Afghanistan: Jumlah Korban Serangan MOAB AS Meningkat, 92 Tewas

Afghanistan: Jumlah Korban Serangan MOAB AS Meningkat, 92 Tewas

KABUL (Jurnalislam.com) – Pihak berwenang Afghanistan telah merevisi jumlah korban tewas akibat serangan Mother of All Bombs (MOAB) hari Kamis (13/4/2017) oleh agresor A.S. di tempat persembunyian kelompok Islamic State (IS) menjadi 92 pada hari Sabtu (15/4/2017).

Pemerintah provinsi Nangarhar di sebelah timur negara tempat bom ini dijatuhkan, mengatakan pada hari Sabtu bahwa perkiraan terakhir menunjukkan kerusakan yang ditimbulkan di pihak IS jauh lebih banyak daripada yang diyakini semula. Sehari sebelumnya, Kementerian Pertahanan (the Ministry of Defense-MoD) mengatakan bahwa 36 pasukan IS telah terbunuh, dan jaringan gua dan terowongan di wilayah pegunungan di wilayah Achin hancur, lansir Anadolu Agency.

Attaullah Khogyani, juru bicara pemerintah Nangarhar, mengatakan operasi pembersihan intensif telah dimulai di Achin menyusul serangan ini. Dia membenarkan korban tewas terbaru.

Menurut Angkatan Udara A.S., bom tersebut dijatuhkan pada pukul 07:32 waktu setempat (02:58 GMT) Kamis di sebuah kompleks terowongan di distrik Achin, provinsi Nangarhar. MOAB secara resmi dikenal sebagai GBU-43B, atau senjata peledakan udara besar, dan mengeluarkan 11 ton bahan peledak.

Penggunaan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya telah memicu berbagai reaksi di Afghanistan. Pemerintah Kabul segera memuji langkah tersebut dan mengatakan serangan itu berguna untuk memastikan keberhasilan pasukan Afghanistan dan A.S. dalam memerangi IS. Mereka yang mendukung serangan tersebut mengatakan MOAB adalah satu-satunya cara untuk membongkar kompleks gua, ranjau darat dan terowongan. Penduduk lokal di Nangarhar, terutama mereka yang memiliki pengetahuan langsung tentang kekejaman IS menyambut baik serangan tersebut.

Pihak lainnya, Imarah Islam Afghanistan (Taliban), termasuk mantan Presiden Hamid Karzai, dan Duta Besar Afghanistan untuk Pakistan Hazrat Ummer Zakhilwal, mengecam serangan besar ini. Karzai menilai bom itu adalah sebuah serangan terhadap kedaulatan, dan mendesak seluruh rakyat Afghanistan untuk melawannya.

Bagikan