Parlemen Irak Tuntut Milisi Peshmerga atas Penyiksaan Brutal pada Warga Sunni

Parlemen Irak Tuntut Milisi Peshmerga atas Penyiksaan Brutal pada Warga Sunni

IRAK (Jurnalislam.com) – Komite hak asasi manusia parlemen Irak pada pada hari Senin menuntut Baghdad dan Erbil untuk menyelidiki dugaan pelanggaran oleh pasukan Peshmerga Kurdi terhadap pengungsi warga sipil Sunni (muslim).

Permintaan itu menyusul munculnya video online yang menunjukkan pasukan Peshmerga menyerang warga sipil Arab yang melarikan diri dari wilayah utara Irak yang dikuasai kelompok Islamic State (IS), lansir World Bulletin Selasa (21/02/2017).

Seorang anggota parlemen Kurdi berkelit dengan mengatakan video menggambarkan sebuah “insiden terisolasi”, yang, tegasnya, sedang dieksploitasi oleh “pihak-pihak tertentu” untuk tujuan politik.

Pada hari Sabtu, aktivis online memposting sebuah video di Facebook yang menunjukkan pasukan bersenjata – yang ia katakan adalah pasukan Peshmerga – menyiksa warga sipil Sunni (muslim) yang baru saja melarikan diri dari distrik Al-Hawija selatan Mosul yang dikuasai IS.

“Kami mengutuk perlakuan brutal yang dilakukan oleh pasukan Peshmerga terhadap warga sipil pengungsi Sunni yang terjadi di daerah Molla Abdullah provinsi Kirkuk,” Abdul-Raheem al-Shammari, ketua komite parlemen, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Tindakan oleh pasukan Peshmerga ini adalah pelanggaran hak yang mencolok terhadap warga sipil tak bersenjata,” tambahnya.

Al-Shammari juga menyerukan penyelidikan atas insiden tersebut oleh pejabat di Baghdad dan Erbil. Erbil adalah ibukota administratif wilayah semi-otonom Kurdi di Irak utara, di mana insiden itu diduga berlangsung.

Bagikan