SURAKARTA (jurnalislam.com)— Suasana hangat dan penuh persaudaraan mewarnai kunjungan rombongan Sekolah Menengah Islam Hidayah Johor Bahru, Malaysia ke Yayasan Nur Hidayah Surakarta, Rabu (2/9/2026). Tiga orang guru bersama 19 siswa hadir dalam rangkaian kunjungan selama lima hari, Senin 31 Agustus hingga Jum’at, 4 September 2026, untuk melakukan study tour sekaligus mengenal lebih dekat pengelolaan pendidikan di lingkungan Yayasan Nur Hidayah.
Dalam perbincangan bersama jajaran Yayasan Nur Hidayah, diskusi berlangsung hangat dan mengerucut pada tema pembinaan siswa dan guru. Berbagai pengalaman dan praktik pendidikan saling dibagikan, menjadi ruang belajar bersama antara kedua lembaga. Mereka juga diajak berkeliling untuk melihat secara langsung proses pembelajaran di PAUD IT dan SDIT Nur Hidayah.
Di SMAIT Nur Hidayah mereka mengikuti kegiatan ISC yang terbagi dalam kelompok-kelompok kecil. Merasakan langsung serunya kegiatan yang tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter dan membangun ukhuwah. Di sisi lain, guru mereka sharing dan berbagi pengalaman dengan jajaran pimpinan dan para Pembina.
“Nur Hidayah ini kami dengar salah satu sekolah top di Indonesia. Terutama unggul di pembinaan siswa. Alhamdulillah terlaksana juga, sejak 2024 kami ingin berkunjung ke sini,” ucap Ustadz Taufiq, Penyelaras Program Sekolah Menengah Islam Hidayah Johor Bahru.
Sementara itu di SMPIT Nur Hidayah, para tamu berinteraksi langsung dengan pengurus OSIS. Mereka saling bertukar pikiran bagaimana kegiatan keorganisasian siswa. Di antara kesan yang mereka rasakan, organisasinya sangat terstruktur, kegiatannya terbuka untuk menyalurkan bakat; sekolahnya bersih dan banyak program yang langsung menyentuh masyarakat.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda study tour yang mencakup SMAIT Nur Hidayah, SMPIT Nur Hidayah, serta Yayasan Nur Hidayah. Selain agenda pendidikan, rombongan juga menikmati wisata sejarah dan religi di Kota Solo, antara lain mengunjungi Pura Mangkunegaran dan Masjid Raya Sheikh Zayed. Rangkaian perjalanan kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi ke Ustadz Cahyadi Takariawan di Yogyakarta.
Kunjungan ini tidak sekadar menjadi ajang bertukar pengalaman pendidikan, tetapi juga mempererat hubungan persaudaraan antara lembaga pendidikan di Indonesia dan Malaysia. Kehangatan interaksi, semangat berbagi, dan keterbukaan untuk saling belajar menjadi warna yang begitu kental sepanjang rangkaian kunjungan.
Melalui kunjungan ini, Yayasan Nur Hidayah Surakarta terus menguatkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang menjadi rujukan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Yayasan Nur Hidayah senantiasa terbuka untuk menjalin silaturahmi, berbagi praktik baik, dan membangun kolaborasi strategis dalam menghadirkan pendidikan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing global, serta siap memimpin dan memberi arti bagi masa depan.