Operasi bom martir (istisyhad) yang semakin meningkat skalanya akhir-akhir ini di wilayah Imarah Kaukasus, menyebabkan kebingungan yang sangat bagi murtadin (pemerintahan thaghut Chechnya) dan kaum musyrikin (pemerintah Rusia).
Meski taktik “Chenchenisasi” sedikit menampakkan hasil, Moskow malah memaksa pemerintahan bonekanya yang dipimpin Kadyrov untuk melancarkan peperangan dengan rakyatnya sendiri (berdasarkan data Mujahidin, anjing-anjing Kadyrov telah membantai 30 hingga 35 ribu kaum muslimin Chechnya). Pun juga belum dapat memecahkan persoalan utamanya, yakni menghancurkan kekuatan Mujahidin atau paling tidak mengacaukan barisan mereka.
Statemen Kadyrov bulan Mei lalu bahwa Mujahidin akan dibuat hengkang, kemudian di bulan Juni ia kembali mengeluarkan statemen dengan bersumpah akan menghancurkan Mujahidin dalam waktu 1 bulan, sampai saat ini tidak meninggalkan secuilpun bukti. Pun juga semua statemen yang sudah dia koarkan sepanjang tahun 2008 yang lalu, semuanya hanya omong kosong belaka. Kadyrov terus saja membuat sesumbar untuk membasmi Mujahidin, saat tahun baru, juga 23 Februari (Hari besar Rusia), diawal musim semi, hingga masuk awal musim dingin ia terus saja membual dengan statemen-statemennya.
Segala upaya mereka tidak juga mendatangkan hasil, mulai dari mobilisasi total pasukan murtadin Chechnya, serangan udara atau pengerahan unit khusus oleh tentara kafir Rusia, atau dengan kebohongan bahwa mereka telah “menangkap” dan “membunuh” komandan dan petinggi militan (mujahidin -red), atau dengan menculik dan menangkapi lusinan penduduk muslim kemudian mengumumkan bahwa mereka adalah “militan”, menyiksa dan membunuhi sanak famili mujahidin, bahkan dengan propaganda busuk menggunakan mantan pelaku bom syahid yang sudah “bertobat” dan menjadi anjing setia mereka. Semuanya tidak meninggalkan sedikitpun pukulan bagi mujahidin.
Yang menggelikan adalah cerita yang beredar, bagaimana Kadyrof “memimpin” langsung sebuah operasi yang secara simultan dan berhasil menangkap empat sekaligus pelaku “bom bunuh diri” di Shali, kemudian setelah itu ia sendiri turun untuk menginterogasi “para martir” yang tertangkap, yang kemudian rekaman interogasinya disiarkan di Televisi. Ini mengindikasikan bagaimana para murtadin sudah mengalami kepanikan yang luar biasa dalam menghadapi mujahidin.
Parodi Televisi yang sutradari oleh kacung-kacung Kadyrov ini juga sama sekali tidak menimbulkan perubahan pada apa yang terjadi.
Kesan bahwa dedengkot murtadin sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa, tampak meningkat pasca Upacara Ritual Shamanic yang digelar secara besar-besaran oleh Kadyrov Jumat kemarin yang mereka sebut sebagai upacara “Kutukan Nasional Untuk Kaum Wahabi”
“Kutukan” itu disiarkan di 10 Masjid di Chechnya atas perintah petinggi pemerintah dan melalui sebuah siaran TV lokal dengan acara “Perwakilan Masyarakat” mengutuk “terorisme internasional dan wahabi”
Fakta mengenai apa yang terjadi sangatlah jelas dan gamblang bagi semua otang kecuali Kadyrov sendiri. Bahkan kekecewaan Kremlin terhadap hasil-hasil kebijakan “Chenchenisasi” tidak lagi dapat disembunyikan.
Bahkan keadaan ini mencapai titik dimana boneka Putin, Medvedev mengeluarkan statemen bahwa “kondisi Kaukakus sudah sangat buruk.”
Setelah sekian banyak statemen-statemen bohong (Medvedev) pada beberapa tahun terakhir mengenai stabilitas di Checnya dan kemenangan-kemenangan Rusia, dalam rangka melaksanakan strategi Putin untuk mengelabui publik bahwa di wilayah Utara Kaukasus berkobar perang yang melebihi di wilayah Chechnya.
Situasi ini benar-benar menjadi ancaman bagi Moskow dan boneka-bonekanya, analisa kejadian-kejadian yang sama sekali tidak memihak mereka khususnya dalam rentang waktu beberapa bulan sepanjang musim semi hingga musim panas membawa mereka mencapai titik kulminasi pada kondisi moral dan psikologis.
Dan jika dianggap terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa hal ini juga terjadi pada bidang militer mereka, faktanya kemenangan-kemenangan mujahidin pada setiap pertempuran ditangan para pemuda mukmin yang menjadi penggerak kekuatan dalam jihad, tidak dapat terbantahkan.
Situasi ini mengingatkan kita pada musim gugur di tahun 2007 (tepatnya 25 Ramadhan 1428), ketika saat itu Dokka Umarov memproklamirkan berdirinya Negara Islam Imarah Kaukasus yang berlandaskan Syariat Allah, bukan hokum buatan manusia.
Generasi muda muslim Chechnya kini memilih jalan Jihad dan Mati Syahid Fi Sabilillah, bukan tari-tarian Sufi atau perbuatan-perbuatan cabul, seperti yang melanda pemuda muslim di seantero dunia.
Respon boneka-boneka pro-Moskow terhadap aksi-aksi Mujahidi, terutama terhadap aksi-aksi operasi martir (istisyhad) sangatlah khas. Para murtadin itu tidak menemukan statemen lain kecuali mereka selalu mengigau dengan kata-kata bahwa para pelaku bom syahid itu “Orang-orang rendahan yang terpengaruh obat-obatan (narkoba) dan zat-zat psikotropika”, juga dengan mengatakan bahwa “mereka berubah menjadi zombie-zombi setelah mengkonsumsi pil khusus yang disuplai oleh AS, Israel dan UK” (sebagaimana dikutip Kadyrov).
Teman setia Kadyrov dalam kejahatan, Yevkurov sangat sepakat dalam hal ini. Dari kejadian yang ia alami setelah lolos dari usaha pembunuhan atas dirinya oleh operasi martir mujahidin, murtadin satu ini yakin bahwa “pelaku bom martir itu sudah mengalami cuci otak dengan menggunakan zat-zat psikotropika”. Ia menyimpulkan, akibat pengaruh obat-obatan itu banyak dari mereka yang kemudian menjadi gila.
Ia (Yevkurov) mengutarakan hal ini dalam wawancara dengan “Rossiyskaya Gazeta” (sebuah koran Rusia)
“Orang-orang ini gila.. sukar dimengerti mengapa seseorang bias menjadi pelaku bom martir, apalagi mereka sangat belia.. Di Chechnya, yang menjadi tetangga Ingushetia, bubuk hipnotis dibubuhkan kedalam sajian minuman the di kamp-kamp militant. Pada awalnya seseorang masih terlihat normal, namun seiring waktu ia akan berubah seperti zombie (mayat hidup)”, ungkap Yerkurov kepada Jurnalis Koran tersebut.
Sangat mengerikan gambaran rata-rata orang mengenai hal ini, pasukan Rusia yang gagah dan polisi-polisi dengan segala perlengkapan militernya bertempur di Kaukasus melawan gangster yang gila, terbius oleh pil khusus dan bubuk hipnotis (made in AS, Israel dan UK) yang dicampurkan ke minuman teh oleh Arab jahat seperti “Yasir” dan “Muhdan”.
Untuk memuaskan kecanduan mereka terhadap the “beracun” dan pil khusus, para pemuda itu dirubah dari gangster biasa (terminologi yang digunakan Medvedev) dirubah menjadi “Wahabi”, “Teroris Internasional” atau “zombie” yang tidak lagi mempunyai keinginan, dan kemudian menjadi gila dan meledakkan diri mereka untuk membunuhi “polisi dan tentara tak berdosa” dengan nyawa mereka.
Ruslan Sinbarigov,
Kavkaz Center. (Afz/Kc/Jurnalislam)
AllahuAkbar……..AllahuAkbar……..AllahuAkbar
Ayo kita praktekkan di negeri majapahit ini