TURKI (Jurnalislam.com) – Lebih dari 100 milisi Partai Pekerja Kurdistan (PKK) tewas dan terluka dalam pertempuran dengan pasukan Turki pada hari Sabtu, kata militer, lansir Anadolu Agency Sabtu (03/09/2016).
Itu adalah salah satu jumlah korban tertinggi dalam satu hari dari konflik dalam beberapa tahun terakhir.
Militer mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa lebih dari 100 militan PKK telah “dinetralkan” dalam bentrokan tanpa menentukan berapa banyak yang tewas dan berapa banyak yang terluka. Sebagian besar telah dibawa kembali ke Irak utara, di mana PKK memiliki kamp di pegunungan.
Pasukan Turki mengalami peristiwa berdarah dalam 24 jam setelah 13 tentara dan pengawal desa tewas di tiga insiden terpisah di timur dan tenggara negara itu, yang dipersalahkan pada gerilyawan Kurdi.
Tiga tentara Turki tewas selama operasi melawan pasukan milisi PKK di provinsi tenggara Hakkari pada hari Sabtu pagi, kantor berita Anadolu yang dikelola negara melaporkan.
20 tentara terluka, tiga di antaranya luka serius dalam insiden di dekat perbatasan dengan Irak utara, kata kantor berita itu.
Delapan tentara tewas dalam bentrokan dengan “organisasi teror separatis,” panggilan yang digunakan otoritas untuk merujuk pada PKK, di provinsi timur Van Jumat, kata kantor gubernur.
Delapan tentara juga terluka dalam operasi yang sama, kata kantor itu dalam sebuah pernyataan.
Dan Jumat malam, dua tentara dan seorang penjaga desa tewas dalam serangan terhadap sebuah pos pemeriksaan di Mardin di tenggara yang bergolak oleh serangan PKK, lembaga tersebut melaporkan.
Penjaga yang tewas adalah bagian dari sekelompok warga lokal yang bekerja sama dengan pasukan Turki melawan PKK, yang didaftar sebagai kelompok teror oleh Ankara dan sekutu Baratnya. Tiga penjaga keamanan juga terluka.
Dalam sebuah pernyataan, kantor gubernur Van mengatakan kondisi mereka di rumah sakit “baik,” meskipun mereka terus mendapatkan pengobatan.
Tiga belas milisi PKK tewas oleh jet Turki di sekitar pegunungan Tendurek di provinsi Van, kantor mengatakan, sementara Anadolu melaporkan bahwa operasi yang didukung oleh angkatan udara terus berlangsung.
Serangan terhadap militer Turki dilanjutkan dengan serangan hampir setiap hari sejak kudeta 15 Juli yang berusaha menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Sejak runtuhnya gencatan senjata dua tahun pada bulan Juli, Anadolu melaporkan lebih dari 600 anggota pasukan Turki tewas oleh gerilyawan PKK hingga sekarang.