Angkatan Laut Rusia Kerahkan Kapal Induk Andalannya ke Mediterania Timur, Suriah

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Menteri Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Rabu (21/09/2016) bahwa Moskow telah mengirimkan kapal induk andalannya untuk memperkuat pasukannya di Mediterania timur di luar Suriah, lansir World Bulletin.

“Saat ini kekuatan angkatan laut Rusia ke Mediterania timur terdiri tidak kurang dari enam kapal perang dan tiga atau empat kapal pendukung,” katanya.

“Dalam rangka meningkatkan serangan militer, kami berencana menambah kapal induk Admiral Kuznetsov,” kata Shoigu, tanpa menentukan kerangka waktu.

Rusia telah meluncurkan operasi pemboman di Suriah selama setahun terakhir dalam mendukung rezim Bashar al-Assad dan telah mengerahkan kontingen angkatan laut untuk mendukung operasinya.

Ini adalah pertama kalinya bahwa kapal induk era Soviet, Kuznetsov, satu-satunya kapal induk Rusia yang merupakan bagian dari armada Utara yang berbasis di Murmansk – akan bergabung dengan kekuatan Rusia di Mediterania setelah menjalani perbaikan.

Rusia memiliki basis di wilayah Suriah yang dikuasai rezim Nushairiyah yang telah menerbangkan sebagian besar serangan bom di negara itu.

Rusia telah meluncurkan serangan bom jarak jauh dari pangkalan di Rusia dan menembakkan rudal jelajah dari kapal di Laut Kaspia dan kapal selam di Mediterania.

Pasukan Assad Serang Staf Medis dan Warga Sipil, 25 Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – 25 korban sipil tewas di Suriah pada hari Selasa, akibat dari serangan pasukan rezim Assad pada sejumlah kota Suriah, dan ledakan ranjau yang ditanam oleh kelompok Islamic State (IS), ElDorar AlShamia melaporkan rabu (21/0/2016).

12 Korban, seluruhnya staf medis, dokter, petugas medis dan pengemudi tewas dalam serangan udara yang menargetkan titik medis di daerah Khan Tuman di pedesaan selatan Aleppo, tiga anak tewas dalam ledakan sisa-sisa ranjau darat yang ditanam kelompok IS di kota Manbej di pedesaan timur Aleppo, sementara empat orang lainnya tewas saat pasukan Nushairiyah Assad menargetkan kota Tabysa Homs di pedesaan utara.

Seorang wanita dan anak juga tewas akibat pemboman yang menargetkan distrik lama Aleppo, dua lainnya tewas di Deir Ez-Zour, satu di Hasakah dan satu lagi di Rif Dimashq.

Pesawat tempur pada Rabu telah menargetkan titik medis milik Serikat Pemulihan dan Organisasi Perawatan Medis (the Union of Relief and Medical Care organization) di selatan Aleppo, menewaskan semua orang yang berada di lokasi, termasuk kendaraan medis ambulans mereka hancur.

 

Bidik Global Foundation dan JITU Gelar Pelatihan Jurnalistik: Strategi Membangun Ghirah Jurnalis Muslim

Dengan semangat Muharram 1438 Hijriah, Bidik Global Foundation bekerjasama dengan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menyelenggarakan seminar dan pelatihan jurnalistik Islami dengan tema “STRATEGI MEMBANGUN GHIRAH JURNALIS MUSLIM”.

In sya Allah acara tersebut akan diselenggarakan pada:

Hari/tanggal : Sabtu, 1 Oktober 2016

Waktu : Pkl. 08.00 – 15.30 WIB

Tempat : Hotel Salak The Heritage Bogor

Pembicara :

– Surya Fachrizal Ginting (Jurnalis Media Hidayatullah / Relawan Palestina)

– Beggy Rizkiansyah (Pemerhati Media / Pegiat Sejarah Islam)

– Dr. Erma Pawitasari M.Ed (Penulis Buku)

– Syaiful Falah (Redaktur Suara Islam)

– Ustaz Iyus Khaerunnas (Direktur Bidik Global Foundation)

Pasca seminar dilanjutkan dengan pelatihan (praktek menulis, reportase, wawancara dan teknik fotografi)

Infak peserta Rp.100.000 (fasilitas: sertifikat, snack dan makan siang)

Peserta terbatas, segera daftar ke:

Sinta 0877 7012 0182 / 0857 7743 0279

Agun 0812 8621 427

Atas perhatianya kami ucapkan terima kasih. Jazakumullah khairan katsiran.

 

Pasukan Irak Mulai Lancarkan Operasi Militer untuk Rebut Mosul dari IS

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak melancarkan operasi pada Selasa untuk merebut kembali sebuah kota di utara dari IS, sebagai batu loncatan dalam operasi untuk merebut kembali kota utama Mosul sebelum akhir tahun, Aljazeera melaporkan Selasa (20/09/2016).

Puluhan ribu warga sipil diperkirakan terjebak di Sherqat, yang terletak di Sungai Tigris 100 km dari sebelah selatan kota kedua terbesar Irak tersebut. Sherqat telah dikelilingi oleh pasukan Irak dan milisi yang bersekutu dengan pemerintah.

Para pejabat telah memperingatkan munculnya bencana kemanusiaan selama berbulan-bulan, ketika penduduk yang hidup di bawah Islamic State (IS) mengatakan persediaan makanan telah berkurang dan harga-harga melonjak.

“Operasi untuk membebaskan Sherqat dimulai pada pukul 5:30 am [0230 GMT] dari beberapa arah … dengan dukungan pasukan koalisi,” kata juru bicara Komando Operasi Gabungan Yahya Rasool kepada kantor berita AFP.

“Kami membuat kemajuan yang baik. Sherqat merupakan daerah yang penting, kita tidak bisa bergerak di Mosul jika IS masih mengontrol Sherqat.”

Ahmed al-Assadi, juru bicara pasukan paramiliter, mengatakan operasi “Sherqat Dawn (Fajar Sherqat)” bertujuan untuk “mengusir para pasukan IS dari tanah Irak.”

Tentara Irak, didukung oleh polisi setempat dan pejuang suku Sunni, mengambil posisi dari lima arah pada hari Selasa dan maju melalui lima desa, tetapi pada tengah hari mereka masih berada sekitar 13km dari pusat kota, para pejabat mengatakan kepada kantor berita AP.

Ada sedikit perlawanan sejauh ini, selain dari beberapa bom yang ditanam di sepanjang jalan.

Pasukan Irak juga bergerak untuk merebut kembali dua daerah di provinsi barat Anbar, Perdana Menteri Haidar al-Abadi mengatakan dalam pesan televisi dari New York, saat dia menghadiri Sidang Umum PBB.

“Operasi ini membuka jalan untuk membersihkan setiap inci dari tanah Irak dan, In sya Allah, akhirnya akan pembebasan kota Mosul,” katanya.

Abadi telah berulang kali berjanji untuk merebut kembali Mosul pada akhir tahun ini, dan komandan Irak meyakinkan tekanan bisa dimulai akhir Oktober, meskipun masih ada keraguan bahwa pasukan yang diperlukan akan siap.

Para pejabat Irak khawatir belum ada cukup perencanaan tentang bagaimana mengelola Mosul, yang seperti sebuah mosaik terdiri dari berbagai kelompok etnis dan sektarian, jika dan ketika IS telah dikalahkan.

Pertahanan Udara Saudi Sergap Rudal Balistik Milisi Houthi

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Pasukan pertahanan udara Saudi cegat rudal balistik yang diluncurkan oleh pemberontak Syiah Houthi Yaman di selatan Arab Saudi, koalisi yang dipimpin Saudi mengatakan pada hari Senin, lansir World Bulletin Selasa (20/09/2016).

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita resmi SPA, koalisi mengatakan rudal yang menargetkan kota selatan, Khamees Mushait – ditembak jatuh pertahanan anti rudal balistik sebelum bisa menyebabkan kerusakan di darat.

Pernyataan itu menambahkan, pasukan Saudi membom lokasi peluncuran rudal sebagai balasan.

Syiah Houthi mengatakan rudal tersebut menargetkan King Khalid Air Base dan telah mencapai target, menurut kantor berita Saba milik Houthi.

Yaman telah dihantam oleh kekacauan sejak akhir 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi dan sekutu mereka menyerbu ibukota Sanaa dan beberapa bagian lain Yaman, memaksa Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi dan pemerintahnya yang didukung Saudi untuk sementara mengungsi ke Riyadh.

Konflik meningkat pada bulan Maret tahun lalu ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan serangan udara besar-besaran di Yaman untuk membalikkan keuntungan militer Houthi dan memulihkan pemerintahan Hadi.

Faksi Mujahidin Suriah Gagalkan Dua Kali Serangan Pasukan Assad di Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi mujahidin Suriah pada Selasa sore menggagalkan dua upaya pasukan rezim Assad dan milisi Syiah Brigade Palestina al-Quds mencoba untuk maju ke garis depan di Aleppo utara dan barat bertepatan dengan serangan udara yang dilakukan oleh pesawat tempur dan helikopter, ElDorar AlShamia melaporkan Selasa (20/09/2016).

Pertempuran sengit terjadi di garis depan Handarat di timur laut Aleppo saat pasukan Nushairiyah Assad berupaya maju ke posisi mujahidin didukung oleh pesawat tempur, menargetkan daerah dengan rudal stereokimia dan bom cluster, koresponden ElDorar AlShamia menegaskan.

Faksi Perlawanan Suriah (Syrian Resistance factions) mampu mengusir serangan itu dan juga serangan lain di Front Barat, pasar “Souq al-Jabas” Aleppo dan menghancurkan sebuah tank T72 Assad dengan anti-armor, koresponden mengatakan.

Dilaporkan juga bahwa serangan pasukan rezim Assad merenggut nyawa banyak korban sipil di beberapa lingkungan kota Aleppo yang terkepung setelah menargetkan lingkungan “al-Enzarat, Perumahan Hanano, Bab al-Nairab dan Marjah dengan rudal stereokimia dan bom cluster.

60 Target Militer IS Hancur di Suriah Utara

ANKARA (Jurnalislam.com) – Enam puluh target militer kelompok Islamic State (IS) yang terdeteksi di Suriah utara telah hancur dengan 171 putaran tembakan artileri Firtina [badai] howitzer, militer Turki mengatakan Selasa (20/09/2016), lansir Anadolu Agency.

Sebagai bagian dari operasi Perisai Efrat (Euphrates Shield), pasukan koalisi melakukan tiga serangan udara terhadap anggota IS yang terdeteksi di wilayah Bahvurtah, kata Staf Umum Turki dalam sebuah pernyataan.

Tentara mengatakan empat anggota IS dilumpuhkan. Dua bangunan dan dua mortir hancur.

Operasi Perisai Efrat dimulai bulan lalu dan Tentara Pembebasan Suriah, yang didukung oleh Angkatan Bersenjata Turki, mengambil alih kota Jarabulus dari IS.

Total wilayah seluas 900 kilometer persegi (347 mil) telah dibersihkan dari IS di Suriah utara, menurut Angkatan Darat Turki.

Turki mengatakan Operasi Perisai Efrat bertujuan memperkuat keamanan perbatasan, mendukung pasukan koalisi dan menghilangkan ancaman yang ditimbulkan oleh organisasi teror PYD dukungan AS, dan terutama IS.

“Operasi ini sejalan dengan hak negara untuk membela diri sesuai perjanjian internasional dan mandat yang diberikan kepada angkatan bersenjata Turki oleh parlemen pada tahun 2014, yang telah diperpanjang satu tahun lagi di September 2015,” kata pejabat militer.

Rusia Bantah Serang Konvoi Bantuan PBB di Aleppo, AS: Serangan Dilakukan Pesawat Tempur

SURIAH (Jurnalislam.com) – Baik pesawat Rusia maupun Suriah tidak membom sebuah konvoi bantuan di Aleppo Suriah, Moskow mengatakan pada hari Selasa, saat pertempuran meningkat selama serangan yang dikatakan Palang Merah menewaskan sekitar 20 orang, lansir Aljazeera Selasa (20/09/2016).

Palang Merah mengatakan pada hari Selasa sedikitnya 20 orang tewas dalam serangan di truk yang membawa bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ribuan warga Suriah.

“Pasukan udara Rusia dan Suriah tidak melakukan pemboman terhadap konvoi bantuan PBB di pinggiran barat daya Aleppo,” kata juru bicara kementerian pertahanan Igor Konashenkov dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Rusia.

Pertahanan Sipil Suriah (The Syrian Civil Defence), sebuah kelompok relawan penyelamat yang dikenal sebagai Helm Putih (the White Helmets) yang beroperasi di daerah-daerah yang dikuasai koalisi pejuang Suriah, memposting gambar beberapa kendaraan yang terbakar. Sebuah video menunjukkan bola api besar di langit malam saat ambulans tiba di tempat kejadian.

Rusia meluncurkan operasi pemboman di Suriah untuk mendukung rezim Syiah Bashar al-Assad, dan ada kecurigaan bahwa baik Moskow maupun pasukan Suriah harus bertanggung jawab.

Namun militer Rusia mengatakan rekaman video dari para aktivis di tempat kejadian yang menunjukkan kerusakan pada kendaraan tidak datang dari sebuah serangan udara atau “amunisi apapun.”

Sebaliknya, Konashenkov mengatakan api yang merobek konvoi “secara aneh terjadi pada saat kelompok oposisi yang sama sedang melakukan serangan besar-besaran pada pasukan Assad di Aleppo.”

Washington menyatakan kemarahan atas serangan itu, menekankan bahwa tujuan konvoi ini telah diketahui baik oleh rezim maupun Rusia, tetapi Moskow mengatakan bahwa hanya para oposisi yang mengetahui lokasi itu.

Amerika Serikat mengatakan serangan dilakukan pesawat tempur, namun tidak jelas apakah pesawat Rusia atau Suriah yang menyerang 31-truk konvoi bantuan PBB pada Senin, namun para pejabat menyalahkan Moskow, sekutu utama Presiden rezim Suriah Bashar al-Assad yang diperangi.

“Amerika dengan tegas menyalahkan Rusia, mengatakan mereka tidak mengekang Damaskus,” reporter Al Jazeera Stephanie Dekker melaporkan dari Gaziantep, di perbatasan Suriah.

Konvoi itu bagian dari pengiriman rutin antar-lembaga yang dioperasikan oleh Bulan Sabit Merah Suriah (Syrian Arab Red Crescent).

Insiden mematikan itu terjadi beberapa jam setelah militer Suriah menyatakan mengakhiri gencatan senjata selama seminggu yang ditengahi oleh Moskow dan Washington awal bulan ini dalam upaya mengakhiri perang lima tahun.

PBB sejak itu telah menghentikan semua konvoi bantuan kemanusiaan untuk alasan keamanan.

 

Pasukan India dan Pakistan Baku Tembak di Perbatasan

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Pasukan India dan Pakistan terlibat baku tembak di perbatasan yang disengketakan di Kashmir pada hari Selasa, dua hari setelah serangan mematikan di sebuah pangkalan militer yang New Delhi tuduh dilakukan oleh mujahidin yang berbasis di Pakistan, World Bulletin melaporkan, Selasa (20/09/2016).

Juru bicara militer India Kolonel Rajesh Kalia mengatakan telah terjadi “pelanggaran gencatan senjata” dekat Uri, dimana serangan hari Ahad terjadi, tapi tidak memberikan rincian. Uri terletak dekat dengan Garis Kontrol (the Line of Control-LoC) yang membagi wilayah yang disengketakan.

“Tembak menembak terjadi di daerah,” kata seorang perwira polisi senior kepada AFP tanpa menyebut nama.

Secara terpisah, Kalia mengatakan pasukan di daerah yang sama telah memblokir upaya oleh tersangka gerilyawan yang menyeberang LoC ke Kashmir India.

“Sekitar 10 hingga 12 orang berusaha untuk menyusup sektor Uri. Mereka dicegat dan upaya penyusupan digagalkan,” katanya kepada AFP.

India secara teratur menuduh rival nya mempersenjatai dan mengirim gerilyawan melintasi perbatasan yang dijaga militer yang membagi Kashmir antara kedua negara, untuk memulai serangan terhadap pasukannya.

Pelanggaran gencatan senjata 2003 terjadi sesekali. Yang terakhir dilaporkan pada tanggal 6 September tahun ini dan tidak menimbulkan korban.

Tembak menembak hari Selasa itu adalah yang pertama sejak serangan hari Ahad hingga menewaskan 17 tentara India, India mengatakan serangan dilakukan oleh mujahidin Jaish-e-Mohammad yang berbasis di Pakistan.

Kelompok yang sama telah terlibat dalam serangan berani di pangkalan angkatan udara India di Pathankot di negara bagian utara Punjab pada bulan Januari. Serangan itu menyebabkan tujuh tentara tewas dan memupus harapan bangkitnya pembicaraan damai, yang telah beku sejak itu.

Korban tewas akibat serangan hari Ahad dimana orang-orang bersenjata melemparkan granat menyerbu basis, dan Perdana Menteri Narendra Modi telah bersumpah untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab.

Modi berjanji selama kampanye pemilihan umum untuk mengambil sikap keras mengenai Kashmir dan menghadapi teguran dari veteran tentara – dan bahkan beberapa pihak di partainya sendiri – untuk aksi militer yang ia lakukan terhadap Pakistan.

Pada hari Ahad, Mendagri Rajnath Singh menuduh Pakistan “mendukung terorisme dan kelompok-kelompok teroris secara berkelanjutan dan langsung” dan menyerukannya untuk diisolasi internasional.

Namun para ahli keamanan mengatakan India tidak memiliki kemampuan militer untuk mengalahkan tetangganya di wilayah Himalaya yang terbagi, yang sudah tegang setelah berminggu-minggu terjadi bentrokan antara polisi dan demonstran yang memprotes kekuasaan India.

Kashmir telah terbagi antara India dan Pakistan sejak akhir pemerintahan Inggris pada tahun 1947. Kedua Negara mengklaim wilayah Himalaya yang disengketakan secara keseluruhan dan telah berjuang dalam dua perang untuk memperebutkannya.

Beberapa kelompok perlawanan muslim Kashmir telah berjuang melawan pasukan India yang diperkirakan berjumlah 500.000 yang dikerahkan di wilayah itu, menuntut kemerdekaan bagi wilayah mayoritas Muslim tersebut atau merger dengan Pakistan.

Puluhan ribu orang tewas dalam pertempuran itu, sebagian besar dari mereka warga sipil.

Proyek Zionis dalam Mengubah Kota Suci Al Quds

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Saat ini terus terjadi upaya-upaya yahudisasi terhadap kota suci al-Quds, tujuannya adalah untuk menghapus keislaman dan kearaban kota suci al-Quds, memburamkan wajahnya yang bersinar. Hal itu dilakukan melalui rencana besar yang dipimpin oleh walikota penjajah Zionis di al-Quds, Neir Barakat, untuk melakukan perubahan-perubahan luas di gerbang utama kota suci al-Quds dari sisi barat, yang dengan rencana itu akan melemparkan tabiat historis kota suci al-Quds dan mengaburkan wajah asli kota suci yang berkarakter Arab dan Islam, pada bulan Agustus lalu Infopalestina merilis beberapa gambar proyek kota, yang rencana akan dibangun oleh zionis di kota Al Quds.

Rencana Zionis ini mengusung tema “Wajah Yerusalem – Kota Modern”. Rencana proyek ini dilaksanakan oleh perusahaan Perencanaan dan Arsitektur Zionis, yang membuat rencana menyeluruh dan rinci terhadap rencana tersebut.

Dari tiga perusahaan internasional, perusahaan Jerman menang dalam pembuatan desain dan perencanaan untuk pemandangan umum gerbang utama tersebut. Yaitu perusahaan “TOVOTK 1”.

Pemerintah kota Zionis di Yerusalem (al-Quds) bertekad untuk melakukan perubahan-perubahan mendasar secara luas di gerbang utama barat kota suci al-Quds dan dirubah menjadi gerbang besar yang luas, yaitu gerbang yang paling besar di negeri tersebut. Petak rencana menyeluruh ini berada di atas area 720 hektar. Di antaranya 211 hektar hanya untuk gerbang utama. Untuk pelaksanaan rencana ini secara keseluruhan menelan biaya 1,4 milyar shekel. Sedang biaya rencana gerbang utama yang 211 hektar sekirat 170 juta shekel.

Neir Barakat dalam pernyataan pers mengatakan, “Dalam tahun-tahun mendatang Yerusalem (al-Quds) akan berubah menjadi pusat bisnis yang maju dan paling modern di negeri ini, yang diselingi proyek-proyek teknologi.. sejarah istimewa bagi Yerusalem.”

Rencana tersebut mencakup pembuatan solusi mendasar bagi jaringan transportasi umum dan menyambungkan kawasan tersebut dengan jaringan kereta ringan dan kereta umum – yang menghubungkan antara kota Tel Aviv dan al-Quds – di samping renovasi dan pengembangan proyek “Nation Building”, pembuatan informasi dan petunjuk menyeluruh untuk pengembangan pemandangan alam, pembangunan proyek-proyek bangunan baru, pembangunan pusat-pusat bisnis besar, hotel-hotel dan gedung-gedung besar, kawasan industri yang beragam tujuan, di mana akan disediakan sekitar 40 ribu lapangan kerja baru. Sebagai ganti dari pendirian pusat-pusat hiburan dan budaya.

Berdasarkan rencana, akan difokuskan pada pemandangan umum gerbang baru kota suci di atas area sekitar 211 hektar. Yang bertujuan untuk menghubungkan wilayah-wilayah tersebut dan sekitarnya satu dengan yang lainnya. Sehingga menjadi semacam unit dan pemandangan umum yang menyatu, yang memudahkan transporasi antara wilayah tersebut bagi masyarakat umum, menjadi unit pelayanan dan perumahan yang konfrehensif di gerbang kota suci, yang terbubung dengan kawasan kampung pemerintahan – gedung-gedung pemerintahan dan parlemen Zionis – di barat al-Quds, yang berdekatan dengan gerbang barat kota suci al-Quds.

Rencana ini bertujuan untuk merger yang sesuai antara masa lalu dan sekarang dengan cara modern untuk kota suci yang memiliki sejarah sepanjang ratusan tahun, tanpa mengabaikan realitas kehidupan pada hari ini.

Dengan melihat secara luas pada desain awal rencana gerbang ini, nampak fokus pada wajah baru al-Quds setelah pendudukan kota suci tersebut, melalui bangunan-bangunan megah yang mengaburkan petunjuk-petunjuk umum di al-Quds dan mendudupi senjarah Islam dan Arab di kota tersebut.

 

Sumber: Infopalestina