Shamia | Jurnalislam