Responsive image

Muslim dan Integrasi di Inggris

Muslim dan Integrasi di Inggris

LONDON (Jurnalislam.com) – David Cameron, mantan perdana menteri Inggris, mengatakan “integrasi adalah jalan dua arah” setelah tinggal dengan keluarga Muslim lebih dari satu dekade yang lalu.

Namun, jalannya sejak itu menyempit menjadi satu arah. Integrasi telah menjadi istilah yang hanya diterapkan pada umat Islam, menurut sebuah laporan baru oleh Dewan Muslim Inggris (the Muslim Council of Britain-MCB) yang berjudul, Our Shared British Future – Muslim dan Integrasi di Inggris.

Laporan tersebut, yang dipresentasikan di Parlemen pada hari Rabu (14/3/2018), menampilkan 30 suara beragam dari komunitas Muslim dan menyerukan integrasi yang adil untuk semua, tidak hanya dibebankan pada komunitas Muslim, lansir Aljazeera.

“Jika ada kebijakan integrasi yang berhasil, seperti yang direncanakan pemerintah pada tahun 2018, itu harus inklusif,” Harun Khan, sekretaris jenderal MCB, menulis dalam laporan tersebut.

Muslim di Inggris jadi Target Serangan Islamophobia Media Cetak

“Hal yang sama berlaku untuk ‘nilai-nilai Inggris’, sebuah istilah relatif baru yang diciptakan setelah kekhawatiran ekstremisme. Banyak yang khawatir bahwa nilai-nilai semacam itu telah dipahami dengan cara salah karena beberapa orang dianggap ‘kurang Inggris’ dan oleh karena itu harus tunduk pada misi peradaban,” Khan melanjutkan.

Dalam laporan tersebut, MCB – badan payung Muslim terbesar di Inggris yang terdiri lebih dari 500 organisasi terafiliasi, masjid, badan amal dan sekolah – mengusulkan langkah-langkah untuk mengatasi tantangan nyata terhadap integrasi yang dihadapi umat Islam seperti rasisme, ancaman oleh kelompok sayap kanan, akses yang adil atas pekerjaan, kekurangan perumahan, dan isolasi.

Lebih dari dua juta Muslim tinggal di Inggris, dan mencapai sekitar 4,8 persen populasi di Inggris dan Wales.

MCB memberikan kontribusi terhadap Casey Review pada tahun 2016. Laporan yang dipimpin oleh pemerintah tersebut meneliti integrasi dan peluang di masyarakat yang terisolasi dan tercabut, yaitu komunitas Muslim, dimana “muncul sebuah budaya ketakutan, yang merupakan hambatan besar yang mencegah persatuan dan terbentuknya masyarakat yang kohesif (kompak).”

Muslim Inggris Ambil Bagian Lari 10K Sambil Jalankan Puasa Ramadhan

Naz Shah, anggota parlemen untuk Bradford West, akan memimpin sesi pada hari Rabu bersama dengan Miqdaad Versi.

Versi oleh BBC disebut sebagai “orang yang mengoreksi cerita tentang Muslim,” setelah mengoreksi lebih dari 50 selama setahun terakhir, dan setengah cerita palsu tentang Islam dan Muslim yang dirilis pers nasional.

Dalam dekade terakhir, telah terjadi “kepanikan moral” di kalangan umat Islam, Versi menulis.

Ada anggapan awal bahwa umat Islam tidak mampu berintegrasi ke dalam masyarakat Inggris, namun ketika umat Islam memasuki kehidupan publik, “motif mereka sering dipertanyakan dan mereka dituduh ‘pendatang’,” kata Versi.

Salah satu masalah yang ditekankan MCB adalah pelaporan yang tidak bertanggung jawab tentang Muslim Inggris yang secara negatif mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap mereka.

Menurut penelitian oleh YouGov yang dilakukan pada tahun 2015, mayoritas warga Inggris menyatakan bahwa mereka memandang Muslim sebagai ancaman bagi Inggris justru setelah satu dekade berlalu setelah pemboman 7/7, jauh lebih banyak daripada setelah pemboman tersebut.

Rata-rata orang Inggris juga menilai populasi Muslim Inggris terlalu tinggi, yaitu tiga kali lebih besar dari yang sebenarnya, menurut laporan “Perceptions are not reality” tahun 2016 oleh Ipsos Mori.

Lebih dari sepertiga anak sekolah percaya bahwa Muslim mengambil alih Inggris.

Dengan 64 persen masyarakat Inggris menginformasikan persepsi mereka tentang Islam melalui media, “tidak mengherankan jika umat Islam dipandang sangat negatif,” laporan tersebut mencatat.

Bagikan
Close X