Adik Syeikh Ayman al Zawahiri Dibebaskan dari Penjara Mesir

MESIR (Jurnalislam.com) – Muhammad al Zawahiri, adik amir al Qaeda, dibebaskan dari penjara Mesir pada 17 Maret. Dia didakwa membentuk faksi jihad yang terkait dengan Al Qaeda dan merencanakan serangan terhadap berbagai sasaran di Mesir, tetapi pengadilan membatalkan tuduhan dan membebaskannya, The Long War Journal melaporkan, Sabtu (19/03/2016).

"Ayah saya telah dibebaskan. Dia sampai di rumah pagi ini (18Maret), "Abdelrahman Zawahiri, putra Muhamad, mengatakan kepada Agence France-Presse dalam sebuah wawancara.

Mujahidin bergembira pada bulan Februari ketika pengadilan Mesir memerintahkan Muhammad dibebaskan. Dalam buletin Al Masra edisi keenam, yang telah diposting online pada 5 Maret, Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) menerbitkan sebuah uraian singkat menyoroti pembebasan Muhammad yang tertunda.

Muhammad al Zawahiri dipenjarakan di Mesir pada tahun 1999, setelah sebelumnya ditahan di Uni Emirat Arab. Selama tahun 1990, ia menjabat sebagai tokoh senior di Jihad Islam Mesir (Egyptian Islamic Jihad-EIJ), yang dipimpin oleh saudaranya dan bergabung dengan Syeikh  Usamah bin Laden sebelum serangan 11 September 2001.

Muhammad dibebaskan dari penjara setelah pemberontakan Mesir pada tahun 2011. Dia dengan cepat menjadi pengacara produktif untuk ideologi jihad al Qaeda. Ia secara terbuka mengecam demokrasi Barat dan mendukung kebajikan al Qaeda saat berkhotbah di Tahrir Square, serta selama penampilannya di program-program televisi dan radio Mesir. Dia juga melakukan wawancara dengan wartawan Barat.

Muhamad mengumpulkan pemeriksaan tambahan menyusul protes di luar Kedutaan Besar AS di Kairo pada 11 September 2012. Sehari sebelumnya, 10 September Syeikh Ayman al Zawahiri merilis sebuah video termasuk klip dakwah Muhammad di Mesir. Amir al Qaeda ini juga menyerukan jihad Libya untuk membalas kematian Abu Yahya al Libi, yang gugur dalam serangan pesawat tak berawak AS pada bulan Juni 2012.

Muhammad dan beberapa mujahidin al Qaeda lainnya membantu menyebarkan protes di luar Kedutaan Besar AS di Kairo hari berikutnya. Acara pro-al Qaeda tersebut menyebabkan dinding kedutaan AS diterobos. Bendera Amerika diturunkan dan diganti dengan panji hitam al Qaeda disertai masyarakat umat Islam meneriakkan, "Obama, Obama, kita semua Usamah (bin Laden)!" Beberapa kelompok al Qaeda, termasuk Anshar al Sharia Libya, menyerang departemen Misi Negara dan Annex CIA di Benghazi, Libya beberapa jam kemudian. Empat orang Amerika, termasuk Duta Besar AS Christopher Stevens, tewas dalam serangan itu.

Pada Januari 2013, Muhammad memimpin protes di luar Kedutaan Besar Prancis di Kairo. Spanduk Syeikh Usamah bin Laden dan Syeikh Ayman al Zawahiri dikibarkan di luar kedutaan saat pengunjuk rasa keberatan dengan intervensi Prancis di Mali. Adik Zawahiri ini berulang kali mengancam Perancis dan Barat selama unjuk rasa.

Meskipun menyatakan dukungannya untuk al Qaeda secara terang-terangan, Muhammad mengaku ia tidak benar-benar menjadi anggota organisasi pimpinan Syeikh Ayman al Zawahiri.

Bukti yang dikumpulkan oleh para pejabat intelijen Barat mengatakan cerita yang berbeda. Namun para pejabat intelijen AS menghubungkannya dengan mujahidin  di seluruh jaringan internasional Al Qaeda, dan ia dilaporkan membantu mujahidin Mesir menghubungi kakaknya. Salah satu pengikutnya juga gugur  dalam serangan terhadap tentara Mali di bulan Mei 2013.

Selama bebas dari penjara, Muhammad adalah seorang pembicara terkemuka di acara-acara yang diselenggarakan oleh Anshar al Sharia Mesir, sebuah organisasi yang menganjurkan penerapan hukum syariah model al Qaeda. Ansar al Sharia Mesir didirikan oleh kawan lama saudara Syeikh Ayman al Zawahiri.

Muhammad kembali ditahan oleh pemerintah Mesir pada bulan Agustus 2013. Dan ia tetap menjadi sumber publikasi  al Qaeda sepanjang tahun.

Pada bulan Oktober 2014, misalnya, AQAP merilis biografi singkat untuk Mustafa Ali (alias Humam al Masri), seorang mujahidin yang bertugas di bagian media AQAP sebelum ia gugur dalam serangan pesawat tak berawak AS di akhir 2013.

Biografi AQAP untuk Ali mengandung catatan menarik tentang penahanannya di Mesir. "Dia menginvestasikan waktunya di penjara dalam mencari pengetahuan dan bertemu dengan para mujahidin berpengalaman seperti Syeikh Muhammad al Zawahiri dan Abdul Hakim Hasaan, semoga Allah melindungi mereka berdua dan membebaskan mereka," menurut terjemahan oleh SITE Intelligence Group.

Muhammad adalah seorang tokoh terkemuka dalam Anshar al Sharia Mesir. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa Mustafa Ali akan ditarik ke Anshar al Syariah di Yaman, di mana al Qaeda pertama kali menggunakan nama  Anshar al Syariah setelah Arab Spring.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X