SUKOHARJO (jurnalislam.com)— Forum Silaturahmi Takmir Masjid dan Musholla (FORSITAMA) Cemani, Grogol, Sukoharjo, menggelar pelatihan digital marketing untuk meningkatkan kapasitas remaja masjid dalam mengelola media digital dan mengembangkan dakwah di era teknologi.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid An Nahl, Jalan Sidomukti No. 42, Cemani, Ahad (20/9/2026), tersebut diikuti 138 peserta, terdiri dari 85 putra dan 53 putri, yang merupakan perwakilan dari 25 masjid dan musholla di wilayah Cemani dan sekitarnya.
Mengusung tema “Belajar Digital Marketing, Content Creation, Desain Grafis dan Strategi Media Sosial untuk Menghidupkan Dakwah di Era Digital yang Aman secara Agama serta Hukum”, pelatihan membahas aspek teori sekaligus praktik pengelolaan media digital.
Hadir sebagai narasumber Ahmad Mustaqim, S.Sn., yang memiliki keahlian di bidang digital dan kreatif, serta R. Ahmad Nur Ridho Prabowo, S.H., pengurus bidang advokasi FORSITAMA.
Materi pelatihan mencakup digital marketing, pembuatan konten, desain grafis, serta strategi pengelolaan media sosial. Peserta juga diajak berdiskusi mengenai pengelolaan akun media sosial masjid agar dapat menjadi sarana informasi dan dakwah yang efektif.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, serta berbagi pengalaman antar peserta. Sejumlah ide dan praktik pengelolaan media sosial masjid turut dibahas untuk dapat diterapkan di masjid masing-masing.
Dorong Remaja Masjid Aktif di Ruang Digital
Perwakilan FORSITAMA sekaligus Ketua Takmir Masjid Al Fattah, Yusuf, mengatakan pelatihan tersebut digelar untuk merespons kebutuhan digitalisasi dakwah.
“Pelatihan ini diinisiasi untuk merespons kebutuhan digitalisasi dakwah masa kini, di mana masjid tidak hanya dituntut aktif secara fisik di mimbar konvensional, tetapi juga harus mampu menghadirkan syiar yang kreatif di ruang publik digital. Melalui pendekatan digital marketing, para remaja masjid dibekali kemampuan teknis untuk mengelola akun resmi masjid secara profesional,” ujarnya.
Menurut Yusuf, pengelolaan media sosial menjadi salah satu tantangan bagi masjid dalam menyampaikan berbagai kegiatan kepada masyarakat.
“Banyak masjid yang memiliki program keummatan luar biasa, tetapi gaungnya tidak terdengar karena medsosnya belum dikelola secara optimal. Melalui pelatihan ini, kami membekali para remaja masjid dengan strategi digital marketing agar mampu merancang visual konten yang menarik dan informatif,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Alif Tegar Oktavianto, yang merupakan remaja Masjid An Nahl, menilai media sosial memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi dan dakwah kepada masyarakat.
“Bahwa akun media sosial resmi masjid, mulai dari Instagram, YouTube, hingga TikTok, saat ini memegang peranan vital sebagai etalase informasi bagi umat Islam. Oleh karena itu, keterlibatan remaja masjid menjadi kunci utama penggerak dalam dakwah medsos ini,” katanya.
Peserta Didorong Terapkan Ilmu di Masjid Masing-Masing
Pelatihan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Salah seorang peserta dari Masjid Al Muttaqien, Nur Laily, mengapresiasi materi yang diberikan, khususnya terkait pengelolaan media sosial masjid.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada penyelenggara dan para narasumber atas ilmu, motivasi, dan pengalaman yang telah dibagikan. Pelatihan ini memberikan wawasan baru, khususnya dalam pengelolaan medsos masjid. Semoga ilmu yang kami peroleh dapat kami implementasikan di masjid masing-masing sehingga memberikan manfaat yang luas bagi umat,” tuturnya.
Selain mendapatkan materi pelatihan, peserta juga memperoleh sertifikat, materi pembelajaran, dan snack.
Melalui kegiatan tersebut, FORSITAMA Cemani berharap para remaja masjid dapat semakin siap memanfaatkan perkembangan teknologi sekaligus mengembangkan media komunikasi masjid secara kreatif, informatif, dan berkelanjutan.
