Diplomat Senior Rusia Ditemukan Tewas di Yunani

YUNANI (Jurnalislam.com) – Kepala pelayanan konsuler Rusia di Yunani ditemukan tewas di flatnya di Athena, Senin (09/01/2017), polisi mengatakan.

Andrei Malanin, 55, ditemukan berbaring telentang di lantai kamar tidur, seorang sumber polisi mengatakan kepada AFP, dengan menambahkan bahwa tidak ada tanda-tanda masuk paksa.

“Tanda-tanda pertama menunjukkan patologis penyebab kematian, tapi kami tetap menyelidiki,” kata petugas itu.

Malanin tinggal sendirian di sebuah gedung kedutaan milik Rusia di jalan yang dijaga ketat yang juga merupakan lokasi kediaman resmi perdana menteri dan presiden Yunani, sumber tersebut menambahkan.

Pemerintah Rusia mengkonfirmasi kematian diplomat itu, RIA Novosti mengatakan.

Laporan berita Yunani mengatakan staf Malanin berusaha mencari dia karena belum melapor untuk bekerja di pagi hari.

Serangan Mendadak JFS di Dua Basis Militer Assad Bunuh Puluhan Pasukan Rezim

SURIAH (Jurnalislam.com) – Mujahidin Jabhat Fath al Sham (JFS) memegang kontrol pada hari Senin (09/01/2017) setelah operasi yang cepat dan tiba-tiba pada dua basis militer pasukan rezim Syiah Assad di jalan Al-Salmia – Homs.

Mengutip kantor media JFS, Eldorar Alshamia melaporkan bahwa pasukan khusus dari unit penyerbu JFS menguasai pos-pos pemeriksaan (Al-Tayr dan Al-Aqidi) dan menewaskan puluhan pasukan Assad dalam serangan kilat, serta menyita senjata dan amunisi, dan kemudian meledakkan pos pemeriksaan Al-Aqidi sepenuhnya sebelum menarik diri.

Jalan Al-Salamia-Homs dianggap sebagai salah satu jalan militer penting bagi pasukan al-Assad untuk menghubungkan provinsi Homs, Hama dan untuk mengirim persenjataan dan pasukan di antara dua provinsi tersebut.

Faksi Faylaq al Rahman Pukul Mundur Serangan Pasukan Assad di Midaani, 2 Tank Hancur

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi Timur Ghouta menggagalkan upaya terakhir pasukan al-Assad saat berusaha maju di garis depan Midaani, lansir ElDorar AlShamia, Senin (09/01/2016).

Faylaq al-Rahman mengumumkan bahwa pertempuran sengit meletus di garis depan Midaani, menghancurkan dua tank rezim Nushairiyah Assad, dan menggagalkan upaya pasukan rezim.

Jaysh al-Islam, Faylaq al-Rahman dan Ahrar al-Sham, meluncurkan serangan bersama, dan mampu mendapatkan kembali batalyon artileri di daerah “Hazermah” serta dua kendaraan militer yang dikuasai pasukan al-Assad sebelumnya selama serangan yang diluncurkan kemarin lusa.

Pertempuran berlangsung selama beberapa bulan di wilayah al-Marj dan Midaani di Ghouta timur. Meskipun kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku tetapi pertempuran tidak pernah berhenti.

55 Milisi Houthi Tewas dalam Pertempuran Dua Hari di Dekat Selat Bab al Mandab

YAMAN (Jurnalislam.com) – Diperkirakan 68 tewas dalam dua hari pertempuran sengit antara pasukan Yaman dan pemberontak Syiah Houthi dekat selat Bab al-Mandab yang strategis, para pejabat militer mengatakan pada hari Ahad (08/01/2017), lansir AFP.

Sedikitnya 55 pasukan Syiah Houthi telah tewas dalam pertempuran dan 72 lainnya luka-luka, kata sumber-sumber militer dan medis.

Bentrokan sejak Sabtu tersebut juga menewaskan 13 loyalis pasukan, termasuk seorang petinggi militer, Brigadir Jenderal Abdul Aziz al-Majidi, kata seorang komandan loyalis.

Ranjau darat yang ditanam oleh pemberontak Houthi telah memperlambat kemajuan pasukan pemerintah, kata para pejabat militer.

Pemerintah dan sekutu koalisi pimpinan Saudi merebut kembali selat Bab al-Mandab pada bulan Oktober 2015, mendorong para pemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran lebih jauh ke utara.

Namun pemberontak masih menguasai hampir semua pantai Laut Merah Yaman utara, meningkatkan ancaman bagi pelayaran internasional.

Pada bulan September dan Oktober, dua kapal perang AS dan kapal Uni Emirat Arab yang dikontrak untuk koalisi menjadi sasaran serangan rudal dari wilayah yang dikuasai pemberontak.

Pasukan pro-pemerintah merebut Dhubab pada awal Oktober 2015, namun para pemberontak berhasil merebut kembali daerah tersebut pada bulan Februari.

Konflik Yaman telah menewaskan lebih dari 7.000 orang sejak intervensi militer koalisi Arab dimulai pada Maret 2015, menurut PBB.

Jaysh al Islam, Faylaq al Rahman dan Ahrar Sham Gempur Pasukan Assad, Puluhan Tewas

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Faksi perlawanan Suriah meluncurkan serangan balik di wilayah Hazerma di Timur Ghouta mendapatkan kembali kontrol atas basis militer, dan mengakibatkan kerugian jiwa dan material yang besar bagi pasukan rezim Assad, lansir ElDorar AlShamia, Ahad (08/01/2017)

Kantor Media Jaysh al-Islam melaporkan bahwa aksi gabungan faksi Jaysh al-Islam, Faylaq al-Rahman dan Ahrar al-Sham berhasil merebut kembali batalyon roket di daerah Hazerma dan beberapa titik lainnya, setelah pasukan rezim Syiah Assad telah merampas wilayah tersebut.

Mujahiddin juga berhasil menghancurkan beberapa kendaraan lapis baja, dan mengambil senjata menengah dan ringan serta amunisi yang tersimpan di dalamnya, serta membunuh dan melukai puluhan tentara rezim.

Pertempuran terjadi di seluruh wilayah Hazerma dan al-Marj area di Timur Ghouta selama beberapa hari, meskipun kesepakatan gencatan senjata, yang ditandatangani antara Rusia dan faksi revolusioner dan dimediasi oleh Turki mulai berlaku dua pekan lalu.

Hadapi Serangan Assad di Wadi Barada, Komandan Revolusi Suriah Batalkan Gencatan Senjata

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Dua komandan faksi Revolusi Suriah yang menandatangani perjanjian gencatan senjata di Suriah menyatakan mengakhiri komitmen mereka untuk gencatan senjata karena pasukan rezim Nushairiyah Assad dan milisi Iran terus menyerang daerah Wadi Barada di Timur Ghouta, provinsi Rif Dimashq, ElDorar AlShamia melaporkan, Ahad (08/01/2017).

Komandan Jaysh al-Mujahidin, Abu Baker, mengatakan dalam tweet-nya: “Kami sepakat dengan gencatan senjata untuk melindungi orang-orang kami di Wadi Barada dan Ghouta, tetapi karena Anda (para pengkhianat Iran) melanggar perjanjian jadi tunggu saja apa yang akan menghancurkan Anda.”

Komandan Soqur al-Sham, Syeikh Abu Issa, menekankan bahwa desakan rezim Assad dan milisi Syiah dukungan Iran untuk menyerang Wadi Barada dan Timur Ghouta akan berhadapan dengan pasukan lini depan, seraya mengatakan, “bahwa gencatan senjata hanyalah sia-sia dan merupakan penghinaan.”

Faksi dari Timur Ghouta pada hari Ahad berhasil untuk mendapatkan kembali kontrol atas batalyon rudal di daerah “Hazerma” setelah pasukan Assad maju selama beberapa jam lalu dipukul mundur, sedangkan intervensi rezim Suriah dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon pada Wadi Barada memasuki pekan ketiga meskipun terdapat gencatan senjata di Suriah.

4 Tentara Zionis Tewas dan 17 Lainnya Terluka Ditabrak Truk di Yerusalem

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Sedikitnya lima orang, termasuk 4 serdadu Israel dan seorang warga Palestina yang diduga sebagai penyerang tewas setelah sebuah truk menabrak tentara di Yerusalem pada hari Ahad (08/01/2017), Anadolu Agency melaporkan.

Juru bicara polisi zionis Luba Samri mengatakan empat tentara Israel tewas diduga oleh penyerang di lingkungan Armon Hanatziv.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa seorang warga Palestina ditembak mati. Kantor berita Palestina Ma’an mengidentifikasi pria tersebut adalah penduduk Yerusalem berusia 28 tahun, Fadi Ahmad Hamdan al-Qunbar.

Militer Israel mengatakan tiga taruna dan seorang perwira tewas sementara 17 lainnya luka-luka. Situs Israel The Times melaporkan tentara berada di daerah tersebut sebagai bagian dari perjalanan rutin mereka ke situs sejarah dan budaya yang diselenggarakan oleh tentara.

Berbicara dari tempat kejadian, Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu membandingkannya dengan serangan serupa menggunakan kendaraan berat di Jerman dan Perancis.

Mantan Presiden Iran Tewas Terkena Serangan Jantung

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Mantan Presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani tutup usia, pada usia 82 tahun di sebuah rumah sakit di Teheran pada hari Ahad (08/01/2017), menurut media Iran, lansir Al Arabiya News Channel.

Rafsanjani, yang memimpin Dewan Kebijaksanaan Iran, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami serangan jantung di sore hari, menurut kantor berita Fars.

Tasnim News Agency mengatakan langkah-langkah yang diambil oleh dokter untuk menghidupkan dia kembali tetap sia-sia.

Pemakaman akan berlangsung pada Selasa pagi, kantor berita Iran IRNA mengutip Humas Kantor Kebijaksanaan Dewan mengatakan.

Kantor Kebijaksanaan Dewan juga menyatakan masa berkabung selama tiga hari, IRNA menambahkan.

Rafsanjani adalah politisi berpengaruh yang lahir pada 25 Agustus 1934. Rafsanjani telah bergabung dengan gerakan Syiah Ayatollah Khomeini sebelum revolusi Iran tahun 1979 dan memainkan peran berpengaruh selama Perang Iran-Irak antara tahun 1980 dan 1988.

Dia adalah presiden keempat Republik Syiah Iran, yang menjabat antara tahun 1989 dan 1997. Dia memimpin Dewan Kebijaksanaan sejak tahun 1987.

Erdogan: Meski Tidak Dibantu Koalisi Internasional, Turki Tetap Lakukan Operasi Militer di Suriah

Sanliurfa (Jurnalislam.com) – Turki akan tetap teguh dalam perlawanannya menghapus semua bentuk ektremisme di Manbij dan al-Bab, Suriah, Presiden Recep Tayyip Erdogan, Jumat (06/01/2017), lansir Anadolu Agency.

Berbicara dalam upacara pelantikan di provinsi tenggara Sanliurfa, Erdogan mengatakan bahwa operasi Turki yang sedang berlangsung untuk mengambil kendali kota-kota Al-Bab dan Manbij di Suriah utara dari organisasi teror terus berlanjut.

Mengkritik pasukan koalisi yang dipimpin AS, Presiden Turki mengatakan telah ditinggalkan mereka dalam memerangi kelompok Islamic State (IS) sendiri di wilayah tersebut, tanpa bantuan dari sekutu-sekutunya.

“Mereka melihat Turki telah berhasil dan kemudian mereka mengubah rencana mereka. Kami tidak akan berhenti sampai membersihkan Manbij, al-Bab dan daerah lainnya dari teror,” kata Erdogan.

Dia mengatakan bahwa Turki akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk “memastikan bahwa saudara-saudara Muslim kita di Irak dan Suriah hidup damai. Jika kita tidak memiliki dukungan [militer], kami akan terus berjuang dengan cara kami sendiri,” tambahnya.

Terletak 30 kilometer dari perbatasan Turki, Al-Bab (pintu dalam bahasa Arab) digunakan sebagai rumah bagi sekitar 64.000 orang – terutama Sunni Arab – sebelum letusan perang global Suriah pada tahun 2011.

Kota ini terkenal sebagai salah satu pusat perdagangan aktif di Suriah dan memiliki lokasi khusus karena terletak pada banyak jalan yang menghubungkan kota-kota Latakia, Aleppo, Raqqa, al-Hasakah dan Irak Mosul.

Militer Turki telah mendukung pejuang oposisi Tentara Pembebasan Suriah (the Free Syrian Army-FSA) untuk membebaskan Al-Bab dari IS, sebuah kota yang strategis bagi kelompok itu. Sabtu adalah hari ke-123 sejak kota itu dikepung untuk dibebaskan.

Operasi ini bagian dari Operasi Perisai Efrat (Euphrates Shield) yang dipimpin Turki, yang dimulai pada akhir Agustus dengan tujuan meningkatkan keamanan, mendukung pasukan koalisi, dan menghilangkan ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki.

Sekitar 840 kilometer persegi antara kota-kota Azaz dan Jarabulus di Suriah telah dibersihkan dari gerilyawan IS sejak operasi itu diluncurkan pada bulan Agustus.

Pembersihan kota dari kelompok akan menahan militan IS dalam jarak 30-35 kilometer dari perbatasan Turki dan akan membantu menciptakan daerah aman bagi para pengungsi Suriah.

Operasi ini juga dimaksudkan untuk menjaga kota dari pasukan rezim Nushairiyah Assad dan teroris komunis PKK / PYD, yang berusaha menciptakan sebuah “negara” di Suriah utara.

Kegagalan PKK / PYD merebut kota Al-Bab menyebabkan mereka tidak akan dapat menghubungkan kota Manbij di tepi barat Sungai Efrat dengan kota Afrin di dekat perbatasan Turki.

Pada 13 November, pasukan FSA yang didukung Turki telah merebut posisi dua kilometer dari Al-Bab.

Dan pada 9 Desember, FSA mulai maju di pusat kota, tapi mereka bertemu dengan perlawanan sengit saat pasukan IS menggunakan bom mobil dan jebakan untuk menghalangi kemajuan FSA ke kota.

PBB Kirim Utusan Khusus Selidiki Kekerasan Militer Myanmar di Rohingya

MYANMAR (Jurnalislam.com) – PBB pada hari Jumat (06/01/2017) mengatakan utusan hak asasi manusia untuk Myanmar akan menyelidiki meningkatnya kekerasan di negara itu, termasuk tindakan keras militer terhadap Muslim Rohingya, ketika ia berkunjung pekan depan, lansir World Bulletin.

Perjalanan 12-hari pelapor khusus PBB Yanghee Lee, yang dimulai hari Senin, juga akan membawanya ke negara bagian Kachin, di mana ribuan orang mengungsi akibat pertempuran antara oposisi etnis dan tentara Myanmar.

Semakin intensifnya bentrokan antara militer Myanmar dan etnis minoritas Muslim Rohingya telah melemahkan sumpah Aung San Suu Kyi untuk membawa perdamaian di Myanmar setelah partainya memenangkan kursi pemerintah Maret lalu.

Pemenang hadiah Nobel itu juga menghadapi kecaman internasional yang kuat karena gagal mengendalikan tindakan brutal militer Myanmar selama berbulan-bulan di desa Rohingya di utara negara bagian Rakhine.

Lee mengecam tindakan keras tersebut “tidak dapat diterima” dan menyerukan penyelidikan laporan bahwa tentara telah memperkosa, membunuh dan menyiksa warga sipil minoritas Muslim secara massal.

“Beberapa bulan terakhir telah menunjukkan bahwa masyarakat internasional harus tetap waspada dalam memantau situasi hak asasi manusia di sana,” kata Lee dalam sebuah pernyataan, Jumat.