Aliansi Rakyat Bela Palestina Gelar Aksi di Surabaya, Emil Dardak: Ini Suara Resmi Rakyat Jawa Timur!

SURABAYA (jurnalislam.com)- Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat kembali memadati kawasan depan Gedung Negara Grahadi Surabaya dalam Aksi Bela Palestina yang digelar Aliansi Rakyat Bela Palestina Surabaya, Sabtu (19/4/2025).

Aksi ini berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina yang terus mengalami penjajahan dan kekerasan dari rezim Zionis Israel.

Aksi tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

“Selamat datang di halaman Gedung Negara Grahadi yang senantiasa siap menjadi simbol perjuangan panjenengan semua,” ucap Emil dalam orasinya di hadapan peserta aksi.

Emil menyampaikan bahwa perjuangan untuk Palestina adalah perjuangan kemanusiaan yang tidak terbatas pada umat Islam saja, tetapi juga menjadi suara dunia yang menuntut keadilan.

“Pagi hari ini kami atas nama Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa hadir di sini, diminta oleh beliau untuk membersamai perjuangan panjenengan semua. Karena ini sejatinya perjuangan untuk kemanusiaan, perjuangan untuk keadilan, dan tentunya mudah-mudahan untuk membawa kita ke tempat yang lebih baik di akhirat nanti,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa meskipun Jawa Timur secara geografis jauh dari Palestina, namun semangat perjuangan justru semakin kuat dan menyatukan.

“Jawa Timur mungkin jauh dari Palestina, tetapi bukan jarak yang memisahkan kita, tapi semangat perjuanganlah yang menyatukan kita. Semakin jauh kita dari Palestina secara jarak justru semakin memperkuat suara bahwa kemanapun anda berada diujung dunia, Anda akan menemukan perjuangan bagi keadilan Palestina,” tegasnya.

Emil juga berharap aksi ini dapat menjadi bagian dari efek bola salju yang akan terus membesar dan memberikan tekanan global terhadap penjajahan yang terjadi di tanah Palestina.

Aksi berlangsung damai dan penuh semangat, diisi dengan orasi dari berbagai tokoh, doa bersama, serta seruan boikot produk-produk yang terafiliasi dengan penjajahan Israel.

Kontributor: Bahry

Peduli Palestina, Ribuan Masyarakat Soloraya Ikuti Aksi “The Call From Gaza”

SOLO (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) bersama Forum Ulama Surakarta menyelenggarakan aksi peduli Palestina. Kegiatan tersebut diselenggarkan di Graha Wisata Solo, Minggu (13/4/2025).

Acara yang diberi tema,”The Call From Gaza” tersebut diikuti ribuan peserta, terbukti banyak peserta yang duduk halaman luar karena di dalam gedung penuh.

Aksi peduli Palestina juga dihadiri beberapa tokoh dan ulama seperti Ustadz Salim A Fillah, Muhammad Husein Gaza, Ketua MUI Solo KH Abdul Aziz, Ust Khalid Saifullah Ketua Umum MTA, KH Syihabudin (Ponpes Isykarima), KH Muhammad Halim (Ponpes Takmirul Islam), ormas Islam dan masyarakat Se Solo Raya.

Ustadz Abdul Rachim Baasyir selaku koordinator acara menjelaskan melalui kegiatan ini berharap agar umat Islam terketuk dan peduli akan penderitaan warga Gaza, Palestina.

“Sebagai bentuk dukungan bahwa warga Solo dan sekitarnya juga peduli akan penderitaan yang saat ini dialami oleh warga Gaza Palestina,” ujarnya.

Ketua MUI Solo, KH Abdul Aziz dalam sambutannya menjelaskan, segala bentuk penjajahan di dunia harus dihapuskan.
“Saat ini sudah bukan zamannya negara menjajah negara lain. Suatu negara menindas negara lain.“Saat ini eranya adalah tolong menolong antar negara dan bersinergi dan bekerja sama,” ujarnya.

Sebagai negara yang religius kami menolak dengan keras adanya pelanggaran serius egala yang dilakukan oleh zionis israel. Terhadap negara Palestina karena bertentangan dengan agama apapun apalagi agama Islam.

“Sebagai umat Islam kami memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap perjuangan rakyat Palestina. Menurut kami masjid Masjid Al Aqsa mempunyai kedudukan mulia seperti Masjidil Haram ataupun dan Masjid Nabawi. Bahkan Masjidil Aqsha pernah menjadi kiblat pertama umat Islam,” tambahnya.

MUI mendukung sepenuhnya segala bentuk perjuangan untuk kemerdekaan Palestina, sebagai bentuk konkrit kami menyerukan agar semua masyarakat ikut berdoa untuk kemerdekaan Palestina setiap saat.

Muhammad Husein Gaza yang tampil membakar semangat peserta menjelaskan mengapa masalah Palestina ini terus terjadi karena umat Islam lalai akan perjuangan, sementara zionis israel setiap hari membunuh, setiap hari memborbardir rakyat tak berdosa di Palestina.

“Mengapa umat Islam memikirkan Palestina setahun sekali padahal dunia barat dan juga Amerika terus mendukung zionis untuk membantai anak-anak membunuh rakyat tak berdosa warga Palestina setiap waktu setiap hari. Mindset ini harus dirubah. Kita harus memperjuangkan kemerdekaan Palestina setiap hari,” ungkapnya.

Sementara itu dalam materinya Ustadz Salim menjelaskan bangkitkan di hati bahwa persoalan di Palestina adalah masalah kita semua. Ajarkan kepada anak-anak kita tentang Baitul Maqdis, terangkan tanah yang penuh keberkahan ini.

“Jangan biarkan anak-anak kita hanya rindu ke Kakbah Baitullah tapi buat mereka juga rindu untuk Sholat bersama di Masjid Al Asha. Setiap hari diajak untuk melihat penderitaan anak-anak di Gaza,” katanya.

Selain itu dalam kegiatan tersebut juga diadakan acara nonton film tentang penderitaan palestina, setelah itu diadakan penggalangan dana dan terkumpul Rp 1.325.773.936. Menurut panitia hingga berita ini ditulis masih banyak masyarakat yang mendonasikan uangnya ke rekening DSKS.

Ustadz Abdul Rochim Baasyir menjelaskan semua dana yang terkumpul akan disalurkan kepada lembaga yang berkompeten untuk bisa memberikah hadiah terbaik bagi warga Palestina.

Beragama yang Benar Kunci Kemajuan Bangsa

SOLO (jurnalislam.com)– Dengan beragama secara benar, praktik keberagamaan akan menghadirkan kemaslahatan bagi kehidupan bersama, untuk kemajuan bangsa yang berkemajuan dan berkeadaban.

Hal ini disampaikan oleh Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Dwi Jatmiko, dalam khutbah Idul Fitri 1446 H yang digelar oleh Takmir Masjid An Ni’mah di halaman Wisma Batari Jl Slamet Riyadi No 183, Kemlayan Kecamatan Serengan Solo.

Dalam shalat Idul Fitri yang digelar pada hari Senin (31/3/2025) tersebut, Dwi Jatmiko menyampaikan bahwa ada beberapa elemen yang harus dicapai jika ingin melahirkan generasi Indonesia Emas 2045.

“Untuk mewujudkan individu dan masyarakat yang berakhlak mulia, dan tidak menjadi sumber hadirnya masalah sosial, maka berilmu secara benar menjadi penopang utama terwujudnya pemahaman dan praktik keberagamaan yang benar,” kata Wakil Kepala SD Muhammadiyah bidang Humas itu.

Dia menjelaskan, agar praktik keberagamaan sesuai dengan yang digariskan oleh Allah Swt dan rasul-Nya, “Kita dianjurkan menuntut ilmu agama secara benar,” jelasnya, sambil tersenyum.

Beragama dalam spirit alhanafiyah assamhah (lurus dan lapang dada-red), sambungnya, adalah beragama yang lurus dan menebarkan kasih sayang dan toleran serta menghadirkan keselamatan, kebahagiaan, dan jalan hidup yang mencerahkan diri, keluarga dan kehidupan Bersama.

Dia membacakan Hadits: Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; ditanyakan kepada Rasulullah saw: “’Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah? Maka beliau bersabda: ‘Al-Hanifiyyah As-Samhah (yang lurus lagi toleran)’.”

“Alquran surah alMaun mengajrakan umat Islam agar melaksanakan praktik beragama yang berkontribusi dalam menyelesaikan problematika kehidupan,” terangnya.

Ibadah ritual tidak ada artinya jika pelakunya tidak melakukan amal soleh. Surat Almaun bahkan menyebut secara jelas orang yang beragama dengan secara nyata mengabaikan anak yatim dan tidak berusaha mengentaskan Masyarakat pra Sejahtera dari kemiskinan sebagai pendusta agama.

“Maka kita bisa belajar bagaimana spirit Almaun tetap membara seperti KH Ahmad Dahlan dalam melakukan 3 pilar Gerakan utama yaitu dibidang pelayanan Pendidikan, pelayanan Kesehatan dan pelayanan sosial,” katanya.

Menutup khutbahnya, anggota korps Mubalig Muhammadiyah Surakarta menekankan itu agar kita beribadah tidak hanya menjadi rutinitas dan ritual belaka.

“Akan tetapi, dapat menjadi wahana pencerahan yang membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

SD Muhammadiyah Palur Bagi Ribuan Takjil kepada Pengguna Jalan

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- SD Muhammadiyah Palur (SDMP) Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, menggelar aksi sosial dengan membagikan 2.500 paket takjil gratis kepada pengguna jalan di perempatan perumnas Palur, Jaten, Karanganyar dan Panjangrejo, Mojolaban, Sukoharjo pada Senin (24/3/2025).

Kegiatan pembagian takjil ini diiringi rintikan hujan tak menyurutkan semangat. Masyarakat terlihat antusias menyambut aksi sosial ini, dan seluruh paket takjil habis dalam waktu singkat.

Ketua Kegiatan, Hanif Khairudin menyampaikan kegiatan pembagian takjil ini merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.

“Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua. Takjil yang dibagikan ini dapat membantu masyarakat yang masih berada di perjalanan agar tetap dapat berbuka puasa,” terang Hanif.

Setelah pembagian takjil, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama pengurus paguyuban orang tua murid (POM) dan guru staff karyawan SD Muhammadiyah Palur.

Seluruh rangkaian kegiatan Takjil On The Road di bulan Ramadhan mendapat dukungan penuh baik dari wali murid, ananda, BMT Sakinah Bekonang, Baznas Kabupaten Sukoharjo dan masyarakat

“Terima kasih kepada semua donatur wali murid, murid dan masyarakat, semoga Allah membalasnya dengan sebaik-baik balasan,” ungkapnya.

Hanif menambahkan kegiatan bertujuan untuk mempererat solidaritas dan merupakan bentuk kepedulian sosial dari sekolah kepada masyarakat.

KOHID Indonesia Bersedekah Gelar Iftar Ramadhan Gratis Untuk Warga Kampung Sewu Solo

SOLO (jurnalislam.com)- Bulan Ramadhan ini KOHID Indonesia Bersedekah mengadakan ifthar ramadhan gratis bagi semua warga padat penduduk RW 8 di wilayah Kampung Sewu Jebres, Surakarta pada Ahad, (23/3/2025).

ifthar Ramadhan gratis se-kampung sudah KOHID adakan untuk kesekian kalinya, bahkan untuk Ramadhan tahun 2025 ini KOHID memberi voucher gratis untuk semua warga RW 8 Kampung Sewu Jebres Surakarta Jawa Tengah.

“KOHID menyediakan 1.500 porsi semua jenis makanan, minuman dan buah serta snack,” kata Sentot, penyelenggara ifthar Ramadhan gratis tersebut.

“Berbagai makanan dari Nasi Ayam, Bakso, Lontong Sate, Sarung, Baju Muslim Ed Kopyor, Es Kacang ijo, dll semua yang tersaji gratis untuk warga RW 8 setempat,” imbuhnya.

Menurut Sentot, tujuan di adakannya ifthar Ramadhan gratis se kampung ini untuk menyatukan seluruh warga agar bisa bersilaturahim, menyuburkan Sedekah dan menjauhi Riba yang marak di masyarakat.

Adapun dana diadakannya acara ifthar Ramadhan gratis ini KOHID himpun bersama dari warga setempat ataupun donasi luar.

“Da’wah KOHID adalah sifatnya mengajak warga mencintai sedekah untuk mengenalkan Allah dan Islam. Harapan KOHID supaya orang bisa mencintai sedekah dan menjauhi Riba,” pungkas Sentot.

Pondok Al Mukmin Gelar Buka Bersama BRIN dan Balitbang Agama Semarang

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki selenggarakan buka puasa bersama di Gedung Darul Anshor Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki bersama Badan Riset dam Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Agama Semarang pada Ahad, (16/3/2025).

Menjelang acara buka puasa bersama Pondok Al Mukmin Ngruki menyampaikan terimakasih atas selesainya penelitian Evaluasi Implementasi Moderasi Beragama di lingkungan pondok pesantren di Soloraya pada tanggal 22-29 Agustus 2024. Penelitian ini diselenggarakan oleh Badan Litbang Agama Semarang kerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional dan Yayasan Elsa Semarang.

Menurut Arif Gunawan dari Balitbang Agama Semarang terdapat 51 pondok pesantren di Soloraya yang menjadi obyek penelitian dalam penelitian ini. Ada 4 indikator moderasi beragama yang diujikan. Adapun indikator tersebut adalah 1. Komitmen Kebangsaan, 2. Toleransi, 3. Anti Kekerasan dan 4. Akomodatif terhadap budaya lokal. Sampel data yang diambil adalah dari santri dan pengajar.

Hadir dalam buka puasa bersama ini adalah Ustadz Yahya Abdurahman Direktur Pondok Pesantren, Ustadz Sofa Sudaryanto dan Ustadz Riky Fajar selaku pembantu Direktur, Ustadz Abdurrahman Shobari Sekretaris Pondok Pesantren, Ustadz Aziz Ikhwani Humas Pondok Ngruki.

Sedangkan dari BRIN hadir Joko Tri Haryanto
Peneliti BRIN, Arif Gunawan dari Balai Litbang Agama Semarang, Muhammad Lukluil Makmun peneliti dari BRIN dan Mibtadin dosen UNS

Menurut Ustadz Yahya Abdurahman Direktur Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki berharap dari Balitbang Agama Semarang bisa mendapatkan data yang valid dan hasilnya bisa dipublikasikan ke masyarakat khususnya dari penyedia data dalam rangka evaluasi dan koreksi untuk pondok pesantren serta bisa menjadi bahan berbaikan dan pengembangan untuk instansi terkait dimasa yang akan datang.

Pengajian Akbar Check Up Asmaul Husna dan Juz 28

SOLO (jurnalislam.com)- Pengajian Akbar dalam pesantren ramadan SMA Muhammadiyah 6 Surakarta Jawa Tengah membahas AlQuran menjadi syafaat bagi pembacanya, Kamis (20/3/2025).

Pengajian tersebut disampaikan oleh Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Dwi Jatmiko. Membaca AlQuran mengandung berbagai keutamaan. Dari Abu Umamah al Bahili, Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, maka sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya.” (Hadis Shahih diriwayatkan oleh imam Muslim).

“Syafaat AlQuran mencegah seseorang jatuh dalam kobaran api neraka. Dalam praktiknya insyaAllah akan menjadi Muslim milenial berakhlakul karimah dan bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar Jatmiko, sambil tersenyum.

Pemberian syafaat merupakan keputusan dan kuasa Allah Subhanahu wa ta’ala semata. Hanya Dia yang mengetahui siapa yang akan diberi syafaat oleh Al-Quran.

“Oleh karena itu, umat Muslim terutama generasi muda dianjurkan untuk senantiasa mendalami, memahami, dan mengamalkan Al-Quran dengan penuh keikhlasan dan keyakinan. Luar biasa anak-anak dengan kreativitasnya parade pembacaan asmaul Husna,” ujar Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Kota Surakarta itu.

Asmaul Husna adalah nama-nama terbaik yang disandarkan pada sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala Sifat-sifat ini berbeda dan tidak serupa dengan manusia.

Kepala SMA Muhammadiyah 6, Sukendar menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini syiar “Sekolah Inovatif dan Berkarakter”, yang selanjutnya dielaborasikan sebagai Sekolah Islam Plus Berbasis Agama dan Penguasaan IT dengan Capaian Kompetensi Akhlaq, Akademik, dan Sosial.

Ada program tahfiz dan informasi teknologi (IT), program reguler, dan program inklusi. Khususnya pada program tahfidz dan IT, target capaiannya yaitu pada bidang religiusitas minimal menghafal 1 juz selama satu tahun pembelajaran, bagi siswa yang sudah memiliki hafalan 3 juz, tinggal melanjutkan.

“Kami sengaja mengundang Ustaz Dwi Jatmiko untuk memberikan motivasi peserta didik untuk check up asmaul husna dan juz 28. Hal ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada anak-anak dan memantik semangat semua yang muaranya mampu menjadi generasi yang unggul dan berkemajuan, kuat dalam Imtaq dan Ipteks,” ujarnya.

Ramadan Camp Siswa SMP Muhammadiyah PK: Perkuat Karakter Islami Siswa

SOLO (jurnalislam.com)- SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar Ramadan Camp sebagai upaya memperkuat karakter Islami siswa selama bulan suci Ramadan. Sebanyak 128 siswa kelas 7 mengikuti kegiatan pesantren Ramadan ini selama dua hari, Rabu-Kamis (19-20/3/2025), di lingkungan sekolah.

Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat, Muhdiyatmoko, M.Pd., membuka acara dengan memberikan motivasi kepada para siswa. Ia menekankan pentingnya mengisi Ramadan dengan ibadah dan aktivitas yang bermanfaat. “Selamat berkegiatan, anak-anakku. Momentum Ramadan mari kita isi dengan ibadah dan kegiatan positif,” ujarnya.

Sejak pagi hingga siang, siswa mengikuti berbagai aktivitas seru yang menantang. Secara berkelompok, mereka menyelesaikan lima pos permainan edukatif, seperti Puzzle Ramadan, Sambung Ayat, Teka-Teki Islami, Doa Harian, dan Tebak Arti Nama Surat. Setelah itu, mereka menjalani sesi mentoring bersama Ustaz dan Ustazah untuk mengecek bacaan zikir dan doa harian.

Salah satu kegiatan menarik adalah pembuatan buket snack yang mengasah kreativitas siswa. Dengan bahan makanan ringan yang telah dipersiapkan, mereka menyusun buket berbentuk bunga yang kemudian diberikan kepada para guru sebagai bentuk apresiasi. Selain itu, kegiatan lainnya mencakup tadarus Al Quran bersama, penguatan karakter dengan kajian Islami, dan fun games.

Ketua panitia, Ardan Syaifudin, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. “Semoga kegiatan ini meningkatkan kualitas ibadah siswa di bulan Ramadan, terlebih bulan suci ini hanya tinggal sekitar 12 hari lagi,” ungkapnya.

Kajian Islami dan Dongeng Menarik

Menjelang berbuka puasa, para siswa mengikuti kajian yang disampaikan oleh Ustazah Uswatun Khasanah. Materi yang dibahas adalah tentang self-care ala generasi Z di bulan Ramadan, yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh peserta. Setelah kajian, mereka berbuka puasa bersama, dilanjutkan dengan salat Maghrib berjamaah.

Pada malam harinya, setelah salat Tarawih, para siswa disuguhi Dongeng Islami oleh Kak Muhammad Nasyir. Dengan tema “Jaga Hati, Jaga Pergaulan: Cerdas Bergaul di Bulan Ramadan,” dongeng ini memberikan pesan moral tentang pentingnya menjaga pergaulan dan akhlak mulia selama Ramadan.

Salah satu peserta, Kinnisvara dari kelas 7C, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti Ramadan Camp ini. “Asyik dan seru bersama teman-teman. Saya juga belajar banyak hal baru, termasuk kerja sama dalam fun games,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta menjadi generasi yang berkarakter Islami.

Targetkan Perguruan Tinggi, Yayasan Nur Hidayah Surakarta Bentuk Task Force

SOLO (jurnalislam.com)- Struktur baru Yayasan Nur Hidayah Surakarta langsung bekerja menetapkan renstra organisasi 2025-2030 usai dilantik Jum’at (28/2/2025). 4 poin utama dalam renstra tersebut meliputi: pendirian Perguruan Tinggi dan Madrasah Aliyah, penguatan SDM, pengembangan infrastruktur, dan optimalisasi layanan.

Hal itu disampaikan oleh Sekertaris Yayasan Nur Hidayah Surakarta Fatkhuroji, S.T dalam acara media gathering dan buka bersama di The Amrani Syariah Hotel, Jalan Riyadi no.543 Laweyan, Surakarta pada Rabu, (19/3/2025).

Yayasan Nur Hidayah Surakarta menargetkan pendirian Perguruan Tinggi pada 2028. Diharapkan dengan adanya Perguruan Tinggi akan melengkapi layanan bidang Pendidikan yang menjadi salah satu core di Yayasan Nur Hidayah Surakarta. Dengan demikian Yayasan Nur Hidayah Surakarta akan mengelola Pendidikan mulai dari anak usia dini, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi.

Selain Perguruan Tinggi, Yayasan Nur Hidayah Surakarta juga sedang merintis pendirian Madrasah Aliyah (MA). Hal ini sinkron dengan pendidikan keagamaan di Pondok Pesantren Nur Hidayah yang sudah berjalan sejak 2021. Mencetak para dai muda yang shalih dan muslih (menshalihkan) adalah visi Ponpes Nur Hidayah dan MA ini menjadi legitimasi Pendidikan yang diakui negara.

Untuk keperluan dua hal tersebut, Yayasan Nur Hidayah Surakarta membentuk Task Force atau satuan tugas yang bekerja secara intensif untuk mempersiapkannya. Selain Task force PT dan MA, juga dibentuk task force untuk pengembangan infrastruktur di lingkungan Yayasan Nur Hidayah Surakarta.

Beberapa proyek pengembangan yang sudah direncanakan di antaranya renovasi di PAUD IT Nur Hidayah, Pembangunan playzone SDIT Nur Hidayah, renovasi SMPIT Nur Hidayah, Pembangunan SMAIT Nur Hidayah, Pembangunan lantai 3 kantor Yayasan barat, renovasi kantor pusat, perluasan lahan di Ponpes Kebakkramat, Pembangunan rumah dinas di Ponpes Sawit, serta pengembangan SMAIT Nur Hidayah.

Yayasan Nur Hidayah Surakarta berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat melalui pendidikan dan sosial. Selain sarana fisik, optimalisasi layanan di semua aspek terus ditingkatkan.

Di Sekolah Islam Terpadu (SIT) yang meliputi PAUD, SD, SMP, dan SMA budaya service excellent yang sudah ada akan ditingkatkan menjadi ultimate service excellent. Di antaranya layanan penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang dibuat mudah dan ramah teknologi, serta didukung dengan kebijakan subsidi silang

Demikian juga dalam bidang sosial, ada LKSA atau Panti Asuhan Nur Hidayah, LAZ Nur Hidayah dan Lembaga Wakaf Nur Hidayah.

Terdapat 7 asrama untuk anak asuh yang dinaungi LKSA Nur Hidayah. Sebanyak 4 asrama putra dan 3 asrama putri tersebar di Solo, Boyolali, dan Wonogiri. Masing-masing asrama diasuh oleh sepasang suami istri yang diharapkan mampu berperan sebagai orang tua asuh. Tugas penting LKSA Nur Hidayah yaitu menjaga amanah dari para donatur untuk mengasuh dan mendidik anak-anak yatim/piatu/dhuafa sebaik-baiknya.

Demikian juga dengan LAZ Nur Hidayah dan Lembaga Wakaf Nur Hidayah yang menghimpun dan mengelola ZIS WAF. Pengelolaan yang amanah dan akuntabel menjadi tuntutan untuk menjadi Lembaga yang kredibel. Tidak hanya funding, tetapi juga program-program penyaluran digiatkan untuk meluaskan manfaat dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta Gelar Pengajian Nuzulul Quran

SOLO (jurnalislam.com)- Al-Quran memiliki sifat esensial seperti cahaya, penyembuh, petunjuk, dan kasih sayang. Sifat-sifat ini menegaskan Al-Quran sebagai Kompas yang penuh makna dan jalan lurus.

Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat Dwi Jatmiko dalam pengajian Nuzulul Quran yang digelar SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta, Rabu (19/3/2025).

Pengajian yang mengangkat tema “Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam Pembawa Obor Akhlak Manusia” dihadiri sebanyak 246 siswa dan 20 guru karyawan.

Jatmiko mengapresiasi antusiasme dan semangat para jemaah yang hadir di kegiatan pesantren kilat siswa kelas I-VI yang diselenggarakan pada Selasa-Kamis, 18-20 Maret 2025. Hadir ketua panitia Kismini, dan kepala sekolah Gatot Suherman.

“Alhamdulillah, semoga anak-anak dengan pengajian materi yang dikemas sederhana mendengarkan bacaan quran anak-anak mampu mendorong paham tentang Alquran sehingga dengan hafalan dan pemahaman yang ada bisa mengamalkannya. Peduli agama, peduli manusia, peduli sistem dan peduli lingkungan,” jelas Jatmiko.

Jatmiko memberikan penjelasan mengenai Nuzulul Quran yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadan. Padahal di dalam Al quran surat Al Qadr disebutkan bahwa Al quran diturunkan pada malam lailatul qadar.

“Pada malam lailatul qadar Al quran diturunkan secara lengkap kepada Nabiyullah Muhammad saw melalui perantara Malaikat Jibril, yaitu surat Al Alaq ayat 1-5,” ungkapnya.

Jatmiko mengharapkan pengajian ini mampu semakin menambah kecintaan peserta didik terhadap Al quran. Anak-anak tidak hanya membaca atau tadarus Al quran, tetapi juga terjemahnya. Allah menjadikan alQuran mudah bagi siapa yang mau mempelajarinya. Menghafal itu mudah asal istiqamah menambah dan menjaga hafalan.

Ketika menerima wahyu pertama, Nabi Muhammad Saw mengungkapkan bahwa diri Nabi tidak bisa membaca hingga tiga kali saat diperintahkan oleh Malaikat Jibril. Bahwa, kemudian Malaikat Jibril merangkul Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam dengan kuat hingga membuat nabi sulit bernapas. Setelah rangkulan dilepaskan, Nabi akhirnya merespons dan mengikuti perintah Jibril untuk membaca ayat-ayat yang diwahyukan.

“AlQuran itu sendiri, justru menyatakan bahwa AlQuran mengatakan dirinya sendiri itu sangat mudah. Bahkan kata mudah ini diulang sampai empat kali dalam surat alQomar ayat 17, 22, 32, 40, dimana keempat ayat ini berbunyi serupa,” pungkasnya.