Erdogan Bantah Keras Tuduhan Rencanakan Kudeta

Erdogan Bantah Keras Tuduhan Rencanakan Kudeta

thumbs_b_c_78faad3288f0577aa50db4f1d839f2beANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan, menolak keras tuduhan bahwa ia yang merencanakan upaya kudeta baru-baru ini, Anadolu Agency melaporkan Senin (18/07/2016).

“Sayangnya, itu hanya informasi yang salah. Bagaimana Anda dapat merencanakan hal seperti itu? Bagaimana Anda bisa membiarkan begitu banyak warga sipil kehilangan nyawa mereka? Bagaimana bisa nurani manusia memungkinkan itu? Itu sangat tidak mungkin,” kata Erdogan dalam wawancara dengan CNN internasional.

“Tayyip Erdogan bersama teman dan rekan-rekannya akan menjadi pihak pertama yang menolak ide tersebut. Kami mempertaruhkan hidup kami untuk rakyat,” tambahnya.

Erdogan mengatakan mereka yang berusaha menggulingkan pemerintahlah yang memicu ide tersebut. “Organisasi teroris Fetullah tersebut kini telah menerima pukulan terbesar yang pernah mereka terima,” katanya.

Usaha pengambilalihan diduga diselenggarakan oleh pengikut Fetullah Gulen – seorang tokoh Turki yang berbasis di pengasingan AS – yang melakukan kampanye lama untuk menggulingkan pemerintah melalui pendukungnya yang berada di Turki, khususnya militer, polisi dan pengadilan.

Erdogan mengatakan ia mengangkat isu ekstradisi Gulen dengan presiden AS.

“Saya sebelumnya telah membuat permintaan ini ke (Barack) Obama, secara lisan,” kata Erdogan. “Tapi, pekan ini permintaan resmi tertulis dari kami juga akan disampaikan ke AS dan juga ke sejumlah negara-negara Barat dan negara-negara Afrika. Kami akan mengirimkan permintaan tersebut secara resmi.”

Ditanya tentang kemungkinan bahwa Washington akan menolak mengekstradisi Gulen, respon Erdogan menunjukkan bahwa sikap yang sama akan terus berlanjut selama dia adalah pemimpin Turki. “Pertama, kita harus mengirimkan permintaan resmi kami. Kami akan meminta ekstradisi. Jika tidak ada respon positif terhadap permintaan resmi tersebut, saya tidak akan membiarkan itu,” katanya.

“Bahkan jika dia (Gulen) adalah warga AS, AS tidak harus menjaga teroris seperti itu,” kata Erdogan.

Pada unjuk rasa pro-pemerintah di Turki akhir pekan ini menyusul kudeta yang gagal, tuntutan dibuat untuk pemulihan hukuman mati bagi komplotan kudeta yang tindakannya menyebabkan hilangnya 208 nyawa dan melukai hampir 1.500 orang lain.

“Masalah ini sekarang dapat dimasukkan dalam agenda parlemen dan dapat dibahas di sana. Kami sebelumnya menghapuskan, tapi kita selalu bisa kembali dan kembali memperkenalkannya,” kata Erdogan.

“Ada kejahatan yang jelas merupakan tindakan pengkhianatan. Permintaan Anda (rakyat Turki) tidak pernah diabaikan oleh pemerintah. Tetapi para pemimpin harus duduk bersama dan mendiskusikannya. Jika mereka menerima untuk mendiskusikannya, kemudian sebagai presiden saya akan menyetujui keputusan apapun yang keluar dari parlemen.

Erdogan mengatakan ia bersama istri, menantu dan cucunya sedang berlibur di Marmaris, sebelah barat daya Turki ketika usaha kudeta terjadi.

“Saya diberitahu bahwa di Istanbul dan Ankara dan beberapa tempat lain ada semacam gerakan yang sedang terjadi. Kami memutuskan untuk pindah,” katanya.

“Ada juga operasi di Marmaris terhadap saya dan dua pengawal terdekat saya menjadi martir, mereka dibunuh. Jika saya terlambat 10 atau 15 menit saja di sana, aku akan terbunuh atau ditangkap.”

Sejak dia mendarat di Ataturk Airport, Istanbul, jet F-16 mulai terbang di atas pesawatnya, kata Erdogan.

Ditanya apakah pada saat itu ia berpikir bahwa ia tidak lagi sebagai presiden Turki, Erdogan mengatakan hal itu tidak pernah ia pertimbangkan. “Tidak ada ide selintas pun di pikiran saya karena saya bersama dengan rekan-rekan saya dan kami tidak pernah memperhatikannya, tidak pernah mengalami kesulitan dalam pikiran.”

Turki menghadapi kritik atas apa yang oleh beberapa pihak dianggap sebagai tindakan keras terhadap pers bebas di sana. Erdogan mengajukan pertanyaan kepada mereka yang menyuarakan klaim tersebut.

“Jika beberapa orang selalu mengatakan pers masih tidak bebas di Turki, maka saya ingin mengatakan ini. Telah ada upaya kudeta di Turki. Ada orang berpihak dengan komplotan kudeta. Ada juga media yang telah melawan kudeta,” katanya.

“Jadi, pertanyaan saya adalah bahwa terhadap media yang mendukung kudeta, akankah sistem peradilan Turki tidak mengambil langkah apapun? Tentu saja akan ada langkah yang diambil. Mengapa? Karena jika Anda bermaksud melakukan sebuah upaya, maka orang-orang yang berpihak pada upaya tersebut harus dibawa ke tempat yang tepat, mendapat perlakuan yang tepat, karena jika tidak, maka warga, orang-orang, akan tertipu oleh informasi yang keliru,” tambahnya.

“Orang-orang itu sendiri yang membawa saya ke posisi ini, jika saya tidak melakukan apa-apa mereka akan menuduh saya bertanggung jawab ketika saatnya tiba.”

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses