Lebih dari 80 Pasukan Nasional Afghanistan dan Polisi Bergabung ke Taliban

HELMAND (Jurnalislam.com) – Menurut laporan terbaru dari provinsi Helmand selatan, sebanyak 81 pasukan ANA dan polisi telah bertobat dari kesalahan mereka dan meletakkan senjata ke Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) di sekitar distrik Garmsir selama periode satu bulan terakhir, Al Emarah News melaporkan, Ahad (11/12/2016).

Laporan juga datang dari kabupaten Washir provinsi Helmand selatan, sekitar pukul 9:00 pagi hari Ahad sebuah ranger pick-up milik pasukan boneka hancur di tengah serangan Mujahidin Taliban di jalan raya Herat di daerah Sangilan, membunuh 6 orang bersenjata di tempat dengan mayat masih tergeletak di tanah pertempuran.

Sebanyak 3 senjata mesin berat buatan Amerika, beberapa senapan serbu kalasnikov, 1 peluncur granat RPG dan sejumlah peralatan militer lainnya direbut dalam operasi itu.

Sambutan Subuh 1212, Wakil Walikota Serang Serukan Bantu Muslim Rohingya

SERANG (Jurnalislam.com) – Kekejaman yang dialami umat Islam di Rohingya oleh pemerintah Myanmar mendapat kecaman keras dari pemerintahan kota Serang.

“Rohingya, Palestina disiksa dan dibuat sulit oleh mereka. Siapa lagi kalau bukan orang kafir,” cetus wakil Walikota Serang, M Sulhi Choir di Masjid Agung At Tsauroh, Serang, Senin (12/12/2016).

Dalam acara seruan sholat subuh berjamaah itu ia menyatakan, masyarakat khususnya umat Islam harus membantu warga Rohingnya. Sebab, warga disana sudah dalam keadaan yang memprihatinkan.

“Kita bantu dengan doa, dana kalau bisa dengan tenaga. Semoga kita semua dapat perlindungan dan karunia dari Allah,” pungkas pejabat pemerintahan sekaligus kiayi itu.

Oleh sebab itu, pada saat itu juga ia menyeru untuk berdoa untuk keselamatan mereka.

 

Umat Islam Serang Siap Jadi Bagian dari Kebangkitan Islam Indonesia

SERANG (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam Serang menyambut seruan nasional sholat subuh berjamaah 1212 di Masjid Agung At Tsauroh, Serang, Senin (12/12/2016).

“Umat Islam kota Serang juga ikut menjadi bagian dari kebangkitan Islam nasional bahkan internasional,” kata inisiator acara, Zuheni M Rois, lansir Islamic News Agency (INA).

Zuheni mengatakan, acara sholat subuh berjamaah yang dihadiri berbagai elemen termasuk pejabat pemerintah itu terlaksana karena seruan GNPF MUI.

Seusai pelaksanaan sholat subuh dan dzikir, berbagai sambutan dan ceramah digelar. Termasuk dari jajaran pemerintah.

“Semangat ukhuwah Islamiyah harus tetap dijaga,” ucap Wakil Walikota Serang, M Sulhi Choir.

Pada kesempatan itu, ia mengimbau masyarakat untuk kedepannya tetap eksis mempertahankan ibadah sholat subuh berjamaah.

“Kalau perlu, kita agendakan event besar ini sebulan sekali untuk mempererat tali silaturahim,” terangnya.

Acara dilanjutkan dengan doa dan penggalangan dana untuk kaum muslimin Aceh yang sedang terkena bencana gempa. Sejumlah 21.270.000 infak terkumpul dan akan disalurkan ke Aceh besok.

Persiapan acara ini hanya 2 hari. Namun, keyakinan kuat panitia membuat acara itu berlangsung baik.

 

Pasukan Khusus Irak Kuasai 31 Wilayah IS di Pinggir Kiri Kota Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Komando operasi gabungan Irak mengatakan pada hari Sabtu bahwa pasukan Khususnya kembali menguasai 31 lingkungan di pinggir kiri kota Mosul yang dikuasai kelompok Islamic State (IS), Al Arabiya News Channel melaporkan, Ahad (11/12/2016).

Mereka terus maju ke tiga wilayah lain setelah menimbulkan kerugian besar terhadap IS selama pertempuran baru-baru ini.

Komando operasi gabungan juga mengatakan bahwa pasukan mereka berada dalam jarak kurang dari dua kilometer dari jembatan Mosul, menambahkan bahwa angkatan udara koalisi terus menghancurkan basis IS di Mosul timur.

Dua hari yang lalu, Abdul Ghani al-Assadi, komandan pasukan Irak mengatakan tahap pertama operasi militer dalam pertempuran untuk mengembalikan Mosul berakhir 50 hari setelah diluncurkan.

Dia menambahkan bahwa pasukannya benar-benar akan mengontrol pantai kiri Mosul setelah merebut beberapa lingkungan terakhir.

Sementara itu, sumber militer mengatakan pasukan khusus Irak menggerebek kawasan al-Taameem dan berjuang dalam pertempuran sengit untuk mengusir anggota IS dari sana.

Hadapi Mujahidin Aleppo, Rezim Assad Kumpulkan Ribuan Pemuda Syiah dari Berbagai Penjuru

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Rezim Nushairiyah Assad telah memaksa ribuan orang Syiah berusia muda 18-40 tahun, untuk bergabung di kamp militer, dalam persiapan untuk mengirim mereka ke garis depan pertempuran di berbagai daerah, khususnya di wilayah timur Aleppo untuk menghadapi para mujahidin, ElDorar AlShamia melaporkan, Ahad (11/12/2016).

Beberapa sumber melaporkan bahwa rezim Syiah Assad mengirim para pemuda tersebut ke dalam dua kubu utama di daerah Jibreen di pedesaan Aleppo, dan di Perumahan Hanano yang baru saja direbut oleh rezim. Sumber memperkirakan jumlah orang muda yang direkrut lebih dari 4000 orang.

Sumber-sumber militer menegaskan bahwa di antara pasukan Assad yang tewas dalam pertempuran di kabupaten Sheikh Saeed di Aleppo dalam melawan faksi revolusioner (Fath Halab dan Jaysh al Fath), ada pemuda yang berasal dari lingkungan timur kota, dua telah diidentifikasi.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB, pada hari Jumat mengatakan bahwa “ratusan warga Aleppo timur menghilang setelah memasuki wilayah yang dikuasai rezim dan mengekspresikan keprihatinan atas nasib mereka karena mereka ditangkap oleh pasukan rezim Suriah yang kemungkinan mereka diperlakukan secara ekstrem.

 

Gereja Katedral Mesir Dibom, 25 Tewas

MESIR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 25 orang tewas dalam ledakan bom di dalam gereja katedral Koptik utama di ibukota Mesir, Kairo, pada hari Ahad, menurut Kementerian Kesehatan, World Bulletin melaporkan, Ahad (11/12/2016).

Kementerian itu mengatakan 31 orang juga terluka ketika sebuah bom meledak di dalam Gereja Koptik Ortodoks di kawasan Abbasiya di pusat kota Kairo.

Menurut kementerian, sebagian besar korban yang terluka dalam ledakan itu adalah perempuan dan anak-anak.

Sebelumnya, televisi Mesir mengatakan 20 orang telah tewas dalam pemboman itu.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan, yang terjadi dua hari setelah enam polisi tewas dalam ledakan bom di ibukota Mesir pada hari Jumat.

3 Serangan Bom Hantam Stadion Sepak Bola Istanbul, 38 Tewas

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Korban tewas dalam serangan teror Istanbul pada hari Sabtu telah meningkat menjadi 38, Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengatakan Ahad (12/12/2016).

Di antara korban tewas, 30 adalah petugas polisi, tujuh warga sipil, dan satu belum diidentifikasi, kata Soylu.

Ia juga menegaskan pernyataan sebelumnya dari Kantor Gubernur Istanbul bahwa 155 orang telah terluka dalam serangan itu – 19 masih dalam kondisi kritis.

Pada sekitar 10:30 (1930GMT) Sabtu malam, dua ledakan mengguncang sisi Eropa Istanbul.

Di luar sebuah stadion sepak bola di distrik Besiktas Istanbul, sebuah bom mobil meledak dua jam setelah akhir pertandingan liga sepak bola Turki antara Besiktas dan Bursaspor.

Beberapa detik kemudian, serangan bom bunuh diri terjadi di Taman Macka di lingkungan yang sama. Pembom bunuh diri meledakkan dirinya setelah polisi melihat dia, menurut Soylu.

“Sebanyak 13 tersangka telah ditangkap sejauh ini,” katanya. “Tanda-tanda menunjuk ke keterlibatan kelompok teroris PKK.”

Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus juga mengatakan pada hari Ahad bahwa kelompok teror PKK “kemungkinan besar” terlibat dalam serangan teror Sabtu yang mematikan tersebut.

Danai Perang untuk Konflik di Berbagai Negara, Anggaran Militer Iran Membengkak

ANKARA (Jurnalislam.com) – Belanja pertahanan pemerintah Republik Syiah Iran baru-baru ini meningkat hampir 40 persen mencapai $ 10,3 milyar, menurut proposal rancangan anggaran yang diajukan ke parlemen pekan ini, menempatkan pertumbuhan pengeluaran militer selama kepresidenan Hassan Rouhani ini menjadi sekitar 80 persen, lansir Anadolu Agency, Jumat (09/12/2016).

Dengan terlibat di berbagai konflik politik, ekonomi dan sosial eksternal, pemerintah Rouhani dan Garda Revolusi Syiah Iran bermain dalam kebijakan luar negeri.

Dia tampaknya tidak keberatan dengan peran Pengawal Revolusi ‘di wilayah perang, terutama di Suriah.

Pemerintah Rouhani menaikkan anggaran perang Iran menjadi di atas $ 8 miliar di tahun 2014 dari $ 6 miliar pada 2013, selama masa presiden Mahmoud Ahmadinejad.

Garda Revolusi Syiah Iran, yang memimpin operasi militer di wilayah Suriah, menerima bagian terbesar dari anggaran ini.

Koordinasi antara pemerintah Rouhani dan Garda Revolusi di bidang militer dan kebijakan luar negeri dibarengi dengan peningkatan jumlah yang dialokasikan untuk Garda Revolusi dalam APBN resmi.

Anggaran yang dialokasikan untuk Garda Revolusi berjumlah sebesar $ 3,3 milyar pada tahun 2013, $ 5 miliar pada tahun 2014 dan $ 6,1 miliar pada 2015.

Saat jumlah ini kemudian jatuh menjadi hanya $ 4,5 milyar, jumlah yang dialokasikan untuk Kementerian Pertahanan dan Militer Iran meningkat pada anggaran 2016.

Namun, jumlah yang dialokasikan untuk Garda Revolusi Iran dalam rancangan anggaran untuk 2017 naik 53 persen, mencapai sekitar $ 6.900.000.000,-

Jumlah yang dialokasikan untuk militer, Garda Revolusi, Organisasi untuk Mobilisasi Kaum Syiah (Basij) dan Staf Umum Angkatan Bersenjata semua naik hampir 80 persen sejak pertengahan 2013.

100 Pengungsi Warga Sipil Aleppo Hilang setelah Memasuki Wilayah yang Dikuasai Pasukan Assad

SURIAH (Jurnalislam.com) – Ratusan orang pengungsi dari Aleppo Timur hilang setelah meninggalkan wilayah yang dikuasai faksi oposisi anti Assad, menurut kantor hak asasi manusia PBB, Jumat, sambil menyuarakan keprihatinan yang mendalam atas nasib mereka di tangan pasukan rezim Assad, Aljazeera melaporkan, Jumat (09/12/2016).

Juru bicara HAM PBB Rupert Colville mengatakan dalam pengarahan media (news briefing) bahwa kantornya telah mendengar “dugaan mengkhawatirkan bahwa ratusan orang telah hilang setelah menyeberang ke daerah yang dikuasai rezim Assad di Aleppo.”

“Mengingat banyaknya catatan buruk tentang penahanan sewenang-wenang, penyiksaan dan penghilangan, kami tentu sangat prihatin,” katanya.

Colville mengatakan anggota keluarga telah melaporkan kehilangan kontak dengan orang-orang tersebut, yang berusia antara 30 dan 50, setelah mereka menghindari serangan udara brutal rezim dan Rusia di daerah Aleppo yang dikuasai mujahidin Suriah sekitar sepekan yang lalu.

Komentarnya muncul saat artileri rezim Suriah membombardir wilayah sipil di jantung Aleppo pada hari Jumat.

Serangan itu memicu terjadinya eksodus massal dari Aleppo timur di mana sedikitnya 80.000 orang telah meninggalkan rumah mereka, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris.

Meski kehilangan sejumlah wilayah, faksi-faksi perjuangan selama beberapa pekan terakhir, tetap memberikan perlawanan.

“Ini adalah perang taktik – hanya karena kita menarik diri dari wilayah timur karena serangan udara berat, bukan berarti perang berakhir,” kata Feras Basha, seorang komandan faksi oposisi di Aleppo yang terkepung.

“Ini tidak berarti akhir perjuangan kami. Kami telah mempertahankan wilayah kami.”

Pada hari Jumat, Majelis Umum PBB melakukan voting dengan hasil 122 berbanding 13 untuk menuntut penghentian segera perperangan di Suriah, menyediakan akses bantuan kemanusiaan di seluruh negeri dan mengakhiri semua pengepungan, termasuk di Aleppo.

Tiga puluh enam negara abstain dalam pemungutan suara pada resolusi yang disusun Kanada mengenai konflik Suriah yang hampir berusia enam tahun. Rusia, Iran dan China ,malah menentang resolusi.

Resolusi Majelis Umum tidak mengikat tetapi dapat meningkatkan beban politik.

“Ini adalah suara untuk berdiri dan mengatakan kepada Rusia dan Assad untuk menghentikan pembantaian manusia melalui serangan udara,” Duta Besar AS untuk PBB Samantha Power mengatakan kepada Majelis Umum sebelum pemungutan suara.

Undang-undang Myanmar Hapus Kewarganegaraan Muslim Rohingya

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Sebuah undang-undang yang disahkan di Myanmar pada tahun 1982 membantah kewarganegaraan muslim Rohingya membuat mereka menjadi stateless (tidak memiliki Negara), padahal banyak di antara mereka telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi, lansir World Bulletin, Jumat (09/12/2016).

Hukum menolak hak muslim Rohingya untuk memiliki kewarganegaraan Myanmar; membatasi kebebasan mereka untuk bergerak, mengakses pendidikan dan pelayanan publik; dan mengizinkan properti (harta) mereka disita secara sewenang-wenang.

Sejak itu Myanmar mengacu Rohingya sebagai Bengali, menunjukkan mereka bukan warga negara Myanmar tetapi sebagai penyusup dari negara tetangga Bangladesh.

PBB menyebut muslim Rohingya sebagai salah satu kelompok etnis yang paling teraniaya di dunia.

Warga Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar secara berbondong-bondong selama bertahun, dengan gelombang baru migrasi dimulai pada pertengahan 2012 menyusul episode kekerasan (pembantaian) komunal di Rakhine oleh ekstremis Rakhine Buddha kepada Muslim Rohingya.