Pejabat Turki: Kami Tidak akan Pernah Berunding dengan Rezim Assad

Pejabat Turki: Kami Tidak akan Pernah Berunding dengan Rezim Assad

M_Id_387513_Bashar_al-AssadANKARA (Jurnalislam.com) – Kebijakan luar negeri Turki tetap tidak berubah terhadap rezim Suriah dan tidak ada kemungkinan membangun kembali hubungan jika Presiden Bashar al-Assad tetap berkuasa, dua pejabat Turki mengatakan kepada Al Jazeera, Rabu (13/07/2016).

Pernyataan itu muncul pada hari Rabu setelah berbagai media internasional melaporkan pergeseran kebijakan Turki, mengacu pada komentar Perdana Menteri Turki Binali Yildirim yang disiarkan secara nasional sebelumnya pada hari yang sama.

Turki telah lama menyatakan oposisi gigih memerangi Assad, mengatakan Assad harus meninggalkan jabatannya agar negara kembali stabil.

“Saya yakin kami akan kembali ke hubungan normal dengan Suriah,” kata Yildirim.

“Kami memerlukan hal ini (karena) jika menginginkan keberhasilan stabilitas di Suriah dan Irak, dan (mereka) perlu mengadopsi pemerintah yang mewakili semua saudara kami (di Suriah dan Irak). ini tidak bisa dihindari.”

Pemerintah Turki dan Israel baru-baru ini mengumumkan hubungan diplomatik bersyarat, setelah putus enam tahun akibat serangan Israel yang menewaskan sepuluh aktivis armada bantuan yang berusaha menembus blokade di Jalur Gaza.

Ankara dan Moskow berupaya menormalisasi hubungan umum perdagangan dan ekonomi mereka, dimulai dengan pencabutan larangan Rusia terhadap penerbangan ke Turki, lebih dari delapan bulan setelah pesawat perang Rusia dijatuhkan Turki.

Yildirim telah mengungkapkan niatnya untuk mengakhiri perselisihan dengan tetangga Turki sejak ia mengambil alih kantor pada bulan Mei.

Yasin Aktay, anggota parlemen senior dari Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Turki tidak akan pernah menjalin hubungan dengan pemerintah Assad yang tidak sah.

“Perdana menteri tidak pernah menyebut rezim Suriah atau Assad dalam sambutannya. Dia hanya menyatakan niatnya untuk akhirnya membangun-kembali ikatan ketika pemerintah yang mewakili kehendak semua orang Suriah terbentuk,” katanya.

“Aturan Assad adalah alasan mengapa hubungan Turki-Suriah dan Suriah sendiri berada dalam keadaan seperti saat ini dan tidak akan pernah berubah sampai dia pergi. Dan negara Suriah akan terus menderita jika dipimpin dia,” katanya.

Pejabat Turki lain, yang meminta untuk tetap anonim, mengatakan bahwa Assad tidak memiliki kapasitas untuk menormalkan Suriah karena dia tidak mewakili rakyat Suriah.

“Kami berharap kondisi akan menjadi lebih baik dan kami akan meresmikan hubungan dengan pemerintah rakyat Suriah. Tapi kita berpikir Bashar al-Assad tidak memiliki kapasitas untuk mewakili rakyat Suriah,” katanya.

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses