PERANCIS (Jurnalislam.com) – Dewan Agama Islam Perancis menyerukan agar jumlah tempat ibadah umat Islam ditambah menjadi dua kali lipat di negara tersebut. Sementara seorang senator Perancis meminta lebih banyak aturan dikenakan sebelum jumlah masjid lebih banyak dibangun di Perancis.
Senator Perancis Herve Maurey mengatakan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Le Figaro yang diterbitkan pada hari Senin (06/04/2015) bahwa transparansi mengenai rencana pendanaan dan konstruksi harus diberlakukan di antara sejumlah peraturan yang harus disahkan sebelum pembangunan masjid meningkat.
"Saat ini, walikota yang melihat sebuah masjid sedang dibangun tidak mengetahui bagaimana tempat ibadah tersebut didanai. Oleh karena itu kami mengusulkan bahwa pihak berwenang mewajibkan kontraktor untuk menyerahkan rencana pembiayaan yang disertifikasi oleh auditor," katanya.
"Ini akan meningkatkan transparansi dan meningkatkan kesadaran bahwa pejabat terpilih dan warga sah dapat mengawasi (proyek-proyek tersebut) karena sebelum ini kita tidak tahu bagaimana masjid didanai di Perancis," tambahnya.
Komentarnya terlontar setelah Florian Philippot, wakil presiden dari partai Front Nasional sayap kanan, mengatakan kepada media Prancis bahwa Perancis tidak membutuhkan lebih banyak masjid karena "100 persen dari tempat radikalisasi adalah masjid."
Komentar Maurey muncul setelah Dalil Boubakeur, presiden Dewan Agama Islam Perancis yang berbasis di Paris yang didirikan 12 tahun lalu dan secara resmi mewakili masyarakat di Perancis, menyebutkan pada hari Sabtu bahwa jumlah masjid di Perancis akan bertambah dua kali lipat dari yang sudah ada sekarang.
“Jumlah masjid di negara iniharus bertambah dua kali lipat dalam dua tahun ke depan untuk mengatasi kurangnya tempat ibadah bagi tujuh juta umat Muslim di Perancis,” kata Boubakeur saat berbicara pada pertemuan tahunan Muslim di Perancis, yang diselenggarakan oleh Persatuan Organisasi Islam Perancis di Le Bourget – sebuah komunitas di pinggiran kota Paris.
Monsignor Ribadeau-Dumas, juru bicara Konferensi Waligereja Perancis, menggambarkan permintaan tersebut sebagai permintaan yang "sah."
"Muslim harus dapat mempraktekkan agama mereka seperti Kristen dan Yahudi," katanya kepada stasiun radio Prancis Europe 1.
Saat ini ada sekitar 2.200 masjid di Prancis, menurut statistik resmi.
Deddy | World Bulletin | Jurniscom