Program “Bahagia dengan Berzakat”, BMH Target Rp83 Miliar di Ramadhan 1447 H

JAKARTA (jurnalislam.com)— Baitul Maal Hidayatullah (BMH) meluncurkan program bertajuk “Bahagia dengan Berzakat” menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Peluncuran tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/2/2026), sebagai ajakan menegaskan bahwa kebahagiaan sejati seorang Muslim terletak pada kemampuan berbagi dan memberi manfaat nyata bagi sesama.

Direktur Utama BMH Supendi mengatakan, kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh penerima zakat, tetapi juga oleh pemberinya. Ia mengutip hasil survei yang menyebutkan bahwa aktivitas memberi dapat menstimulasi otak menghasilkan hormon dopamin yang memunculkan rasa senang dan bahagia.

“Kebahagiaan dalam berbagi akan menciptakan efek berantai. Kalau penduduk Indonesia banyak yang bahagia karena berzakat dan bersedekah, secara otomatis negara ini akan sejahtera, aman, dan tenang,” ujar Supendi.

Ia juga memaparkan peningkatan kepercayaan publik terhadap BMH sepanjang 2025. Penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah tercatat naik dari Rp269 miliar menjadi Rp302 miliar atau tumbuh 12,3 persen.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator pengakuan masyarakat atas profesionalisme dan transparansi lembaga.

Secara khusus untuk program Ramadhan, BMH menargetkan penghimpunan Rp82 miliar pada 2026, meningkat dari realisasi Rp73 miliar pada tahun sebelumnya. Dana tersebut akan difokuskan untuk mengoptimalkan pelaksanaan berbagai program tematik selama bulan suci.

Direktur Program dan Pemberdayaan (Prodaya) BMH Syamsuddin menjelaskan, Ramadhan 1447 H menghadirkan delapan program yang dirancang sebagai ekosistem dampak komprehensif. Salah satu inovasi yang diusung adalah “Dapur Bahagia”, yakni program penyediaan paket berbuka puasa berbasis pemberdayaan ekonomi.

“Tidak sekadar berbagi nasi kotak. Kami melibatkan ibu-ibu yang menjadi tulang punggung keluarga untuk menyiapkan makanan. Jadi manfaatnya tidak hanya dirasakan penerima, tetapi juga menggerakkan ekonomi keluarga,” kata Syamsuddin.

Selain itu, program Tebar Sedekah dan Wakaf Al-Qur’an dilakukan dengan verifikasi kebutuhan di lapangan serta pengiriman dai ke lokasi distribusi.

Penyaluran sembako pun dilakukan berbasis pendampingan oleh dai setempat agar bantuan tidak bersifat sesaat, melainkan menjadi bagian dari penguatan dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

Humas BMH Pusat, Imam Nawawi, menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban tahunan, melainkan instrumen perubahan sosial yang mampu mengurangi kesenjangan dan memperkuat solidaritas umat.

“Ramadhan adalah momentum spiritual sekaligus sosial. Melalui zakat, kita membersihkan harta dan jiwa, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi saudara-saudara kita yang terdampak krisis,” ujarnya.

Sebagai pijakan menuju Ramadhan 1447 H, BMH mencatat capaian Ramadhan 1446 H, di antaranya penugasan 1.500 dai melalui program Sebar Dai Ramadhan, distribusi 15.158 mushaf Al-Qur’an termasuk 30 paket braille, penyaluran 273.539 paket buka puasa di dalam negeri serta bantuan untuk Palestina dan Suriah, hingga distribusi paket zakat fitrah, fidyah, dan kafarat kepada puluhan ribu mustahik.

Memasuki awal 2026, BMH juga merespons situasi kebencanaan nasional dengan meluncurkan program “Bahagia Berbagi untuk Penyintas Bencana”.

Program ini menyasar korban bencana di sejumlah wilayah Sumatera serta masyarakat terdampak konflik kemanusiaan di Palestina dan Sudan.

“Zakat harus hadir di titik-titik krisis. Kami memastikan kebutuhan dasar penyintas terpenuhi selama Ramadhan, sekaligus membangun kembali harapan mereka,” kata Imam Nawawi.

Melalui tema “Bahagia dengan Berzakat”, BMH berharap Ramadhan 1447 H menjadi momentum kebangkitan solidaritas umat. Zakat diharapkan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah personal, tetapi juga sebagai instrumen keadilan sosial yang menghadirkan dampak jangka pendek dan panjang bagi masyarakat rentan.

Warga Cemani Deklarasi Sambut Ramadhan 1447 H dengan Khidmat, Aman dan Nyaman

CEMANI (jurnalislam.com)- Bertempat di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI) desa Cemani, acara Sambut Ramadhan 1447 H dan Sarasehan yang melibatkan Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa dan Forum Silaturahmi Takmir Masjid dan Mushola (Forsitama) berlangsung dengan lancar dan sukses pada Sabtu, (14/2/20206).

Acara yang diinisiasi oleh Forsitama itu juga menghadirkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua Rt dan RW dan Takmir masjid Desa Cemani serta warga Cemani.

Hadir dalam sarasehan ini adalah Mardiyanto PJ Kepala Desa, Ustadz Ngadiri Ketua Forsitama, Serma Ahmad Baidhowi Bhabinsa, Aipda Aryad Fauzi dan Bripka Hari Kurniawan dari Babinkamtibmas hadir pula Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sudarmadi.

Dalam sambutannya, Endro Sudarsono selaku ketua panitia menyampaikan, bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur kita dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

“Bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat mempersiapkan diri, baik secara spiritual, sosial, maupun moral, agar dapat menjalani Ramadhan dengan lebih khusyuk dan bermakna,” katanya.

“Selain itu, melalui sarasehan warga, kita juga ingin mempererat tali silaturahmi, memperkuat persatuan, serta membangun komunikasi yang harmonis antar warga. Dengan kebersamaan dan musyawarah, kita berharap Desa Cemani senantiasa menjadi desa yang aman, nyaman, religius, dan sejahtera,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Endro juga berharap, momentum Ramadhan ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat nilai-nilai keimanan, serta menjaga lingkungan masyarakat dari berbagai penyakit sosial, sehingga tercipta kehidupan yang lebih bermartabat dan diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Semoga kegiatan sambut ramadhan dan sarasehan warga ini membawa manfaat bagi kita semua, memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah di tengah masyarakat Desa Cemani,” pungkasnya.

Acara yang dimulai sejak pukul 20.15 Wib ini dihadiri ratusan peserta dan berakhir hingga pukul 22.30 Wib diakhiri dengan pembacaan Deklarasi Ramadhan 1447 H dengan khidmat, aman dan nyaman dan ditandatangani oleh Pj Kepala Desa, Ketua Forsitama, Ketua BPD, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas .

Unik dan Meriah, Pawai Bajaj Hiasi Tarhib Ramadan 1447 H Banyuanyar

SURAKARTA (jurnalislam.com)– Semarak menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah di Kelurahan Banyuanyar tahun ini terasa berbeda dan lebih istimewa. Pada hari Ahad (15/2/2026), ribuan warga memadati jalanan dalam gelaran Tarhib Ramadan yang mengambil titik start dan finish di Masjid Mukhlis Banyuanyar.

Acara akbar ini terselenggara berkat sinergi antara Koordinator Umat Islam Banyuanyar (KUIB), Panitia Semarak Ramadan dan Sholat Ied, Badan Koordinator Pemuda Islam Banyuanyar (BKPI), serta seluruh elemen masyarakat setempat.

Ketua Panitia Semarak Ramadan dan Sholat Ied, Muhammad Samsul Hadi, yang turut serta berjalan kaki mengikuti rute pawai dari awal hingga akhir, mengungkapkan kekagumannya atas antusiasme warga. Menurutnya, gelaran tahun ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas terselenggaranya Tarhib Ramadan 1447 Hijriah ini. Ini adalah Tarhib keempat, dan insyaAllah ini yang paling meriah,” ungkap Samsul Hadi di sela-sela kegiatan.

Samsul menyoroti adanya inovasi dalam pawai kali ini, salah satunya adalah penggunaan moda transportasi unik yang menambah daya tarik syiar.

“Tempatnya lebih terbuka, kemudian wahana atau sarana transportasinya juga lebih unik, kita menggunakan Bajaj juga. Ini memberikan satu gaung syiar Ramadan yang lebih lengkap dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Samsul memberikan apresiasi tinggi atas soliditas panitia dan partisipasi masif dari puluhan tempat ibadah di wilayah tersebut.

“Kesan pertama yang saya sampaikan adalah kekompakan dari seluruh panitia dan juga seluruh jamaah yang di-support dengan 27 masjid dan musholla se-Banyuanyar. Ini membangun sebuah suasana yang begitu luar biasa,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi mampu menjadi penyemangat bagi umat Muslim Banyuanyar, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus.

“Tarhib Ramadan ini bisa memberikan sebuah motivasi bagi warga muslim seluruh Banyuanyar dan juga pada anak-anak yang mereka adalah generasi penerus kita. Ini menjadi poin yang sangat positif,” tutup Samsul Hadi.

Sambut Ramadan 1447 H, Ketua KUIB Apresiasi Peran Pemuda dalam Semarak Tarhib Banyuanyar

SURAKARTA (jurnalislam.com)– Ribuan umat Islam memadati kawasan Banyuanyar pada hari Ahad (15/2/2026) dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan Tarhib Ramadan yang mengambil rute start dan finish di Masjid Mukhlis Banyuanyar ini berlangsung meriah dan penuh khidmat.

Acara akbar ini terselenggara berkat kolaborasi antara Koordinator Umat Islam Banyuanyar (KUIB), Panitia Semarak Ramadan, Badan Koordinator Pemuda Islam Banyuanyar (BKPI), serta seluruh elemen masyarakat yang berpartisipasi.

Ketua KUIB, Drs. H. Jawari, yang turut serta mengikuti pawai dari awal hingga akhir, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemuda yang menjadi motor penggerak acara.

“Alhamdulillah, kami sangat terkesan dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BKPI selaku garda terdepan angkatan muda muslim di Banyuanyar,” ujar Drs. H. Jawari dalam sambutannya di Masjid Mukhlis.

Jawari menambahkan bahwa kesuksesan acara ini juga tidak lepas dari dukungan solid seluruh takmir masjid se-Banyuanyar. Ia mencatat adanya peningkatan antusiasme yang signifikan dari tahun ke tahun.

“InsyaAllah ini tahun yang keempat. Alhamdulillah dari tahun ke tahun ternyata makin meningkat, terlihat semaraknya terus bertambah. Ini menunjukkan betapa besar dukungan dan partisipasi dari Umat Islam Banyuanyar melalui masjid-masjidnya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, H. Jawari juga menitipkan pesan khusus kepada BKPI agar terus membina generasi penerus, khususnya anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), demi keberlangsungan syiar Islam di masa depan. Ia mendorong panitia untuk terus berinovasi dengan kreasi-kreasi baru yang menarik bagi angkatan muda.

Menutup keterangannya, Ketua KUIB mengajak seluruh jamaah untuk bersukacita dan mempersiapkan diri mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan positif.

“InsyaAllah Ramadan akan segera tiba. Jangan sampai kita tidak mendapatkan apa-apa. Mari kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang baik seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam,” pungkas Jawari sembari mendoakan kesuksesan bagi seluruh panitia.

Lurah Banyuanyar Bersamai 700 Jamaah Semarakkan Tarhib Ramadhan KUIB

SURAKARTA (jurnalislam.com)– Semangat menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah mulai terasa di Kelurahan Banyuanyar. Pada hari Ahad (15/2/2026), Koordinator Umat Islam Banyuanyar (KUIB) menggelar kegiatan Tarhib Ramadan yang berlangsung meriah.

Lurah Banyuanyar, Legiyanto, turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Sebagai bentuk apresiasi, orang nomor satu di Kelurahan Banyuanyar tersebut mengikuti seluruh rangkaian acara dari garis start hingga finish yang berpusat di Masjid Mukhlis, Banyuanyar.

Dalam sambutannya, Legiyanto menyampaikan rasa bangganya atas inisiatif KUIB yang berhasil mengumpulkan elemen umat Islam di wilayahnya.

“Saya Lurah Banyuanyar, menyambut dengan hangat dan semangat kegiatan dari Koordinator Umat Islam Banyuanyar yang sudah mengumpulkan jamaah pada pagi hari ini yang diawali dengan Tarhib Ramadan,” ujar Legiyanto, Ahad (15/2/2026).

Kegiatan ini dinilai Legiyanto sebagai wujud nyata persatuan dan kebersamaan warga. “Ini sebagai wujud kebersamaan kita, silat ukhuwah kita sebagai Umat Islam Banyuanyar untuk bersatu menyambut bulan Ramadan,” tambahnya.

Pantauan di lokasi, acara berlangsung sangat semarak dengan estimasi peserta mencapai ratusan orang. Barisan pawai didominasi oleh santri-santri cilik yang antusias.

“Tadi sudah sangat semarak, diikuti kurang lebih hampir 700 peserta, mulai dari TPA dan TPQ yang ada di Kelurahan Banyuanyar ini,” terang Legiyanto.

Lebih lanjut, Lurah Legiyanto menjelaskan bahwa Tarhib ini hanyalah permulaan dari rangkaian kegiatan syiar Islam di wilayahnya. Nantinya, bulan Ramadan di Banyuanyar akan diisi dengan berbagai agenda positif, mulai dari bazar hingga kegiatan peribadatan yang intensif.

Menutup keterangannya, Legiyanto menaruh harapan besar pada kepengurusan KUIB agar terus solid dalam menebar kebaikan.

“Semoga dengan semakin baik kepengurusan dari KUIB ini, semakin semarak kegiatannya. InsyaAllah syiar kita dengan rahmat dan ridho Allah akan menjadikan Banyuanyar ini lebih baik ke depannya,” pungkasnya.

Ponpes Salman Al-Farisi Gelar Wisuda Ke-VII, Angkat Peran Guru dalam Membangun Peradaban

KARANGPANDAN (jurnalislam.com)– Pondok Pesantren (Ponpes) Salman Al-Farisi menggelar Wisuda Ke-VII pada Sabtu (8/2/2026) di halaman kompleks Ponpes Salman Al-Farisi, Desa Harjosari, Kecamatan Karangpandan. Kegiatan ini dihadiri para santri, guru, orang tua santri, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan.

Wisuda tahun ini mengangkat tema “Urgensi Peran Guru dalam Membangun Peradaban Bangsa”. Tema tersebut dipilih untuk menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter, akhlak, serta kualitas generasi penerus bangsa.

Pembicara utama dalam kegiatan ini, Ustadz Adian Husaini, menekankan bahwa peran guru tidak hanya sebatas transfer ilmu, tetapi juga tanggung jawab moral dan spiritual.

“Di zaman sekarang kita harus memastikan bahwa peran guru memiliki akhlak yang sholeh karena kelak di akherat kita akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah subhanahu wata’ala,” kata Ust. Adian Husaini.

Selain dikenal sebagai pakar pendidikan, Ustadz Adian Husaini juga merupakan penulis yang aktif memberikan kontribusi pemikiran dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, ia akan membagikan pandangan dan pengalamannya mengenai peran strategis guru dalam membangun peradaban bangsa.

Rangkaian acara wisuda meliputi sambutan, prosesi wisuda, pidato perwakilan santri dan santriwati, serta ikrar santri yang telah menyelesaikan pendidikan di Ponpes Salman Al-Farisi.

Sebagai lembaga pendidikan Islam, Pondok Pesantren Salman Al-Farisi berkomitmen mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Para santri yang diwisuda diharapkan mampu menjadi pribadi berintegritas serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

YERUSALEM (jurnalislam.com)- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan kepada utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff, bahwa Otoritas Palestina tidak akan dilibatkan dalam pemerintahan Jalur Gaza pascaperang dalam bentuk apa pun.

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu dalam pertemuan di Yerusalem pada Selasa (3/2/2026).

“Perdana Menteri mengklarifikasi bahwa Otoritas Palestina tidak akan terlibat dalam mengelola Jalur Gaza dengan cara apa pun,” demikian pernyataan resmi dari kantor Netanyahu.

Sikap ini muncul di tengah upaya internasional untuk merumuskan tata kelola Gaza setelah berakhirnya perang yang berlangsung hampir dua tahun.

Di bawah rencana gencatan senjata yang diprakarsai Presiden AS Donald Trump, peran Palestinian Authority (PA) di Gaza pascaperang hingga kini masih belum jelas.

Sebagai solusi sementara, dibentuk Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), sebuah badan teknokratis yang bertugas mengelola urusan sipil dan kemanusiaan hingga PA menyelesaikan program reformasi internal.

Kunjungan Witkoff ke Israel dilakukan setelah pembukaan kembali perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir. Pertemuan ini menjadi yang kedua antara Netanyahu dan utusan AS tersebut dalam waktu kurang dari dua pekan.

Dalam pertemuan itu, Netanyahu juga kembali menegaskan tuntutan keras Israel.

Ia menuntut pelucutan senjata Hamas, demiliterisasi penuh Jalur Gaza, serta pemenuhan seluruh tujuan perang sebelum proses rekonstruksi dimulai.

“Tidak akan ada pembangunan kembali Gaza sebelum Hamas dilucuti dan wilayah itu sepenuhnya didemiliterisasi,” tegas kantor Netanyahu.

Israel menegaskan bahwa baik Hamas maupun Otoritas Palestina tidak boleh memiliki peran apa pun dalam pemerintahan Gaza pascaperang, sebuah sikap yang dinilai banyak pihak sebagai upaya Tel Aviv untuk mempertahankan kendali politik dan keamanan atas wilayah tersebut.

Ketegangan kembali meningkat pada Senin (2/2/2026), ketika kantor Netanyahu memprotes penggunaan simbol Otoritas Palestina dalam logo NCAG.

“Israel tidak akan menerima penggunaan simbol Otoritas Palestina. Otoritas Palestina tidak akan memiliki peran dalam administrasi Gaza,” bunyi pernyataan resminya.

Menanggapi hal itu, NCAG melalui akun resminya di platform X menyatakan bahwa logo tersebut masih bersifat sementara.

“Kami telah menguji berbagai konsep visual, dan desain ini dapat berkembang. Fokus kami adalah bantuan kemanusiaan, administrasi sipil, pemulihan, dan masa depan yang layak huni bagi Gaza,” tulis NCAG.

Mereka menegaskan bahwa perdebatan soal simbol seharusnya tidak mengalihkan perhatian dari penderitaan rakyat Palestina di Gaza yang masih menghadapi krisis kemanusiaan berat akibat blokade dan kehancuran infrastruktur.

Sejumlah pengamat menilai, penolakan keras Israel terhadap keterlibatan Otoritas Palestina menunjukkan keengganan Tel Aviv memberikan ruang kedaulatan nyata bagi rakyat Palestina.

Sebaliknya, kebijakan ini dinilai memperkuat dugaan bahwa Israel ingin mempertahankan kontrol jangka panjang atas Gaza, baik secara langsung maupun melalui mekanisme keamanan.

Di tengah tekanan internasional untuk solusi politik yang adil, sikap Netanyahu ini dikhawatirkan akan semakin mempersulit upaya rekonsiliasi Palestina dan memperpanjang penderitaan warga Gaza. (Bahry)

Sumber: TNA

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

TEL AVIV (jurnalislam.com)- Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Eyal Zamir, mengatakan bahwa Amerika Serikat berpotensi menyerang Iran dalam jangka waktu antara dua pekan hingga dua bulan ke depan.

Pernyataan tersebut dilaporkan oleh Radio Angkatan Darat Israel pada Ahad (1/2/2026). Menurut laporan itu, serangan langsung dalam waktu dekat dinilai masih kecil kemungkinannya.

Dalam pertemuan penilaian situasi terbaru, Zamir menyebut bahwa kondisi saat ini dipenuhi ketidakpastian.

“Periode saat ini dibayangi oleh banyak ketidakpastian,” ujarnya.

Radio Angkatan Darat Israel juga mengklaim bahwa Amerika Serikat tidak sepenuhnya membuka informasi strategisnya kepada Israel dan cenderung mengecualikan Tel Aviv dari proses pengambilan keputusan utama.

Namun, laporan berbeda disampaikan oleh The Times of Israel, yang menyebutkan bahwa Zamir telah mengunjungi Amerika Serikat pada akhir pekan lalu untuk melakukan pembicaraan intensif dengan pejabat pertahanan AS terkait Iran.

Sejak pecahnya gelombang protes besar akibat krisis ekonomi di Iran, pemerintahan Presiden AS Donald Trump terus melontarkan ancaman militer terhadap Teheran, dengan dalih pelanggaran hak asasi manusia dan stabilitas kawasan.

Dilaporkan pula bahwa puluhan pertemuan tingkat tinggi antara pejabat Israel dan Amerika Serikat telah digelar untuk mengoordinasikan kemungkinan serangan serta mempersiapkan respons jika Iran melakukan pembalasan.

Koordinasi tersebut mencakup kunjungan Panglima Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, ke Israel, serta kunjungan Kepala Intelijen Militer Israel (Aman), Shlomi Binder, ke Amerika Serikat.

Meski Washington dan Teheran sama-sama menyatakan masih terbuka untuk jalur diplomasi, pejabat keamanan senior Israel memperkirakan ketegangan akan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan.

Hal ini dikaitkan dengan peringatan 47 tahun Revolusi Islam Iran yang berlangsung pada 1–11 Februari, serta peringatan 40 hari pembunuhan ribuan demonstran Iran pada bulan lalu.

Revolusi Islam 1979 sendiri menggulingkan pemerintahan Shah Mohammed Reza Pahlavi dan mengantarkan rezim Islam berkuasa di Iran hingga kini. Putranya, Reza Pahlavi, yang bermukim di Amerika Serikat dan dikenal memiliki hubungan dekat dengan Israel, berupaya memosisikan diri sebagai tokoh oposisi. Namun, banyak demonstran menolak kepemimpinannya.

Radio Angkatan Darat Israel juga melaporkan adanya perbedaan pandangan di internal kepemimpinan Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, disebut tetap menolak konsesi dalam negosiasi dengan AS dan mempertahankan sikap keras. Sementara itu, sebagian pejabat lainnya dinilai lebih terbuka terhadap pendekatan diplomatik.

Di tengah dinamika tersebut, Israel menyatakan kekhawatirannya bahwa Amerika Serikat dapat mencapai kesepakatan terbatas dengan Iran yang hanya berfokus pada isu nuklir, tanpa membahas program rudal balistik dan jaringan milisi proksi Iran di kawasan.

Sejumlah pejabat Israel memperingatkan bahwa Trump bisa saja mengklaim telah menghasilkan kesepakatan yang lebih baik dibandingkan perjanjian era Presiden Barack Obama, namun tetap merugikan Israel dan stabilitas regional.

“Iran akan terus memproduksi rudal dalam jumlah besar dan mengoperasikan proksi mereka di berbagai negara,” kata seorang pejabat keamanan Israel.

Para analis menilai, meningkatnya koordinasi militer AS-Israel dan tekanan terhadap Iran berisiko memperbesar peluang konflik terbuka. Jika perang pecah, dampaknya diperkirakan akan meluas ke seluruh Timur Tengah, termasuk jalur energi vital di Teluk Persia dan Selat Hormuz. (Bahry)

Sumber: TNA

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

ANKARA (jurnalislam.com)- Turki menuduh Israel sebagai pihak yang memicu meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, di tengah upaya diplomatik untuk mencegah pecahnya konflik berskala besar antara Amerika Serikat dan Iran.

Pekan lalu, Ankara menjadi tuan rumah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran guna mencari jalan keluar dari krisis yang terus memburuk. Dalam kesempatan tersebut, Turki secara terbuka menyalahkan Israel atas upaya provokatif yang berpotensi menyeret kawasan ke dalam perang.

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menegaskan bahwa Israel terus menekan Washington agar mengambil langkah militer terhadap Teheran.

“Kami melihat bahwa Israel mencoba membujuk Amerika Serikat untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran. Kami berharap pemerintahan AS bertindak dengan akal sehat dan tidak membiarkan hal ini terjadi,” ujar Fidan dalam konferensi pers.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengatakan pada Ahad (1/2/2026) bahwa Washington akan bekerja sama erat dengan Tel Aviv jika Israel memutuskan untuk menyerang Iran.

Namun, ia juga menyebut bahwa Presiden AS Donald Trump masih berupaya menyelesaikan krisis melalui jalur diplomasi.

“Amerika Serikat tetap berkomitmen pada keamanan Israel, tetapi Presiden Trump juga menginginkan solusi damai,” kata Huckabee.

Di sisi lain, Iran membantah laporan bahwa mereka akan menggelar latihan militer dengan tembakan langsung di Selat Hormuz, yang dinilai bisa memprovokasi armada AS di kawasan tersebut.

Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa laporan tersebut tidak benar.

“Tidak ada rencana bagi Garda Revolusi untuk mengadakan latihan militer di sana, dan tidak ada pengumuman resmi. Itu hanya laporan media yang salah,” ujarnya.

Ketegangan terkait program nuklir Iran telah berlangsung selama bertahun-tahun. Iran menegaskan bahwa seluruh aktivitas nuklirnya bersifat damai untuk kepentingan energi dan riset. Namun, Israel dan Amerika Serikat menuduh program tersebut sebagai kedok untuk mengembangkan senjata nuklir.

Israel sendiri diketahui tidak pernah mengakui secara resmi kepemilikan senjata nuklir, meskipun berbagai laporan internasional menyebut Tel Aviv memiliki puluhan hulu ledak nuklir.

Pada 2018, Amerika Serikat menarik diri secara sepihak dari perjanjian nuklir Iran (JCPOA) pada masa jabatan pertama Trump. Sejak saat itu, sanksi ekonomi terhadap Teheran kembali diperketat, sementara serangan siber, sabotase, dan pembunuhan ilmuwan nuklir Iran terus terjadi.

Sejumlah fasilitas nuklir Iran dalam beberapa tahun terakhir juga dilaporkan menjadi target serangan Israel, baik secara langsung maupun melalui operasi rahasia.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, telah memperingatkan bahwa serangan Amerika Serikat atau Israel terhadap Iran akan dibalas dengan kekuatan besar.

“Setiap agresi terhadap Iran akan memicu respons yang jauh lebih besar dan dapat menyebabkan perang regional,” tegas Khamenei dalam pernyataan terbarunya.

Para pengamat menilai bahwa dorongan Israel kepada AS untuk menyerang Iran merupakan bagian dari strategi jangka panjang Tel Aviv guna melemahkan pengaruh Teheran di Timur Tengah, khususnya di Lebanon, Suriah, Irak, dan Palestina.

Di sisi lain, meningkatnya tekanan militer dan ekonomi terhadap Iran juga dikhawatirkan justru akan memperbesar risiko konflik terbuka, yang dampaknya bisa meluas ke seluruh kawasan, termasuk jalur perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz. (Bahry)

Sumber: TNA

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

TEHERAN (jurnalislam.com)- Upaya diplomatik terus dilakukan untuk mencegah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran. Teheran mengisyaratkan kesiapannya membuka pembicaraan terkait program nuklirnya, di tengah laporan bahwa Israel mendesak Washington untuk mengambil langkah militer.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dikabarkan telah memerintahkan dimulainya pembicaraan dengan Amerika Serikat. Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, menyatakan keterbukaannya terhadap kesepakatan guna mengakhiri krisis.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya di kawasan Teluk dengan mengirim kapal induk dan berbagai peralatan tempur. Situasi ini memicu kekhawatiran akan serangan terhadap Teheran, terutama di tengah maraknya aktivitas diplomatik serta gelombang protes anti-pemerintah di Iran.

Kantor berita Fars News Agency melaporkan pada Senin (2/2/2026), mengutip sumber pemerintah, bahwa Presiden Pezeshkian telah memerintahkan pembukaan dialog dengan Amerika Serikat.

“Iran dan Amerika Serikat akan mengadakan pembicaraan tentang masalah nuklir,” tulis Fars, tanpa menyebutkan waktu pelaksanaannya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, turut mengonfirmasi keterbukaan Teheran terhadap negosiasi. Ia menyebutkan bahwa pembicaraan awal telah dilakukan di Turki, dengan pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung pekan ini.

“Negara-negara di kawasan bertindak sebagai mediator dalam pertukaran pesan,” ujar Baqaei.

Ia menambahkan bahwa sejumlah poin penting telah dibahas, dan saat ini pihak Iran tengah menyelesaikan detail teknis terkait metode serta kerangka kerja diplomasi.

Banyak analis menilai peningkatan kekuatan militer AS sebagai bentuk tekanan agar Iran bersedia bernegosiasi mengenai masa depan program nuklirnya. Washington juga menyoroti tindakan keras aparat Iran terhadap demonstran sebagai alasan untuk kemungkinan intervensi.

“Waktu hampir habis bagi Iran untuk mencapai kesepakatan,” kata Trump.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Teheran sejalan dengan Washington dalam menolak kepemilikan senjata nuklir.

“Presiden Trump mengatakan tidak ada senjata nuklir, dan kami sepenuhnya setuju. Itu bisa menjadi kesepakatan yang sangat baik,” ujar Araghchi kepada CNN, Ahad (1/2/2026).

Namun, ia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut harus diimbangi dengan pencabutan sanksi terhadap Iran.

“Sebagai imbalannya, kami mengharapkan pencabutan sanksi. Jika itu terwujud, maka kesepakatan sangat mungkin dicapai. Jangan membicarakan hal-hal yang mustahil,” tegasnya. (Bahry)

Sumber: TNA